Anda di halaman 1dari 25

ADMINISTRASI PENYULUHAN PERTANIAN KANTOR BALAI

PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN SUKRA

KABUPATEN INDRAMAYU

DI SUSUN OLEH :

SARIHON PANDIANGAN
NIRM 04 2 15 0682

JURUSAN PENYULUHAN PETERNAKAN


SEKOLAH TINGGI PENYULUHAN PERTANIAN (STPP) BOGOR
BOGOR
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan Praktikum
administrasi prnyuluhan pertanian kantor balai penyuluhan pertanian Kecamatan
Sukra Kabupaten Indramayu. Dalam penulisan laporan ini penulis banyak
mendapatkan bantuan dan bimbingan dari semua pihak, oleh karena itu penulis
mengucapkan terima kasih, khususnya kepada yang terhormat :
1. Bapak Opik Ahmad Taopik, S.P, M.Si selaku pengampu mata kuliah
2. Serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Penulis sadari, penulisan Laporan Praktikum ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.
Demikian makalah ini disusun, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya
dan bagi penulis khususnya.

Bogor, Maret 2018

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Organisasi penyuluhan merupakan suatu wadah dimana kegiatan
penyuluhan akan diadakan. Di dalam organisasi tersebut juga terdapat manusia
sebagai unsur utama dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Selain itu, juga
terdapat struktur organisasi yang menunjukkan bagaimana tugas dan wewenang
akan dilimpahkan. Agar kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan baik
diperlukan suatu pengelolaan organisasi, pemanfaatan sarana dan prasarana yang
memadai secara maksimal.
Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan tujuan agar terjadi perubahan
dalam pengetahuan, sikap dan ketrampilan dari sasaran penyuluhan. Dalam hal ini
yang menjadi sasaran penyuluhan adalah petani dan keluarganya. Dalam rangka
mencapai tujuan penyuluhan tersebut perlu adanya peningkatan kualitas dari
personel penyuluh maupun eksistensi dari organisasi penyuluhan itu sendiri. Hal
tersebut bertujuan agar kegiatan penyuluhan dapat dilakukan dengan baik, tepat
sasaran dan berkesinambungan. Usaha peningkatan kualitas penyuluh dan
organisasi dilakukan melalui adanya kegiatan administrasi yang tertata rapi dan
tertib.
Biasanya kegiatan penyuluhan dilakukan oleh penyuluh-penyuluh ahli
(terampil) yang berkedudukan di Balai Penyuluh Pertanian di tingkat Kecamatan.
Kegiatan administrasi penyuluhan perlu dilakukan agar kegiatan penyuluhan
terarah dan terkoordinasi dengan baik antara penyuluh, sasaran maupun
stakeholders terkait. Administrasi penyuluhan diartikan sebagai suatu kegiatan
yang menyangkut seluruh aspek kegiatan suatu lembaga untuk mencapai tujuan
yang telah ditentukan. Administrasi penyuluhan menyangkut administrasi
personalia, administrasi keuangan, administrasi pelaporan dan evaluasi,
administrasi kegiatan serta administrasi yang berkaitan dengan hubungan dengan
lembaga lain. suatu kegiatan penyuluhan akan dapat berjalan tertib dan teratur
apabila seluruh aspek dalam penyuluhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Oleh sebab itu, dalam kegiatan praktikum administrasi penyuluhan akan
menganalisis mengenai administrasi pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di
Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu. Hal ini untuk mengetahui bagaimana
proses administrasi penyuluhan pada lembaga tersebut.

A. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum administrasi penyuluhan ini adalah sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui unsur-unsur yang terkandung
dalam Administrasi Penyuluhan Pertanian
2. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui organisasi penyuluhan
pertanian termasuk tugas dan wewenangnya
3. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui hubungan kerja antara bagian-
bagian yang terkandung dalam suatu organisassi penyuluhan pertanian
4. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui dan tata cara penyusunan
anggaran termasuk penggunaan anggaran dalam penyuluhan perrtanian
5. Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui sistem monitoring yang
dilakukan oleh lembaga disuatu wilayah penyuluhan pertanian.

B. Waktu dan Tempat Praktikum


Praktikum Administrasi Penyuluhan Pertanian ini dilaksanakan pada hari
Kamis, 2 April 2016 selama 3 bulan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Unsur-unsur Administrasi
Kaliski dalam Departemen Kehutanan (1996), mengartikan administrasi
sebagai manajemen operasi, atau salah satu fungsi manajemen untuk
merencanakan, melaksanakan, mengorganisasi, dan mengawasi fungsi-fungsi
manajemen yang lain. Fungsi administrasi adalah tugas yang harus dilakukan oleh
setiap pemimpin atau manajer. Karena itu seorang pemimpin atau manajer sering
pula disebut dengan istilah administrator.
Sedangkan untuk unsur – unsur yang ada dalam suatu administrasi tersebut
baik berupa faktor situasional dan kondusional maupun sumber daya-sumber daya
tertentu, menurut Surakhmad (1994) menyebutkan sebagai berikut:
1. Organisasi, yang akan menjadi wadah/wahana, struktur dan rangka dasar
(frame work) dari administrasi.
2. Lingkungan, yaitu yang mengelilingi administrasi “berada” di dalam organisasi
terdiri atas berbagai lapisan antara lain: geografis, fisik, biologis (flora, fauna),
sosial, budaya, ekonomis, psikologis, politik dan teknologis.
3. Situasi, yaitu seperangkat faktor-faktor lingkungan yang secara langsung atau
tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap per keadaan, perkehidupan dan
gerak – gerak administrasi ( organisasi ).
4. Lokasi, yaitu bagian dari lingkungan yang terdiri atas semua faktor yang
mempunyai relevansi (hubungan kepentingan) dengan administrasi (organisasi)
dan mempunyai arti letak dengan diukur menurut jarak transportasi dan
komunikasi.
5. Wilayah operasi
6. Mesin dan peralatan (equipment), terdiri atas semua barang modal yang
merupakan “hardware” dari administrasi (organisasi).
7. Program – program usaha ( software dan mission ), terdiri atas peraturan -
peraturan dan prosedur – prosedur konstitusional yang merupakan kerangka
dan rangka dasar berpikir dan berusaha.
8. Legitimitas, yaitu kekuatan sosial, politik-yuridis yang berasal dari undang-
undang.
9. Pimpinan
10. Personil

B. Organisasi Penyuluhan
Penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan
komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya, memberi
pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar (Van Den Ban dan
Hawkins, 1996).
Penyuluhan Pertanian adalah proses perubahan sosial, ekonomi dan politik
untuk memberdayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses
belajar bersama yang partisipatif, agar terjadi perubahan perilaku pada diri semua
stakeholders (individu, kelompok, kelembagaan) yang terlibat dalam proses
pembangunan, demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri dan
partisipatif yang semakin sejahtera secara berkelanjutan (Mardikanto, 2001).
Penyuluhan pertanian di sini mempunyai peranan untuk mempersiapkan
petani dan untuk menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada petani. Atau lebih
tepatnya, penyuluhan pertanian mempunyai peranan untuk menyadarkan petani
tentang adanya alternatif-alternatif baru atau metode-metode lain untuk
mengusahakan pertanian mereka ke arah yang lebih baik (Sastraatmadja, 1993).
Organisasi penyuluhan tentu saja tidak sepantasnya untuk mengharapkan
“peranan yang menentukan” dalam menerapkan peraturan karena dengan
mengambil keputusan, penyuluh akan kehilangan kepercayaan dari petani
sehingga menyebabkan peranan agen penyuluhan menjadi tidak efektif.
Organisasi penyuluhan hanya dapat memainkan peranan yang berhubungan
dengan kebijakan pemerintah apabila memiliki kaitan erat dengan pembuat
kebijakan dan pelaku-pelaku lain yang terlibat
(Van den Ban dan Hawkins, 1996).
A. Tata Hubungan Kerja Organisasi Penyuluhan Pertanian
Pengorganisasian pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di tingkat
pedesaan terpusat pada Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yang bertugas
menyelenggarakan penyusunan programa dan kegiatan penyuluhan pertanian bagi
keluarga tani menuju bertani yang lebih produktif, berusaha tani yang lebih
menguntungkan dan hidup yang lebih sejahtera. Hubungan kerja antara BPP
dengan pemerintah Daerah Tingkat II diatur oleh Kepala Daerah yang
bersangkutan. Bimbingan teknis kegiatan penyuluhan pertanian diberikan oleh
Departemen Pertanian (Adjid, 2001).
Suatu bentuk struktur organisasi yang terbukti menunjukkan
“keberhasilannya” di banyak negara yang kurang berkembang, memiliki ciri-ciri
sebagai berikut :
1. Kepala Kantor Penyuluhan, selain mengawasi langsung para staf administrasi
juga mengawasi kegiatan para penyuluh spesialis.
2. Para penyuluh dan peneliti, diorganisasikan sedemikian rupa sehingga antara
mereka dapat terjalin hubungan yang mudah dan akrab.
3. Lembaga-lembaga penelitian di Perguruan Tinggi, melalui suatu perjanjian
kerjasama, memiliki kaitan dengan organisasi penyuluhan pertanian.
4. Kantor penyuluhan memiliki hubungan jalur komando dengan para Penyuluh
Spesialis di setiap wilayahnya untuk melakukan supervisi terhadap para
Penyuluh Lapangan.
5. Seluruh Penyuluh Spesialis sampai tingkat propinsi tidak berkewajiban
memberikan laporannya kepada penguasa atau politikus setempat, tetapi
merupakan bagian dari dinas penyuluhan yang profesional (Mardikanto,
1993).
BAB III
METODE PRATIKUM

A. Metode Dasar Praktikum


Metode dasar yang dipakai dalam pelaksanaan praktikum Administrasi
Penyuluhan yaitu menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu metode yang
memusatkan perhatian pada permasalahan yang ada pada masa sekarang dan
bertitik tolak dari data yang dikumpulkan, dianalisis dan disimpulkan dalam
konteks teori-teori yang ada dari penelitian terdahulu. (Mardikanto, 2001).

B. Metode Penentuan Lokasi


Metode penentuan lokasi yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum
Administrasi Penyuluhan dilakukan secara purposive yaitu di Balai Penyuluhan
Pertanian (BPP) Model Palur di kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.

B. Metode Penentuan Lokasi


Metode penentuan lokasi yang digunakan dalam pelaksanaan praktikum
Administrasi Penyuluhan dilakukan secara purposive yaitu di Balai Penyuluhan
Pertanian (BPP) Model Palur di kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo.

C. Jenis dan Sumber Data


Data yang dibutuhkan dalam pelaksanaan praktikum Administrasi
Penyuluhan meliputi data primer dan data sekunder:
1. Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden dengan
cara wawancara secara langsung maupun dibantu dengan menggunakan
kuesioner.
2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh dari instansi terkait atau
lembaga yang berhubungan dengan praktikum.
D. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data yang digunakan pada pelaksanaan
praktikum Administrasi Penyuluhan Pertanian ini adalah :
1. Wawancara, mahasiswa mendatangi responden-responden melakukan
wawancara dipandu dengan kuesioner yang telah tersedia. Data yang
didapatkan harus objektif. Untuk data penunjang dapat diperoleh dari
masyarakat baik mengenai sejarah desa, maupun fenomena sosial yang
ada.
2. Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan
secara langsung atas keadaan responden suatu keadaan yang terjadi di
daerah praktikum.
3. Pencatatan, data yang diperlukan diperoleh dari sumber yang dapat
dipercaya.
4. Studi Pustaka, yaitu mencari referensi guna mendapatkan berbagai
informasi yang berhubungan dengan materi yang sedang dibahas.
(Sekaran, 2002).
BAB IV
KONDISI UMUM WILAYAH

A. Letak dan Batas Wilayah


Wilayah pelaksanaan Program Upsus Pajale Plus terletak di Kecamatan
Sukra dengan luas lahan 3.445 Ha yang terdiri dari lahan sawah seluas3.445 Ha
dan lahan darat seluas 773 Ha.Jarak dari kota kabupaten 55 km. Wilayah
Pertanian Kecamatan Sukra secara administratif meliputi 1 Kecamatan dan 8 desa
dengan batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Selatan : Kecamatan Anjatan
- Sebelah Barat : Kabupaten Subang
- Sebelah Utara : Laut Jawa
- Sebelah Timur : Kecamatan Patrol

B. Iklim dan Curah Hujan


Berdasarkan topografi, Kecamatan Sukra merupakan daerah dataran
rendah dengan kemiringan tanah rata-rata 0 - 20, keadaan ini sangat berpengaruh
terhadap drainase dan biasanya apabila curah hujan cukup tinggi akan
mengakibatkan genangan air pada beberapa desa tertentu.
Peranan iklim dalam bidang pertanian sangat besar terutama dalam
penentuan corak usaha tani, karena faktor iklim ini sangat sulit untuk dikendalikan
oleh manusia sehingga kadang-kadang iklim merupakan kendala dalam upaya
meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman pangan.
Jumlah curah hujan pada tahun 2013 sebanyak1.504 mm ini lebih tinggi
bila dibandingkan dengan curah hujan tahun 2012 sebesar897 mm dan jumlah hari
hujan pada tahun 2013 sebanyak91 hari hujan, tahun 2012 sebayak45hari hujan
yang mengakibatkan terjadi kebanjiran hampir di semua desa yang ada, adapun
rata-rata curah hujan dalam kurun waktu 10 tahun adalah 1.060 mm dengan hari
hujan 69 hari hujan. Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari tahun 2005
sebesar 337 mm dan terendah terjadi pada bulan September 0 mm.
C. Keadaan Tanah
Jenis tanah di Kecamatan Sukra bermacam-macam, yaitu untuk Desa
Sumur Adem, Sukra, Sulusuban, Ujunggebang, dan Bogor memiliki jenis tanah
alluvial dan Aluvial Kelabu.
Luas lahan di wilayah Kecamatan Sukra menurut ekosistem dan
penggunaannya antara lain :
a. Lahan sawah
1. Irigasi Teknis : 3.445 Ha
2. Irigasi ½ Teknis : Ha
3. Irigasi sederhana : Ha
4. Tadah Hujan : Ha
Jumlah : 3.445 Ha
b. Lahan darat
1. Pekarangan dan pemukiman : 738 Ha
2. Tegalan : 0 Ha
3. Empang : 35 Ha

D. Kelembangaan Petani
Kecamatan Sukra terdiri dari 8 desa, masing-masing desa terdapat satu
kelompok tani. Jumlah seluruh anggota kelompok tani di Kecamatan Sukra ada
44.191 orang diantaranya laki-laki 22.119 dan perempuan 21.992, dimana setiap
kelompok tani mempunyai anggota.
Adapun perincian jumlah penduduk Kecamatan Sukra adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah penduduk kecamatan sukra

Desa
No Uraian Sumur Karangl Sukra S.Adem Bogor U.Geb Tegalt Sukra Jumlah
Adem ayung Wetan Timur ang aman
1 Jenis Kelamin

- Laki-laki 2015 1813 3742 3539 1452 2473 3260 3825 22.119

- Perempuan 1980 1987 3709 3306 1375 2404 3432 3799 21.992
- Jumlah 3995 3800 7451 6845 2827 4877 6692 7624 44.191

2 Tk. Pendidikan

 Tdk Tamat 126 120 12 1026 8 172 63 8 1535


SD
702 670 1001 2836 2665 3317 2443 2944 18.578
 Tamat SD
 Tamat SLTP 231 253 825 488 415 395 412 1947 4966
 Tamat SLTA
 Tamat 149 142 745 63 372 321 332 946 3070

PT
20 18 8 9 13 8 11 48 135

3 Mata
Pencaharian
511 391 856 3834 506 1343 1684 688 9815
 Petani
 Peternak 136 60 7 201 13 10 8 7 382
 Empang
- - - - - 15 15 - 30
 Pedagan
g
61 21 143 99 5 30 71 202 547
 PNS/TN
I 104 89 42 35 6 20 28 35 359
 Lainnya
621 454 1378 1971 621 1321 2097 2265 10.728

Sumber : BPP Sukra 2015


1. Kelembagaan Petani
a. Kelompoktani kelas Pemula : 23 kelompok
b. Kelompoktani kelas Lanjut : 9 kelompok
c. Kelompoktani kelas Madya : kelompok
d. Kelompoktani kelas Utama : - kelompok
e. Kelompok Wanita Tani : 3 kelompok
f. Gapoktan : 8 kelompok
g. Kelompoktani Keg Peternakan : 1 Kelompok
2. Kelembagaan Penunjang
a. BRI Unit : 2 buah
b. Bank lainnya : 2 buah
c. KUD : 1 buah
d. Kios saprodi : 20 buah
e. BPP : 1 buah
f. TPI : 1 buah
g. Pasar : 1 buah
3. Program Pertanian Tingkat Desa Binaan / WKPP
a. Organisasi Poktan dan Gapoktan di Desa Sukra
1. Gapoktan : Sukra Abadi
 Poktan : Sri Asih
 Ketua : Karsim
 Sekretaris : Dulamin
 Bendahara : Abdul Hanafi
 Kelas Kelompok : Pemula
 Jumlah anggota : 96
 Luas baku sawah (ha) : 132
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
2. Gapoktan : Sukra Abadi
 Poktan :Harapan Subur
 Ketua : Reswinsyah
 Sekretaris : Darsana
 Bendahara : Sarkim
 Kelas Kelompok : Pemula
 Jumlah anggota : 67
 Luas baku sawah (ha) : 112
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
3. Gapoktan : Sukra Abadi
 Poktan : Sri Bakti
 Ketua : Wangsum
 Sekretaris : Sutamo
 Bendahara : Rokmat
 Kelas Kelompok : Pemula
 Jumlah anggota : 68
 Luas baku sawah (ha) : 116
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
b. Organisasi Poktan dan Gapoktan di Desa Bogor
1. Gapoktan : Tani Mukti
 Poktan : Tani Mukti I
 Ketua : H. Tarwidah
 Sekretaris : Tanuji
 Bendahara : H. Ruman
 Kelas Kelompok : Pemula
 Jumlah anggota : 87
 Luas baku sawah (ha) : 120
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
2. Gapoktan : Tani Mukti
 Poktan : Tani Mukti II
 Ketua : H. M. Yohari
 Sekretaris : Nuropik
 Bendahara : Wiwi
 Kelas Kelompok : Lanjut
 Jumlah anggota : 91
 Luas baku sawah (ha) : 135
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
3. Gapoktan : Tani Mukti
 Poktan : Tani Mukti III
 Ketua : H. Kadim
 Sekretaris : Sumata
 Bendahara : Karsud
 Kelas Kelompok : Lanjut
 Jumlah anggota : 89
 Luas baku sawah (ha) : 60
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2007
 Gapoktan : Tani Mukti
4. Poktan : Tani Mukti VI
 Ketua : Tono Kartono
 Sekretaris : Wajono
 Bendahara : Sumata
 Kelas Kelompok : Pemula
 Jumlah anggota : 71
 Luas baku sawah (ha) : 60
 Jenis kelompok : Tanaman pangan
 Tahun berdiri : 2013
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Unsur-Unsur Administrasi Penyuluhan Pertanian


Secara umum unsur-unsur yang terdapat dalam administrasi penyuluhan,
diantaranya adalah: Administrasi personalia, kemudahan dan perlengkapan bagi
penyuluhan, administrasi keuangan, pelaporan dan evaluasi, dan hubungan
dengan lembaga-lembaga terkait lainnya.
1. Administrasi Personalia
Obyek dalam praktikum ini adalah Balai Penyuluhan Pertanian Palur.
Personalia yang ada di BPP Palur ini ada empat orang yang mempunyai
hubungan struktural dan fungsional, yaitu :
a. 1 orang koordinator/ pengelola
b. 2 orang pembantu kantor
Tabel.2 Daftar Nama Pegawai BPP Palur Tahun 2015

No. Nama Jabatan


1. Dedi Setiadi, SP Pimpinan BPP / Koordinator
2. Karinih, S,Pd Sekretaris dan Penyuluh
3. Kariono Bendahara

Sumber : Data BPP Tahun 2015

Di BPP ini terdapat 5 Petugas Penyuluh Lapang (PPL), 2 Tenaga Harian


Lepas (THL) dan 1 staff. Tugas seorang penyuluh di sini yaitu melaksanakan
programa penyuluhan pertanian yang telah disesuaikan dengan kebutuhan petani
dan menjalin kerjasama dengan petani. Wilayah Binaan di BPP Palur membawahi
beberapa kelompok tani. Kelompok-kelompok tani inilah yang menjadi
bimbingan para PPL yang terdapat di BPP Palur tersebut.
1. Fasilitas Penunjang (kemudahan dan kelengkapan bagi penyuluh)
Penyuluh di BPP ini membawahi Wilayah Kerja Kecamatan Sukra yang
berada di BPP Bogor. Keberadaan kantor ini kurang strategis karena berada jauh
dari Kecamatan Sukra, sehingga masyarakat sekitar dekat untuk menghubungi
apabila membutuhkan bantuan tetapi meskipun letaknya jauh dari kecamatan,
akses untuk dapat berhubungan dengan BPP sangat terbuka luas sehingga
masyarakat tetap dapat berhubungan dengan BPP secara baik. Kantor BPP Palur
ini juga mudah untuk dijangkau karena berada di tepi jalan raya di jalur
transportasi umum.
Penyuluh dalam melaksanakan tugasnya tidak terlepas dari suatu informasi
sehingga perlu adanya media informasi. Media informasi yang berada di BPP
Bogor terdiri dari surat kabar “Sinar Tani” dan leaflet yang biasanya diperoleh
dari Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, selain itu BPP Palur juga
menyediakan peta singkap. Perlengkapan yang ada di BPP Palur terdiri dari meja,
kursi, almari, rak buku, soundsistem, greenboard, whiteboard, papan struktur
organisasi, gambar tentang pertanian, sepeda motor. Sementara itu untuk
transportasi, terdapat dua buah motor dinas yang digunakan oleh pimpinan BPP
(koordinator) dan divisi agribisnis sedangkan yang lainnya menggunakan motor
pribadi. Untuk fasilitas komunikasi, BPP Palur mendapat tujuh Handphone dari
pemerintah pusat dan yang lainnya menggunakan Handphone pribadi yang
digunakan untuk memperlancar komunikasi dalam kegiatan operasional harian
maupun pada kegiatan penyuluhan yang berhubungan dengan kelompok tani.
Sedangkan untuk fasilitas perumahan, terdapat satu rumah dinas dan satu buah
mess, yang mana mess tersebut sering digunakan untuk pelatihan.

2. Administrasi Keuangan
Dalam pengelolaan keuangan, tiap tahun BPP Palur hanya bertindak
sebagai pelaksana dari uang yang telah diterima dari pemerintah pusat. Uang yang
diterima dari pemerintah pusat, oleh BPP digunakan untuk merencanakan
programa penyuluhan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Pengelolaan keuangan secara keseluruhan dilaksanakan oleh dinas sehingga hal
ini bersifat top down atau terpusat.
3. Pelaporan dan Evaluasi
Pelaporan yang dibuat oleh penyuluh merupakan pelaporan kegiatan
penyuluhan, pelaksanaan kunjungan ke wilayah kerja dan pelaporan dari hasil
kunjungan. Adanya pelaporan tersebut bermanfaat dalam pelaksanaan evaluasi.
Pada BPP Palur terdapat 2 macam evaluasi yaitu evaluasi yang dilakukan oleh
PPL dan THL yang diberikan kepada Pimpinan BPP/Koordinator yang
dilaksanakan setiap 1 bulan sekali dan evaluasi yang dilakukan oleh BPP (secara
keseluruhan) kepada Pemerintah Pusat (yang memberi dana) yang dilakukan
setiap 2 minggu sekali.
Evaluasi yang dilakukan oleh PPL dan THL terhadap Pimpinan
BPP/Koordinator mengkaji tentang segala kegiatan program penyuluhan yang
telah dilaksanakan. Sedangkan evaluasi yang dilakukan oleh BPP kepada
Pemerintah Pusat adalah dengan cara melaporkan segala kegiatan penyuluhan,
pelatihan serta kunjungan yang telah dilakukan oleh BPP.
Alur proses dari evaluasi yaitu kegiatan (penyuluhan, kunjungan,
pelatihan) ditindaklanjuti oleh PPL yang kemudian dilaporkan secara tertulis
kepada pemerintah pusat.
4. Hubungan Dengan Lembaga Terkait
Dalam rangka kelancaran tugas penyuluhan, penyuluh di BPP Palur selalu
menjalin hubungan kerjasama dengan lembaga-lembaga seperti lembaga/instansi
pengairan, BPS, PKK, Laboratorium HPT, KTNA, HKTI. BPP Palur juga
menjalin kerjasama dengan Bayer dengan kegiatan tabela (tanam benih langsung).
Dalam hal kerjasama ini, BPP Palur sebagai fasilitator dari berbagai kegiatan
lembaga/instansi terkait. Hubungan tersebut berlangsung efektif dengan adanya
sistem monitoring yang dilakukan oleh pihak BPP untuk meninjau, memantau dan
mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan.
B. Organisasi Penyuluhan Pertanian
1. Organisasi BPP Sukra Kabupaten Indramayu
Untuk mengetahui posisi struktural ataupun fungsional dari BPP Sukra
dapat dilihat dari struktur Organisasi Kantor BPP Sukra Kabupaten Indramayu
sebagai berikut :
a. Garis penghubung dalam struktur organisasi tersebut menggambarkan
hubungan koordinasi antar divisi di dalam BPP Silieg dan.
b. BPP merupakan suatu wadah atau organisasi penyelenggaraan fungsi
penyuluhan pertanian yang merupakan unit kerja teknis operasional
Pemerintah Kabupaten di bidang penyuluhan pertanian yang berada di
bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati. Wadah ini mempunyai
tugas menyelenggarakan penyuluhan pertanian dalam rangka mewujudkan
pembangunan pertanian melalui pelaksanaan pemberdayaan agrobisnis dan
ketahanan pangan.
1. Tugas-tugas dan Wewenang
Adapun tugas pokok BPP adalah :
a. Menyusun programa bersama keluarga tani dan masyarakat pelaku
agrobisnis sesuai dengan kebutuhan lokalita.
b. Melaksanakan penyuluhan pertanian agribisnis dan ketahanan pangan
secara partisipatif.
c. Memberikan berbagai rekomendasi dan mengikhtiarkan akses kepada
sumber-sumber informasi dan sumber daya yang dibutuhkan oleh keluarga
tani dan masyarakat pelaku agrobisnis.
d. Membantu masyarakat pelaku agrobisnis dalam memilih dan mengambil
keputusan usaha dibidang pertanian yang menguntungkan.
e. Memfasilitasi berbagai kegiatan pertemuan/ sarasehan/ mimbar yang
diselenggarakan oleh keluarga petani dan masyarakat pelaku agrobisnis.
f. Mengembangkan organisasi petani menjadi organisasi social ekonomi
yang tangguh.
g. Mengembangkan kepemimpinan petani dan masyarakat pelaku agrobisnis.
h. Merakit dan menyebarluaskan informasi yang dibutuhkan keluarga petani
dan masyarakat pelaku agrobisnis melalui berbagai media informasi.
i. Memfasilitasi pengembangan media yang dibuat oleh keluarga petani dan
masyarakat pelaku agrobisnis.
j. Melakukan kerjasama dengan lembaga dan pihak-pihak lain dalam
pelaksanaan penyuluhan pertanian.
k. Melaksanakan pelatihan bagi penyuluh pertanian/ kehutanan secara
berkala.
l. Memfasilitasi kaji terap dan studi yang dilakukan kleuarga petani dan
masyarakat pelaku agrobisnis.
m. Memelihara sarana dan prasarana penyuluhan pertanian.
n. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan penyuluh pertanian sesuai
dengan peraturan yang berlaku
o. Menjalin kerjasama dengan dunia usaha dibidang agrobisnis.
p. Mengembangkan kemitraan agrobisnis antara petani dengan dunia usaha.
q. Memberikan umpan balik kepada pemerintah kabupaten.
r. Melakukan bimbingan/ supervisi, monitoring dan evaluasi penyuluh
pertanian diwilayah kerjanya.
s. Mengelola kebun/ lahan BPP dengan baik.
t. Melaksanakan administrasi dan pelaporan BPP.
2. Sedangkan peran dan fungsi BPP adalah :
a. Memfasilitasi tersusunnya programa dan Rencana Kegiatan Penyuluhan
Pertanian (RKPP) secara tertib.
b. Mengupayakan tersedianya dan tersebarkannya informasi teknologi, social
dan ekonomi dalam rangka penyelenggaraan agrobisnis dan ketahanan
pangan.
c. Memfasilitasi terselenggarakannya kerjasama antara peneliti, penyuluh,
petani/ kontak tani dan pelaku agrobisnis dalam pengembangan teknologi
spesifik lokalita.
d. Memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dan forum pertemuan bagi petani
dan penyuluh.
e. Memfasilitasi terselenggaranya kegiatan percontohan dan model-model
usaha agrobisnis dan ketahan pangan.
f. Sebagai basis penyuluh dalam melaksanakan kegiatan revitalisasi
penyuluhan pertanian.

C. Tata Hubungan Kerja Organisasi Penyuluhan Pertanian


BPP Sukra sebagai Balai Penyuluhan Pertanian di tingkat Kecamatan yang
berfungsi sebagai penyuluhan pertanian dan home base para penyuluh pertanian di
tingkat kecamatan dan desa. BPP Sukra yang memiliki nama Tani Budaya ini
bertujuan untuk membentuk suatu kondisi petani yang berbudidaya. BPP Palur
memiliki 5 pegawai yang statusnya adalah 2 PNS yang 3 diantaranya adalah
penyuluh, serta 4 PPL. BPP Sukra sendiri membawahi 50 kelompok tani dimana
kelompok tani tersebut terdapat di 8 desa.
Untuk meningkatkan kualitas SDM di BPP ini setiap bulan sekali diadakan
training dari KJF yang memberikan pelatihan. Adapun pematerinya biasanya
berasal dari Sub dinas pertanian.
Mengenai bentuk organisasinya, BPP Sukra tergolong campuran antra
hubungan struktural dan fungsional. Hubungan struktural nampak dari adanya
pembagian kerja menurut struktur yang telah ditetapkan, sedangkanfungsional
nampak adanya peran dari penyuluh dan THL yang berfungsi memberikan
pendampingan bagi para kelompok tani. Basarnya gaji yang diberikan, adalah
sesuai dengan jabatannya.

D. Mekanisme Penyusunan Anggaran Penyuluhan Pertanian


Dalam pelaksanaan kegiatannya, BPP Sukra merupakan BPP yang
pendanaannnya masih berasal dari pusat APBD Provinsi Jawa Barat. Di mana
dana yang ada sepaket dengan program yang harus dilaksanakan. Artinya dari
pusat sudah menentukan besarnya uang serta paket-paket kegiatan penyuluhan
yang harus dilaksanakan. Adapun kegiatan BPP Sukra dalam 1 tahun diantaranya:
1. Pelaksanaan PRA
2. Identifikasi Kebutuhan Informasi Pertanian
3. Pendamping Penyusunan Rencana Kegiatan Kelompok (RKK), Rencana
Usaha Kelompok (RUK), Rencana Difinitif Kelompok (RDK) dan
Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
4. Rembug petani, kelompok dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di
tingkat desa dan kecamatan
5. Penyusunan program Penyuluhan Pertanian
6. Penumbuhan organisasi petani dan pos penyuluhan
7. Menumbuhkembangkan jasa konsultasi agribisnis
8. Percontohan di BPP, yaitu Demplot Padi dan Demplot Hortikultura
9. Study Banding baik untuk penyuluh dan petani
10. Penilaian kemampuan organisasi petani
11. Penilaian penyuluh dan petani berprestasi
12. Penyebaran informasi dan teknologi
13. Pelatihan petani, kelompok tani, dan gapoktan di BPP
14. Perakitan materi, media dan alat bantu penyuluhan spesifik lokasi
15. Supervisi, evaluasi dan penilaian kinerja penyuluh oleh koordinator
penyuluh di BPP
Mekanisme pencairan dananya terdiri dari dua macam. Jika kegiatannnya
bersifat penyuluhan yang sifatnya informasi serta tidak membutuhkan dana yang
besar, maka pendanaan dilakukan oleh BPP sendiri, baru kemudian menyusun SPJ
untuk mencairkan dana di kabupaten. Sedangkan kegiatan yang sifatnya pelatihan
maka mekanisme pencairannya langsung meminta atau mengambil uang di
kabupaten. Biasanya bendahara BPP yang mengambil uangnya di Subdinas.
Kegiatan yang telah ditentukan dari pusat berikut pendanaannya memang
terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, tetapi tetap
dilaksanakan sesuai dengan yang sudah diinstruksikan sehingga kegiatan yang
telah direncanakan sebelumnya dapat berjalan sesuai rencana yang telah dibuat.

E. Monitoring Kegiatan Penyuluhan


Kegiatan monitoring juga dilaksanakan langsung oleh pusat. Setiap satu
bulan sekali dari Dinas Pertanian Pusat (Irjen) memonitoring pelaksanaan
program yang telah dilaksanakan, baik yang sifatnya meninjau di BPP ataupun
terjun langsung ke masyarakat petani.Monitoring yang dilaksanakan Irjen
misalnya terkait pelaksanaan benih bersubsidi serta terkait masalah pendanaan.
Sedangkan untuk memonitoring hasil ataupun dampak penyuluhan yang diberikan
terhap para petani, PPL-PPL yang berada di wilayah kerjanyalah yang
bertanggung jawab untuk kemudian melaporkan langsung kepada kepala BPP.
Mekanismenya antara lain melalui kontak tani yang ada di masing-masing
kelompok. Dimana dari pimpinan BPP kepada divisi lebih bersifat sebagai
supervisi, sedangkan divisi melanjutkannya kepada penyuluh yang ada.
Monitoring yang dilakukan kepada penyuluh masih sebatas apakah penyuluhan
yang dilakukan tepat waktu atau tidak.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil praktikum kali ini antara lain :
Unsur-unsur penyuluhan yang ada di BPP yaitu administrasi personalia,
perlengkapan dan kemudahan, administrasi keuangan, pelaporan dan
evaluasi, serta hubungan kelembagaan.
2. Personel yang ada di BPP Sukra berjumlah 7 orang yaitu Kepala BPP,
Staff Administrasi, Koordinator Penyuluh, serta 4 orang PPL, 2 Penyuluh
Swadaya
3. Hubungan koordinasi terdapat pada Kepala BPP dengan Koordinator PPL.
Sedangkan hubungan komando terdapat pada Kepala BPP dengan Staff
Administrasi, serta hubungan pada Koordinator PPL dengan PPL.
4. Anggaran kegiatan penyuluhan berasal dari 3 sumber yaitu dari
Pemerintah Daerah yang berupa gaji pegawai, dan yang berasal dari Dinas
Pertanian Kabupaten yang berupa anggaran untuk pelaksanaan kegiatan
penyuluhan pertanian dan pengadaan peralatan kantor serta iuran swadaya
dari personil di BPP Sukra.
5. Monitoring yang dilaksanakan terdiri dari empat yaitu monitoring kegiatan
penyuluhan, Penyuluh, Koordinator Penyuluh, serta Kepala BPP dan
dilaksanakan tiap bulan serta setiap selesai pelaksanaan kegiatan.

B. SARAN
Saran yang dapat diberikan kepada BPP Sukra antara lain :
1. Perlunya penambahan staff dari Dinas Pertanian guna membantu Kepala
BPP dalam penanganan administrasi serta kelancaran kegiatan yang
dilaksanakan di BPP Kecamatan Sukra.
2. Perlunya peningkatan alokasi anggaran baik dari Dinas Pertanian
Kabupaten maupun dari Pemerintah Kabupten untuk kelancaran kegiatan
penyuluhan dan administrasi kantor.
DAFTAR PUSTAKA

Adjid, D. 2001. Penyuluhan Pertanian. Yayasan Pengembangan Sinar Tani.


Jakarta

Departemen Kehutanan. 1996. Penyuluhan Pembangunan Kehutanan. Pusat


Penyuluhan Kehutanan Departemen Kehutanan RI dan Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Jakarta.

Mardikanto, Totok. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret


University Press. Surakarta.

________________2001. Redefinisi dan Revitalisasi Penyuluhan Pertanian.


Prima Theresia Pressindo. Surakarta

Sastraatmadja, E. 1993. Penyuluhan Pertanian Falsafah, Masalah dan Strategi.


Alumni. Bandung.

Surakhmad. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah Desa, Metode dan Teknik.


Tarsindo. Bandung

Van Den Ban dan Hawkins, H.S. 1996. Penyuluhan Pertanian. Kanisius.
Yogyakarta.

Widjaja. 1991. Administrasi Kepercayaan Suatu Pengantar. CV Rajawali.


Jakarta.

https://h0404055.wordpress.com/2010/04/01/administrasi-penyuluhan lapangan/
[10Maret2018]