Anda di halaman 1dari 13

Pengujian CBR Lapangan

CBR (California Bearing Ratio) adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu lapisan
tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi
yang sama.

Pelaksanaan pengujian CBR Lapangan diatur dalam SNI 1738-2011 (Cara Uji CBR
Lapangan)

Peralatan Pengujian CBR


Lapangan :
1. Dongkrak CBR mekanis
dengan kapasitas 10 ton, dilengkapi
dengan “swivel head”.
2. Cincin penguji (proving ring)
dengan kapasitas : 1,5 ton (3000 lbs),
3 ton (6000 lbs), 5 ton (10.000 lbs),
atau sesuai dengan kebutuhan.
3. Piston/torak penetrasi dan
pipa-pipa penyambung.
4. Arloji penunjuk (dial)
penetrasi untuk mengukur penetrasi
dengan ketelitian 0,01 mm (0,001”)
dilengkapi dengan balok penyokong
dari besi propil sepanjang lebih
kurang 2,5 meter.
5. Keping beban (plat besi) yang
bergaris tengah 25 cm (10”) berlubang
di tengah dengan berat +/- 5 Kg (10
Pound) dan beban-beban tambahan
seberat 2,5 Kg (5 Pound) yang dapat
ditambahkan bilamana perlu.
6. Sebuah truck yang dibebani
sesuai dengan kebutuhan atau alat-alat
berat lainnya (vibro, excavator,
buldozer, dll) yang dibawahnya dapat
dipasang sebuah dongkrak CBR
mekanis.
7. Dua dongkrak truck, alat-alat
penggali, alat-alat penumbuk, alat-alat
perata, waterpas.
Persiapan Lokasi
Pengujian :
1. Tanah diratakan
permukaannya atau digali sampai
lapisan yang dikehendaki dan
diratakan (luas galian kira-kira 60 cm
x 60 cm)
2. Permukaan tanah yang akan
diuji harus rata levelnya dan tidak ada
kemiringan : cek dengan waterpass
3. Dipastikan bahwa di
permukaan yang akan diuji (sub
grade, sub base, base course, dsb)
tidak ada butiran lepas : bersihkan
semua debu, pasir, kerikil yang
lepas/berserakan
4. Untuk tanah dasar yang belum
ada perkerasan dan pemadatan, cukup
dibersihkan akar rumput dan bahan
organik lain (biasanya sampai
kedalaman 30-50 cm)
5. Selama pemasangan alat-alat,
permukaan tanah atau permukaan
yang sudah dibersihkan harus dijaga
supaya tidak kelembabannya tidak
berubah dari kondisi awal, jika perlu
ditutup dengan plastik apabila cuaca
sangat panas
6. Pemeriksaan dilakukan
secepat mungkin sesudah persiapan
selesai
Pemasangan Alat : 7. Apabila dibutuhkan, dapat
dilakukan pemeriksaan kadar air dan
1. Truk/alat berat lainnya berat isi bahan setempat.
ditempatkan sedemikan rupa sehingga dapat
dipasang dongkrak CBR mekanis tepat
diatas lubang pemeriksaan.
2. As roda belakang diatur sejajar
dengan muka jalan yang diperiksa.
3. Truk/alat berat didongkrak supaya
berat sendirinya tidak ditahan lagi oleh per
kendaraan (jika tertahan per maka pembacaan
akan tidak tepat karena terpengaruh pengenduran
gaya oleh per kendaraan)
4. Dongkrak CBR mekanis dan
peralatan lain dirangkai, supaya piston
penetrasi berada 1 atau 2 cm dari permukaan
yang akan diperiksa.
5. Cincin penguji (proving ring) diatur
sehingga piston dalam keadaan vertikal.
6. Pastikan semua peralatan uji dalan
kondisi stabil, vertikal, sentris (segaris dan
tidak melenting/melendut) dan kokoh serta
tepat pada posisi yang disyaratkan
7. Keping beban/plat baja setebal 25
cm (10”) diletakkan sentris dibawah torak
penetrasi sehingga piston penetrasi tepat
masuk kedalam lubang keping beban
tersebut.
8. Arloji/dial pengukur penetrasi
dipasang pada piston penetrasi, sedemikian
rupa sehingga jarum pada dial penetrasi
menempel pada keping beban/plat baja

Pembacaan Waktu dan


Penetrasi :
1. Piston penetrasi diturunkan sehingga
memberikan beban permulaan sebesar 5 Kg
(10 Lbs) – jika diperlukan, dapat gunakan
beban-beban tambahan
2. Arloji cincin penguji (proving ring)
dan arloji penunjuk penetrasi (dial penetrasi)
diatur sehingga menunjuk pada angka nol.
3. Pembebanan ditambah dengan
teratur, agar kecepatan penetrasinya
mendekati kecepatan tetap 1,25 mm
(0,05”) per menit – penambahan pembebanan
ini yang sering terlupa atau tidak terlaksana dengan
baik konsistensi kecepatan penetrasi per menitnya
4. Pembacaan beban dicatat pada
penetrasi (angka di belakang = angka tabel
SNI yang direvisi):

 0,3128
mm (0,0125”) 0,32 mm [15
detik]
 0,6200
mm (0,0250”) 0,64 mm [30
5. detik]
 1,2500
mm (0,0500”) 1,27 mm [60
detik / 1 menit]
 1,8700
mm (0,0750”) 1,91 mm [1
menit 30 detik]
 2,5400
mm (0,1000”) 2,54 mm [2
menit]
 3,7500
mm (0,1500”) 3,81 mm [3
menit]
 5,0800
mm (0,2000”) 5,08 mm [4
menit]
 7,5000
mm (0,3000”) 7,62 mm [6
menit]
 10,1600
mm (0,4000”) 10,16 mm [8
menit]
 12,5000
mm (0,5000”) 12,70 mm [10
menit]

Perhitungan Nilai CBR


Lapangan :
1. Tentukan beban yang bekerja
pada torak
2. Hitung tegangan di tiap
kenaikan penetrasi
3. Plotkan hasilnya pada grafik
dan buat kurvanya
4. Cek kurva apakah perlu
koreksi atau tidak (lihat contoh di
samping) – pada keadaan tertentu,
kurva penetrasi dapat berbentuk
lengkung ke atas sehingga perlu
dikoreksi dan titik inisial bergeser
dari titik nol
5. Gunakan hasil tegangan yang
terkoreksi untuk analisa hitungan
berikutnya
6. Ambil nilai tegangan pada
penetrasi : 0,1 inchi/2,54 mm dan 0,2
inchi/5,08 mm
7. Hitung CBR dengan
pembagian terhadap tegangan standar
:

 0,71 kg/mm2 (1000


Psi) (untuk penetrasi 0,1
inch atau 2,54 mm )
8.
 1,06 kg/mm2 (1500
Psi) (untuk penetrasi 0,2
inch atau 5,08 mm)

Jika tegangan maksimum yang terjadi menghasilkan penetrasi di bawah 0,2 inchi, maka
tegangan dasar dapat diinterpolasi

Umumnya CBR dinyatakan pada penetrasi 0,1 inchi

Jika CBR pada penetrasi 0,2 inchi lebih besar pada CBR pada penetrasi 0,1 inchi maka
pengujian harus dilakukan minimal 3 kali pada lokasi yang berdekatan
Jika dari 3 hasil pengujian menunjukkan CBR pada penetrasi 0,2 inchi lebih besar dari CBR
pada penetrasi 0,1 inchi maka ditetapkan nilai CBR adalah CBR pada penetrasi 0,2 inchi

Catatan :
Jangan lupa nilai pembacaan dikoreksi dengan nilai koreksi kalibrasi alat (proven ring
dan dial)
CBR LABORATORIUM

1. Tujuan
Untuk menentukan CBR (California BearingRatio) tanah dan campuran agregat yang di
padatkan dilaboratorium pada kadar air tertentu, CBR adalah perbandingan antara baha
penetrasi suatu bahan terhadap bahan standart dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi
yang sama.

2. Peralatan
a. Mesin penetrasi (loading Machine) yang berkapasitas minimum 4,45 ton dengan
kecepatan penetrasi sebesar 1,27 mm permenit.
b. Mold / cetakan logam berbentuk silinder dengan diameter dalam 154,4 ± 0,669 mm
dengan tinggi 177,8 ± 0,13 mm.
Cetakan harus dilengkapi dengan leher sambung dengan tinggi 50,8 mm dan keeping atas
logam yang berlubang dengan tebal 9,35 mm, diameter lubang tidak lebih dari 1,59 mm.
c. Piringan pemisah dari logam dengan diameter 150,3 dan tebal 61,4 mm.
d. Alat pengukur pengembangan yang terdiri dari keeping pengembangan yang berlubang
dengan batang pengukur tripot logam, dan arloji penunjuk.
e. Keeping beban dengan berat 2,27 kg, diameter 194,2 mm dengan lubang tengah
berdiameter 54,0 mm.
f. Torak penetrasi dari logam berdiameter 49,5 mm, luas 1935 mm² dan panjang tidak
kurang dari 101,6 mm.
g. Satu buah arloji beban dan satu buah arloji pengukur penetrasi
h. Timbangan dengan ketelitian 5 gram
i. Talam, alat perata,bak perendaman.

3. Bahan
a. 6 kg tanah
b. 6 kg campuran tanah agregat
c. Kertas saring
d. Air secekupnya
CBR LABORATORIUM

4. Rosedur Pelaksanaan
a. Persiapan benda uji
Benda uji harus dipersiapkan menurut cara pemeriksaan pemadatan ( Standart
CopaqtionModified)
 ambil contoh kira kira seberat 5 kg untuk tanah dan 5,5 kg untuk campuran tanah
agregat.
 Campurkan bahan tersebut dengan air sampai kadar air optimum atau kadar air lain yang
dikehendaki.
 Pasang cetakan padang keeping alas dan timbang, masukkan peringan pemisah diatas
keeping alas dan pasang kertas saring diatasnya.
 Padatkan bahan tersebut didalam cetakan sesuai dengan cara standart atau modified, bila
benda ini akan direndam periksa kadar airnya sebelum dipadatkan, dan bila benda uji tersebut
tidak direndam, pemeriksaan kadar air dilakukan setelah benda uji dikeluarkan dari cetakan.
 Buka leher sambung, ratakan dengan alat perata, tambal lubang lubang yang mungkin
terjadi pada permukaan karena lepasnya butiran kasar dari bahan yang lebih halus, keluarkan
piringan pemisah, balikkan dan pasang kembali cetakan berisi benda uji pada keeping alas
dan timbang.
 Untuk pemeriksaan CBR langsung, benda uji ini telah siap untuk diperiksa, bila
dikehendaki CBR yang di rendam harus dilakukan langkah langakah sebagai berikut:
o Psang keeping pengembangan diatas benda uji dan kemudian pasang keeping pemberat
yang dikehendaki ( seberat 4,5 kg) atau sesuai dengan keadaan beban perkerasan.
o Rendam cetakan beserta beban didalam air sehingga air dapat meresap dari atas maupun
dari bawah.
o Pasang tripod beserta arloji pengukur pengembangan, catat pembacaan pertama dan
biarkan benda uji selama 96 jam.
o Permukaan air selama merendam harus tetap (kira kira 2,5 cm diatas permukaan benda
uji).
o Tanah berbutir halus atau berbutir kasar yang melakukan air lebih cepat direndam dlam
waktu yang lebih singkat sampai pembacaan arloji tetap. Pada akhir perendaman catat
pembacaan arloji pengembangan.
o Keluarkan cetakan dari bak air dan miringkan 15 menit sehingga air beban mengalir habis,
jagalah agar selama pengeluaran air permukaan benda uji tidak terganggu.
o Ambil beban dari keeping alas, kemudian cetakan beserta isinya ditimbang, benda uji CBR
yang direndam siap untuk diperiksa.

5. Pemeriksan CBR
a. Letakkan keeping pemberat diatas permukan benda uji seberat minimal 4,5 kg atau sesuai
dengan beban perkerasan.

CBR LABORATORIUM

b. Untuk benda uji yang direndam beban harus sama dengan beban yang dipergunakan waktu
perendaman, letakkan pertama tama keeping pemberat 2,27 kg untuk untuk mencegah
mengembangannya permukaan benda uji pada bagian lubang kuping pemberat. Pemberat
selanjutnya dipasang setelah torak disentuhkan pada permukaan benda uji.
c. Atur torak penetrasi pada permukaan benda uji sehingga arloji beban menunjukan beban
permukaan sebesar 4,5 kg, pembebanan permukaan ini diperlukan untuk menjamin bidang
sentuh yang sempurna antara torak dengan permukaan benda uji, kemudian arloji penunjuk
beban dan arloji pengukur penetrasi di nolkan.
d. Berikan pembebanan dengan teratur sehingga kecepatan penetrasi mendekati
kecepatan0,25 mm, 0,187 mm, 2,5 mm, 3,75 mm, 5 mm, 7,5 mm10 mm, 12,5 mm.
e. Catat beban maksimum dan penetrasinya bila pembebanan maksimum terjadi sebelum
penetrasi 12,5 mm.
Keluarkan benda uji dari cetakan dan tentukan kadar airnya dari lapisan atas benda uji setebal
25,4 mm.
f. Pengambilan benda uji untuk kadar air dapat diambil dari seluruh kedalaman bila
diperlukan kadar air rata rata benda uji untuk pemeriksaan kadar air sekurang kurangnya 100
gram untuk tanah berbutir halus atau sekurang kurangnya 500 gram untuk tanah berbutir
kasar.

6. Perhitugan
a. Pengembangan adalah perbandingan antara perubahan tinggi selama perendaman terhdap
tinggi benda uji semula dan dinyatakan dalam persen.
b. Hitung pembebanan dalam kg dan gambarkan graphic beban terhadap penetrasi, pada
beberapa keadaan permulaan dari kurva beban cekung akibat dari ketidak teraturan
permukaan atau disebabkan oleh factor lain, dalam keadaan ini titik 0 nya harus dikoreksi.
c. Dengan mengunakan harga harga beban yang sudah dikoreksi pada penetrasi 2,54 mm dan
5,08 mm hitung harga CBR dengan cara membagi beban standart masing masing 70,31
kg/cm² dan 105,47 kg/cm² dan kalikan dengan 100, harga CBR diambil pada penetrasi 2,54
mm. umumnya harga CBR diambil pada penetrasi 5,08 mm bila ternyata lebih besar
percobaan tersebut diulangi..
Apabila percobaan ulangan ini masi tetap menghasilkan nilai CBR pada penetrasi 5,08 mm
lebig bear dari nilai CBR pada penetrasi 2,54 mm maka harga CBR diambil harga pada
penetrasi 5,08 mm. bila beban maksimum dicapai pada penetrasi sebelum 5,08 mm maka,
harga CBR ( California Bearing Ratio ) diambil dari beban maksimum dengan standart yang
sesuai.
CBR LABORATORIUM
7. Pelaporan
Laporan harus mencantumkan hal hal sebagai berikut:
a. Cara yang dipakai untuk mempersiapkan dan memadatkan benda uji menurut pamadatan
(modified).
b. Keadaan benda uji (direndam atau tidak)
c. Berat isi kering benda uji sebelum direndam
d. Berat isi benda uji setelah direndam
e. Kadar air benda uji sebeum dan sesudah direndam
f. Kadar air setelah perendaman yang di ambil dari lapisan atas benda uji setebal 25,4 mm.
g. Pengembangan dalam persen
h. Harga CBR (direndam atau tidak direndam) dalam persen.
CBR (California Bearing Ratio)
By Admin2Posted on December 11, 2012

CBR (California Bearing Ratio) adalah percobaan daya dukung tanah yang dikembangkan
oleh California State Highway Departement. Prinsip pengujian ini adalah pengujian penetrasi
dengan menusukkan benda ke dalam benda uji. Dengan cara ini dapat dinilai kekuatan tanah
dasar atau bahan lain yang dipergunakan untuk membuat perkerasan.

Kekuatan tanah diuji dengan uji CBR sesuai dengan SNI-1744-1989. Nilai kekuatan tanah
tersebut digunakan sebagai acuan perlu tidaknya distabilisasi setelah dibandingkan dengan
yang disyaratkan dalam spesifikasinya.

Pengujian CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan
standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama. Nilai CBR dihitung pada
penetrasi sebesar 0.1 inci dan penetrasi sebesar 0.2 inci dan selanjutnya hasil kedua
perhitungan tersebut dibandingkan sesuai dengan SNI 03-1744-1989 diambil hasil terbesar.

Nilai CBR adalah perbandingan (dalam persen) antara tekanan yang diperlukan untuk
menembus tanah dengan piston berpenampang bulat seluas 3 inch2 dengan kecepatan 0,05
inch/menit terhadap tekanan yang diperlukan untuk menembus bahan standard tertentu.
Tujuan dilakukan pengujian CBR ini adalah untuk mengetahui nilai CBR pada variasi kadar
air pemadatan. Untuk menentukan kekuatan lapisan tanah dasar dengan cara percobaan CBR
diperoleh nilai yang kemudian dipakai untuk menentukan tebal perkerasan yang diperlukan di
atas lapisan yang nilai CBRnya tertentu (Wesley,1977) Dalam menguji nilai CBR tanah dapat
dilakukan di laboratorium. Tanah dasar (Subgrade) pada kontruksi jalan baru merupakan
tanah asli, tanah timbunan, atau tanah galian yang sudah dipadatkan sampai mencapai
kepadatan 95% dari kepadatan maksimum. Dengan demikian daya dukung tanah dasar
tersebut merupakan nilai kemampuan lapisan tanah memikul beban setelah tersebut tanah
dipadatkan. CBR ini disebut CBR rencana titik dan karena disiapkan di laboratorium, disebut
CBR laborataorium. Makin tinggi nilai CBR tanah (subgrade) maka lapisan perkerasan
diatasnya akan semakin tipis dan semakin kecil nilai CBR (daya dukung tanah rendah), maka
akan semakin tebal lapisan perkerasan di atasnya sesuai beban yang akan dipikulnya.
Ada dua macam pengukuran CBR yaitu :

1. Nilai CBR untuk tekanan penetrasi pada 0.254 cm (0,1”) terhadap penetrasi

standard besarnya 70,37 kg/cm2 (1000 psi).

Nilai CBR = (PI/70,37) x 100 % ( PI dalam kg / cm2 )

2. Nilai CBR untuk tekanan penetrasi pada penetrasi 0,508 cm (0,2”)

terhadap penetrasi standard yang besarnya 105,56 kg/cm2 (1500 psi)

Nilai CBR =PI/105,56) x 100 % ( PI dalam kg / cm2 )

Dari kedua hitungan tersebut digunakan nilai terbesar.

CBR laboratorium dapat dibedakan atas 2 macam yaitu :

a. CBR laboratorium rendaman (soaked design CBR)

b. CBR laboratorium tanpa rendaman (Unsoaked Design CBR)

Pada pengujian CBR laboratorium rendaman pelaksanaannya lebih sulit karena


membutuhkan waktu dan biaya relatif lebih besar dibandingkan CBR laboratorium tanpa
rendaman.

Sedang dari hasil pengujian CBR laboratorium tanpa rendaman sejauh ini selalu
menghasilkan daya dukung tanah lebih besar dibandingkan dengan CBR laboratorium
rendaman.
Metode pengujian CBR laboratorium sesuai standarisasi SNI

CBR adalah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan
kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.
Pengujian CBR (California Bearing Rasio) atau CBR test ini dilakukan dengan mengukur
tekanan yang dibutuhkan untuk menembus sampel
tanah dengan plunger daerah standar.

Tekanan diukur kemudian dibagi dengan tekanan yang dibutuhkan untuk mencapai penetrasi
yang sama pada standar hancur bahan batu. Tes CBR dijelaskan dalam ASTM Standar
D1883-05 (untuk contoh sampel laboratorium-siap) dan D4429 (untuk tanah di tempat di
lapangan), dan AASHTO T193. Tes CBR sepenuhnya dijelaskan dalam BS 1377: Tanah
untuk keperluan teknik sipil dan digunakan untuk tes Pemadatan terkait.

Penilaian hasil dari test CBR dikembangkan untuk mengukur kapasitas dukung beban tanah
yang digunakan untuk membangun jalan. CBR juga dapat digunakan untuk mengukur
kapasitas dukung beban dari lapangan terbang unimproved atau untuk tanah di bawah
lapangan terbang beraspal. Semakin keras permukaan, semakin tinggi rating CBR. Sebuah
CBR dari 3 setara dengan digarap lahan pertanian, CBR 4,75 setara dengan rumput atau tanah
liat lembab, sementara pasir basah mungkin memiliki CBR dari 10. batu berkualitas tinggi
hancur memiliki CBR lebih 80. Bahan standar untuk tes ini hancur California kapur yang
memiliki nilai 100. lihat rumus perhitungan CBR dibawah ini :

= CBR [%]
= measured pressure for site soils [N/mm²]
= pressure to achieve equal penetration on standard soil [N/mm²]
Penggunaan CBR :
CBR laboratorium biasanya digunakan untuk perenanaan jalan baru dan Landasan lapangan
terbang (bandar udara) , dan hasil penentuan nilai dari CBR harus disesuaikan dengan
peralatan dan data hasil pengujian kecepatan, yaitu Pengujian pemadatan ringan untuk tanah ,
(SKBI 3.3.30 1987/UDC 624 131.43 (02)) atau Pengujian pemadatan berat untuk
tanah (SKBI 3.3.30 1987/UDC 624 131.53 (02))