Anda di halaman 1dari 2

Lembaga Kepresidenan

Pengaturan :

Pasal 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15 UUD 1945 sebelum perubahan.

Kewenangan :

A. Pemegang Kekuasaan Executive menurut UUD 1945 (Pasal 4 ayat (1) UUD 1945),
dan

B. Kepala Negara (Pasal 10-15 UUD 1945).

Ad. a. Pemegang Kekuasaan Executive.

􀀹 Presiden dalam kedudukannya sebagai pemimpin kekuasaan executive terlihat pada


Pasal 4 ayat (1) UUD 1945. Konsekuensi yuridis dari pasal ini mengakibatkan sistem
pemerintahan Indonesia menjadi sistem pemerintahan presidensiil karena the head of
executive-nya adalah presiden, sebab salah satu syarat sistem pemerintahan
presidensiil adalah the head of executive-nya adalah presiden dan masa jabatannya
(tenure) terbatas. Selain itu, Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 juga menentukan bahwa
presiden diberi kewenangan untuk menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) untuk
melaksanakan UU.

􀀹 Sebagai pemimpin kekuasaan executive-nya presiden dibantu oleh seorang wakil


presiden (Pasal 4 ayat (2) UUD 1945) dan menteri-menteri Negara (Pasal 17 UUD
1945) dalam melaksanakan tugasnya. Walaupun kedua jabatan tersebut hanyalah
“pembantu presiden”, tetapi mekanisme pertanggungjawaban kedua jabatan tersebut
sangat berbeda. Di satu sisi, menteri-menteri Negara bertanggung jawab kepada
presiden karena mereka ditunjuk oleh presiden. Sedangkan disisi lain, Wakil Presiden,
tidak bertanggung jawab kepada presiden, walaupun wakil presiden juga merupakan
jabatan pembantu presiden. Wakil presiden hanya dapat diberhentikan oleh MPR
melalui proses impeachment yang diawali oleh usulan DPR. Apakah seorang presiden
dapat mengusulkan pemberhentian seorang wakil presiden ke MPR dengan alasan dia
tidak dapat bekerja sama lagi dengan wakil presiden tersebut? Pertanyaan ini terbentuk
karena pada saat terjadinya kekosongan jabatan wakil presiden, MPR harus memilih
dari 2 calon yang diusulkan oleh presiden. Ratio terhadap scenario ini adalah wakil
presiden adalah pembantu presiden, sehingga presiden berhak mengusulkan calon
yang menurut penilaiannya dapat bekerja sama dengannya. Dalam mekanisme ini tidak
ada keharusan bagi presiden untuk mengusulkan calon wakil presiden dari calon yang
juga ikut dalam pemilihan presiden dan wakil presiden terakhir.

􀀹 Menurut Bagir Manan, kekuasaan presiden sebagai the head of executive dimasukan
dalam kekuasaan yang bersifat umum. Kekuasaan yang bersifat umum yaitu tugas dan
wewenang administrasi di bidang keamanan dan ketertiban umum; di bidang
penyelenggaraan tata usaha pemerintahan; di bidang pelayanan umum; dalam
penyelenggaraan kesejahteraan umum.

􀀹 Salah satu karasteristik kekuasaan presiden sebagai the head of executive di


Indonesia adalah Presiden ikut serta dalam proses pembuatan suatu UU. Hal ini juga
merupakan salah satu kekhususan sistem presidensiil di Indonesia sebab keikutsertaan
executive dalam proses legislasi secara teoritis hanya dikenal pada sistem
pemerintahan parlementer (Pasal 20 ayat (2) UUD 1945).

Ad. b. Kepala Negara

􀀹 Masiih menurut Bagir Manan, presiden dalam kedudukannya sebagai kepala Negara,
kekuasaannya dimasukan dalam kekuasaan yang bersifat khusus. Kekuasaan-
kekuasaan tersebut diberikan oleh konstitusi dan bersifat prerogative. Kekuasaan yang
bersifat khusus tersebut meliputi kekuasaan sebagai pimpinan tertinggi atas angkatan
darat, angkatan laut, dan angkatan udara (Pasal 10 UUD 1945); di bidang hubungan
luar negeri (Pasal 11 dan 13 UUD 1945); pada pemberian gelar, tanda jasa, dan lain-
lain tanda kehormatan (Pasal 15 UUD 45); di bidang kekuasaan kehakiman, yaitu
memberi grasi, rehabilitasi, amnesti, dan abolisi (Pasal 14 UUD 1945).

Pengisian Jabatan Presiden dan Wakil Presiden :

􀀹 Pengisian jabatan kepresidenan sangat berbeda sekali bila dibandingkan


mekasnisme yang digunakan pada masa pra-amandemen. Mekanisme yang digunakan
pada pra-amandemen, pengisian jabatan kepresidenan dilakukan melalui pemilihan
yang dilakukan oleh MPR.