Anda di halaman 1dari 24

1.

Penatalaksanaan
a. Pielonefritis akut
Agen antimikrobial pilihan didasarkan pada indentifikasi patogen
melalui kultur urin. Jika bakteri tidak dapat hilang dari urin,
nitrofurantoin atau kombinasi sulfametaxazole dan trimethoprim dapat
digunakan untuk menekan pertumbuhan bakteri. Fungsi renal yang
terganggu akan mempengaruhi ekskresi agen antimicrobial dan
kebutuhan pemantauan fungsi renal yang ketat, terutama jika medikasi
potensial toksik bagi ginjal. (Bunner and suddarth, 2001. Keperawatan
Medikal Bedah Vol. 2 Hal. 1437)
b. Pielonefritis akut tanpa komplikasi
Pada kasus pielonefritis akut ringan dan sedang tanpa komplikasi
pemberian terapi secara oral dapat diberikan selama 10-14. pemberian
fluoroquinolen selama 7-10 hari dapat direkomendasikan sebagai
terapi ini pertama pada resistensi E.coli < 10%. Jika fluoroquinolen
diberikan sengan dosis tinggi terapi tanpa dilakukan dalam lima hari.1
Peningkatan angka resistensi fluoroquinolen terhadap Exherecia coli pada
masyarakat telah terjadi dibeberapa bagian dunia, sehingga penggunaan
fluoroquinolen secara empiris dibatasi. pada komunitas yang sudah memiliki
resistensi yang tinggi terhadap fluoroquinolen dan karbapenem sampai hasil uji
resistensi menunjukkan bahwa terapi oral dapat digunakan.1
Sefalospirin generasi ketiga seperti sefpodoksim proksetil atau seftibuten,
dapat digunakan sebagai alternatif. Namun berdasarkan hasil studi klinik, obat ini
hanya sebatas mengurangi gejala manifestasi klinik tidak untuk membunuh
bakteri.1
Pada wilayah dengan resistensi terhadap Exherecia coli yang cukuptinggi,
kotrimoksazoal merupakan pilihan tepat untuk terapi empiric. Jika penyebab
pielonefritis adalah Gram positif maka pengobatan yang disarankan adalah ko-
amoksiklav. Pasien pielonefritis berat tidak dapat diberikan antibiotic secara oral
karena menifestasi klinis yang berupa mual dan muntah maka dapat diberikan
antibiotic secara parenteral, Namun jika keadaan klinis pasien membaik dapat
dilanjutkan menggunakan antibiotic oral.

Sumber
Baughman , Diane C. 2000. Keperawatan medical-bedah : buku saku untuk
brunner dan suddarth penulis, Diare C. Baughman , JoAnn C. Hackley; alih
bahasa, Yasmin Asih. Editor: Monica Ester. Jakarta: EGC.

Tabel pilihan anti biotik oral untuk ISK ringan-sedang 1.1


Terapi oral untuk kasus sedang dan berat
antibiotik dosis harian lama pemberian terapi
Siprofloksasin 500-750 mg bid 7-10 hari
Levofloksasin 250-500 mg qd 7-10 hari
Levofloksasin 750 mg qd 5 hari
Alternative
Sefpodoksim
10 hari
proksetil 200 mg qd
Seftibuten 400 mgqd 10 hari
Trimettoprim
14 hari
sulfametosazol 160/800 mg qd
Ko-amoksiklav 0.5/0.125 g tid 14 hari

Tabel pilihan anti biotik parenteral 1.2

Tabel 1.2. pilihan antibiotik parenteral


Terapi parenteral untuk kasus berat
antibiotik dosis harian
Siprofloksasin 400 mg bid
Levofloksasin 250-500 mg qd
Levofloksasin 750 mg qd
Alternative
Sefotaksim 2 g tid
Seftriakson 1-2 g qd
Seftazidin 1-2 g tid
sefepim 1-2 g qd
Ko-amoksiklav 1.5 g qd
Piperasiin/tazobaktam 2.4-4.5 g tid
Gentamisin 5 mg/kg qd
Amikasin 15 mg/kg qd
Ertapenem 1 g dq
Imipenem/silastatin 0.5/0.5 g tid
Merospesnem I g td
Doripenem 0.5 g tid
BAB IV

ILUSTRASI KASUS

A. Ilustrasi Kasus
Pasien Tn R laki-laki berusia 32 tahun datang dengan keluhan nyeri ketika
berkemih. Nyeri ketika berkemih dirasakan kira-kira 3 hari sebelum dibawa
kerumah sakit. Keluhan nyeri ketika berkemih disertai dengan peningkatan
frekuensi berkemih, perasaan panas ketika diakhir berkemih, nyeri pada daerah
suprapubikkiri dan punggung bawah, serta pasien mengeluhkan demam, dan nafsu
makan menurun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan S 37.80 C, TD 110/70
mmHg, RR 22 x/menit, N 76 x/menit. Pada pemeriksaan thoraks dalam batas
normal, pada pemeriksaan abdomen ditemukan nyeri tekan di daerah
suprapubik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukosuria dan hematuria.

B. Identitas diri
Nama : Tn H
Umur : 32 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jaten, Karanganyar
Status : Menikah
Agama : Islam
Suku : Jawa
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Petani
Tanggal MRS : 18 Mei 2013
Tanggal Pengkajian : 19 Mei 2013
No Register : 22.52.xx.
Sumber Informasi : Pasien dan Keluarga
Diagnosa Medis : ISK atas (Pielonefritis)
C. Riwayat Penyakit
1) Keluhan Utama
2) Nyeri ketika berkemih
3) Provocate : terasa sakit saat Buang Air Kecil (BAK)
4) quality : nyeri seperti ditusuk-tusuk.
5) region : nyeri pada daerah suprapubik kiri dan punggung bawah
6) severe : skala nyeri 5 (0-10).
7) time : nyeri dirasakan hilang timbul dan menjalar dari punggung bawah ke
daerah suprapubik kiri
a. Riwayat Penyakit Sekarang
Tn R datang ke IGD RSUD Karanganyar diantarkan oleh keluarga dengan
keluhan nyeri ketika berkemih. Nyeri ketika berkemih dirasakankira-kira 3
hari sebelum dibawa ke rumah sakit. Keluhan nyeri ketika berkemih
disertai dengan peningkatan frekuensi berkemih, perasaan panas ketika
diakhir berkemih, nyeri pada daerah suprapubik kiri dan punggung bawah,
pasien juga mengeluhkan demam., dan nafsu makan pasien menurun.
Sebelum muncul keluhan nyeri ketika berkemih, pasien masih
beraktivitas seperti biasa dan tidak merasakan keluhan apapun. Pada pagi
hari setelah pasien beraktivitas, pasien merasa nyeri ketika hendak
berkemih, tetapi pasien tidak memeriksakan diri ke dokter dan tidak
meminum obat. Hari kedua, pasien merasa tidak enak badan, demam, dan
berkemih semakin sering dan sedikit-sedikit. Kemudian pasien
memeriksakan diri ke dokter dan beristirahat di rumah. Hari ketiga, pasien
merasa nyeri dan panas ketika berkemih semakin memberat, frekuensi
berkemih semakin sering serta demam, pasien kemudian memeriksakan
diri ke IGD RSUD Karanganyarpada 18 mei 2013 dan dirawat di bangsal
melati.
b. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien mengaku belum pernah mengalami keluhan serupa sebelumnya,
pasien menyangkal adanya riwayat asma dan belum pernah masuk rumah
sakit.
c. Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada angota keluarga yang memilki keluhan yang sama dengan
pasien. Tidak ada riwayat keluarga yang mengalami penyakit ginjal,
hipertensi, jantung, asma, atau diabetes melitus.
d. Riwayat Alergi
Pasien juga mengatakan tidak mempunyai riwayat alergi terhadap
makanan atau obat-obatan.

D. Pola Fungsi Kesehatan


1. Persepsi Terhadap Kesehatan
a. Sebelum sakit: Pasien menganggap penyakitnya seperti penyakit ringan
lainnya yang bisa sembuh sendiri
b. Saat sakit: Pasien berharap penyakitnya cepat sembuh
dengan pertolongan medis.
2. Pola Aktivitas dan Latihan
Kemampuan perawatan diri
Skor ;
0 = mandiri 3 = Perlu bantuan orang lain dan alat
1 = dibantu sebagian 4 = ketergantungan / tidak mampu
2 = perlu bantuan Orang lain
SKOR
No Aktivitas
0 1 2 3 4 Ket
1 Mandi √
Berpakaian/
2 √
berdandan
3 Eliminasi √
Mobilisasi di tempat
4 √
tidur
5 Pindah √
6 Ambulasi √

3. Pola Istirahat
Permasalahan Sebelum sakit Setelah sakit
Jumlah istirahat 8 jam/hari 8 jam
Jam 21.00 – 04.00 WIB 21 - 04.00 WIB
Gangguan tidur Tidak ada gangguan tidur Tidak ada gangguan
tidur

4. Pola Nutrisi Metabolik


Permasalahan Sebelum sakit Setelah sakit
Makan 3 x /hari dengan menu : 3 x /hari dengan menu :
nasi, lauk, sambal, sayur bubur, telur, sayur,
tidakpernah dihabiskan
Porsi makan Sepiring penuh 1/2 piring
Porsi minum ± 1600 cc /hari air putih ± 800 cc /hari air putih
dan kopi

5. Pola Eliminasi
Permasalahan Sebelum sakit Setelah sakit
BAB - -
Konsistensi BAB - -
BAK 6-7x/hari 7-9x/hari
Banyak BAK 500-1000 ml ± 1500 ml
Konsistensi BAK Urin berwarna Urin berwarna
kekuningan dan kekuningan dan keruh
keruh
6. Pola Kognitif, Perseptual
Sebelum Sakit : Pasien masih bisa melihat dan mendengar dengan baik.
Saat Sakit : Pasien masih bisa melihat dan mendengar dengan baik.
7. Pola Konsep Diri
Sebelum Sakit : Pasien selalu berfikir positif terhadap penyakitnya.
Saat Sakit : Pasien mencoba menerima keadaan yang dialaminya.
8. Pola koping
Sebelum Sakit : Pasien selalu mendapatkan dukungan dan bimbingandari
anggota keluarga.
Saat Sakit : Pasien lebih mendapat perhatian dari keluarganya.
9. Pola Seksual/ Reproduksi
Sebelum Sakit : Pasien melakukan hubungan seksualnya dengan baik
Saat sakit : Pasien jarang melakukan hubungan seksual
10. Pola peran berhubungan
Sebelum Sakit: Hubungan antar teman dan lingkungan sekitar rumah terjalin
sangat baik.
Saat Sakit: Pasien mengatakan hubungan dengan keluarga bertambahbaik.
11. Pola nilai dan Kepercayaan
Sebelum Sakit : Pasien selalu melakukan ibadah di rumah maupun
dimusholla.
Saat Sakit : Pasien kesulitan melakukan ibadah sehari-hari meskipun
begitu pasien tetap selalu berzikir dan berdoa.

E. Pemeriksaan fisik ( data Objektif )


1) Keadaan umum
KU : Pasien tampak meringis dan kesakitan
memegangi punggungnya
2) Kesadaran : Compos Mentis
3) GCS : 15 ( E4 V5 M6 )
4) Tanda Vital
Tekanan Darah : 110 / 70 mm Hg
Suhu : 37,80 C
Nadi : 76 X / Menit
Respirasi Rate : 22 X / Menit
Berat Badan : 55 kg
Tinggi Badan : 165 cm
5) Rambut dan Wajah
Bentuk kepala : (+) Normal ( ) Abnormal
Keadaan Rambut : (+) Bersih ( ) Mudah Rontok ( ) Bau ( )
Berminyak
Kulit Kepala : (+) Bersih ( ) Kotor ( ) Ada luka/lesi ( )Pedikulosis
6) Mata ( Sistem Pengliatan)
Posisi Mata : (+) Simetris ( - ) Asimetris
Kelopak mata : (+) Normal ( - ) Ptosis ( - ) Lagopthalmus
Pergerakan bola mata : (+) Normal ( - ) Abnormal
Konjungtiva : (+) Ananemis ( -) Anemis ( -) Perdarahan
Kornea : (+) Normal (-) keruh berkabut (-) terdapat
pendarahan
Sklera : ( ) Ikterik (+) Anikterik
Pupil : (+ ) Isokor ( ) Anisokor
Otot- otot mata : (+) Tidak ada kelainan ( ) Juling
Fungsi pengliatan : (+) Normal ( ) Kabur ( ) Diplopia ( )Exopthalmus
Tanda –tanda Radang : Tidak Terjadi
Pemakaian kaca mata : Tidak Terjadi
Pemakaian lensa kontak : Tidak Terjadi
Reaksi terhadap Cahaya : Tidak Terjadi
Visus OD : - OS : -
7) Hidung
Septum Hidung : (+) Di tengah ( ) Tidak ditengah
Sekret Hidung : ( ) Ya (+) Tidak
Bila terdapat sekret : (+) Jernih ( ) Purulen
Perdarahan hidung : ( ) Ya (+) Tidak
Polip hidung : ( ) Ya (+) Tidak
Perdangan mukosa hidung : ( ) Ya (+) Tidak
8) Mulut
Rongga Mulut
Bau Mulut : ( ) Ya (+) Tidak
Radang mukosa ( Stomatitis) : ( ) Ya (+) Tidak
Labio/plato schisis : ( ) Ya (+) Tidak
9) Gigi Geligi
Karang Gigi : ( ) Ya ( +) Tidak
Karies Gigi : ( ) Ya ( +) Tidak
Bila “ya”, sebutkan .................. ...................
Jumlah dan nama gigi
Gigi palsu : ( ) Ya (+) Tidak
Ginggivitis : ( ) Ya (+) Tidak
10) Lidah
Keadaan lidah : (+) Bersih ( ) Kotor
Tepi lidah : (+) Merah Muda ( ) Hiperemik
Tonsil
Peradangan Pada Tonsil : ( ) Ya (+) Tidak
Ukuran tonsil
T0 : bila sudah dioperasi
T1 : ukuran yang normal ada
T2 : pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah
T3 : pembesaran mencapai garis tengah
T4 : pembesaran melewati garis tengah
11) Faring
Peradangan faring ( ) Ya (+) Tidak
12) Telinga ( Sistem pendengaran)
Daun telinga : (+) Tidak sakit saat digerakkan ( ) sakit saat
digerakkan
Kondisi telinga : (+) Normal ( ) Kemerahan ( ) Bengkak ( ) Terdapat
Luka
Karakteristik Serum : Warna : - Konsistensi : - Bau : -
Cairan dari Telinga : (+) Tidak ada ( ) Darah ( ) Pus
Rasa Penuh Dalam Telinga : ( ) Ya (+) Tidak
Tinitus : ( ) Ya (+) Tidak
Fungsi Pendengaran : (+) Normal ( ) Kurang ( ) Tuli
Pemakaian Alat Bantu : ( ) Ya (+) Tidak
Fungsi Keseimbangan : ( ) Ada gangguan (+) Tidak ada
gangguan
Hasil : Tes Rinne : Normal
Tes Weber : Normal
Tes Swabach : Normal
13) Sistem Pernafasan
Jalan nafas : ( ) ada sumbatan (+) Bersih
Karakteristik : ( ) Sputum
Sumbatan : ( ) Lendir ( ) Ludah ( ) Darah
Pernafasan : ( ) Sesak ( ) Dengan aktifitas ( ) Tanpa
aktifitas
Penggunaan otot bantu pernafasan : ( )Ya (+) Tidak
Frekuensi : 22 x/menit
Irama pernafasan : (+) Teratur ( ) Tidak teratur
Kedalaman : ( ) Dalam ( ) Dangkal
Batuk : ( ) Ya (+) Tidak ( ) Produktif ( ) Tidak
Produktif
Sputum : ( ) Putih ( ) Kuning ( ) Hijau
Konsistensi: : ( ) Kental ( ) Encer
Suara nafas : (+) Normal ( ) Ronchi ( ) Wheezing ( ) Rales
14) Sistem Kardiovaskuler
Sirkulasi Perifer
a) Nadi : 76 x/menit
b) Irama : (+) Teratur ( ) Tidak teratur
c) Denyut : ( ) Lemah (+) Kuat
d) Tekanan darah : 100/70 mmHg
Distensi vena Jugularis:
Kanan : ( ) Ya (+) Tidak
Kiri : ( ) Ya (+) Tidak
Temperatur kulit : (+ ) Hangat ( ) Dingin
Warna Kulit : (+ ) Kemerahan ( ) Pucat ( ) Sianosis
Pengisian kapiler : 2 detik
Edema : ( ) Ya (+ ) Tidak
Bila edema : ( ) tungkai ( ) Wajah ( ) Anasarka
15) Sirkulasi Jantung
Irama : (+) Teratur ( )Tidak teratur
Kelainan bunyi Jantung : ( ) Murmur ( ) Gallop
Nyeri Dada : ( ) Ya (+) Tidak
Bila nyeri dada timbul : ( ) saat beraktifitas ( ) tanpa aktifitas
Karakteristik : ( ) seperti ditusuk-tusuk ( ) Terbakar/terasa
panas (-) tertimpa benda berat (-) Menjalar ke bahu dan lengan kiri
16) Sistem Pencernaan
a. Riwayat Muntah :
Isi : ( ) Makanan ( ) Cairan ( ) Darah
 Warna : ( ) Sesuai warna ( ) Kehijauan ( ) Hitam
 Mual : ( ) Ya (+) Tidak
 Nafsu makan : ( ) Baik (+) Kurang
 Rasa penuh perut : ( ) Ya (+) Tidak
 Nyeri pada perut : (+) Ya () Tidak
 Bila nyeri, : (+) seperti ditusuk-tusuk ( ) melilit ( ) Cramp
- Karakteristik nyeri
( ) panas seperti terbakar ( ) menyebar ( ) setempat
( ) berpindah-pindah ( ) kanan atas ( ) kanan bawah
(+) kiri bawah ( ) epigastrium
 Abdomen
Inspeksi : bentuk simetris
Perkusi : tidak ada distensi abdomen
Palpasi : tidak teraba hepar dan nyeri tekan daerah suprapubik
kiri bawah
Auskultasi : bising usus 25 x/menit
 Hepar : ( ) Teraba (+) Tidak Teraba
 Lien/Spleen : ( ) Teraba (+ ) Tidak Teraba
 Kebiasaan BAB : 1 x/hari
 Diare : ( ) Ya (+ ) Tidak
 Bila Diare lamanya............ frekuensi..........x/hari
- Warna feces : (+) Kuning ( ) Coklat ( ) Hitam ( ) putih
seperti cucian beras ( ) Dumpul
- Konsistensi feces : ( ) Setengah padat ( ) Cair ( ) Berdarah
( ) Terdapat Lendir (+) Tidak ada kelainan
 Sistem Urogenital
 BAK
 Pola rutin : (+) Terkontrol 7-9 x/hari ( ) Tidak terkontrol
 Jumlah Urien : ± 1500 ml /24 jam
 Warna : (+) Kuning ( ) Coklat ( ) Merah ( )
Putih
(+) keruh ( ) jernih
 Distensi kandung kemih : ( ) Retensi ( ) Tidak lampias
 Keluhan sakit pinggang : (+) Ya ( ) Tidak
 Kondisi organ ................. .................. .................
 Genetal dan reproduksi
 Sistem Integumen
 Turgor Kulit : ( +) Elastis Baik ( ) Buruk
 Warna Kulit : (+ ) Kemerahan ( ) Sianosis ()
Pucat
 Kondsisi Kulit : (+ ) Baik/utuh ( ) Terdapat Ulkus ( ) Ada
lesi
( ) Kuning (+) Coklat
( ) Ada bercak merah ( ) Petechie ()
Memar ( ) Gatal-gatal ( ) Dekubitus
( ) Retensi ( ) Tidak Lampias
Kelainan pada Kulit .............................. ............................
 Sistem Muskuloskeletal
 Tonus otot : (+) normal ( ) Kelemahan (Flasiditas) ( )
Spastisitas
 Struktur tulang : (+ ) Normal ( ) Abnormal
 Kelainan columna vertebralis : ( ) Scoliasis ( ) Kifosis ( ) Lordosis
 Kesulitan gerak : ( ) Ya (+) Tidak ( ) Hanya satu
sisi
 Kemampuan melakukan ROM
- Nyeri sendi : ( ) Ya (+) Tidak
- Nilai kekuatan otot : 5555
• Program Terapi
• Pada pasien ini telah diberikan terapi :
1. Pemberian intake cairan adekuat
2. Infus RL 20 tpm
3. Injeksi Cefotaxime 1 gr/12 jam
4. Paracetamol tablet 3x500 mg

• Hasil Pemeriksaan Penunjang


Meliputi pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan urinalisa.
• Hasil dari pemeriksaan laboratorium tanggal 18 mei 2013 meliputi:
• Hemoglobin 14,0 g/dL, (nilai normal 13,5-18 g/dL)
• Eritrosit 4,06 jt/mm3 (nilai normal 3,0-6,0 sel/ul)
• Leukosit 10,5 x 10 3/mm3 (nilai normal 4.000-11.000)
• Trombosit 325 x10 3 g/dL (nilai normal 150.00-450.00 sel/ul)
• MCV 100.8 fl (nilai normal 80-96)
• MCHC 30.8 g/dl (nilai normal 32-36%)
• SGOT 43,03 U/L (nilai normal 37 U/L)
• SGPT 23,28 U/L(nilai normal 42 U/L)
• Hasil pemeriksaan urinalisa pada tanggal 18 mei 2013 meliputi:
• Urin berwarna kekuningan dan keruh
• Berat Jenis 1015 (nilai normal 1,015-1,030)
• pH (8)
• Leukosit (9-10/LPB)
• Eritrosit (35-45/LPB)
• epitel sel (+).

ANALISA DATA

Nama : Tn. R Ruang : Melati


No. Reg : 22.52.xx Dx.Medis : ISK
No Diagnosa Etiologi Masalah
1 Ds:
P : Terasa sakit saat Buang Air Kecil Bakteri : E.coli,
(BAK) Klebsielle,
Q : Nyeri seperti ditusuk-tusuk Streptococus
R : Nyeri pada daerah suprapubik kiri Nyeri Akut
dan punggung bawah (Domain 12,
S : Skala nyeri 5 (0-10), Pada saluran class 1,
T : Nyeri dirasakan hilang timbul dan kemih bawah(uretra) code 00132)
menjalar dari punggung bawah
ke daerah suprapubik kiri .
Do : Peradangan pada
 Pasien tampak meringis. saluran kemih
 Kesakitan sambil bawah
memegangipunggungnya

ISK bawah

Penyebaran
bakteri memasuki
saluran kmih atas
hingga medula
korteks

Infeksi tubulu dan


penyebaran ke
interstisiel

Peradangan pada
parenkim ginjal
(agen cidera
biologis)

Nyeri akut

2 Ds : Hipertermia
Pasien mengeluhkan demam Bakteri : E.coli, ( Domain
Do : Klebsielle, 11, kelas 6,
TTV : Streptococus code
S : 37,80 C 000007)

Pada saluran
kemih bawah(uretra)

Peradangan pada
saluran kemih
bawah

ISK bawah

Penyebaran
bakteri memasuki
saluran kmih atas
hingga medula
korteks

Infeksi tubulu dan


penyebaran ke
interstisiel

Terjadi reaksi
inflamasi (proses
penyakit)

Pelepasan mediator
kimia

Pengaktifan
prostaglandin di
hipotalamus

Peningaktan suhu
tubuh

Hipertermia
3 Ds :
Tn R mengeluhkan nyeri ketika Bakteri : E.coli,
berkemih disertai dengan peningkatan Klebsielle,
frekuensi berkemih, perasaan panas Streptococus
ketika diakhir berkemih, nyeri pada
daerah suprapubik kiri, punggung Gangguan
bawah, dan berkemih semakin sering Pada saluran eliminasi
dan sedikit-sedikit kemih bawah(uretra) urin
Do : (Domain 3,
 Frekuensi Urin : 7-9 x/hari class 1,
 Banyaknya Urin : ± 1500 ml Peradangan pada code 00020)
 Hasil dari pemeriksaan saluran kemih

laboratorium tanggal 18 mei 2013 bawah


meliputi :
 Hasil pemeriksaan urinalisa
- warna kekuningan dan keruh ISK bawah
- Berat Jenis 1015 (nilai normal
1,015-1,030)
- pH (8) Penyebaran
- Leukosit (9-10/LPB) bakteri memasuki
- Eritrosit (35-45/LPB) saluran kmih atas
- epitel sel (+). hingga medula
korteks

Infeksi tubulu dan


penyebaran ke
interstisiel (infeksi
saluran kemih atas)

Vasodilatasi
pembuluh darah

Peningkatan aliran
darah pembuluh
darah renal

Peningkatan GFR

Penyerapan air
dan elektrolit sedikit
yang di serap

Cairan dalam
lumen banyak

Peningkatan
volume urin

Poliuri

Gangguan
eliminasi urine

DIAGNOSA KEPERAWATAN
Nama : Tn R Ruang : Melati
No. Reg : 22.52xxx Dx.Medis : ISK
No Diagnosa Tanggal muncul Tanggal teratasi
1 Nyeri akut b.d agens cidera 190513
biologis
190513
2 Hipertermi b.d proses penyakit

3 Gangguan eliminasi urine b.d 190513


infeksi saluran kemih
RENCANA KEPERAWATAN

Nama : Tn R Ruang : Melati


No. Reg : 22.52xxx Dx.Medis : ISK

No Diagnosa
NOC NIC
Keperawatan
1 
Nyeri akut b.d Setelah dilakukan tindakan Managemen nyeri
agen cidera keperawatan 3 × 24 jam 1. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif
biologis diharapkan skala NOC yang meliputi lokasi, karateristik, durasi,
pada nyeri frekuensi, kualitas, intensitas atau
mencapai 5 Dengan beratnya nyeri dan factor pencetus.
kriteria hasil :
2. Ajarkan penggunaan teknik non
 Kontrol nyeri
farmakologi (seperti, biofeedback, TENS,
 Tingkat kenyamanan
hypnosis, relaksasi, bimbingan antisipatif,
 Tingkat nyeri
terapi music, terapi bermain, terapi
aktivitas, akupressus aplikasi
panas/dingin dan pijatan)

3. Berikan individu penurun nyeri yang


optimal dengan peresepan analgesic.

4. Dukung istirahat/tidur yang adekuat


untuk membantu penurunan nyeri.

 Pemberian analgesic
1. Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas
dan keparahan nyeri sebelum mengobati
pasien

2. Cek perintah pengobatan meliputi obat,


dosis dan frekuensi obat analgesic yang
direspkan

3. Cek adanya riwayat alergi pasien

4. Tentukan pilihan obat analgesic (narkotik


, non narkotik atau NSAID ) berdasarkan
tipe dan keparahan nyeri

5. Tentukan analgesik sebelumnya, rute


pemberian dan dosis untuk mencapai
hasil pengurangan nyeri yang optimal.

 Bantuan pasien untuk mengontrol


pemberian anlgesik
1. Instruksi pasien dan keluraga untuk
memonitor intensitas, kualitas dna durasi
nyeri

2. Dokumentasikan nyeri pasien, jumlah


dan frekuensi dosis obat dan respon
terhadap pengobatan nyeri dalam catatan
perkembangannya.

2 Hipertermi  Perawatan demam


b.d Setelah dilakukan tindakan
proses penyakit keperawatan 2 × 24 jam 1. Pantau suhu dan tanda-tanda vital lainnya
diharapkan skalaNOC pada
2. Berikan obat anti piretik yang sesuai
hipertermiamencapai 5
Dengan kriteria hasil : 3. Dorong konsumsi cairan yang adekuat
 Termo regulasi
 Monitor TTV
 Tingkat ketidak nyamanan1. Monitor tekanan darah, nadi, suh , status
 Tanda-TandaVital pernafasan dengan tepat

2. Inisiasi dan pertahankan perangkat


pemantauan suhu tubuh secara terus
menerus dengan tepat

3. Monitor dan laporkan tanda dan gejala


hipotermia dan hipertermia

 Pengaturan suhu
1. Monitor suhu paling tidak setiap 2 jam,
sesuai kebutuhan
2. Monitor suhu dan warna kulit

3. Monitor dan laporkan adanya tanda dan


gejala dari hipotermia dan hipertermia

4. Tingkatkan intake cairan dan nutrisi


adekuat

5. Berikan pengobatan antipiretik sesuai


kebutuhan

3 Gangguan  Managemen eliminasi urin


Setelah Setelah dilakukan
eliminasi urineb.dtindakan keperawatan 3 1.
× Monitor elimasi urin termasuk frekuensi,
infeksi saluran24 jam diharapkan skala konsitensi, bau, volume dan warna.
kemih NOC pada gangguan
2. Ajarkan pasien mengenai tanda dan
eliminasi urin mencapai 5.
gejala infekasi saluran kemih
Dengan kriteria hasil :
 Eliminasi urine 3. Catat waktu eliminasi urin terakhir.

4. Ajarkan pasien untuk minum 8 gelas per


hari pada saat makan, diantara jam makan
dan disore hari

5. Batasi cairan sesuai kebutuhan

6. Anjurkan pasien untuk memantau tanda-


tanda dan gejala infeksi saluran kemih
Daftar Pustaka

Baughman , Diane C. 2000. Keperawatan medical-bedah : buku saku untuk


brunner dan suddarth penulis, Diare C. Baughman , JoAnn C. Hackley;
alih bahasa, Yasmin Asih. Editor: Monica Ester. Jakarta: EGC.