Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan akan nutrisi dan cairan adalah sangat penting dalam membantu
proses pertumbuhan dan perkembangan pada bayi dan anak. Mengingat manfaat
nutrisi dan cairan dalam tubuh dapat membantu proses pertumbuhan dan
perkembangan anak, serta mencegah terjadinya berbagai penyakit akibat kurang
nutrisi dalam tubuh.
Sebagai sumber tenaga, nutrisi dapat diperoleh dari karbohidrat sebanyak 50-
55%, lemak sebanyak 30-35% dan protein sebanyak 15%. Pemenuhan kebutuhan
nutrisi pada anak haruslah seimbang diantara zat gizi lain, mengingat banyak sekali
yang kita temukan berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi yang tidak
seimbang, seperti tidak suka makan, tidak mau atau tidak mampu untuk makan
sedangkan makanan yang tidak disukai tersebut mengandung zat gizi yang seimbang,
sehingga harapan dalam pemenuhan gizi harus selaras, serasi dan seimbang tidak
terlaksana, disamping itu pada anak sakit dapat dijumpai masalah masukan nutirsi
yang kurang sedangkan kebutuhan dalam tubuh semakin meningkat sehingga akan
membutuhkan makanan tambahan seperti kalori, vitamin dan mineral (Behrman, RE
dkk, 1996).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian toddler dan nutrisi ?
2. Bagaimana dampak dan fungsi pemenuhan nutrisi pada anak usia toddler ?
3. Apa tujuan pemberian nutrisi pada usia toddler (1-3 tahun) ?
4. Bagaimana kebutuhan dan asupan nutrisi pada anak usia toddler ?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari toddler dan nutrisi.
2. Mengetahui dampak dan fungsi pemenuhan nutrisi pada anak usia toddler.
3. Mengetahui tujuan pemberian nutrisi pada anak usia toddler.
4. Mengetahui bagaimana kebutuhan dan asupan nutrisi pada anak usia toddler.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi
Anak usia toddler adalah anak usia 12– 36 bulan (1-3 tahun) pada periode ini anak
berusaha mencari tahu bagaimana sesuatu bekerja dan bagaimana mengontrol orang lain
melalui kemarahan, penolakan dan tindakan keras kepala. Hal ini merupakan periode
yang sangat penting untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan intelektual secara
optimal (Perry, 1998).
Nutrisi adalah keseluruhan berbagai proses dalam tubuh makhluk hidup untuk
menerima bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan
tersebut agar menghasilkan berbagai aktivitas dalam tubuhnya sendiri. Sedangkan nutrien
merupakan zat gizi atau zat penyusun bahan makanan yang banyak diperlukan oleh tubuh
untuk tumbuh dan berkembang serta membantu proses metabolisme, yaitu air ( O),
protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. ( FKUI edisi I 1985 )

2.2 Zat Gizi yang Terkandung dalam Makanan


1. Air
Kebutuhan tubuh akan air merupakan urutan kedua setelah kebutuhan oksigen. Fungsi
dari air bermacam-macam. Air merupakan komponen terpenting dari struktur tubuh
dan dalam fungsinya sebagai pelarut, maka air memainkan peranan dasar dalam reaksi
seluler. Air mengatur suhu tubuh dengan mengambil panas yang dihasilkan pada
reaksi seluler dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. Air penting sebagai pelumas
tubuh misalnya saliva, memungkinkan makanan masuk ditelan.
2. Protein dan Asam Amino
Fungsi protein adalah :
a. Penunjang pertumbuhan, protein merupakan bahan padat utama dari otot, organ
dan glandula endokrin. Merupakan unsur utama dari matrix tulang dan gigi, kulit,
kuku, rambut, sel darah dan serum.
b. Pengaturan proses tumbuh, protein mempunyai fungsi yang sangat khusus dalam
pengaturan proses-proses tubuh misalnya, Hb melakukan peranan vital membawa
oksigen ke jaringan.
c. Energi, protein merupakan sumber energi potensial, setiap gramnya menghasilkan
4 Kkal (0,01 MJ), jika protein digunakan untuk energi maka tidak akan dipakai
untuk kebutuhan sintesis.
Sumber protein :
1) Kandungan protein tinggi pada susu, daging, ikan, unggas, keju, biji-bijian.
2) Kandungan protein menengah pada telur, kacang-kacangan, tepung, biji-bijian,
susu cair.
2
3) Kandungan protein rendah sebagian besar pada buah-buahan dan sayur-
sayuran.
3. Lemak dan Asam Lemak
Fungsi utama lemak adalah memberikan energi, Lemak bertindak sebagai
karier dari vitamin A,,D ,E, K, yang larut dalam air dan memberikan rasa yang
menyenangkan dan memberikan perasaan kenyang karena kecepatan pengosongan
dari lambung. Sumber makanannya adalah baik susu ASI dan sapi mengandung
sekitar 50% kal lemak. Sekitar 4% dari kalori total dalam ASI diberikan oleh asam
linoleat. Sumber makanan lain adalah minyak, LARD, mentega, margarine dan
bumbu selada yang merupakan sumber lemak yang paling pekat.
4. Karbohidrat
Gula dan zat tepung merupakan sumber utama energi manusia.
Fungsi karbohidrat :
a. Energi, setiap gram karbohidrat yang dioksidasi rata-rata menghasilkan 4 kal.
Sejumlah karbohidrat dalam bentuk glukose, akan digunakan secara langsung
untuk memenuhi kebutuhan energi jaringan. Sebagian kecil disimpan sebagai
glikogen dalam hepar dan otot dan beberapa akan disimpan sebagai jaringan
adiposa.
b. Aksi pencadangan protein, tubuh akan menggunakan karbohidrat sebagai
sumber utama energi, karena itu jika terdapat defisiensi kalor dalam diet maka
akan digunakan jaringan adiposa dan protein.
c. Pengaturan metabolisme lemak, diperlukan sejumlah karbohidrat dalam diet
sehingga oksidasi lemak dapat berlangsung dengan normal. Jika karbohidrat
dalam diet terbatas, maka lemak akan dimetabolisir lebih cepat daripada
penanganan tubuh terhadap produk metabolisme ini. Jika lemak tidak dioksidasi
dengan lengkap maka akan terbentuk keton.
d. Peranan dalam fungsi gastrointestinal, diduga laktosa mempercepat
pertumbuhan bakteri yang diperlukan dalam usus kecil, bakteri ini berguna untuk
sintesis vit B kompleks dan vit K. Sumber Karbohidrat : pada diet bayi muda
laktosa merupakan karbohidrat predominan yang ditemukan dalam ASI dan susu
sapi. Dengan semakin besarnya anak-anak ditambahkan biji- bijian, roti dan
makanan lain seperti kentang.

2.3 Dampak dan Fungsi Pemenuhan Kebutuhan Cairan dan Nutrisi padaAnak
Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi pada anak memiliki beberapa dampak yakni :
1. Dampak Psikologis
Mencakup aspek psikodinamik, psikososial dan maturasi organik.
3
a. Psikodinamik (Freud)
Pada usia bayi, pemenuhan kebutuhan yang utama adalah kebutuhan dasar melalui oral.
Fase oral berhasil dilalui apabila anak mendapatkan kepuasan dalam pemenuhan
kebutuhan oral saatmakan dan minum. Dampak psikodinamik yang diperoleh
bayiadalah kepuasan karena terpenuhinya kebutuhan dasar dan kehangatan saat
pemenuhan kebutuhan dasar tersebut.
b. Psikososial (Erikson)
Fase awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak menurut pendekatan
psikososial adalah tercapainya rasa percaya dan tidak percaya. Makanan
merupakan stimulus yang dapat meringankan rasa lapar anak dan pemuasan yang
konsisten terhadap rasa lapardapat mempengaruhi kepercayaan anak terhadap
lingkungannya terutama lingkungan keluarga.
c. Maturasi Organik (Piaget)
Perkembangan organik yang dilalui anak melalui makanan adalah pengalaman
mendapatkan beberapa sensoris seperti rasa ataupengecapan, penciuman, pergerkan dan
perabaan. Dengan dikenalkan berbagai macam makanan, anak akan kaya dengan berbagai
macam rasa, demikian juga dengan bertambah kayanya penciuman melaui bau makanan.
Selain itu, dengan makanan anak dapat meningkatkan keterampilan, seperti
memegang botol susu,memegang cangkir, sendok, dan keterampilan koordinasi
gerak,seperti menyuap dan menyendok makanan.

2. Dampak Fisiologis
Dampak nutrisi pada anak yang terlihat jelas adalah terhadap pertumbuhan
fisik anak. Selama masa intrauterin, asupan nutrisi yangadekuat pada ibu berdampak
tidak hanya pada kesehatan ibu, tetapilebih pada pertumbuhan janin. Dengan asupan
nutrisi yang adekuat,dari hari ke hari kehamilan ibu bertambah besar dan sejalan
dengan itu, janin tumbuh dan berkembang sampai pada usia kehamilan yangmatang
maka janin siap dilahirkan dengan berat badan, dan pertumbuhan organ fisik lainnya
yang normal. Terutama pada trimester pertama pada saat terjadi pertumbuhan otak,
asupan nutrisi yang adekuat terutama protein akan mempengaruhi pertumbuhan otak.
Sebaliknya, apabila ibu tidak mendapat asupan gizi yang adekuat, bayi dapat lahir
dengan berat badan rendah. Diet atau pembatasan makanan pada ibu selama masa
kehamilan akan menurunkan berat badan bayi. Begitu juga setelah anak dilahirkan,
4
asupan nutrisi yang tepat untuk bayi, toddler, prasekolah, usia sekolah, dan remaja
akan sangat berdampak pada pertumbuhan fisik, yaitu anak akan bertambah beratdan
bertambah tinggi atau meningkat secara kuantitas.
Adapun beberapa fungsi pemberian makan bagi anak :
- Fungsi Fisiologis, yaitu memberikan nutrisi sesuai kebutuhan agar tercapai tumbuh
kembang yang optimal.
- Fungsi Psikologis, yaitu penting dalam pengembangan hubungan emosional ibu dan bayi sejak
awal.
- Fungsi Sosial/Edukasi, yaitu melatih anak mengenal makanan, keterampilan makan.

2.4 Tujuan Pemberian Nutrisi pada Toddler (1-3 Tahun)


Menurut Almatsier (2009), makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan
memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Ada tiga fungsi
zat gizi dalam tubuh, yaitu :
1) Memberi energi
Zat-zat gizi yang memberikan energi adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Oksidasi
zat-zat gizi ini menghasilkan energi yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan
kegiatan atau aktivitas.
2) Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh
Protein, mineral dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan
untuk membentuk sel-sel baru , memelihara dan menggantikan sel-sel yang rusak.
3) Mengatur proses tubuh
Protein, mineral, air dan vitamin diperlukan untuk mengatur proses tubuh. Protein
mengatur keseimbangan air di dalam sel. Mineral dan vitamin diperlukan dalam
proses- proses oksidasi. Air diperlukan untuk melarutkan bahan-bahan di dalam
tubuh.

2.5 Kebutuhan Nutrisi pada Anak Toddler (1-3 Tahun)


Kebutuhan nutrisi merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam membantu
proses pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Pada usia toddler dimana pada usia
tersebut anak sangat rentan terganggu kesehatannya. Karena kebutuhan kalorinya tidak
setinggi pada saat bayi dan nafsu makannya pun berkurang. Penelitian menunjukkan
perilaku makan pada saat kanak-kanak akan mempengaruhi perilaku makan saat dewasa.
Hal tersebut diakibatkan oleh :
1) Anak usia toddler berada pada masa transisi dari makanan bayi (ASI) ke makanan
anak-anak.
2) Beberapa ibu dari anak usia toddler sudah mulai bekerja sehingga perhatian
kepada anak berkurang.

5
3) Anak usia toddler sudah mulai bermain diluar rumah yang kemungkinan untuk
terinfeksi penyakit.
4) Anak usia toddler belum dapat memilih makanan dalam arti asal makan karena
pada anak usia toddler, anak lebih suka makanan yang manis seperti permen,
cokelat dan es krim sedangkan sayuran kurang disukai. Keadaan ini harus lebih
diperhatikan agar anak dapat menyukai berbagai jenis sayuran.

Syarat Makanan untuk Usia Toddler :


a. Memenuhi kecukupan zat gizi dan energi sesuai dengan umur
b. Susunan hidangan disesuaikan pada menu seimbang dengan bahan makanan
setempat yang tersedia, kebiasaan makanan dan selera terhadap makanan,
c. Bentuk dan posisi makanan disesuaikan dengan daya terima atau toleransi
d. Memperhatikan kebersihan perorangan dan lingkungan.

Kebutuhan nutrisi harian untuk anak usia 1-3 tahun :

a. Terjadi penurunan kebutuhan kalori, protein, dan cairan

b. Kebutuhan kalori adalah 102 kkal/kg/hari

c. Kebutuhan protein adalah 1,2 kkal/kg/hari

d. Batasi asupan susu untuk menjamin asupan zat besi optimal. Pemeriksaan Ht
untuk skrining anemia

NUTRISI Kebutuhan / hari Setara dengan

Vit A 400 ug Wortel ( 50 gr )


Vit D 200 IU Susu (470 ml atau 2 cangkir)

Vit K 15 ug 2 tangkai asparagus (20 gr)


Vit B1(thiamin) 0,5 mg Kentang rebus (150 gr)
Vit B2(riboflavin) 0,5 mg Telur rebus (55 gr)
Vit B3 (niasin) 6 mg Dada ayam ( 50 gr)
Vit B6(piridoksin) 0,5 ug Fillet salmon ( 90 gr)
Vit 0,9 ug 1 butir telur rebus
B12(piridoksit)
Asam folat 150 ug 3 kuntum brokoli (35 gr)
Kalsium 500 mg Susu (290 ml)
Magnesium 60 mg 1 mangkuk buah labu (245 gr )
Zat besi 8 mg Daging sapi ( 170 gr)
Zinc 7 mg Kacang tanah 100 gr)
Selenium 17 ug Tuna ( 20 gr)
Natrium 0,8 g Garam (1/2 sendok teh )
6
Ketika memasuki usia 2 tahun anak harus sudah diperkenalkan dengan
makanan biasa yang lazim untuk seusianya. Dengan demikian, anak tidak perlu lagi
diberi makan khusus seperti bubur campur atau makanan lainnya.
1. Asupan Makanan
Hidangan merupakan jenis makanan yang disajikan untuk dimakan.
Disini peran orang tua harus memutuskan apa yang anaknya harus makan,
khususnya pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini anak bersifat konsumen
pasif dan rentan terhadap penyakit gizi (KKP dan anemia) .
Jenis makanan anak ini termasuk buah, kue, semua jenis makanan lunak
dan makanan berasa, disamping asi atau susu yang mungkin masih diperlukan.
Makanan lunak biasanya dikonsumsi bagi anak yang belum memiliki geraham,
anak berumur 1 ½ tahun – 2 tahun biasanya memiliki geraham maka bisa
diberikan makanan biasa asalkan tidak pedas, berlemak, dan merangsang.
Pemberian sayuran dan buah-buahan harus bervariasi, minyak dapat diganti
margarin, gula pasir dapat diganti gula merah atau gula batu atau madu.
Usia toddler memerlukan minimum dua porsi (480 g) kelompok susu
setiap hari untuk memberikan protein, kalsium, riboflavin, dan vitamin A da
B12. Susu yang diperkaya memberikan vitamin D dan tambahan vitamin A.
Keseluruhan susu harus digunakan sampai toddler mencapai usia 2 tahun untuk
membantu meningkatkan asupan asam lemak yang cukup. Separuh dari asupan
protein toddler harus mengandung nilai protein tinggi.
Pada usia toddler biasanya lebih menyukai makanan manis seperti,
cokelat, permen, dan eskrim. Sedangkan sayuran kurang disukai, keadaan ini
harus lebih diperhatikan agar anak dapat menyukai berbagai jenis sayuran.
Makanan kecil boleh diberikan antara 2 waktu makan, sepanjang tidak
mengurangi selera makan. Dalam keadaan tertentu anak lebih menyukai
makanan kecil daripada makanan utama. Hal ini masih diperbolehkan selama
kandungan nutrien dalam makanan kecil tersebut masih terpenuhi dan hal ini
hanya bersifat sementara. Jadwal pemberian makan untuk usia ini tidak berbeda
dengan jadwal makan orang dewasa.

2.6 Pilihan dan Pola Makanan


1. Pada usia 12 bulan kebanyakan toddler makan makanan keluarga
2. Pada usia 18 bulan sebagian besar toddler mengalami anoreksia fisiologis
3. Toddler lebih suka makanan porsi kecil tapi enak

7
4. Toddler lebih suka satu jenis makanan dalam piring dari pada makanan campuran,
namun makanan lain pun harus ditawarkan agar mengenal jenis maknan.
5. Orang tua harus menganjurkan makan menggunakan alat makan

8
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kebutuhan gizi usia toddler sangat berpengaruh pada setiap pertumbuhan dan
perkembangan. Kebutuhan gizi pada anak toddler sangat beragam misalnya protein,
karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dll. Kebutuhan nutrisi itu sangat dibutuhkan setiap
harinya. Dalam hal ini dibutuhkan peran orang tua agar anak tumbuh dan berkembang
secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mencegah masalah gizi
pada anak yang akan menganggu proses tumbuh kembangnya.

3.2 Saran
Pada usia toddler sudah mulai mengenal lingkungan dan orang tua pun sudah mulai
kembali pada rutinitas hariannya, sehingga perhatian kepada anak menjadi berkurang.
Oleh karena itu, pentingnya orang tua harus memperhatikan kebutuhan gizi anaknya.

9
DAFTAR PUSTAKA

http://ririrahayuayu.blogspot.co.id/2015/12/kebutuhan-nutrisi-pada-toddler.html
https://www.scribd.com/doc/117047238/Makalah-Nutrisi-Pada-Anak
https://www.scribd.com/doc/165754731/Toddler
Sulistyo, Dwi . 2011. Pertumbuhan Perkembangan Anak dan Remaja . Jakarta : Trans Media
Info

10