Anda di halaman 1dari 26

BAB I

LATAR BELAKANG

1.1 Identifikasi Peluang Bisnis

Dewasa ini, kebudayaan berkerudung semakin meluas terutama di daerah Jawa Timur.

Banyak sekolah-sekolah yang mewajibkan siswinya berkerudung. Dan tidak sedikit pula

pelatihan soft skill khusus di dunia kampus yang membahas tentang kerohanian islam dan

menganjurkan setiap muslim menutup aurat. Namun demikian, anjuran untuk menutup aurat

tersebut agaknya sedikit terabaikan. Karena banyak mahasiswi yang merasa dengan berkerudung

membatasi kreativitas fashion bagi mereka.

Padahal sebenarnya tidak demikian, berkerudung justru membuat wanita terlihat semakin

cantik dan anggun. Apalagi apabila dilakukan dengan memodifikasi jilbab yang dikenakan

menjadi berbagai model dan diserasikan dengan busana yang dikenakan. Berkerudung terkadang

juga menimbulkan berbagai kesan seperti panas, ribet dan membatasi gerak. Namun jika dilihat

dari sisi baiknya, berkerudung membuat wanita semakin terlihat cantik, sopan dan memancarkan

kesejukan dari dalam dirinya. Untuk itu, untuk membuat wanita semakin cantik ketika

berkerudung, dan membuang kesan buruk tentang berkerudung, kami menawarkan produk yaitu

hijab lukis. Hijab lukis kami menyediakan berbagai pilihan jilbab dengan bahan dasar jilbab

paris dan telah dipasangkan dengan iket atau dalaman jilbab. Keunikan dari jilbab kami adalah

kami melukis jilbab ini dengan berbagai motif yang menarik menggunakan potongan kain perca
yang dijahit dengan benang sulam. Dan kami telah menyesuaikan jilbab dengan iket dalamannya

yang juga telah dihias dengan indah dengan menggunakan perca dan benang sulam.

1.2 Penjelasan Produk

Cara membuat produk kami bisa dibilang susah susah gampang. Karena sebenarnya

hanya membutuhkan ketelitian, keuletan dan kesabaran dari produsen. Untuk membuat jilbab ini,

kami cukup menyediakan krudung paris polos, kain perca yang berwarna-warni, beraneka ragam

warna benang sulam, dan iket atau dalaman kerudung. Krudung paris di lukis dengan

menggunakan kain perca dan benang sulam, tentunya dengan keahlian dan teknik khusus yang

bisa dipelajari. Dalaman krudung atau iket bisa dibuat dari kain perca itu sendiri ataupun dari

kain iket yang kemudian dihiasi kain perca dan benang sulam, sama hal nya dengan krudung

paris. Motif yang kami sajikan beraneka ragam sesuai dengan warna jilbab dan iket.

Selain menyajikan hijab lukis dan iketnya, kami juga menyelipkan berbagai model atau

cara pakai jilbab yang bisa dicontoh pada setiap kemasan jilbab. Model tersebut berbentuk

tutorial hijab, sehingga mempermudah konsumen untuk mempelajari cara memakainya. Selain

memberi model atau contoh cara pakai, kami juga memberi rekomendasi tentang baju apa yang

pantas di pakai dan warna apa yang sesuai.

1.3 Latar Belakang Bisnis

Alasan kami menawarkan produk ini adalah saat ini berkerudung menjadi trend tersendiri

di kalangan para remaja maupun ibu rumah tangga. Namun demikian, berkerudung cenderung

melahirkan kesan ribet dan kurang fashionable. Padahal menutup aurat adalah kewajiban bagi
kaum muslimin. Adapun perempuan yang telah berjilbab tetapi kadang bingung

memadupadankan baju dan kerudung sehingga merasa bosan dengan penampilannya. Di sini

kami membantu para remaja untuk lebih bisa mengekspolasi kreativitas dalam berjilbab sehingga

terkesan tidak monoton dan lebih menarik. Meningkatkan percaya diri bagi kaum wanita muslim

dan membantu wanita muslim untuk senantiasa menutup aurat sesuai dengan yang telah

diwajibkan oleh agama.

1.4 Tujuan

1 Tujuan Umum

a. Mendapatkan keuntungan dari produk ini

b. Membudayakan kebiasaan berjilbab di kalangan muslimah

c. Membuat produk yang dapat menjadi gaya berpenampilan modis bagi yang

mengenakannya

2 Tujuan Khusus

a. Membantu wanita muslim mengekspolasi kreativitas dalam berjilbab

b. Memberi pilihan yang memudahkan para wanita untuk senantiasa menjaga dan

menutup aurat

1.5 Potensi Bisnis

Produk ini memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Karena telah merebaknya

kebudayaan berkerudung di kalangan wanita mulai dari anak-anak sampai dewasa. Dan diantara

mereka terkadang merasa bosan dengan tatanan jilbab yang itu itu saja. Tidak seperti tatanan
rambut yang bisa berubah setiap hari. Terkadang mereka merasa malu untuk mengenakan

berbagai pernak pernik jilbab dan cenderung merasa tidak percaya diri. Tetapi apabila telah

disediakan produk jilbab dengan beraneka lukisan dan warnanya, serta dilengkapi dengan

berbagai rekomendasi model maupun cara pakai, pasti akan menarik perhatian para wanita.
BAB II

ANALISIS SWOT

2.1 Faktor Internal

1) Strength (Kekuatan)

a. Keunggulan produk

Kami menawarkan suatu produk yang mengangkat nilai keagamaan dan dipadukan dengan unsur

keindahan. Kami juga menyelipkan cara pakai jilbab yang memudahkan penggunaannya.

b. Keterampilan dan keahlian

Kami memiliki keterampilan untuk melakukan modifikasi motif jilbab dan keahlian

memadupadankan jilbab dengan dalamannya.

c. Bahan baku mudah di dapat

Bahan baku pembuatan jilbab ini tersedia banyak dan mudah di dapat serta harganya tidak begitu

mahal. Serta jenisnya beraneka ragam sehingga dapat meningkatkan pilihan hijab.

2) Weakness (Kelemahan)

a. Belum memiliki cukup pengalaman

Pengalaman untuk memulai usaha yang masih sangat minim merupakan suatu kelemahan yang

harus diatasi.

b. Kurangnya Sumber Daya Manusia


Keterbatasan sumber daya manusia sebagi produsen atau pengrajin jilbab. Dalam menjahit dan

menyulam diperlukan keterampilan khusus yang tidak setiap orang bisa melakukannya.

2.2 Faktor Eksternal

1) Opportunities ( Peluang )

a. Banyaknya konsumen

Banyaknya wanita muslim yang berkerudung. Dan dengan produk ini akan menambah minat

wanita untuk berkerudung.

b. Sistem pemasaran

Pemasaran bisa dibilang cukup mudah karena kami hidup di lingkungan masyarakat yang

mayoritas muslim dan berkerudung.

2) Threats ( Ancaman )

a. Keacuhan konsumen

Terkadang wanita berjilbab kurang memperhatikan penampilannya. Dan kesibukan membuat

mereka tampil apa adanya.


BAB III

PERENCANAAN BISNIS

3.1 Sasaran dan Target Pasar

Sasaran kami adalah seluruh wanita muslim dari segala usia. Baik yang telah berjilbab

maupun yang belum. Untuk itu kami memulai promosi dari daerah yang mayoritas penduduknya

beragama Islam serta kerap mengadakan perkumpulan. Karena kami menganggap promosi akan
lebih efektif jika terjadi dalam suatu kelompok. Selain itu kami juga mempunyai rumah produksi

yang siap didatangi siapa saja dan siap melayani jasa konsultasi serta pemesanan.

Untuk program jangka panjang, kami mencanangkan untuk membuka toko di sebuah

pusat perbelanjaan seperti mall. Seperti rumah produksi, kami juga menyediakan fasilitas seperti

jasa konsultasi, pemesanan, bahkan di toko ini kami menyediakan salon jilbab. Sasaran kami

tetap yaitu semua wanita muslim, yang berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut. Untuk itu,

kami menggalakkan promosi di berbagai media baik cetak maupun elektronik. Hal ini kami

maksudkan untuk memberi kemudahan dalam pemesanan dan pembelian produk kami.

3.2 Pembiayaan

3.2.1 Biaya Tetap (Fixed cost) per tahun

Kami tidak banyak menggunakan alat tahunan karena proses pembuatan produk kami

menggunakan tenaga manusia. Di bawah ini sedikit alat yang kami gunakan:

No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga


1 Jarum Sulam 12 pak Rp.4000 Rp. 48.000
2 Jarum Jahit 12 pak Rp.2000 Rp. 24.000
3 Alat Sulam 6 buah Rp. 20.000 Rp. 120.000
4 Gunting 6 buah Rp. 30.000 Rp. 180.000
TOTAL Rp. 372.000

3.2.2 Biaya Variabel (Variable cost) - Per Bulan

No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga


1 Jilbab paris 150 lbr Rp. 15.000 Rp. 2.250.000
2 Iket 150 lbr Rp. 8.000 Rp. 1.200.000
3 Benang Sulam 5 pak Rp. 15.000 Rp. 75.000
4 Kain Perca 1 karung Rp. 75.000 Rp. 75.000
5 Album tutorial 150 Rp. 3000 Rp. 450.000
No Nama Barang Jumlah Barang Harga Satuan Jumlah Harga
6 Plastik Kemasan 2 pak Rp. 5000 Rp. 10.000
7 Listrik dan Internet Rp. 50.000 Rp. 50.000
TOTAL Rp. 4.110.000

3.2.3 Biaya total

Biaya total = Variable cost + Fixed cost

= Rp. 4.110.000 + Rp. 372.000

= Rp. 4.482.000

3.2.4 Biaya dan Harga Per Unit

Biaya tetap yang dibutuhkan untuk 1 bulan adalah Rp. 372.000 : 12 bulan = Rp. 31.000

Total biaya produksi yang dikeluarkan per bulan = Rp 31.000 + Rp 4.110.000 = Rp 4.141.000

Biaya per unit adalah Total biaya produksi dalam 1 bulan : jumlah produk yang dihasilkan per

bulan

4.141.000 : 150 buah = 27.606,666

Harga jual per unit Rp 45.000

3.2.5 Modal Awal

Modal awal = Total Biaya Tetap + Biaya Variabel selama 1 Bulan

= Rp 372.000 + Rp 4.110.000

= Rp 4.482.000

3.2.6 Analisis Titik Impas (Break Even Point)

BEP harga = Total biaya produksi selama 1 bulan : Produksi


= 4.141.000 : 150 buah = 27.606,666

Harga jual per unit Rp 45.000

BEP produksi = Total biaya produksi selama 1 bulan : Harga per unit

= Rp 4.141.000 : 45.000 = 92 buah

Jadi, untuk mencapai titik impas maka dalam 1 set hijab lukis yang harus terjual adalah 92

dengan harga per produk adalah Rp 45.000

3.2.7 Analisis Keuntungan

Pendapatan : Hijab Lukis yang terjual x harga jual = 150 x Rp 45.000

= Rp. 6.750.000

Total biaya produksi dalam 1 bulan : Rp. 6.750.000

Keuntungan =Pendapatan –Total biaya produksi

= Rp 6.750.000 – Rp 4.141.000

= Rp 2.609.000

Jadi, keuntungan yang diperoleh dengan menjual 150 Hijab lukis dengan harga Rp

45.000 per buah dalam 1 bulan adalah Rp 2.609.000

3.2.8 Pengembalian Modal

Total biaya Produksi : Laba usaha = Rp 6.750.000 : Rp 2.609.000

= 2,58 bulan (78 hari)

Catatan : - Dalam 1 bulan diproduksi 150 buah hijab lukis


Hijab lukis yang harus dijual per hari = 150 : 30 hari

= 5 set hijab lukis

Maka, Pay Back Period = BEP Produksi : Penjualan per hari

= 92 : 5

= 19 hari

Jadi modal akan kembali dalam jangka waktu 19 hari dengan penjualan 5 set hijab lukis tiap

harinya.
BAB IV

STUDI KELAYAKAN

4.1. Lokasi

Pembuatan hijab lukis ini dilakukan di Mulyorejo Utara No. 175. Di sini kami menyewa

sebuah kamar kost yang diperuntukkan khusus membuat jilbab. Lokasi ini cukup strategis karena

berdekatan dengan kampus C Unair Mulyorejo. Selain itu, pembeli bisa datang langsung

melihat-lihat proses produksi maupun konsultasi langsung dengan kami tentang cara memakai

jilbab yang menarik. Pembeli juga bisa datang langsung untuk memilih dan menentukan sendiri

motif yang diinginkan. Lokasi ini sangat strategis karena kamar yang kami gunakan adalah

kamar kost khusus perempuan sehingga tempatnya aman untuk dibuat tempat eksperimen

berjilbab. Di sini kami juga menyediakan berbagai aksesoris yang diperlukan dalam berjilbab.

Selain rumah produksi, kami juga membuka sebuah stand flexible yang dapat berpindah

berdasarkan lokasi yang sesuai dan merupakan tempatnya berkumpulnya wanita muslim.

4.2. Sarana dan Prasarana

Selain menggunakan rumah produksi dan stand flexible sebagai media promosi dan

tempat traksaksi jual beli, kami juga memanfaatkan berbagi media baik media elektronik

maupun media cetak seperti brosur, leaflet, pamflet, majalah dan online shop, blog, facebook,

twitter dan lain sebagainya. Semua sarana ini dilengkapi dengan prosedur atau tata cara memakai
hijab serta kami juga menyediakan suatu wadah konsultasi baik melalui sms, telepon, chatting,

blackberry messenger, email maupun bertemu secara langsung.

4.3. Sumber Daya Manusia

Untuk usaha awal, kami membutuhkan 1 orang direktur, 1 orang manajer, 3 orang

produksi barang, 2 orang konsultan hijab dan 3 orang bagian pemasaran. Untuk 3 orang bagian

produksi barang, kami harus melakukan seleksi terlebih dahulu setelah itu pelatihan pembuatan

hijab. Sama halnya dengan karyawan bagian produksi, untuk konsultan hijab haruslah dilakukan

seleksi yang benar-benar matang, orang yang benar-benar mengetahui tentang tata cara memakai

hijab dan memiliki keahlian dalam memadupadankan hijab. Hal ini dilakukan untuk menjaga

kualitas produk kamu sehingga tidak kalah saing dengan hijab yang kini ada di pasar. Pada

bagian pemasaran juga harus dipilih orang yang mempunyai koneksi luas serta kemampuan

berkomunikasi yang baik. Sehingga pesan yang terkandung di dalam hijab kami dan maksud

yang kami buat dapat tersampaikan dengan baik. Dengan adanya orang yang berperangai baik

dan ramah, konsumen akan merasa tertarik serta tidak malu untuk mengutarakan segala keluh

kesahnya dalam berjilbab.

Untuk saat ini, sumber daya manusia telah tersedia. Meskipun jumlahnya belum

memenuhi. Namun hal ini sudah menjadi modal yang luar biasa bagi usaha hijab kami.
BAB V

REAL BUSINESS PLAN

5.1 Rencana Manajemen

1. Strategi pemasaran

Telah banyak jenis jilbab yang bisa dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan, seperti

pasar, departement store dan mall. Namun dari sekian banyak tempat perbelanjaan seperti itu

membuat lebih banyak pilihan dan kurang real karena tidak bisa mencoba dan memadupadankan

dengan busana yang sesuai. Oleh sebab itu, masyarakat harus tau tentang keberadaan produk

kami. Untuk itu, kami telah menyusun strategi pemasaran. Tahapan-tahapannya sebagai berikut:

a. Pengembangan produk

Hijab lukis memang telah banyak dijumpai di berbagai pusat perbelanjaan. Namun kami

memberikan motif yang berbeda dan tampak lebih elegan serta lebih manis dengan bahan-bahan

sulam. Selain itu kami juga menyediakan jasa konsultasi tata cara memakai jilbab sehingga

terlihat lebih menarik, anggun dan sesuai dengan busana yang dikenakan. Kami juga

menyediakan berbagai macam dalaman jilbab yang sesuai dengan bentuk kepala.

Jilbab ini akan menambah pengetahuan serta meningkatkan kreativitas kaum muslimin di

dunia fashion. Dengan adanya jilbab lukis, seorang muslim dapat memodifikasi jilbab yang

dikenakan sehingga tidak terkesan monoton. Jilbab ini juga bisa dikenakan di acara-acara resmi
seperti pesta penikahan, wisuda dan acara-acara resmi yang lain. Sehingga momen yang jarang

terjadi dalam hidup dapat diabadikan menjadi lebih indah.

b. Pengembangan wilayah pemasaran

Area pemasaran utama adalah di tempat yang mayoritas orangnya adalah muslimah..

Promosi dilakukan melalui kelompok-kelompok kecil sampai pada tingkat yang lebih tinggi.

Promosi dilakukan dengan media stand flexible dengan berbagai fasilitas di dalamnya. Hijab

lukis juga bisa dititipkan di berbagai pusat perbelanjaan seperti mall sehingga cakupan

konsumennya lebih luas. Kami juga mempunyai keinginan untuk membuat sebuah toko bernama

“Poetry” sebagai rumah produksi kami yang selanjutnya. Di sini akan tersedia berbagai fasilitias

mulai dari konsultasi dengan pakar, salon jilbab, dan layanan pembuatan motif serta pemilihan

bahan jilbab oleh konsumen.

c. Kegiatan promosi

Promosi merupakan bagian dari proses pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi

kelancaran dan keberhasilan suatu usaha. Kami melakukan promosi produk kami melalui

sejumlah media baik elektronik, cetak, iklan di radio maupun promosi langsung dari mulut ke

mulut. Promosi melalui media elektronik dilakukan dengan membulka semacam on-line shop di

berbagai jaringan sosial yang kini marak di dunia maya. Promosi melalui media cetak kami

lakukan dengan membuat pamflet, serta mengiklankan produk kami di media massa dan majalah

wanita. Promosi dari mulut ke mulut kami lakukan dengan mendatangi langsung kelompok-

kelompok muslimah seperti di kampus, perusahaan dan arisan. Kami juga melakukan promosi di
pameran, expo atau bazar. Pada semua media promosi tersebut kami tidak lupa menyertakan

tentang berbagai fasilitas yang kami miliki seperti tutorial cara memakai jilbab dan pelayanan

kebutuhan konsumen yang optimal.

d. Penjualan kolektif

Yaitu memberikan pilihan kepada konsumen dengan menjual lebih dari satu produk

dengan harga yang lebih miring bila dikalkulasi per produknya. Pembelian dengan harga yang

miring ini minimal untuk 6 atau setengah lusin produk jilbab lukis kami.

2. Strategi produksi

Kami memproduksi jilbab sesuai dengan kriteria yang kami tetapkan. Tetapi kami

juga memberikan pilihan kepada konsumen untuk memilih sendiri motif dan bahannya. Motif

dan model yang kami tawarkan tentunya sudah menjadi kesepakatan perusahaan dan memenuhi

kriteria jilbab islam serta merupakan trend jilbab masa kini. Kami juga tidak mencontoh motif

yang sudah ada. Tetapi berusaha menciptakan suatu pembaharuan di dunia perjilbapan. Proses

produksi kami tidak dilakukan sewaktu-waktu saja. Namun berjalan terus menerus selama ada

waktu senggang. Hal ini bukan berarti kami mengesampingkan kewajiban yang lain misalnya

sebagai seorang mahasiswa yang memiliki kewajiban utama untuk belajar dan bekerja terlalu

lama sampai lelah. Tetapi, dengan produksi yang terus menerus, kami mendapatkan hasil

produksi yang banyak serta pilihan yang bervariasi bagi konsumen.

3. Strategi organisasi dan SDM


Pengelolaan SDM merupakan hal yang karus dilakukan suatu perusahaan sehingga

produktivitas dapat semakin berkembang dan kualitas karyawan pun semakin baik. Tahap-tahap

pengembangan SDM tersebut antara lain:

a. Seleksi karyawan

Kami melakukan seleksi terhadap karyawan sesuai dengan bidangnya. Contohnya di

bidang produksi jilbab, kami memilih karyawan yang memiliki keterampilan dan keuletan dalam

menjahit dan menyulam. Untuk bagian konsultan, kami memilih orang yang mengerti fashion

dan memiliki pemikiran yang sesuai dengan yang kami inginkan. Sehingga tidak merusak

tatanan, atay style perusahaan kami. Di bagian pemasaran kami memilih orang yang dapat

berkomunikasi dengan baik di masyarakat. Dapat menyampaikan maksud dan tujuan kami

dengan baik pada kelompok masyarakat sehingga tidak terjadi kesalah pahaman tentang makna

jilbab itu sendiri.

b. Pelatihan karyawan

Karyawan yang telah diseleksi kemudian dilatih dan diberi motivasi tentang apa tujuan

kami membuat hijab lukis ini. Sehingga mereka memiliki kesamaan persepsi dan pemikiran. Hal

ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas dan ciri khas yang membedakan produk kami

dengan yang lain.


c. Sistem Remunerasi yang Seimbang dan Adil

Pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pada saat seleksi.

Namun, tidak menutup kemungkinan kami akan memberikan bonus pada karyawan yang

memiliki produktivitas yang tinggi dan sungguh-sungguh dalam bekerja.

4. Strategi penetapan harga

Harga merupakan suatu variable yang mempunyai peranan penting dalam dunia

bisnis. Harga menunjukkan level dari suatu produk juga menjadi acuan tentang bagaimana

produk itu seharusnya bila dilihat dari harganya. Harga yang kami tawarkan di sini, kami

sesuaikan dengan sasaran kami yaitu para wanita yang cenderung menyukai barang yang

berkualitas tetapi dengan harga semurah mungkin. Harga kami sesuaikan dengan bahan dan

berbagai variable lain. Kami hanya akan mengutamakan kualitas barang. Bukan melulu

mengambil keuntungan, karena kami mempunyai tujuan yaitu membantu para wanita muslim

mematuhi kewajibannya untuk menutup aurat.

Untuk jasa konsultasi, kami memberikan jasa konsultasi cuma cuma kepada

konsumen yang pasti membeli produk kami. Hanya saja, kami akan memberikan harga yang

berbeda kepada konsumen yang langsung membeli dan kepada konsumen yang memesan motif.

5. Rencana pengembangan produksi

Rencana-rencana pengembangan produksi kami antara lain:

a. Memperluas wawasan tentang motif jilbab

b. Menemukan dan menciptakan cara dan model terbaru dalam berjilbab


c. Memperluas area promosi

d. Meningkatkan produksi

6. Analisis resiko usaha dan antisipasinya

Setiap perbuatan tentu melahirkan resiko. Demikian pula produk kami akan

mendatangkan berbagai resiko sebagai berikut

a. Produk kurang menarik minat muslimah.

Manusia memiliki selera yang berbeda satu sama lain. Demikian pula dalam hal berpakaian dan

berjilbab. Banyak wanita, khususnya wanita berjilbab yang kurang memperhatiakan penampilan

mereka dikarenakan kesibukan dan kurangnya rasa percaya diri.

b. Jilbab yang kadaluarsa

Adakalanya barang tidak mudah terjual dan memenuhi stand, toko atau bahkan gudang.

Sehingga menimbulkan kesan monoton dan menurunkan kualitas produk.

c. Modal usaha

Hijab lukis ini memang tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Tetapi juga tidak bisa

dibilang memerlukan modal yang relatif kecil. Sebagai usaha membangun suatu kualitas, modal

awal demi terwujudnya suatu produksi yang maksimal sangat dapat mendukung

keberlangsungan usaha.

Antisipasi kami terhadap resiko-tersebut:

a. Produk kurang menarik minat muslimah


Setiap orang pasti memiliki persepsi terhadap apa yang mereka lihat. Cara kami mengantisipasi

kurangnya minat konsumen ini adalah dengan melakukan promosi secara mendalam dan

menyeluruh. Jadi bukan hanya kami bertujuan untuk mendapatkan keuntunga. Tetapi kami juga

bertujuan untuk membantu para wanita memperindah penampilan mereka. Sehingga mereka

dapat tertarik untuk memperhatikan dan mencoba produk kami.

b. Jilbab yang kadaluarsa

Kami melakukan antisipasi dengan membuat peta produksi. Dimana telah ditentukan barang

mana yang harus diedarkan dan haru telah ditarik kembali dari peredaran pada waktu yang telah

ditentukan. Sehingga tidak ada penumpukan barang yang membuat konsumen selalu melihat

barang sama. Barang yang telah ditarik tersebut akan kembali dirombak dan dijadikan produk

baru yang kemudian diedarkan kembali.

d. Modal usaha

Modal usaha adalah hal terpenting dalam melakukan suatu biesnis. Untuk memenuhi modal

usaha kami memilih untuk melakukan peminjaman kepada bank yang memiliki bunga

peminjaman terkecil.
5.3 Proses Produksi

Proses produksi kami lakukan secara terus menerus setiap hari tanpa menunggu adanya

pesanan. Hal ini dimaksudkan untuk menambah koleksi model jilbab kami. Tetapi tentu saja

dengan memperhitungkan modal yang tersedia dan waktu yang tepat. Sehingga tidak melalaikan

kewajiban lain sebagai mahasiswa. Dan tentu saja kami senantiasa menjaga kualitas dengan

memilih bahan baku terbaik dan melukisnya dengan teknik yang baik pula sehingga

menghasilkan suatu jilbab yang memiliki daya jual tinggi. Bahan baku yang kami gunakan,

memang kami dapatkan dari perusahaan lain. Tetapi, kami akan senantiasa memilih bahan baku

yang berkualitas seperti misalnya kain jilbab paris yang lebih tebal dan lemes. Kain perca yang
kami gunakan juga bukan kain perca sembarangan. Kain-kain tersbut kami padukan melalui

berbagai macam motif yang menarik dan sesuai dengan perkembangan jaman.

Untuk lebih rincinya, proses produksi kami diawali dari tahap desain jilbab. Berbagai

desain yang telah dibuat oleh team kreatif dianalisis satu persatu sehingga diperoleh desain yang

terbaik dan sesuai dengan kharakteristik perusahaan kami. Setelah memilih dan menetapkan

desain, tahap selanjutnya adalah memilih bahan, memilih jilbab paris yang akan dilukis, jenis

kain perca yang akan digunakan, iket atau dalaman jilbab dan menyesuaikan warna satu dengan

yang lain. Warna yang kami pilih juga tidak terlalu mencolok. Disesuaikan dengan kharakteristik

wanita muslim yang anggun dan manis. Setelah memilih bahan, tibalah saatnya tahapan menjahit

dan menyulam. Jahitan di kain jilbab sesuai dengan desain yang telah dibuat tadi. Setelah jilbab

dan iket selesai di jahit dan disulam, tahapan selanjutnya adalah percobaan jilbab. Kami

menggunakan model dalam tahapan ini. Jadi, segala tata cara pakai jilbab kami rekam dalam

bentuk foto dan kami jadikan semacam album tutorial. Album tersebut kami sertakan di dalam

setiap kemasan jilbab. Jilbab yang telah selesai dikemas kemudian dipasarkan.

Pada proses pembelian jilbab yang melaui pemesanan atau proses konsultasi sebelumnya,

tahapan produksinya sama. Hanya berbeda pada proses desain, yang mana proses desain ini telah

ditentukan sebelumnya bersama konsumen. Kami tetap menyertakan album tutorial pada setiap

kemasan jilbab tersebut.

1. What
Barang yang kami produksi adalah jilbab lukis berbahan dasar jilbab paris dan iket

yang dilukis dengan menggunakan kain perca dan benang sulam. Jilbab dipakai oleh wanita

muslim untuk menutupi auratnya. Kami menciptakan terobosan baru dalam dunia

perjilbapan dengan menghadirkan jilbab lukis yaitu suatu macam jilbab yang mempercantik

penampilan dan memberikan berbagai macam pilihan mengenakan jilbab sehingga jilbab

tidak terkesan monoton. Produk kami merupakan suatu produk hand made sehingga

memerlukan waktu yang relatif lama dalam pembuatannya namun senantiasa terjaga

kualitasnya.

2. Who

Dalam usaha ini yang memproduksi, promosi dan memasarkan produk ini telah di atur

dalam penugasan masing-masing. Dan job description tersebut antara lain:

 President Director

 General Manager

 Creative Manager

 Production Manager

 Marketing Manager

3. Whom

Sasaran kami adalah seluruh wanita muslim mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa.

Jadi kami memulai pemasaran dari perkumpulan-perkumpulan wanita muslim seperti di

kampus, arisan, dan acara-acara keagamaan.


4. When

Jangka pendek : membuka rumah produksi dan memulai produksi dari mulut ke mulut.

Target mampu menjual 5 jilbab setiap hari

Jangka panjang : Membuka toko dengan nama Poetry, dan melengkapinya dengan berbagai

fasilitas seperti salon jilbab dan layanan konsulatsi

5. How Much

1 minggu = 4 unit x Rp50.000,- = Rp200.000,-

1 bulan = 20 unit x Rp50.000,- = Rp1.000.000,-

Sehingga apabila target kami tercapai, income yang kami dapat selama satu bulan sebanyak

Rp1.000.000,- dengan menjual 20 unit perbulan.

5.4 Pengelolaan Karyawan

Kami memilih karyawan yang memiliki dedikasi dan mempunyai kemauan bukan hanya

sekedar memperoleh keuntungan tetapi bagaimana mereka berpikir maju dengan melihat

berpatoka pada tujuan utama perusahaan ini. Kami memilih karyawan yang terampil juga benar-

benar memiliki kemampuan dan keahlian dalam memakai jilbab. Oleh karena itu, keuntungan

yang nantinya akan diperoleh tentu saja kami bagikan seadil-adilnya sesuai porsi yang telah

ditepakan.
BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Hijab lukis merupakan suatu jenis jilbab yang dimodifikasi dengan memberikan lukisan

pada jilbab dan dalamannya. Kami juga memberikan jasa konsultasi dan album tutorial pada

setiap kemasan jilbab yang kami pasarkan. Produk kami ini bertujuan membantu kaum muslim

untuk mngeksplorasi kreativitas fashion mereka. Sehingga dapat menarik minat para muslimin

untuk memakai jilbab. Proses pemasaran kami lakukan melalui berbagai media. Kami juga
menyediakan jasa konsultasi dengan menghadiri stand flexible kami dan mendatangi rumah

produksi kami. Harga yang kami patok berbeda tergantung bahan lukisan yang kami gunakan.

Kami juga menyediakan pelayanan pemesanan jilbab sesuai selera konsumen.

6.2 Saran

Produk menitikberatkan kepada unsur keindahan yang terkandung di dalamnya.

Sehingga membedakan jilbab lukis dengan jilbab lain yang kini telah merebak di pasaran. Oleh

karena itu, keterampilan dan keahlian menjadi sangat penting dalam produksi kami. Selain itu,

kami memiliki tujuan untuk membantu wanita muslim untuk mematuhi kewajiban menutup

aurat, sehingga kami sangat mengharapkan dukungan dari segala pihak.