Anda di halaman 1dari 6

A.

Intervensi Keperawatan

Perencanaan dan intervensi keperawatan merupakan


pengembangan strategi desain untuk mencegah, mengurangi, dan
mengatasi masalah-masalah yang telah diidentifikasi dalam diagnosis
keperawatan. Desain perencanaan menggambarkan sejauh mana perawat
mampu menetapkan cara menyelesaikan masalah dengan efektif dan
efisien (Rohmah & Walid, 2013).

No Diagnosa Tujuan Intervensi


Nyeri akut b/d Setelah dilakukan 1. Kaji tanda – tanda adanya
1 penekanan tindakan keperawatan nyeri baik verbal maupun
obstruksi selama 3x24 jam non verbal, catat lokasi,
pankreas diharapkan nyeri intensitas (skala 0 – 10 )
ditandai dengan berkurang / terkontrol dan lainnya
distensi pada dengan KH : 2. Letakan pasien dalam
abdomen - TTV normal posisi supinasi
- Pasien 3. Ajarkan teknik relaksasi (
melaporkan nyeri nafas dalam), dan
hilang atau pengalihan nyeri,
terkontrol (menonton tv, mengajak
mengobrol)
2 Gangguan pola Setelah diberikan 1. Tinggikan posisi kepala 30
napas yang b/d tindakan keperawatan 2. Dorong latihan napas
distensi selama 3x24 jam dalam
diafragma diharapkan pernapasan 3. Ubah posisi secara periodic
pasien normal dengan 4. Berikan oksigen tambahan
KH : 5. Auskultasi suara napas,
- Pasien tidak catat adanya suara ronchi
mengalami sesak

3 Kurang cairan Setelah diberikan asuhan 1. Kaji TTV


dan elektrolit keperawatan selama 2. Berikan intake cairan
b/d pengeluaran 3x24 jam diharapkan sesuai kebutuhan
yang berlebih pemenuhan cairan dan 3. Observasi berat badan dan
elektrolit terpenuhi torgor kulit pasien
dengan
- Pasien tidak
mengalami
dehidrasi
4 Pemenuhan Setelah diberikan 1. Berikan makanan dalam
nutrisi dari tindakan keperawatan porsi kecil tapi sering
kebutuhan tubuh selama 3x24 jam 2. Anjurkan oral higine 2x
b/d pemasukan diharapkan nutrisi cairan sehari
asupan oral pasien terpenuhi dengan 3. Observasi berat badan dan
yang tidak KH : turgor kulit pasien
adekuat - Mual muntah
- BB dapat
dipertahankan
5 Intoleransi Setelah diberikan asuhan 1. Evaluasi respon pasien
aktifitas b/d keperawatan selama terhadap aktivitas, catat
kelemahan 3x24 jam diharapkan peningkatan kelelahan dan
pasien dapat beraktivitas perubahan TTV
dengan normal dengan 2. Berikan lingkungan tenang
KH : dan dibatasi pengunjung.
- Pasien tidak Dorong penggunaan
mengeluhkan manajement stress
adanya intoleransi 3. Bantu pasien memilih
aktifitas posisi yang nyaman untuk
istirahat
6 Kurang Setelah diberikan asuhan 1. Berikan informasi tentang
pengetahuan b/d keperawatan selama penyakit yang diderita
status kesehatan, 3x24 jam diharapkan 2. Evaluasi tingkat
prognosis, dan pasien mengerti tentang pengetahuan pasien tentang
kebutuhan penyakit yang di penyakitnya
pengobatan deritanya dengan kriteria
hasil pasien tidak cemas

B. Implementasi Keperawatan
Implementasi adalah realisasi rencana tindakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan dalam pelaksanaan juga meliputi
pengumpulan data berkelanjutan, mengobservasi respons klien selama dan
sesudah pelaksanaan tindakan, serta menilai data yang baru (Rohmah &
Walid, 2013).

No Tanggal/ Implementasi Evaluasi Formatif Paraf


Dx Jam
1 1. Mengkaji tanda – tanda adanya S : Pasien KL
nyeri baik verbal maupun non mengatakan nyeri
verbal, catat lokasi, intensitas hilang atau
(skala 0 – 10 ) dan lainnya. terkontrol
2. Meletakkan pasien dalam posisi O : Tanda-tanda
supinasi. vital dalam batas
3. Mengajarkan teknik relaksasi ( normal, pasien
nafas dalam), dan pengalihan tampak rileks
nyeri, (menonton tv, mengajak
mengobrol)
2 1. Meninggikan posisi kepala 30. S : Pasien KL
2. Mendorong latihan napas dalam. mengatakan
3. Mengubah posisi secara sesaknya
periodic. berkurang/ tidak
4. Memberikan oksigen tambahan sesak.
5. Mengauskultasi suara napas, O : Tidak terdapat
catat adanya suara ronchi. suara nafas
tambahan, RR
dalam batas normal

3 1. Mengkaji tanda-tanda vital S : pasien KL


2. Memberikan intake cairan mengatakan tidak
sesuai kebutuhan. lemas
3. Mengobservasi berat badan dan O : Balance cairan
torgor kulit pasien pasien seimbang,
tidak ada tanda-
tanda dehidrasi

4 1. Memberikan makanan dalam S : pasien KL


porsi kecil tapi sering. mengatakan tidak
2. Menganjurkan oral higine 2x mual, dan makanan
sehari. selalu habis
3. Mengobservasi berat badan dan O : BB pasien
turgor kulit pasien dapat
dipertahankan

5 1. Mengevaluasi respon pasien S : pasien KL


terhadap aktivitas, catat mengatakan tidak
peningkatan kelelahan dan mengeluhkan
perubahan TTV intoleransi aktivitas
2. Memberikan lingkungan tenang O : Tanda-tanda
dan dibatasi pengunjung. vital normal, pasien
Dorong penggunaan dapat melakukan
manajement stress. aktivitas sesuai
3. Membantu pasien memilih kemampuan
posisi yang nyaman untuk
istirahat
6 1. Memberikan informasi tentang S : Pasien KL
penyakit yang diderita mengatakansudah
2. Mengavaluasi tingkat memahami
pengetahuan pasien tentang penyakitnya
penyakitnya O : pasien tampak
lebih tenang

Tabel Konsep Implementasi Keperawatan

C. Evaluasi Keperawatan (SOAP)


Evaluasi adalah penilaian dengan cara membandingkan perubahan keadaan
pasien (hasil yang diamati) dengan tujuan dan kriteria hasil yang dibuat pada
tahap perencanaan. Evaluasi bertujuan untuk mengakhiri, memodifikasi, maupun
meneruskan rencana tindakan keperawatan (Rohmah & Walid, 2013).
No Tangga/ Evaluasi Sumatif Paraf
Dx Jam
1 S : Pasien mengatakan nyeri hilang atau terkontrol KL
O : TTV dalam batas normal, pasien tampak rileks
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
2 S : Pasien mengatakan sesaknya berkurang/ tidak sesak. KL
O:
- TTV dalam batas normal
- Tidak ada suara nafas tambahan(ronchi)
A : Masalah teratasi sebagian
P : Intervensi dilanjutkan
3 S : pasien mengatakan tidak lemas KL
O : Balance cairan pasien seimbang, tidak ada tanda-tanda
dehidrasi.
A : masalah teratasi sebagian
P :lanjutkan intervensi
4 S: pasien mengatakan tidak mual, dan makanan selalu KL
habis
O : BB pasien dapat dipertahankan
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
5 S : pasien mengatakan tidak mengeluhkan intoleransi KL
aktivitas
O : Tanda-tanda vital normal, pasien dapat melakukan
aktivitas sesuai kemampuan
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi
6 S : Pasien mengatakan sudah memahami penyakitnya KL
O : pasien tampak lebih tenang
A : masalah teratasi sebagian
P : lanjutkan intervensi