Anda di halaman 1dari 5

Nomor : Mei 2008

Lampiran : 1 (satu) berkas


Hal : Surat Edaran Kewaspadaan Dini Terhadap
Penyebaran Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut

Yth.
Gubernur Provinsi seluruh Indonesia

Sehubungan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Tangan, Kaki,


dan Mulut/TKM (Hand Foot Mouth Disease/HFMD) yang terjadi di Cina pada akhir-
akhir ini, yang disebabkan oleh Enterovirus strain 71 (EV-71), bersama ini
disampaikan edaran untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap
kemungkinan penyebaran penyakit TKM yang disebabkan oleh EV-71 tersebut di
wilayah Indonesia. Sebagai bahan pertimbangan Saudara dalam peningkatan
kewaspadaan dini, kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut.

1. Penyakit TKM ini menyerang sebagian besar adalah anak usia di bawah 10
tahun dan sampai saat ini belum ada obat atau vaksinnya. Gejala penyakit
TKM adalah demam dan vesikel serta ruam di dalam mulut, telapak tangan,
telapak kaki dan mungkin juga pada bokong bayi. Gejala lain dapat berupa
nyeri otot, muntah, diare, nyeri perut, dan konjungtivitis. Pada keadaan
tertentu, misalnya akibat infeksi EV-71, dapat menyebabkan gangguan
neurologi berat atau radang otak (meningitis aseptik atau encephalitis).

2. Kepada jajaran kesehatan diharapkan segera melakukan penanganan


terhadap penderita sesuai tatalaksana (terlampir) dan lakukan observasi. Bila
ditemukan tanda-tanda yang membahayakan penderita, seperti gejala
neurologi, kejang mioklonik, iritabel, insomnia, abdomen distensi, muntah
berulang, sesak nafas, dan halusinasi, segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

3. Kepada masyarakat, perlu disampaikan upaya pencegahan dan


penanggulangan terhadap penyakit TKM ini dengan :
a. meningkatkan higiene/kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan
sabun, menutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin, serta tidak
menggunakan secara bersama-sama alat-alat rumah tangga (misal cangkir,
sendok, garpu) dan alat kebersihan pribadi (misal handuk, lap muka, sikat
gigi dan pakaian, terutama sepatu dan kaus kaki);
b. membersihkan alat-alat yang terkontaminasi dengan air dan sabun;
c. melakukan pengamatan terhadap kontak penderita dalam satu rumah
secara ketat.

4. Tindakan kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan dengan melakukan koordinasi


dan advokasi serta respon cepat bagi instansi yang berwenang apabila
ditemukan adanya peningkatan penderita penyakit TKM pada suatu lokasi
yang sama, seperti :
a. meliburkan sekolah (selama 2 kali masa inkubasi terpanjang, + 12 hari);
b. melakukan tindakan perbaikan kualitas sanitasi lingkungan melalui
desinfeksi dan dekontaminasi, baik di lingkungan permukiman maupun
sekolah;
c. melakukan tindakan pengamanan lingkungan guna mencegah kepanikan
masyarakat dan hal-hal yang dapat mengganggu upaya pencegahan dan
penanggulangan terhadap penyakit TKM ini.

5. Selanjutnya kejadian penyakit TKM tersebut di atas oleh instansi kesehatan


dilaporkan kepada Kepala Daerah setempat secara berjenjang dan Direktur
Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen
Kesehatan cq. Subdit Surveilans Epidemiologi pada telp. (021) 42802699,
4287585, 4265974, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Demikian surat edaran ini diisampaikan untuk menjadi perhatian dan bahan
pertimbangan selanjutnya. Atas perhatian dan kerjasama Saudara, diucapkan
terimakasih.

Menteri Kesehatan,

Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Tembusan Yth :
1. Presiden RI
2. Menteri Kesehatan
3. Menteri Dalam Negeri
4. Menteri Pendidikan Nasional
5. Dirjen Bina Yanmed Depkes
6. Dirjen Bina Kesmas Depkes
7. Kepala Badan Litbangkes
8. Inspektur Jenderal Depkes
9. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi seluruh Indonesia
10. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan seluruh Indonesia
11. Kepala BB/BTKLPPM seluruh Indonesia
12. Kepala Rumah Sakit Vertikal seluruh Indonesia
TATA LAKSANA
PENYAKIT TANGAN, KAKI DAN MULUT (PTKM)
DAN UPAYA PENCEGAHAN SERTA PENANGGULANGANNYA

Pengertian :

- PTKM adalah penyakit tangan, kaki dan mulut(Hand Foot Mouth


Disease/HFMD) yang disebabkan oleh Enterovirus, Coxsackie virus atau
Echovirus. Penyakit ini berbeda dengan penyakit kuku dan mulut pada
binatang.
- Pada umumnya menyerang anak usia di bawah 10 tahun dengan masa
inkubasi 3-7 hari dan masa infeksius minggu pertama sejak timbul gejala.

Tanda dan gejala :

- Gejala awal : demam (38-390C), nafsu makan turun dan nyeri


menelan
- Timbul vesikel dan ruam di dalam mulut. Vesikel ditemukan di lidah,
gusi atau mukosa pipi. Vesikel ini mudah pecah dan menjadi ulkus yang
menyebabkan anak tidak mau makan dan ludah meleleh keluar. Ruam dengan
vesikel dapat juga ditemukan pada telapak tangan, kaki dan bokong pada bayi.
- Komplikasi yang timbul akibat Enterovirus 71 adalah gangguan
neurologi berat yaitu meningitis aseptik, ensepalitis maupun kelumpuhan.

Cara Penularan

- Secara kontak langsung dengan cairan tubuh penderita (cairan


hidung, mulut, vesikel) melalui batuk, berbicara dan bersin (droplet),

- Secara oral fecal melalui tangan, mainan,dan alat-alat lain yang tercemar oleh
feses penderita.

Siklus penularan

Enterovirus masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran cerna, berkembang


biak di orofaring dan banyak ditemukan dalam feses penderita. Replikasi
enterovirus dapat terjadi di saluran gastrointestinal atau saluran respiratori.
Setelah fase viremia, infeksi akan mengenai jaringan dan beberapa organ
sehingga meninbulkan gejala yang bervariasi. Penularan virus melalui faecal-oro
route dan dapat pula melalui melalui kontak langsung melalui droplets. Virus
akan diekskresi melalui feses selama beberapa minggu.
Tatalaksana:

Pasien rawat jalan

- Pada umumnya penderita infeksi PTKM bersifat ringan sehingga terapi


yang diperlukan hanya bersifat simptomatis.
- Bila timbul tanda bahaya (gejala neurologi, kejang mioklonik, iritabel,
insomnia, abdomen distensi, muntah berulang, sesak nafas, halusinasi) segera
rujuk ke Rumah Sakit

Pasien rawat inap

- Terapi suportif merupakan hal utama.


- Tidak diperlukan terapi spesifik untuk enterovirus (Anti enteroviral spesifik
tidak ada)
- Untuk mencegah timbulnya komplikasi lakukan deteksi awal adanya
keterlibatan gangguan SSP khususnya batang otak dan monitor denyut
jantung, frekuensi nafas, tekanan darah, saturasi oksigen, keseimbangan
cairan dan fungsi ventrikel kiri.
- Komplikasi yang mungkin terjadi adalah Meningitis aseptik, Ensefalitis,
Paralisis, Dekompensasio kardio-pulmonal dan Kegagalan Ventrikel kiri.
- Bila keadaan memburuk lakukan intubasi endotrakeal karena pasien dapat
mengalami Edema Pulmonal dalam waktu singkat.

Pemeriksaan Laboratorium :

- Isolasi virus dan uji serologi


Dilakukan terutama pada penderita PTKM yang dirawat dengan yang secara
klinis cepat memburuk atau mengalami komplikasi.
- Pemeriksaan uji serologi dilakukan pada fase akut dan konvalesen dengan
jarak pengambilan 14 hari.
- Spesimen yang diambil pada fase akut :
o Feses : virus dapat ditemukan sampai beberapa minggu
o Usap tenggorok : beberapa hari sejak awal penyakit
o Darah dan bahan yang sesuai gejala klinis, seperti cairan vesikel,
Liquour Cerebro Spinal (LCS), apusan mata dan jaringan
- Spesimen serum harus diambil berpasangan (paired)
- Spesimen dikirimkan ke :

Puslitbang Biomedis dan Farmasi (BMF) Badan Litbang Depkes


Jl. Percetakan Negara No.29 Jakarta 10560
Telepon 021-4244375, Fax 021-4245386
Surveilans Epidemiologi

- Tindakan surveilans dilakukan terhadap penderita, kontak erat, dan faktor risiko
potensial. Tindakan surveilans dilengkapi dengan pengambilan sampel untuk
konfirmasi laboratorium.
- Lakukan analisis berdasarkan variabel tempat, waktu, dan orang serta faktor
risiko potensial.
- Hasil analisis disampaikan melalui laporan harian dan mingguan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.

Pencegahan

- Tingkatkan kebersihan pribadi dengan mencuci tangan dengan air dan sabun
sebelum makan, sesudah BAB, membersihkan feses anak dan membuang
ingus
- Tutup mulut dan hidung bila batuk dan bersin kemudian bersihkan hidung dan
mulut dengan tisu.
- Pisahkan alat makan, alat kebersihan pribadi dan pakaian termasuk kaus kaki
& sepatu penderita dengan orang yang sehat.
- Bersihkan alat-alat yang terkontaminasi dengan air,sabun dan bilas dengan
pemutih yang mengandung klorin.
- Observasi ketat kontak serumah.

Pengendalian infeksi di Rumah Sakit :

- Hindari kontak langsung antara pasien PTKM dengan pasien lain


- Disinfeksi peralatan pasien sesuai protokol Rumah Sakit
- General precaution bagi tenaga kesehatan : gunakan APD seperti sarung
tangan, baju khusus serta masker dan cuci tangan segera setelah menangani
penderita,

Daftar Pustaka :

1. Divisi Infeksi & P.Tropik. Departemen Ilmu Kesehatan Anak. FKUI-RSCM,


2008. Pedoman Klinis Enterovirus.
2. WHO,2008, EV 71,www.who.int/csr/don/2008_05_01/en/index.html
3. International Society for Infectious Diseases.2008. Hand Foot Mouth Disease-
Singapore,Brunei.www.isid.org
4. CDC Directorate, 2008, Hand Foot Mouth Disease, Healthy WA
5. NSW Health Department. 2003, Hand Foot Mouth Disease