Anda di halaman 1dari 3

KERANGAKA ACUAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI SEKOLAH

A. Pendahuluan
Masa remaja seusia anak SMP dan SMA merupakan masa remaja memasuki fase
akhir. Dimana pertumbuhan fisik dan psikis dan tanda seksual primer dan sekundernya
telah mencapai puncaknya. Pada masa-masa inilah apabila tidak mendapatkan informasi
serta bimbingan yang benar dlam hal tumbuh kembang dan kesehatan reproduksinya di
khawatirkan dapat terjerumus kedalam penyimpangan prilaku terutama prilaku seksual.
Sikap dan prilaku remaja pada era keterbukaan sekarang ini yang serba mudah
mengakses segala informasi terutama lewat media elektronik, merupakan salah satu
kontribusi yang nyata dalam terjadinya kasus-kasus pelangaran prilaku seksual. Informasi
yang diakses remaja kemungkinan besar diterima begitu saja tanpa filter yang baik, akan
mendorong upaya prilaku diatas.

B. Latar Belakang
Pada usia remaja hormone-hormon reproduksinya terpacu untuk direproduksi
lebih banyak, hormone esterogen dan progesterone pada perempuan dan tertosteron pada
laki-laki. Produksi pada hormone tersebut akan mengakibatkan peerubahan pada remaja
secara biologi. Tumbuh tanda-tanda sekunder pada wanita seperti payudara membesar,
menstruasi, kulit halus serta lebih lembut, ingin diperhatikan sedangkan paad alaki-laki
suara lebih besar, pertumbuhan lebih besar, mimpi basah.
Energi yang besar pada remaja adalah daya tarik dan dorongan seksual yang besar
jika disalurkan secara salah akan mengakibatkan perilaku seksual yang salah. Pendidikan
seks yang salah pada zaman sekarang lebih meningkatkan remaja untuk penyaluran yang
salah.
Dengan latar belakng itulah maka perlu diadakan penyuluhan kesehatan
reproduksi kepada sekolah terutama pada siswa/i SMAN 7 Mendahara Ilir Kabupaten
Tanjung Jabung Timur di wilayah Puskesmas Mendahara yang mana siswa-siswinya
sedang masa peralihan dari anak menjadi remaja.
C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus
a. Tujuan Umum
Remaja mempunyai perilaku seksual yang sehat dan mampu menjaga kesehatan
reproduksinya.
b. Tujuan Khusus
 Remaja mengerti tentang kesehatan reproduksi
 Remaja mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada remaja secara
wajar.
 Remaja mengetahui perilaku seksual yang salah dan mengetahui akibatnya.

D. Kegiatan Pokok

Melaksanakan penyuluhan kesehatan reproduksi disekolah.

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


a. Menentukan jadwal penyuluhan disekolah
b. Memberitahukan kepada kepala sekolah akan dilakukan penyuluhan sesuai dengan
jadwal.
c. Memberikan materi tentang kesehatan reproduksi dan mengadakan tanya jawab
setelah materi disampaikan.
d. Melaporkan hasil kegiatan.

F. Sasaran

Siswa-siswi SMAN 7 Mendahara Ilir Kabupaten Tanjung Jabung Timur kelas X.

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No Nama Sekolah Jadwal Pelaksanaan
1. SMAN 7 Mendahara Ilir Kabupaten 19 Februari 2018
Tanjung Jabung Timur
H. Evaluasi
1. Waktu
a. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan sesuai dengan jadwal
2. Pelaksanaan
Dilaksanakan oleh penangung jawab progam bekerja sama dengan lintas program
dan lintas sektoral.
3. Dokumen laporan berisikan laporan hasil kegiatan

I. Pencatatan dan Pelaporan


Dokumen laporan kegiatan penyuluhan berisi materi penyuluhan, absen peserta
penyuluhan, foto-foto kegiatan penyuluhan.

Kepala Puskesmas Mendahara Pemegang Program KB

Arlandi Kasman A. Amk

Nip. 198110082006041010 Nip.