Anda di halaman 1dari 4

BAB VI

Nah pada bab kali ini kita akan membahas mengenai senam lantai. Kita akan
membahas mengenai sejarah senam lantai, pengertian senam lantai dan gerakan-gerakan
dalam senam lantai.
A. Sejarah senam lantai
Senam lantai merupakan terjemahan dari bahasa inggris gymnastic yang berasal dari
bahasa Yunani Gymnos yang artinya telanjang. Bangsa Indonesia mengenal olahraga senam
sejak tahu 1963 ketika berlangsung olahrag Ganefo (Games Of The New Emerging Forces) 1
di Jakarta. Perkembangan senam di Indonesia cukup pesat, itu ditandai dengan
terbentuknya PERSANI yaitu singkatan dari Persatuan Senam Indonesia.
B. Pengertian senam lantai
Senam lantai adalah bentuk latihan tubuh yang diatur sedemikian rupa sehingga
menjadi satu kesatuan gerak yang beraturan dan berkesinambungan. Senam lantai juga
dapat bisa diartikan sebagai latihan senam yang dilakukan di matras, unsur-unsur
gerakannya terdiri dari mengguling, melompat dan meloncat.
C. Gerakan-Gerakan dalam senam lantai
Gerakan dalam senam lantai bermacam-macam, berikut ini beberapa contoh
gerakan-gerakan dalam senam lantai.
1. Roll depan
Roll depan adalah suatu gerakan berguling ke depan dengan perkenaan bagian
belakang badan, seperti tengkuk, punggung, pinggang dan panggul bagian belakang.
Cara melakukan gerakan roll depan adalah sebagai berikut.
 Sikap permulaan jongkok, kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
 Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh
dada.
 Berguing ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlbih dahulu pada matras dan
kedua kaki dilipat rapat pada dada.
 Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan beusaha
bangun.
 Kembali ke posisi jongkok.
2. Roll belakang
Roll belakang adalah menggulingkan badan ke belakang, dimana posisi badan tetap
harus berbentuk bulat, yaitu kaki dilipat, lutut tetap melekat di dada, kepala ditundukkan
sampai dagu melekat di dada.
Cara melakukan gerakan roll belakang adalah sebagai berikut.
 Posisi awal jongkok, kedua kaki rapat da tumit diangkat.
 Kepala menunduk dan dagu rapat ke dada.
 Kedua tangan berada di samping telinga dan telapak tangan meghadap ke atas.
 Kemudian jatuhkan pantat ke belakang badan tetap bulat.
 Pada saat punggung menyentuh matras, kedua lutut cepat ditarik ke beakang kepala.
 Pada saat kedua ujung kaki menyentuh matras di belakang kepala, kedua telapak
tangan menekan matras hingga tangan lurus dan kepala terangkat.
 Ambil sikap jongkok lalu berdiri.

3. Lompat Kangkang
Lompat Kangkang adalah gerakan melompati suatu alat dengan cara bertumpu pada
alat tersebut. Dalam melakukan gerakan ini dapat dilakukan dengan peti lompat atau pada
teman yang membungkuk.
Cara melakukan gerakan lompat kangkang adalah sebagai berikut.
 Berdiri tegak menghadap peti lompat atau teman yang membungkuk.
 Lakukan lompatan ke arah peti lompat atau teman yang membungkuk dengan
menggunakan kaki sebagai tolakan sampai kedua tangan menyentuh bagain atas peti
lompat atau punggung teman.
 Pada saat tangan menyentuh bagian atas peti lompat atau punggung teman yang
membungkuk, buka kedua kaki selebar mungkin ke samping.
 Turun kembali ke posisi awal melompat.
4. Lompat Jongkok
Lompat jongkok adalah jenis lompatan yang dilakukan menggunakan peti lompat
dengan posisi badan jongkok pada saat melewati peti lompat.
Cara melakukan gerakan lompat jongkok adalah sebagai berikut.
 Berdiri tegak menghadap peti lompat.
 Lakukan lompatan ke arah peti lompat dengan menggunakan kaki sebagai tolakan
dan mendarat dengan kedua kaki di atas peti bersamaan kedua tangan lurus.
 Turun kembali ke posisi awal melompat.

4. Kayang
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik
dengan meregang dan mengangkat peut dan panggul.
Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut.
 Sikap permulaan berdiri, kedua tangan menumpu pada pinggul.
 Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
 Kedua tangan diputar kebelakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
 Posisi badan melengkung bagai busur.
5. Meroda
Meroda adalah gerakan ke samping dengan bertumpu atas kedua tangan dan kaki
terbuka lebar. Meroda dapat dilakukan dengan gerakan ke kiri dan ke kanan.
Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut.
 Sikap permulaan berdiri tegak menyamping, kedua tangan lurus ke atas serong ke
samping (menyerupai huruf V) dan pandangan ke depan.
 Jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan ke samping kiri, kemudian
kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan meletakkan telapak tangan kanan
di samping tangan kiri.
 Saat kaki kanan diayunkan maka kaki kiri ditolak pada lantai sehingga kedua kaki
terbuka dan serong k samping.
 Kemudian letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan kiri terangkat
disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
 Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.

D. Manfaat senam lantai


Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan sebagai
berikut.
1. membentuk dan mengembangakn otot tubuh.
2. mengembangkan kualitas fisik.
3. membentuk keindahan tubuh.
4. Memelihara kebugaran jasmani.