Anda di halaman 1dari 10

blogspot.

com

Baru saja dioptimalkan

Lihat yang asli

RABU, 09 MEI 2012

PENDEKATAN PROSES KETERAMPILAN DAN EVALUASI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

A.Pendekatan Keterampilan Proses

Pendekatan pengajaran adalah jalan atau arah yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam mencapai
tujuan pengajaran, dilihat dari sudut bagaimana materi itu disusun dan disajikan.” Proses mengajar
merupakan peristiwa yang menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta didik untuk terlibat aktif
dalam kegiatan belajar. Proses belajar itu sendiri menyangkut perubahan aspek-aspek tingkah laku,
seperti pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Pendekatan Ketrampilan Proses dapat diartikan sebagai
wawasan atau panutan pengembangan ketrampilan-ketrampilan intelektual, sosial, dan fisik yang
bersumber dari kemampuan-kemampuan mendasar yang pada prinsipnya telah ada pada diri siswa.

Beberapa alasan yang melandasi perlunya penerapan Pendekatan Ketrampilan Proses dalam kegiatan
belajar mengajar sehari-hari antara lain:

©Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat sehingga tak mungkin lagi para guru
mengajarkan semua fakta dan konsep kepada siswa.

©Para ahli psikologi umumnya sependapat bahwa anak-anak mudah memahami konsep-konsep yang
rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh yang kongkret, contoh-contoh yang wajar sesuai
dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep
melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik, melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata.

©Penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak seratus persen, penemuannya bersifat relatif.

©Dalam proses belajar mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari
pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik.

Berdasarkan keempat alasan inilah perlu dicari cara belajar mengajar sebaik-baiknya. Beberapa
kelebihan pendekatan ketrampilan proses yaitu:
dPendekatan ketrampilan proses memberikan peserta didik pengertian yang tepat tentang hakikat ilmu
pengetahuan.Mereka lebih langsung mengalami rangsangan ilmu pengetahuan dalam kegiatan
belajarnya dan lebih mengerti fakta serta konsep ilmu pengetahuan.

dProses pengajaran yang berlangsung memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja dengan
ilmu pengetahuan, bukan sekedar mendengar cerita atau penjelasan guru mengenai suatu ilmu
pengetahuan.

dPendekatan ketrampilan proses mengantarkan peserta didik untuk belajar ilmu pengetahuan baik
sebagai proses ataupun sebagai produk ilmu pengetahuan sekaligus. Terdapat dua jenis ketrampilan-
ketrampilan proses yaitu:

1) Ketrampilan-ketrampilan dasar (basic skills) yang meliputi mengobservasi, mengklasifikasi,


memprediksi, mengukur, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan

2) Ketrampilan-ketrampilan terintegrasi yang mencakup mengidentifikasi variabel, membuat tabulasi


data, menyajikan data dalam bentuk grafik, menggambarkan keterhubungan antar variabel,
mengumpulkan dan mengolah data, menganalisa penelitian, menyusu hipotesis, mengidentifikasikan
variabel secara operasional, merancang penelitian, dan melaksanakan eksperimen.

Namun secara umum, beberapa keterampilan proses yang penting untuk diketahui antara lain :

1) Mengamati

Mengamati merupakan ketrampilan yang paling dasar yang harus dikembangkan.Kegiatan mengamati
dunia sekitar mengenai berbagai objek dan fenomena alam baik yang dilakukan secara kualitatif dan
kuantitatif akan menghasilkan suatu data dan informasi yang selanjutnya dapat mendorong peserta didik
untuk melakukan kegiatan-kegiatan belajar seperti mempertanyakan kembali, memikirkannya,
menafsirkan, menguraikan dan meneliti lebih lanjut.

2) Mengklasifikasikan

Ketrampilan ini merupakan memilih atau menggolongkan berbagai objek, peristiwa dan segala sesuatu
hal yang terjadi di sekitar kehidupan peserta didik.Hasil dari suatu pengamatan biasanya
memperlihatkan adanya perbedaan-perbedaan atau kesamaan-kesamaan ,hubungan-hubungan,
kesesuaian atas dasar tujuan atau menurut fungsinya,dsb.

3) Mengkomunikasikan

Ketrampilan ini merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk dimiliki peserta didik karena
fungsinya yang vital bagi segala urusan yang kita lakukan dalam kehidupan ini.Peserta didik harus dilatih
untuk dapat berkomunikasi secara efektif. Proses pengajaran amatlah terbuka bagi pelatihan ketrampilan
mengkomunikasikan, misalnya kebiasaan untuk mau bertanya dalam kegiatan belajar, berani
berpendapat, mengekspresikan ide atau perasaan, memahami pembicaraan orang lain, mendapatkan
fakta atau informasi, mendemonstrasikan suatu temuan ilmu pengetahuan, menuliskan suatu laporan,
berdiskusi, membaca peta, dsb.

4) Mengukur

Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk dasar membandingkan, mengklasifikasikan,


mengkomunikasikan, memprediksi, menyimpulkan , dsb.

5) Memprediksi

Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk melakukan antisipasi atau membuat suatu ramalan
tentang berbagai hal yang terjadi dimasa yang akan datang. Peserta didik dituntut untuk melakukan
perkiraan berdasarkan konsep-konsep keilmuan yang dimilikinya, kecenderungan yang terjadi
disekitarnya, keterhubungan fungsional antar fakta yang diperolehnya,dsb.

6) Menyimpulkan

Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk menyatakan hasil pertimbangan atau penilaian atas
kondisi suatu objek atau segala peristiwa yang terjadi. Pertimbangan atau penilaian ini dilakukan atas
dasar fakta, konsep dan prinsip-prinsip pengetahuan yang diketahui. Ketrampilan ini berkaitan erat
dengan ketrampilan mengamati, mengumpulkan informasi, menganalisis atau mengolahnya, dan
selanjutnya ketrampilan menyimpulkannya.

7) Merancang Penelitian

Perancangan suatu penelitian yang dilakukan secara cermat dan penuh kesungguhan akan menghasilkan
sesuatu yang berguna dan bermakna bagi kehidupan ini. Hasil-hasil penelitian ini sangat berkaitan
dengan rekonstruksi ilmu pengetahuan yang telah ada, sekaligus menjadi dasar bagi kehidupan umat
manusia.

8) Bereksperimen

Bereksperimen bagi peserta didik, berarti mereka terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan yang
bersifat ilmiah dan kegiatan-kegiatan pemecahan masalah. Ketrampilan bereksperimen merupakan salah
satu ketrampilan terintegrasi, artinya membutuhkan ketrampilan-ketrampilan lain dalam
pelaksanaannya.

B.Evaluasi Belajar dan Pembelajaran.

Dalam proses pembelajaran, evaluasi menempati kedudukan yang penting dan merupakan bagian utuh
dari proses dan tahapan kegiatan pembelajaran. Dengan melakukan evaluasi, guru dapat mengukur
tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya, pada tiap kali pertemuan, setiap
caturwulan, setiap semester, setiap tahun , bahkan selama berada pada satuan pendidikan tertentu.
Dengan demikian setiap kali membahas proses pembelajaran, maka berarti kita juga membahas tentang
evaluasi, karena evaluasi inklusif di dalam proses pembelajaran.
Mengacu pada asumsi bahwa pembelajaran merupakan sistem yang terdiri atas beberapa unsur, yaitu
masukan, proses dan keluaran/hasil; maka terdapat evaluasi sesuai dengan sasaran evaluasi
pembelajaran, yaitu evaluasi masukan, proses dan keluaran/hasil pembelajaran. Evaluasi masukan
pembelajaran menekankan pada evaluasi karakteristik peserta didik, kelengkapan dan keadaan sarana
dan prasarana pembelajaran, karakteristik dan kesiapan dosen, kurikulum dan materi pembelajaran,
strategi pembelajaran yang sesuai dengan mata kuliah, serta keadaan lingkungan dimana pembelajaran
berlangsung.

Evaluasi proses pembelajaran menekankan pada evalusi pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan
oleh pembelajar meliputi keefektifan strategi pembelajaran yang dilaksanakan, keefektifan media
pembelajaran, cara mengajar yang dilaksanakan, dan minat, sikap serta cara belajar mahasiswa. Evaluasi
hasil pembelajaran atau evaluasi hasil belajar antara lain mengguakan tes untuk melakukan pengukuran
hasil belajar sebagai prestasi belajar, dalam hal ini adalah penguasaan kompetensi oleh setiap
mahasiswa. Terkait dengan ketiga jenis evaluasi pembelajaran tersebut, dalam praktek pembelajaran
secara umum pelaksanaan evaluasi pembelajaran menekankan pada evaluasi proses pembelajaran atau
evaluasi manajerial, dan evaluasi hasil belajar atau evaluasi substansial. Hal ini didasarkan pada
pemikiran bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kedua jenis evaluasi tersebut merupakan komponen
sistem pembelajaran yang sangat penting. Evaluasi kedua jenis komponen yangdapat dipergunakan
untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pelaksanaan dan hasil pembelajaran. Selanjutnya masukan
tersebut pada gilirannya dipergunakan sebagai bahan dan dasar memperbaiki kualitas proses
pembelajaran menuju ke perbaikan kualitas hasil pembelajaran.

Jika membahas tentang evaluasi, kita akan menemukan beberapa pandangan tentang evaluasi, baik
berkenaan dengan konsep, prinsip maupun tujuannya. Diantaranya juga terdapat beberapa aktivitas atau
istilah yang berkaitan dengan evaluasi, seperti pengukuran, dan testing.

Wiersma dan Jurs berpendapat bahwa evaluasi adalah suatu proses yang mencakup pengukuran dan
juga testing, yang juga berisi pengambilan keputusan tentang nilai. Pendapat ini sejalan dengan
pendapat Arikunto yang menyatakan bahwa evaluasi merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Kedua
pendapat tersebut menyatakan bahwa evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada pengukuran
dan testing.

C.Fungsidan Tujuan Evaluasi

©Fungsi Evaluasi

1.Fungsi evaluasi dapat dilihat berdasarkan jenis evaluasi itu

sendiri, yaitu :

Øformatif, yaitu memberikan feed back bagi guru/instruktur sebagai dasar untuk memperbaiki proses
pembelajaran dan mengadakan program remedial bagi peserta didik yang belum menguasai sepenuhnya
materi yang dipelajari,
Øsumatif, yaitu mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran, menentukan
angka (nilai) sebagai bahan keputusan kenaikan kelas dan laporan perkembangan belajar, serta dapat
meningkatkan motivasi belajar,

Ødiagnostik, yaitu dapat mengetahui latar belakang peserta didik (psikologis, fisik, dan lingkungan) yang
mengalami kesulitan belajar,

Øseleksi dan penempatan, yaitu hasil evaluasi dapat dijadikan dasar untuk menyeleksi dan
menempatkan peserta didik sesuai dengan minat dan kemampuannya.

2.Tujuan Evaluasi

Secara umum tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran
yang telah dilaksanakan. Secara khusus, tujuan

evaluasi adalah untuk :

ÑMengetahui tingkat penguasaan peserta didik

terhadap kompetensi yang telah ditetapkan,

ÑMengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar, sehingga dapat
dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching

ÑMengetahui efisiensi dan efektifitas strategi

pembelajaran yang digunakan guru, baik yang menyangkut metode, media

maupun sumber-sumber belajar.

Sedangkan menurut Depdiknas (2003 : 6)

Mengemukakan tujuan evaluasi pembelajaran adalah :

ØMelihat produktivitas dan efektivitas kegiatan belajar-mengajar,

ØMemperbaiki dan menyempurnakan kegiatan guru,

ØMemperbaiki, menyempurnakan dan mengembangkan program belajar-mengajar,

ØMengetahui kesulitan-kesulitan apa yang dihadapi oleh siswa selama kegiatan belajar dan mencarikan
jalan keluarnya, dan

ØMenempatkan siswa dalam situasi belajar-mengajar yang tepat sesuai

dengan kemampuannya.

D.Sasaran Evaluasi Pembelajaran


Adapun sasaran evaluasi di sini mencakup beberapa sasaran evaluasi pembelajaran, diantaranya:

a.Kemampuan

Jika sebuah institusi menginginkan out put yang berguna bagi nusa dan bangsa maka haruslah
memperhatikan atau memilah-milah kemampuan dari beberapa calon murid. Adapun tes yang di
gunakan adalah tes kemampuan.

b.Kepribadian

Kepribadian adalah sesuatau yang terdapat pada diri manusia serta tampak bentuknya dalam tingkah
laku, sehingga seorang pendidik akan mengetahui satu-persatu calon peserta didiknya. Adapun alat yang
di pakai adalah tes kepribadian.

c.Sikap

Sikap adalah bagian dari tingkah laku manusia yang menggambarkan kepribadian seseorang, akan tetapi
karena sikap ini sangat menonjol dalam pergaulan maka banyak orang yang ingin tahu lebih dalam
informasi khusus terkait dengannya.

d.Intelegensi

Dalam hal ini para ahli seperti binet dan simon menciptakan tes buatan yang di kenal dengan tes binet-
simon yang dapat mengetahui IQ seseorang, karena IQ bukanlah intelegensi.

E.Prosedur Evaluasi Belajar

Sekalipun tidak selalu sama, namun pada umumnya para pakar dalam bidang evaluasi pendidikan
merinci kegiatan evaluasi ke dalam enam langkah pokok.

1. Menyusun rencana evaluasi hasil belajar

Sebelum evaluasi hasil belajar dilaksanakan, harus disusun lebih dahulu perencanaannya secara baik dan
matang. Perencanaan hasil belajar itu umumnya mencakup enam jenis kegiatan, yaitu:

ÜMerumuskan tujuan dilaksanakannya evaluasi Perumusan tujuan evaluasi hasil belajar itu penting
sekali, sebab tanpa tujuan yang jelas maka evaluasi hasil belajar akan berjalan tanpa arah dan pada
gilirannya dapat mengakibatkan evaluasi menjadi kehilangan arti dan fungsinya.

ÜMenetapkna aspek-aspek yang hendak dievaluasi. Misalnya apakah aspek kognitif, aspek afektif
ataukah aspek psikomotorik.

ÜMemilih dan menentukan teknik yang akan dipergunakan di dalam melaksanakan evaluasi, misalnya
apakah evaluasi itu akan dilaksanakan dengan menggunakan teknik tes ataukah teknik nontes. Jika teknik
yang akan dipergunakan itu adalah teknik nontes, apakah pelaksanaannya dengan menggunakan
pengamatan (observasi), melakukan wawancara (interview), menyebarkan angket (questionnaire)?
ÜMenyusun alat-alat pengukur yang akan dipergunakan dalam pengukuran dan penialain hasil belajar
peserta didik, seperti butir-butir soal tes hasil belajar (pada evaluasi hasil belajar yang menggunakan
teknik tes). Daftar check (check list), rating scale, panduan wawancara (interview guide) atau daftar
angket (questionnaire), untuk evaluasi hasil belajar yang menggunakan teknik nontes.

ÜMenentukan tolak ukur, norma atau kriteria yang akan dijadikan pegangan atau patokan untuk
memberikan interpretasi terhadap data hasil evaluasi. Misalnya apakah yang akan dipergunakan
Penilaian Beracuan Patokan (PAP) ataukah akan dipergunakan Penilaian beracuan kelompok atau Norma
(PAN).

ÜMenentukan frekuensi dari kegiatan evaluasi hasil belajar itu sendiri (kapan dan seberapa kali evaluasi
hasil belajar itu akan dilaksanakan).

2. Menghimpun data

Dalam evaluasi hasil belajar, wujud nyata dari kegiatan menghimpun data adalah melaksanakan
pengukuran, misalnya dengan menyelenggarakan tes hasil belajar (apabila evaluasi hasil belajar itu
menggunakan teknik tes), atau melakukan pengamatan, wawancara atau angket dengan menggunakan
instrumen-instrumen tertentu berupa rating scale, check list, interview guide atau questionnaire (apabila
evaluasi hasil belajar itu menggunakan teknik nontes)

3. Melakukan verifikasi data

Data yang telah berhasil dihimpun harus disaring lebih dahulu sebelum diolah lebih lanjut. Proses
penyaringan itu dikenal dengan istilah penelitian data atau verifikasi data. Verifikasi data dimaksudkan
untuk dapat memisahkan data yang “baik” (yaitu data yang dapat memperjelas gambaran yang akan
diperoleh mengenai diri individu atau sekelompok individu yang sedang dievaluasi) dari data yang
“kurang baik” (yaitu data yang akan mengaburkan gambaran yang akan diperoleh apabila data itu ikut
serta diolah).

4. Mengolah dan menganalisis data

Mengolah dan menganilisis hasil evaluasi dilakukan dengan maksud untuk memberikan makna terhadap
data yang telah berhasil dihimpun dalam kegiatan evaluasi. Untuk keperluan itu maka data hasil evaluasi
perlu disusun dan diatur demikian rupa sehingga “dapat berbicara”. Dalam mengolah dan menganalisis
data hasil evaluasi itu dapat dipergunakan teknik statistik.

5. Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan

Penafsiran atau interpretasi terhadap data hasil evaluasi belajar pada hakikatnya adalah merupakan
verbalisasi dari makna yang terkandung dalam data yang telah mengalami pengolahan dan
penganalisisan itu. Atas dasar interpretasi terhadap data hasil evaluasi itu pada akhirnya dapat
dikemukakan kesimpulan-kesimpulan tertentu. Kesimpulan-kesimpulan hasil evaluasi itu sudah barang
tertentu mengacu kepada tujuan dilakukannya evaluasi itu sendiri.

6. Tindak lanjut hasil evaluasi

Bertitik tolak dari data hasil evaluasi yang telah disusun, diatur, diolah, dianalisis dan disimpulkan
sehingga dapat diketahui apa makna yang terkandung di dalamnya maka pada akhirnya evaluator akan
dapat mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan-kebijakan yang dipandang perlu sebagai tindak
lanjut dari kegiatan evaluasi tersebut.

Dalam buku berjudul, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Karya Muhammad Ali, juga dijelaskan
mengenai langkah-langkah evaluasi, yakni :

vTahapan persiapan,

Pada tahapan ini bahan-bahan yang diperlukan untuk menyusun alat evaluasi dihimpun, bahan-bahan
tersebut meliputi :

ÜTujuan Pengajaran.

Yakni bentuk perilaku yang akan dievaluasi. Bila evaluasi dilakukan secara formatif tujuan pengajaran di
samping untuk kepentingan evaluasi, juga dalam rangka pengembangan sistem pengajaran (system
instructional). Bila evaluasi dilakukan sebagai evaluasi sumatif atau untuk kepentingan diagnostik
maupun penempatan, maka perumusan tujuan disesuaikan dengan maksud tertentu. Dalam perumusan
tujuan perlu diperhatikan aspek yang akan diukur berdasarkan klasifikasi taxonomi pendidikan.

ÜMenentukan ruang lingkup dan urutan bahan berpedoman pada kisi-kisi yang dibuat.

Dalam hal ini perlu diperhatikan pula penggunaan sumber bahan yang representatif, sehingga dalam
mengambil sample bahan yang akan dievaluasikan betul-betul mencerminkan tentang berbagai aspek
yang akan diukur. Hal ini terutama sekali berlaku bila bukan evaluasi formatif yang akan dilaksanakan.

ÜMenuliskan butir-butir soal dengan bentuk sebagaimana direncanakan dan dibuat dalam kisi-kisi

ÜBila evaluasi dilaksanakan selain untuk kepentingan evaluasi formatif, soal yang dibuat perlu diuji coba
terlebih dahulu sebelum diperbanyak sesuai dengan kebutuhan.

vTahapan pelaksanaan.

Melaksanakan evaluasi harus disesuaikan dengan maksud tertentu. Evaluasi formatif dilaksanakan setiap
kali dilakukan pengajaran terhadap satu unit pelajaran tertentu. Evaluasi sumatif dilakukan pada akhir
program, apakah semester atau kelas terakhir (Evaluasi Belajar Tahap Akhir termasuk pula evaluasi
sumatif). Evaluasi diagnostik dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.

vTahap pemeriksaan,
Penentuan dan pengolahan angka atau skor. Dalam memeriksa pekerjaan hasil evaluasi seharusnya
digunakan kunci jawaban, baik untuk evaluasi dengan test essay atau pun tugas obyektif. Hal ini
disamping untuk mempermudah pemeriksaan juga untuk menghindari unsur subyektif dalam
memberikan angka.

Angka yang diperoleh dari hasil pemeriksaan masih dalam bentuk angka mentah. Agar kita memperoleh
angka masak (angka terjabar) perlu dilakukan pengolahan dengan menggunakan aturan-aturan tertentu.
Untuk menghasilkan angka terjabar ini dasar penentuan angka disesuaikan dengan acuan yang
digunakan, apakah aduan petokan ataukah acuan norma.

F.Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembalajaran

a.Evaluasi pembelajaran memilki berbagai tujuan diantaranya adalah untuk :

1.Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar pada siswa. Berfungsi sebagai :

a. Laporan kepada orang tua / wali siswa.

b. Penentuan kenaikan kelas

c. Penentuan kelulusan siswa.

2.Penempatan siswa ke dalam situasi belajar mengajar yang tepat dan serasi dengan tingkat
kemampuan, minat dan berbagai karakteristik yang dimiliki.

3.Mengenal latar belakang siswa (psikologis, fisik dan lingkungan) yang berguna baik bagi penempatan
maupun penentuan sebab-sebab kesulitan belajar para siswa, yakni berfungsi sebagai masukan bagi
tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP).

4.Sebagai umpan balik bagi guru, yang pada gilirannya dapat digunakan untuk memperbaiki proses
belajar mengajar dan program remidial bagi siswa.

b.Evaluasi pembelajaran memilki berbagai fungsi diantaranya adalah untuk :

ÑKurikuler (alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran),

Ñinstruksional (alat ukur ketercapaian tujuan proses belajar mengajar),

Ñdiagnostik (mengetahui kelemahan siswa, penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar
siswa).,

Ñplacement (penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya, serta kemampuannya)

Ñadministratif BP (pendataan berbagai permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan
penyuluhanya).

AGUS ANDIKA di 00.40


Berbagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Beranda

Lihat versi web

MENGENAI SAYA

Foto saya

AGUS ANDIKA

nama saya agus andika ,, saya mulai menjejaki pendidikan pertama di SDN 6 Kebun Ayu.. setelah itu saya
melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Nurul Karim Kebun Ayu,,, setelah tamat di MTs Nurul Karim NW
kebun ayu saya melanjutkan ke MA Dasan Tapen ,, di sana saya mengenal pahit manis nya kehidupan
bersama Teman Teman ku ,, 2 tahun saya mondok,, nama teman saya , yang saya nggak akan saya
lupakan : ramli ahmad, budiman harianto, muh. kamil , munahir, m. sapoan,,,,di sanalah saya mengenal
komputer, setelah tamat di sana, saya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, di IKIP Mataram ,, sampai Saat
ini ,,,

Lihat profil lengkapku

Diberdayakan oleh Blogger.