Anda di halaman 1dari 12

TUGAS PROSES MANUFAKTUR

Makalah Mesin Bubut

Disusun Oleh
Nama : Fauzan Aditya Wahyudi
Jurusan : Teknik Industri
Nim : 2016450017

Universitas Muhammadiyah Jakarta


Jakarta
2017
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah mesin bubut ini.

Makalah ini dibuat untuk memahami lebih lanjut apa itu mesin bubut. Dan
harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, Saya yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini agar menjadi lebih baik lagi.

Jakarta, 22 Mei 2017

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Mesin Bubut adalah suatu Mesin perkakas yang digunakan untuk


memotong benda yang diputar. Bubut sendiri merupakan suatu proses
pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar
benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi
sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja
disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak
umpan. Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan
kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan
ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan menukar
roda gigi translasi yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan Latar Belakang yang didapatkan maka didapatkan rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Apa itu mesin bubut?
2. Apa fungsi dan bagian-bagian utama dari mesin bubut?
3. Jenis pahat apa saja yang digunakan pada mesin bubut beserta fungsi
dari setiap pahat tersebut?
4. Apa saja yang dibutuhkan untuk meminimalisir kecelakaan pada
mesin bubut?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu tugas
dari mata kuliah Proses Manufaktur dan untuk mempelajari tentang mesin
bubut dan mengetahui prinsip kerja serta penerapannya dalam kehidupan
sehari-hari.
BAB II
ISI

2.1 PENGERTIAN MESIN BUBUT


Mesin bubut merupakan salah satu jenis mesin perkakas.
Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal dengan proses bubut
adalah proses penghilangan bagian dari benda kerja untuk memperoleh
bentuk tertentu. Di sini benda kerja akan d i p u t a r ( r o t a s i ) d e n g a n
kecepatan tertentu bersamaan dengan dilakukannya
p r o s e s pemakanan oleh pahat yang digerakkan secara translasi sejajar
dengan sumbu putar d a r i b e n d a k e r j a . g e r a k a n p u t a r d a r i b e n d a
k e r j a d i s e b u t g e r a k p o t o n g r e l a t i f d a n gerakkan translasi dari
pahat disebut gerak umpan “feeding".

Gambar diatas merupakan gerakan utama mesin bubut.

2.2 FUNGSI DAN BAGIAN UTAMA PADAMESIN BUBUT


Fungsi utama mesin bubut konvensional adalah untuk membuat atau
memproduksi benda‐benda berpenampang silindris, misalnya poros lurus, poros
bertingkat (step shaft), poros tirus (cone shaft), poros beralur (groove shaft), poros
berulir (screw thread) dan berbagai bentuk bidang permukaan silindris lainnya
misalnya anak buah catur (raja, ratu, pion dll).
 Kepala tetap (HeadStock)

Adalah bagian mesin yang letaknya disebelah kiri mesin,bagian inilah yang

memutarkan benda kerja. Didalamnya terdapat kumparan satu seri roda gigi serta

roda tingkat atau tunggal. Roda tingkat terdiri atas tiga atau empat buah keping

dengan garis tengah yang berbeda,roda tingkat diputar oleh suatu motor yang

letaknya dibawah atau disamping roda tersebut melalui suatu ban.

 Kepala Lepas (Tailstock)

Adalah bagian dari mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin

dan dipasang diatas mesin berfungsi

1) Sebagai tempat pemicu ujung benda kerja yang dibubut

2) Sebagai tempat kedudukan bor pada waktu mengebor

3) Sebagai Tempat kedudukan penjepit bor


Kepala lepas dapat bergeser di sepanjang alas mesin.kepala lepas terdiri atas

dua bagian : yaitu alas dan ban,kedua bagian itu di ikat dengan 2 atau 3 baut.ikat

dan dapat digerakkan dipenggeser itu di perlukan apabila.

1) Kedudukan kedua senter tersebut tidak sepusat

2) Kedudukan kedua senter tidak harus sepusat misalnya untuk menghasilkan

pembubutan yang tirus.

 Alat(Ways)

Fungsi utama alas mesin bubut ada 3 yaitu

1) Tempat kedudukan kepala lepas

2) Tempat kedudukan eretan (cariage/support)

3) Tempat kedudukan penyangga diam(stendy prest)

Alas yang terbentuk memanjang merupakan tempat tumpuan gaya-gaya

pemakanan pahat saat membubut.

 Eretan (cariage/support)

Eretan terdiri dari atas alas,eretan lintang,dan eretan atas.eretan alas adalah

eretan yang kedudukannya pada alas mesin.Gerakan eretan itu melalui roda yang

dihubungkan roda batang gigi panjang yang dipasang dibawah alas melalui

penghantar.

a) Eretan Lintang

Letaknya Diatas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas .fungsi

eretan lintang adalah untuk memberikan tempat pemakanan pahat saat membubut

bagian ujung pahat dengan putaran tiap pembagian ukurannya mengatur

pemakanan pada bubut.


b) Eretan Atas

Letak eretan atas berada diatas eretan lintang dan di ikat oleh baut dengan mur

ikat.fungsi eretan atas mesin bubut adalah memegang eretan perkakas bubut dan

memberi gerakan yang diperlukan.

 Chuck :

Berfungsi sebagai tempat untuk memegang benda kerja.

2.3 Jenis pahat

Pahat bubut adalah penyayat yang digunakan pada mesin bubut. benda kerja
bergerak berputar, disayat dengan pahat yang dapat digerakkan kekiri, kekanan,atau
kedepan sesuai dengan gerakkan penyayatan yang diperlukan.

1. Bahan Pahat Bubut


Bahan pahat bubut harus mempunyai sifat-sifat,yaitu:
· Tahan panas agar ketajaman sisi potong tidak mudah aus pada suhu tinggi akibat
gesekan
· Ulet sisi potong tidak mudah patah
· Keras agar dapat menyayat benda kerja
· Ekonomis sehingga dalam perawatan mudah dan pangadaannya murah
Bahan yang memenuhi persyaratan untuk membuat pahat bubut, yaitu:
· Baja karbon tinggi: baja yang mempunyai kandungan karbon 0,5 % sampai 1.5
%. Pahat ini digunakan untuk membubut bahan benda kerja yang lunak.
· Baja kecepatan tinggi: baja yang mengandung karbon, kromium,vanadium dan
molydenum
· Paduan cor bukan besi: bahan yang mengandung wolfram 12-15 %, cobalt 40-
50 %, chrome 15- 35 % ditambah karbon 1-4 %.
· Carbide: pahat bubut carbide mengandung wolfram-carbide dan cobalt dengan
persentase berkisar 94 % wolfram-carbide dn 6 % cobalt. Pahat ini cocok untuk
membubut besi cor.
· Intan: Biasa digunakan untuk finishing pada mesin-mesin khusus. Tahan sampai
suhu 900oC.
· Ceramic: bahan ini dicampur dengan srbuk aluminium-oksida , titanium,
magnesium, dan chrome dengan pengikat keramik. Bahan ini mempunyai kekuatan
tekanan tinggi tetapi agak rapuh.

2. Bentuk pahat bubut dan fungsinya:


Ø Pahat ISO 1(Staight Shank Tool)
Biasa digunakan pada proses roughing memanjang
Ø Pahat ISO 2(Bent shank tool)
Untuk proses roughing memanjang dan juga bias untuk membuka muka(fancing)
dan membuat Chamfer
Ø Pahat ISO 3(Offset corner cutting tool)
Untuk proses finishing memanjang dan facing dari arah dalam menuju luar
Ø Pahat ISO 4(Board edge tool)
Untuk memebuat undercut yang lebar dan juga untuk finshing memanjang dengan
kedalaman pemakanan yang kecil
Ø Pahat ISO 5(Offset face turning tool)
Untuk proses facing dari arah luar menuju kedalam
Ø Pahat ISO 6(Offset side cutting turning tool)
Untuk proses finishing memanjang dan proses facing tetapi pahat harus miring
sedikit untuk facing kearah luar
Ø Pahat ISO 7(parting tool)
Untuk membuat undercut,memotong ataupun untuk finshing memanjang
Ø Pahat ISO 8(Boring tool)
Untuk boring dengan lubang tembus
Ø Pahat ISO 9(Corner boring tool)
Digunakan untuk proses boring, dengan lubang tidak tembus

3. Bentuk Mata Pahat Bubut


Bentuk –bentuk mata bubut harus disesuaikan dengan fungsi pengerjaannya,
diantaranya:
· Pahat potong
· Pahat alur
· Pahat lurus kanan
· Pahat lurus kiri
· Pahat bengkok kiri
· Pahat bengkok kanan
· Pahat sisi kiri
· Pahat sisi kanan
· Pahat bubut dalam
· Pahat kerong
· Pahat profil
4. Sudut Mata Pahat Bubut
Pahat bubut dalam perdagangan dapat berupa batangan dengan penampang bujur
sangkar, segi empat, bulat, atau bentuk-bentuk lain.
Pada saat mengasah pahat bubut kita harus memperhatikan sudut mata pahatnya:
· Sudut tatal
· Sudut bebas sisi
· Sudut bebas muka
· Sudut bebas mata potong

5. Pemasangan pahat bubut


Selama pengerjaan, pahat ditekan oleh tenaga potong (cutting force). Besarnya
tenaga tenaga ni tergantung dari daya tahan benda kerja dan penampang chip.
Dengan memasang pahat pada baut pengunci (clamping bolt) , terjadilah getaran
yang kuat di antara permukaan penyangga pahat dengan penjepit pahat. Oleh karena
itu pahat harus dipegang dengan kuat dan aman.
Jika pahat dipasang, misalnya di atas atau di bawah center, maka besarmya
sudut bebas dan sudut buang akan berubah.
Pemasangan diatas center,maka :
Getaran yang terjadi di antara permukaan bebas dari pahat dengan benda kerja
menjadi lebih besar,sehingga chip yang lebih tebal pun dapat dihilangkan dengan
mudah. Pemasangan pahat di atas center kira-kira sampai dengan 2% dari diameter
benda kerja.
Pemasanangan di bawah center,maka :
Getaran di antara permukaan bebas dan permukaan potong menjadi lebih kecil,chip
sukar dihilangkan. Karena gaya atau tenaga potong, pahat tidak boleh dipasang
terlalu menonjol karena pahat dapat bengkok. Oleh karena itu penonjolan pahat
harus sesuai dengan batas yang diijinkan.

2.4 Aspek-Aspek Keselamatan Kerja dalam Proses Pembubutan

Keselamatan kerja dalam bekerja merupakan aspek penting yang harus


diperhatikan pada saat melaksanakan suatu pekerjaan. Keselamatan kerja tersebut
harus menyangkut aspek keselamatan kerja yang terkait dengan manusia
(operator/pekerja), mesin, dan alat. Sehubungan dengan sebelum kita melakukan
suatu pekerjaan, harus diperhatikan instruksi-instruksi yang terkait dengan
keselamatan kerja. Instruksi-instruksi Standar Keselamatan Kerja dalam proses
pembubutan Ada beberapa instruksi standar keselamatan kerja terkait dengan
proses pembubutan, diantaranya adalah:
1. Baca dulu instruksi manual sebelum mengoperasikan mesin

2. Upayakan tempat kerja tetap bersih dengan penerangan yang memadai

3. Gunakan selalu kaca mata pelindung seriap saat bekerja dengan mesin

4. Hindari pengoperasian mesin pada lingkungan yang berbahaya,

5. Yakinkan bahwa switch dalam keadaan OFF sebelum menghubungkan


mesin dengan sumber listrik

6. Pertahankan kebersihan tempat kerja, bebas dari kekacauan (clutter),

7. Tetapkan batas aman untuk pengunjung


8. Ketika membersihkan mesin, upayakan mesin dalam keadaan mati, akan
lebih baik jika hubungan dengan sumber listrik diputus.

9. Gunakan selalu alat dan perlengkapan yang ditentukan.

10. Gunakan selalu alat yang benar


Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
1. Bubut merupakan suatu istilah yang sering didengar di dunia ketehnikan
khususnya bidang mekanik pabrikasi. Yaitu suatu proses pembentukan
benda kerja dengan cara pengikisan menggunakan alat dalam hal ini
disebut pisau sehingga bisa menghasilkan benda kerja yang diinginkan.
2. Mesin Bubut mencakup segala mesin perkakas yang memproduksi bentuk
silindris..
3. Tujuan utama dibuatnya makalah ini adalah agar masyarakat dapat
mengetahui cara kerja dan operasi mesin bubut.