Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH BIOKIMIA LANJUT

SIKLUS KREBS

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK IV

JURNIATI (A 251 15 016)


EMI SULMEINI ( A 251 15 010)
RISKA TRI WINDIASTUTI ( A 251 15 026)
MEGAWATI ( A 251 15 054)
YESKRIPEN JULIUS (A 251 15 065)
I WAYAN ANDRI W. (A 251 15 106)

PRODI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN PENDIDIKAN MIPA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TADULAKO

2018
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT karena atas berkah rahmat dan karunia-Nya lah
sehingga kita masih diberikan nikmat kesehatan dan ketenangan belajar hingga saat
ini. Segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesehatan dan kesempatannya
kepada kita semua, terutama kepada penulis. Sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini.
Berikut ini, penulis persembahkan sebuah makalah yang berjudul “Siklus
Krebs”. Penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua,
terutama bagi penulis sendiri. Kepada pembaca yang budiman, jika terdapat
kekurangan atau kekeliruan dalam makalah ini, penulis mohon maaf, karna penulis
sendiri dalam tahap belajar.
Dengan demikian, tak lupa penulis ucapkan terimakasih, kepada para
pembaca. Semoga Allah memberkahi makalah ini sehingga benar-benar
bermanfaat.

Palu, 17 Maret 2018

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah..... .............................................................. 2
1.3 Tujuan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Siklus Krebs ............................................................... 3
2.2 Pengertian Siklus Krebs .......................................................... 4
2.3 Tahap-tahap Reaksi Siklus Krebs .......................................... 5
2.4 Tujuan Siklus Krebs ................................................................ 11
2.5 Fungsi Siklus Krebs ................................................................ 12

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan ............................................................................. 13
3.2 Saran ....................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Siklus asam sitrat atau yang dikenal juga dengan sebagai siklus krebs atau
siklus asam trikarboksilat merupakan lintasan akhir bersama oksidasi karbohidrat, lipd
dan protein. Penemu siklus krebs adalah seorang ahli biokimia terkenal, ilmuwan
Jerman-Inggris, beliau bernama Mr. Hans Krebs. Siklus Krebs terkait dengan segi
metabolisme biokimia yang sebenarnya; bahan yang masuk berasal dari karbohidrat
dan keluar membentuk lemak, sedangkan bahan yang masuk berasal dari asam amino
dan keluar membentuk karbohidrat. Namun, jarang sekali dari lemak menuju
karbohidrat. Glukosa, asam lemak dan banyak asam amino akan dimetabolisasi
menjadi asetil koA atau intermediet yang ada pada siklus asam sitrat. Asetil koA
selanjutnya dioksidasi yang akan menghasilkan hidrogen atau elektron sebagai
ekuivalen pereduksi. Hidrogen tersebut kemudian memasuki rantai respirasi tempat
sejumlah besar ATP dihasilkan dalam prses fosforilasi oksidatif. Enzim enzim yang
berperan pada siklus asam sitrat terdapat didalam mitokondria.
Siklus krebs disebut siklus asam sitrat karena menggambarkan langkah pertama
dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil KoA dengan asam oksaloasetat untuk
membentuk asam sitrat. Siklus ini juga berperan sentral dalam glukoneogenesis,
liogenesis, dan interkonversi asam-asam amino. Banyak proses ini berlangsung di
sebagian besar jaringan, tetapi hati adalah satu-satunya jaringan tempat semuanya
berlangsung dengan tingkat yang signifikan. Beberapa defek genetik pada enzim-
enzim siklus asam sitrat yang pernah dilaporkan menyebabkan kerusakan saraf berat
karena sangat terganggunya pembentukan ATP di sistem saraf pusat. Selain disebut
dengan siklus asam sitrat, siklus krebs juga disebut siklus asam trikarboksilat ( COOH)
karena hampir di awal-awal siklus krebs, senyawanya tersusun dari asam trikarboksilat.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah pada makalah ini
adalah sebagai berikut
1.2.1. Bagaimana sejarah dari Siklus Krebs
1.2.2. Apakah pengertian dari siklus krebs ?
1.2.3. Bagaimana tahap-tahap reaksi siklus krebs ?
1.2.4. Apa tujuan dari siklus krebs ?
1.2.5. Apa fungsi siklus krebs ?

1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan pada makalah ini adalah
sebagai berikut
1.3.1. Untuk mengetahui sejarah dari siklus krebs
1.3.2. Untuk mengetahui definisi siklus krebs.
1.3.3. Untuk mengetahui tahap-tahap reaksi siklus krebs.
1.3.4. Untuk mengetahui tujuan siklus krebs
1.3.5. Untuk mengetahui fungsi siklus krebs.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Siklus Krebs


Beberapa komponen dari reaksi siklus krebs ditemukan pada tahun 1930 oleh
seorang peneliti bernama Albert Szent-Gyorgyi. Beliau menerima hadiah Nobel pada
tahun 1937 untuk penemuannya yang berkaitan dengan asam fumarat. Asam fumarat
adalah komponen kunci dari siklus krebs. Istilah “siklus krebs” diambil dari nama
penemunya Sir Hans Adolf Krebs (1900-1981) yang menemukannya pada tahun 1937.
Beliau adalah seorang ahli biokimia Jerman, di mana dia menerima hadiah Nobel
Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1953. Dia mengemukakan bahwa glukosa secara
perlahan dipecah di dalam mitokondria sel dengan suatu siklus yang dinamakan siklus
krebs. Siklus Asam Sitrat pertama-tama dikemukakan sebagai lintas oksidasi piruvat
di dalam jaringan hewan pada tahun 1937 oleh Hans Krebs. Pemikiran ini
mengilhaminya saat penelitian mengenai pengaruh anion dari berbagai jenis asam
organik terhadap konsumsi oksigen oleh suspensi cacahan otot dada burung merpati
yang mengoksidasi piruvat. Sebelumnya , peneliti menyebutkan ada 4 asam organik
dikarboksilat yang ada dalam jaringan hewan yaitu suksinat , fumarat , malat , dan asam
oksaloasetat yang merangsang konsumsi oksigen di otot.
Setelah itu, Krebs mengamati bahwa malat , penghambat kompetitif spesifik
bagi dehidrogenase suksinat menghambat penggunaan piruvat secara aerobik tanpa
tergantung pada jenis asam organik lain sehingga disebut sebagai komponen esensial
dalam reaksi enzimatik yang terlibat dalam oksidasi piruvat. Krebs pun menemukan
bahwa jika malat digunakan untuk menghambat pemakaian piruvat secara aerobik ,
akan terjadi penumpukan sitrat , α-ketoglutarat , dan suksinat dalam medium suspensi.
Krebs akhirnya menyimpulkan bahwa asam tri- dan dikarboksilat aktif di atas
jika disusun dalam suatu urutan kimia secara logis dan tiap tahapannya merupakan
pengubahan kimiawi sederhana yang dikatalisis oleh suatu enzim spesifik serta
inkubasi oksaloasetat dengan hancurnya jaringan otot yang mengakibatkan
penumpukan. Pada bagian inilah Krebs menyatakan bahwa urutan ini berfungsi dalam
suatu bentuk lingkaran , bukan dengan cara linear . Reaksi Hipotesis Krebs adalah :
Piruvat + oksaloasetat Sitrat + CO2

Teori Siklus Asam Sitrat ini dikemukakan oleh Krebs sebagai lintas utama bagi
oksidasi karbohidrat di dalam otot. Tetapi, setelah penemuannya, asam sitrat telah
berfungsi praktis dalam semua jaringan hewan dan tanaman tingkat tinggi serta
mikroorganisme aerobik.

2.2. Pengertian Siklus Krebs


Siklus asam sitrat (siklus krebs, siklus asam trikarboksilat) adalah serangkaian
reaksi di mitokondria yang mengoksidasi gugus asetil pada asetil-koA dan mereduksi
koenzim yang teroksidasi melalui rantai transport elektron yang berhubungan dengan
pembentukan ATP. Siklus diawali dengan reaksi antara gugus asetil pada asetil-koA
dan asam dikarboksilat empat-karbon oksaloasetat yang membentuk asam
trikarboksilat enam-karbon, yaitu sitrat. Pada reaksi-reaksi berikutnya, terjadi
pembebasan dua molekul CO2 dan pembentukan ulang oksaloaasetat.
Siklus asam sitrat adalah bagian integral dari proses penyediaan energi dalam
jumlah besar yang dibebaskan selama oksidasi bahan bakar terjadi. Selama oksidasi
asetil-koA, koenzim-koenzim mengalami reduksi dan kemudian direoksidasi di rantai
respiratorik yang dikaitkan dengan pembentukan ATP. jalur katabolik utama untuk
asetil-KoA pada organisme aerob. Aseti-KoA, produk katabolisme karbohidrat,
protein, dan lipid, dibawa ke siklus asam sitrat dan dioksidasi menjadi CO2 disertai
pembebasan ekuivalen pereduksi (2H). Oksidasi 2H selanjutnya di rantai respiratorik
menyebabkan fosforilasi ADP menjadi ATP.Untuk satu putaran siklus, dihasilkan 11
ATP melalui fosforilasi oksidatif dan 1 ATP dihasilkan di tingkat substrat dari
perubahan suksinil-KoA menjadi suksinat. Proses ini bersifat aerob yang memerlukan
oksigen sebagai oksidan terakhir dari koenzim-koenzim yang tereduksi. Enzim-enzim
pada siklus asam terletak di matriks mitokondria, baik bebas maupun terikat pada
membran dalam mitokondria serta membran krista, tempat enzim-enzim rantai
respiratorik berada
Siklus Krebs disebut juga siklus asam trikarboksilat. Hal ini disebabkan siklus
Krebs tersebut menghasilkan senyawa yang mempunyai 3 gugus karboksil, seperti
asam sitrat dan asam isositrat. Asetil koenzim A hasil dekarboksilasi oksidatif
memasuki matriks mitokondria untuk bergabung dengan asam oksaloasetat dalam
siklus Krebs, membentuk asam sitrat. Demikian seterusnya, asam sitrat membentuk
bermacam – macam zat dan akhirnya membentuk asam oksaloasetat lagi
Siklus kreb disebut juga sebagai siklus asam sitrat, yaitu serangkaian reaksi
kimia dalam sel pada mitokondria yang berlangsung secara berurutan dan berulang.
Molekul aCoA yang merupakan produk akhir dari proses konversi Piruvat kemudian
akan masuk kedalam siklus asam sitrat.

2.3. Tahap-tahap Siklus Krebs


Siklus reaksi diawali dengan reaksi antara asetil KoA dan (2C) dan asam
oksaloasetat (4C) yang menghasilkan asam trikarboksilat, sitrat. Selanjutnya sejumlah
2 molekul atom CO2 dirilis dan teregenerasi. Sebenarnya hanya sedikit oksaloasetat
yang dibutuhkan untuk menginisiasi siklus asam sitrat sehingga oksaloasetat dikenal
dengan perannnya sebagai agen katalitik pada siklus Krebs.
Gambar 1. Skema Siklus Krebs

Siklus Krebs, pertama-tama asetil ko-A hasil dari reaksi antara (dekarboksilasi
oksidatif) masuk ke dalam siklus dan bergabung dengan asam oksaloasetat membentuk
asam sitrat. Setelah “mengantar” asetil masuk ke dalam siklus Krebs, ko-A
memisahkan diri dari asetil dan keluar dari siklus. Kemudian, asam sitrat mengalami
pengurangan dan penambahan satu molekul air sehingga terbentuk asam isositrat. Lalu,
asam isositrat mengalami oksidasi dengan melepas ion H+, yang kemudian mereduksi
NAD+ menjadi NADH, dan melepaskan satu molekul CO2 dan membentuk asam a-
ketoglutarat
Setelah itu, asam a-ketoglutarat kembali melepaskan satu molekul CO2, dan
teroksidasi dengan melepaskan satu ion H+ yang kembali mereduksi NAD+ menjadi
NADH. Selain itu, asam a-ketoglutarat mendapatkan tambahan satu ko-A dan
membentuk suksinil ko-A. Setelah terbentuk suksinil ko-A, molekul ko-A kembali
meninggalkan siklus, sehingga terbentuk asam suksinat. Pelepasan ko-A dan
perubahan suksinil ko-A menjadi asam suksinat menghasilkan cukup energi untuk
menggabungkan satu molekul ADP dan satu gugus fosfat anorganik menjadi satu
molekul ATP. Kemudian, asam suksinat mengalami oksidasi dan melepaskan dua ion
H+, yang kemudian diterima oleh FAD dan membentuk FADH2, dan terbentuklah
asam fumarat. Satu molekul air kemudian ditambahkan ke asam fumarat dan
menyebabkan perubahan susunan (ikatan) substrat pada asam fumarat, karena itu asam
fumarat berubah menjadi asam malat. Terakhir, asam malat mengalami oksidasi dan
kembali melepaskan satu ion H+, yang kemudian diterima oleh NAD+ dan membentuk
NADH, dan asam oksaloasetat kembali terbentuk. Asam oksaloasetat ini kemudian
akan kembali mengikat asetil ko-A dan kembali menjalani siklus Krebs. Dari siklus
Krebs ini, dari setiap molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP, 6 NADH, 2 FADH2, dan
4 CO2. Selanjutnya, molekul NADH dan FADH2 yang terbentuk akan menjalani
rangkaian terakhir respirasi aerob, yaitu rantai transpor elektron.

Gambar 2. Tahapan Siklus Krebs


Pada siklus krebs ini terdiri dari 8 tahapan penting yaitu :
Reaksi 1: Kondensasi
Reaksi pertama dari siklus krebs adalah kondensasi asetil-KoA dengan
oksaloasetat untuk membentuk sitrat dikatalisasis oleh sitrat sintase yang membentuk
ikatan karbon-ke-karbonan antara karbon metal pada asetil-KoA dan karbon karbonil
pada oksaloasetat. Ikatan tiotester pada sitril-KoA yang terbentuk mengalami hidrolisis
dan membebaskan sitrat dan KoASH suatu reaksi eksotermik.

Gambar 3. Pembentukan sitrat

Reaksi 2: Isomerase sitrat


Sitrat yang disusun kembali untuk membentuk bentuk isomer isositrat oleh
enzim acontinase. Dalam reaksi ini, molekul air akan dihapus dari asam sitrat dan
kemudian dimasukkan kembali di lokasi lain. Efek keseluruhan dari konversi ini adalah
bahwa gugus-OH dipindahkan dari posisi 3 ‘ke 4’ pada molekul. Transformasi ini
menghasilkan molekul isositrat.

Gambar 4. Pembentukan Isositrat


Reaksi 3: Oksidasi Isositrat menjadi α-ketoglutarat
Pada langkah ini, dehidrogenasi isositrat mengkatalisis dekarboksilasi oksidatif
dari isositrat untuk membentuk α-ketoglutarat. Dalam reaksi, turunan NADH dari NAD
terlihat. Enzim isositrat dehidrogenase mengkatalisis oksidasi dari gugus -OH pada
posisi 4 ‘dari isositrat untuk menghasilkan perantara yang kemudian memiliki molekul
karbon dioksida diubah menghasilkan α -ketoglutarat.

Gambar 5. Oksidasi Isositrat menjadi α-ketoglutarat


Reaksi 4: Dekarboksilasi oksidatif kedua
α -ketoglutarat teroksidasi, karbon dioksida akan diubah, dan koenzim A
ditambahkan untuk membentuk senyawa 4-karbon suksinil-KoA. Selama oksidasi ini,
NAD + direduksi menjadi NADH + H +. Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah
α -ketoglutarat dehidrogenase.

Gambar 6. Oksidasi α-ketoglutarat menjadi suksinil –KoA


Reaksi 5: Fosforilasi tingkat substrat
Suksinil-KoA diubah menghasilkan suksinat. Energi yang dilepaskan
digunakan untuk membuat guanosin trifosfat (GTP) dari guanosin difosfat (GDP) dan
Pi oleh fosforilasi tingkat substrat. GTP kemudian dapat digunakan untuk membuat
ATP. Enzim suksinil-KoA sintase mengkatalisis reaksi ini dari siklus asam sitrat.

Gambar 7. Mengubah suksinil -KoA menjadi suksinat

Reaksi 6: Dehidrogenasi
Suksinat dioksidasi menjadi fumarat. Selama oksidasi ini, FAD direduksi
menjadi FADH2. Enzim suksinat dehidrogenase mengkatalisis pemindahan dua
hidrogen dari suksinat.

Gambar 8. Oksidasi suksinat menjadi fumarat


Reaksi 7: Hidrasi Fumarat menjadi Malat
Hidrasi reversibel fumarat menjadi L-malat dikatalisis oleh fumarase (fumarat
hidratase). Fumarase berlanjut ke proses penataan ulang dengan menambahkan
hidrogen dan oksigen kembali ke substrat yang telah dihapus sebelumnya.

Gambar 9. Hidrasi Fumarat menjadi Malat


Reaksi 8: Regenerasi oksaloasetat
Malat dioksidasi untuk menghasilkan oksaloasetat, senyawa awal dari siklus
asam sitrat oleh dehidrogenase malat. Selama oksidasi ini, NAD + direduksi menjadi
NADH + H +.

Gambar 10. Oksidasi Malat menjadi oksaloasetat


Energi yang diperoleh dari Siklus Krebs
Jumlah ATP yang dihasilkan dari TCA adalah sebagai berikut :
1. Perubahan isositrat menjadi α-ketoglutarat menghasilkan NAD+H yang akan
menghasilkan 3 ATP
2. Perubahan α-ketoglutarat menjadi suksinil KoA dengan adanya enzim α-
ketoglutarat dehidrogenase kompleks juga menghasilkan NADH+H yang juga
akan menghasilkan 3 ATP
3. Perubahan dari suksinil KoA menjadi asam suksinat dengan enzim suksinat
tiokinase akan menghasilkan GTP yang setara dengan 1 ATP
4. Perubahan dari suksinat menjadi fumarat akan menghasilkan FADH2 yang
setara dengan 2 ATP
5. Perubahan dari malat menjadi oksaloasetat akan menghasilkan NADH+H yang
setara dengan 3 ATP
3 NADH = 3 X 3 ATP = 9 ATP
1 FADH2= 1 X 2 ATP = 2 ATP
1 GTP = = 1 ATP
12 ATP
Seperti kita ketahui dari 1 mol glukosa akan dihasilkan 2 mol piruvat sehingga
ATP yang dihasilkan akan berjumlah 2 x 12 = 24 ATP/ 1 mol glukosa. Hasil utama
yang diperoleh pada Siklus Krebs ini adalah 6 NADH , 2 ATP , 2 FADH2 , dan 4 CO2.

2.4. Tujuan Siklus Krebs


Tujuan dari siklus krebs adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan reaksi-reaksi metabolik akhir yang umum terdapat pada jalur
biokimia utama katabolisme tenaga
2. Menggambarkan bahwa CO2 tidak hanya merupakan hasil akhir metabolisme,
namun dapat berperan sebagai zat antara, misalnya untuk proses lipogenesis.
3. Mengenali peran sentral mitokondria pada katalisis dan pengendalian jalur-
jalur metabolik tertentu.
2.5. Fungsi Siklus Krebs
Fungsi siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk oksidasi
karbohidrat, lipid, dan protein, hal ini terjadi karena glukosa, asam lemak, dan banyak
asam amino di metabolisme menjadi asetil KoA menjadi intermediet yang ada didalam
siklus tersebut. Siklus asam sitrat juga mempunyai peranan penting dalam proses
glukoneogenesis, transaminasi, deaminasi, lipogenesis. Fungsi utama siklus krebs
adalah :
1. Menghasilkan karbon dioksida terbanyak pada jaringan manusia.
2. Menghasilkan sejumlah koenzim tereduksi yang menggerakkan rantai
pernapasan untuk produksi ATP.
3. Mengkonversi sejumlah energi serta zat intermidiet yang berlebihan untuk
digunakan pada sintesis asam lemak.
4. Menyediakan sebagian bahan keperluan untuk sintesis protein dan asam
nukleat.
5. Melakukan pengendalian langsung atau tidak langsung (alosterik) terhadap
sistem enzim lain melalui komponen-komponen siklus.

Kepentingan piruvat pada siklus Krebs Yaitu:


1. Energi yang terkandung pada pada karbohidrat memasuki siklus melalui
piruvat, sumber utama asetil KoA.
2. Kompleks enzim yang mendekarboksilasi piruvat menjadi asetil KoA sangat
mirip dari segi lokasi subsel, komposisi dan mekanisme kerja dengan α-
ketoglutarat dehidrogenase kompleks.
BAB III
PENUTUP

3.1.Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah, maka kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Penemu siklus krebs adalah seorang ahli biokimia terkenal, ilmuwan Jerman-
Inggris, beliau bernama Mr. Hans Krebs. Teori Siklus Asam Sitrat ini
dikemukakan oleh Krebs sebagai lintas utama bagi oksidasi karbohidrat di dalam
otot
2. Siklus asam sitrat (siklus krebs, siklus asam trikarboksilat) adalah serangkaian
reaksi di mitokondria yang mengoksidasi gugus asetil pada asetil-koA dan
mereduksi koenzim yang teroksidasi melalui rantai transport elektron yang
berhubungan dengan pembentukan ATP
3. Dalam siklus krebs terdapat delapan tahapan utama yang terjadi yaitu
kondensasi, isomerase sitrat, produksi CO2, dekarboksilasi oksidatif kedua.
fosforilasi tingkat substrat, dehidrogenasi, hidrasi dan regenerasi oksaloasetat
4. Tujuan dari siklus krebs adalah menjelaskan reaksi-reaksi metabolik akhir yang
umum terdapat pada jalur biokimia utama katabolisme tenaga, menggambarkan
bahwa CO2 tidak hanya merupakan hasil akhir metabolisme, namun dapat
berperan sebagai zat antara, misalnya untuk proses lipogenesis dan mengenali
peran sentral mitokondria pada katalisis dan pengendalian jalur-jalur metabolik
tertentu
5. Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai lintasan akhir bersama untuk
oksidasi karbohidrat, lipid dan protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam
lemak dan banyak asam amino dimetabolisir menjadi asetil KoA atau intermediat
yang ada dalam siklus tersebut.
3.2. Saran
1. Diharapkan kepada seluruh mahasiswi untuk dapat memahami isi dari materi
ini.
2. Diharapkan setelah mempelajari materi ini mahasiswi bisa menambah
wawasannya mengenai materi ini.
DAFTAR PUSTAKA

Icha Marissa NH. (2013). Makalah Biokimia 1 TCA (Triacarboxylic Acid). [Online].
Tersedia : http://www.academia.edu/730310/MAKALAH_BIOKIMIA_1.
Diakses pada 18 Maret 2018 pikul 22.14 WITA

Lehninger, Albert L. (1982). Dasar-dasar Biokimia Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Yuliansari, dkk. (2017). Makalah siklus Krebs. [Online]. Tersedia:


http://www.scribd.com/348031868/makalah-siklus-krebs. Diakses pada 20 Maret
2018 pukul 21.05 WITA