Anda di halaman 1dari 4

Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia.

Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara,
Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan. Pulau ini berada di sebelah barat daya
dari kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS, 102° 24′ 40″ BT.
Kata Enggano berasal dari bahasa Portugis yang berarti ‘kecewa’. Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan ekplorasi ke pulau terluar Indonesia itu. Sebab,
lembaga non kementrian itu menemukan beragam kekayaan yang sangat potensial dan
menunjukkan bila Enggano adalah pulau yang luar biasa. Baik itu kekayaan alam maupun
sosial manusia Enggano.
Cornelis de Houtman, seorang pelaut berkebangsaan Portugis yang pertama kali
melaporkan keberadaan Pulau Engano (baca: Enggano). Diduga, kata tersebut terucap karena
apa yang mereka cari pada waktu itu tidak ketemu. Maklum pada abad ke-16, pesisir barat
Sumatera dikenal kaya akan lada dan kopi. Tapi, Enggano tidak punya itu semua.
Secara geografis, Pulau Enggano berada di wilayah Samudera Indonesia yang posisi
astronomisnya terletak pada 05°31'13 LS dan 102°16'00 BT. Secara administratif,Pulau
Enggano termasuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Enggano
merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara dengan pusat pemerintahan
berada di Desa Apoho. Luas wilayah Pulau Enggano mencapai 400,6 km² yang terdiri dari
enam desa yaitu
1. Desa Banjarsari,
2. Desa Meok,
3. Desa Apoho,
4. Desa Malakoni,
5. Desa Kaana,dan
6. Desa Kahyapu.
Kawasan Enggano memiliki beberapa pulau-pulau kecil, yaitu Pulau Dua, Merbau,
Bangkai yang terletak di sebelah barat Pulau Enggano, dan Pulau Satu yang berada di sebelah
selatan Pulau Enggano. Jarak Pulau Enggano ke Ibukota Provinsi Bengkulu sekitar 156 km
atau 90 mil laut, sedangkan jarak terdekat adalah ke kotaManna, Bengkulu Selatan sekitar
96 km atau 60 mil laut.Pulau Enggano tersusun oleh perbukitan bergelombang lemah,
perbukitan karst,daratan dan rawa. Perbukitan bergelombang terdapat di daerah tenggara,
ketinggianantara 170-220 meter, sedangkan perbukitan karst yang mempunyai ketinggian
antara100-150 meter terdapat di bagian barat laut, menunjukkan morfologi yang khas
dandidominasi oleh batu gamping. Di bagian utara terutama daerah pantai merupakandataran
rendah alluvial yang berawa-rawa dengan ketinggian 0-2 meter.
Bentuk permukaan tanah di Pulau Enggano secara umum dapat dikatakan cukup datar
hinggalandai, dengan sedikit daerah yang agak curam. Pada bagian timur pulau lebih datar
daripada bagian barat. Secara proporsional dapat dikatakan 63,39% dari pulau ini mempunyai
kemiringan landai (0-8%), 27,95% agak miring (8-15%) dan sisanya daerahmiring sampai
terjal (15-40%). Berdasarkan klasifikasi tanah, kawasan daratan PulauEnggano didominasi
oleh jenis tanah kambisol, litosol, dan alluvial. Selain itu, tanah diPulau Enggano memiliki
tekstur lempeng berliat.
Di wilayah Pulau Enggano mengalir beberapa sungai di mana secara umum air nya
dipengaruhi musim. Pada musim hujan debit air sungai tinggi, sebaliknya pada musim
kemarau debit air rendah. Sungai-sungai tersebut antara lain Sungai Kikuba, Sungai Kuala
Kecil, Sungai Kuala Besar, Sungai Kahabi, Sungai Kinono, dan Sungai Berhawe. Beberapa
sungai kecil lainnya antara lain Sungai Kaay, Sungai Kamamum, Sungai Maona, dan Sungai
Apiko.
Karakteristik pantai yang terdapat di Pulau Enggano dapat dikategorikan dalam 5
(lima) tipe utama yaitu pasir berlumpur, pasir, pasir berkarang, pasir karang berlumpur,
danpantai karang berbatu. Karakteristik pantai di Pulau Enggano erat kaitannya
dengankeberadaan ekosistem terumbu karang dan mangrove. Tipe pantai pasir berlumpur
ditemukan di Kahyupu, Tanjung Harapan, dan muara Sungai Banjarsari sampai Teluk
Berhau. Tipe pantai pasir berkarang terdapat di Kaana dan Meok, sedangkan tipe pantai pasir
karang berlumpur ditemui di Malakoni dan Banjarsari. Pantai karang berbatu dijumpai di
bagian timur Pulau Enggano.Pulau Enggano beriklim tropis basah yang sangat dipengaruhi
oleh laut. Curah hujan pada bulan kering masih di atas 100mm. Bulan kering biasanya terjadi
pada bulan Juni dan Juli. Bulan basah kadang mencapai lebih dari 400 mm per bulannya.
Suhu udara rata-rata setiap harinya berkisar antara 27,8 °C dengan suhu terendah 23,2 °C
dantertinggi 34 °C. Kelembaban nisbi umumnya di atas 80% dengan variasi terendah 78%dan
tertinggi 96%. Hal tersebut menunjukkan bahwa di Pulau Enggano kelembaban udara relatif
tinggi sepanjang tahun. Angin dominan terbagi dalam dua musim, yaitu angin musim barat
(terjadi pada Bulan September sampai Januari) dan angin musim tenggara (bulan april)

1. SARANA DAN PRASARANA


Pulau Enggano saat ini sudah memiliki beberapa sarana dan prasarana yang lumayan
bagus walaupun beberapa diantaranya masih dalam tahap pembangunan dan pengerjaan.
Enggano memiliki 1 kantor camat yang berlokasi di desa Apoho, 2 buah puskesmas yang
masih-masing terletak di Malakoni dan Banjarsari, 2 buah dermaga yakni di Kahyapu dan
Malakoni, 1 Madrasah Ibtidaiyah di Meok, 1 buah bandara dalam tahap pengerjaan, 1 buah
area peluncuran satelit dalam tahap awal, jalan raya beraspal sepanjang 35,5 km, jalan tanah
sepanjang 18 km, 1 buah SMP, 5 buah SD , 6 buah pasar pekan dan 1 buah perpustakaan.

2. PENDUDUK
Penduduk asli Pulau Enggano adalah Suku Enggano, yang terbagi menjadi lima puak
asli (penduduk setempat menyebutnya suku). Semuanya berbahasa sama, bahasa Enggano.
Suku atau Puak Kauno yang mulai menempati tempat ini pada zaman Belanda (sekitar tahun
1934). Selain Suku Kauno, terdapat Suku Banten (pendatang), dan empat suku lainnya. Suku
Enggano memakai Bahasa Enggano dalam percakapan sehari hari
Penduduk pulau ini rata-rata hidup dari perkebunan kakao dan merica/lada yang hasilnya
dijual ke Kota Bengkulu.

3. AGAMA
Sebagian besar penduduk pulau Enggano merupakan masyarakat yang religius. Lebih
dari 96 % penduduk menganut agama Islam aliran Sunni & Kristen mazhab Protestan di
mana pemeluk agama Islam sedikit lebih banyak, namun perbedaan agama oleh masyarakat
Enggano tidak terlalu dipermasalahkan dan mereka sampai saat hidup berdampingan dengan
rukun,saling hormat-menghormati & menghargai agama lain walaupun berbeda kepercayaan,
aqidah dan keyakinan.
Masih ada pula penduduk asli pulau Enggano yang beragama ameok yang merupakan sejenis
kepercayaan Animisme.

4. Sekolah Dasar Di Pulau Enggano


Menurut data referensi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terdapat ada 5
Sekolah Dasar (SD) di Pulau Enggano diantaranya :
1. SD Negeri 051 terletak di Desa Apoho
2. SD Negeri 052 Terletak di Desa Banjar Sari
3. SD Negeri 053 Terletak di Desa Kaana
4. SD Negeri 054 Terletak di Desa Meok, dan
5. SD Negeri 055 Terletak di Desa Kahyapu
Setelah selesai memimpin Upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke-71 di Kantor
Kecamatan Enggan beberapa waktu yang lalu, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti langsung
melakukan kunjungan ke Bandara Enggano yang terletak di Desa Banjarsari, Kecamatan
Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu.
Saat ditemui wartawan di akhir kunjungan, Gubernur Ridwan Mukti
mengatakan, Enggano akan menyelengggarakan Sail Enggano pada tahun 2020. Karena itu,
pihaknya sudah melakukan persiapan-persiapan, termasuk dengan pengalokasian anggaran.
“Tidak hanya Pemerintah Provinsi, tetapi juga Pemerintah Kabupaten/Kota, dan Pemerintah
Pusat akan bersama-sama membuat persiapan-persiapan untuk membuat Enggano menjadi
objek wisata nasional,” kata Ridwan.
Terkait infrastruktur kelistrikan, Gubernur Bengkulu menegaskan, listrik harus dapat
menyala selama 24 jam tanpa mati. “Kami akan mempersiapkan listrik untuk industri, untuk
itu harus ada pembangunan listrik dalam waktu 3 tahun ke depan,” tegasnya.
Pada kegiatan HUT RI ke-71 dahulu. Kabarnya belasan menteri akan menghadiri
acara itu dan ternyata hanya pegawai kementerian yang datang. Dan ada yang menarik,
muncul ide dan niat Gubernur Bengkulu untuk menjadikan Pulau Enggano sebagai pangkalan
militer. Gubernur menganggap dengan dijadikannya sebagai pangkalan militer, Pulau
Enggano akan jadi lebih maju.
Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudera Hindia.
Pulau Enggano ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara,
Provinsi Bengkulu, dan merupakan satu kecamatan. Pulau ini berada di sebelah barat daya
dari Kota Bengkulu dengan koordinat 05° 23′ 21″ LS,I 102° 24′ 40″ BT. Untuk ke Enggano
dari pelabuhan Pulau baai butuh waktu 12 jam melalui jalur laut, itu pun kalau cuaca
bersahabat. Kalau cuaca buruk, hmmm jangan harap ada kapal yang berani menuju ke
Enggano yang letaknya jauh di tengah samudera. Bersyukur saat ini sudah bisa ditempuh
melalui jalur udara dengan pesawat kecil. Yang menjadi pertanyaan, yang menikmati
kemajuan dan keuntungan bila Enggano menjadi pangkalan militer itu siapa?
Saat ini, dan Enggano belum menjadi pangkalan militer, namun sudah terjadi
pembukaan lahan secara besar-besaran. Hutan yang menjadi penopang tanah di Enggano
sudah mulai habis, berganti dengan perkebunan pisang. Dan kebanyakan kebun pisang itu
bukan milik masyarakat asli Enggano dan ada yang tidak berdomisili di Enggano. Bahkan
masyarakat asli masyarakat adat merasa terpinggirkan. Dan mereka merasa cemas dengan
keadaan hutan Enggano yang mulai habis dan bisa mengakibatkan Enggano tenggelam.
Lalu bagaimana dengan pendidikan? Hmmm mungkin nyaris tidak terpikirkan.
Banyak sekali keluhan dari berbagi pihak tentang pendidikan di Enggano, keluhan yang
beragam. Dari kepala sekolah dan guru mengeluh tentang kurangnya buku dan bahan
penunjang, tingkat putus sekolah yang tinggi, pernikahan di usia muda. Beda lagi dengan
keluhan dari murid dan orang tua murid. Tentang murid yang telantar, karena ada beberapa
guru yang berdomisili di luar Pulau Enggano yang setelah selesai libur tidak segera mengajar
karena kendala cuaca dan tak ada kapal yang berani menempuh perjalanan ke Enggano.
Di Enggano memang sudah ada SMA, namun banyak sekali keluhan dari masyarakat
tentang keadaan SMA itu. Dan dari beberapa ratus tamatan SMP di Enggano, hanya sekian
persen yang melanjutkan ke SMA, memang ada beberapa orang yang melanjutkan sekolah ke
luar Enggano.
Anak-anak Enggano adalah anak-anak yang cerdas, hanya kurang diakomodasi.
Contoh kecilnya saja adalah, bila ada kegiatan O2SN, OSN atau FLS2N, mereka hanya bisa
sampai tingkat kecamatan, tidak dikirim untuk mengikuti ke jenjang yang lebih tinggi. Ke
tingkat Kabupaten saja susah. Bagaimana mau lolos ke tingkat provinsi. Salah satu
penyebabnya adalah transportasi, akomodasi, dan minimnya support dari pihak terkait.
Sangat disayangkan.
Ridwan seraya menambahkan, untuk transportasi di darat, akan diperbaiki infrastruktur jalan
dengan menggunakan aspal hotmix.
Gubernur juga mendukung penuh pengembangan homestay untuk pengunjung dan
menjunjung tinggi keramahan warga Enggano yang mampu menyambut wisatawan,
termasuk juga pengembangan kuliner seperti restoran dan sarana transportasi yang dapat
digunakan wisatawan menuju objek wisata di Enggano.
“Harapan kita melalui Sail Enggano 2020, persiapan-persiapan di atas akan dilakukan secara
maraton “ tegas Ridwan.
Jadi, lanjut Gubernur, Enggano sedang dipersiapkan menjadi pulau yang indah dan mandiri,
yang tidak hanya mampu menjadi objek pariwisata, namun juga dapat berkontribusi pada
PDRB Provinsi Bengkulu dan PDB Indonesia.
Apakah dengan dijadikannya Enggano sebagai pangkalan militer akan berdampak positif
terhadap pendidikan? Tanyakan saja kepada pohon bakau yang mulai berkurang. dan apalah
sekarang Ridwal Kamil ehhh Ridwan Mukti sedang beristirahat tenang di dalam penjara sana