Anda di halaman 1dari 10

Pengukuran yang akurat merupakan bagian penting dari fisika.

tetapi tidak
ada pengukuran yang benar-benar tepat. Ada ketidakpastian yang
berhubungan dengan setiap pengukuran. ketidakpastian muncul dari sumber
yang berbeda. Diantara yang paling penting, selain kesalahan, ada sebuah
instrumen diluar batas bagian terkecil yang ditunjukkan. misal (giancoli, 2001)

Fisdas 1(2)
Fisdas 2 146
Fidas 3
Jangka sorong pdf 29

Penggunaan alat ukur pada setiap pengukuran sangat ditentukan oleh macam kegunaan, batas
ukur dan ketelitian alat ukurnya. Sebagai contoh untuk mengukur massa suatu benda yang
diperkirakan sebesar 50 kg, maka alat yang harus digunakan haruslah timbangan dengan batas ukur
minimal senilai massa benda itu. Timbangan tersebut harus memiliki ketepatan pengukuran yang
baik, sehingga hasil pengukuran sesuai dengan keadaan sesungguhnya.

http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-22318-BAB%20II%20.pdf

serta kedalaman tabung reaksi.


Adapun prosedur penggunaan jangka sorong, di antaranya: (1) Membuka rahang jangka dengan
mengendorkan sekrup pengunci, (2) Mengkalibrasi alat ukur yaitu: a) Mendorong rahang geser
hingga menyentuh rahang tetap, b) Jangka sorong telah terkalibrasi dan siap digunakan jika
rahang geser berada pada posisi yang tepat di angka nol, yaitu angka nol pada skala utama
dengan angka nol pada skala nonius saling berhimpit pada satu garis lurus, (3) Menggeser
rahang geser ke kanan, (4) Meletakkan benda yang akan diukur di bagian yang tepat pada
jangka sorong, (5) Menggeser rahang geser ke kiri sehingga benda terjepit di antara rahang
geser dan rahang tetap, (6) Menutup pengunci rahang geser, (7) Membaca skala utama dan
skala nonius yang tertera dengan posisi mata tegak lurus terhadap skala yang akan dibaca, (8)
Menuliskan skala utama, (9) Menuliskan skala nonius, (10) Menuliskan hasil pengukuran.
(wulandari, suci 2013

http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/1854/pdf
repository.unib.ac.id/8470/2/I,II,III,2-13-aya.FI.pdf

1 2 3 aya