Anda di halaman 1dari 3

I.

Geyser
1. Teori
Geyser adalah ventilasi pada permukaan bumi yang mengeluarkan air dan uap panas
dari dalam bumi. Umumnya, lokasi geyser berada dekat dengan lokasi gunung api aktif.
Proses terjadinya semburan air dan uap panas pada geyser diakibatkan oleh panas yang
berasal dari aktivitas gunung api (volcano) dan membuat tekanan air menjadi tinggi
sehingga air yang mendidih tersebut akan menuju ke daerah yang tekanannya lebih
rendah. Geyser yang sebagai ventilasi di permukaan bumi akan menyemburkan air panas
dan uap dari dalam bumi.
Geyser juga terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu Geyser yang keluar secara periodic dan
kontinu. Geyser periodic berarti air yang keluar tidak sebanding dengan injeksi air yang
masuk ke bawah tanah sehingga ada interval waktu tertentu untuk dapat menyembur lagi
keluar permukaan. Sedangkan Geyser kontinu mempunyai perbandingan yang setimbang
sehingga semburan air yang keluar sebanding dengan injeksi air di bawah tanah dan
menyebabkan terjadinya perputaran proses yang berulang sehingga Geyser akan
menyemburkan air panas secara konstan.

2. Geyser Cipanas Sukabumi


Pada Kuliah lapangan geosains di Sukabumi, lokasi geyser yang di kunjungi berlokasi di geyser
Cipanas, Sukabumi. Mekanisme vulkanik di CIpanas ini merupakan pengaruh dari aktivitas
vulkanik Gunung Halimun. Dari pengamatan di lapangan dan hasil penelitian yang sudah ada
sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa suatu sumber geothermal tidak harus dekat dengan
manifestasinya dalam kasus ini berupa geyser yang berada di Cipanas dengan sumbernya berada
di Gunung Halimun.

Ada beberapa lokasi yang di identifikasi. Lokasi-lokasi ini berada di sepanjang sungai yang sama

 Lokasi 3A
Spot site 3 berada di kawasan wisata Cipanas (Cisolok) yang dapat ditempuh selama kurang lebih
setengah jam dari basecamp. Kawasan wisata Cipanas terkenal akan Geyser nya yang merupakan
manifestasi dari Geothermal atau panasbumi. Geyser itu sendiri merupaka semburan air dan uap
panas yang keluar secara periodik ataupun kontinu tergantung dari kondisi tekanan dan faktor-faktor
lain yang mempengaruhinya.

Geyser juga terbagi lagi menjadi dua jenis yaitu Geyser yang keluar secara periodic dan kontinu.
Geyser periodic berarti air yang keluar tidak sebanding dengan injeksi air yang masuk ke bawah tanah
sehingga ada interval waktu tertentu untuk dapat menyembur lagi keluar permukaan. Sedangkan
Geyser kontinu mempunyai perbandingan yang setimbang sehingga semburan air yang keluar
sebanding dengan injeksi air di bawah tanah dan menyebabkan terjadinya perputaran proses yang
berulang sehingga Geyser akan menyemburkan air panas secara konstan.

Daerah CIpanas ini sendiri merupakan Geyser kontinu Karena menyembur secara terus menerus
tanpa jeda waktu. Geyser di kawasan ini juga mengandung belerang yang dapat dirasakan dari bau
gas yang keluar dari semburan. Hal ini mengindikasikan bahwa geyser ini merupakan system
geothermal vulkanik. Selain itu, terdapat sumur pemboran di sebelah atas dasit bertemu dengan batu
gamping (batolit) yang merupakan batuan plutonik intrusi sehingga mendukung kuat adanya system
geothermal vulkanik.

Mekanisme vulkanik di CIpanas ini merupakan pengaruh dari aktivitas vulkanik Gunung Halimun.
Dari pengamatan di lapangan dan hasil penelitian yang sudah ada sebelumnya. Hal ini menunjukkan
bahwa suatu sumber geothermal tidak harus dekat dengan manifestasinya dalam kasus ini berupa
geyser yang berada di Cipanas dengan sumbernya berada di Gunung Halimun.

 Lokasi 3B
Kemudian kami berpindah posisi ke pemberhentian selanjutnya yaitu singkapan pertama. Terdapat
gamping yang lebih tua terangkat oleh dalsit yang lebih muda meskipun belum ada batas lithologinya.
Gamping yang berkekar terisi oleh mineral seperti kalsit. Prosesnya yaitu gamping terbentuk terlebih
dahulu kemudian ada fase tektonik yang menyebabkan kekar dan terisi mineral. Selanjutnya ada fase
tektonik berikutnya dan terjadi deformasi. Adanya Geyser meunjukkan bahwa masih ada fracture di
batuan dan hal ini sesuai dengan kondisi batuan di lapangan. Kemudian dilakukan pengukuran strik
and dip yaitu N 20 E/ 73.

o Deskripsi
o Warna : abu-abu
o Tekstru
 Sortasi : Baik
 Bentuk Butir: Angular
 Granularitas: very fine sand
 Kemas:Tertutup
o Struktur : Masif
o Mineral : Mengandung CaCO3
o
 Lokasi 3C.
Pemberhentian selanjutnya langusng melakukan pengukuran strike and dip yaitu N 210 E/ 71 dan N
250 E/ 40 yang menunjukkan kemungkinan adanya kekar shear joint. Kekar tersebut juga terisi kalsit
berdasarkan uji HCl.

 Lokasi 3D
Batuan dengan sisipan mineral pyrite.

o Warna:
Lapuk: gelap \\ Segar: gelap
o Holokristalin
o Ukuran kristal: porfiritik
o Struktur: masif