Anda di halaman 1dari 6

Karakteristik Obligasi

Sekuritas yang diperdagangkan di bursa efek pada dasarnya bisa dibagi menjadi dua, yaitu
sekuritas yang menunjukkan bukti kepemilikan atas suatu perusahaan, yaitu dalam bentuk
saham, dan yang menunjukkan surat tanda hutang dari emiten yang menerbitkan sekuritas
tersebut. Bentuk yang kedua ini disebut sebagai obligasi. Jadi kalau emiten menerbitkan
obligasi, maka ini berarti bahwa emiten tersebut mengakui berhutang kepada pembeli atau
pemilik obligasi tersebut.
Jangka waktu suatu obligasi bervariasi, tetapi umumnya berjangka waktu 5 tahun.
Bagi perusahaan, penerbitan obligasi merupakan suatu cara untk memotong biaya intermediasi
keuangan. Apabila perusahaan meminjam dari bank, peusahaan mungkin harus membayar
bunga 18% per tahun. Apabila perusahaan dapat menerbitkan obligasi dengan coupon rate hanya
sebesar 15% per tahun, dan terjual dengan harga sama dengan nilai nominal, maka perusahaan
dapat menghemat biaya dana (cost of debt) sebesar 3%. Kalaupun dalam emisi tersebut
perusahaan menanggung biaya emisi sekitar 5%, maka biaya tersebut dapat diamortisasi selama
5 tahun (sesuai usia obligasi), sehingga biaya emisi per tahun hanya 1%. Dengan demikian
masih bisa dihemat biaya dana sebesar 2%.

II. Jenis-jenis Obligasi


Dalam prakteknya terdapat berbagai jenis obligasi dan masing-masing jenis obligasi tersebut
mempunyai karakteristik yang berbeda. Berikut ini akan dibahas berbagai jenis obligasi yang
biasa diperdagangkan dipasar modal, beserta beberapa karakteristiknya :
Obligasi dengan tingkat bunga tetap ( fixed rate bond ).
Jenis obligasi yang sederhana adalah obligasi yang menawarkan bunga, disebut sebagai coupon,
tetap selama jangka waktu obligasi tersebut. Bunga yang dibayarkan mungkin dilakukan setahun
sekali, tetapi mungkin juga dilakukan setiap semester, atau setiap triwulan. Dengan demikian
kalau suatu obligasi menawarkan coupon rate sebesar 18% per tahun, dibayarkan setiap tahun
dengan nilai nominal Rp. 1.000.000,- dan berjangka waktu 5 tahun, maka bagi pembeli obligasi
tersebut akan menerima Rp. 180.000,- setiap tahun, mulai tahun pertama sampai dengan tahun
kelima. Pada tahun kelima pemilik obligasi disamping menerima bunga, juga akan memperoleh
pelunasan nilai nominal sebesar Rp.1.000.000,-.
Obligasi dengan tingkat bunga mengambang (floating rate bond).
Obligasi yang menawarkan suku bunga mengambang biasanya ditawarkan sebesar persentase
tertentu di atas suku bunga deposito. Mungkin juga dilakukan kombinasi dengan suku bunga
tetap (fixed rate). Misalnya pada tahun pertama menawarkan suku bunga 19%, tetapi pada
tahun-tahun berikutnya menawarkan suku bunga mengambang.
Obligasi dengan tingkat bunga nol (zero coupon bonds atau pure discount bond).
Obligasi jenis ini dijual dengan diskon pada awal periode, dan kemudian dilunasi penuh sesuai
dengan nilai nominal, pada akhir periode.
Obligasi konversi (convertible bonds)..
Merupakan obligasi yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk mengkonversikan
obligasi tersebut dengan sejumlah saham perusahaan pada harga yang telah ditetapkan, sehingga
pemegang obligasi mempunyai kesempatan untuk memperoleh capital gain. Disisi lain
perusahaan emiten akan memperoleh keuntungan karena umumnya obligasi konversi
memberikan tingkat kupon yang relative lebih rendah disbanding obligasi biasa.
Obligasi dengan jaminan ( mortgage bonds ).
Adalah obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan dengan menggunakan jaminan suatu asset riil.
Sehingga jika perusahaan gagal memenuhi kewajibannya, maka pemegang obligasi berhak untuk
mengambil alih asset tersebut. Perusahaan juga bisa menerbitkan obligasi yunior atau second
mortgage bond, yaitu obligasi dengan menggunakan jaminan asset riil yang sama dengan
obligasi yang telah disebutkan sebelumnya. Jika terjadi likuidasi maka pemegang obligasi yang
kedua akan mempunyai hak atas jaminan tersebut setelah hak pemegang obligasi pertama
terpenuhi.
Obligasi tanpa jaminan (debentures atau unsecured bond )
Adalah obligasi yang diterbitkan tanpa menggunakan jaminan asset riil tertentu. Sama halnya
dengan mortgage bond, perusahaan juga bisa menerbitkan obligasi tanpa jaminan lagi setelah
obligasi tanpa jaminan diterbitkan, yang disebut sebagai subordinated ( yunior ) debentures.
Obligasi yang disertai warrant.
Dengan adanya warrant maka pemegang obligasi mempunyai hak untuk membeli saham
perusahaan pada harga yang telah ditentukan. Sama halnya dengan obligasi konversi, pemegang
obligasi dengan warrant akan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan capital gainjika harga
saham mengalami kenaikan. Emiten juga akan memperoleh keuntungan dengan memberikan
tingkat kupon yang lebih rendah, karena pada umumnya obligasi konversi dan obligasi dengan
warrant memberikan tingkat bunga kupon yang lebih rendah dibandingkan dengan obligasi biasa.
Putable bond
Adalah obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menerima pelunasan
obligasi sesuai dengan nilai pari sebelum waktu jatuh tempo. Putable bond akan melindungi
pemegang obligasi terhadap fluktuasi tingkat bunga yang terjadi. Jika tingkat bunga pasar
mengalami kenaikan dan harga obligasi akan mengalami penurunan maka pemegang obligasi
mempunyai hak untuk meminta pelunasan perusahaan, sehingga pemegang obligasi tersebut
dapat menginvestasikan kembali dananya pada tingkat bunga yang sesuai dengan tingkat bunga
pasar yang berlaku.

Junk bond
Adalah obligasi yang memberikan tingkat keuntungan (kupon ) yang tinggi, tetapi juga
mengandung resiko yang sanagt tinggi pula. Junk bond biasanya diterbitkan oleh perusahaan
yang beresiko tinggi atau oleh perusahaan yang mempunyai rencana merger atau akuisisi.

II. Yield Obligasi


Dalam obligasi ada dua istilah yang terkait denga karakteristik pendapatan suatu obligasi yaitu :
Bunga obligasi ( bond interest rate )
Bunga obligasi dapat diartikan sebagi harga atau imbalan yang dibayarkan oleh pihak yang
meminjam dana ( dalam hal ini adalah emiten) kepada pihak yang meminjamkan dana, atau
investor obligasi sebagai kompensasi atas kesediaan investor meminjamkan dananya kepada
perusahaan emiten. Besar bunga obligasi biasanya sudah ditentukan pada saat obligasi tersebut
diterbitkan dan jumlahnya tetap hingga obligasi tersebut jatuh tempo.
Yield Obligasi
Adalah ukuran pendapatan obligasi yang akan diterima inverstor, yang cenderung bersifat tidak
tetap, mengapa ? karena yield obligasi akan sanagt terkait dengan tingkat bunga yang
diisyaratkan oleh investor.
Ada beberapa ukuran yield obligasi yang dipergunakana oleh investor yaitu .
Nominal yield
Adalah tingkat bunga yang diberikan obligasi dan besarnya sama dengan bunga kupon. Jika
suatu obligasi memberikan bunga kupon sebesar 18% maka obligasi tersebut dinyatakan
memiliki nominal yield sebesar 18%.
Current yield
Adalah rasio tingkat bunga obligasi terhadap harga pasar dari obligasi tersebut. Current yield
dapat digunakan dengan menggunakan rumus berikut ini :
CY = Ci / Pm
Dimana :
CY = current yield obligasi
Ci = pembayaran kupon pertahun untuk obligasi i
Pm= harga pasar obligasi
Current yield biasanay dilaporkan secara harian di media masa ( misalnya : Wall Street Journal ).
Informasi current yield akan lebih berguna bagi investor, dibanding informasi yang berupa bunga
kupon obligasi biasa, karena current yield memberikan gambaran perbandingan kupon obligasi
dengan harga pasar obligasi. Meskipun demikian tidak bisa dianggap sebagi return sesungguhnya
dari obligasi karena tidak dapat menggambarkan perbedaaan antara harga obligasi pada saat
dibeli dan harga obligasi pada saat dijual.
Contoh :
Apabila suatu obligasi membayar bunga pertahun sebesar Rp. 150.000 dan harganya Rp.900.000,
maka current yield nya adalah 16,67%.

Yield to maturity ( YTM )


Tingkat bunga ini merupakan internal rate of return (IRR) yang diperoleh oleh pemodal dengan
memiliki obligasi sampai dengan jatuh tempo. Misalkan suatu obligasi membayarkan bunga
sebesar Rp.160.000 per tahun dengan jangka waktu selama 5 tahun. Apabila obligasi tersebut
mempunyai nilai nominal (pelunasan) Rp. 1.000.000 dan saat ini mempunyai harga pasar sebesar
Rp.937.000, maka IRR nya bisa dihitung dengan menggunkan persamaan sebagai berikut :
937 = [160/(1 + i)] + [160/(1 + i)2] + … + [(160 + 1.000)/(1 + i)5]
Karena itu kita akan memperoleh i ≈ 18%. Perhatikan bahwa IRR tidak lain merupakan tingkat
bunga yang menyamakan sisi kiri persamaan (yaitu present value kas keluar) dengan sisi kanan
persamaan (yaitu present value kas masuk). Untuk perhitungan secara manual diperlukan trial
and error untuk bisa menemukan angka yang tepat.
Yield to maturity pada umumnya bukanlah tingkat keuntungan yang diperoleh apabila obligasi
tersebut dijual sebelum jatuh tempo. Sedangkan yield to maturity untuk zero coupon bond
merupakan spot rate.

Yield to call (YTC)


Adalah yield yang diperoleh pada obligasi yang bisa dibeli kembali (callable ) sebelum jatuh
tempo. Bagaimana cara menghitung yield untuk obligasi yang belum jatuh tempo ?., berikut
rumus yang dapat kita gunakan :

dimana :
P= harga pasar obligasi saat ini
YTC = Yield to cal
Ci= pendapatan kupon pertahun
C = periode sampai dengan saat obligasi dilunasi
Pc = call price obligasi

Disamping itu, untuk menghitung nilai YTC yang mendekati, dapat juga digunakan persamaan
berikut ini :

YTC* =
Dimana :
YTC*= nilai YTC yang mendekati
P= harga obligasi pada saat ini (t=0)
n = jumlah tahun sampai dengan yield to call yang terdekat
Ci= pendapatan kupon per tahun
Pc= call price obligasi

Contoh : Sebuah obligasi yang callable jatuh tempo 20 tahun lagi dank upon yang diberikan
adalah 18%. Nilai par obligasi tersebut adalah Rp. 1.000 dan saat ini dijua; pada harga Rp.
1.419,5. Kemungkinan obligasi tersebut akan dilunasi oleh emiten 5 tahun lagi dengan call price
sebesar Rp.1.180, sehingga YTV untuk obligasi adalah :

1.419,5 = 90 (present value of annuity, 5% untuk 10 periode) + 1.180 (present value factor, 5%
untuk 10 periode)
1.419,5 = 90(7,722) + 1.180(0,64)
1.419,5 = 1.419,5

Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa YTC dari obligasi tersebut adalah
10%. Sedangkan jika menggunakan persamaan lainnya, maka YTC nya adalah sebagai berikut :

YTC* =

YTC* = 10,16%

Pada obligasi yang dijual pada harga premi (di atas par) maka sebaiknya dalam menilai obligasi
lebih baik digunakan yield to call daripada yield to maturity.

Realized (horizon) yield, atau yield yang terealisasi (horizon) adalah tingkat return yang
diharapkan investor dari sebuah obligasi, jika obligasi tersebut dijual kembali oleh investor
sebelum waktu jatuh temponya. Disamping itu, yield yang trealisasi (horizon) dapat juga
digunakan untuk mengestimasi tingkat return yang dapat diperoleh investor dengan
menggunakan strategi perdagangan tertentu. Perhitungan yang harus dilakukan dalam
menentukan yield horizon ini memerlukan beberapa estimasi yang sebelumnya tidak digunakan
pada ukuran yield lainnya. Estimasi yang harus dilakukan investor antara lain adalah estimasi
harga jual obligasi pada akhir periode investasi yang diharapkan dan estimasi tingkat reinvestasi
untuk pendapatan kupon yang diperoleh. Dengan menggunakan estimasi tingkat reinvestasi dan
harga jual obligasi, investor dapat menghitung return horizon yang akan diperoleh jika estimasi
tersebut terealisasi. Untuk menghitung yield yang terealisasi (RY) dapat dipergunakan
persamaan berikut ini .
P= harga pasar obligasi saat ini
RY = Yield yang terealisasi
Ci= pendapatan kupon pertahun
C = periode investasi obligasi
Pf = harga jual obligasi dimasa yang akan datang

Disamping itu, untuk menghitung nilai RY yang mendekati dapat juga digunakan perhitungan
seperti persamaan berikut :

RY* =
dimana,
RY*= nilai yield yang terealisasi (horizon) yang mendekati
P= harga obligasi pada saat ini (t=0)
h = periode investasi obligasi (dalam tahun)
Ci= pendapatan kupon obligasi per tahun
Pf= harga jual obligasi di masa yang akan datang

Contoh : Sebuah obligasi, nominal Rp.1.000, umur 20 tahun dan kupon 16%, dijual pada harga
Rp.750. Investor mengestimasi bahwa dalam dua tahun mendatang suku bunga yang berlaku
akan turun, sehingga diperkirakan harga obligasi akan naik. Estimasi harga obligasi pada dua
tahun mendatang pada saat suku bunga turun adalah Rp.900, sehingga yield yang terealisasi dari
obligasi tersebut diperkirakan sebesar :
RY* =
RY* = 28,48%

Dari uraian mengenai yield obligasi tersebut, maka kita dapat menyimpulkan kegunaan masing-
masing ukuran yield tersebut. Kegunaan masing-masing yield tersebut dapat diringkas seperti
dalam tabel berikut ini :

Tabel Kegunaan Masing-Masing Ukuran Yield Obligasi

Ukuran YieldKegunaan

Nominal yieldMengukur tingkat kupon

Current yieldMengukur tingkat pendapatan sekarang

Yield to maturity (YTM)Mengukur tingkat return yang diharapkan jika obligasi disimpan sampai
waktu jatuh temponya

Yield to call (YTC)Mengukur tingkat return yang diharapkan jika obligasi dilunasi (call)
sebelum jatuh tempo

Realized (horizon) yieldMengukur tingkat return yang diharapkan untuk obligasi yang akan
dijual sebelum jatuh tempo. Yield ini dihitung dengan menggunakan asumsi tingkat reinventasi
dan harga jual obligasi.
Berbagai ukuran yield tersebut dapat digunakan untuk menentukan nilai suatu obligasi. Hasil
penilaian obligasi tersebut akan sangat mempengaruhi harga pasar obligasi.