Anda di halaman 1dari 30

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

AGRIFREQUEN : SOLUSI PEMBASMIAN HAMA DAN PENINGKATAN


KUALITAS DAN KUANTITAS HASIL TANI DENGAN PANCARAN FREKUENSI

BIDANG KEGIATAN:

PKM KARSA CIPTA

Diusulkan oleh:

SRY HANDAYANI d41114012/ Angkatan 2014


AULIATI NISA D42114309/ Angkatan 2014
FAUZIAH JAMALUDDIN G11113328/ Angkatan 2013

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2016
ii
DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan……………………………………………………………………….ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………..iii

BAB I Pendahuluan………………………………………………………………………..1

I.1. Latar Belakang……………………………………………………………………..1


I.2. Rumusan Masalah………………………………………………………………….2
I.3. Tujuan dan Manfaat………………………………………………………………..2

BAB II Tinjauan Pustaka…………………………………………………………………...3

BAB III Metode Pelaksanaan………………………………………………………………7

BAB IV Biaya dan Jadwal Kegiatan……………………………………………………….9

IV.1. Rancangan Biaya………………………………………………………………….9

IV.2. Jadwal Kegiatan…………………………………………………………………...9

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………...10

Lampiran 1 Biodata ketua, anggota dan pembimbing...…………………………………...11

Lampiran 2 Justifikasi anggaran…………………………………………………………...20

Lampiran 3 Susunan pembagian tugas……………………………………………………..23

Lampiran 4 Surat pernyataan ketua………………………………………………………..25

Lampiran 5 Gambaran teknologi…………………………………………………………..26

iii
1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang


Indonesia merupakan Negara yang kaya akan hasil alam, dimana berbagai jenis
tumbuhan yang hidup di Indonesia memiliki manfaat bagi masyarakat Indonesia. Salah
satunya tanaman padi, yang merupakan salah satu sumber bahan makanan pokok bagi
masyarakat Indonesia, dimana tumbuhan ini banyak ditemukan, khususnya di daerah-
daerah pedesaan. Sebagian besar daratan Indonesia digunakan sebagai lahan untuk
bertani, karena Indonesia adalah Negara agrasris dan dijadikan dalam kegitan ekonomi
masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam masyarakat.
Namun seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan pembangunan infrastruktur
serta bangunan-bangunan pencakar langit, perkantoran, pabrik, ruko-ruko serta
perumahan-perumahan membuat lahan yang dulunya dijadikan sebagai lahan pertanian
beralih fungsi menjadi lahan pemukiman, sehingga lahan pertanian di Indonesia semakin
berkurang, dan berdampak pula dengan hasil pertanian yang sudah tidak seimbang
dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk Indonesia.
Masalah lain pada bidang pertanian di Indonesia adalah kurangnya minat
masyarakat untuk bertani, juga disebabkan karena hasil yang didapatkan kurang
sebanding dengan usaha yang harus dikeluarkan. Permasalahan hama dan penyakit pada
tanaman pertanian, khususnya padi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil
panen. Petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli pupuk dan
racun hama. Belum lagi waktu yang harus disisihkan untuk mengawasi tanaman padi
dari hama burung pipit.
Permasalahan di atas dapat diselesaikan dengan menggunakan metode
konvensional maupun modern. Metode konvensional cenderung menghabiskan lebih
banyak usaha dan biaya. Sehingga dirasa kurang efisien. Cara-cara modern hadir
dengan kemudahan yang dimilikinya, seperti mengusir hama tikus menggunakan
frekuensi ultrasonik. Namun kebanyakan alat yang memanfaatkan frekuensi ultrasonik,
hanya mampu mengusir satu jenis hama untuk satu jenis alat. Penelitian ini
dimaksudkan untuk menciptakan sebuah alat yang dapat memancarkan berbagai jenis
frekuensi yang menyasar berbagai jenis hama yang berbeda. Selain itu menurut
penelitian MI-Jeong Jeong,dkk dari National Academy of Agricultural Science,
University of Karachi, frekuensi tertentu juga mampu meningkatkan pertumbuhan
tanaman padi. Jadi secara tidak langsung alat ini dapat menggantikan peran pupuk dan
pestisida dengan hanya memanfaatkan frekuensi sebagai objek utamanya.
2

Lahan pertanian (sawah) yang pada umumnya mendapatkan intensitas matahari


yang memadai, dapat dijadikan sebagai salah satu energi utama untuk alat ini. Sehingga
kami menambahkan panel surya untuk alat yang akan kami buat. Sehingga petani tidak
perlu khawatir ataupun mengeluarkan biaya lagi untuk membeli batterai atau
menyalurkan aliran listrik ke alatnya.

I.2. Perumusan Masalah


1. Bagaimana menciptakan sebuah alat yang dapat membantu di bidang pertanian?
2. Bagaimana meningkatkan produksi hasil pertanian?
3. Bagaimana membuat sebuah alat yang dapat membasmi hama sekaligus
meningkatkan produksi tanaman padi?

I.3. Tujuan
1. Untuk membuat alat yang dapat membantu masyarakat, khususnya di bidang
pertanian.
2. Untuk menumbuhkan potensi baru bidang pertanian di Indonesia
3. Untuk membuat sebuah alat yang berfungsi ganda, yaitu untuk mengusir hama
sekaligus meningkatkan pertumbuhan tanaman.

I.4. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan sebuah alat yang memiliki dua fungsi, yaitu untuk mengusir hama dan
membantu pertumbuhan tanaman.
2. Menghidupkan kembali potensi pertanian di Indonesia yang perlahan mulai
meredup.
3. Meningkatkan minat masyarakat untuk kembali mengolah lahan, dibanding
menjual lahannya untuk dijadikan kawasan perumahan.
4. Membantu petani untuk mengurangi biaya dan tenaga yang harus dikeluarkan
untuk mengolah lahan.
5. Menjaga keseimbangan ekologi di Indonesia, di tengah pembangunan yang
semakin gencar dilakukan.
3

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1. Potensi Pertanian di Indomesia


Masyarakat dunia sering mengenal Indonesia karena memiliki banyak sekali
gunung berapi, tercatat seratusan lebih gunung api yang aktif menjadikannya sebagai
negara dengan jumlah gunung berapi terbanyak di dunia. Indonesia memang terletak di
daerah cincin api pasifik, memiliki banyak sekali potensi bencana alam terutama
gunung meletus. Dibalik bencana gunung meletus itu, abu yang dikeluarkan ternyata
dapat membuat tanah menjadi subur. Ditambah lagi Indonesia terletak di sekitar garis
khatulistiwa yang menyebabkan Indonesia menerima paparan sinar matahari yang
sangat banyak. Tanah yang subur dan sinar matahari adalah dua faktor penting yang
dibutuhkan tumbuhan untuk hidup.
Selain itu juga, Indonesia merupakan negara kepulauan. Indonesia memiliki
17.504 pulau dan sebagian besar bisa ditanami aneka tumbuhan. Seharusnya, Indonesia
menjadi negara yang kaya akan bahan pangan. Dulu pada masa pemerintahan Presiden
Soeharto, Indonesia mampu melakukan swasembada beras dan dijuluki sebagai negara
agraris yang besar di Asia. Namun kini justru berkebalikan. Indonesia mengimpor
bahan pangan dari Thailand. Seperti yang diungkapkan Menteri Pertanian, Suswono
bahwa pada tahun 2030 kondisi kekurangan pangan di Indonesia akan menjadi
ancaman yang serius, karena diprediksi pada tahun tersebut jumlah penduduk
Indonesia mencapai angka 300 juta jiwa. Jumlah yang cukup besar memang. Di sini
penulis akan membatasi lingkup persoalan khusus untuk tanaman padi saja karena
sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokoknya.
Di bawah ini adalah tabel Luas Panen – Produktivitas – Produksi Tanaman Padi di
Indonesia selama 10 tahun terakhir yang didapat dari situs BPS.

Tabel II.1
4

Grafik II.1
Berdasarkan grafik di atas, ternyata luas panen dari tahun 2004 sampai 2013 semakin
meningkat tajam. Kecuali tahun 2011 menurun.

Grafik II.2
Untuk produktivitas tanaman padi juga cenderung meningkat dari tahun 2004 sampai
tahun 2013. Kecuali tahun 2011 turun.

Grafik II.3
Untuk produksi juga sama, dari tahun ke tahun semakin meningkat, kecuali untuk
tahun 2011.
5

II.2. Hambatan untuk Pertanian di Indonesia


Berdasarkan analisis Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Statistik Tanaman
pangan Badan Pusat Statistik, penurunan produksi padi terjadi di Jawa. Penurunan luas
panen padi di Jawa diperkirakan terjadi karena beberapa hal diantaranya musim
kemarau yang relatif panjang di tahun 2011 yang menyebabkan adanya lahan yang
tidak bisa ditanami atau mundur tanam. Hal ini tercermin dari penurunan luas tanaman
akhir bulan Agustus 2011 sebesar 227,94 ribu ha dibandingkan luas tanaman akhir
bulan Agustus 2010. Faktor lainnya adalahpeningkatan luas puso periode Januari-
Agustus 2011 seluas 27,55 ribu ha, yaitu dari 25,91 ribu ha tahun 2010 menjadi 53,46
ribu ha tahun 2011.
Beliau menjelaskan, penurunan produktivitas padi di Jawa diperkirakan terjadi
karena beberapa hal diantaranya sebagian tanaman yang ditanam pada musim kemarau
2011 mengalami kekurangan air. Kekurangan air pada fase tertentu dalam
pertumbuhan dapat menyebabkan jumlah anakan padi menjadi berkurang dan
pembentukan bulir gabah kurang optimal atau bulir hampa meningkat. Peningkatan
luas tanaman yang terkena dampak perubahan iklim (banjir/kekeringan) dan terserang
hama/OPT periode Januari-Agustus 2011 seluas 105,67 ribu ha, yaitu dari 522,21 ribu
ha tahun 2010 menjadi 627,88 ribu ha tahun 2011. Di bawah ini adalah Tabel Produksi
Padi Setiap Provinsi di Indonesia pada Tahun 2013 yang didapat dari situs BPS.

Adapun faktor lain yang menjadi hambatan pertanian di Indonesia adalah


1. Hama
2. Kurangnya lahan pertanian
3. Cuaca yang tidak menentu
4. Hasil yang dicapai tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan.

II.3. Solusi untuk Meningkatkan Potensi Pertanian di Indonesia


Alat yang dapat memancarkan frekuensi untuk mengusir hama sekaligus
membantu pertumbuhan tanaman adalah salah satu cara untuk kembali
meningkatkan keinginan masyarakat untuk mengolah lahan dengan menekan biaya
pengolahan lahan. Khususnya biaya yang harus dialokasikan untuk membeli pupuk
dan racun hama/ pestisida. Secara umum alat ini terdiri dari 3 bagian utama.
1. Pemancar frekuensi ultrasonik
Gelombang ultrasonik adalah gelombang bunyi yang memiliki frekuensi
yang melebihi 20KHz. Pemancar frekuensi ultrasonik bekerja dengan
mengkonversi arus listik bolak-balik menjadi osilasi mekanis. Gelombang
6

ultrasonik dapat dipancarkan dengan menggunakan sensor ultrasonik atau biasa


disebut dengan transducer. Transducer berlaku sebagai aktuator yang memberi
respon besaran listrik menjadi besaran suara. Pemancar frekuensi ultrasonik
pada alat ini, ditujukan untuk mengusir hama-hama yang dapat mendengar
gelombang berfrekuensi tinggi seperti tikus, belalang, serangga, dan hewan
pengerat lainnya.

2. Pemancar frekuensi sonic


Gelombang sonic adalah gelombang yang memiliki frekuensi yang lebih
dari 20Hz dan kurang dari 20KHz. Gelombang ini merupakan gelombang yang
dapat ditangkap oleh indera pendengaran manusia.
Menurut penelitian, burung memiliki sensitivitas terhadapa suara di kisaran
1-4KHz. Jadi dengan memanfaatkan gelombang bunyi dengan frekuensi
tersebut , kita mampu mengusir burung pipit atau yang lain.

3. Panel Surya
Solar cell atau panel surya adalah alat untuk mengkonversi tenaga matahari
menjadi energi listrik.photovoltaic adalah teknologi yang berfungsi untuk
mengubah atau mengkonversi radiasi matahari menjadi energi listrik secara
langsung. Sumber daya utama yang digunakan untuk alat ini berasal dari energi
matahari. Di samping karena alat ini akan di tempatkan pada ruang terbuka,
yang memiliki pasokan cahaya matahari yang cukup, hal itu juga akan semakin
mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.
7

BAB III
METODOLOGI PELAKSANAAN

III.1. Identifikasi dan Pemodalan Sistem


Identifikasi dan pemodelan sistem dilakukan untuk mendapatkan bentuk dan sistem
yang sesuai dengan yang diharapkan. Dalam hal ini pemancar frekuensi ini merupakan
sebuah alat yang bentuknya seperti paku dengan ukuran yang cukup besar
diletakkan/ditancapkan pada lahan pertaniaan, yang dirangkaikan dengan solar cell
sebagai catu daya utama dan rangkaian pembangkit frekuensi yang kemudian akan
dipancarkan dengan transducer ultrasonic. Frekuensi yang dipancarkan merupakan
frekuensi yang dapat mengganggu hama sehingga hama tidak akan mengganggu
pertumbuhan tanaman, dan juga frekuensi yang dipancarkan merupakan frekuensi yang
dapat membantu pertumbuhan tanaman.

III.2. Perancangan sistem pembangkit dan pemancar gelombang


Sistem pembangkit dan pemancar gelombang meliputi:
1. Perancangan pembangkit frekuensi untuk mengganggu hama yang
pergerakannya di tanah
2. Perancangan pembangkit frekuensi untuk mengganggu hama yang
pergerakaannya di udara
3. Perancangan pembangkit frekuensi untuk membantu pertumbuhan tanaman
4. Perancahan sistem pemacar gelombang.

III.3. Perancangan sistem catu daya dan Rangka body


1. Perancangan rangkaian solar cell
2. Perancangan penghubungan rangkaian solar cell dan sistem pembangkit dan
pemancar gelombang.
3. Perancangan body.

III.4. Perancangan software

Terdapat sebuah sistem yang berfungsi untuk mengatur besarnya frekuensi


yang akan dipancarakan oleh sistem pembangkit dan pemancar frekuensi, besar
frekuensi tersebut akan diatur dengan menggunakan bantuan software dengan
menguji coba berbagai frekuensi dan melihat mana saja yang dapat mengganggu
hama dan membantu pertumbuhan tanaman.
8

III.5. Pembuatan Alat


Pada tahap ini dilakukan integrasi antara sistem pembangkit dan pemancar
frekuensi dengan sumber catu daya yang berasal dari solar cell , dan memasangnya
pada body yang telah dirancang dan dibuat.
Pemasangan setiap piranti sistem pada body alat disesuakan dengan desain
rancagan sistem, peletakan setiap piranti memperhitungkan daya pancar gelombang
agar berpusat pada tujuan.

III.6. Tahap Pengujian


1. Tahap pengujian awal
Pada tahap ini dilakukan pengujian terhadap kinerja sistem pembangkit dan
pemancar frekuensi. Pengujian ini dilakukan dengan pengujian langsung
terhadap hama dan tumbuhan. Pada pengujian ini dapat dilihat apakah frekuensi
yang dipancarkan telah sesuai dengan tujuan alat ini. Apabila frekuensi yang
dipancarkan sistem tersebut belum sesuai dengan hasil akhir yang diinginkan
maka akan dilakukan perbaikan dan perubahan frekuensi pada sistem
pembangkit dan pemancar frekuensi. Sedangkan apabila hasil akhir telah sesuai
dengan yang diharapkan, maka akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya.
2. Tahap pengujian sistem catu daya
Pada tahap ini dilakukan pengujian pada sistem catu daya utamanya besar daya
yang dapat diterima oleh solar cell, dan apakah daya tersebut mencukupi untuk
membuat seluruh sistem bekerja dengan optimal.
3. Tahap pengecekan ulang dan perbaikan
Pada tahap ini dilakukan pengecekan ulang terhadap sistem. Mulai dati sistem
pembangkit dan pemancar frekuensi maupun sistem catu daya serta pengecekan
terhadap daya tahan body. Tahap ini berfungsi untuk memastikan apakah masih
terdapat kesalahan pada proses kerja sistem atau tidak. Apabila sistem telah
bekerja dengan baik maka dilanjutkan ketahap selanjutnya.
4. Tahap pengambilan sampel
Pada tahap ini dilakukan pengambilan sampel dengan melakukan uji coba
langsung pada lahan pertanian, dan melihat hasil yang didapatkan. Apakah alat
sudah bekerja sesuai dengan hasil akhir yang ingin dicapai.
Apabila hama pada lahan pertanian sudah berkurang bahkan tidak ada, dan
pertumbuhan tanaman mengalami peningkatan, sistem dapat dilakukan uji
ketahanan dengan mengulangi pengambilan data secara berulang.
9

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

IV.1. Rancangan Biaya

NO JENIS PENGELUARAN TOTAL BIAYA


1. Peralatan penunjang Rp 1.437.340,-
2. Peralatan habis pakai Rp 6.083.000,-
3. Anggaran perjalanan Rp 600.000,-
4. Anggaran lain-lain Rp 250.000,-
TOTAL Rp 8.370.340,-

IV.2. Jadwal Kegiatan

No KEGIATAN MINGGU
1 2 3 4 5 6
A PERSIAPAN
1 Penelitian range frekuensi yang akan
digunakan dan penetapan rencana kerja
2 Penetapan rencana kerja
3 Perancangan desain bentuk dan rangkaian
elektronika
4 Persiapan alat dan bahan yang digunakan
B PELAKSANAAN
1 Pembuatan rangkaian elektronik dan dan
pemancar frekuensi
2 Pemrograman mikrokontroller
3 Pembuatan kerangka mekanik
4 Tahap pengujian awal
5 Perbaikan perangkat dari tahap pengujian
awal
6 Pengujian fungsi alat terhadap hama dan
tumbuhan
7 Perbaikan dan pemantapan alat
C PENYUSUNAN LAPORAN
1 Menganalisis hasil kerja alat terhadap
hama dan pertumbuhan tumbuhan.
2 Pembuatan laporan akhir
10

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, A 2016, Makassar terkini, dilihat pada 5 OKtober 2016,


http://kabarmakassar.com/tag/smart-card/

Anonim, A 2016, Berita Rakyat Sulsel, dilihat pada 4 Oktober 2016 ,


http://www.antarasulsel.com/berita/57494/makassar-genjot-mutu-pertaniannya

Beason, R 2004, ‘What Can Birds H ear?’, vol.9, no.1, hh 92-96

Iwan Yahya, I 2012, Gelombang Bunyi, Grup Riset Akustik & Fisika Terapan (iARG) ,
dilihat pada 4 Oktober 2016, http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=13655
11

Lampiran 1
1.) Biodata Ketua Tim
A. Identitas diri

1. Nama Lengkap Sry Handayani


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Teknik Elektro
4. NIM D41114012
5. Tempat dan Tanggal Lahir Parepare 29 Oktober 1996
6. Email Sryhandayani47@yahoo.com
7. No. Telpon 082348149669

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 27 Parepare SMPN 2 Parepare SMAN 01 Parepare
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk 2002 2008 2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah

NO Nama pertemuan Judul artikel ilmiah Waktu dan


ilmiah/Seminar tempat
1 - - -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir

NO Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun


penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secar hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan proposal.
Gowa, 6 Oktober 2016
12

2.) Biodata Anggota


A. Identitas diri

1. Nama Lengkap Auliati Nisa


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Teknik Informatika
4. NIM D42114309
5. Tempat dan Tanggal Lahir Sinjai, 08 Januari 1997
6. Email auliatinisa5@gmail.com
7. No. Telpon 085255973399

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 78 SMPN 1 Sinjai SMAN 01 Sinjai
Mattoanging Utara Utara
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk 2002 2008 2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah

NO Nama pertemuan Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat


ilmiah/Seminar
1 - - -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir

NO Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun


penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secar hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan proposal.
Gowa, 6 Oktober 2016
13

3.) Biodata Anggota


A. Identitas diri

1. Nama Lengkap Fauziah Jamaluddin


2. Jenis Kelamin Perempuan
3. Program Studi Agroteknologi
4. NIM G11113328
5. Tempat dan Tanggal Lahir Sinjai, 10 Agustus 1994
6. Email Nonaziah.fj@gmail.com
7. No. Telpon 082345479313

B. Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA
Nama Institusi SDN 1 Balangnipa SMPN 3 Sinjai SMAN 01 Sinjai
Utara Utara
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk 2001 2007 2010

C. Pemakalah Seminar Ilmiah

NO Nama pertemuan Judul artikel ilmiah Waktu dan tempat


ilmiah/Seminar
1 - - -

D. Penghargaan dalam 10 Tahun Terakhir

NO Jenis Penghargaan Institusi pemberi Tahun


penghargaan
1 - - -

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secar hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan proposal.
Gowa, 6 Oktober 2016
14

Biodata Dosen Pembimbing

A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Dr.Eng. intan Sari Areni, ST,MT
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Elektro
4 NIP 19750203 200012 2 002
5 NIDN 0003027508
6 Tempat dan Tanggal Lahir Watampone, 3 Februari 1975
7 Alamat Rumah Jl. Bougenville Raya No. 24
8 No. HP 081243337643/0811418880
9 Alamat Kantor Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10
Tamalanrea, 90245 Makassar, Sulawesi
Selatan
10 Alamat e-mail intan@unhas.ac.id

B. Riwayat Pendidikan
Pendidikan Dasar dan Menengah
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Negeri No. 2 SMP Negeri 2 SMA Negeri 1
Watampone Watampone Watampone
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk- 1981-1987 1987-1990 1990-1993
Lulus

Pendidikan Tinggi
No Perguruan Tinggi Kota & Negara Tahun Bidang Studi
Lulus
1 Universitas Hasanuddin Makassar, 1998 Telekomunikasi
Indonesia
2 Universitas Gadjah Yogyakarta, 2003 Sistem Isyarat
Mada (UGM) Indonesia Elektronis
15

3 Ehime Universuty Ehime, Japan 2013 Departement of


Electrical and
Electronic
Engineering and
Computer
Science

C. Pengalaman Riset
NO Judul Riset Tahun
1. “Simulasi Penghapusan Derau Suara Adaptif 2003
dengan Algoritma LMS (Least Mean Square)”

(Sumber dana: Lembaga Penelitian (LP)-UNHAS-


Dana Perintis)
2. “Equal Gain Combining pada Dual Link untuk 2006
Peningkatan Unjuk Kerja Sistem”
(Sumber dana: Lembaga Penelitian (LP)-UNHAS-
Dana Perintis)
3. Depkominfo Grant : “Prototiping Plug and Play 2008-2009
Smart Antenna untuk Aplikasi Generasi Lanjut
Sistem Komunikasi Nirkabel”

(Sumber dana: Depkominfo)


4. “Analisis Kesetaraan Gender Staf Pengajar 2008
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin”

(Sumber dana:Lembaga Penelitian (LP)-UNHAS-


Dana Perintis)
5. Power-Line Communication System 2009-2013
6. Kemenkominfo Grant : “Sistem Antena 2014-2015
Reconfigurable Beamsteerable dan Friendly
Environment dengan Struktur Stripmikro untuk
Piranti Komputasi Bergerak LTE-Advanced”

(Sumber dana: Kemenkominfo)


7. “Pembuatan Modul Perhitungan Eksternalitas Total 2014
Pembangkit Listrik Tenaga Uap Dengan Model
16

Robust Uniform World Model”

(Sumber dana: PUPT-Dikti)


8. “Implementasi Transfer Data Berkecepatan Tinggi 2015
Melalui Media Saluran Transmisi”

(Sumber dana: PUPT-Dikti)

D. Karya Ilmiah yang dipublikasikan:


No Judul Karya Ilmiah
1 Aplikasi Algoritma LMS dan Alihragam Gelombang-Singkat Untuk
Penghapusan Interferens Suara; Seminar on Intelligent Technology And Its
Applications (SITIA), Surabaya Mei 2004, hal 137.
2 Aplikasi Algoritma Dijkstra pada Penentuan Rute Jalan Kota Makassar;
Jurnal Ilmiah “Elektrikal Enjiniring”, Volume 03, No. 02, Mei-Agustus 2005,
hal. 48.
3 Analisis Kegagalan Soft-Handover pada Jaringan Komunikasi Seluler Code
Division Multiple Access (CDMA) Wilayah Makassar; Jurnal INTEK, Juni
2006, Tahun ke-12, Nomor 2, pp: 108-116.
4 PLC Radiation Detection Method Based on The ICMP Packet Sound,
ShikokuSection Joint Convention Record of the Institutes of Electrical and
Related Engineers 2010, Ehime University, Japan. September, 2010.
5 A Study of Radiation Detection Methods for Cognitive PLC System, IEEE
International Symposium on Power Line Communications (IEEE – ISPLC)
2011, Udine, Italy, April, 2011.
6 Radiation Detection Method considering Channel Occupation Ratio,
ShikokuSection Joint Convention Record of the Institutes of Electrical and
Related Engineers 2011, Tokushima, Japan, September, 2011.
7 Packet Size Optimization of PPS Based Radiation Detection for AEE-PLC,
IEEE International Symposium on Power Line Communications (IEEE –
ISPLC) 2012, Beijing, China, March, 2012.
8 Effect of Background Packets for PPS Method in PLC System, Shikoku-
Section Joint Convention Record of the Institutes of Electrical and Related
Engineers 2012, Kochi, Japan, September, 2012.
9 A new transmission system using the Protective Earth conductor for Narrow-
Band PLC, IEICE Communication Express, Vol. 1, No.7, 2012.
10 N-PE Transmission System for Narrow-Band PLC and Its Channel
17

Properties, IEEE International Symposium on Power Line Communications


(IEEE – ISPLC) 2012, Johannesburg, South Africa, March, 2013.
11 Radiation Detection by Employing Periodic Packets in Power-Line
Communication System, IEEJ Transactions on Electronics, Information and
Systems, Vol. 133, No. 12, pp. 2184-2189, 2013
12 A Compact and Robust WBN Applicable for Real-Time Febris
Monitoring,AseanJapan Workshop on Information Science and Technology,
University Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi, Malaysia, 10-12 June 2014.
13 Evaluasi Unjuk Kerja Jaringan Ad-hoc Berbasis Protokol AODV, Seminar
Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATi), Hotel Ambarukmo,
Yogyakarta, 21 Juni 2014
14 Evaluasi Numerik Desain Antena UWB untuk aplikasi deteksi Breast Cancer,
Seminar Nasional Microwave Antena & Propagasi (SMAP) 2014, Universitas
Mercubuana, Jakarta, 25 September 2014
15 Ultra Wide Band Antenna Design for Fetal Monitoring, Makassar
International Conference on Electrical Engineering and Informatics
(MICEEI) 2014, Makassar Golden Hotel, 26-30 November 2014. (Asmi
Pratiwi, Intan Sari Areni, Elyas Palantei, Dewiani)
16 Utilization of HF Electromagnetic Waves Availability for Charging
Mobile Communication Device, Makassar International Conference on
Electrical Engineering and Informatics (MICEEI) 2014, Makassar Golden
Hotel, 26-30 November 2014. (Intan Sari Areni, Asmah Akhriana, Elyas
Palantei, Sukriyah Buwarda)
17 High Gain CP Antenna for Mobile Satellite Communications Numerically
Evaluated under Various Packaging Materials, Makassar International
Conference on Electrical Engineering and Informatics (MICEEI) 2014,
Makassar Golden Hotel, 26-30 November 2014. (Elyas Palantei, Ashadi
Amir, Wardi, Intan Sari Areni, Dewiani, Sukriyah Buwarda)
18 A Fuzzy Logic Approach for Timely Adaptive Traffic Light Based on
Traffic Load, Makassar International Conference on Electrical
Engineering and Informatics (MICEEI) 2014, Makassar Golden Hotel, 26-
30 November 2014. (Indrabayu, Intan Sari Areni, Novy NRA Mokobombang,
Sitti Wetenriajeng Sidehabi)
19 Prediksi Pemakaian Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pendidikan
denganMenggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan, Jurnal Dielektrika,
ISSN : 2086-9487, VOL. 2 No. 1, Pebruari 2015 (Mirna Andriani, Indrabayu,
Intan Sari Areni)
18

20 Early Stage Cancer Detection Technique Considering The Reflected


Power From Breast Tissues, (Elyas Palantei, Ashadi Amir, Dewiani, Intan
Sari Areni and Andani Achmad) – Accepted
21 Movement Effect on Electrical Properties of UWB Microwave Antenna
During Breast Tumor Diagnostic Scanning, IEEE Asia Pasific Conference on
Wireless and Mobile (ApWiMob), Bandung, 27-29 Agustus 2015 (Dewiani,
Ashadi Amir, Elyas Palantei, Intan Sari Areni, and Andani Achmad) –
Accepted

22 Improvement of UWB Patch Transducer Properties Applicable for Fetal


Monitoring System, IEEE Asia Pasific Conference on Wireless and
Mobile (ApWiMob), Bandung, 27-29 Agustus 2015 (Elyas Palantei, Intan
Sari Areni, A. Asmi Pratiwi and Ashadi Amir) – Accepted

23 Prediction of Reagents Needs Using Radial Basis Function in Teaching


Hospital, IJET (Indrabayu, Baizul Zaman, Amil A. Ilham, Intan Sari Areni) –
Accepted

24 Attenuation Measurement of Laboratory-Based PLC Implementation (Intan


Sari Areni, Elyas Palantei, Ansar Suyuti, Adnan, Weni Sri Yusnita,
Heni Susanti) – Submitted

25 Drug Usage Prediction in Teaching Hospitals using Neural Network and


Adaptive Splines Threshold Autoregressive (Indrabayu, Mirna Andriani,
Intan Sari Areni) – Submitted

Semua data yang saya isikan dan cantumkan dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggung jawabkan secar hokum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidak sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyratan dalam pengajuan proposal.
19

Gowa, 6 Oktober 2016

Dosen Pembimbing,

Dr.Eng. Intan Sari Areni, ST, MT

NIDN. 0003027508
20

Lampiran 2
Justifikas Anggaran Kegiatan

PERALATAN PENUNJANG (ALAT)


NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH HARGA HARGA
SATUAN TOTAL

1. Solder 1 buah Rp 67.000,- Rp 67.000,-


2. Tang Pemotong kabel 1 buah Rp 70.000,- Rp 70.000,-
3. Pipa pvc 3” 165 mm 2 buah Rp 296.670,- Rp 593.340,-
4. Acrilic 1,5 mm bening, 122 x 2 buah Rp 230.000,- Rp 460.000,-
244
5. PCB 3 buah Rp 20.000,- Rp 60.000,-
6. 1 Box Baut 1 box Rp 6.000,- Rp 6.000,-
7. Lem lilin 1 pcs 1 buah Rp 30.000,- Rp 30.000,-
8. Alat tembak lem lilin 2 buah Rp 35.500,- Rp 71.000,-
9. Tang lancip 1 buah Rp 80.000,- Rp 80.000,-
TOTAL RP 1.437.340,-

PERALATAN HABIS PAKAI (BAHAN)


NO ALAT DAN BAHAN JUMLAH HARGA HARGA
SATUAN TOTAL
1. Arduino Uno 2 buah Rp 220.000,- Rp 440.000,-
2. Arduino Mega 1 buah Rp 340.000,- Rp 340.000,-
3. Litium Polimer Baterai (Lipo) 2 buah Rp 210.000,- Rp 420.000,-
7,4 v
4. 9v 3W mini Solar Cell 2 buah Rp 190.000,- Rp 380.000,-
5. Solar charge controller 1 buah Rp 700.000,- Rp 700.000,-
regulator (solar litium)
6. Aki 1 buah Rp 350.000,- Rp 350.000,-
7. IC 555 4 buah Rp 60.000,- Rp 240.000,-
8. 10 pcs IC TL071 1 buah Rp 199.000,- Rp 199.000,-
9. Timah 2 buah Rp 77.000,- Rp 154.000,-
10. Kabel Tembaga 5 meter 2 buah Rp 315.000,- Rp 700.000,-
21

12. Jumper 5m 1 buah Rp 10.000,- Rp 10.000,-


13. 1 set Arduino Dupont Line 1 buah Rp 100.000,- Rp 100.000,-
Kabel Pelangi 20cm Male To
Male
14. Transducer ultrasonic 4 buah Rp 415.000,- Rp 1.660.000,-
15. Piranti elekronika (resistor, 1 pack Rp 100.000,- Rp 100.000,-
capasitor, transistor, diode dll)
16. NE555 pulse frekuensi 2 buah Rp 145.000,- Rp 290.000,-
adjustable siklus gelombang
TOTAL RP 6.083.000,-

ANGGARAN PERJALANAN
NO TUJUAN JUMLAH HARGA HARGA
SATUAN TOTAL

1. Transportasi dalam kota 3 orang Rp 200.000,- Rp 600.000,-


selama satu bulan

TOTAL Rp 600.000,-

ANGGARAN LAIN-LAIN
NO JENIS PENGELUARAN HARGA TOTAL
1. Penyusunan Laporan dan Perbanyak Rp 100.000,-
Laporan

2. Biaya tak terduga Rp 150.000,-


TOTAL RP 250.000,-

REKAPITULASI BIAYA
NO JENIS PENGELUARAN TOTAL BIAYA
1. Peralatan penunjang Rp 1.437.340,-
2. Peralatan habis pakai Rp 6.083.000,-
22

3. Anggaran perjalanan Rp 600.000,-


4. Anggaran lain-lain Rp 250.000,-

TOTAL Rp 8.370.340,-
23
Lampiran 3
Susunan organisasi tim peneliti dan pembagiaan tugas
NO Nama/NIM Program Studi Bidang Alokasi Uraian Tugas
Ilmu Waktu
(jam/hari
)
1 Sry Handayani Teknik Teknik 3jam / 1.Mengidentifika
/ D41114012 Elektro Energi hari si alokasi
Listrik frekuensi yang
digunakan.
2. Merancang dan
membuat sistem
pembangkit dan
pemancar
frekuensi.
3.Membuat dan
merancang sistem
catu daya utama
4. Melakukan uji
coba dan
pengambilan
sampel lapangan
secara langsung
2 Auliati Nisa / Teknik Internet 3 jam / 1.Merancang dan
D42114309 Informatika of hari membuat sistem
Things pembangkit dan
(IOT) pemancar
frekuensi.
2.Melakukan
programming
sistem.
3.Merancang dan
membuat body
sistem
3 Fauziah Agroteknologi Agrotekn 3 jam / 1.Merancang dan
Jamaluddin / ologi hari membuat body
G11113328 sistem
24

2.Melakukan uji
coba dan
pengambilan
sampel lapangan
secara langsung
3.Penyusunan
laporan hasil
penelitiaan
25

Lampiran 4
26

Lampiran 5

Diagram alur kegiatan


27

Gambaran bentuk agrifrequen