Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Pembahasan kasus

Pasien Ny. A umur 32 tahun dengan indikasi CPD+Oligohidroamnion pada

saat dikaji terdapat vulva pasien tampak kotor dan dilakukan vulva hygiene

Menurut penelitian Dewi (2014) dengan judul Hubungan Vulva Hygiene

Dengan Lama Penyembuhan Luka Perineum Di Wilayah Kerja Puskesmas

Dlanggu Mojokerto menyatakan ada hubungan antara pelaksaaan vulva hygiene

dengan perineum. Dikarenakan bila personal hygiene yang kurang baik misalnya

cara cebok yang salah dapat mengakibatkan terjadinya banyak hal, yang

menimbulkan keluhan. Oleh karena itu ibu nifas diharapkan lebih meningkatkan

informasi dan pengetahuan tentang perawatan perineum yang lebih baik misalnya

melakukan penggantian pembalut yang benar dan cara cebok yang tepat sehingga

yang lebih baik misalnya sehingga responden dapat melakukan perawatan luka

perineum dengan baik dan benar.

Implementasi untuk menurunkan nyeri yaitu dengan terapi nonfarmakologis

yaitu teknik nafas dalam dan terapi murrotal al-quran dikarenakan pasien

mengeluh nyeri daerah luka post operasi dengan skala nyeri 9 (0-10) dan setelah

di lakukan terapi menurun perlahan. Untuk teknik nafas dalam menurut penelitian

Wiwiek Widiatie (2015) pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap

penurunan intensitas nyeri pada ibu postseksio sesarea di rumah sakit unipdu

medika jombang dengan hasil penelitian ada pengaruh antara teknik relaksasi

nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu post seksio sesarea.

Dikarenakan Teknik relaksasi nafas dalam dipercaya mampu merangsang tubuh


untuk melepaskan opoid endogen yaitu endorphin dan enkefalin. Hormon

endorfin merupakan substansi sejenis morfin yang berfungsi sebagai penghambat

transmisi impuls nyeri ke otak. Sehingga pada saat neuron nyeri perifer

mengirimkan sinyal ke sinaps, terjadi sinapsis antara neuron perifer dan neuron

yang menuju otak tempat seharusnya substansi P akan menghasilkan impuls. Pada

saat tersebut, endorfin akan memblokir lepasnya substansi P dari neuron sensorik,

sehingga sensasi nyeri menjadi berkurang.( Andreana, 2006).

Untuk terapi murrotal al-Quran menurut Wiji Wijayanti (2015) dengan judul

Pengaruh Distraksi Audio: Murottal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Nyeri Pasien

Post OperasiSectio Caesarea Di Rs Pku Muhammadiyah dengan hasil penelitian

Ada pengaruh dan perbedaan setelah diberikan distraksi audio: murottal Al-

Qur’an. Dikarenakan murottal Al-Qur’an dapat menurunkan hormone stress dan

merangsang hormone endorphine alami ( serotonin) dan dapat mengurangi nyeri.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan

Implementasi untuk menurunkan nyeri yaitu dengan terapi nonfarmakologis yaitu


teknik nafas dalam dan terapi murrotal al-quran dikarenakan pasien mengeluh
nyeri daerah luka post operasi dengan skala nyeri 9 (0-10) dan setelah di lakukan
terapi menurun perlahan. pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap
penurunan intensitas nyeri pada ibu postseksio sesarea, ada pengaruh antara
teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu post
seksio sesarea.

Untuk terapi murrotal al-Quran terhadap Penurunan Nyeri Pasien Post


OperasiSectio Caesarea, ada pengaruh dan perbedaan setelah diberikan distraksi
audio: murottal Al-Qur’an. Dikarenakan murottal Al-Qur’an dapat menurunkan
hormone stress dan merangsang hormone endorphine alami ( serotonin) dan dapat
mengurangi nyeri.

B. Saran