Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH ALAT BERAT (DUMPTRUCK)

1. 1. PEMINDAHAN TANAH MEKANIS Oki Chandra NIM: 1207136485 DUMP TRUCK


2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT., karena berkat
Rahmat dan Karunia – Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah pada mata kuliah
Alat Berat. Dan tidak lupa penyusun panjatkan doa serta salam kepada junjungan Nabi
besar Muhammad SAW. Dengan selesainya makalah ini, tidak terlepas dari bantuan
banyak pihak yang telah memberikan masukan – masukan kepada penulis. Untuk itu
penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Bapak Hendra Taufik, S.T.,M.T.
sebagai dosen pada mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis. 2. Kakak Ria Larici
sebagai asisten pembimbing pembuatan paper ini. 3. Semua pihak yang terkait dan tidak
bisa disebutkan satu persatu. Penyusun berharap bahwa makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca, khususnya bagi Mahasiswa program studi Teknik Sipil Universitas Riau.
Penyusun menyadari bahwa makalah yang dibuat tidak sempurna dan masih banyak
kekurangan didalamnya. Oleh karena itu penyusun mengharapkan masukan/saran dan
kritik yang membangun agar dapat diperbaiki kedepannya. Penyusun, Pekanbaru, 8 April
2015
3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR
................................................................................................... DAFTAR
ISI................................................................................................................ii BAB I
PENDAHULUAN .........................................................................................3 1.1 Latar
Belakang .............................................................................................3 1.2 Rumusan
Masalah........................................................................................3 BAB II DASAR
TEORI............................................................................................4 2.1 Sejarah Dump
Truck.....................................................................................4 2.2 Klasifikasi Dump
Truck................................................................................4 2.3 Bagian-Bagian Dump Truck
.....................................................................18 2.4 Produktifitas Alat
.......................................................................................19 BAB III PERHITUNGAN
PRODUKTIFITAS ALATA.....................................20 3.1 Contoh
Perhitungan...................................................................................20 BAB IV PENUTUP
.................................................................................................22 4.1 Kesimpulan
.................................................................................................22 4.2
Saran............................................................................................................22 DAFTAR
PUSTAKA ................................................................................................23
4. 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Alat berat yang kita kenal didalam ilmu
teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan
pekerjaan pembangunan suatu struktur. Penggunaan alat berat yang kurang tepat
dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian
antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah di
tentukan, atau kerugian perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu sebelum
menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya, haruslah dipahami fungsi dan
aplikasinya. Terdapat beraneka macam alat yang sering di gunakan dalam pekerjaan
konstruksi, tetapi yang akan dibahas dalam makalah ini hanya Dump Truck. 1.2
Rumusan Masalah 1. Apa sajakah jenis – jenis dump truck yang sering digunakan? 2.
Bagaimanakah fungsi dari berbagai jenis dump truck tersebut? 3. Bagaimanakah cara
menghitung produktifitas dump truck dalam suatu proyek?
5. 5. BAB II DASAR TEORI 2.1 Sejarah Dump Truck Dump truck (atau di Inggris
menyebutnya Dumper truck) adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan
material pada jarak menegah sampai jarak jauh (500 m atau lebih). Muatannya diisi oleh
alat pemuat, sedangkan untuk membongkar alat ini bekerja sendiri. Material-material
tersebut diantaranya batu bara, tanah urug, pasir, batu split, nikel, biji besi bahkan
sampai sampah. Sebuah dump truck memiliki ciri yang khas dilengkapi dengan piranti
pembantu hidrolik yang terpasang di bawah bak dump truck dalam posisi tidur dengan
bagian belakang berengsel, bagian depan bak yang dapat di angkat memungkinkan isi
yang di bawa dalam bak dump truck dengan mudah di turunkan di belakang truk di lokasi
pengiriman. Di Inggris dan Australia istilah tersebut berlaku hanya untuk off road dan
pekerjaan konstruksi saja, dan sementara di jalan raya kendaraan ini di kenal sebagai
tipper, truck tipper (Inggris) dan tip truck (Australia). Dump truck pertama kali di
perkenalkan di Saint John, New Brunswick ketika Robert T. Mawhinney memasang kotak
dump pada sebuah truk dengan bak model rata (flatbed) di tahun 1920. Perangkat untuk
mengangkat adalah sebuah winch yang dihubungkan dengan kabel dan puli katrol yang
terpasang pada tiang di belakang kabin truk. Kabel dihubungkan ke ujung depan bawah
kotak dump truck yang dilekatkan oleh pivot di bagian belakang kabin truk. Operator
menggerakkan engkol untuk menaikkan dan menurunkan kotak. Saat ini, hampir semua
dump truck dioperasikan oleh hidrolik yang di pasang dalam berbagai konfigurasi,
masing-masing dirancang untuk menyelesaikan tugas tertentu. 2.2 Klasifikasi dan Cara
Kerja Dump Truck Truk diklasifikasikan berdasarkan factor dan cara kerja berikut : a)
Ukuran, tipe mesin dan bahan bakar. b) Jumlah roda, as dan cara penyetiran. c) Metode
pembongkaran muatan. d) Kapasitas.
6. 6. e) Sistem pembongkaran. Berdasarkan metode pembongkarannya maka terdapat tiga
jenis truk yaitu Rear Dump, Bottom Dump, dan Side Dump. a. Rear Dump Rear dump
terdiri dari dua jenis, yaitu rear dump truck dan rear dump tractor wagon. Dari semua
jenis truk maka rear dump truck adalah alat yang paling sering dipakai. Truk mempunyai
kelebihan dibandingkan dengan wagon karena truk lebih kuat jika harus bergerak pada
jalan menanjak. Cara kerja pembongkaran alat tipe ini adalah material dibongkar dengan
cara menaikan bak bagian depan dengan sistem hidrolis. Rear- dump truck dipakai untuk
mengangkut berbagai jenis material. Akan tetapi material lepas seperti tanah dan pasir
kering merupakan material yang umum diangkut oleh dump truck. Material seperti batuan
dapat merusak truk yang dipakai, oleh karena itu, pemuatan material harus dilakukan
secara hati-hati atau bak truk dilapisi bahan yang tidak mudah rusak. Ukuran bak truk
jenis ini berkisar antara 25 sampai 250 ton. Gambar 1. Rear Dump Sumber: Maulidawati,
2014 b. Side Dump Side - Dump Truck dan Tractor – Wagon mengeluarkan material
yang diangkutnya dengan menaikkan salah satu sisi bak ke samping. Saat
7. 7. pembongkaran material harus memperhatikan distribusi material dalam bak. Kelebihan
material pada salah satu sisi dapat menyebabkan terjadinya jungkir pada saat
pembongkaran material. Pada kondisi dimana pembongkaran muatan dilakukan pada
tempat yang sempit dan panjang maka pemakaian truk dan tractor wagon jenis ini
merupakan pilihan yang tepat. Gambar 2. Side Dump Sumber: Maulidawati, 2014 c.
Bottom Dump Umumnya Bottom Dump adalah semitrailer. Material yang diangkut oleh
Bottom - Dump Tractor - Wagon dikeluarkan melalui bagian bawah bak yang dapat
dibuka di tengah-tengahnya. Pintu bak adalah sisi bagian bawah memanjang dari depan
ke belakang. Pintu-pintu tersebut digerakkan secara hidrolis. Bottom - Dump Tractor -
Wagon umumnya mengangkut material lepas seperti pasir, kerikil, batuan sedimen,
lempung keras, dan lain- lain. Pembongkaran material dilakukan pada saat kendaraan
bergerak. Kelandaian permukaan di mana alat tersebut digunakan sebaiknya kurang dari
5% karena bentuk dari alat tersebut tidak memungkinkan untuk daerah yang terjal
dimana pembongkaran muatan dilakukan pada tempat yang sempit dan panjang maka
pemakaian truk dan tractor wagon jenis ini merupakan pilihan yang tepat.
8. 8. Gambar 3. Bottom Dump Sumber: Maulidawati, 2014 Ditinjau dari besar muatannya,
dump truck dapat di kelompokkan dalam 2 golongan yaitu: 1. On High Way Dump Truck
muatannya < 20 m3 2. Off High Way Dump Truck muatannya > 20 m3 Kapasitas truk
yang dipilih harus seimbang dengan alat pemuatnya (loader), jika perbandingan ini
kurang proporsioanal, maka kemungkinan loader ini akan banyak menunggu atau
sebaliknya. Beberapa pertimbangan (keuntungan dan kerugian) yang harus diperhatikan
dalam beberapa pemilihan ukuran truck adalah sebagai berikut: Kapasitas Truk Volume
material yang diangkut harus sesuai dengan kapasitas truk. Jika pengangkutan material
oleh truk dilaksanakan melampaui batas kapasitasnya maka hal-hal yang tidak
diinginkan dapat terjadi, seperti: a. Konsumsi bahan bakar bertambah. b. Umur ban
berkurang. c. Kerusakan pada bak. d. Mengurangi produktivitas.
9. 9. Kapasitas dan ukuran truk sangat bervariasi. Oleh karena itu, pemilihan ukuran truk
sangat penting karena truk besar atau kecil akan memberikan beberapa keuntungan dan
kerugian. A. Truck Kecil (On High Way Dump Truck) Kelebihan truck kecil terhadap truk
besar: 1. Lebih lincah dalam beroperasi dan lebih mudah mengoperasikannya 2. Lebih
fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat 3. Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih
sederhana 4. Penyesuaian terhadap kemampuan loader lebih mudah 5. Jika salah satu
truk dalam satu unit angkutan tidak bekerja, tidak akan bermasalah terhadap total
produksi. 6. Kemudahan dalam memperhitungkan jumlah truk untuk setiap alat pemuat.
Kerugian truk kecil terhadap truk besar : 1. Kesulitan bagi alat pemuat dalam memuat
material. 2. Jumlah truk yang banyak maka waktu antrean (ST) akan besar. 3.
Memerlukan lebih banyak supir. 4. Meningkatkan investasi karena jumlah truk yang
banyak. 5. Biaya pemeliharaan lebih besar karena banyaknya truk. Gambar 4. Truk Kecil
Sumber: Maulidawati, 2014
10. 10. B. Truk Besar (Off High Way Dump Truck) Keuntungan truk besar terhadap truk kecil
: 1. Jumlah truk yang sedikit menyebabkan investasi berkurang (bensin, perbaikan, dan
perawatan). 2. Kebutuhan supir yang tidak banyak. 3. Memudahkan alat pemuat dalam
memuat material. 4. Waktu antre (ST) akan berkurang. 5. Cocok untuk angkutan jarak
jauh Kerugian truk besar terhadap truk kecil: 1. Bila alat pemuat kecil maka akan
memperbesar waktu muat (LT). 2. Beban yang besar dari truk dan muatannya akan
mempercepat kerusakan jalan. 3. Jumlah truk yang seimbang dengan alat pemuat akan
sulit didapat. 4. Pengoperasiannya lebih sulit karena ukurannya yang besar 5. Produksi
akan sangat berkurang apabila satu truk tidak bekerja (untuk jumlah yang relative kecil)
6. Larangan pengangkutan di jalan raya dapat diberlakukan pada truk besar. Gambar 5.
Truk besar Sumber: Maulidawati, 2014
11. 11. Dewasa ini, sangat banyak Jenis – jenis Dump Truck yang ada dipasaran, berikut
akan dijelaskan beberapa jenis dan tipe Dump Truck, yaitu : 1. Articulated Dump Truck
Articulated Dump Truck biasa disingkat ADT merupakan kombinasi dari traktor – trailer,
dimana kabin dan dump body – nya dapat bergerak secara bebas dan fleksibel ketika
melewati lahan yang basah dan berlumpur. Jenis truk ini pun dapat digunakan untuk
mengangkut beban di medan kasar dan tak beraturan. Articulated dump truck juga dapat
memuat material yang lebih banyak dengan jarak yang lebih panjang. Apabila kondisi
lahan yang dilalui bekas tanah galian dan timbunan yang berlumpur, maka Articulated
Dump Truck perlu dikombinasikan lagi dengan motor grader yang mempercepat waktu
siklus. Ilustrasi gambar Articulated Dump Truck terdapat pada Gambar 6. Gambar 6.
Articulated Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014 Articulated Dump Truck memiliki 6
karakter sebagai berikut: a. Artikulasi pengoperasian mesin yang mudah
12. 12. b. Tabung osilasi dan engsel artic, menyebabkan dump truck dapat berputar 360o
dan memastikan keenam roda tetap berhubungan dengan tanah. Hal ini membuat truk
lebih stabil, keselamatan terjamin, dan pemanfaatan mesin yang lebih efisien. c.
Articulated Dump Truck terbuat dari bingkai baja yang sempurna dan tahan lama d.
Sistem dump truck yang kuat dapat mengangkut muatan lebih besar e. Transmisi
otomatis f. Flotation tire yang tinggi, memudahkan dump truck beroperasi dalam berbagai
kondisi. Adapun keuntungan dari Articulated Dump Truck adalah dapat mengangkut di
medan kasar, licin ataupun tanjakan dapat dikatakan ADT unggul dalam daya dukung.
Tetapi ADT mempunyai kekurangan, yaitu tidak dapat mengangkut material dengan
kapasitas lebih dari 50 ton metrik. 2. Rigid Dump Truck Rigid Dump Truck merupakan
jenis dump truck yang berdasarkan sistem geraknya adalah kaku. Kegunaan jenis dump
truck ini hampir sama dengan Articulated Dump Truck. Alat ini cocok untuk digunakan
untuk mengangkut material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500 meter atau
lebih). Alat berat ini memiliki beban kerja yang besar, sehingga pemilik alat berat harus
menjaga availabilitas alat setinggi – tingginya. Rigid dump truck mempunyai suatu
rangka kaku yang menyatukan kabin dan dump body – nya, sehingga rigid dump truck
tidak dapat bergerak secara bebas dan fleksibel ketika dioperasikan pada lapangan
keras, berat muatan dapat menyebabkan rangka kaku tersbut memutar yang dapat
memungkinkan dump truck tersebut berguling, keadaan seperti itu apabila terjadi terus
menerus dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Ilustrasi Rigid Dump Truck
terdapat pada gambar 7.
13. 13. Gambar 7. Rigid Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014 Adapun kelebihan rigid
dump truck adalah memiliki kapasitas yang besar dan melebihi Articulated Dump Truck
dapat mengangkut hingga 400 ton. Sedangkan kekurangan Rigid Dump Truck adalah
mempunyai body yang besar, sehingga alat berat ini harus mempunyai ruang gerak yang
besar dan gerak yang tidak fleksibel. 3. Minning/Quarry Dump Truck Quarry dump truck
merupakan tipe dump truck yang biasa digunakan di daerah pertambangan yang
berfungsi untuk mengangkut hasil – hasil tambang seperti batu bara. Truk ini mempunyai
kapasitas angkut yang sangat besar, sehinngga perawatannya pun relatif mahal.
Berdasarkan sistem geraknya Quarry Dump Truck termasuk kaku sehingga kinerja alat
berat ini sama dengan Rigid Dump Truck, yang membedakan adalah fungsi disaat
penggunaan pada waktu pelaksanaan. Ilustrasi Quarry Dump Truck terdapat pada
gambar 8.
14. 14. Gambar 8. Quarry Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014 Keunggulan jenis alat
berat ini dapat mengangkut material yang baru ditambang dari tempat penambangan
dengan kapasitas besar. Sedangkan kekurangan alat berat ini adalah gerak yang tidak
fleksibel dan membutuhkan ruang gerak yang besar. 4. Standard Dump Truck Standard
Dump Truck adalah truk yang dapat dikosongkan tanpa penanganan. Dump truck biasa
digunakan untuk mengangkut material keperluan konstruksi. Standard Dump Truck
dilengkapi dengan bak terbuka yang dioperasikan dengan bantuan hidrolik, bagian
depan dari bak bisa diangkat keatas, sehingga memungkinkan material yang diangkut
bias turun ke tempat yang diinginkan. Ilustrasi Standard Dump Truck terdapat pada
Gambar 9.
15. 15. Gambar 9. Standard Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014 Adapun kelebihan
Standard Dump Truck adalah dapat digunakan untuk mengangkut material dan
membutuhkan ruang gerak yang tidak terlalu besar seperti Rigid Dump Truck.
Wheelbase yang lebih pendek dari Standard Dump Truck membuat dump truk menjadi
lebih lincah daripada Dump Truck semi – trailer dengan kapasitas yang tebih tinggi.
Sedangkan kekurangan StandardDump Truck adalah sulitnya bekerja pada medan yang
keras seperti berlumpur dan basah dan kapasitas jenis dump truck ini kecil tidak seperti
Rigid Dump Truck. 5. Transfer Dump Truck Transfer Dump Truck merupakan Standard
Dump Truck yang dapat menarik trailer terpisah dan dapat mengangkut material
keperluan konstruksi seperti (kerikil, pasir, aspal, dll). Biasanya jenis dump truk ini
terdapat 2 bak A dan B. Material kedua yang berada di trailer (bak B), didukung dengan
listrik, pneumatic bermotor atau hydraulic line. Material yang berada di bak B di transfer
ke bak kosong (bak A) yang ada di
16. 16. depannya dengan cara diluncurkan dengan mengandalkan roda kecil yang bergerak
seperti rel. Hal tersebut yang dapat memaksimalkan kapasitas muatan tanpa
mengorbankan kemampuan manuver dari Standard Dump Truck. Konfigurasi lain yang
terlihat disebut Triple Transfer Train, yang terdiri dari bak B dan C. Hal tersebut sangat
umum di Nevada dan Utah Highways. Tergantung pada pengaturan porosm Triple
Transfer Train dapat mengangkut hingga 129.000 kilogram (280.000 pound) dengan izin
khusus di negara – negara tertentu AS. Ilustrasi Transfer Dump Truck terdapat pada
Gambar 10. Gambar 10. Transfer Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014 Adapun
kelebihan Transfer Dump Truck adalah dapat mengangkut muatan dengan kapasitas
yang cukup besar dan kapasitas muatan yang diangkut dapat dimaksimalkan.
Sedangkan kekurangan Transfer Dump Truck adalah membutuhkan ruang gerak yang
cukup besar dikarenakan dimensi Transfer Dump Truck yang panjang
17. 17. 6. Side Dump Truck Side Dump Truck adalah salah satu jenis dump truck yang dapat
memuntahkan muatannya ke samping yang berfungsi mengangkut material keperlua
konstruksi. Side dump truck terdiri dari 3 axle tracktor pulling dan 2 axle semi – trailer.
Dump truck jenis ini mempunyai ram hidrolik yang berfungsi untuk memiringkan dump
body dan menumpahkan material yang diangkutnya ke sebelah kanan atau kiri dari side
dump truck ini. Pada kondisi pebongkaran muatan dilakukan pada tempat yang sempit
dan panjang, pemakaian truk jenis ini merupakan pilihan yang tepat. Ilustrasi Side Dump
Truck terdapat pada Gambar 11. Gambar 11. Side Dump Truck Sumber: Maulidawati,
2014 Adapun kelebihan Side Dump Truck adalah dapat melaju dengan cepat dalam
kondisi membawa atau tidak membawa beban. Kapasitas yang dapat diangkut oleh jenis
dump truck ini besar, sehingga Side Dump Truck dapat mengangkut muatan yang lebih
berat. Side Dump Truck tidak akan ikut terguling ketika loader memuntahkan muatannya
yang mana biasanya dump truck memungkinkan untuk ikut terguling. Truk jenis ini dapat
digunakan pada kondisi pembongkaran sempit dan panjang.
18. 18. Sedangkan kekurangan Side Dump Truck adalah jenis dump truck ini mempunyai
dimensi yang panjang dan panjangnya menghalangi gerak dump truck dan umumnya
kurang fleksibilitas. 7. Rear Dump Truck Rear Dump Truck merupakan salah satu jenis
dump truck yang berguna mengangkut material keperluan konstruksi yang pengeluara n
materialnya dengan pengangkatan bagian depan bak. Rear dump truck dipakai untuk
mengangkut berbagai jenis material. Akan tetapi material lepas seperti tanah dan pasir
kering merupakan material yang umum diangkut oleh dump truck jenis ini. Material
seperti batuan akan dapat merusak truck. Maka, dalam pemindahan harus berhati – hati.
Kapasitas bak pada truk jenis ini adalah 25 – 250 ton. Ilustrasi Rear Dump Truck
terdapat pada gambar 12. Gambar 12. Rear Dump Truck Sumber: Maulidawati, 2014
Adapun kelebihan Rear Dump Truck adalah mempermudah pekerjaan dalam
pembongkaran material khususnya seperti pasir, sehingga dapat meminimalisir jumlah
tenaga kerja manusia. Sedangkan kekurangan Rear Dump Truck adalah kapasitas yang
dapat diangkut oleh jenis dump truck ini tidak terlalu besar seperti Rigid Dump Truck.
19. 19. 2.3 Bagian-Bagian Dump Truck Gambar 13. Keterangan Bagian-Bagian Alat Sumber:
Maulidawati, 2014 Dump Body Canopy Hidraulic Cabin Diesel Engine
20. 20. 2.4 Produktifitas Alat Produktivitas suatu alat selalu bergantung pada waktu siklus.
Waktu siklus truck terdiri dari waktu pemuatan, waktu pengangkutan, waktu
pembongkaran muatan, waktu perjalanan kembali dan waktu antri. Faktor-faktor yang
mempengaruhi waktu siklus truk adalah sebagai berikut: a) Waktu muat, tergantung
pada: 1. Ukuran dan jenis alat pemuat 2. Jenis dan kondisi material yang dimuat 3.
Kapasitas alat angkut 4. Kemampuan operator alat muat dan alat angkut b) Waktu
berangkat/ kembali atau pengangkutan tergantung pada : 1. Jarak tempuh alat angkut 2.
Kondisi jalan yang dilalui 3. Waktu pembongkaan muatan tergantung pada: 4. Jenis dan
kondisi material 5. Cara pembongkaran material 6. Jenis alat pengangkutan c) Waktu
antri tergantung pada : 1. Jenis alat pemuat dan posisi alat pemuat 2. Kemampuan alat
angkut untuk berputar. Rumus yang dipakai untuk menghitung produktivitas truk adalah:
Produktifitas = Kapasitas × 60 CT × Efisiensi
21. 21. BAB III PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS ALAT 3.1 Contoh Perhitungan Suatu
proyek pembuatan jalan sepanjang 5 km dengan lebar 4 meter membutuhkan tanah
timbunan untuk digunakan sebagai Base A, jarak sumber tanah kelokasi proyek adalah
12 Km. Digunakan truk Hino Dutro FM 260 JD dengan kapasitas 17,5 m3 dan efisiensi
0,83. Sebagai loader digunakan alat Caterpillar 980G. Hitunglah jumlah Dumptruck yang
dibutuhkan untuk mengangkut tanah timbunan sesuai dengan volume yang dibutuhkan.
Diketahui : a) Alat pengangkut Merk Alat : Komatsu Tipe Alat : HD405-7 Net Power
Engine : 498 Hp Kapasitas truk : 27,3 m3 Efisiensi : 0.83 b) Loader Merk Alat : Caterpillar
Tipe Alat : 980G Net Power Engine : 323 Hp Produktifitas loader : 436 m3/jam c) Waktu
isi : 0.2 menit d) Waktu bongkar : 0.1 menit e) Load factor : 0.8 Penyelesaian : 1.
Menghitung volume tanah : 𝐿𝑢𝑎𝑠 = (𝑆𝑖𝑠𝑖 𝑎𝑡𝑎𝑠 + 𝑆𝑖𝑠𝑖 𝐵𝑎𝑤𝑎ℎ) 2 × 𝑇𝑒𝑏𝑎𝑙 𝐿𝑎𝑝𝑖𝑠𝑎𝑛 = (4 + 4,2)
2 × 0,05 = 0,205 𝑚2
22. 22. 𝑉𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒 = 𝐿𝑢𝑎𝑠 × 𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝐽𝑎𝑙𝑎𝑛 = 0,205 × 5000 = 1025 𝑚3 Maka tanah yang
diangkut adalah = Volume tanah 𝐿𝑜𝑎𝑑 𝐹𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟 = 1025 0,8 = 1281,25 kg 2. Perhitungan
waktu siklus Dari quarry ke proyek, dengan L = 12 km, dan v = 46 km/jam, maka waktu
pergi dapat ditentukan sebagai berikut : t = L v = 12 46/60 = 15,65 menit Untuk
menghitung waktu kembali, dengan L = 12 km dan v = 32 km/jam, maka waktu pergi
dapat ditentukan sebagai berikut : t = L v = 12 32/60 = 22,5 menit Untuk menghitung
Waktu Siklus (CT) dapat ditentukan menggunakan persamaan berikut : CT = Waktu Muat
+ Waktu Pergi + Waktu Bongkar + Waktu Kembali Maka, CT adalah : CT = 0,2 + 15,65 +
0,1 + 22,5 = 38,45 menit 3. Menghitung Produktifitas Produktifitas = Kapasitas × 60 CT ×
Efisiensi Produktifitas = 27,3 × ( 60 38,45 ) × 0,83 = 35,36 m3 /jam Jumlah truk yang
dibutuhkan adalah : Jumlah truk = Prod. 𝐿𝑜𝑎𝑑𝑒𝑟 Prod Sirtu = 436 35,36 = 12,33 ≈ 13 unit
23. 23. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan a) Ditinjau dari besar muatannya, dump truck
dapat di kelompokkan dalam 2 golongan yaitu: 1. Truk kecil (On High Way Dump Truck)
muatannya < 20 m3 2. Truk besar (Off High Way Dump Truck) muatannya > 20 m3 b)
Berdasarkan metode pembongkarannya maka terdapat tiga jenis truk yaitu: 1. Rear
Dump Material yang diangkut dibongkar kebelakang. 2. Bottom Dump Material yang
diangkut dibongkar kebawah. 3. Side Dump. Material yang diangkut dibongkar
kesamping. c) Produktifitas truk dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu: 1. Berbanding
terbalik dengan Waktu siklus (CT) 2. Berbanding lurus dengan efisiensi dan kapasitas
dump truck d) Dari contoh perhitungan yang menggunakan dumptruck dengan merek
Komatsu tipe HD405-7 berkapasitas 27,3 m3 maka didapatkan produktifitas dumptruck
sebesar 35,36 m3 /jam. 4.2 Saran a) Pemilihan jenis truk yang akan digunakan dalam
proyek hendaknya didasarkan pada beberapa hal, yaitu: 1. Situasi medan proyek 2.
Jenis material yang akan diangkut 3. Besar volume material yang akan diangkut b) Untuk
mencapai produktifitas maksimal hendaknya pilihlah Dump Truck yang memiliki efisiensi
dan kapasitas yang besar dan sesuai dengan situasi dan kondisi proyek.
24. 24. DAFTAR PUSTAKA Sumber: Gina Maulidawati, Makalah Alat Berat ‘Dumptruck’,
2014
25. 25. LAMPIRAN “BROSUR”
26. 26. LAMPIRAN
27. 27. Page 1 of 36
28. 28. Page 2 of 36
29. 29. Page 3 of 36
30. 30. Page 4 of 36