Anda di halaman 1dari 42

Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN
DAFTAR ISI.......................................................................................................................... 1
I. IDENTITAS PASIEN ................................................................................................ 2
II. STATUS PSIKIATRI ................................................................................................ 3
III. STATUS MENTALIS ............................................................................................... 13
IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT................................................. 19
V. IKHTISAR ................................................................................................................. 22
VI. DIAGNOSIS .............................................................................................................. 25
VII. FORMULASI TERAPI ............................................................................................. 29
VIII. PROGNOSIS ............................................................................................................. 30
IX. LAMPIRAN ............................................................................................................... 31
 Wawancara Psikiatri ...................................................................................... 31
 Grafik Perjalannan Penyakit .......................................................................... 42

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 1
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

I. IDENTITAS PASIEN

No. Rekam Medis : 003.XX.XX


Perawatan ke : 3
No. Urut : 203
Tahun : 2015
Kelas perawatan : 3
Tanggal Masuk Rumah Sakit : 27 September 2015 pukul 17.30 WIB
Dokter yang merawat : dr. T, Sp.KJ

Catatan Perawatan di Sanatorium Dharmawangsa :


I. 17 Januari 1992 – 7 Febuari 1992
II. 22 Maret 2006 – 13 April 2006
III. 27 September 2015 - sekarang

Nama : Ny. H
Jenis Kelamin : Wanita
Umur : 60 tahun
Tempat /Tanggal Lahir : Jakarta, 16 September 1955
Bangsa / Suku : Indonesia/Jawa
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : D3
Pekerjaan : Pensiun
Status Pernikahan : Menikah
Alamat : Ulujani

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 2
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

II. STATUS PSIKIATRI


Anamnesis diperoleh dari :
1. Autoanamnesa : Diperoleh dari pasien Ny. H
2. Alloanamnesa : Diperoleh dari rekam medis dan hasil wawancara dengan salah satu
perawat di Sanatorium Dharmawangsa
Didapat dari : Ny. L
Umur : 45 tahun
Pekerjaan : Perawat Sanatorium Dharmawangsa
Pendidikan terakhir : Sarjana Keperawatan
Hubungan dengan pasien : Perawat pasien
Hari, tanggal wawancara : Jumat, 8 Januari 2016
Waktu, tempat wawancara : 10.00, Ruang Keperawatan

A. Keluhan Utama
Pasien mudah marah, bicara kacau, dan menghancurkan barang di rumah
sehingga rumah berantakan, pasien juga tidak dapat menjaga kebersihan diri dengan baik,
kotor, tidak mau mandi, dan menolak ditemani siapapun.

B. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien dijemput oleh perawat pada tanggal 27 September 2015 pukul 17.30 WIB
dan dibawa ke Sanatorium Dharmawangsa. Pasien dijemput atas permintaan kakak
pasien yang khawatir dengan kondisi pasien dimana rumah serta lingkungan sekitar
pasien sudah kewalahan dengan tingkah laku pasien yang mudah marah-marah dan
mengamuk jika keinginannya tidak dituruti. Selama 2 bulan terakhir, pasien mengurung
diri di rumah, bicara kacau, mudah marah, menghancurkan barang di rumah, tidak
menjaga kebersihan dirinya sendiri, pasien menjadi jarang mandi, kotor, bau, memakai
pakaian tanpa celana dalam, dan rambut kusut. Selain itu pasien juga tinggal sendiri di
rumah tanpa ada yang mengurus dan pasien menolak untuk ditemani di rumah. Saat

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 3
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

dibawa ke SDW pasien tampak kacau, pasien merasa dirinya tidak sakit, mengoceh terus,
badan sangat kotor, bau, rambut kusut, tampak kurus, dan kuku panjang-panjang.
Pada bulan Januari 2015, pasien sempat bertengkar dengan kakaknya karena
pasien suka membagi-bagikan uang kepada orang-orang di salon langganannya di daerah
Blok M tetapi pasien mengaku bahwa pasien dipeoloroti oleh orang-orang di salon.
Pasien juga tidak mau potong kuku jika tidak di salon dan tidak dilayani oleh pegawai
langganannya, pasien marah jika pegawai langganannya tersebut melayani orang lain.
Sekitar 2 bulan kemudian , emosi pasien mulai berubah-ubah. Sejak saat itu, kondisi
pasien mulai suka berbicara sendiri walaupun tidak ada orang disekitarnya, bicara kacau
dan tidak dapat dimengerti oleh orang lain, serta pasien mudah marah jika keinginannya
tak terpenuhi. Dalam beberapa waktu tertentu pasien sangat ceria, bersemangat, lebih
banyak bergaul dengan orang sekitar, dan suka beraktivitas seperti ke mall, restoran atau
salon ditemani kakaknya. Kemudian beberapa waktu kemudian, keadaan pasien berubah
menjadi penyendiri, suka mengurung diri di rumah, tidak banyak bicara dan beraktivitas
dan lebih suka tidur. Sempat sekitar ± 1 bulan emosi pasien stabil, kemudian berubah-
ubah kembali. Selama emosi pasien stabil, pasien tetap bicara kacau. Pasien juga sering
menyalahkan diri sendiri, pasien mengatakan semua orang tidak mau memperdulikannya,
pasien juga tidak merawat diri.
Pasien tidak teratur minum obat semenjak perawatan kedua. Selama pasien
dirawat di SDW awalnya pasien tidak rutin minum obat yang diberikan oleh perawat.
Ketika diminta untuk meminum obat, pasien mengatakan bahwa ia tidak sakit sehingga
tidak perlu minum obat. Setelah perawatan ketiga di Sanatorium Dharmawangsa, 2
minggu pertama mood pasien manik dimana pasien menjadi bersemangat, senang
bersosialisasi dengan sekitar dan dokter muda, banyak bicara, asosiasi longgar dan flight
of idea, pasien juga senang bernyanyi dan mengajak sekitar untuk bernyanyi bersamanya.
Keinginan pasien untuk tidur juga berkurang, pasien terkadang mengaggu pasien di
sekitarnya apabila pasien tidak bisa tidur pada malam hari. Pasien juga menunjukkan ciri
waham kebesaran dimana pasien merasa seluruh keluarganya adalah orang terkenal dan
waham erotomania dimana semua pejabat Cina pada waktu itu cinta kepadanya dan
mengejar-ngejar pasien kemanapun pasien pergi walaupun pasien sudah mempunyai
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 4
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

suami. Pasien sering menanyakan kapan pasien boleh pulang dan siapa yang akan
mengambil gajinya. Kemudian selama 2 minggu terakhir pasien menjadi penyendiri,
pemurung, tidak bersemangat, hanya duduk diam menatap kosong, tidak mau menonton
TV, pasien hanya mau keluar kamar ketika waktu makan atau snack. Pasien enggan
diajak berbicara dan lebih senang tidur, dan seringkali pada waktu berbincang-bincang
pasien merasa dirinya tidak diperhatikan oleh keluarganya dan sering kali pasien
mengatakan dirinya tidak berguna dan keluarganya malu kepadanya.

C. Riwayat Penyakit Sebelumnya

Riwayat Gangguan Psikiatri


Pasien pernah dirawat di RS D S sebelum di Sanatorium Dharmawangsa. Pasien
mulai sakit sejak tahun 1980 karena merasa sedih akibat sikap ayahnya, yang otoriter dan
temperamen, membuat hubungannya dengan seorang pria yang pasien cintai berakhir
karena sang Ayah tidak setuju akan hubungannya. Hal ini mengakibatkan pasien
menunjukkan gejala seperti suka mengurung diri di kamar, marah-marah, berbicara
sendiri walaupun tidak ada orang lain di sekitarnya, dan berbicara kacau yang tidak
dimengerti oleh orang lain. Pasien pernah menjalani terapi ECT tetapi penyakit pasien
sering kambuh lagi. Setelah pengobatan selesai akhirnya pasien dijodohkan oleh
Ayahnya dan menikah. Pasien bersikap pasrah terhadap perjodohan Ayahnya walaupun
pasien masih ingin berhubungan dengan pacaranya yang dahulu. Pasien sempat jatuh
sakit kembali saat kelahiran anak pertama dan anak kedua. Pada tahun 1992 pasien
dirawat pertama kali di Sanatorium Dharmawangsa dengan keluhan berbicara sendiri,
pikiran kacau, dan tidak mau minum obat. Tingkah laku pasien juga aneh dan pernah
tertangkap razia pada saat pergi malam hari dengan 2 pemuda tidak dikenal. Pasien juga
melarang anaknya pergi ke sekolah.

Pada tahun 2006 pasien pernah dirawat di Sanatorium Dharmawangsa karena


mencekik seorang wanita yakni pegawai di sebuah salon. Pasien cemburu terhadap
wanita tersebut saat suaminya menatap wanita tersebut. Pasien saat itu sehari-harinya
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 5
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

mudah marah, banyak bicara, sering menangis karena merasa tak diperhatikan serta
membawa pisau untuk mengancam.

Sejak Maret 2006 pasien sudah tidak minum obat karena pasien menolak minum
obat serta marah-marah saat diminta minum obat karena pasien merasa tidak sakit. Pasien
juga selama ini tinggal sendiri dan menolak jika ditemani pembantu, sedangkan
saudaranya yang lain memiliki keluarga sendiri dan keluarganya telah meninggalkannya
karena tidak peduli dengannya lagi.

Pada tahun 2012, pasien sempat kontrol ke dr T, namun pasien tetap tidak mau
minum obat karena merasa tidak sakit.

Riwayat Kondisi Medis


Sebelum timbul gejala, pasien tidak pernah mengalami trauma kepala. Pasien
tidak memilki riwayat penyakit apapun.

Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif (NAPZA)


Pasien tidak pernah menggunakan obat-obatan terlarang maupun mengkonsumsi
rokok dan alkohol.

Riwayat Keluarga
Ayah pasien bernama Tn S H (alm), seorang TNI AD dan kemudian menjabat
menjadi konsultan bank. Ayah pasien seorang yang otoriter dan temperamen. Ayah
pasien telah meninggal tahun 2005 dikarenakan penyakit stroke. Ibu pasien bernama Ny
S R, seorang ibu rumah tangga dan sudah meninggal sejak tahun 2003 dikarenakan gagal
ginjal. Pasien merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara, dimana saudara laki-laki berjumlah
2 orang dan sisanya perempuan.
Pasien dibesarkan dalam keluarga yang berekonomi cukup. Pasien suka berfoya-
foya dan semua keinginan pasien selalu terpenuhi karena kemampuan ekonomi orang
tuanya yang lebih dari cukup. Hubungan pasien dengan orangtua cukup baik, dan anggota
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 6
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

keluarga yang lain juga memperhatikan pasien. Namun pasien agak takut dengan ayahnya
karena sifat ayahnya yang otoriter dan temperamen.
Setelah pasien menikah tahun 1984, pasien tinggal bersama suaminya di Ulujami,
Jakarta Selatan. Pasien memiliki 2 anak perempuan, anak pertama tinggal di Australia
dan anak kedua tinggal di Jakarta. Tidak ditemukan gangguan jiwa dalam keluarga pasien
baik pihak ayah maupun ibu.

Pohon Keluarga Pasien

Pasien Adik laki-laki pasien

Kakak perempuan pasien


Ibu pasien (Alm.)
(Alm.)

Ayah pasien (Alm.) Suami pasien

Kakak perempuan pasien


Kakak perempuan pasien
(Alm.)

Anak pasien

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 7
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Susunan Anggota Keluarga Kandung Pasien


1. Nama : Tn. SH (alm)
Pekerjaan : Pegawai Pemerintah
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Ayah kandung

2. Nama : Ny. SR (alm)


Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Ibu kandung

3. Nama : Tn. H (alm)


Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Kakak laki-laki pasien

4. Nama : Ny. P
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Kakak perempuan pasien

5. Nama : Ny. T
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Kakak perempuan pasien
6. Nama : Ny W
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 8
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga


Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Kakak perempuan pasien

7. Nama : Ny I (alm)
Pekerjaan : Karyawati
Agama : Islam
Status perkawinan : Belum menikah
Hubungan dengan pasien : Kakak perempuan pasien

8. Nama : Tn P
Pekerjaan : Karyawan
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Adik laki-laki pasien

9. Nama : Tn A
Pekerjaan : Karyawan
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Suami pasien

10. Nama : Ny D
Pekerjaan : Karyawan
Agama : Islam
Status perkawinan : Menikah
Hubungan dengan pasien : Anak perempuan pasien

11. Nama : Ny A
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 9
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Pekerjaan : Karyawan
Agama : Islam
Status perkawinan : Belum menikah
Hubungan dengan pasien : Anak perempuan pasien

D. Riwayat Kehidupan Pribadi

Riwayat Prenatal dan Perinatal


Pasien lahir cukup bulan dalam keadaan normal. Selama kehamilan ibu pasien dalam
keadaan sehat. Pasien lahir atas pertolongan dukun beranak, persalinan spontan.

Riwayat Masa Kanak Awal (0 – 3 tahun)


Waktu bayi pasien tumbuh sehat dan normal sesuai dengan usianya karena selalu
mendapatkan asupan gizi yang baik (ASI), hubungan dengan anggota keluarga lain baik.
Tidak ada riwayat sakit yang cukup berat.

Riwayat Masa Kanak Tengah (3 – 11 tahun)


Pasien tumbuh dan berkembang normal sesuai dengan usianya, bergaul dengan baik
dengan teman seusianya.

Riwayat Masa Kanak Akhir (Pubertas – Remaja)


Pasien kurang bersosialisasi dengan teman sebaya, penyendiri, dan sulit berteman
untuk jangka panjang karena merasa tidak cocok pada beberapa teman selain teman
baiknya.

Riwayat Masa Dewasa


a. Riwayat Pendidikan
Dari TK sampai SMA pasien bersekolah di sekolah T

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 10
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Perguruan Tinggi :
Pendidikan D3 di Akademi Perhotelan di Universitas U
Saat semasa sekolah pasien adalah murid yang pintar dan tidak pernah tinggal kelas.

b. Riwayat Pekerjaan
Setelah lulus pasien bekerja di salah satu bank di Jakarta. Setelah pasien bekerja
selama 5 tahun akhirnya pasien memutuskan untuk pindah ke salah satu stasiun TV
ternama di Jakarta. Pasien bekerja selama kurang lebih 20 tahun kemudian
memutuskan untuk pensiun dini di usia 50 tahun, karena pasien merasa dia memiliki
banyak saingan dan merasa tidak nyaman karena hampir seluruh laki-laki di tempat
kerjanya suka padanya dan suka menganggunya padahal pasien sudah mempunyai
suami. Menurut pasien saat ia bekerja ia mendapatkan gaji yang cukup. Hubungan
pasien dengan teman – teman di tempat kerja biasa saja, namun beberapa tahun
sebelum dia berhenti hubungannya dengan teman kerja tidak baik karena banyak
yang iri dan suka dengannya.

c. Riwayat Pernikahan
Pasien sudah menikah pada tahun 1984 dan memiliki 2 anak. Suami pasien seorang
yang bekerja di bagian pemerintahan. Kedua anak pasien masing-masing tinggal di
Australia dan Jakarta. Suami pasien telah meninggalkannya 15 tahun yang lalu serta
kedua anak pasien juga sudah tidak tinggal dengan pasien dan memilih untuk
melupakan pasien. Hingga sekarang pasien tinggal sendiri tanpa ditemani siapapun
karena pasien menolak ditemani.

d. Riwayat Psikoseksual
Pasien tidak memiliki masalah seksual

e. Riwayat Keagamaan
Pasien adalah penganut agama Islam. Namun pasien sering tidak teratur beribadah
sampai tidak beribadah sama sekali.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 11
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

f. Riwayat Pelanggaran Hukum


Pasien tidak pernah melakukan pelanggaran hukum sebelumnya.

g. Riwayat Aktivitas Sosial


Selama di SDW, pasien terkadang menjadi sangat bersemangat, pasien suka
bernyanyi sendiri, mengoceh sendiri walaupun tidak ada orang di sekitarnya, suka
mengobrol dengan pasien lain, suka bercerita tentang kehidupannya, tetapi beberapa
waktu aktivitas pasien menjadi terbatas. Pasien lebih banyak menghabiskan waktu di
kamarnya untuk tidur, kadang – kadang pasien keluar kamar untuk makan, menonton
televisi. Sosialisasi dengan pasien lainnya terbatas, tetapi pasien mau menjalin
komunikasi apabila diajak bicara oleh pasien lain. Pasien hampir tidak pernah
mengikuti kegiatan yang diadakan di SDW.

h. Kehidupan Sosial Ekonomi Sekarang


Pasien sudah tidak bekerja dan sumber keuangan pasien berasal dari uang pensiun
tempat pasien bekerja dulu. Perawatan di SDW saat ini dibiayai oleh kakaknya
sendiri.

i. Persepsi Pasien Tentang Diri dan Kehidupannya


Pasien merasa dirinya adalah seorang yang cantik, terkenal, dan disukai oleh
banyak orang, salah satunya Mr. Lim Hong (seorang pengusaha keturunan Cina)
namun banyak yang merasa iri terhadap dirinya. Pasien juga mengatakan bahwa
suaminya meninggalkannya karena pasien disukai banyak orang sehingga suami
pasien menjadi tidak tahan dengan pasien. Pasien juga mengatakan bahwa Ayahnya
adalah Muhammad Ali seorang Presiden Republik Indonesia waktu ia masih muda.
Pasien merasa dirinya sehat – sehat saja walaupun sudah dua kali dirawat di rumah
sakit jiwa, pasien mengatakan bahwa ia masuk ke SDW hanya untuk beristirahat.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 12
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

IV. STATUS MENTALIS

A. DESKRIPSI UMUM
1. Penampilan
Pasien adalah seorang perempuan berusia 60 tahun yang tampak sesuai dengan
usianya. Postur tubuh kurus namun tampak sehat, warna kulit kuning langsat, dan
potongan rambut agak bergelombang, dengan panjang sepundak, kurang tertata rapi
dan berminyak namun cukup bersih, warna hitam disertai warna putih di bagian
tertentu. Kebersihan diri cukup baik, terlihat dari pakaian yang bersih dan rutinitas
membersihkan diri setiap hari secara teratur. Hal ini dikarenakan setiap kali jika
pasien tidak mandi selalu diingatkan untuk mandi. Pasien memakai kaos berwarna
putih dan biru, rok jeans pendek di atas lutut berwarna biru, dan sandal berwarna
hitam.
2. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor
Sebelum wawancara:
Sebelum wawancara, pasien lebih banyak duduk diam dengan pandangan kosong
menatap ke bawah. Pasien juga tidak mau bergaul dengan pasien lain dan lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk masuk kamar dan tidur. Aktivitas pasien
meliputi makan, tidur, menonton tv dan duduk-duduk diam.

Selama wawancara:
Pasien cukup kooperatif dan tenang selama wawancara. Pasien kadang membuat
kontak mata terkadang pasien hanya memandang lurus ke depan saat wawancara
berlangsung. Pasien juga cukup mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan apa
yang ditanya. Selama wawancara pasien cukup terbuka namun nampak pasien
kurang bersemangat selama wawancara berlangsung.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 13
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Setelah wawancara:
Setelah wawancara pasien biasanya kembali duduk diam sendiri tanpa berbincang
dengan yang lain dan pada wawancara terakhir pasien tidur seusai wawancara

3. Sikap Terhadap Pemeriksa


Wawancara berlangsung cukup baik. Pasien cukup kooperatif dan sopan
terhadap pemeriksa.

4. Karakteristik Bicara
Kuantitas pembicaraan pasien cukup, arus bicara didapatkan asosiasi longgar,
flight of idea, volume suara sedang, dan artikulasi jelas. Secara garis besar, jawaban
pasien masih sesuai dengan pertanyaan pemeriksa. Nada bicara dan mimik wajah
masih sesuai dengan isi pembicaraan.

B. Mood dan Afek


1. Mood : Hipotimik
2. Afek : appropriate
3. Keserasian afek : serasi
4. Anhedonia : Ada
5. Depresi : Ada

C. Persepsi
1. Halusinasi : Tidak ada
2. Ilusi : Tidak ada.
3. Depersonalisasi : Tidak ada.
4. Derealisasi : Tidak ada.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 14
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

D. Pikiran

Bentuk Pikir
a. Magical thinking : tidak ada
b. Asosiasi longgar : ada
c. Flight of ideas : ada
d. Inkoherensi : tidak ada
e. Verbigerasi : tidak ada
f. Perseverasi : tidak ada
g. Ambivalensi : tidak ada
h. Blocking : tidak ada
i. Produktivitas : Cukup
j. Kontinuitas pikiran : Cukup
k. Hendaya dalam bahasa : Tidak ada

Isi Pikir
a. Fobia : Tidak ada
b. Obsesi : Tidak ada
c. Kompulsi : Tidak ada
d. Waham : Ada
 Waham Kebesaran
o Pasien mengaku bahwa Muhammad Ali adalah ayahnya yang seorang
Presiden Republik Indonesia waktu itu
o Pasien mengatakan bahwa dia wanita yang sangat cantik, terkenal, dan
semua orang suka padanya.
 Waham erotomania :
 Pasien mengatakan bahwa ia dicintai oleh seorang petinggi di Filipina
(Mr. Yap Loong), seorang pengusaha keturunan Cina (Lim Hong, Eric
Lim, Ferdy Huang)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 15
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

 Waham paranoid (waham kejar)


o Pasien merasa kakaknya merasa iri kepadanya dan menginginkan harta
kekayaannya. Itulah sebabnya ia masih dirawat di SDW
e. Thought insertion : tidak ada
f. Thought withdrawal : tidak ada
g. Thought broadcasting : tidak ada

E. FUNGSI SENSORIUM DAN KOGNITIF


1. Kesadaran : Compos mentis. GCS 15 (E4, M6, V5)
2. Orientasi dan Daya Ingat
 Orientasi
a. Waktu : baik, pasien tahu hari dan tanggal pemeriksaan dan kapan saat
kunjungan dokter
b. Tempat : baik, pasien tahu dimana dia berada sekarang (di SDW)
c. Orang : baik, pasien mengenal dokter muda yang mewawancarai.
 Daya Ingat
a. Daya ingat jangka panjang :
Baik, pasien pasien dapat mengingat ulang tahunnya.
b. Daya ingat jangka pendek :
Baik, pasien dapat mengingat apa yang dimakan pada pagi hari
c. Daya ingat segera :
Baik, pasien dapat mengulang dengan segera kalimat yang baru saja
diucapkan.
3. Perhatian
a. Pengalihan : Baik
b. Pemusatan : Baik
c. Pertahanan : Baik

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 16
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

4. Konsentrasi dan Kalkulasi


Selama wawancara konsentrasi cukup baik. Pasien dapat mengikuti dan
menjawab pertanyaan. Kalkulasi baik, pasien dapat menjawab soal pengurangan
dengan baik.
5. Kemampuan Membaca dan Menulis
Baik, pasien dapat membaca judul acara di televisi dan dapat menuliskan
namanya dengan baik.
6. Kemampuan Visuospasial
Baik, pasien dapat menggambarkan jarum panjang dan pendek jam sesuai dengan
waktu saat itu dengan tepat.
7. Pikiran Abstrak
Baik, pasien mengetahui arti peribahasa “Besar Pasak daripada Tiang”.
8. Informasi dan Intelegensi
Baik, pasien mengetahui nama presiden dan wakil presiden Indonesia sekarang
9. Kemampuan Menolong Diri Sendiri
Baik, pasien masih dapat makan, pergi ke kamar mandi, berganti pakaian dan
mengambil barang-barang keperluaanya sendiri. Pasien dapat melakukan semua
aktivitas tanpa bantuan orang lain.

F. Pengendalian Impuls
Selama wawancara pasien terlihat tenang, sopan, tidak agresif dan kurang bereaksi
terhadap impuls di sekitarnya.

G. UJI DAYA NILAI


1. Discriminative Insight (Tilikan)
 Terganggu, derajat 1 (penyangkalan penuh terhadap penyakitnya)
2. Discriminative Judgment
Pertanyaan : Bagaimana pendapat ibu kalau ada seseorang yang mencuri uang
Ibu?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 17
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Jawaban : Saya biarinin aja lah dok. Saya ga mau terlibat sama masalah
polisi. Nanti malah saya ikut-ikutan kena tangkap, lagian kasian
orangnya dok, anggap saja saya memberi.
Kesimpulan : Dicriminative judgement terganggu
3. Uji Daya Nilai Sosial
 Tidak terganggu, pasien meminta ijin dulu sebelum makan makanan yang bukan
miliknya.
4. Reality Testing Ability (RTA)
 Terganggu, ada waham kebesaran, waham erotomania, waham paranoid (kejar).

H. KELAINAN DORONGAN INSTINGUAL DAN PERBUATAN


1. Hipobulia : tidak ada
2. Stupor : tidak ada
3. Ekopraksia : tidak ada
4. Ekolalia : tidak ada
5. Piromania : tidak ada
6. Vagabondage : tidak ada

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 18
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

IV. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT

A. Status Internis
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Keadaan gizi : Baik
d. Nadi : 85 kali / menit
e. Pernafasan : 18 kali / menit
f. Suhu : 36,5 °C
g. Tekanan darah : 120 / 80 mmHg
h. Berat badan : 48 kg
i. Tinggi badan : 155 cm
B. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala : Bentuk dan ukuran normal, tidak teraba adanya benjolan, rambut hitam
putih, distribusi merata, dan tidak mudah dicabut
b. Mata : Sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis, lensa mata jernih
c. Hidung : Bentuk normal, tidak ada sekret, mukosa tidak hiperemis
d. Telinga : Bentuk normal, tidak ada sekret
e. Mulut : Bibir kering, lidah tidak kotor, mukosa mulut tidak hiperemis,
kebersihan mulut tidak terjaga, karies gigi (+), gigi ompong sebagian.
f. Jantung
 Inspeksi : Pulsasi ictus cordis tidak terlihat
 Palpasi : Ictus cordis tidak teraba
 Perkusi : Jantung dalam batas normal
 Auskultasi : BJ I dan BJ II murni, gallop (-), murmur (-)
g. Paru
 Inspeksi : Simetris dalam keadaan diam maupun pergerakan
 Palpasi : Fremitus kanan dan kiri sama kuat
 Perkusi : Sonor

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 19
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

 Auskultasi : Vesikuler (+/+), ronki (-), wheezing (-)


h. Abdomen
 Inspeksi : Abdomen datar, supel, nyeri tekan (-)
 Palpasi : Hepar dan lien tidak teraba
 Perkusi : Tympani
 Auskultasi : Bising usus normal
i. Ekstremitas Atas dan Bawah : akral hangat +/+, oedem -/-, deformitas -/-, nyeri -/-
Kesan: Tidak ditemukan kelainan bermakna pada pemeriksaan fisik.

C. Pemeriksaan Neurologis

b. Rangsang Meningeal : (-)


c. Tanda-tanda Peningkatan TIK : (-)
d. Nn. Craniales : Baik
e. Pupil : Bulat, isokor, diameter 3 cm
f. Sensibilitas : Baik
g. Motorik : Baik
h. Fungsi Cerebellum dan Koordinasi : Baik
i. Fungsi Luhur : Baik
j. Refleks Fisiologis : +/+
k. Refleks Patologis : -/-
l. Susunan Saraf Vegetatif : Baik
Kesan : Tidak ada kelainan yang bermakna pada pemeriksaan neurologis

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil pemeriksaan laboratorium pada tanggal 29 September 2015 adalah sebagai berikut :
JENIS PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL
Hematologi
Hemoglobin 12 g/dl 12 – 14
Jumlah leukosit 5.2 ribu/ul 5 – 10

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 20
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

Hitung jenis
Basofil 0 % <1
Eosinofil 1 % 1–3
Batang 1 % 2–6
Segmen 64 % 50 – 70
Limfosit 32 % 20 – 40
Monosit 2 % 2–8
Laju endap darah 38 mm/jam < 20
Kimia Darah
Fungsi hati
Protein
Total 6 g/dl 6 – 8,4
Albumin 3.5 g/dl 3,5 – 5,2
Globulin 2.5 g/dl 2,3 – 3,5
SGOT 40* U/L <31
SGPT 26 U/L <31
Lemak-
Trigliserida 107 mg/dl <200
Cholesterol total 190 mg/dl <200
HDL-cholesterol 50 mg/dl 45-65
LDL-cholesterol 120 g/dl <130

Karbohidrat
Glukosa sewaktu 102 mg/dl <180
Fungsi Ginjal
Ureum 25 mg/dl 10 – 50
BUN 12 mg/dl 7 - 22
Creatinin 0.6 mg/dl 0,5 - 1,1
Lain – lain
Asam Urat 5 mg/dl 2,4 – 5,7

Kesan : Tidak ditemukan kelainan bermakna pada pemeriksaan laboratorium

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 21
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

BAB V

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA

Pasien seorang wanita berusia 60 tahun, WNI keturunan Jawa, beragama Islam.
Merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara. Pendidikan terakhir D3 Akademi Perhotelan. Sejak
tahun 1980, pasien mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan psikiatri. Pasien mulai marah-
marah, mengurung diri, berbicara sendiri walaupun tidak ada orang di sekitarnya dan bicara
kacau, tidak dimengerti oleh orang lain. Sebelumnya pasien sempat menjalin hubungan kasih
dengan seorang pria, namun tidak dilanjutkan karena dilarang oleh karena ayah pasien yang tidak
menyetujui hubungan tersebut dan memisahkan mereka. Pasien takut akan ayahnya terpaksa
menerima hal tersebut dan mulai berbeda sikap. Pasien sempat dirawat beberapa kali di RS D S
dan mendapat pengobatan ECT. Setelah pengobatan, pasien sempat tidak menunjukkan gejala
dan mulai stabil, selanjutnya pada tahun 1984 pasien sempat dijodohkan dan menikah dengan Tn
A, seorang pegawai pemerintahan.
Pasien sempat jatuh sakit saat melahirkan anak pertama dan kedua, pasien mulai
menunjukkan gejala-gejala gangguan psikiatri lagi. Pada tahun 1992, setelah keluarga merasa
tidak ada perubahan pada diri pasien dan setelah melakukan ECT beberapa kali namun kambuh
lagi, keluarga memutuskan agar pasien dirawat di Sanatorium Dharmawangsa. Saat itu pasien
dirawat pertama kali di Sanatorium Dharmawangsa dengan keluhan berbicara sendiri, bicara
kacau, dan tidak mau minum obat karena pasien merasa dirinya tidak sakit. Tingkah laku pasien
juga aneh dan pernah tertangkap razia pada saat pergi malam hari dengan 2 pemuda tidak
dikenal., pasien juga melarang anaknya pergi ke sekolah.
Pada tahun 2006 pasien dirawat kembali di Sanatorium Dharmawangsa karena mencekik
seorang wanita yakni pegawai di sebuah salon. Pasien cemburu terhadap wanita tersebut saat
suaminya menatap wanita tersebut, pasien juga marah apabila pasien datang ke salon
langganannya dan tidak dilayani oleh pegawai langganannya. Pasien saat itu setiap hari mudah

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 22
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

marah, banyak bicara, sering menangis karena merasa tak diperhatikan serta pernah membawa
pisau untuk mengancam orang disekitarnya dan mencoba untuk bunuh diri.
Sejak Maret 2006 pasien sudah tidak minum obat karena pasien menolak minum obat
serta marah-marah saat diminta minum obat karena pasien merasa pasien tidak sakit dan sehat-
sehat saja. Pasien juga selama ini tinggal sendiri dan menolak jika ditemani pembantu,
sedangkan saudaranya yang lain memiliki keluarga sendiri dan keluarganya telah
meninggalkannya.
Pada tahun 2012, pasien sempat kontrol ke dr T, namun pasien tetap tidak mau minum
obat karena merasa tidak sakit.
Pada tanggal 27 September 2015, pasien kembali dirawat karena sifat mudah marah dan
menghancurkan barang di rumah sehingga rumah berantakan. Pasien juga tidak dapat menjaga
kebersihan diri dengan baik serta tinggal sendiri dan menolak ditemani siapapun. Emosi pasien
yang berubah-ubah dan bicara kacau membuat keluarga pasien khawatir dan meminta pihak
SDW untuk menjemput pasien.
Selama perawatan ketiga di Sanatorium Dharmawangsa, 2 minggu pertama mood pasien
manik dimana pasien menjadi bersemangat, senang bersosialisasi dengan sekitar dan dokter
muda, banyak bicara, pada pasien terdapat asosiasi longgar, waham kebesaran, waham
erotomania, flight of idea, senang bernyanyi dan mengajak sekitar bernyanyi bersama pasien.
Pasien menjadi susah tidur pada malam hari dan suka mondar-mandir menganggu pasien sekitar
karena pasien tidak bisa tidur. Pasien menunjukkan ciri waham kebesaran dimana pasien merasa
dirinya seorang artis dan seluruh keluarganya adalah orang terkenal. Pasien juga menunjukkan
waham erotomania dimana ada pejabat Cina yang cinta kepadanya dan kemana-mana pasien
pergi pejabat tersebut mengikutinya padahal pasien sudah mempunyai suami. Kemudian selama
2 minggu terakhir pasien menjadi penyendiri, pemurung, tidak bersemangat, hanya duduk diam
menatap kosong. Pasien enggan diajak berbicara dan lebih senang tidur. Pasien tetap
menunjukkan ciri waham kebesarannya walaupun tidak semenonjol saat fase manik.
Dari penampilan sehari-hari pasien cukup bersih dimana selama di SDW ada petugas
yang mau mengingatkan pasien untuk mandi jika pasien tidak mau mandi. Pasien juga berdandan
apabila pasien mau. Pasien tidak memiliki riwayat trauma kepala, gangguan mental organik,

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 23
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

tidak ada riwayat penggunaan alkohol dan NAPZA serta tidak ada riwayat gangguan jiwa pada
keluarga kedua pihak orang tua.
Selama wawancara, pasien cukup kooperatif, perilaku sopan dan kontrol diri baik.
Ditemukan mood hipotimik, afek sesuai, keserasian appropriate, asosiasi longgar, flight of idea,
depresi, waham kebesaran, waham paranoid (waham kejar), waham erotomania, halusinasi
auditorik, insight tilikan 1, discriminative judgement dan RTA tergganggu. Orientasi, memori,
daya nilai sosial, dan inteligensi baik. Kontak mata pasien dan perhatian pasien selama
wawancara cukup baik.
Pemeriksaan internis, neurologis serta laboratorium tidak ditemukan kelainan yang
bermakna.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 24
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

VI. DIAGNOSIS

Pada pasien ini ditemukan adanya perubahan pola perilaku atau psikologis yang secara
klinis bermakna dan secara khas berkaitan dengan suatu gejala yang menimbulkan penderitaan
dan gangguan dalam berbagai fungsi psikososial dan pekerjaan, sehingga dapat disimpulkan
bahwa pasien ini mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan hasil anamnesa yang didapat dari
proses wawancara, pemeriksaan status psikiatri, serta pemeriksaan fisik dan laboratorium dapat
disimpulkan bahwa:

AXIS I :
A. Berdasarkan gejala – gejala adanya pola perilaku atau psikologik yang secara klinik
bermakna yang ditemukan pada pasien yaitu:
1. Adanya hendaya dalam uji daya nilai:
a. Reality Testing Ability (RTA) : Terganggu
b. Discriminative insight / tilikan : Terganggu, derajat I
c. Discriminative Judgment : Terganggu
2. Lingkungan (anggota keluarga) mengeluh
3. Fungsi sosial terganggu
4. Adanya gejala psikopatologis berupa waham
5. Kebersihan diri terganggu
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita suatu PSIKOSIS.

B. Berdasarkan:
1. Kesadaran neurologis : Compos Mentis
2. Orientasi : Baik
3. Daya ingat : Baik
4. Kemunduran intelektual : Tidak ada

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 25
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

5. Tidak terdapat kelainan organik yang dapat dikaitkan dengan gangguan jiwa atas dasar
riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik.
6. Penggunaan zat psikoaktif tidak ada tetapi terdapat riwayat merokok selama 5 tahun
dan pasien sudah berhenti.
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien TIDAK menderita suatu Gangguan Mental Organik
serta TIDAK menderita suatu Gangguan Mental dan Gangguan Perilaku Akibat Zat
Psikoaktif.

C. Berdasarkan penemuan bermakna yang didapat dari autoanamnesa, observasi tingkah laku
selama menjalani kepaniteraan di Sanatorium Dharmawangsa didapatkan :
1.Gangguan isi pikir spesifik berupa waham kebesaran, paranoid dan agama yang terjadi
lebih dari 1 bulan
2.Gangguan mood yang terjadi bersamaan dengan gangguan isi pikir spesifik
3.Gangguan isi pikir spesifik tetap terjadi meskipun sedang tidak didapatkan gangguan
mood
4.Gangguan mood cukup mendominasi perjalanan penyakit
Maka dapat disimpulan bahwa pasien menderita Schizoaffective.
Berdasarkan adanya :
 Memenuhi kriteria umum diagnosis Schizoaffective
 Memenuhi kriteria episode mania dan memenuhi kriteria episode depresi
Maka dapat disimpulkan bahwa pasien menderita Schizoaffective tipe bipolar (F25.0)

AXIS III :
Tidak ada

AXIS IV :
Berdasarkan auto dan alloanamnesa, tidak ditemukan stressor psikososial dan lingkungan
yang mempengaruhi kondisi pasien saat ini dalam satu tahun terakhir.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 26
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

AXIS V:
GLOBAL ASSESMENT OF FUNCTIONING (GAF) SCALE
100-91 : gejala tidak ada, berfungsi maksimal, tidak ada masalah yg tak tertanggulangi
90-81 : gejala minimal, berfungsi baik, cukup puas, tidak lebih dari masalah harian biasa
80-71 : gejala sementara dan dapat diatasi, disabilitas ringan dalam sosial, pekerjaan,
sekolah, dll
70-61 : beberapa gejala ringan dan menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum
masih baik
60-51 : gejala sedang (moderate), disabilitas sedang
50-41 : gejala berat (serius), disabilitas berat
40-31 : beberapa disabilitas dalam hubungan dengan realita dan komunikasi, disabilitas
berat dalam beberapa fungsi
30-21 : disabilitas berat dalam komunikasi dan daya nilai, tidak mampu, berfungsi hampir
semua bidang
20-11 : bahaya mencederai diri/orang lain, disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan
mengurus diri
10-01 : seperti di atas  persisten dan lebih serius,
0 : informasi tidak adekuat

Berdasarkan Skala Global Assesment of Functioning (GAF) pada kasus ini pada saat
dievaluasi mempunyai taraf penyesuaian tertinggi dalam satu tahun terakhir (Highest Level Past
Year/HLPY) berada dalam rentang 20-11, yaitu bahaya mencederai diri sendiri ataupun orang
lain, disabilitas sangat berat dalam komunikasi dan mengurus diri.
Sedangkan GAF saat ini (current) berada dalam rentang 60-51, yaitu gejala sedang,
disabilitas sedang. Saat ini keadaan pasien sudah lebih terkontrol, tidak lagi mudah marah dan
mengamuk, namun pasien masih dalam keadaan mood depresi dan mempunyai pemikiran untuk
bunuh diri. Pasien juga enggan melakukan aktivitas dan lebih memilih duduk diam atau tidur.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 27
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

EVALUASI MULTI AXIAL

Aksis I : F 25.0 Skizoafektif tipe bipolar


Aksis II : F 60.1 Gangguan Kepribadian Skizoid
Aksis III : Tidak ada
Aksis IV : Tidak ada stressor psikososial yang berarti
Aksis V : GAF Current = 60-51 (situasi saat ini/current)  beberapa gejala sedang
(moderate), disabilitas sedang
HLPY = 20-11  bahaya mencederai diri/orang lain, disabilitas sangat
berat dalam komunikasi dan mengurus diri

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 28
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

VII. FORMULASI TERAPI

A. Psikofarmaka
 Antipsikotik (mood stabilizer)
o Olanzapine 2x10 mg/hari PO
B. Non Farmakologi
 Psikoterapi (supportive therapy)
 Memberi motivasi pada pasien untuk mengkonsumsi obat secara rutin
 Pengawasan minum obat rutin, agar gejala dan keluhan menjadi lebih ringan.
 Memotivasi dan memberi dukungan kepada pasien untuk dapat beraktivitas
seoptimal mungkin
 Terapi Psikososial
 Family counseling : memberi informasi dan edukasi kepada keluarga
mengenai penyakit pasien dan pentingnya memberi dukungan moril serta
motivasi pada pasien.
 Art / music therapy : mengikutsertakan pasien dalam kegiatan kesenian berupa
melukis dan menyanyi.
 Occupational therapy : mengikut sertakan pasien dalam kegiatan melatih
keterampilan berupa kerajinan tangan.
 Recreation therapy : mengikut sertakan pasien dalam kegiatan rekreasi.
 Terapi Perilaku (Behavioral Therapy)
 Memperdengarkan musik, bernyanyi, dan mengembangkan hobi pasien,
tujuannya untuk menghilangkan beban pikiran pasien.
 Pasien diingatkan untuk rajin berdoa.
 Personal Hygiene: pasien diingatkan untuk menjaga kebersihan dirinya sendiri
termasuk mandi.
 Mendorong pasien untuk mengikuti kegiatan aerobic mingguan SDW.
 Menjaga asupan makanan / mengatur diet pasien.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 29
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

VIII. PROGNOSIS
Faktor yang memperingan :
 Tidak ada riwayat gangguan jiwa dalam keluarga
 Penyakit yang diderita bukan disebabkan oleh gangguan mental organik atau retardasi
mental
 Tidak ada tanda atau gejala kelainan neurologis
 Tidak ada riwayat trauma perinatal

Faktor yang Memberatkan


 Onset usia muda
 Kronis
 Merasa tidak sakit sehingga compliance rendah
 Hidup sendiri
 Dukungan keluarga tidak adekuat
 Riwayat melakukan tindakan yang membahayakan orang lain
 Sudah pensiun

Maka disimpulkan prognosa Ad Vitam : Dubia ad bonam


Ad Fungsionan : Dubia ad malam
Ad Sanationam : Dubia ad malam

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 30
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

WAWANCARA PSIKIATRI

WAWANCARA 1
Hari, tanggal : Jumat, 8 Januari 2016
Waktu : pk. 10.00 WIB
Penampilan : Penampilan pasien cukup baik dan bersih. Pasien memakai baju warna
putih dengan lengan berwarna biru muda, rok jeans warna biru dengan
panjang selutut dan sandal warna hitam
Aktivitas : Pasien sedang duduk – duduk di sofa sambil menonton televisi
Tempat : Ruang TV bangsal wanita SDW
Keterangan : G (pemeriksa), M (pasien)

G : Selamat pagi, Bu M.
M : Selamat pagi juga dokter Grace.
G : Tadi pagi sarapan apa Bu?
M : Tadi pagi sarapan nasi uduk, dok. Tidak begitu enak. (daya ingat jangka pendek baik)
G : Loh kenapa ga enak Bu? Emang biasa kalau di rumah Ibu makan apa?
M : Iya, saya sudah bosan sama makanan disini dok. Di rumah ya saya masak sendiri dok.
G : Oh gitu Bu. Wah pasti masakan Ibu enak ya? Ibu di rumah tinggal sama siapa saja?
M : Iya, enak dok. Dokter tahu tidak dulu saya masih muda itu orang penting, dulu saya
pernah diajarin masak sama Chef dari Perancis dok namanya Chef Antonio. Sekarang
saya bisa masak macam-macam makanan dari semua Negara dok, saya juga pernah
masak buat pejabat-pejabat di Perancis. (waham kebesaran, flight of idea)
G : Wah, Ibu hebat sekali. Kapan-kapan masakin saya ya Bu.
M : Iya, dok.
G : Ibu di rumah biasanya tinggal sama siapa Bu?
M : Saya tinggal sendiri, dok. Semua keluarga saya meninggalkan saya. (mata berkaca-
kaca) (afek sesuai)
G : Ibu jangan sedih. Emangnya keluarga Ibu pada kemana?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 31
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : Saya sedih dok. Disini gak ada yang ngunjungin saya. Semua gak peduli sama saya.
Dulu punya pacar tapi dipisahin, terus habis dijodohin saya ditinggal sama suami saya.
Buat apa saya hidup kalau begitu dok? (Depresi)

G : Ibu tidak boleh begitu Bu. Ibu dulu waktu pacaran dipisahin sama siapa Bu? Kok ga
dilanjutin hubungannya?

M : Sama bapak saya dok. Bapak saya ga setuju sama pacar saya yang dulu katanya pacar
saya yang dulu miskin, padahal saya ga peduli dok. Namanya juga orang tua dok, saya
mana boleh ngelawan?

G : Iya ya Bu, pasti Ibu sedih ya waktu itu. Gimana perasaan Ibu waktu itu?

M : Saya sedih dan kecewa banget dok sama Bapak saya. Saya kesal dan ingin marah tapi
tidak bisa. Bapak saya memang orangnya keras dok.

G : Ibu sabar ya. Trus tadi Ibu sempat bilang Ibu dijodohkan. Bagaimana dengan
perjodohan itu Bu?

M : Ya saya mau ga mau dijodohkan dok, tapi dia orangnya baik saya jadi suka dok. Tapi
sekarang dia ninggalin saya. Anak saya juga ninggalin saya dok. Sekarang saya jadi
sendiri. Saya sedih dok, buat apa saya hidup ya dok? Mereka pasti malu ngakuin saya
sebagai keluarganya (raut muka sedih) (depresi, afek sesuai).

G : Ibu tidak boleh ngomong begitu. Sekarang anak Ibu ada dimana?

M : Anak saya ada 2 dok. Yang satu tinggal di Australia, yang satu lagi tinggal di Jakarta.
Mereka dulu seperti dokter ini kuliahnya di UGM ambil psikologi dok. Dokter tinggal
dimana? Rumahnya jauh ga dari sini? Kalau rumah saya ya sekitar sini dok (asosiasi
longgar)

G : Rumah saya jauh Bu dari sini, di sekitar Tanjung Duren. Oh gitu Bu, keren ya Bu bisa
sampai luar negeri. Orang tua Ibu dimana?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 32
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : Orang tua saya udah meninggal dok. Sekitar 25 tahun yang lalu. (daya ingat janga
panjang baik). Udah dulu ya dok, saya mau ambil makan siang dulu.

G : Baik Bu M. Selamat makan Bu.

Kesan wawancara 1 :
 Kesadaran : compos mentis
 Kontak mata : baik
 Mood : eutimik
 Afek : appropiate
 Hygiene diri : baik
 Orientasi orang : baik
 Orientasi waktu : baik
 Waham : ada (waham kebesaran)
 Halusinasi : tidak ada
 Asosiasi longgar : ada
 Daya ingat (jangka pendek, : baik
Jangka panjang)
 Depresi : ada

WAWANCARA 2
Hari, tanggal : Sabtu, 9 Januari 2016
Waktu : pk. 10.00 WIB
Penampilan : Penampilan pasien cukup baik dan bersih. Pasien memakai berwarna
putih dan celana pendek bewarna hitam, serta sandal jepit berwarna
hitam.
Aktivitas : Pasien menatap ke depan dengan pandangan kosong.
Tempat : Ruang TV bangsal wanita SDW
Keterangan : G (pemeriksa), M (pasien)

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 33
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

G : Selamat pagi Bu M. Apa kabarnya?

M : Selamat pagi dokter Grace. Ya begitu dok kabar saya sama-sama saja. (orientasi
orang baik).

G : Kenapa Bu kok Ibu diam saja dari tadi saya perhatikan. Ibu ga nonton TV dan
ngobrol sama yang lain Bu?

M : Gak kok. Saya lagi gak pingin ngapa-ngapain dok. Dokter ingin ngobrol ya? Sama
yang lain saja ya dok (anhedonia).

G : Ibu kenapa? Ibu kelihatannya sedih, yuk cerita sama saya Bu.

M : Saya sakit hati dok. (mata berkaca-kaca) (Afek sesuai)

G : Ibu jangan menangis. Sakit hati kenapa Bu?

M : Saya uda ga betah disini dok. Disini bosan. Saya mau ketemu sama keluarga saya.
Saya kan juga kangen sama mereka. Saya jadi sedih dok. Disini saya suka mikir
aneh-aneh dok.

G : Ibu sabar ya. Nanti pasti Ibu bisa ketemu sama anaknya lagi. Ibu mikir apa?
M : Saya sakit hati banget dok disini, gak ada yang peduli ma saya. Keluarga malu ama
saya. Saya jadi mikir buat apa hidup. Saya pernah mikir bunuh diri dok. Dulu sih
dok sekarang sudah ga. (Ide bunuh diri)
G : Ya ampun Bu, ga boleh ngomong begitu. Ibu sholat setiap hari?
M : Yah saya sholat kalau saya ingat saja dok. Sekarang saya belum Dok. Kamar saya
ditutup, saya jadi ga bisa masuk. Saya kalau sholat harus di kamar Dok, biar
khusyuk. Dokter agamanya apa? Dokter keturunan Cina ya?
G : Nanti jangan lupa sholat ya Bu. Oh, saya agama Kristen Bu. Iya bu.
M : Oh Kristen. Dokter asli Cina ya? Saya jadi ingat sama si Lim Hong, Eric Lim,
Ferdy Huang (flight of idea)
G : Siapa itu Bu?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 34
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : Itu loh Dok cowo yang suka sama saya. Pejabat dari Cina dok. Orang-orang sih
bilang dia naksir sama saya karena saya cantik. Ya saya sih biasa saja Dok saya kan
waktu itu juga sudah punya suami. Tapi cowo itu cinta banget Dok sama saya,
ngejar-ngejar saya terus sampai kemana-mana. (waham erotomania)
G : Wah serem juga ya Bu dikejar-kejar terus. Ibu pernah ada riwayat sakit tertentu
atau di rumah sakit gak bu?

M : Gak pernah sih Dok. Ga pernah sampai dirawat di Rumah Sakit.

G : Keluarga ada yang pernah dirawat seperti ibu sekarang

M : Gak ada dok. Cuma saya aja. Saya sedih dok di sini, semua ninggalin saya. Saya
kan kangen mereka.

G : Ibu tahu ibu dimana?

M : Tahu dok. Di Sanatorium Dharmawangsa dok. (Orientasi tempat baik)

G : Ibu tahu ga Ibu kenapa bisa disini?

M : Mereka bilang saya sakit jiwa, tapi saya ngerasa sehat dok. Kemarin hari Jumat
kan dok? Saya ketemu dr T tapi gak dikasih pulang juga. Ini pasti kerjaan kakak
saya supaya bisa ambil harta kekayaan saya dok. (Waham paranoid → waham
kejar) ( Discriminative insight derajat 1) (Orientasi waktu baik) (Memori
jangka pendek baik)

G : Ibu disini sudah berapa lama? Ibu inget ga kejadian waktu itu Ibu bisa sampai
disini?

M : Saya dijemput sama perawat disini, pas saya lagi nonton TV dok. Saya sempat
ngelawan, tapi gak bisa. (Memori jangka menengah baik) Dok, denger-denger
Pak Jokowi mau kesini ya Dok? (Asosiasi Longgar)

G : Saya kurang tau bu. Memang kenapa Bu? Ibu tahu Jokowi siapa?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 35
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : Tidak dok. Ya tau dong Dok, beliau kan Presiden Republik Indonesia sekarang,
wakilnya Pak Jusuf Kalla. Saya kagum sama Pak Jokowi dok. (intelegensi baik).

G : Oh iya Bu. Ibu mau main hitung-hitungan ga sama saya? Biar otak ibu fresh?

M : Boleh dok.

G : 100 – 7 Bu?

M : 93.

G : Dikurangi 7 lagi Bu?

M : 86 dok. Pintar kan saya?

G : Iya bu. Kalau dikurangi 7 lagi Bu?

M : 79 Dok. Kalau dikurangi 7 lagi ya 72 Dok. (Konsentrasi dan Kalkulasi baik)

G : Masih bagus Bu hitung-hitungannya. Coba ibu sekarang saya akan kasih 3 nama
benda terus ibu inget-inget ya. Nanti saya tanya lagi

M : Apa saja Dok?

G : Meja, jam, sendok

M : Meja, jam, sendok Dok.

G : Ibu ulang tahunnya kapan? Ibu lahir dimana?

M : Di Jakarta, tanggal16 September 1955 dok. (memori jangka panjang baik)

G : Yah sudah lewat ya Bu. Ibu tahu artinya “besar pasak daripada tiang?”

M : Tahu dok. Artinya besar pengeluaran daripada pemasukan . (Pikiran abstrak


baik)

G : Betul. Nah coba sekarang ibu gambar jam terus angkanya menunjukkan jam
06.00 ya Bu. Jangan lupa dikasih nama ya Bu. (Diberi kertas dan pulpen)
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 36
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : ( Menggambar) Bagus dok? (Kemampuan visuospasial dan menulis baik)

G : Bagus bu. Nah ibu coba nama 3 benda yang saya sebutkan tadi masih ingat?

M : Meja, jam, sendok. (Memori jangka segera baik). Dok, saya makan siang
dulu ya. Nanti ngobrol-ngobrol lagi ya Dok temenin saya ngobrol

G : Baik bu, nanti kita lanjutkan lagi ya. Selamat makan Bu.

M : (tersenyum) Baik dok.

Kesan Wawancara II :
 Kesadaran : Compos mentis
 Higiene pribadi : Baik
 Kontak mata : Baik
 Keserasian : Serasi
 Orientasi waktu : Baik
 Orientasi tempat : Baik
 Orientasi orang : Baik
 Daya ingat
(segera, pendek, menengah, panjang) : Baik
 Waham erotomania : Ada
 Waham paranoid (kejar) : Ada
 Depresi : Ada
 Ide bunuh diri : Ada
 Afek : Sesuai
 Anhedonia : Ada
 Asosiasi longgar : Ada
 Flight of Idea : Ada
 Inkoherensi : Tidak ada
 Discriminative insight : Tilikan derajat 1
 RTA : Terganggu
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 37
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

 Kecerdasan visuospasial : Baik


 Kalkulasi : Baik
 Kemampuan menulis : Baik
 Pemikiran abstrak : Baik
 Intelegensi : Baik

WAWANCARA 3
Hari, tanggal : Senin, 11 Januari 2016
Waktu : pk. 09.00 WIB
Penampilan : Penampilan pasien cukup baik dan bersih. Pasien memakai berwarna
biru dan celana pendek warna hitam, serta sandal jepit berwarna hitam.
Aktivitas : Pasien sedang duduk di sofa dan menonton TV
Tempat : Ruang TV bangsal wanita SDW
Keterangan : G (pemeriksa), M (pasien)

G : Pagi Bu M. Apa kabarnya?

M : Pagi dokter Grace. Baik dok. Dokter mau ngobrol-ngobrol lagi ya?

G : Iya Bu. Biar Ibu ga bosan disini. Ibu lagi nonton apa?

M : Saya uda ga betah disini dok. Saya pengen pulang. Kenapa keluarga saya
ga jemput-jemput saya disini ya dok? Ini dok lagi nonton Halo Selebriti.
Dokter tau tidak dulu saya terkenal loh. Bapak saya saja Muhamad Ali,
dia pernah jadi presiden Republik Indonesia, saya kenal artis-artis papan
atas dok, mereka sering ngunjungin rumah saya (flight of idea, waham
kebesaran)

G : Oh begitu ya Bu. Ibu selain nonton TV ga ngapa-ngapain lagi Bu? Ga


ngobrol sama yang lain? Ibu akur ga sama teman-teman disini?

M : Ya kadang ngobrol dok, tapi saya lagi malas, pingin diam saja.
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 38
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

G : Oh iya, Ibu berapa bersaudara? Punya kakak atau adik?

M : Punya dok, saya punya kakak dan adik. Saya pernah bertengkar dok
sama kakak saya di depan umum. Saya kesal kakak saya memarahi saya
di depan umum. Saya tidak salah tapi saya dimarahi. Saya merasa selalu
disalahkan dan merasa tidak ada yang sayang sama saya. Tidak ada yang
peduli sama saya. Semua ninggalin saya. Sekarang aja gak ada yang
ngunjungin saya.

G : Ibu kenapa dimarahi oleh kakak Ibu?

M : Saya kasih uang ke pegawai di salon langganan saya dok. Saya kan
punya uang berlebih, apa yang salah kalau saya bagikan ke orang yang
membutuhkan? Benar ga dok? Padahal sebenarnya mereka pelorotin saya
dok. Mereka pasti iri lihat saya punya uang banyak. Mereka pasti mau
ambil harta kekayaan saya (Waham paranoid→ waham kejar)

G : Oh begitu bu. Ibu belum berbaikan dengan kakak Ibu?

M : Belum. Mungkin nanti kalau ketemu kakak. Saya salah ya dok?


Keluarga saya ninggalin saya semua dan saya dimasukkin sendiri ke sini.
Saya jadi kesepian dok, ga ada yang temenin saya. (Depresi)

G : Ibu yang sabar ya. Bu, kalau ada orang yang mengambil uang Ibu kira-
kira Ibu bakal ngapain?

M : Saya biarinin aja lah dok. Saya ga mau terlibat sama masalah polisi.
Nanti malah saya ikut-ikutan kena tangkap, lagian kasian orangnya dok,
anggap saja saya memberi (discriminative judgement terganggu)

G : Oh begitu Bu. Ibu kalau seandainya oma lagi lapar banget terus ketemu
makanan di meja tapi gak tahu itu punya siapa. Apa yang akan Ibu
lakukan?

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 39
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

M : Ya Ibu tanya dulu itu punya siapa. Nanti Ibu dibilang maling lagi.
(daya nilai sosial baik). Ngomong-ngomong itu udah ada snack, udah
dulu ya dok saya mau makan snack.
G : Oh ya Bu. Selamat makan.

Kesan Wawancara III:


 Kesadaran : Compos mentis
 Higiene pribadi : Baik
 Kontak mata : Baik
 Mood : Hipotimik
 Afek : Sesuai
 Depresi : Ada
 Flight of Idea : Ada
 Discriminative Judgement : Terganggu
 Ambivalensi : Tidak ada
 Flight of idea : Ada
 Waham kebesaran : Ada
 Waham paranoid (kejar) : Ada
 Depresi : Ada
 Discriminative judgement : Terganggu
 Nilai daya sosial : Baik

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 40
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

GRAFIK PERJALANAN PENYAKIT

Grafik Perjalanan Penyakit Ny H


5
4
3
2
1 Series 1
0

Keterangan

 Tahun 1980
Pasien putus dengan pacarnya karena hubungannya dilarang oleh Ayahnya dan
mulai memberikan gejala bicara kacau, marah-marah sendiri dan mengurung diri.

 Tahun 1980-1986
Pasien menjalani pengobatan di RS DS dan pada tahun 1986 pasien dijodohkan
oleh Ayahnya lalu menikah dengan pria tersebut.

 Tahun 1992
Pasien seusai melahirkan anak ke 2 mulai menunjukkan gejala bicara kacau, tidak
mau minum obat. Tingkah laku pasien juga aneh, dimana ia pergi dengan 2 pemuda
yang tidak dikenal dan ditilang. Pasien pertama kali di rawat di Sanatorium
Dharmawangsa
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 41
Kasus Ujian Psikiatri Grace Juniaty (406148112)

 Tahun 1992-2006
Setelah pasien dirawat, pasien masih dapat melakukan aktivitas seperti berjalan-
jalan ke mall, restoran dengan ditemani oleh kakaknya. Gejala sudah agak membaik
dan tidak terlalu menonjol

 Tahun 2006
Pasien masuk kembali ke Sanatorium Dharmawangsa karena mencoba menyakiti
pelayan salon yang sempat dilirik suaminya. Pasien merasa cemburu dengan
pelayan salon disana.

 Tahun 2006-2015
Pasien lebih tenang namun pasien tidak mau minum obat sama sekali. Pasien
sempat kontrol dengan dr T tahun 2012, tapi lagi-lagi obat tidak diminum secara
teratur oleh pasien.

 Tahun 2015-sekarang (Selama di SDW)


Pada awal tahun 2015 pasien mulai menunjukkan gejala yang sama seperti
sebelumnya disertai perubahan emosi. Tanggal 27 Oktober 2015, pasien masuk
kembali ke Sanatorium Dharmawangsa untuk perawatan ke 3. Selama dirawat,
keadaan pasien lebih tenang, higienitas diri lebih terjaga, namun tetap terdapat
gangguan mood. Terdapat waham kebesaran yang sudah banyak berkurang, dan
masih terdapat pikiran untuk bunuh diri.

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Jiwa


Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Sanatorium Dharmawangsa
Periode 14 Desember 2015 – 16 Januari 2016 42