Anda di halaman 1dari 3

Kebijakan Tentang Tata Kelola dan Kepemimpinan di RS (sesuai asesment akreditasi 2012):

1. Tanggung jawab dan akuntabilitas (badan-) pengelola digambarkan di dalam peraturan


internal (bylaws), kebijakan dan prosedur, atau dokumen serupa yang menjadi pedoman
bagaimana tanggung jawab dan akuntabilitas dilaksanakan.
2. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas misi rumah
sakit dan mengumumkannya kepada masyarakat
3. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas kebijakan dan
rencana untuk menjalankan rumah sakit
4. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas anggaran
belanja dan alokasi sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai misi rumah sakit
5. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, menetapkan para manajer senior atau
direktur rumah sakit
6. Mereka yang bertanggung jawab atas tata kelola, memberikan persetujuan atas rencana rumah
sakit dalam mutu dan keselamatan pasien serta secara teratur menerima dan menindaklanjuti
laporan tentang program mutu dan keselamatan pasien.
7. Seorang manajer senior atau direktur bertanggung jawab untuk menjalankan rumah sakit dan
mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku.
8. Para pimpinan rumah sakit ditetapkan dan secara kolektif bertanggung jawab untuk
menentukan misi rumah sakit dan membuat rencana dan kebijakan yang dibutuhkan untuk
memenuhi misi tersebut.
9. Para pemimpin rumah sakit bersama dengan pemuka masyarakat dan pimpinan organisasi lain
merencanakan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
10. Pimpinan melakukan identifikasi dan merencanakan jenis pelayanan klinis yang perlu untuk
memenuhi kebutuhan pasien yang dilayani rumah sakit.
11. Peralatan, perbekalan (supplies), dan obat digunakan sesuai dengan rekomendasi organisasi
profesi atau oleh sumber lain yang berwenang.
12. Pimpinan bertanggung jawab terhadap kontrak kerja pelayanan klinis dan manajemen
13. Kontrak dan perjanjian lainnya dimasukkan sebagai bagian dari program peningkatan mutu
dan keselamatan pasien rumah sakit.
14. Para praktisi independen yang bukan pegawai rumah sakit harus memiliki kredensial yang
benar untuk pelayanan yang diberikan kepada pasien rumah sakit
15. Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan lainnya sudah mendapat pendidikan dalam
konsep peningkatan mutu
16. Pimpinan rumah sakit menjamin tersedianya program yang seragam untuk melaksanakan
rekruitmen, retensi, pengembangan dan pendidikan berkelanjutan bagi semua staf
17. Pimpinan medis, keperawatan dan pimpinan pelayanan klinis lainnya merencanakan dan
melaksanakan struktur organisasi yang efektif untuk mendukung tanggung jawab dan
kewenangan mereka.
18. Satu atau lebih individu yang kompeten mengatur tiap departemen / unit atau pelayanan di
rumah sakit
19. Pimpinan dari setiap departemen klinis melakukan identifikasi secara tertulis tentang
pelayanan yang diberikan oleh departemennya.
20. Pelayanan dikoordinasikan dan diintegrasikan di dalam departemen atau pelayanan, maupun
dengan departemen dan pelayanan lain.
21. Pimpinan merekomendasikan ruangan, peralatan, staf, dan sumber daya lain yang dibutuhkan
oleh departemen atau pelayanan
22. Pimpinan merekomendasikan kriteria untuk menseleksi staf profesional di departemen atau
pelayanan dan memilih atau merekomendasikan orang-orang yang memenuhi kriteria
tersebut.
23. Pimpinan memberikan orientasi dan pelatihan bagi semua staf yang bertugas dan bertanggung
jawab di departemen atau di pelayanan dimana mereka ditugaskan.
24. Pimpinan melakukan evaluasi kinerja departemen atau pelayanan dan kinerja stafnya.
25. Rumah sakit menetapkan kerangka kerja untuk manajemen etis yang menjamin bahwa asuhan
pasien diberikan didalam norma-norma bisnis, finansial, etis, dan hukum yang melindungi
pasien dan hak mereka.
26. Kerangka kerja rumah sakit untuk manajemen etis tersebut meliputi pemasaran, admisi
/penerimaan pasien rawat inap (admission), pemindahan pasien (transfer), pemulangan pasien
(discharge) dan pemberitahuan (disclosure) tentang kepemilikan serta konflik bisnis maupun
profesional yang bukan kepentingan pasien.
27. Kerangka kerja rumah sakit untuk manajemen etis mendukung pengambilan keputusan secara
etis di dalam pelayanan klinis dan pelayanan nonklinis.