Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR
“MEMPEROLEH ARUS LISTRIK DENGAN CARA ELEKTROLISA”

Disusun oleh
1. Nikmatus Sholeha (141810301034)
2. Hendra Budi S (141810301035)
3. Nindi Listia K (141810301036)
4. Selvina Rizky A (141810301037)
Kelompok/Shift : 2 / 13.00-16.00
Nama Asisten : Ririn Yulia
Koordinator : Novi Dwi Ariyanti

LABORATORIUM FISIKA DASAR


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2014
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Arus listrik adalah muatan yang bergerak. Dalam logam terdapat elektron
(muatan negatif) yang bisa bergerak di dalamnya. Kalu ada voltase, maka elektron
dalam logam bergerak dari kutub negatif ke kutub positif.
Voltmeter tembaga merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
besdar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini terdiri dari dua buah
lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelit yang dirangkai sebuah
tabung kaca. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan yang di tengah
sebagai katoda.
Penentuan arus listrik menggunakan voltmeter dapat ditentukan dengan
dengan elektrolisa. Sebuah catu daya listrik DC dihidupkan. Dengan sebuah
hambatan geser dan hambatan variabel. Amperemeter ditentukan arusnya dan
usahakan tidak berpindah. Arus akan berjalan jika catu daya dihidupkan dan akan
melewati hambatan. Ketika aperemeter jarum menunjukkan hasil yang tidak
sesuai dengan arus yang ditentukan hambatan geser dipindah-pindah
pergeserannya dan ditentukan sesuai dengan arus yang telah ditentukan
sebelumnya. Setelah beberap menit pada voltmeter tembaga akan terjadi endapan
pada anoda.
Voltmeter tembaga biasanya digunakan sebagai elektroplanting.
Elektroplanting itu sendiri adalah metode elektrokimia dimana didasarkan pada
reaksi redoks yakni gabungan dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Volmeter
juga digunakan pada baterai. Selain itu juga dapat digunakan sebagai sumber
listrik misalnya kalkulator, radio, lampu senter, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, mengingat pentingnya arus meter pada kehidupan sehari-
hari maka perlu diadakannya praktikum penentuan arus listrik dengan
menggunkan elektrolisa. Hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan
hasil dari praktikum dikehidupan sehari-hari.
1.2 Rumusan Belakang
Adapun rumusan masalah pada praktikum memperoleh arus listrik dengan
elektrolisa adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pebedaan katoda dan anoda pada voltmeter tembaga?
2. Bagaimana perbandingan arus hasil perhitungan dengan arus yang sudah
ditetapkan?
3. Bagaimana perbandingan arus pada dua percobaan yang berbeda?

1.3 Tujuan
Tujuan dari diadakannya praktikum ini adalah :
1. Mengetahui pebedaan katoda dan anoda pada voltmeter tembaga.
2. Mengetahui perbandingan arus hasil perhitungan dengan arus yang sudah
ditetapkan.
3. Mengetahui arus pada dua percobaan yang berbed.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum memperoleh arus listrik dengan cara
elektrolisa yaitu dalam memurnikan logam, emas, perak, dan alumunium.
Kemudian digunakan sebagai peralatan elektronik yaitu batrai dan accu.
Selanjutnya dapat digunakan sebagai sumber listrik antar lain pada radio, lampu
senter, kalkulator, dan lain sebagainya.
BAB 2. DASAR TEORI

Voltmeter tembaga merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar


tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Alat ini terdiri dari dua buah
lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bekilitee yang dirangkai dalam
dalam sebuah tabung kaca. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan
yang di tengah sebagai katoda. Tembaga memiliki berat jenis 8,93 gram/cm3, titik
cairnya 10830C, regangan 35-50 % dan penyusutan dingin 2%. Jika electrode
voltmeter dihubungkan dengan arus listrik searah (DC), maka ion-ion pada larutan
akan bergerak berlawanan arah. Artinya, ion-ion positif akan bergerak ke
electrode negatif, sebaliknya ion-ion negative akan bergerak kea rah electrode
positif. Pergerakan-pergerakan muatan ion dalam larutan akan membawa energy
listrik. Kondisi demikian ini disebut elektrolitik. Apabila ion-ion dalam larutan
terkontak dengan electrode maka reaksi kimia akan terjadi. Pada katode akan
mengalami reduksi dan pada anoda akan mengalami oksidasi (Zemansky, 1994).
Voltameter tembaga memakai tembaga sebagai penghantar arus ke dalam
elektrolit. Dalam situasi ini larutan tembaga sulfat (CuSO4) berfungsi sebagai
elektrolit yang membawa arus. Jika CuSO4 dilarutkan ke dalam air, CuSO4 terbagi
menjadi ion tembaga Cu2+ dan ion sulfat SO42-. Jika antara electrode-elektrode
diberi voltase, maka arus mengalir. Arus itu dibawakan oleh ion tembaga (Cu2+)
yang bergerak ke anode (electrode negatif). Ion sulfat (SO42-) tidak membawa
arus karena ion ini tidak bias berinteraksi dengan elektrode tembaga. Atom Cu
dari anode yang dibentuk oleh plat tembaga akan melepaskan dua electron
menjadi ion Cu2+ dan masuk ke dalam larutan. Lalu ion itu bergerak ke katoda
(elektrode negatif). Di situ ion Cu2+ mendapatkan kembali dua elektronnya dan
akan menempel pada elektrode(plat tembaga) itu. Jadi ketika arus mengalir,
tembaga terbawa dari anoda ke katoda. Sehingga massa anoda akan bertambah
sesuai dengan banyaknya atau jumlah atom tembaga yang pindah. Banyaknya
atom tembaga yang pindah berhubungan dengan banyaknya muatan yang
mengalir dari anoda ke katoda dan banyaknya mol tembaga yang pindah
(Bodi,2006).
Dari pembahasan massa Δm pada katoda jumlah mol yang pindah dari
anoda ke katoda (bertambah pada katoda) diketahui dengan
∆𝑚
Mol = 𝑚 𝑚𝑜𝑙 𝐶𝑢 (2.1)

(Mulyati, 2003).
Untuk menghitung arus diperlukan endapan logam di katoda. Maka akan
ditinjau aspek kuantitatif pada elektrolisis dapat menggunakan hukum Faraday
yaitu “ dalam elektrolisis, lewatnya 1 faraday pada rangkaian menyebabkan
oksidasi satu bobot ekivalen suatu zat pada suatu elektrode dan tereduksi satu
bobot ekivalen pada elektrode yang lain ”. dinyatakan dengan
G = a.I.t (2.2)
dimana G= jumlah endapan logam (gram)
a= ekivalen elektrokimia (gram/C)
I= arus (Ampere)
T= waktu (detik)
(Jati, 2008).
Karena larutan yang dipakai dalam percobaan adalah (CuSO4) maka reaksi
kimia yang terjadi berati Cu2+ dari larutan bergerak menuju katoda dan anoda
kehilangan Cu2+ yang dipakai untuk menetralkan SO42- . sesuai dengan reksi
diatas dan definisi ekivalensi elektrokimia yaitu bobot zat yang diperlukan untuk
memperoleh atau melepas 1 mol elektron. Reaksi kimia yang terjadi adalah
sebagai beriku
CuSO4 2 Cu2++SO42-
Katoda = SO42-  2e + SO4
Anoda = Cu2++ 2e Cu
(Halliday, 1997).
Dalam kimia voltmeter digunakan sebagai se,l elektrokimia yaitu suatu
proses reaksi kimia menghasilkan arus listrik atau sebaliknya, arus listrik
menghasilkan proses kimia. Pada proses pemakain voltmeter arus ditentukan
terlebih dahulu agar tidak melebihi batas maksimal. Penentuan arus tersebut
menggunakan
𝐼
Imax = (𝐴) . 𝐴 (2.3)

(Budi, 2006).
BAB 3. METODE KERJA

3.1 Alat dan Bahan


Adapu alat dan bahan yang digunakan pada praktikum memperoleh arus
listrik dengan elektrolisa adalah sebagai berikut :
1. Voltmeter tembaga dan peralatannya 1 set digunakan sebagai pengukur
tegangan pada rangkain listrik.
2. Amperemeter 1 buah digunakan sebagai penentuann arus maksimal.
3. Timbanag analitis satu set digunakan sebagai pengukur massa tembag.
4. Hambatan geser satu set digunakan sebagai penggeser halus pada jarum
amperemeter.
5. Sumber daya arus searah 1 buah digunakan sebagi sumber tegangan listrik.
6. Stopwatch digunakan untuk mengukur waktu.
7. Kabel-kabel penghubung di gunakan sebagai penghubung alat-alat lain.
8. Larutan CuSO4 digunakan sebagai larutan elektrolis

3.2 Desain Percobaan


Berikut adalah desain percobaan pada praktikum memperoleh arus listrik
dengan elektrolisa:

Gambar 3.1
(Sumber : Petunjuk Praktikum Fisika Dasar, 2014)
3.3 Langkah Kerja
Adapun langkah kerja yang dilakukan pada praktikum memperoleh arus
listrik dengan elektrolisa adalah sebagai berikut :
1. Besar arus maksimum dihitung dengan mengukur luas permukaan pelat
tembaga yang digunakan.
2. Elektroda (kutub katoda) yang tercelup harus memiliki kerapatan arus 0,01
s/d 0,02 A/cm
3. Katoda dibersihkan dengan kertas gosok yang disediakan kemudian
ditimbang beratnya dengan neraca analitis.
4. Rangkaian dihubungkan seperti pada gambar dan ditanyakan kepada
asisten besar arus yang akan dialirkan ( yaitu dengan diatur tahanan
variabel) serta waktu yang diperlukan (sekitar 10 menit).
5. Penunjukkan dari amperemeter dicatat dan diusahakType equation here.an
penunjukkannya tidak berubah dengan menggunakan tahanan geser.
6. Berat katoda ditimbang kenmbali pada saat setelah selesai percobaan dan
dikeringkan terlebih dahulu.
7. Langkah 3 – 6 diulangi selama 5 kali.
8. Langkah 1 – 7 diulangi untuk waktu yang berbeda

3.4 Metode Analisis


Adapun metode yang digunakan untuk menganalisis hasil dari praktikum
memperoleh arus listrik dengan cara elektrolisa adalah sebagai berikut :
1
Δm = Δt= 2nst
𝑚2−𝑚1
I= = 𝑎.𝑡
𝜕𝐼 𝜕𝐼 𝜕𝐼
ΔI= |𝜕𝑚1| |∆𝑚1| + |𝜕𝑚2| |∆𝑚2| + |𝜕𝑡| |∆𝑡|
1 1 −(𝑚2−𝑚1)
= |− 𝑎𝑡| |∆𝑚1| + |𝑎𝑡| |∆𝑚2| + | | |∆𝑡|
𝑎𝑡 2
∆𝐼
I= × 100%
𝐼

K= 100%-I
∆𝐼
AP= 1- log 𝐼
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pembuatan


Adapun hasil yang telah dilakukan dalam praktikum memperoleh arus
listrik dengan elektrolisa adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1 Arus listrik pada saat 10 menit

Tabel 4.2 Arus listrik pada saat 15 menit

4.2 Pembahasan
Voltmeter tembaga merupakan alat yang digunakan untuk mengukur
voltase (tegangan listrik). Voltmeter tembaga dalam percobaan digunakan sebagai
parameter untuk menentukan kuat arus listrik denga elektrolisa. Proses elektrolisa
menggunakan tembaga sebagai katoda dan anoda. Tembaga akan lebih mudah
tereduksi oleh ion hidrogen sehingga pada percobaan yang telah dilakukan
terbentuk endapan pada katoda.
Percobaan yang telah dilakukan menggunakan waktu 10 menit dan 15
meni dan dilakukan penglangan sebanyak tiga kali. Percobaan pada waktu 10
menit menghasilkan arus yang besarnya hampir sama yaitu 0,258 ampere. Hal
tersebut terjadi dikarenakan arus yang digunakan memakai arus maximumyang
telah ditentukan sebelumnya. Perlakuan yang sama juga digunakan pada waktu 15
menit dengan arus yang sama pula. Arus yang dihasilkan adalah 0,399 A dan
0,168 A. Perbedaan tersebut mungkin dikarenakan massa endapan percobaan
perbandingannya sedikit jauh pada masing-masing percobaan. Namun pada
percobaan ke dua dan ke tiga selisih endapan sedikit sehingga hasilnya sama.
Perbandingan antara hasil percobaan 10 menit dan 15 menit tidak terlalu
jauh. Perbandingannya adalah 0,1. Hal tersebut terjadi dikarenakan arus pada
rangkaian sudah ditetapkan terlebih dahulu. Sehingga ketika menggunakan hukum
faraday hasilnya pun akan sama yaitu mendekati 0,24 ampere.
Hasil percobaan yang dilakukan mendapatkan nilai ralat yang sangat kecil.
Sehingga dapat ditentukan bahwa praktikum yang telah dilkukan mendekati nilai
kebenaran. Karena itu nilai angka pentingnya juga semakin banyak dan semakin
teliti. Keseluruhan hasil arus hampir sama dengam ketetapan yang ditentukan.
Hasil arus rata-rata 0,25 A dan ketetapan 0,24 A. Sehingga kesalahan yang terjadi
sedikit.
BAB 5. PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum memperoleh arus
listrik dengan elektrolisa adalah sebagai berikut :
1. Pada katoda akan terjadi penambahan massa tembaga dikarenakan
penambahan Cu2+ hasil elektrolisa. Dan pada anoda akan terjadi
pengurangan massa katrena kehilangan ion Cu2+ .
2. Perbandingan arus antara percobaan 1 dan 2 hanya sedikit. Sehingga
nilainnya hampir sama dengan arus yang telah dilakukan se belumnya.
3. Perbandingan hasil arus pada percobaan hampir sama dengan ketetapan
yang sebelumnya.

5.2 Saran
Setelah diadakannya praktikum memperoleh arus listrik dengan
elektrolisa, makan saran yang dapat diberikan adalah pertama sumber tegangan
tidak boleh melewati batas kekuatan aru yang diukur pada amperemeter. Kedua,
ketika amperemeter nilai arus berkurang sebaiknya dilakukan pergeseran pada
bhambatan geser. Ketiga, pada pemisahan tembaga sebaiknnya dilakukan sampai
mengkilat atau sampai bersih agar tidak terjadi kesalahan.
DAFTAR PUSTAKA

Budi, Santosa Nurwachid.2006.KIMIA FISIKA II.Semarang:FMIPA UNNES.


Halliday, Resnick.1997.Fisika Jilid 2.Jakarta: Erlangga.
Jati, Bambang Murdaka Eka.2008.Fisika Dasar.Yogyakarta : Andi.
Mulyati, Sri dan Hendrawan.2003.Kimia Fisika 2.Jakarta : Gramedia.
Zemansky, Sears.1994.Fisika untuk Universitas.Jakarta:Bina Cipta.