Anda di halaman 1dari 38

Ria Vinola's blog :)

 HOME
 POSTS RSS
 COMMENTS RSS
 EDIT
Search

Laporan Pajak
Diposting oleh Ria Vinola di 12/24/2013 04:35:00 PM

Reaksi:

Laporan Pajak

Kelompok 2 :
 ARGO ZAFISTA SABILILAH
 ENDAH RIYANI PUTRININGSIH
 ISMI FAUZIAH
 RAHMAWATI
 REZHA PARAMIDHA
 RIA VINOLA WIDIA WATI
 SEPTI SUPTIANINGSIH

XII AK-4
Pengertian PPN
PPN atau singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak tidak Langsung
yang dikenakan pada setiap pertambahaan nilai atau transaksi penyerahan barang
dan atau
jasa kena pajak dalam pendistribusiannya dari produsen dan konsumen.

Disebut pajak tidak langsung karena tidak langsung dibebankan kepada


penanggung pajak (konsumen) tetapi melalui mekanisme pemungutan pajak dan
disetor oleh pihak lain (penjual). Transaksi penyerahannya bisa dalam bentuk
jual-beli, pemanfaatan jasa, dan sewa-menyewa.

Barang Dan Jasa Yang Tidak Dikenai PPN


Pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan Barang Kena Pajak dan Jasa
Kena Pajak, sehingga dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), kecuali jenis barang
dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang Nomor 8
Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

Jenis Barang Yang Tidak Dikenai PPN


1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari
sumbernya meliputi :
a. minyak mentah (crude oil);
b. gas bumi, tidak termasuk gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung
oleh masyarakat;
c. panas bumi;
d. asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata,
bentonit, dolomit, felspar (feldspar), garam batu (halite), grafit, granit/andesit,
gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, opsidien, oker, pasir
dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat (phospat), talk, tanah serap (fullers
earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, dan
trakkit;
e. batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara; dan
f. bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta
bijih bauksit.
2. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak
meliputi :
a. beras;
b. gabah;
c. jagung;
d. sagu;
e. kedelai;
f. garam, baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium;
g. daging, yaitu daging segar yang tanpa diolah, tetapi telah melalui proses
disembelih, dikuliti, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas atau tidak
dikemas, digarami, dikapur, diasamkan, diawetkan dengan cara lain, dan/atau
direbus;
h. telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan,
atau dikemas;
i. susu, yaitu susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun
dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan/atau
dikemas atau tidak dikemas;
j. buah-buahan, yaitu buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui
proses cuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading, dan/atau dikemas
atau tidak dikemas; dan
k. sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau
disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah.
3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung,
dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat
maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa
boga atau katering.
4. Uang, emas batangan, dan surat berharga.

Jenis Jasa Yang Tidak Dikenai PPN


1. Jasa pelayanan kesehatan medis, meliputi :
a. jasa dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi;
b. jasa dokter hewan;
c. jasa ahli kesehatan seperti akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, dan ahli fisioterapi;
d. jasa kebidanan dan dukun bayi;
e. jasa paramedis dan perawat;
f. jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, dan
sanatorium;
g. jasa psikolog dan psikiater; dan
h. jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan oleh paranormal.
2. Jasa pelayanan sosial meliputi:
a. jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo;
b. jasa pemadam kebakaran;
c. jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan;
d. jasa lembaga rehabilitasi;
e. jasa penyediaan rumah duka atau jasa pemakaman, termasuk krematorium; dan
f. jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial.
3. Jasa pengiriman surat dengan perangko, meliputi jasa pengiriman surat dengan
menggunakan perangko tempel dan menggunakan cara lain pengganti perangko
tempel.
4. Jasa keuangan, meliputi:
a. jasa menghimpun dana dari masyarakat berupa giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan
itu;
b. jasa menempatkan dana, meminjam dana, atau meminjamkan dana kepada pihak
lain dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel
unjuk, cek, atau sarana lainnya;
c. jasa pembiayaan, termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, berupa:
d. sewa guna usaha dengan hak opsi;
e. anjak piutang;
f. usaha kartu kredit; dan/atau
g. pembiayaan konsumen;
h. jasa penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai, termasuk gadai syariah dan
fidusia; dan
i. jasa penjaminan.
5. Jasa asuransi, merupakan jasa pertanggungan yang meliputi asuransi kerugian,
asuransi jiwa, dan reasuransi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kepada
pemegang polis asuransi, tidak termasuk jasa penunjang asuransi seperti agen
asuransi, penilai kerugian asuransi, dan konsultan asuransi.
6. Jasa keagamaan, meliputi :
a. jasa pelayanan rumah ibadah;
b. jasa pemberian khotbah atau dakwah;
c. jasa penyelenggaraan kegiatan keagamaan; dan
d. jasa lainnya di bidang keagamaan.
7. Jasa pendidikan, meliputi : jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah, seperti jasa
penyelenggaraan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa,
pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan jasa
penyelenggaraan pendidikan luar sekolah.
8. Jasa kesenian dan hiburan, meliputi semua jenis jasa yang dilakukan oleh pekerja
seni dan hiburan.
9. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan meliputi jasa penyiaran radio atau
televisi baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah atau swasta yang tidak
bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial.
10. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri
yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri.
11. Jasa tenaga kerja, meliputi :
a. jasa tenaga kerja;
b. jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak
bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut; dan
c. jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja.
12. Jasa perhotelan, meliputi :
13. jasa penyewaan kamar, termasuk tambahannya di hotel, rumah penginapan, motel,
losmen, hostel, serta fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelanuntuk
tamu yang menginap; dan jasa penyewaan ruangan untuk kegiatan acara atau
pertemuan di hotel, rumah penginapan, motel, losmen dan hostel.
14. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan
secara umum, meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi
pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemberian Ijin
Usaha Perdagangan, pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak dan pembuatan Kartu
Tanda Penduduk (KTP).
15. Jasa penyediaan tempat parkir yang dilakukan oleh pemilik tempat parkir
dan/atau pengusaha kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut bayaran.
16. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam atau koin yang
diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.
17. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.
18. Jasa boga atau katering.

Pengertian PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah)

Pengertian PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) adalah :


Pajak penjualan yang dikenakan terhadap nilai jual setiap perpindahan /
pertukaran barang, sehingga menimbulkan pajak berganda, PPnBM dikenakan
terhadap :
1. Penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh
pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam Daerah Pabean dalam
kegiatan usaha atau pekerjaannya.
2. Impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.
PPnBM akhirnya dibebankan kepada konsumen, Pengusaha Kena Pajak hanya
memungut dan menyetor PPnBM ke kas Negara.
PPnBM merupakan pajak pusat karena merupakan sumber penerimaan bagi APBN
(Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara).
Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikenakan hanya 1 (satu) kali pada waktu
penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang
menghasilkan atau pada waktu impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.

Parkir Kena PPN

Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan pajak Rp 214 triliun. Dari


sasaran itu, hingga akhir Juni lalu baru terealisasi 43,2% atau senilai Rp 94
triliun demi menggenjot setoran pajak Rp 24 triliun kenegara, kantor pajak
makin gencar saja “mengais-ngais” pajak dari masyarakat. Inilah salah satu
bentuknya mulai 1 Oktober 2003, jasa catering dan pabrik akan dikenai PPN 10%
Jasa catering yang dikenai pajak adalah jasa penyediaan makanan dan
minumam dengan atau tanpa petugas untuk keperluan tertentu seperti, pesta,
resepsi, perjamuan, rapat, makan karyawan di instansi pemerintah dan swasta.
Makanan langganan dan perlombaan catering yang disediakan hotel juga tidak
luput dari pengenaan PPN.
Untuk jasa akhir, pemerintah akan mengenakan PPN berdasarkan nilai
pergantian uang, termasuk biaya yang seharusnya diminta oleh pengusaha
pengelola kepada pemilik tempat parker dan imbalan yang diperoleh dari pemilik
tempat parker, termasuk bagi hasil.

Soal diskusi :
1. Mulai kapan jasa catering da parkir dikenakan PPN. Berapakah tarifnya ?
2. Carilah latar belakang dikenakannya pengenaan PPN terhadap jasa catering dan
parkir ?
3. Jelaskan mekanisme pengenaan PPN terhadap jasa parkir ?
4. -Bagaimana menurut anda pengenaan PPN terhadap jasa parkir ?
-Bagaimana pengaruhnya terhadap fiskus pengelola jasa parkir dan masyarakat
pengguna jasa parkir ?

Hasil diskusi :

1. PARKIR
Mulai dibuatnya tarif jasa parkir yang dikenakan PPN 1 Oktober 2003 dan mulai
berlakunya 17 Juli 2012 dengan tarif 10%. Menurut Direktur penyuluhan
pelayanan dan humas Dedi Rudaedi mengatakan bahwa penyerahan jasa
penyediaan tempat parkir tidak semua yang dikenakan PPN tetapi yang dikenakan
PPN hanya pengusaha pengelola tempat parkirnya dan orang yang mengurusi
tempat parkir tersebut dalam bentuk imbalan atau bagi hasil.

KATERING
Mulai dibuatnya pada tahun 1983 dan mulai berlakunya pada tahun 2000 dengan
tarif 10%

2. LATAR BELAKANG DIKENAKANNYA PPN TERHADAP JASA PARKIR

Pemerintah mempertegas ketentuan tentang pajak pertambangan nilai


(PPN) atas penyerahan jasa penyediaan tempat pakir. Hal tersebut tertuang pada
peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.03/2012 tentang kriteria jasa
penyediaan tempat parkir yang termasuk dalam jenis jassa yang tidak kena pajak
pertambangan nilai. Itu berlaku sejak 17 Juli 2012. “Dalam peraturan tersebut,
pemerintah menegaskan bahwa tidak semua tempet parkir dikenakan jasa PPN,
tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat parkir adalah jasa
penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha atau pengelolaan tempat
parkir kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut bayaran.
Lanjutnya, untuk penyerahan jasa pengelolaan tempat parkir akan
dikenakan PPN. Pengertian jasa pengelolaan tempat parkir yakni jasa yang
dilakukan pengusaha pengelola tempat parkir untuk mengelola tempat parkir yang
dimiliki atau disediakan oleh pemilik tempat parkir dengan menerima imbalan
dalam bentuk bagi hasil dari pemilik tempat parkir

LATAR BELAKANG DIKENAKANNYA PPN TERHADAP JASA KATERING

Dasar Hukum :
1. Pasal 4A ayat 2 huruf C Undang-undang No 8 tahun 1983 s.t.d.t.d. Undang-undang Nomor 18
tahun 2000
2. Pasal 5 huruf K Peraturan Pemerintah Nomor 144 TAHUN 2000 Jasa di bidang perhotelan tidak
terutang PPN
3. Keputusan Menteri Keuangan 418/KMK.03/2003 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Boga atau
Katering.

Subjek Pajak
1. Pengusaha hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya yang melakukan usaha Jasa Boga
atau Katering Wajib dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pembukuan yang terpisah antara
usaha hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, dengan usaha Jasa Boga atau
Katering;
2. Pembukuan terpisah bertujuan untuk mempermudah pengenaan PPN atas Jasa Katering, karena
atas makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan
sejenisnya tidak dikenakan PPN melainkan dikenakan Pajak Daerah (Pajak atas Hotel dan
Restoran). (Pasal 4A ayat 2 huruf C Undang-undang No 8 tahun 1983 s.t.d.t.d. Undang-undang
Nomor 18 tahun 2000 )
Objek Pajak
a. Penyerahan Jasa Boga atau Katering oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering merupakan
penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.
b. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang adalah 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan Dasar
Pengenaan Pajak.
c. Dasar Pengenaan Pajak adalah Penggantian yaitu nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang
diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering karena penyerahan
Jasa Boga atau Katering, tidak termasuk Pajak Pertambahan dan potongan harga.

3. Mulai dibuatnya tarif jasa parkir yang dikenakan PPN 1 Oktober 2003 dan mulai berlakunya 17
Juli 2012 dengan tarif 10%. Pemerintah mempertegas ketentuan tentang pajak pertambangan
nilai (PPN) atas penyerahan jasa penyediaan tempat pakir. Hal tersebut tertuang pada
peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.03/2012 tentang kriteria jasa penyediaan tempat
parkir yang termasuk dalam jenis jassa yang tidak kena pajak pertambahan nilai.
“Dalam peraturan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa tidak semua tempet
parkir dikenakan jasa PPN, tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat
parkir adalah jasa penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha atau
pengelolaan tempat parkir kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut
bayaran.
Lanjutnya, untuk penyerahan jasa pengelolaan tempat parkir akan dikenakan PPN.
Pengertian jasa pengelolaan tempat parkir yakni jasa yang dilakukan pengusaha
pengelola tempat parkir untuk mengelola tempat parkir yang dimiliki atau
disediakan oleh pemilik tempat parkir dengan menerima imbalan dalam bentuk
bagi hasil dari pemilik tempat parkir

4. – Menurut kami, pengenaan PPN jasa parkir bagi usaha kecil sampai usaha menengah tidak setuju.
Tetapi pengenaan PPN terhadap jasa parkir bagi pengusaha pengelola tempat parkir dan orang
yang mengurusi tempat parkir setuju di kenai PPN karena menerima imbalan atau bagi hasil.
- Pengaruh pengelola jasa parkir ekonomiya semakin berkurang padahal kebutuhan hidup sehari-
hari tidak mencukupi, dan untuk masyarakat pengguna jasa parkir akan keberatan dengan
tarifnya yang semakin naik.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari kelompok kami tentang permasalahan Parkir


Kena PPN adalah dikenakannya PPN Terhadap Jasa Parkir pemerintah
menegaskan bahwa tidak semua tempat parkir dikenakan jasa PPN,
tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat parkir
adalah jasa penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha
atau pengelolaan tempat parkir kepada pengguna tempat parkir
dengan dipungut bayaran dan menerima imbalan dalam bentuk bagi
hasil dari pemilik tempat parkir.
Kelompok 1

Barang strategis tertentu akan dikenakan lagi ppn mentri keuangan akan
mengenakan kembali ppn terhadap sejumlah barang tertentu yang selama ini
telah menikmati fasilitas itu karena barang tersebut tidak layak lagi menikmati
fasilitas ppn dan berbagai pertimbangan antara lain terjadi penyelewengan
barang kena pajak tertentu yang akan dicabut kembali fasilitas bebas ppnya
antara lain barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik , termasuk suku
cadang bahan baku perak dalam bentuk butiran/batangan , bahan baku
pembuatan uang kertas rupiah dan logam , bahan baku selain bahan baku utama
pembuatan makanan ternak , unggas , udang dan ikan , serta listrik untuk
perumahan dengan daya lebih dari 220 watt-600 watt . namun departemen
keuangan tetap meberlakukan fasilitas bebas PPn kepada beberapa kena pajak
yaitu makanan ternak , unggas , udang dan ikan , barang barang pertanian ,
perkebunan , perhutanan , peternakan , penangkaran/perikanan , air bersih yang
di dirikan melalui pipa perusahaan air bersih dan listrik untuk perumahaan dengan
daya sampai 2200 watt . dirjen pajak departemen keuangan menyatakan bahwa
pencabutan fasilitas bebas PPn , melainkan karena tuntunan UU No. 18 tahun
2000 . UU ini berisi bahwa barang kena pajak tertentu yang sifatnya strategis
akan ditinjau dalam 6 tahun sekali .

Soal diskusi :
1. Apa yang mendorong pengenaan kembali PPn terhadap sejumlah barang
tertentu yang selama ini telah menikmati fasilitas bebas PPn
2. Apa yang dimaksud dengan fasilitas bebas PPn
3. Barang kena pajak tertentu apa saja yang akan dicabut kembali fasilitas bebas
PPn nya
4. Apa alasan pencabutan pemberian fasilitas PPn
5. Bagaimana pengaruh pencabutan fasilitas PPn terhadap produsen yang
menggunakan barang kena pajak yang dicabut fasilitas PPn nya .

Hasil diskusi :
1. Karena dirjen pajak departemen keuangan tidak mengindikasikan menurunnya
penerimaan Negara dan sector ppn , melainkan karena tuntutan uu no 18 th 2000
. uu ini berisi bahwa barang kena pajak tertentu yang sifatnya strategis akan
ditinjau dalam 6 thn sekali .
2. Fasilitas yang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar ppn .
3. Mesin peralatan pabrik , suku cadang bahan baku perak dalam bentuk
butiran/batangan , bahan baku pembuatan uang kertas rupiah dan logam , bahan
baku utama pembuatan makanan ternak , dan listrik perumahan dengan daya lebih
200 watt-600 watt.
4. Barang tersebut tidak layak lagi menikmati fasilitas ppn dan berbagai
pertimbangan antara lain terjadi penyelewengan barang kena pajak tertentu yang
akan dicabut kembali fasilitas bebas ppn nya.
5. Membuat produsen kehilangan daya tarik sebagai alternatif untuk
menanam modal.
Karena itu pula, kalangan investor asing mulai menimbang untuk meninggalkan
produsen terkait langkah pemerintah mencabut fasilitas PPN dan PPnBM.

Kelompok 3
Wah, Harga Barang Naik

Pemerintah mulai tahun ini akan sangat sibuk menggeriliya orang-orang


kaya, mulai dari garansi hingga dapur nyaris tak ada sebuah barang pun yang
lepas dari PPn BM 10% - 75%. Di luar itu, masih ada 41 jenis barang yang terkena
PPnBM 10% - 75%. Barang-barang yang termasuk dalam kategori elektronik,
peralatan dapur, baju sampai telekomunikasi. Pendeknya, taka da satu bagian
rumah pun bisa lepas dari pungutan PPnBM bahkan, mainan anak-anak tak
terbebaskan dari pajak ini.
Pemerintah agaknya cukup kebingungan dalam menggali dari rakyat. Pada
tahun ini, pemerintah harus mengumpulkan Rp 48,8 triliun dari PPN & PPnBM.
Mau tidak mau, Dirjen pajak memang harus memelototi barang-barang rumah
tangga satu persatu yang bisa dikenai pajak.Sayangnya, kebijakan ini otomatis
akan menaikan harga barang. Misalnya, harga mobil keluarga seperti Toyota,
Kijang akan naik karena PPn BM nya naik dari 15% menjadi 20%. Demikian pula
mobil serba guna (MPV) atau QIP dengan mesin di atas 4000 CE. Kini terkenal
PPnBM 75% sementara sebelumnya hanya 50%. Tak jelas apakah kenaikan pajak
akan membuat masyarakat urung untuk berbelanja yang jelas, DPR telah setuju
dengan beda ini.

Soal diskusi :
1. Apa usaha Dirjen pajak untuk menaikan perimaan pajak dari PPN & PPnBM?
2. Sebutkan barang-barang di rumah anda yang dapat dikenakan tarif PPnBM !
Termasuk dalam kelompok tarif yang manakah ?
3. Sebutkan BKP yang mengalami perubahan tarif PPnBM setelah keluarga
perubahan tarif PPn BM !
4. Apa pengaruh kenaikan tarif PPnBM & jenis BKP yang dikenai PPnBM bagi
masyarakat produsen & fiskus ?
5. Berilah 2 contoh dampak yang akan terjadi dengan adanya perubahan tarif
PPnBM & jenis BKP yang dikenai PPnBM !

Hasil diskusi :
1. Dirjen pajak memang harus memperhatikan barang barang rumah tangga satu
persatu yang bisa dikenai pajak.
2. -> Kelompok barang dengan tarif 10% :
-susu
-minuman yang tdak mengandung alcohol
-alat rumah tangga
-wangi-wangian
-> Kelompok barang dengan tarif 20% :
-mesin cuci
-alat-alat olahraga
-barang saniter
-semua jenis permadani

-> Kelompok barang dengan tarif 35% :


-tas
-sepatu
-laptop
-perhiasan

3. – Mobil keluarga, Toyota dan Kijang naik dari 15% menjadi 20%.
- Mobil serbaguna (MPV) atau GIP dengan mesin di atas 4000 CE, naik dari 50%
menjadi 75%.

4. Pastinya akan banyak masyarakat yang kurang setuju dengan hal tersebut, karena
hal tersebut akan menjadi beban tersendiri bagi masyarakat produsen.
Contohnya : Laptop, perhiasan, sepatu dan barang kebutuhan lainnya.

5. 2 contoh dampak yang akan terjadi dengan adanya perubahan tarif PPnBM &
jenis BKP yang dikenai PPnBM misalnya :
– Laptop dulunya barang mewah tetapi sekarang sudah murah harganya dan sudah
menjadi kebutuhan masyarakat di kalangan kantor maupun kalangan remaja maka
dampaknya akan menimbulkan ketidak setujuan karena sudah menjadi kebutuhan
sehari-hari.
- Barang elektronik seperti AC yang sudah menjadi kebutuhan di kantor, kota
tropis apabila dikenakan PPnBM.
Kelompok 4

Produk Selendupan Banjiri Pasar Elektronik

Produk elektonik selundupan banyak masuk ke Indonesia . produk ini jelas


harganya lebih murah karena tidak perlu membayar ppn bm dan ppn . penyebab
penyelundupa ini adalah penetapan ppn bm dan ppn bagi barang elektronik
bersifat distortif. Penetapan pajak ini telah mendorong terjadinya
penyelendupan karna menjanjikan keuntungan yang besar. Hasil penyelendupan
yang beredar dipasaran saat ini telah mencapai 50% dari total produk elektronik
dipasar. Solusinya diluncurkannya. Setimulus perbajakan yang mencangkup
pencabutan PPn BM, atas jumlah produk elektronik.
Soal diskusi :
1. Mengapa banyak terjadi penyelendupan barang elektronik?
2. Mengapa produsen barang-barang elektronik dalam negri menawarkan solusi
pencabutan PPn BM atas sejumlah produk elektronik ?
3. Mengapa pengenaan PPn BM dan PPn terhadap barang-barang elektronik
mendorong penyelendupan.
4. Sebutkan barang-barang elektronik yang dikenakan PPn BM dan PPn berdasarkan
tarif prosentasenya !

Hasil diskusi :
1. Banyak terjadi penyelundupan barang elektronik karena penetapan ppn bm dan
ppn bagi barang elektronik bersifat distortif
2. Karena hasil penyelundupan yang beredar dipasaran saat ini telah mencapai 50%
persen dari total produk elektronik di pasar
3. Karena pengenaan ppn bm dan ppn terhadap barang barang elektronik
menjanjikan keuntungan yang besar
4. Tarif ppn dan ppnbm ps 7 dan ps 8 tarif ppn (ps7) 10% tariff ppn bm (ps8) atas
ekspor bkp , bkp tidak berwujud , dan jasa dari ldp , 0% dengan pp tarif ppn
dapat diubah serendah rendahnya 5% setinggi tingginya 15% atas ekspor bkp
yang tergolong mewah 0% paling rendah 10% paling tinggi 200%

Kelompok 5

Kategori Barang-barang Mewah

Beberapa jenis minuman dalam botol yang tidak mngandung alcohol ,


seperti teh botol , fanta dan coca-cola sebaiknya dikeluarkan dari katagori
barang-barang mewah. Jenis-jenis barang tersebut harganya relative murah ,
sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah .
Dalam ppn bm itu sendiri ternyata belum semua konsumsi mewah dikenakan
ppn bm. Sesuai dengan istilahnya yaitu pajak penjualan atas barang mewah , maka
ppn bm akan dikenakan pada barang-barang mewah . jasa-jasa mewah seperti
fitness center , night club , dan mandi uap belum dikenakan ppn bm . padahal
jasa-jasa ini pada umummnya dikonsumsi oleh masyarakat golongan pendapatan
menengah ke atas .

Soal diskusi :
1. Mengapa jenis minuman yang disebutkan diatas sebaiknya dikeluarkan dari
katagori barang-barang mewah ?
2. Bagaimana , pendapat anda mengenai belum dikenakannya ppn bm terhadap jasa-
jasa mewah ?
3. Apabila jasa-jasa mewah diatas dikenakan ppn bm , termasuk dla katagori
kelompok manakah ? jelaskan pendapat anda ?

Hasil diskusi :
1. Karena jenis minuman tersebut harganya relative murah , sehingga banyak
dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah , jadi sebaiknya jenis
minuman tersebut dikluarkan dari katagori barang-barang mewah
2. Menurut pendapat kami , jasa-jasa mewah seperti fitness center , night club dan
mandi uap seharusnya dikenakan ppn bm , karena jasa-jasa ini pada umumnya
dikonsumsi oleh masyarakat golongan berpendapatan menengah ke atas
3. Jasa-jasa mewah seperti fitness center , night club dan mandi uap termasuk
barang-barang olahraga dikatagorika dengan barang-barang tarif 20%
Kelompok 6

Produsen elektronik adalah pajak atas Pajak Penjualan barang mewah.


Mereka dikenai pajak tersebut karena menghasilkan produk yang dianggap
sebagai barang kena pajak oleh UU PPnBM untuk perkembangan dunia maka
Pemerintah mengganti pajak undang-undang penjualan akan tetapi menimbulkan
permasalahan. Para produsen elektronik yang menghasilkan barang kena pajak
mengajukan tuntutan kepada PPnBM untuk barang elektronik dihapuskan dan
ternyata dirjen pajak menyetujui hal tersebut dengan alasan untuk merangsang
masuknya investasi dan peningkatan kinerja produsen elektronik di Indonesia.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya surat keputusan
Mentri Keuangan tentang jenisa barang kena pajak tergolong mewah. Selain
kendaraan bermotor yang dikenakan PPnBM. Peraturan tersebut mulai berlaku
tanggal 1 Januari 2001 tetapi masyarakat baru mengetahui adanya peraturan
tersebut tanggal 24 Januari 2001. Padahal mereka telah membayar PPnBM pada
periode tersebut tentu saja produsen, importer dan pembeli memprotes hal
tersebut mereka menginginkan PPnBM yang telat dibayarkan (1-24 Januari 2001)
dikembalikan dan akhirnya departemen keuangan menyetujui untuk menghapus
pembayaran PPnBM pada periode tersebut.

Soal diskusi :
1. Bagaimana anda menanggapi permasalahan tersebut ?
2. Dengan adanya peraturan tersebut apa pengaruhnya terhadap produsen,
penerimaan pajak import, dan pembeli ?

Hasil diskusi :
1. Pendapat kami tentang wacana di atas adalah seharusnya bila memang PPnBM
untuk barang elektronik sudah dihapuskan dan disetujui oleh dirjen pajak, jangan
dipungut lagi PPnBM nya. Apabila memang sudah terjadi karena ketidaktahuan
wajib pajak maka dirjen pajak dan pemerintah mengembalikan uang yang telah
disetor.
2. - Peraturan tersebut pengaruhnya terhadap produsen adalah produsen dapat
mengoptimalkan kinerja dan kreativitas.
- Pengaruhnya terhadap penerimaan pajak import adalah lebih besarnya bea
masuk akibat pertambahnya nilai PPnBM
- Pengaruh terhadap pembeli jelas berpengaruh karena PPnBM dikenakan pada
saat barang dijual dan apabila PPnBM dihapuskan maka akan meringankan
pembeli.

Materi

Laporan Pajak
Diposting oleh Ria Vinola di 12/24/2013 04:35:00 PM

Reaksi:

Laporan Pajak

Kelompok 2 :
 ARGO ZAFISTA SABILILAH
 ENDAH RIYANI PUTRININGSIH
 ISMI FAUZIAH
 RAHMAWATI
 REZHA PARAMIDHA
 RIA VINOLA WIDIA WATI
 SEPTI SUPTIANINGSIH

XII AK-4

Pengertian PPN
PPN atau singkatan dari Pajak Pertambahan Nilai adalah Pajak tidak Langsung
yang dikenakan pada setiap pertambahaan nilai atau transaksi penyerahan barang
dan atau
jasa kena pajak dalam pendistribusiannya dari produsen dan konsumen.

Disebut pajak tidak langsung karena tidak langsung dibebankan kepada


penanggung pajak (konsumen) tetapi melalui mekanisme pemungutan pajak dan
disetor oleh pihak lain (penjual). Transaksi penyerahannya bisa dalam bentuk
jual-beli, pemanfaatan jasa, dan sewa-menyewa.

Barang Dan Jasa Yang Tidak Dikenai PPN


Pada dasarnya semua barang dan jasa merupakan Barang Kena Pajak dan Jasa
Kena Pajak, sehingga dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN), kecuali jenis barang
dan jenis jasa sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 4A Undang-Undang Nomor 8
Tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009.

Jenis Barang Yang Tidak Dikenai PPN


1. Barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari
sumbernya meliputi :
a. minyak mentah (crude oil);
b. gas bumi, tidak termasuk gas bumi seperti elpiji yang siap dikonsumsi langsung
oleh masyarakat;
c. panas bumi;
d. asbes, batu tulis, batu setengah permata, batu kapur, batu apung, batu permata,
bentonit, dolomit, felspar (feldspar), garam batu (halite), grafit, granit/andesit,
gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat, opsidien, oker, pasir
dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, fosfat (phospat), talk, tanah serap (fullers
earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, dan
trakkit;
e. batu bara sebelum diproses menjadi briket batu bara; dan
f. bijih besi, bijih timah, bijih emas, bijih tembaga, bijih nikel, bijih perak, serta
bijih bauksit.

2. Barang-barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak


meliputi :
a. beras;
b. gabah;
c. jagung;
d. sagu;
e. kedelai;
f. garam, baik yang beryodium maupun yang tidak beryodium;
g. daging, yaitu daging segar yang tanpa diolah, tetapi telah melalui proses
disembelih, dikuliti, dipotong, didinginkan, dibekukan, dikemas atau tidak
dikemas, digarami, dikapur, diasamkan, diawetkan dengan cara lain, dan/atau
direbus;
h. telur, yaitu telur yang tidak diolah, termasuk telur yang dibersihkan, diasinkan,
atau dikemas;
i. susu, yaitu susu perah baik yang telah melalui proses didinginkan maupun
dipanaskan, tidak mengandung tambahan gula atau bahan lainnya, dan/atau
dikemas atau tidak dikemas;
j. buah-buahan, yaitu buah-buahan segar yang dipetik, baik yang telah melalui
proses cuci, disortasi, dikupas, dipotong, diiris, di-grading, dan/atau dikemas
atau tidak dikemas; dan
k. sayur-sayuran, yaitu sayuran segar yang dipetik, dicuci, ditiriskan, dan/atau
disimpan pada suhu rendah, termasuk sayuran segar yang dicacah.
3. Makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung,
dan sejenisnya, meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat
maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa
boga atau katering.
4. Uang, emas batangan, dan surat berharga.

Jenis Jasa Yang Tidak Dikenai PPN


1. Jasa pelayanan kesehatan medis, meliputi :
a. jasa dokter umum, dokter spesialis, dan dokter gigi;
b. jasa dokter hewan;
c. jasa ahli kesehatan seperti akupuntur, ahli gigi, ahli gizi, dan ahli fisioterapi;
d. jasa kebidanan dan dukun bayi;
e. jasa paramedis dan perawat;
f. jasa rumah sakit, rumah bersalin, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, dan
sanatorium;
g. jasa psikolog dan psikiater; dan
h. jasa pengobatan alternatif, termasuk yang dilakukan oleh paranormal.
2. Jasa pelayanan sosial meliputi:
a. jasa pelayanan panti asuhan dan panti jompo;
b. jasa pemadam kebakaran;
c. jasa pemberian pertolongan pada kecelakaan;
d. jasa lembaga rehabilitasi;
e. jasa penyediaan rumah duka atau jasa pemakaman, termasuk krematorium; dan
f. jasa di bidang olah raga kecuali yang bersifat komersial.
3. Jasa pengiriman surat dengan perangko, meliputi jasa pengiriman surat dengan
menggunakan perangko tempel dan menggunakan cara lain pengganti perangko
tempel.
4. Jasa keuangan, meliputi:
a. jasa menghimpun dana dari masyarakat berupa giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan
itu;
b. jasa menempatkan dana, meminjam dana, atau meminjamkan dana kepada pihak
lain dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel
unjuk, cek, atau sarana lainnya;
c. jasa pembiayaan, termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, berupa:
d. sewa guna usaha dengan hak opsi;
e. anjak piutang;
f. usaha kartu kredit; dan/atau
g. pembiayaan konsumen;
h. jasa penyaluran pinjaman atas dasar hukum gadai, termasuk gadai syariah dan
fidusia; dan
i. jasa penjaminan.
5. Jasa asuransi, merupakan jasa pertanggungan yang meliputi asuransi kerugian,
asuransi jiwa, dan reasuransi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi kepada
pemegang polis asuransi, tidak termasuk jasa penunjang asuransi seperti agen
asuransi, penilai kerugian asuransi, dan konsultan asuransi.
6. Jasa keagamaan, meliputi :
a. jasa pelayanan rumah ibadah;
b. jasa pemberian khotbah atau dakwah;
c. jasa penyelenggaraan kegiatan keagamaan; dan
d. jasa lainnya di bidang keagamaan.
7. Jasa pendidikan, meliputi : jasa penyelenggaraan pendidikan sekolah, seperti jasa
penyelenggaraan pendidikan umum, pendidikan kejuruan, pendidikan luar biasa,
pendidikan kedinasan, pendidikan keagamaan, pendidikan akademik dan jasa
penyelenggaraan pendidikan luar sekolah.
8. Jasa kesenian dan hiburan, meliputi semua jenis jasa yang dilakukan oleh pekerja
seni dan hiburan.
9. Jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan meliputi jasa penyiaran radio atau
televisi baik yang dilakukan oleh instansi pemerintah atau swasta yang tidak
bersifat iklan dan tidak dibiayai oleh sponsor yang bertujuan komersial.
10. Jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri
yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri.
11. Jasa tenaga kerja, meliputi :
a. jasa tenaga kerja;
b. jasa penyediaan tenaga kerja sepanjang pengusaha penyedia tenaga kerja tidak
bertanggung jawab atas hasil kerja dari tenaga kerja tersebut; dan
c. jasa penyelenggaraan latihan bagi tenaga kerja.
12. Jasa perhotelan, meliputi :
13. jasa penyewaan kamar, termasuk tambahannya di hotel, rumah penginapan, motel,
losmen, hostel, serta fasilitas yang terkait dengan kegiatan perhotelanuntuk
tamu yang menginap; dan jasa penyewaan ruangan untuk kegiatan acara atau
pertemuan di hotel, rumah penginapan, motel, losmen dan hostel.
14. Jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan
secara umum, meliputi jenis-jenis jasa yang dilaksanakan oleh instansi
pemerintah seperti pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pemberian Ijin
Usaha Perdagangan, pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak dan pembuatan Kartu
Tanda Penduduk (KTP).
15. Jasa penyediaan tempat parkir yang dilakukan oleh pemilik tempat parkir
dan/atau pengusaha kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut bayaran.
16. Jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam atau koin yang
diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta.
17. Jasa pengiriman uang dengan wesel pos.
18. Jasa boga atau katering.

Pengertian PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah)

Pengertian PPnBM (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah) adalah :


Pajak penjualan yang dikenakan terhadap nilai jual setiap perpindahan /
pertukaran barang, sehingga menimbulkan pajak berganda, PPnBM dikenakan
terhadap :
1. Penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah yang dilakukan oleh
pengusaha yang menghasilkan barang tersebut di dalam Daerah Pabean dalam
kegiatan usaha atau pekerjaannya.
2. Impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.
PPnBM akhirnya dibebankan kepada konsumen, Pengusaha Kena Pajak hanya
memungut dan menyetor PPnBM ke kas Negara.
PPnBM merupakan pajak pusat karena merupakan sumber penerimaan bagi APBN
(Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara).
Pajak Penjualan atas Barang Mewah dikenakan hanya 1 (satu) kali pada waktu
penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong mewah oleh pengusaha yang
menghasilkan atau pada waktu impor Barang Kena Pajak yang tergolong mewah.

Parkir Kena PPN

Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan pajak Rp 214 triliun. Dari


sasaran itu, hingga akhir Juni lalu baru terealisasi 43,2% atau senilai Rp 94
triliun demi menggenjot setoran pajak Rp 24 triliun kenegara, kantor pajak
makin gencar saja “mengais-ngais” pajak dari masyarakat. Inilah salah satu
bentuknya mulai 1 Oktober 2003, jasa catering dan pabrik akan dikenai PPN 10%
Jasa catering yang dikenai pajak adalah jasa penyediaan makanan dan
minumam dengan atau tanpa petugas untuk keperluan tertentu seperti, pesta,
resepsi, perjamuan, rapat, makan karyawan di instansi pemerintah dan swasta.
Makanan langganan dan perlombaan catering yang disediakan hotel juga tidak
luput dari pengenaan PPN.
Untuk jasa akhir, pemerintah akan mengenakan PPN berdasarkan nilai
pergantian uang, termasuk biaya yang seharusnya diminta oleh pengusaha
pengelola kepada pemilik tempat parker dan imbalan yang diperoleh dari pemilik
tempat parker, termasuk bagi hasil.

Soal diskusi :
1. Mulai kapan jasa catering da parkir dikenakan PPN. Berapakah tarifnya ?
2. Carilah latar belakang dikenakannya pengenaan PPN terhadap jasa catering dan
parkir ?
3. Jelaskan mekanisme pengenaan PPN terhadap jasa parkir ?
4. -Bagaimana menurut anda pengenaan PPN terhadap jasa parkir ?
-Bagaimana pengaruhnya terhadap fiskus pengelola jasa parkir dan masyarakat
pengguna jasa parkir ?

Hasil diskusi :

1. PARKIR
Mulai dibuatnya tarif jasa parkir yang dikenakan PPN 1 Oktober 2003 dan mulai
berlakunya 17 Juli 2012 dengan tarif 10%. Menurut Direktur penyuluhan
pelayanan dan humas Dedi Rudaedi mengatakan bahwa penyerahan jasa
penyediaan tempat parkir tidak semua yang dikenakan PPN tetapi yang dikenakan
PPN hanya pengusaha pengelola tempat parkirnya dan orang yang mengurusi
tempat parkir tersebut dalam bentuk imbalan atau bagi hasil.

KATERING
Mulai dibuatnya pada tahun 1983 dan mulai berlakunya pada tahun 2000 dengan
tarif 10%

2. LATAR BELAKANG DIKENAKANNYA PPN TERHADAP JASA PARKIR

Pemerintah mempertegas ketentuan tentang pajak pertambangan nilai


(PPN) atas penyerahan jasa penyediaan tempat pakir. Hal tersebut tertuang pada
peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.03/2012 tentang kriteria jasa
penyediaan tempat parkir yang termasuk dalam jenis jassa yang tidak kena pajak
pertambangan nilai. Itu berlaku sejak 17 Juli 2012. “Dalam peraturan tersebut,
pemerintah menegaskan bahwa tidak semua tempet parkir dikenakan jasa PPN,
tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat parkir adalah jasa
penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha atau pengelolaan tempat
parkir kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut bayaran.
Lanjutnya, untuk penyerahan jasa pengelolaan tempat parkir akan
dikenakan PPN. Pengertian jasa pengelolaan tempat parkir yakni jasa yang
dilakukan pengusaha pengelola tempat parkir untuk mengelola tempat parkir yang
dimiliki atau disediakan oleh pemilik tempat parkir dengan menerima imbalan
dalam bentuk bagi hasil dari pemilik tempat parkir
LATAR BELAKANG DIKENAKANNYA PPN TERHADAP JASA KATERING

Dasar Hukum :
1. Pasal 4A ayat 2 huruf C Undang-undang No 8 tahun 1983 s.t.d.t.d. Undang-undang Nomor 18
tahun 2000
2. Pasal 5 huruf K Peraturan Pemerintah Nomor 144 TAHUN 2000 Jasa di bidang perhotelan tidak
terutang PPN
3. Keputusan Menteri Keuangan 418/KMK.03/2003 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Boga atau
Katering.

Subjek Pajak
1. Pengusaha hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya yang melakukan usaha Jasa Boga
atau Katering Wajib dikukuhkan sebagai PKP dan melakukan pembukuan yang terpisah antara
usaha hotel, restoran, rumah makan, warung, dan sejenisnya, dengan usaha Jasa Boga atau
Katering;
2. Pembukuan terpisah bertujuan untuk mempermudah pengenaan PPN atas Jasa Katering, karena
atas makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung, dan
sejenisnya tidak dikenakan PPN melainkan dikenakan Pajak Daerah (Pajak atas Hotel dan
Restoran). (Pasal 4A ayat 2 huruf C Undang-undang No 8 tahun 1983 s.t.d.t.d. Undang-undang
Nomor 18 tahun 2000 )
Objek Pajak
a. Penyerahan Jasa Boga atau Katering oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering merupakan
penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai.
b. Pajak Pertambahan Nilai yang terutang adalah 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan Dasar
Pengenaan Pajak.
c. Dasar Pengenaan Pajak adalah Penggantian yaitu nilai berupa uang, termasuk semua biaya yang
diminta atau seharusnya diminta oleh Pengusaha Jasa Boga atau Katering karena penyerahan
Jasa Boga atau Katering, tidak termasuk Pajak Pertambahan dan potongan harga.

3. Mulai dibuatnya tarif jasa parkir yang dikenakan PPN 1 Oktober 2003 dan mulai berlakunya 17
Juli 2012 dengan tarif 10%. Pemerintah mempertegas ketentuan tentang pajak pertambangan
nilai (PPN) atas penyerahan jasa penyediaan tempat pakir. Hal tersebut tertuang pada
peraturan Menteri Keuangan Nomor 122/PMK.03/2012 tentang kriteria jasa penyediaan tempat
parkir yang termasuk dalam jenis jassa yang tidak kena pajak pertambahan nilai.
“Dalam peraturan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa tidak semua tempet
parkir dikenakan jasa PPN, tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat
parkir adalah jasa penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha atau
pengelolaan tempat parkir kepada pengguna tempat parkir dengan dipungut
bayaran.
Lanjutnya, untuk penyerahan jasa pengelolaan tempat parkir akan dikenakan PPN.
Pengertian jasa pengelolaan tempat parkir yakni jasa yang dilakukan pengusaha
pengelola tempat parkir untuk mengelola tempat parkir yang dimiliki atau
disediakan oleh pemilik tempat parkir dengan menerima imbalan dalam bentuk
bagi hasil dari pemilik tempat parkir

4. – Menurut kami, pengenaan PPN jasa parkir bagi usaha kecil sampai usaha menengah tidak setuju.
Tetapi pengenaan PPN terhadap jasa parkir bagi pengusaha pengelola tempat parkir dan orang
yang mengurusi tempat parkir setuju di kenai PPN karena menerima imbalan atau bagi hasil.
- Pengaruh pengelola jasa parkir ekonomiya semakin berkurang padahal kebutuhan hidup sehari-
hari tidak mencukupi, dan untuk masyarakat pengguna jasa parkir akan keberatan dengan
tarifnya yang semakin naik.

KESIMPULAN

Kesimpulan dari kelompok kami tentang permasalahan Parkir


Kena PPN adalah dikenakannya PPN Terhadap Jasa Parkir pemerintah
menegaskan bahwa tidak semua tempat parkir dikenakan jasa PPN,
tetapi yang dimaksud dengan jasa penyediaan tempat parkir
adalah jasa penyediaan atau penyelenggara tempat parkir pengusaha
atau pengelolaan tempat parkir kepada pengguna tempat parkir
dengan dipungut bayaran dan menerima imbalan dalam bentuk bagi
hasil dari pemilik tempat parkir.
Kelompok 1

Barang strategis tertentu akan dikenakan lagi ppn mentri keuangan akan
mengenakan kembali ppn terhadap sejumlah barang tertentu yang selama ini
telah menikmati fasilitas itu karena barang tersebut tidak layak lagi menikmati
fasilitas ppn dan berbagai pertimbangan antara lain terjadi penyelewengan
barang kena pajak tertentu yang akan dicabut kembali fasilitas bebas ppnya
antara lain barang modal berupa mesin dan peralatan pabrik , termasuk suku
cadang bahan baku perak dalam bentuk butiran/batangan , bahan baku
pembuatan uang kertas rupiah dan logam , bahan baku selain bahan baku utama
pembuatan makanan ternak , unggas , udang dan ikan , serta listrik untuk
perumahan dengan daya lebih dari 220 watt-600 watt . namun departemen
keuangan tetap meberlakukan fasilitas bebas PPn kepada beberapa kena pajak
yaitu makanan ternak , unggas , udang dan ikan , barang barang pertanian ,
perkebunan , perhutanan , peternakan , penangkaran/perikanan , air bersih yang
di dirikan melalui pipa perusahaan air bersih dan listrik untuk perumahaan dengan
daya sampai 2200 watt . dirjen pajak departemen keuangan menyatakan bahwa
pencabutan fasilitas bebas PPn , melainkan karena tuntunan UU No. 18 tahun
2000 . UU ini berisi bahwa barang kena pajak tertentu yang sifatnya strategis
akan ditinjau dalam 6 tahun sekali .

Soal diskusi :
1. Apa yang mendorong pengenaan kembali PPn terhadap sejumlah barang
tertentu yang selama ini telah menikmati fasilitas bebas PPn
2. Apa yang dimaksud dengan fasilitas bebas PPn
3. Barang kena pajak tertentu apa saja yang akan dicabut kembali fasilitas bebas
PPn nya
4. Apa alasan pencabutan pemberian fasilitas PPn
5. Bagaimana pengaruh pencabutan fasilitas PPn terhadap produsen yang
menggunakan barang kena pajak yang dicabut fasilitas PPn nya .

Hasil diskusi :
1. Karena dirjen pajak departemen keuangan tidak mengindikasikan menurunnya
penerimaan Negara dan sector ppn , melainkan karena tuntutan uu no 18 th 2000
. uu ini berisi bahwa barang kena pajak tertentu yang sifatnya strategis akan
ditinjau dalam 6 thn sekali .
2. Fasilitas yang tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membayar ppn .
3. Mesin peralatan pabrik , suku cadang bahan baku perak dalam bentuk
butiran/batangan , bahan baku pembuatan uang kertas rupiah dan logam , bahan
baku utama pembuatan makanan ternak , dan listrik perumahan dengan daya lebih
200 watt-600 watt.
4. Barang tersebut tidak layak lagi menikmati fasilitas ppn dan berbagai
pertimbangan antara lain terjadi penyelewengan barang kena pajak tertentu yang
akan dicabut kembali fasilitas bebas ppn nya.
5. Membuat produsen kehilangan daya tarik sebagai alternatif untuk
menanam modal.
Karena itu pula, kalangan investor asing mulai menimbang untuk meninggalkan
produsen terkait langkah pemerintah mencabut fasilitas PPN dan PPnBM.

Kelompok 3
Wah, Harga Barang Naik
Pemerintah mulai tahun ini akan sangat sibuk menggeriliya orang-orang
kaya, mulai dari garansi hingga dapur nyaris tak ada sebuah barang pun yang
lepas dari PPn BM 10% - 75%. Di luar itu, masih ada 41 jenis barang yang terkena
PPnBM 10% - 75%. Barang-barang yang termasuk dalam kategori elektronik,
peralatan dapur, baju sampai telekomunikasi. Pendeknya, taka da satu bagian
rumah pun bisa lepas dari pungutan PPnBM bahkan, mainan anak-anak tak
terbebaskan dari pajak ini.
Pemerintah agaknya cukup kebingungan dalam menggali dari rakyat. Pada
tahun ini, pemerintah harus mengumpulkan Rp 48,8 triliun dari PPN & PPnBM.
Mau tidak mau, Dirjen pajak memang harus memelototi barang-barang rumah
tangga satu persatu yang bisa dikenai pajak.Sayangnya, kebijakan ini otomatis
akan menaikan harga barang. Misalnya, harga mobil keluarga seperti Toyota,
Kijang akan naik karena PPn BM nya naik dari 15% menjadi 20%. Demikian pula
mobil serba guna (MPV) atau QIP dengan mesin di atas 4000 CE. Kini terkenal
PPnBM 75% sementara sebelumnya hanya 50%. Tak jelas apakah kenaikan pajak
akan membuat masyarakat urung untuk berbelanja yang jelas, DPR telah setuju
dengan beda ini.

Soal diskusi :
1. Apa usaha Dirjen pajak untuk menaikan perimaan pajak dari PPN & PPnBM?
2. Sebutkan barang-barang di rumah anda yang dapat dikenakan tarif PPnBM !
Termasuk dalam kelompok tarif yang manakah ?
3. Sebutkan BKP yang mengalami perubahan tarif PPnBM setelah keluarga
perubahan tarif PPn BM !
4. Apa pengaruh kenaikan tarif PPnBM & jenis BKP yang dikenai PPnBM bagi
masyarakat produsen & fiskus ?
5. Berilah 2 contoh dampak yang akan terjadi dengan adanya perubahan tarif
PPnBM & jenis BKP yang dikenai PPnBM !

Hasil diskusi :
1. Dirjen pajak memang harus memperhatikan barang barang rumah tangga satu
persatu yang bisa dikenai pajak.
2. -> Kelompok barang dengan tarif 10% :
-susu
-minuman yang tdak mengandung alcohol
-alat rumah tangga
-wangi-wangian
-> Kelompok barang dengan tarif 20% :
-mesin cuci
-alat-alat olahraga
-barang saniter
-semua jenis permadani

-> Kelompok barang dengan tarif 35% :


-tas
-sepatu
-laptop
-perhiasan

3. – Mobil keluarga, Toyota dan Kijang naik dari 15% menjadi 20%.
- Mobil serbaguna (MPV) atau GIP dengan mesin di atas 4000 CE, naik dari 50%
menjadi 75%.

4. Pastinya akan banyak masyarakat yang kurang setuju dengan hal tersebut, karena
hal tersebut akan menjadi beban tersendiri bagi masyarakat produsen.
Contohnya : Laptop, perhiasan, sepatu dan barang kebutuhan lainnya.

5. 2 contoh dampak yang akan terjadi dengan adanya perubahan tarif PPnBM &
jenis BKP yang dikenai PPnBM misalnya :
– Laptop dulunya barang mewah tetapi sekarang sudah murah harganya dan sudah
menjadi kebutuhan masyarakat di kalangan kantor maupun kalangan remaja maka
dampaknya akan menimbulkan ketidak setujuan karena sudah menjadi kebutuhan
sehari-hari.
- Barang elektronik seperti AC yang sudah menjadi kebutuhan di kantor, kota
tropis apabila dikenakan PPnBM.
Kelompok 4

Produk Selendupan Banjiri Pasar Elektronik


Produk elektonik selundupan banyak masuk ke Indonesia . produk ini jelas
harganya lebih murah karena tidak perlu membayar ppn bm dan ppn . penyebab
penyelundupa ini adalah penetapan ppn bm dan ppn bagi barang elektronik
bersifat distortif. Penetapan pajak ini telah mendorong terjadinya
penyelendupan karna menjanjikan keuntungan yang besar. Hasil penyelendupan
yang beredar dipasaran saat ini telah mencapai 50% dari total produk elektronik
dipasar. Solusinya diluncurkannya. Setimulus perbajakan yang mencangkup
pencabutan PPn BM, atas jumlah produk elektronik.

Soal diskusi :
1. Mengapa banyak terjadi penyelendupan barang elektronik?
2. Mengapa produsen barang-barang elektronik dalam negri menawarkan solusi
pencabutan PPn BM atas sejumlah produk elektronik ?
3. Mengapa pengenaan PPn BM dan PPn terhadap barang-barang elektronik
mendorong penyelendupan.
4. Sebutkan barang-barang elektronik yang dikenakan PPn BM dan PPn berdasarkan
tarif prosentasenya !

Hasil diskusi :
1. Banyak terjadi penyelundupan barang elektronik karena penetapan ppn bm dan
ppn bagi barang elektronik bersifat distortif
2. Karena hasil penyelundupan yang beredar dipasaran saat ini telah mencapai 50%
persen dari total produk elektronik di pasar
3. Karena pengenaan ppn bm dan ppn terhadap barang barang elektronik
menjanjikan keuntungan yang besar
4. Tarif ppn dan ppnbm ps 7 dan ps 8 tarif ppn (ps7) 10% tariff ppn bm (ps8) atas
ekspor bkp , bkp tidak berwujud , dan jasa dari ldp , 0% dengan pp tarif ppn
dapat diubah serendah rendahnya 5% setinggi tingginya 15% atas ekspor bkp
yang tergolong mewah 0% paling rendah 10% paling tinggi 200%

Kelompok 5

Kategori Barang-barang Mewah


Beberapa jenis minuman dalam botol yang tidak mngandung alcohol ,
seperti teh botol , fanta dan coca-cola sebaiknya dikeluarkan dari katagori
barang-barang mewah. Jenis-jenis barang tersebut harganya relative murah ,
sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah .
Dalam ppn bm itu sendiri ternyata belum semua konsumsi mewah dikenakan
ppn bm. Sesuai dengan istilahnya yaitu pajak penjualan atas barang mewah , maka
ppn bm akan dikenakan pada barang-barang mewah . jasa-jasa mewah seperti
fitness center , night club , dan mandi uap belum dikenakan ppn bm . padahal
jasa-jasa ini pada umummnya dikonsumsi oleh masyarakat golongan pendapatan
menengah ke atas .

Soal diskusi :
1. Mengapa jenis minuman yang disebutkan diatas sebaiknya dikeluarkan dari
katagori barang-barang mewah ?
2. Bagaimana , pendapat anda mengenai belum dikenakannya ppn bm terhadap jasa-
jasa mewah ?
3. Apabila jasa-jasa mewah diatas dikenakan ppn bm , termasuk dla katagori
kelompok manakah ? jelaskan pendapat anda ?

Hasil diskusi :
1. Karena jenis minuman tersebut harganya relative murah , sehingga banyak
dikonsumsi oleh masyarakat berpendapatan rendah , jadi sebaiknya jenis
minuman tersebut dikluarkan dari katagori barang-barang mewah
2. Menurut pendapat kami , jasa-jasa mewah seperti fitness center , night club dan
mandi uap seharusnya dikenakan ppn bm , karena jasa-jasa ini pada umumnya
dikonsumsi oleh masyarakat golongan berpendapatan menengah ke atas
3. Jasa-jasa mewah seperti fitness center , night club dan mandi uap termasuk
barang-barang olahraga dikatagorika dengan barang-barang tarif 20%
Kelompok 6

Produsen elektronik adalah pajak atas Pajak Penjualan barang mewah.


Mereka dikenai pajak tersebut karena menghasilkan produk yang dianggap
sebagai barang kena pajak oleh UU PPnBM untuk perkembangan dunia maka
Pemerintah mengganti pajak undang-undang penjualan akan tetapi menimbulkan
permasalahan. Para produsen elektronik yang menghasilkan barang kena pajak
mengajukan tuntutan kepada PPnBM untuk barang elektronik dihapuskan dan
ternyata dirjen pajak menyetujui hal tersebut dengan alasan untuk merangsang
masuknya investasi dan peningkatan kinerja produsen elektronik di Indonesia.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya surat keputusan
Mentri Keuangan tentang jenisa barang kena pajak tergolong mewah. Selain
kendaraan bermotor yang dikenakan PPnBM. Peraturan tersebut mulai berlaku
tanggal 1 Januari 2001 tetapi masyarakat baru mengetahui adanya peraturan
tersebut tanggal 24 Januari 2001. Padahal mereka telah membayar PPnBM pada
periode tersebut tentu saja produsen, importer dan pembeli memprotes hal
tersebut mereka menginginkan PPnBM yang telat dibayarkan (1-24 Januari 2001)
dikembalikan dan akhirnya departemen keuangan menyetujui untuk menghapus
pembayaran PPnBM pada periode tersebut.

Soal diskusi :
1. Bagaimana anda menanggapi permasalahan tersebut ?
2. Dengan adanya peraturan tersebut apa pengaruhnya terhadap produsen,
penerimaan pajak import, dan pembeli ?

Hasil diskusi :
1. Pendapat kami tentang wacana di atas adalah seharusnya bila memang PPnBM
untuk barang elektronik sudah dihapuskan dan disetujui oleh dirjen pajak, jangan
dipungut lagi PPnBM nya. Apabila memang sudah terjadi karena ketidaktahuan
wajib pajak maka dirjen pajak dan pemerintah mengembalikan uang yang telah
disetor.
2. - Peraturan tersebut pengaruhnya terhadap produsen adalah produsen dapat
mengoptimalkan kinerja dan kreativitas.
- Pengaruhnya terhadap penerimaan pajak import adalah lebih besarnya bea
masuk akibat pertambahnya nilai PPnBM
- Pengaruh terhadap pembeli jelas berpengaruh karena PPnBM dikenakan pada
saat barang dijual dan apabila PPnBM dihapuskan maka akan meringankan
pembeli.

Categories Materi

Stalker
694419
안녕하세요 :)

About Me
Ria Vinola

Favorites

Followers
Blog Archive
 ► 2018 (1)
 ► 2017 (19)
 ► 2016 (8)
 ► 2015 (18)
 ► 2014 (27)
 ▼ 2013 (18)
o ▼ Desember (18)
 Proposal Kewirausahaan "Bakso Cinta"
 [Lyric & Video] Suzy "Miss A" - Only Hope ost Drea...
 Sepertinya, Aku Mencintai Mu
 Komputer
 [Resensi} Novel Mendidik "Sang Pemimpi"
 [Resensi] Film Mendidik "Petualangan Sherina"
 Laporan Pajak
 Tugas MYOB
 Sekretaris & Perkantoran
 Berawal dari Gulali
 Sains dan Teknologi dalam Islam
 Kebiasaan - Kebiasaan Orang Korea
 Ayo Cari Tau Nama Korea Kamu ?
 [Request] Aplikasi Update Status dengan Nama Seter...
 Puisi Pergerakan Mahasiswa
 Biography of United Nations Secretary–General Kofi...
 Conversation about Family
 Conversation about Boredom

Populer

Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila


Hubungan antara Pembukaan UUD 1945 dengan Pancasila Pancasila sebagai dasar
Negara Republik Indonesia mempunyai implikasi bahwa Pan...

Permintaan dan Penawaran


A . PERMINTAAN PENGERTIAN PERMINTAAN Permintaan adalah keinginan
yang diserta oleh kemampuan unt...

Perspektif Management
Perspektif Klasik (Classical Perspective) Perpektif Kemanusiaan (Humanistic Perpektive)
Perspektif Ilmu Man...

[Makalah] PPN & PPnBM


PPN & PPnBM Dipersembahkan untuk Perpajakan KELOMPOK V Anne Analia
(814313666...

[Makalah] Berpikir Positif


BERPIKIR POSITIF Dipersembahkan untuk Bahasa Indonesia Disu...

[Makalah] Kalimat Efektif


BAB VI MAKALAH KALIMAT EFEKTIF Dipersembahkan untuk Bahasa Indonesia ...

[Makalah] Perlindungan Konsumen


PERLINDUNGAN KONSUMEN Dipersembahkan untuk Hukum Perdata Dagang Disusun Oleh :
Anne Analia (8143136661) I...

[Makalah] Anda Bisa Berubah


PENGEMBANGAN DIRI ANDA BISA BERUBAH KELOMPOK VI ANNE ANALIA
(8143136661) NUR FITRIA HANDAY...

Labels
 Bisnis (11)
 English (1)
 Informasi (40)
 Korea (2)
 Lyric (2)
 Materi (62)
 Mix (29)
 Puisi (1)
 Story (16)
 Tips (7)

Pages
 Home
 Materi
 MIx

Materi


Mix


Widget

Translate
Pilih Bahasa ▼
Share

(Get Widget)
@riaviinola. Diberdayakan oleh Blogger.

Ria Vinola's blog :) Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image
by Tadpole's Notez