Anda di halaman 1dari 4

1.

Pengaruh yg harus diperhatikan selama penyimpanan sampel


 Peningkatan suhu analit mudah menguap, degradasi baik oleh panas atau agen
biologis, peningkatan reaktivitas kimiawi
 Suhu rendahmengendapnya analit yg kelarutannya rendah dalam pelarut tertentu
 Perubahan kelembaban kandungan air pada bahan padat higroskopis, reaksi
hidrolisis
 Radiasi ultravioletmenginduksi reaksi fotokimia, fotodekomposisi, polimerisasi
 Udara  menginduksi reaksi oksidasi menyebabkan sampel yang sensitif rusak

2. Apa sih tujuan khusus dari preparasi sample?


Teknik preparasi sampel dilakukan dengan tujuan khusus untuk memisahkan analit
dari matriks sampel yang sangat komplek, mengencerkan sehingga diperoleh analit
dengan konsentrasi yang lebih rendah dari semula, dan mengubah analit menjadi
senyawa lain yang dapat dianalisis dengan instrumentasi yang tersedia. Proses yang
terakhir ini disebut derivatisasi.
Ada beberapa contoh bentuk preparasi sample diantaranya:
Penggerusan
-Proses penggerusan merupakan cara untuk mendapatkan sample yang homogen
dan mudah dilarutkan. Terlebih bila sample adalah padatan yang memiliki ukuran
besar.
-Pelarutan
Sample yang berupa padatan dilarutkan dengan pelarut tertentu sesuai dengan sifat
kelarutan sample.
-Pengenceran
Penggunaan instrument seperti spektrofotometer, HPLC, dan GC membutuhkan
konsentrasi sample yang kecil untuk pemeriksaan. Oleh karena itu, pengenceran
dilakukan dilakukan menggunakan pelarut hingga didapatkan konsentrasi yang
dapat terbaca oleh instrument.
-Penambahan pereaksi
Asam lemak berantai panjang tentunya lebih sulit dianalisis dengan kromatografi gas
(GC) karena titik didihnya relatif tinggi. Untuk menurunkan titik didihnya maka asam
lemak tersebut direaksikan dengan alkohol (metanol atau etanol) sehingga
terbentuk metil ester atau etil ester yang titik didihnya lebih rendah.
-Penyaringan
Pada pengukuran menggunakan instrument dibutuhkan sample yang bebas noise
agar tidak mempengaruhi data analisis. Oleh karena itu filtrasi digunakan bertujuan
pemurnian dengan menghilangkan pengotor pada sample.
3. Prosedur Penentuan Sampel
 Mengidentifikasi populasi target
 Memilih Kerangka sampel
 Menentukan Metode Pemilihan Sampel
 Merencanakan Prosedur Pemilihan Unit Sampel
 Menentukan ukuran Sampel
 Menentukan unit sampel
 Pelaksanaan Kerja Lapangan

• Untuk sampel dg ukuran sangat besar  direduksi sampai jumlah ofisial


• Sampel 100 kg  500 g
• Sampel 10-100 kg  250 g
• Sampel kurang dari 10 kg  maksimal 125 g

Prinsip pengambilan sampel dalam analis kimia


1. Pengambilan sampel random : dilakukan terhadap obyek/bahan yang homogen di mana
bahan digerus/digojog homogen(e.g. batch tablet, ampul, larutan sejati).
2. Pengambilan sampel representatif : jika bahan tidak homogen. Sampel diambil pada bagian-
bagian yg berbeda (atas, tengah, bawah, samping dll). Sampel dicampur homogen kmdn
diambil secara random

4. Penetapan Subyek Penelitian


 Penetapan Populasi
 Penetapan Cara Pemilihan Sampel
 Penetapan Besar Sampe

5. SUBJEK, OBJEK DAN RESPONDEN PENELITIAN


 Subjek penelitian: anggota populasi yang terdiri orang-orang.
 Objek penelitian: anggota populasi yang terdiri dari benda-benda.
 Responden: seseorang yang mengetahui dan bertanggung jawab terhadap objek
penelitian
Wilayah : Surakarta
Jumlah kecamatan :5
Jumlah kelurahan : 51
Nama jajanan : Kerupuk warna-warni di pasar Mojosongo
1. Timbang kerupuk sebanyak 10g.
2. Masukkan dalam erlenmeyer.
3. Rendam dalam 20ml larutan Amonia 2% (yang dilarutkan dalam Etanol 70%)
selama 24jam.
4. Kemudian saring.
5. Filtratnya dipindahkan ke dalam gelas beaker kemudian dilarutkan dalam hot
plate.
6. Residu dari penguapan dilarutkan dalam 10ml air yang mengandung asam(larutan
:10ml air dan 5ml asam asetat 10%).
7. Siapkan benang wol den gan panjang 15cm yang dimasukkanke dalam larutan
asam).
8. Didihkan 10menit, pewarna akan mewarnai benang wol.
9. Angkat benang.
10. Cuci benang dengan air.
11. Lalu masukkan ke larutan basa(amonia 10%, dilarutkan dalam etanol 70%)
didihkan.
12. Pewarna akan masuk kedalam larutan basa yang didapat .Selanjutnya akan
digunakan sebagai cuplikan sampel pasa analisis kromatografi lapis tipis(KLT).

PENENTUAN POPULASI PEDAGANG KERUPUK WARNA-WARNI DI PASAR


MOJOSONGO
PEDAGANG JUMAH JUMLAH JUMLAH
SAMPEL DITENTUKAN TERPILIH
(BIJI) (BIJI)

A 100 10% 10

B 100 10% 10

C 100 10% 10

D 100 10% 10

E 100 10% 10