Anda di halaman 1dari 5

BAB PENGENALAN ALAT DAN PENGGUNAANNYA

Finda Avita Sari 142210101050

BAB 1

PENDAHULUAN

1. TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui jenis peralatan dan prinsip kerja serta fungsi dari
peralatan yang rutin digunakan untuk laboratorium mikrobiologi dan bioteknologi.

2. LATAR BELAKANG
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk
hidup (bakteri, fungi dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim dan
alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan suatu produk (barang dan jasa).
Dalam bioteknologi sendiri ada bioteknologi yang modern dan tradisional. Seiring
dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong setiap bidang ilmu
yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi akan mengalami
perkembangan dan kemajuan. Kemajuan dibidang tersebut pun juga terjadi dalam
bidang pertanian.
Pengenalan alat merupakan langkah pertama sebelum kita melakukan
percobaan atau penelitian . Dengan mengenal alat, kita dapat mengetahui fungsi
masing-masing bagian dari alat tersebut serta cara pengoprasian atau penggunaan alat-
alat yang akan digunakan dalam percobaan atau penelitian yang dilakukan. Dan
dengan kita mengetahui akan fungsi dan cara penggunaan alat-alat yang akan
digunakan dapat memperlancar jalannya suatu percobaan atau penelitian. Sehingga
dengan berbekal pengetahuan pemahaman akan fungsi dan cara kerja dari alat yang
digunakan kita dapat memperoleh hasil suatu percobaan atau penelitian yang
maksimal.
Penggunaan alat-alat laboratorium merupakan suatu cara untuk mengetahui
nama dan fungsi alat-alat laboratorium. Dalam menggunakan alat-alat laboratorium
sebaiknya pengguna melakukan sterilisasi alat-alat laboratorium yang akan
digunakan. Sterilisasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan
mikroba yang tidak diinginkan.
Dengan pengenalan alat-alat laboratorium, kita dapat mengetahui berbagai
macam alat yang terdapat di laboratorium. Selain itu kita juga dapat meminimalisir
resiko kesalahan kerja pada saat melakukan percobaan bioteknologi.
Umumnya setiap alat di Laboratorium Bioteknologi memiliki nama yang
menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat
digunakan. Berdasarkan pemahaman serta uraian tersebut maka penting melakukan
praktikum pengenalan alat di laboratorium agar pada saat penggunaan alat untuk
praktikum selanjutnya tidak terjadi kesalahan-kesalahan.
Beberapa peralatan yang rutin dipelukan untuk aktivitas praktikum maupun
bidang bioteknologi diantaranya : autoklaf, laminar air flow cabinet, incubator,
elektroforesis DNA, elektroforesis protein, thermal cycler, sentrifuge, uv
transilluminator, shaker incubator, dan lain-lain.
1. Autoklaf
Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk mensterilkan bahan/alat ataupun
media dengan uap air panas bertekanan tinggi. Sterilisasi dilakukan pada suhu
121°C selama 15 menit.
2. Laminar Air Flow Cabinet
LAF merupakan salah satu alat yang digunakan untuk melindungi produk, alat dan
bahan dari kontaminasi mikroorganisme, lebih tepatnya untuk menciptakan suasa
aseptis atau kondisi steril saat bekerja di LAF, dilengkapi udara bersih bebas
mikroba yang dialirkan setelah disaring dengan HEPA filter yang akan menjaga
lingkungan di dalam LAF sennatiasa aseptis.
3. Incubator / shaker incubator
Incubator adalah alat yang digunakan untuk menumbuhkan/menginkubasi
mikroorganisme pada suhu terkontrol. Dilengkapi dengan pengatur suhu dan
waktu. Shaker incubator berfungs untuk menumbuhkan mikroorganisme pada
media cair khusus mikroorganisme yang bersifat anaerob. Incubator ini dapat
bergoyang-goyang yang tujuannya untuk meningkatkan aerasi mikroorganisme
sehingga pertumbuhannya optimal.
4. Elektroforesis
Alat elektroforesis digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan
perbedaan migrasinya di bawah pengaruh medan listrik. Campuran molekul yang
akan dipisahkan diletakkan pada suatu matriks peyangga. Berdasarkan matriksnya
elektroforesis dibagi menjadi beberapa yaitu elektroforesis kertas, elektroforesis
agarosa, elektroforesis gel poliakrilamid, dan lain-lain. Elektroforesis agarosa
dignakan untuk memisahkan molekul DNA, sedangkan elektroforesis digunakan
untuk memisahkan molekul protein.
5. Sentrifuge
Alat ini diguanakan untuk memisahkan bahan-bahan berdasarkan berat
molekulnya. Hasil yang diperoleh berupa endapan dan supernatan. Molekul yang
berukuran besar akan mengendap lebih cepat dibandingkan dengan partikel
lainnya. Ada dua macam sentrifuga, yaitu sentrifuga klinik dan mikrosentrifuga.
Perbedaanya adalah kalau sentrifuga klinik adalah sentrifyga sederhana dengan
kecepatan 6000 rpm/menit dan tidak dilengkapi pendingin. Sedangkan
mikrosentrifuga ini kecepatannya 12000 rpm/menit, kecepatannya sangat cepat
sekali dalm per menit dan mudah menimbulkan panas sehingga alat ini dilengkapi
dengan pendingin.
6. Thermal cycler
Alat ini digunakan untuk memperbanyak pita DNA, mengatur suhu, waktu dan
banyaknya siklus yang dibutuhkan untuk proses amplifikasi DNA.
7. Ph meter
Alat untuk mengukur derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan, bahan
maupun produk.
8. Uv transilluminator
Digunakan untuk melihat DNA hasil elektroforesis yang telah berinteraksi dengan
etidium bromide. Uv transilluminator memancarkan sinar uv yang akan
memendarkan etidium bromide yang menempel pada DNA, shingga visualisasi
DNA bisa terliahat lewat pancaran warna orange keputihan.
BAB STERILISASI ALAT, BAHAN, DAN MEDIA

BAB 1

PENDAHULUAN

1. TUJUAN
- Mahasiswa dapat membuat media yang diperlukan untuk praktikum bioteknologi.
- Mahasiswa dapat menyiapkan dan melakukan sterilisasi alat, bahan, dan media.

2. LATAR BELAKANG
Sterilisasi merupakan suatu proses menghancurkan atau memusnahkan
mikroorganisme termasuk spora dari alat maupun ruangan. Cara sterilisasi yang
digunakan tergantung pada jenis dan sifat bahan yang akan disterilkan. Pada
prinsipnya, sterilisasi dapat dilakukan secara panas, dingin, kimiawi. Sterilisasi dingin
dengan cara filtrasi menggunakan suatu saringan berpori (0,22 µm atau 0,45 µm).
sterilisasi dengan filtrasi dilakukan untuk mensterilkan cairan yang tidak tahan
pemanasan seperti cairan protein, cairan antibiotic, dan bahan yang mudah menguap.
Mikroba akan tertahan di atas membarn filter sehingga filtrate yang akan digunakan
terbebaskan dari mikroba. Sterilisasi menggunakan sinar gamma juga merupaka
teknik sterilisasi dingin. Sinar radiasi digunakan untuk mensterilkan produk maupun
alat kesehatan yang tidak tahan pemanasan, seperti kateter, kantong darah, wadah obat
mata, maupun salep mata. Ruangan juga disterilkan dengan radiasi sinar uv.
Sterilisasi secara panas dilakukan dengan menggunakan pemijaran dengan api
langsung, dengan pemanasan kering, dan pemanasan basah. Alat-alat yang dapat
disterilkan dengan pemijaran api langsung diantaranya adalah jarum ose, spreader,
pinset. Yaitu dengan membakarnya dengan nyala api Bunsen. Sedangkan untuk
sterilisasi panas kering menggunakan oven dengan suhu 160-180°C selama 1,5-3 jam.
Prinsip kerja dari oven adalah memberikan udara panas kering yang dapat membunuh
mikroorganisme apapun. yang dapat disterilkan dengan oven adalah alat dan bahn
yang tahan terhadap pemanasan. Seperti peralatan dari porselin, logam dan alat gelas.
Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf dengan suhu 121°C selama 15 menit.
Prinsip kerja dari autoklaf adalah tekanan uap air panas yang dapat membunuh
mikroba yang ada di alat dan bahan. Uap air dan tekanan tinggi mengakibatkan
terjadinya denaturasi dan koagulassi beberapa protein penting mikroba. Sterilisasi
kimiawi biasanya menggunakan reagen-reagen kimia seperti gas etilen oksida. Gas
etilen oksida mampu membunuh mikroba secara efektif. Tetapi sekarang sudah
banyak diitnggalkan karena akibat efek toksik yang ditimbulkan dari etilen oksida.

http://fitman666.blogspot.co.id/2015/05/laporan-praktikum-bioteknologi.html

diakses 09 maret 2017