Anda di halaman 1dari 13

SOP PENANGANAN

PENDERITA KUSTA
No. Dokumen : /KTB/ /XII/2017
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :2

Hj.Ramlah
PUSKESMAS NIP. 19681231 198803 2
KATUMBANGAN 140

Diagnosis penyakit kusta hanya dapat ditegakkan dengan


1. Pengertian
menemukan salah satu dari cardinal sign.
Sebagai pedoman bagi petugas dalam pelayanan tersangka
2. Tujuan
penderita kusta [suspek]
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Mapilli No. …… tentang
3. Kebijakan
pelayanan klinis

4. Referensi Buku pedoman nasional penanggulangan penyakit kusta.

Setiap pasien yang membutuhkan pelayanan mulai pemeriksaan


5. Standar
sampai pengobatan membutuhkan waktu 15 menit.
1. Alat
a. Bolpoin
b. Buku penderita
6. Prosedur
2. Bahan
a. Kapas
b. Hanskhun
1. Petugas mencuci tangan
2. Petugas menyiapkan alat-alat dan bahan
3. Petugas memakai hanskhun
4. Petugas menjelaskan kepada pasien tentang prosedur
pemeriksaan
5. Petugas melilitkan kapas [runcingkan]
6. Petugas meinspeksi adanya bercak putih/kemerahan pada
seluruh tubuh
7. Petugas mendekteksi adanya mati rasa pada bercak tersebut
7. Langkah langkah
dengan menggunakan kapas yang diruncingkan
8. Petugas mempalpasi adanya pembesaran saraf
tepi,ulnaris,peroneus komunis,tibialis posterior.
Petugas memakai Pasien
Cuci tangan
hanskhun dipersiapkan

me

Petugas Menjelaskan
Bila meragukan memeriksa prosedur
cardinal sign pemeriksaan
dengan
8. Diagram Alir
Rujuk Bila ada tanda Catat di buku
(jika dibutuhkan)
cardinal sign penderita
positif

Menjelaskan Memberikan
prosedur obat MDT Pasien Pulang
pengobatan

9. Hal-hal yang
Observasi pasien antara 5 sampai dengan 15 menit terhadap reaksi
perlu
obat.
diperhatikan
10. Unit terkait 1. Poli Umum

1. Rekam Medis
11. Dokumen terkait
2. Catatan tindakan

12. Rekaman historis perubahan


Tanggal mulai
No Yang diubah Isi Perubahan
diberlakukan
SOP PENANGANAN
PENDERITA TB
No. Dokumen : /KTB/ /XII/2017
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :2

PUSKESMAS Hj.RAMLAH
NIP. 19681231 198803 2 140
KATUMBANGAN

Sediaan hapus dahak adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan


1. Pengertian membuat sediaan dahak pada kaca obyek untuk pemeriksaan
mikroskopis BTA pada suspek TB.
Sebagai pedoman bagi petugas dalam pelayanan tersangka penderita
2. Tujuan
Tuberculosis paru [suspek]
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Mapilli No. …… tentang
3. Kebijakan
pelayanan klinis

4. Referensi Buku pedoman nasional penanggulangan penyakit TB

Setiap pasien yang membutuhkan pelayanan mulai pemeriksaan sampai


5. Standar
pengobatan membutuhkan waktu 3 hari
Alat :
- Buku register tb 05,06,01
- bol poin
Bahan :
- pinsil
- kaca obyek
- pot dahak
6. Prosedur - lampu spirtus
- matchis
- larutan lisol
- tusuk sate/ose
- masker
- hanskhun

1. cuci tangan
2. Pakai hanskhun
3. Pakai masker
7. Langkah
4. Catat identitas pasien pada blangko tb 06,05
langkah
5. Nyalakan lampu spirtus
6. Beri label pada obyek glas
7. Piksasi diatas lampu spirtus
8. Ambil dahak dengan menggunakan tusuk sate/ose
9. Buat sediaan pada obyek glas dengan diameter 2 kali 3 cm
10. Biarkan sediaan mongering,setelah itu baru di piksasi diatas
lampu spirtus 3 kali
11. Simpan sediaan pada box slide
12. Tuangi pot dahak dengan air lisol, baru di timbun
13. Rapikan peralatan buka hanskhun dan masker
14. Cuci tangan

Mengucap Petugas memakai Petugas mencatat


kan salam masker identitas pasien

me

Petugas Menjelaskan
Bila Negatif memeriksa dahak prosedur
pasien pemeriksaan

8. Diagram
Alir (jika Rujuk Bila ada hasil Catat di buku
dibutuh kan) labnya positif penderita

Menjelaskan Memberikan
prosedur obat OAT Pasien Pulang
pengobatan

1. Waktu pengambilan dahak SPS


9. Hal-hal
2. Pembuatan sediaan jangan terlalu tebal/tipis
yang perlu
3. Kualitas dahak
diperhati
4. Pengawasan minum obat
kan
5. Polow up
10. Unit terkait 1. Puskesmas satelit

11. Dokumen 1. Buku register TB paru


terkait 2. Formulir pemohonan pemeriksaan dahak

12. Rekaman historis perubahan


Tanggal mulai
No Yang diubah Isi Perubahan
diberlakukan
SOP PENGOBATAN
PENDERITA TB
No. Dokumen : /KTB/ /XII/2017
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :

PUSKESMAS Hj.RAMLAH
NIP. 19681231 198803 2 140
MAPILLI

Tata cara memberikan pengobatan penderita TB Paru sesuai tata


1.Pengertian laksana pengobatan TB Nasional dengan strategi DOTS

Untuk menyembuhkan pasien, mencegah kematian, mencegah


2.Tujuan kekambuhan, memutuskan rantai penularan dan mencegah
terjadinya resistensi kuman terhadap Obat Anti Tuberkulosis (OAT).

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Mapilli No. …… tentang pelayanan


3.Kebijakan
klinis

4. Referensi Buku pedoman nasional penanggulangan penyakit TB

5.Standar Semua penderita TB BTA positif,RO positif BTA negative,kambuh


Alat :
Register rawat jalan
1. Register TB 05
2. Register TB 06
3. FORM TB 01
4. Form TB 02
6.Prosedur
5. Form TB 03
6. Obat OAT

Persiapan pasien :
Pasien diberi penjelasan tentang prosedur pengobatan

 Pasien yang telah diperiksa dahaknya dipersilahkan masuk ke ruang BP.


 Pasien diberi penjelasan sesuai dengan hasil pemeriksaan dahak di TB
05.
7.Langkah
langkah  Untuk pasien dengan hasil BTA positif diberikan pengobatan dengan
OAT kategori I, dan untuk pasien dengan BTA negative dan rongsent
mendukung diberikan pengobatan dengan kategori III sesuai berat badan
pasien.
Dengan dosis pemberian sesuai tabel sebagai berikut :
Tabel 01. pemberian obat TB paru sesuai BB pasien

Berat Badan Tahap intensif tiap hari Tahap


selama 56 hari RHZE Lanjutan 3 kali
(150/75/400/275) seminggu
selama 16
minggu RH
(150 /150)

30-37 kg 2 tablet 4 KDT 2 tablet 2 KDT


38-54 kg 3 tablet 4 KDT 3 tablet 2 KDT
55-70 kg 4 tablet 4 KDT 4 tablet 2 KDT
>71 kg 5 tablet 4 KDT 5 tablet 2 KDT

Setelah pengobatan tahap intensif akhir bulan ke II, dilakukan


pemeriksaan BTA, bila hasil negative dilanjutkan tahap lanjutan, dan bila
hasil pemeriksaan BTA positif diberikan sisipan dengan dosis sesuai
berat badan pasien.
Dengan dosis sesuai tabel sebagai berikut :
Tabel 02. Pemberian obat sisipan sesuai BB
Berat Badan Tahap intensif (150/75/400/2

30-37 kg 2 tablet 4 KDT


38-54 kg 3 tablet 4 KDT
55-70 kg 4 tablet 4 KDT
>71 kg 5 tablet 4 KDT

Dan bila hasil pemeriksaan pada akhir tahap intensif negative


dilanjutkan tahap lanjutan, kemudian diperiksa dahak ulang pada akhir
bulan ke V, bila hasil negative dilanjutkan pengobatannya, dan
dilakukan pemeriksaan ulang pada akhir bulan ke VI atau akhir
pengobatan.
Bila hasil pemeriksaan pada bulan ke VI negative dan pada awal
pengobatan positif pasien dinyatakan sembuh.
Dan bila pada akhir pengobatan hasil negative dan pada awal pengobatan
negative dengan rongsent positif pasien dikatakan pengobatan lengkap.

SOP PENANGANAN
PENDERITA TB
No. Dokumen : /KTB/ /XII/2017
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :½

PUSKESMAS Hj.RAMLAH.
KATUMBANGA NIP. 19681231 198803 2 140
N
Sediaan hapus dahak adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan
13. Pengertian membuat sediaan dahak pada kaca obyek untuk pemeriksaan
mikroskopis BTA pada suspek TB.
Sebagai pedoman bagi petugas dalam pelayanan tersangka penderita
14. Tujuan
Tuberculosis paru [suspek]
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Mapilli No. …… tentang pelayanan
15. Kebijakan
klinis

16. Referensi Buku pedoman nasional penanggulangan penyakit TB

Setiap pasien yang membutuhkan pelayanan mulai pemeriksaan sampai


17. Standar
pengobatan membutuhkan waktu 3 hari
3. Alat :
- Buku register tb 05,06,01
- bol poin
4. Bahan :
- pinsil
- kaca obyek
18. Prosedur - pot dahak
- lampu spirtus
- matchis
- larutan lisol
- tusuk sate/ose
- masker
- hanskhun
15. cuci tangan
16. Pakai hanskhun
17. Pakai masker
18. Catat identitas pasien pada blangko tb 06,05
19. Nyalakan lampu spirtus
20. Beri label pada obyek glas
21. Piksasi diatas lampu spirtus
19. Langkah 22. Ambil dahak dengan menggunakan tusuk sate/ose
langkah 23. Buat sediaan pada obyek glas dengan diameter 2 kali 3 cm
24. Biarkan sediaan mongering,setelah itu baru di piksasi diatas
lampu spirtus 3 kali
25. Simpan sediaan pada box slide
26. Tuangi pot dahak dengan air lisol, baru di timbun
27. Rapikan peralatan buka hanskhun dan masker
28. Cuci tangan

Mengucap Petugas memakai Petugas mencatat


kan salam masker identitas pasien

me

Petugas Menjelaskan
Bila Negatif memeriksa dahak prosedur
pasien pemeriksaan

20. Diagram
Alir (jika
Rujuk Bila ada hasil Catat di buku
dibutuh
kan) labnya positif penderita

Menjelaskan Memberikan
prosedur obat OAT Pasien Pulang
pengobatan

21. Hal-hal 6. Waktu pengambilan dahak SPS


yang perlu 7. Pembuatan sediaan jangan terlalu tebal/tipis
diperhati 8. Kualitas dahak
kan 9. Pengawasan minum obat
10. Polow up

22. Unit
2. Puskesmas satelit
terkait
23. Dokumen 3. Buku register TB paru
terkait 4. Formulir pemohonan pemeriksaan dahak

24. Rekaman historis perubahan


Tanggal mulai
No Yang diubah Isi Perubahan
diberlakukan
SOP PENEMUAN SUSPEK TB
No. Dokumen : /KTB/ /XII/2017
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :2

PUSKESMAS Hj.RAMLAH
NIP. 19681231 198803 2 140
KATUMBANGAN

Cara / metode menemukan secara cepat dan tepat kasus TB Paru dengan
serangkaian kegiatan terdiri dari penjaringan suspek, diagnosa, penentuan
1.Pengertian
klasifikasi penyakit dan tipe pasien.

Mendapatkan/menemukan kasus TB melalui serangkaian kegiatan


sehingga segera dapat dilakukan pengobatan agar sembuh dan tidak
2.Tujuan
menularkan penyakit kepada orang lain.

Surat Keputusan Kepala Puskesmas Mapilli No. …… tentang pelayanan


3.Kebijakan
klinis

4. Referensi Buku pedoman nasional penanggulangan penyakit TB tahun 2015

5.Standar Setiap desa diwilayah kerja puskesmas mapilli


Alat dan Bahan
- Ruang Pengelola.
2. Pengelola P2 TB.
3. Meja, kursi dan kipas angin.
6.Prosedur
4 ATK dan buku register.
5. Buku penderita TB.05 dan TB.06
6. Pot dahak

Penemuan pasien TB secara pasif, dengan penyuluhan aktif dengan


melibatkan semua layanan dengan maksud untuk mempercepat penemuan
dan mengurangi keterlambatan pengobatan.
2. Penemuan secara aktif dapat dilakukan terhadap :
a. Kelompok khusus tang rentan atau resiko tinggi sakit TB seperti pasien
7.Langkah dengan HIV AIDS.
langkah b. Kelompok yang rentan tertular TB (rumah tahanan), daerah kumuh,
keluarga atau kontak pasien TB, terutama mereka yang dengan TB BTA
positif.
c. Pemeriksaan anak < 5 tahun pada keluarga TB untuk menentukan tindak
lanjut apakah perlu pengobatan TB / pengobatan pencegahan.
d. Kontak dengan pasien TB resistan obat.
3. Tahap awal penemuan dilakukan dengan menjaring mereka yang
memiliki gejala utama pasien TB paru adalah batuk berdahak selama 2-3
minggu atau lebih. Batuk dapat diikuti dengan gejala tambahan yaitu
dahak bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu
makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari
tanpa kegiatan fisik, demam meriang lebih dari satu bulan.
4. Pengelola melalukan anamese dan mencatat mengenai
 Berapa lama batuk ?
 Berdahak/tidak ?
 Dahak bercampur darah/tidak ?
 Sesak nafas /tidak ?
 Nyeri dada / tidak ?
 Kurang nafsu makan/tidak ?
 Berat badan menurun / tidak ?
 Riwayat kontak dengan penderita TBC ?... dan
 Apakah pernah minum obat paru-paru selama kurang dari 1 bulan atau
lebih dari 1 bulan ?
5. Mengisi buku daftar suspek form. TB.06
6. Pengelola memberi penjelasan mengenai pentingnya pemeriksaan dahak
dan cara batuk yang benar untuk mendapatkan dahak yang kental dan
purulen.
7. Memberikan pot dahak sewaktu kunjungan pertama dan pengambilan
dilakukan disamping Puskesmas.
8. Memeriksa kekentalan, warna dan volume dahak. Dahak yang baik untuk
pemeriksaan adalah berwarna kuning kehijau-hijauan (mukopurulen),
kental, dengan volume 3-5ml. Bila volumennya kurang, pengelola harus
meminta agar penderita batuk lagi sampai volumenya mencukupi.
Jika tidak ada dahak keluar, pot dahak dianggap sudah terpakai dan harus
dimusnahkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kontaminasi
kuman TBC.
9. Memberikan label pada dinding pot yang memuat nomor identitas
sediaan dahak sesuai dengan TB.06
10. Memberikan pot dahak pagi yang sudah diberi label untuk diisi di rumah
penderita dan disuruh datang besok pagi membawa dahak paginya dan
kemudian petugas mengambil dahak sewaktu kunjungan kedua.
11. Mengisi form. TB.05, mengirim sediaan ke laboratorium.
12. Menerima jawaban dengan form TB 05, kemudian memasukkan hasil
pemeriksaan ke TB 06.
13. Bila hasil pemeriksaan BTA positif, memberikan pengobatan sesuai
protap pengobatan TB.
14. Bila hasil pemeriksaan negative, dilakukan pemeriksaan dahak ulang, bila
hasilnya tetap negative diberikan pengobatan dengan antibiotic selama
dua minggu.
15. Bila masih tetap batuk dilakukan pemeriksaan rongsen thorax.
16. Bila hasil positif diobati sesuai dengan protap TB.
17. Pasien mendaftar di loket pendaftaran.
18. Buku rawat jalan pasien dibawa ke ruang BP berdasarkan nomor urut
pendaftaran.
19. Pasien disilahkan duduk sambil menunggu namanya di panggil.
20. Penderita masuk di ruang BP.