Anda di halaman 1dari 7

Masalah tahlilan di Indonesia, lebih-lebih di pulau Jawa, sudah menjadi budaya yang

melekat pada masyarakat umumnya, meskipun masih ada juga yang mempersoalkannya.
Persoalannya sebenarnya sederhana, yaitu sampaikah pahala bacaan tahlil kepada si
mayit?

Membaca Surah Yasin dan Tahlil adalah dua amalan mustajab yang manfaatnya luar biasa
besar bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat maupun bagi orang-orang terkasih yang telah
berpulang ke rahmatullah.
Dalam hadis dikatakan, “Barang siapa yang membacanya sebelum tidur atau pada siang
hari sebelum bepergian, maka siang itu dia termasuk orang-orang yang dijaga dan diberi
rezeki hingga sore hari... Diluaskan kuburnya seluas pandangannya. Diamankan dari
impitan kubur... Ketika dia dikeluarkan dari kuburnya, malaikat-malaikat Allah
mengiringinya... Dan dia bersama para nabi berhenti di hadapan Allah tanpa rasa khawatir,
tidak pula rasa sedih bersamanya, serta tidak pula kegelisahan bersamanya...”
Diriwayatkan pula dari Rasulullah saw., “Apa yang kalian sedekahkan untuk orang mati,
niscaya diambil oleh malaikat kemudian diletakkan di tempat yang terbuat dari cahaya yang
menyinari tujuh langit. Kemudian malaikat tersebut berdiri di atas pusara sambil berkata,
‘Salam sejahtera atas kalian wahai para penghuni kubur. Keluarga kalian telah mengirimkan
hadiah untuk kalian.’ Lalu malaikat itu mengirimkan hadiah tersebut ke dalam kubur si
mayat.”
Surah Yasin dan Tahlil adalah salah satu kunci kebahagiaan hidup manusia di dunia serta
kelancaran jalan menuju surga di akhirat. Dua amalan ini begitu kaya manfaat, khasiat, dan
fadhilahnya. Selamat mendapat keberkahan tak terkira dengan mengamalkannya!

Diriwayatkan dalam hadis, “Barang siapa yang membacanya (Surah Yasin) sekali dalam
seumur hidupnya, Allah tuliskan baginya beribu-ribu kebaikan dengan segala ciptaan di
dunia dan di akhirat...”
Rasulullah saw. bersabda, “Berikanlah hadiah kepada orang-orang yang telah meninggal
dunia.” Para sahabat bertanya, “Apa yang harus kami berikan kepada orang-orang yang
telah meninggal dunia?” Beliau saw. menjawab, “Sedekah dan doa.”

Wirid dan Tahlilan tersebut secara terus menerus setiap hari sampai khotam 70.000x. sikap
wirid bisa dengan sambil berjalan, duduk, tiduran,dan sebagainya. Yang penting wudhunya
tidak batal. Kalau sudah selesai mengamalkannya kemudian wirid tahlil tersebut di baca
terus tiap2 selesai sholat fardlu 100x. Insyaalloh bagi saudara yang telah berhasil
mengamalkan wirid ini, di dalam mengarungi samudra kehidupan, saudara selalu
mendapatkan pertolongan, rohmat, maghfiroh, barokah, ketenangan, keselamatan, dan jauh
dari fitnah dan bala’ dhohir bathin.

Setelah diamalkan seperti petunjuk diatas, lafadz “La ilaaha illalloh” akan ada fadlilah /
manfaatnya sebagai berikut:
1. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” dengan di panjangkan lafadz “laa” maka
akan diampuni 4.000 dosa-dosa besarnya, dan apabila dia tidak mempunyai dosa besar
maka para keluarga dan tetangganya yang melakukan dosa besar yang di ampuni
dosanya.
2. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” tiap hari 100x maka kelak di yaumil
qiyamah ia akan menghadap kepada alloh dengan wajah yang bersinar terang seperti bulan
purnama.
3. Paling utama-utamanya dzikir itu adalah membaca “La ilaaha illalloh” dan paling utama-
utamanya doa itu membaca alhamdulillah.
4. Barang siapa membaca lafat “La ilaaha illalloh” wajib masuk dalam gedungnya alloh dan
selamat dari siksanya Alloh SWT.
5. Barang siapa membaca lafat “La ilaaha illalloh” maka akan diselamatkan dari neraka.
6. Lafadz “La ilaaha illalloh” merupakan zakatnya badan.
7. Membaca Lafadz “La ilaaha illalloh” itu bisa menolak 99 musibah, paling ringan-ringannya
musibah itu kesusahan.
8. Barang siapa membaca lafat “La ilaaha illalloh” maka di ampuni semua dosa-dosa
kecilnya, yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan.
9. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” dengan hati yang ikhlas, menjauhi
perkara-perkara yang haram dan tidak pamer, maka akan dimasukkan dalam surga beserta
para syuhada’ dan sholihin.
10. Siapa saja yang awal dan akhir ucapannya membaca lafadz “La ilaaha illalloh” walaupun
setiap hari melakukan 1.000 dosa kecil dalam hidup 1.000 tahun, maka alloh tetap akan
mengampuni dosa-dosanya.
11. Apabila merasa kerepotan dan merasa berat dalam hidup, maka perbanyaklah
membaca lafat “Lailaaha illalloh” insyaalloh semua beban hidup dan keruwetannya akan di
hilangkan oleh alloh swt.
12. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” 1x saja maka akan di ampuni dosa-
dosa kecilnya oleh alloh walaupun dosanya sebanyak buih di lautan.
13. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” pada saat ziaroh kubur, maka alloh
akan menerangi kuburnya ahli kubur dan memberikan ampunan kepada orang yang
membacanya, dan juga memberikan 1.000.000 kebaikan, 1.000.00 derajat, dan di ampuni
1.000.000 dosa kecilnya.
14. Barang siapa membaca lafadz “La ilaaha illalloh” di dalam pasar dengan suara yang
keras maka Alloh akan memberikan 1.000.000 kebaikan, 1.000.00 derajat, dan di ampuni
1.000.000 dosa kecilnya.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
ٍ ‫ع ْش ِر ِرقا‬
‫ب‬ َ ‫ع ْد َل‬َ ُ ‫ له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير) فِي يَ ْو ٍم مِ ائَةَ َم َّرةٍ كانَتْ لَه‬،‫ (ال إله إال هللا وحده ال شريك له‬:َ‫َم ْن قال‬
َّ‫ض َل مِ َّما جا َء بِ ِه إِال‬ ِ ْ ‫ْطان يَ ْو َمهُ ذَلِكَ َحتَّى يَ ْمسِي َولَ ْم يَأ‬
َ ‫ت أ َ َح ٌد بِأ َ ْف‬ ِ ‫شي‬ َ ُ‫ع ْنهُ مائة‬
َّ ‫سيِئ َ ٍة وكانتْ له حِ ْرزا ً مِ نَ ال‬ َ ‫َو ُكتِبَتْ لَهُ مِ ائةُ َح‬
َ ْ‫سنَ ٍة َو ُمحِ يَت‬
ِ َ‫طتْ خَطاياهُ َولَ ْو كانَتْ مِ ثْ َل زَ بَ ِد ْالب‬
‫حْر‬ َّ ‫يوم مِ ائةَ َم َّرةٍ ُح‬ ٍ ‫ (سبحان هللا وبحمده) في‬:َ‫ َو َم ْن قال‬. َ‫عمِ َل أ َ ْكث َ َر مِ ْن ذَلِك‬ َ ‫أ َ َح ٌد‬
“Barangsiapa yang membaca: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU,
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAY`IN QADIR (tiada
sembahan yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya
milik-Nya semua kekuasaan, hanya milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas
segala sesuatu) dalam sehari 100 kali, maka bagaikan telah membebaskan 10 orang budak,
ditetapkan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan darinya 100 kejelekan, dia mempunyai
perlindungan dari setan sepanjang hari itu sampai sore, dan tidak ada seorangpun yang
bisa mendatangkan amalan yang lebih baik daripada apa yang dia amalkan kecuali orang
yang membaca bacaan ini lebih banyak daripada dirinya. Dan barangsiapa yang membaca:
SUBHANALLAHI WABIHAMDIH (Aku menyucikan Allah dan segala pujian hanya untuk-
Nya) dalam sehari 100 kali, maka semua kesalahannya akan diampuni walaupun sebanyak
buih di lautan.” (HR. Muslim no. 2691)

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam bersabda:
‫ت كانَ َك َم ْن أ َ ْعت َقَ أ َ ْربَعَةَ أ َ ْنفُ ٍس‬
ٍ ‫ع ْش َر َمرا‬
َ )‫ له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير‬،‫ (ال إله إال هللا وحده ال شريك له‬:َ‫َم ْن قال‬
‫ِإسْما ِع ْي َل‬ ‫َولَ ِد‬ ‫مِ ْن‬

“Barangsapa yang membaca: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU,
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAY`IN QADIR (tiada
sembahan yang berhak disembah selain Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya
milik-Nya semua kekuasaan, hanya milik-Nya segala pujian, dan Dia Maha Mampu atas
segala sesuatu) 10 kali maka dia bagaikan memerdekakan 4 jiwa dari anak keturunan
Ismail.” (HR. Muslim no. 2693)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
‫س‬ َّ ‫ع َل ْي ِه ال‬
ُ ‫ش ْم‬ َ َ
ْ‫طلَ َعت‬ َّ ‫ِإ َل‬
‫ي مِ ما‬ ُّ‫وهللا أكبر) أ َ َحب‬ ‫وال إله إال هللا‬ ‫هللا والحمد هلل‬ ‫(سبحان‬ :َ‫ََل َ ْن أَقُ ْول‬

“Saya membaca: ‘SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAA ILAHA ILLALLAHU


WALLAHU AKBAR’, lebih saya senangi daripada semua yang matahari terbit atasnya (dunia
seisinya).” (HR. Muslim no. 2695)

Penjelasan ringkas:
Yang kami maksud dengan tahlilan di sini adalah mengucapkan tahlil, sementara tahlil
sendiri adalah ucapan ‘LAA ILAHA ILLALLAH’. Tahlil di antara zikir yang paling besar
keutamaan dan kemuliaannya, karena di dalamnya terkandung pernyataan pengakuan
keesaan Allah Ta’ala dalam ibadah dan pengakuan akan sucinya Allah Ta’ala dari semua
sekutu. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk membacanya dan
menjanjikan pahala yang besar karenanya.

Lalu keutamaan membaca kalimat Tahlil yang keempat ialah lebih utama dari seisi langit
dan bumi. Imam Nasa’i meriwayatkan dari Abu Sa’id Al Khudhryi ra. : Nabi saw bersabda,
“Nabi Musa as. berdoa, “Wahai Tuhanku, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk
berdzikir kepada-Mu.”Maka Allah berfirman, “Ucapkanlah Laa Ilaaha Illalla.” Lalu Nabi Musa
berdoa lagi, “Wahai Tuhanku, setiap hamba-Mu membaca ini, saya ingin sesuatu yang
istimewa untukku.” Maka Allah berfirman lagi, “Wahai Musa, andaikata tujuh petala langit
dan penghuninya serta tujuh lapis bumi diletakkan di sebelah timbangan kalimat “Laa Ilaaha
Illallah”, niscaya akan lebih berat kalimat “Laa Ilaaha Illallah”, melebihi dari semua
itu.”Keutamaan yang terakhir ialah, membaca Laa Ilaaha Illallah membuat iblis berputus asa
dalam mencelakakan diri orang yang membacanya. Nabi telah bersabda, “Biasakanlah
membaca kalimat “Laa Ilaaha Illallah” dan istighfar, perbanyaklah membaca keduanya.
Sesungguhnya iblis telah berkata, “Aku telah membinasakan manusia dengan dosa namun
mereka membinasakan aku dengan ucapan “Laa Ilaaha Illallah dan istighfar”, ketika dalam
keadaan yang seperti itu maka aku binasakan mereka dengan hawa nafsu, dan mereka
mengira bahwa dirinya telah mendapat hidayah.” (HR. Abu Ya`la).

Dimana-mana baik di dalam pengajian-pengajian umum, ta’lim-ta’lim rutin setiap kali


membicarakan bid’ah maka pasti yasinan dan tahlilan menjadi contohnya. Mereka
mengatakan bahwa yasinan dan tahlilan adalah bid’ah dholalah karena tidak pernah ada
contohnya dari Rasulullah dan para sahabat, yasinan dan tahlilan adalah budaya hindu yang
dimodifikasi dengan ajaran Islam, bahkan yasinan dan tahlilan sudah mengarah kepada
kesyirikan,dan pelakunya terancam masuk kedalam Neraka.
Sebelum kita berani mengatakan bahwa tahlilan dan yasinan adalah bid’ah,ada baiknya
terlebih dahulu kita mengetahui/mencari tahu devinisi Bid’ah menurut para ‘ulama,
kemudian kita mencari tahu devinisi tahlilan dan yasinan,setelah kita tahu devinisi keduanya
baru kita menyimpulkan apakh tahlilan dan yasinan termasuk bid’ah dholalah,atau sunnah.?
DEVINISI BID’AH
Imam Syafi’i rahimahullah,seorang ‘ulama besar pendiri madzhab
syaafi’iyyah,mendefinisikan, bid’ah sbb,
,‫ ال خالف فيه لواحد من هذه اَلصول‬,‫ وما أحدث من الخير‬.‫ فهذه البدعة الضاللة‬,‫ما أحدث يخالف كتابا أو سنة اأو أثرا أو اجماعا‬
‫فهذه محدثة غير مذمومة‬.
“ Bid’ah adalah apa-apa yang diadakan yang menyelisihi kitab Allah dan sunah-NYA, atsar,
atau ijma’ maka inilah bid’ah yang sesat. Adapun perkara baik yang diadakan, yang tidak
menyelisihi salah satu pun prinsip-prinsip ini maka tidaklah termasuk perkara baru yang
tercela.”
Imam Ibnu Rojab rahimahullah dalam kitabnya yang berjudul “ Jami’ul Ulum wal Hikam “
mengatakan bahwa bid’ah adalah,
ً‫وإن كان بدعةً لغة‬
ْ ، ً ‫ فليس ببدع ٍة شرعا‬، ‫شرع يد ُّل عليه‬ َ ‫ما أُحْ د‬
َّ ‫ فأ َّما ما كان له أص ٌل مِنَ ال‬، ‫ِث م َّما ال أصل له في الشريعة يد ُّل عليه‬
،
“ Bid’ah adalah apa saja yang dibuat tanpa landasan syari’at. Jika punya landasan hukum
dalam syari’at, maka bukan bid’ah secara syari’at, walaupun termasuk bid’ah dalam tinjauan
bahasa.”

Dalam definisi bid’ah yang dikemukakan oleh para ulama’ di atas, bukankah bisa difahami
bahwa perkara baru atau perkara yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW itu dibagi
dua yaitu perkara baru yang sama sekali tidak ada dasarnya dalam syare’at dan perkara
baru yang ada dasarnya dalam syare’at. Ibnu Rojab menegaskan bahwa perkara baru yang
ada dasarnya dalam syare’at, itu tidak bisa dikatakan bid’ah secara syare’at walaupun
sebenarnya ia termasuk bid’ah secara bahasa, dan jika suatu amalan dianggap bid’ah
secara bahasa,tapi tidak secara syare’at,maka amalan tersebut boleh dilakukan,selagi tidak
ada nash yang nyata nyata melarangnya.

Setelah kita tahu devinisi bid’ah menurut para ‘ulama,sekarang mari kita lihat devinisi
tahlilan dan yasinan.

DEFINISI TAHLILAN DAN YASINANKata Tahlilan berasal dari bahasa Arab tahliil (‫ )ت َ ْه ِل ْي ٌل‬dari
akar kata: ‫َهلَّ َل – يُ َه ِل ُل – ت َ ْه ِليْال‬
yang berarti mengucapkan kalimat: ُ‫ الَإِلَهَ إِالَّ هللا‬. Kata tahlil dengan pengertian ini telah muncul
dan ada di masa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, sebagaimana dalam sabda
beliau:
ٌ ‫ص َدقَة‬
َ ٍ‫ص َدقَةٌ َو ُك ُّل تَحْ مِ ي َدة‬
َ ‫ص َدقَة ٌ فَكُ ُّل ت َ ْس ِبي َح ٍة‬
َ ‫س َال َمى مِ ْن أ َ َح ِد ُك ْم‬
ُ ‫علَى كُ ِل‬َ ‫ص ِب ُح‬ْ ُ‫سلَّ َم أَنَّهُ قَا َل ي‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ُ‫َّللا‬ َ ِ ‫ع ِن النَّ ِبي‬ َ ‫ع ْن أ َ ِبي ذَ ٍر‬ َ
‫ض َحى‬ ُّ ‫ال‬ ‫ا‬‫م‬ ‫ه‬‫ع‬ َ
‫ك‬ ‫ر‬ ‫ي‬
َ‫ِكَ َ َ ِ َ ْ ُ ُ َ مِ ن‬‫َان‬ ‫ت‬‫ع‬‫ك‬ْ ‫ر‬ ‫ل‬ َ ‫ذ‬ ْ
‫مِن‬ ‫ئ‬ُ ‫ُجْز‬ ‫ي‬‫و‬ ٌ ‫ة‬َ ‫ق‬ ‫د‬‫ص‬ ‫َر‬ ‫ك‬‫ن‬ْ ‫م‬ ْ
‫ال‬ ‫ن‬ ‫ع‬ ‫ي‬ ‫ه‬‫ن‬
َ ‫و‬ ٌ ‫ة‬َ ‫ق‬‫د‬
ِ َ َ َ ِ ُ ِ َ ٌ ْ َ َ َ ِ‫ِ َ ٍ َ َ َ ْ ٌ ِ َ ْ ُ وف‬‫ص‬ ‫ر‬ ‫ع‬ ‫م‬ ْ
‫ال‬‫ب‬ ‫ر‬ ‫م‬ َ ‫أ‬‫و‬ ٌ ‫ة‬ َ ‫ق‬‫د‬‫ص‬ ‫ة‬ ‫ير‬ ‫ب‬‫ك‬ْ َ ‫ت‬ ُّ
‫ل‬ ُ ‫ك‬‫و‬ ٌ َ
َ ‫ص َد‬
‫ة‬ ‫ق‬ َ ‫َو ُك ُّل ت َ ْهلِيلَ ٍة‬
‫رواه مسلم‬.
“ Dari Abu Dzar radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam, sesungguhnya
beliau bersabda: "Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan
tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan TAHLIL
itu adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar ma’ruf nahi munkar
itu adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari
sholat Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).
sedangkan yasinan adalah acara membaca surat yasin yang biasanya juga dirangkai
dengan tahlilan. Di kalangan masyarakat Indonesia istilah tahlilan dan yasinan populer
digunakan untuk menyebut sebuah acara dzikir bersama, doa bersama, atau majlis dzikir.
Singkatnya, acara tahlilan, dzikir bersama, majlis dzikir, atau doa bersama adalah ungkapan
yang berbeda untuk menyebut suatu kegiatan yang sama, yaitu: kegiatan individual atau
berkelompok untuk berdzikir kepada Allah SWT, Pada hakikatnya tahlilan/yasinan adalah
bagian dari dzikir kepada Allah SWT

2. Dalil-dalil tentang dzikir bersama


َ َ‫ َما أَجْ ل‬:َ‫ص َحا ِب ِه فَقَال‬
‫ َجلَ ْسنَا‬:‫ قَالُوا‬.‫س ُك ْم ؟‬ ْ َ ‫علَى َح ْلقَ ٍة مِ ْن أ‬ َ ‫سلَّ َم خ ََر َج‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬َ ُ‫َّللا‬ َّ ‫صلَّى‬ َ ‫َّللا‬ ِ َّ ‫سو َل‬ ُ ‫سعِي ٍد ْال ُخد ِْري ِ قَا َل ُم َعا ِويَة ُ إِ َّن َر‬ َ ‫ع ْن أ َ ِبي‬
َ
‫علَ ْينَا‬ ‫ه‬
ِ ‫ب‬ َّ
‫ن‬ ‫م‬
َ ِ َ َ ِ ِ‫و‬ ‫م‬‫ْال‬َ ‫س‬ ْ
‫ِْل‬‫ل‬ ‫َا‬ ‫ن‬‫ا‬‫د‬ ‫ه‬
َ ‫ا‬‫م‬ ‫ى‬ َ ‫ل‬‫ع‬
َ َ َ ُ َ َ َ َّ ُ ‫ه‬ ُ
‫د‬ ‫م‬ ْ‫َح‬ ‫ن‬‫و‬ ‫َّللا‬ ‫ر‬ ُ
‫ك‬ ْ
‫ذ‬ ‫ن‬
َ . ‫م‬
ْ َ ‫ل‬ ‫ِي‬ ‫ن‬‫إ‬ ‫ا‬
ِ َ‫م‬ َ ‫أ‬ ‫ل‬
َ ‫ا‬َ ‫ق‬ . َ‫اك‬ َ ‫ذ‬ َّ
‫ال‬ ‫إ‬
ِ َ‫َا‬ ‫ن‬‫س‬ َ ‫ل‬ ْ‫ج‬ َ ‫أ‬ ‫ا‬‫م‬ ِ ‫َّللا‬
َ َّ َ ‫و‬ :‫وا‬ ُ ‫ل‬‫ا‬َ ‫ق‬ ‫؟‬ َ‫اك‬ َ ‫ذ‬ َّ
‫ال‬ ‫إ‬ ‫م‬‫ك‬ُ
ِ ْ َ ‫س‬َ ‫ل‬ ْ‫ج‬َ ‫أ‬ ‫ا‬‫م‬َ َّ :َ‫قَال‬
ِ ‫آَّلل‬
‫ رواه أحمد و مسلم و الترمذي و النسائي‬. َ‫ع َّز َو َج َّل يُبَاهِي بِ ُك ُم ْال َم َالئِ َكة‬ َ َّ ‫أ َ ْستَحْ ِل ْف ُك ْم ت ُ ْه َمةً لَ ُك ْم َولَ ِكنَّه ُ أَت َانِي ِجب ِْري ُل فَأ َ ْخبَ َرنِي أ َ َّن‬
َ ‫َّللا‬
“ Dari Abu Sa'id al-Khudriy radliallahu 'anhu, Mu'awiyah berkata: Sesungguhnya Rasulullah
shalla Allahu alaihi wa sallam pernah keluar menuju halaqah (perkumpulan) para
sahabatnya, beliau bertanya: "Kenapa kalian duduk di sini?". Mereka menjawab: "Kami
duduk untuk berdzikir kepada Allah dan memujiNya sebagaimana Islam mengajarkan kami,
dan atas anugerah Allah dengan Islam untuk kami". Nabi bertanya kemudian: "Demi Allah,
kalian tidak duduk kecuali hanya untuk ini?". Jawab mereka: "Demi Allah, kami tidak duduk
kecuali hanya untuk ini". Nabi bersabda: "Sesungguhnya aku tidak mempunyai prasangka
buruk terhadap kalian, tetapi malaikat Jibril datang kepadaku dan memberi kabar
bahwasanya Allah 'Azza wa Jalla membanggakan tindakan kalian kepada para malaikat".
(Hadits riwayat: Ahmad, Muslim, At-Tirmidziy dan An-Nasa`iy).
Jika kita perhatikan hadits ini, dzikir bersama yang dilakukan para sahabat tidak hanya
sekedar direstui oleh Nabi Muhammad SAW, tetapi Nabi juga memujinya, karena pada saat
yang sama Malaikat Jibril memberi kabar bahwa Allah 'Azza wa Jalla membanggakan
kreatifitas dzikir bersama yang dilakukan para sahabat ini kepada para malaikat.
Sekarang marilah kita perhatikan hadits berikut ini
‫ َال يَ ْقعُ ُد‬:َ‫سلَّ َم أَنَّه ُ قَال‬
َ ‫علَ ْي ِه َو‬ َّ ‫صلَّى‬
َ ُ‫َّللا‬ َ ِ ‫علَى النَّ ِبي‬ َ ‫ش ِه َدا‬َ ‫سعِي ٍد ْال ُخد ِْري ِ أَنَّ ُه َما‬ َ ‫علَى أ َ ِبي ه َُري َْرة َ َوأ َ ِبي‬ َ ‫ع ِن ْاَل َغ َِر أ َ ِبي ُم ْسل ٍِم أَنَّه ُ قَا َل أ َ ْش َه ُد‬
َ
‫ رواه مسلم‬.ُ‫َّللاُ فِي َم ْن ِع ْن َده‬ َّ ‫سكِينَةُ َوذَك ََر ُه ُم‬
َّ ‫علَ ْي ِه ُم ال‬
َ ْ‫ت‬ َ ‫ل‬ َ‫َز‬ ‫ن‬‫و‬ ُ ‫ة‬‫م‬ ْ‫ح‬ ‫الر‬
َ َ َّ ُ ُ َ َ ‫م‬ ‫ه‬ْ ‫ت‬‫ي‬‫ش‬ِ ‫غ‬
َ ‫و‬ ُ ‫ة‬ َ
‫ك‬ ‫ئ‬
ِ ‫ال‬َ ‫م‬ ْ
‫ل‬ ‫ا‬ ‫م‬‫ه‬ْ ‫ت‬َّ
َ ُُ َ ِ َ َ َ َ‫ف‬‫ح‬ َّ
‫ال‬ ‫إ‬ َّ
‫ل‬ ‫ج‬‫و‬ َّ
‫ز‬ ‫ع‬ ‫َّللا‬
َّ َ‫ون‬ ‫ر‬ ُ
‫ك‬ ‫ذ‬ْ
ُ َ ٌ ْ ‫ي‬ ‫م‬‫و‬ َ ‫ق‬
"Dari Al-Agharr Abu Muslim, sesungguhnya ia berkata: Aku bersaksi bahwasanya Abu
Hurairah dan Abu Said Al-Khudzriy bersaksi, bahwa sesungguhnya Nabi shalla Allahu alaihi
wa sallam bersabda: "Tidak duduk suatu kaum dengan berdzikir bersama-sama kepada
Allah 'Azza wa Jalla, kecuali para malaikat mengerumuni mereka, rahmat Allah mengalir
memenuhi mereka, ketenteraman diturunkan kepada mereka, dan Allah menyebut mereka
dalam golongan orang yang ada disisiNya". (Hadits riwayat Muslim) dan masih banyak lagi
hadts hadits shohih yang menjelaskan tentang ke utamaan dzikir berjama’ah.
3. DASAR - DASAR BACAAN YANG ADA DALAM ACARA YASINAN DAN TAHLILAN

Seluruh bacaan dan dzikir yang kita baca dalam yasinan dan tahlilan semua mengandung
ke utamaan – ke utamaan,dan Rosululloh SAW sendiri menyuruh kita untuk membacanya.

Bacaan-bacaan yang selalu dibaca dalam acara tahlilan yaitu:


1. Membaca Surat Al-Fatihah.
Dalil mengenai keutaman Surat Al Fatihah:Telah Bersabda Rosululloh SAW :

Dari Abu Sa`id Al-Mu'alla radliallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shalla Allahu alaihi wa
sallam bersabda kepadaku: "Maukah aku ajarkan kepadamu surat yang paling agung dalam
Al-Qur'an, sebelum engkau keluar dari masjid?". Maka Rasulullah memegang tanganku.
Dan ketika kami hendak keluar, aku bertanya: "Wahai Rasulullah! Engkau berkata bahwa
engkau akan mengajarkanku surat yang paling agung dalam Al-Qur'an". Beliau menjawab:
"Al-Hamdu Lillahi Rabbil-Alamiin (Surat Al-Fatihah), ia adalah tujuh surat yang diulang-ulang
(dibaca pada setiap sholat), ia adalah Al-Qur'an yang agung yang diberikan
kepadaku".(Hadits riwayat: Al-Bukhari).
2. Membaca Surat Yasin.
Dalil mengenai keutamaan Surat Yasin.

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu., ia berkata: "Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam
bersabda: "Barangsiapa membaca surat Yasin di malam hari, maka paginya ia mendapat
pengampunan, dan barangsiapa membaca surat Hamim yang didalamnya diterangkan
masalah Ad-Dukhaan (Surat Ad-Dukhaan), maka paginya ia mendapat mengampunan".
(Hadits riwayat: Abu Ya'la). Sanadnya baik. (Lihat tafsir Ibnu Katsir dalam tafsir Surat
Yaasiin)
Dari Ma'qil bin Yasaar radliallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam
bersabda: "Bacalah Surat Yaasiin atas orang mati kalian" (Hadits riwayat: Ahmad, Abu
Dawud dan Ibnu Majah).

Dari Ma'qil bin Yasaar radliallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa
sallam bersabda: Surat Al-Baqarah adalah puncak Al-Qur'an, 80 malaikat menyertai
diturunkannya setiap ayat dari surat ini. Dan Ayat laa ilaaha illaa Huwa Al-Hayyu Al-
Qayyuumu (Ayat Kursi) dikeluarkan lewat bawah 'Arsy, kemudian dimasukkan ke dalam
bagian Surat Al-Baqarah. Dan Surat Yaasiin adalah jantung Al-Qur'an, seseorang tidak
membacanya untuk mengharapkan Allah Tabaaraka wa Ta'aalaa dan Hari Akhir (Hari
Kiamat), kecuali ia diampuni dosa-dosanya. Dan bacalah Surat Yaasiin pada orang-orang
mati kalian". (Hadits riwayat: Ahmad)
3. Membaca Surat Al-Ikhlash.
Dalil mengenai keutamaan Surat Al-Ikhlash.

Dari Abu Said Al-Khudriy radliallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam
bersabda kepada para sahabatnya: "Apakah kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-
Qur'an dalam semalam?". Maka mereka merasa berat dan berkata: "Siapakah di antara
kami yang mampu melakukan itu, wahai Rasulullah?". Jawab beliau: "Ayat Allahu Al-Waahid
Ash-Shamad (Surat Al-Ikhlash maksudnya), adalah sepertiga Al-Qur'an" (Hadits riwayat: Al-
Bukhari).

Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam
mendengar seseorang membaca Qul huwaAllahu Ahad (Surat Al-Ikhlash). Maka beliau
bersabda: "Pasti". Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang pasti?".
Jawab beliau: "Ia pasti masuk surga". (Hadits riwayat: Ahmad).

4. Membaca Surat Al-Falaq 5. Membaca Surat An-Naas

Dalil keutamaan Surat Al-Falaq dan An-Naas.Dari Aisyah radliallahu 'anhaa, "bahwasanya
Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam bila merasa sakit beliau membaca sendiri Al-
Mu`awwidzaat (Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas), kemudian
meniupkannya. Dan apabila rasa sakitnya bertambah aku yang membacanya kemudian aku
usapkan ke tangannya mengharap keberkahan dari surat-surat tersebut". (Hadits riwayat:
Al-Bukhari).
6. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 1 sampai 5 7. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 163 8.
Membaca Surat Al-Baqarah ayat 255 (Ayat Kursi) 9. Membaca Surat Al-Baqarah ayat 284
sampai akhir Surat.
Dalil keutamaan ayat-ayat tersebut:
Artinya"Dari Abdullah bin Mas'ud radliallahu 'anhu, ia berkata: "Barangsiapa membaca 10
ayat dari Surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka setan tidak masuk rumah itu pada
malam itu sampai pagi, Yaitu 4 ayat pembukaan dari Surat Al-Baqarah, Ayat Kursi dan 2
ayat sesudahnya, dan 3 ayat terakhir yang dimulai lillahi maa fis-samaawaati..)" (Hadits
riwayat: Ibnu Majah).

10. Membaca Istighfar ,


Dalil keutamaan membaca istighfar:Allah SWT berfirman:
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika
kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus
menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi
kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu
berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat". (QS. Huud
ayat 3)

“ Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu : Aku mendengar Rasulullah shalla Allahu alaihi wa
sallam bersabda: "Demi Allah! Sungguh aku beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat
kepadaNya lebih dari 70 kali dalam sehari". (Hadits riwayat: Al-Bukhari).
“ Dari Al-Aghar bin Yasaar Al-Muzani radliallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shalla Allahu
alaihi wa sallam bersabda: "Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah. Sesungguhnya aku
bertaubat kepadaNya seratus kali dalam sehari". (Hadits riwayat: Muslim).
11. Membaca Tahlil : ُ‫الَ اِلَهَ إِالَّ هللا‬
ُ 14. Membaca Tahmid : ِ‫ْال َح ْم ُد هلل‬
12. Membaca Takbir : ‫ اَهللُ أ َ ْكبَ ُر‬13. Membaca Tasbih : ِ‫س ْب َحانَ هللا‬
Dalil mengenai keutamaan membaca tahlil, takbir dan tasbih:
Dari Jabir bin Abdullah radliallahu 'anhumaa, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shalla
Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik Dzikir adalah ucapan Laa ilaaha illa-Llah,
dan sebaik-baik doa adalah ucapan Al-Hamdi li-Llah". (Hadits riwayat: At-Tirmidzi dan Ibnu
Majah).
Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: "Ada
dua kalimat yang ringan di lidah, berat dalam timbangan kebaikan dan disukai oleh Allah
Yang Maha Rahman, yaitu Subhaana-Llahi wa bihamdihi, Subhaana-Llahi Al-'Adzim".(
Hadits riwayat: Al-Bukhari, Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

Dari Abu Dzar radliallahu 'anhu, dari Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam, sesungguhnya
beliau bersabda: "Bahwasanya pada setiap tulang sendi kalian ada sedekah. Setiap bacaan
tasbih itu adalah sedekah, setiap bacaan tahmid itu adalah sedekah, setiap bacaan tahlil itu
adalah sedekah, setiap bacaan takbir itu adalah sedekah, dan amar makruf nahi munkar itu
adalah sedekah, dan mencukupi semua itu dua rakaat yang dilakukan seseorang dari sholat
Dluha.” (Hadits riwayat: Muslim).

Demikianlah dalil-dalil yang biasa dipakai sebagai dasar dilaksanakanya amal tahlilan dan
yasinan oleh kaum muslimin yang mendukung tahlilan dan yasinan. Tulisan ini bukan
bermaksud untuk mengajak pembaca sekalian harus setuju dengan tahlilan dan yasinan,
tetapi lebih sebagai keprihatinan penulis terhadap kondisi umat Islam khususnya di Pulau
Batam, yang saling menyalahkan, membid’ahkan bahkan sampai mengkafirkan satu sama
lain. Padahal ini hanya disebabkan perbedaan-perbedaan pendapat para ‘ulama kita, yang
para ulama itu sendiri sebenarnya sangat longgar dalam mensikapinya. Tahlilan dan
yasinan adalah salah satu amalan yang selalu dicecar dengan kata-kata sesat, bid’ah
bahkan sampai kekafiran. Dan bisa dikatakan bahwa di Batam ini, tahlilan dan yasinan
menjadi icon tudingan bid’ah oleh semua pihak yang tidak setuju dengan tahlilan dan
yasinan. Setiap pembicaraan bid’ah, ahli bid’ah, menyalahi sunah, sesat dan lain
sebagainya pasti menjadikan yasinan dan tahlilan sebagai contohnya.

Satu hal yang harus kita ingat,


Bahwa menjadikan tahlilan dan yasinan sebagai icon tudingan bid’ah , telah menyebabkan
kaum muslimin lalai terhadap masalah-masalah yang lebih penting dan prinsipil, seperti
pemikiran aqidah yang jelas-jelas kebid’ahan dan kesesatanya yang juga berkembang pada
hari ini. Kaum muslimin lalai bahwa di negeri ini ajaran syi’ah dan ahmadiyah terus
merangkak maju dan berkembang dengan doktrin dan komunitasnya yang semakin hari
semakin kuat. Kaum muslimin juga lalai bahwa kesesatan dan kemusyrikan yang hakiki di
abad modern ini, yakni materialisme dan hedonisme, telah menggerogoti ketauhidan dan arti
nilai ketuhanan yang bersemayam di hati manusia secara luas. Kaum muslimin juga lalai
bahwa saat ini banyak sekali muncul kelompok-kelompok sempalan yang mengusung
pemahaman sesat dan sangat jauh dari ajaran Islam yang sebenarnya seperti jama’ah
salamullah, agama baha’iyah ingkarus sunah dan lain-lainya.
Mudah-mudahan tulisan yang sangat sederhana ini bisa mengembalikan semangat kaum
muslimin yang setuju dengan YASINAN DAN TAHLILAN,dan bagi kaum muslimin
yang ANTI YASINAN DAN TAHLILAN,mudah-mudahan bisa menjaga amanah Allah yang
berupa lidah,sehingga ia tidak menjadi sebab binasanya sang pemilik lidah itu sendiri.

BARAKALLAHUFIIK.......

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
============================================