Anda di halaman 1dari 2

Sembilan Program Prioritas Nawa Cita

Menuju Indonesia Hebat


in Kebijakan Publik, Media Center, Nawa Cita October 20, 2014 39 Comments 7,106 Views

Indonesia telah memasuki babak baru dalam demokrasi dan telah melahirkan pemimpin masa
depan. Lima tahun kedepan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla
telah merancang sembilan agenda prioritas, hal ini telah dipersiapkan mereka ketika maju
menjadi calon presiden dan wakil presiden pada pilpres lalu.

Kesembilan program serta agenda prioritas yang Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden
Jusuf Kalla persiapkan ini disebut Nawa Cita. Gagasan dari program ini nantinya akan dijalankan
menurut skala prioritas dan membawa jalan perubahan menuju Indonesia yang lebih baik,
berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Kesembilan program tersebut diantaranya adalah:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman
kepada seluruh warga negara. Di dalam poin ini presiden Joko Widodo akan menerapkan politik
luar negeri yang bebas aktif sehingga dapat melindungi hak dan keselamatan warga negara
Indonesia yang berada di luar negeri. Selain itu juga menjaga kedaulatan maritim Indonesia
dengan luas wilayah lautan yang sangat besar, maka negara harus dapat mengembangkan
industri pertahanan nasional.

2. Membuat pemerintah untuk selalu hadir dengan membangun tata kelola pemerintahan yang
bersih, efektif, demokratis dan terpercaya. Pemerintahan Joko Widodo dalam Kabinet Kerja
nantinya memiliki keinginan untuk dapat mejalankan reformasi birokrasi dengan peningkatan
partisipasi publik serta transparansi tata kelola pemerintahan. Hal itu dilakukan agar dapat
memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam
kerangka negara kesatuan. Pemerintahan Joko Widodo memandang penting untuk dapat
mengimplementasikan UU desa sehingga terjadi pemerataan pembangunan antar wilayah
terutama desa, kawasan timur indonesia dan kawasan perbatasan. Semua itu perlu dilakukan
sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang
bebas korupsi, bermartabat serta terpercaya. Hal ini dilakukan dengan cara membangun politik
legislatif yang kuat sehingga dapat aktif dalam melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia.
Selain itu juga dapat menegakkan HAM serta melakukan reformasi lembaga penegak hukum
agar dapat membangun budaya hukum di Indonesia.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, yaitu dengan cara program “Indonesia
Pintar” melalui wajib belajar 12 tahun tanpa dimintai pungutan biaya. Selain itu juga terdapat
program kartu “Indonesia Sehat” yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan
utamanya kepada golongan masyarakat yang kurang mampu. Program “Indonesia Kerja” dan
“Indonesia Sejahtera” yang akan melakukan reformasi agraria 9 juta hektar untuk masyarakat
tani dan buruh tani, pembangunan rumah susun bersubsidi serta jaminan sosial.

6. Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa
Indonesia bisa maju serta bangkit bersama dengan bangsa asia lainnya. Hal ini dilakukan dengan
cara membangun infrastruktur berupa jalan baru sepanjang 2.000 kilometer, membangun 10
pelabuhan baru, membangun 10 bandara baru, membangun 10 kawasan industri baru dan
terpenting adalah menciptakan layanan satu atap untuk investasi agar tercipta efisiensi perijinan
bisnis yang semakin maksimal.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi


domestik. Untuk mencapai kondisi tersebut akan dilakukan dengan cara membangun kedaulatan
pangan, energi dan keuangan. Selain itu juga membangun bank khusus tani dan nelayan serta
membangun fasilitas pengolahan setelah panen di tiap sentra produksi pertanian dan perikanan,
serta dengan pemanfaatan teknologi unggul melalui kebijakan penciptaan sistem inovasi
nasional.

8. Membangun revolusi karakter bangsa dengan cara membangun pendidikan kewarganegaraan


serta penyeragaman sistem pendidikan nasional. Selain itu juga memperbesar akses bagi warga
miskin untuk mendapatkan pendidikan tinggi serta memprioritaskan pembiayaan penelitian yang
menunjang iptek.

9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia yang dilakukan dengan
cara membangun kembali gotong royong sebagai modal sosial melalui rekonstruksi sosial,
mengembangkan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal
serta meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan
budaya Indonesia.

Program-program tersebut nantinya akan dituangkan menjadi sebuah langkah nyata oleh
presiden Joko Widodo dalam menjalankan pemerintahannya periode 2014-2019 dan akan
dibantu oleh 34 kementerian serta diisi oleh 18 profesional non partai dan 16 profesional partai.
Kabinet yang telah dibentuk oleh Jokowi akan mengusung nama “Kabinet Kerja” sesuai dengan
semangatnya. Rakyat Indonesia sangat berharap dan menanti dari program yang dijalankan
pemerintahan sekarang ini memiliki dampak langsung dan dapat dinikmati oleh segenap lapisan
masyarakat.

Kesembilan program Nawa Cita adalah jalan perubahan untuk menuju Indonesia yang mandiri,
berdaulat, dan berkepribadian. Indonesia Hebat !