Anda di halaman 1dari 15
BAB 6 PETA JALAN (ROAD MAP )
BAB 6
PETA JALAN (ROAD MAP )

6.1 PRINSIP DAN ACUAN

Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas Badan Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun baik jangka pendek, menengah, dan jangka panjang ke depan, sehingga potensi daerah dapat dijadikan sebagai sumber peningkatan pendapatan daerah dan pendapatan untuk kesejahteraan masyarakat. Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun memiliki keterkaitan dengan Rencana Jangka Panjang Kabupaten Sarolangun yang termuat dalam Visi Kabupaten Sarolangun. Keberhasilan pelaksanaan dan pencapaiannya sangat dipengaruhi oleh komprehensitifitas, tanggung jawab, kreatifitas dan inisiatif dari aparatur bidang penanaman modal demi tercapainya visi Badan Penanaman Modal. Penyusunan Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun dimaksudkan untuk mengarahkan tahap-tahap (fase) pencapaian bidang penanaman modal dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Tujuannya agar efisien dan efektif dalam mendukung kebutuhan investasi di Kabupaten Sarolangun, adapun tujuan Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun adalah:

a. Sebagai dasar acuan bagi setiap bidang dan aparatur Badan Penanaman Modal dalam merencanakan kegiatan-kegiatan tahunan untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan;

b. Merupakan bahan acuan bagi stakeholder lainnya dalam integrasi kegiatan- kegiatan pengembangan investasi di Kabupaten Sarolangun; dan

c. Sebagai bahan pertimbangan bagi Pemeritah Daerah dan pihak-pihak lainnya dalam mengambil keputusan penganggaran, ekonomi, dan pembangunan.

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-1

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

Sasaran dari Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun adalah sebagai berikut:

a.

Terfokusnya sektor/ bidang usaha unggulan yang dipilih untuk pengembangan investasi.

b.

Terwujudnya kegiatan promosi yang efektif bagi peningkatan minat investor.

b.

Terwujudnya regulasi yang mudah dan murah bagi kegiatan investasi.

c.

Terwujudnya keterpaduan program bidang investasi di seluruh Kabupaten Sarolangun.

6.2 PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

Peta Jalan (Road Map) Penanaman Modal Kabupaten Sarolangun disusun dalam 4 (empat) fase yang dilakukan secara paralel dan simultan mulai dari mulai dari tahap jangka pendek menuju tahap jangka panjang dan saling berkaitan satu dengan lainnya. Tahapan pencapaian ini ditetapkan untuk menjadi pedoman dan panduan skala prioritas penanaman modal dalam rangka menyusun skala prioritas tahunan, sekaligus berperan sebagai bahan dasar untuk melakukan evaluasi atas pelaksanaan penanaman modal, dan kemudian berdasarkan indikator tersebut dapat dilakukan perbaikan arah dan strategi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana penanaman modal jangka panjang.

1. Tahap I (Periode 2016-2017) : Pengembangan penanaman modal yang relatif mudah dan cepat menghasilkan Pada tahap ini kegiatan yang dilaksanakan antara lain mendorong dan menfasilitasi penanaman modal, baik yang melakukan penanaman modal baru maupun perluasan usaha, penanam modal yang menghasilkan bahan baku/ barang setengah jadi bagi industri lainnya, penanam modal yang mengisi kekurangan kapasitas produksi atau memenuhi kebutuhan di dalam negeri dan substitusi impor, serta penanam modal penunjang infrastruktur. Untuk mendukung implementasi tahap I dan mendukung tahap-tahap lainnya, langkah-langkah kebijakan penanaman modal adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan dan mengefektifkan koordinasi lintas sektor/antar instansi dalam meregulasi, memfasilitasi, dan mempercapat proses realisasi penanaman modal yang sudah direncanakan dan segera merealisasikan penanaman modal yang telah siap direalisasikan

2. Regulasi dan kebijakan dalam rangka mempermudah penanaman modal;

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-2

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

3. Pengembangan kualitas ketenagakerjaan yang mengarah pada perluasan dan pengembangan lapangan kerja, kualitas tenaga kerja yang mandiri dan mampu bersaing di tingkat global;

4. Mengidentifikasi proyek-proyek penanaman modal yang siap ditawarkan dan dipromosikan;

5. Menata dan mengintesifkan strategi promosi dengan penyediaan informasi yang semakin komprehensif, akurat, cepat mengenai penanaman modal dan aspek lainnya pada usaha mikro, kecil dan menengah

6. Mempromosikan Kabupaten Sarolangun sebagai daerah tujuan investasi potensial (the right place to invest).

7. Melakukan kerjasama investasi regional dan antar regional untuk kepentingan penunjang investasi dan kerjasama regional dalam penyediaan air bersih dan infrastruktur pendukung investasi lainnya.

8. Pengembangan sistem kinerja pelayanan perizinan terpadu yang didukung oleh sistem budaya birokrasi yang aspiratif, transparan, akuntabel dan pemanfaatan sistem informasi/ pendataan yang kredibel

Karakteristik kebijakan dan strategi penanaman modal pada tahapan ini dilakukan dengan tetap menggunakan pendekatan regionalisasi dan pendekatan sektoral dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Tersedianya regulasi tentang penanaman modal;

2. Perencanaan dan kebijakan penanaman modal yang semakin terintegrasi dengan baik;

3. Kerjasama yang semakin kuat dan intensif antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah dengan Swasta;

4. Pelayanan perizinan yang semakin mudah, efisien dan efektif dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal;

5. Penguatan kelembagaan;

6. Kebijakan penanaman modal yang semakin kondusif

2. Tahap II (Periode 2018-2020) : perekonomian daerah berbasis ekonomi kerakyatan Pada tahap ini kegiatan yang diprioritaskan adalah upaya mewujudkan perekonomian daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan potensi unggulan daerah. Untuk mendukung implementasi Tahap II dan mendukung tahap lainnya, dilakukan langkah-langkah kebijakan penanaman modal sebagai berikut:

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-3

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

1. Melanjutkan meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur dengan jangkauan semakin luas ke wilayah-wilayah yang relative masih terbatas khususnya di perdesaan sehingga pemerataan infrastruktur semakin baik;

2. Pemantapan sistem penataan ruang dengan dukungan fasilitas sarana prasarana dan sistem administrasi pertanahan yang memadahi menuju terwujudnya kawasan masing-masing yang memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif sebagai upaya pengembangan kawasan tersebut;

3. Penguatan sistem pengembangan produk unggulan wilayah yang menjadi andalan wilayah;

4. Pemantapan sistem kinerja pelayanan perizinan terpadu yang didukung oleh kesempurnaan sistem perizinan online yang aspiratif, transparan, akuntabel dengan sistem informasi data yang kredibel;

5. Penguatan sistem pengembangan kualitas ketenagakerjaan yang mampu mewujudkan tenaga kerja yang mandiri dan mampu bersaing di tingkat global;

6. Mengintensifkan promosi dan penyediaan informasi tentang peluang dan potensi investasi;

7. Peningkatan penyediaan informasi yang semakin komprehensif, akurat, cepat mengenai penanaman modal pada usaha kecil, sedang dan besar yang berorientasi agrobisnis;

8. Pemantapan sistem kelembagaan ekonomi kerakyatan di daerah;

9. Pemberian kemudahan dan insentif bagi penanaman modal di bidang agrobisnis dan yang berwawasan lingkungan

Karakteristik kebijakan dan strategi penanaman modal pada tahapan ini dilakukan dengan tetap menggunakan pendekatan regionalisasi dan pendekatan sektoral dengan karakteristik sebagai berikut:

1. Meningkatnya ketersedianya infrastruktur pelayanan dasar;

2. Meningkatnya ketersedian infrastruktur yang menunjang agrobisnis;

3. Meningkatkan intensitas kerjasama yang semakin kuat dan intensif antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dengan Swasta;

4. Pelayanan yang semakin efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, cepat dan akurat;

5. Penguatan kelembagaan dan peningkatan kehandalan kelembagaan.

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-4

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

3. Tahap III (Periode 2021-2023) Pelaksanaan Tahap III dimaksudkan untuk mencapai dimensi penanaman modal jangka panjang (2021 2023). Pelaksanaan tahap ini baru bisa diwujudkan apabila seluruh elemen yang menjadi syarat kemampuan telah dimiliki, seperti tersedianya infrastruktur yang mencukupi, terbangunnya sumber daya manusia yang handal, terwujudnya sinkronisasi kebijakan penanaman modal pusat-daerah, dan terdapatnya sistem pemberian kemudahan dan/atau insentif penanaman modal yang berdaya saing.

Pada tahap ini, langkah-langkah kebijakan penanaman modal yang diambil sebagai berikut:

1. Pemantapan terwujudnya sistem penataan ruang yang mampu menciptakan ruang-ruang wilayah yang berkembang optimal sesuai potensi, kondisi dan keunggulan masing-masing;

2. Penguatan terwujudnya sistem administrasi pertanahan yang mampu menciptakan tertib administrasi, tertib pemanfaatan ruang dan tertib hokum pemilikan ruang/tanah;

3. Pemantapan terwujudnya sistem pengembangan produk unggulan daerah dengah produk-produknya secara nyata dan berkualitas;

4. Membangun sistem manajemen penanaman modal yang baik;

5. Pemantapan kerjasama antara pemerintah kabupaten Sarolangun, Pemerintah Propinsi, Pemerintah dan swasta;

6. Penguatan terwujudnya sistem pengembangan kualitas ketenagakerjaan yang mampu menghasilkan tenaga kerja yang mandiri, memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif;

7. Penguatan terwujudnya sistem kinerja pelayanan publik yang berkualitas oleh aparat pemerintah daerah;

8. Mengintensifkan peningkatan penyediaan informasi yang semakin komprehensif, akurat, cepat mengenai persyaratan dan peluang penanaman modal, jejaringan usaha dan antar instansi, baik pada lingkup sektoral, antar wilayah, nasional dan internasional.

Karakteristik kebijakan dan strategi penanaman modal pada tahapan ini dilakukan dengan tetap menggunakan pendekatan regionalisasi dan pendekatan sektoral dengan karakteristik sebagai berikut:

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-5

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

1. Meningkatkan intensitas kerjasama yang semakin kuat dan intensif antara Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dengan Swasta;

2. Managemen penanaman modal yang lebih baik;

3. Penguatan kelembagaan dan peningkatan kehandalan kelembagaan dengan menerapkan standar internasional;

4. Kebijakan investasi yang semakin kondusif dengan sasaran khusus peningkatan daya saing perekonomian untuk menuju persaingan global.

4. Tahap IV (Periode 2024-2025) : Pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan (Knowledge-Based Economy) Pelaksanaan Tahap IV dimaksudkan untuk mencapai kepentingan penanaman modal setelah tahun 2025 pada saat perekonomian Kabupaten Sarolangun sudah tergolong maju. Pada tahap ini, fokus penanganan adalah pengembangan kemampuan ekonomi ke arah pemanfaatan teknologi tinggi ataupun inovasi. Untuk mendukung pelaksanaan Tahap IV, langkah-langkah kebijakan penanaman modal adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan kebijakan dalam rangka mendorong kegiatan penanaman modal yang inovatif, mendorong pengembangan penelitian dan pengembangan (research and development), menghasilkan produk berteknologi tinggi, dan efisiensi dalam penggunaan energi.

1. Menjadi kabupaten yang memiliki industri yang ramah lingkungan.

2. Mendorong Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk membangun kawasan ekonomi berbasis teknologi tinggi (technopark)

6.3 TAHAPAN PETA JALAN (ROAD MAP) UNTUK MASING-MASING SEKTOR

Tabel VI.1 Peta Jalan ( Road Map) Masing-Masing Sektor

No

Sektor

2016-2017

 

2018-2020

2021-2025

 

1

Pertanian

dan

1. Optimalisasi potensi sektor pertanian

 

Perkebunan

Progam I Peningkatan efisiesi usaha pertanian untuk mengurangi beban biaya tinggi

Progam I Peningkatan efisiesi usaha pertanian untuk mengurangi beban biaya tinggi

Progam I Peningkatan efisiesi usaha pertanian untuk mengurangi beban biaya tinggi

Kegiatan:

Kegiatan:

Kegiatan:

1. Penetapan

biaya

jasa

1. Penertiban pungutan liar di jalur distribusi

1. Penertiban

angkut

pungutan

liar

di

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-6

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

 

2016-2017

2018-2020

2021-2025

   

2.

Penertiban pungutan liar di jalur distribusi barang produk pertanian dan perkebunan

barang

produk

jalur

distribusi

pertanian

dan

barang

produk

perkebunan

pertanian

dan

perkebunan

Progam II Peningkatan kapasitas petugas teknis pertanian

Progam II Peningkatan kapasitas petugas teknis pertanian

Progam II Peningkatan kapasitas petugas teknis pertanian

Kegiatan:

Kegiatan:

Kegiatan:

1.

Pelatihan budidaya pertanian untuk petugas

1. Peningkatan jumlah petugas teknis lapangan

1. Peningkatan

jumlah

petugas

teknis

teknis lapangan

 

lapangan

2.

Peningkatan jumlah petugas teknis lapangan

Progam III Peningkatan kualitas SDM yang berkaitan dengan ketrampilan, pengetahuan dan teknologi produksi maupun distribusi sektor pertanian dan perkebunan

   

Kegiatan:

   

Pengadaan pelatihan capacity building kelompok usaha tani

Progam IV:

   

Peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana kegiatan sektor pertanian dan perkebunan sebelum dan pasca secara tepat dan terjangkau

Kegiatan:

   

1. Pendirian balai pembibitan pertanian dan perkebunan

2. Pembuatan jalan yang menghubungkan sentra produksi dengan sentra

 

pemasaran

Progam V

   

Peningkatan

pemasaran

sektor

pertanian

dan

perkebunan

Kegiatan:

   

1.

Pendirian

pusat

informasi

produk

pertanian

dan

perkebunan

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-7

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

2016-2017

 

2018-2020

2021-2025

   

2. Pameran

produk

   

pertanian

dan

perkebunan

2.Peningkatan peluang kerja pada sektor pertanian

 

Progam I Peningkatan jumlah usaha kecil dan menengah

Progam I

   

Peningkatan

jumlah

usaha

kecil

dan

 

menengah

Kegiatan:

Kegiatan:

   

Peningkatan dan penyebarluasan informasi mengenai usaha pertanian dan perkebunan berdasarkan profil sektor unggulan

Pembinaan kepada para

pengusaha

skala

menengah dan besar untuk mendukung terbentuknya kelompok usaha

Progam II

   

Peningkatan

kemampuan

wisausaha

Kegiatan:

   

Pelatihan

budidaya

pertanian

dan perkebunan

bagi pemuda

3.Revitalisasi kelembagaan petani dari usaha budaya menjadi lembaga usaha

 

Progam I

 

Progam I

Pengembangan

usaha

Pengembangan

usaha

agroindustri

agroindustri

 

Kegiatan:

 

Kegiatan:

1. Pelatihan

1. Pendirian

pabrik

pembuatan

produk

pembuatan

produk

berbasis

olahan

pertanian

dan

pertanian

dan

perkebunan

perkebunan

2. Pelatihan pengemasan produk

pertanian

dan

perkebunan

 

Progam II Peningkatan jumlah usaha informal/ formal sektor pertanian dan perkebunan

 
 

Kegiatan:

   

Pendirian

usaha

penyediaan

kebutuhan

untuk

sektor

pertanian

dan perkebunan

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-8

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

2016-2017

 

2018-2020

2021-2025

   

4.Peningkatan pemberdayaan kemampuan masyarakat dalam usaha

 

Progam I

   

Memperkokoh

kelembagaan

usaha

ekonomi

 

Kegiatan:

   

Pelatihan pengembangan

usaha

bagi

kelompok

usaha

2

Sektor Pariwisata

1.Peningkatan jumlah wisatawan

 

Progam I Penataan objek wisata

Progam I Terciptanya regulasi yang

Progam I

Terciptanya

regulasi

 

mendorong

peningktan

yang

mendorong

sektor pariwisata

 

peningktan

sektor

 

pariwisata

Kegiatan:

Kegiatan:

 

Kegiatan:

1. Inventarisasi objek wisata

1. Fasilitas

1. Fasilitas pengurangan pajak

pengurangan pajak

2. Inventarisasi kepemilikan lahan objek wisata

2. Kemudahan

dalam

2. Kemudahan dalam perijinan

perijinan

3. Adanya

regulasi

3. Adanya

regulasi

3. Penegasan kepastian hak milik kepemilikan lahan objek wisata

yang

mengatur

yang

mengatur

persaingan

usaha

persaingan

usaha

yang

yang

 

memungkinkan

memungkinkan

masyarakat

lokal

masyarakat

lokal

lebih

berperan

lebih

berperan

dalam

usaha

dalam

usaha

kepariwisataan

kepariwisataan

Progam II

   

Peningkatan

informasi

sektor pariwisata

Kegiatan:

   

1. Pendirian pusat informasi pariwisata tingkat kabupaten

2. Pembuatan website sebagai sumber informasi pariwisata Kabupaten Sarolangun

3. Pengadaan pameran pariwisata dan budaya

4. Pendampingan oleh pemerintah dalam promosi pariwisata baik di dalam maupun luar negeri

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-9

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

 

2016-2017

2018-2020

2021-2025

   

Progam III Terciptanya regulasi yang mendorong peningkatan sektor pariwisata

   

Kegiatan:

     

1.

Fasilitas

pengurangan

pajak

2.

Kemudahan

dalam

perijinan

3.

Adanya

regulasi

yang

mengatur persaingan

usaha

yang

memungkinkan masyarakat lokal lebih berperan dalam usaha kepariwisata

Progam IV Terciptanya regulasi yang mendorong peningkatan sektor pariwisata

   

Kegiatan:

     

1. Pemberian

fasilitas

 

pengurangan pajak

2. Pemberian

kemudahan

 

dalam perijinan

3.

Adanya

regulasi

yang

mengatur persaingan

usaha

yang

memungkinkan masyarakat lokal lebih

berperan dalam usaha kepariwisataan.

2.Pemberdayaan masyarakat lokal sebagai daya dukung pariwisata

Progam I

 

Progam I Peningkatan keterlibatan masyarakat lokal

Progam I Peningkatan keterlibatan masyarakat lokal

Peningkatan

keterlibatan

masyarakat lokal

Kegiatan:

 

Kegiatan:

Kegiatan:

1. Terbentuknya kelompok penggerak budaya lokal

Peningkatan kapasitas lembaga adat, tokoh untuk

agama

Peningkatan

kapasitas

lembaga

adat,

tokoh

2. Pelatihan kewirausahaan masyarakat untuk mendukung daerah wisata

agama

untuk

meningkatkan motivasi

meningkatkan motivasi

dan

kepedulian

dan

kepedulian

masyarakat akan keberadaan objek wisata.

masyarakat

akan

keberadaan objek wisata.

3. Badan usaha milik desa dalam pengelolaan objek wisata

 

4. Peningkatan keterlibatan pemuda dan pemudi sebagai penggerak budaya lokal

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-10

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

 

2016-2017

 

2018-2020

2021-2025

   

5.

Peningkatan

kapasitas

   

lembaga

adat,

tokoh

agama

untuk

meningkatkan

motivasi

dan

kepedulian

masyarakat

akan

keberadaan

objek

wisata.

Progam II Memanfaatkan budaya lokal untuk meningkatkan wisatawan

Progam II

Progam II

Memanfaatkan

budaya

Memanfaatkan

budaya

lokal

untuk

lokal

untuk

meningkatkan wisatawan

meningkatkan

 

wisatawan

Kegiatan:

 

Kegiatan:

Kegiatan:

1. Investarisasi budaya lokal daerah wisata yang

1. Investarisasi budaya lokal daerah wisata yang bisa menarik

wisatawan

1. Investarisasi budaya lokal daerah wisata yang bisa menarik

 

bisa menarik wisatawan

2. Peningkatan kerjasama lembaga adat dengan lembaga adat dalam

2. Peningkatan kerjasama lembaga adat dengan lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal

wisatawan

2. Peningkatan kerjasama lembaga adat dengan lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan

 

menjaga

dan

melestarikan budaya lokal

3.

Pelatihan daya tarik budaya lokal kepada masyarakat

Peningkatan

pertunjukkan budaya

4.

3. Peningkatan

budaya

lokal untuk menarik

pertunjukkan

wisatawan

budaya lokal

3. Peningkatan pertunjukkan budaya lokal untuk menarik wisatawan

lokal

untuk

menarik

wisatawan

3.Peningkatan kualitas sarana dan prasarana sektor pariwisata

 

Progam I

 

Progam I

 

Peningkatan

kawasan

Peningkatan

kawasan

wisata

wisata

Kegiatan:

 

Kegiatan:

 

1. Invetarisasi

kualitas

Perencanaan pengembangan kawasan berbasis budaya lokal

 

infrastruktur

kawasan

wisata

2. Peningkatan

kualitas

 
 

infrastruktur

kawasan

wisata

3. Peningkatan

kualitas

 

umum kawasan wisata

fasilitas

di

4.

Peningkatan

kualitas

keamanan

di

daerah

wisata

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-11

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

2016-2017

2018-2020

2021-2025

   

4.Optimalisasi keterlibatan masyarakat lokal sebagai daya dukung sektor pariwisata

Progam I Peningkatan kualitas SDM

Progam I

Progam I

Peningkatan

kualitas

Peningkatan

kualitas

 

SDM

SDM

Kegiatan:

Kegiatan:

Kegiatan:

1. Pelatihan bahasa asing

Peningkatan petugas teknis pariwisata dengan melibatkan masyarakat setempat

Peningkatan petugas teknis pariwisata dengan melibatkan masyarakat setempat

untuk petugas wisata dan masyarakat sekitar lokasi wisata

2. Pelatihan pengelolaan

   

daerah wisata bagi aparat pemerintah 3. Peningkatan petugas teknis pariwisata dengan melibatkan masyarakat setempat

5.Pelestarian budaya setempat

 

Progam I Penataan budaya lokal

Progam I Penataan budaya lokal

Progam I Penataan budaya lokal

Kegiatan:

Kegiatan:

Kegiatan:

1. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya lokal

2. Pemilihan kawasan wisata terbaik berbasis budaya lokal

Peningkatan

partisipasi

Peningkatan

partisipasi

masyarakat

dalam

masyarakat

dalam

menjaga

kelestarian

menjaga

kelestarian

budaya lokal

budaya lokal

6.Perlindungan daya tarik wisata

 

Progam I Pemanfaatan sumber daya lingkungan

Progam I

 

Pemanfaatan

sumber

daya lingkungan

Kegiatan:

Kegiatan:

 

Peningkaan

kesadaran

Pembentukan Perda yang mengatur pemanfaatan sumber daya lingkungan di sekitar objek wisata

wawasan lingkungan

3

Sektor Industri

1.Peningkatan potensi perekonomian daerah melalui ekonomi masyarakat

Progam I Peningkatan kesempatan berusaha bagi masyarakat tidak mampu

Progam I Peningkatan kesempatan berusaha bagi masyarakat tidak mampu

Progam I Peningkatan kesempatan

berusaha

bagi

masyarakat tidak mampu

Kegiatan:

Kegiatan:

Kegiatan:

Terciptanya

kebijakan

Terciptanya

kelompok

1. Peningkatan

sarana

pengembangan UMKM

usaha

kecil

bagi

dan

prasarana

masyarakat

agroindustri

2. Peningkatan program

 

kemitraan

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-12

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

 

2016-2017

2018-2020

 

2021-2025

   

2.Peningkatan nilai investasi

 

Progam I

     

Peningkatan

pelayanan

publik

Kegiatan:

     

1.

Terbentuknya perda tentang penanaman modal bagi swasta

2.

Peningkatan bantuan perkuatan dana bergulir bagi kelompok usaha masyarakat.

Progam II Peningkatan regulasi untuk mempermudah perkembangan investasi

   

Kegiatan:

     

1. Review terhadap perda izin mendirikan bangunan

2. Review terhadap penetapan NJOP Pajak Bumi dan Bangunan

3. Review mengenai Perda retribusi izin Undang- undang gangguan dan Surat Izin Tempat Usaha

4.

Review tentang pertanahan

Progam III

 

Progam III Pemberdayaan dan penataan basis produksi dan distribusi

Progam III mberdayaan dan penataan basis produksi dan distribusi

Pemberdayaan

dan

penataan

basis

produksi

dan distribusi

Kegiatan:

 

Kegiatan:

Kegiatan:

Peningkatan

dan

Pengembangan

 

Pengembangan sistem informasi dan distribusi daerah dalam kesatuan pasar nasional

memperkuat basis produksi

agroindstri

skala

kecil

agroindustri,

utamanya

dan menengah

melalui

pengembangan

 

industri-industri

   

pendukung

(supporting

industries)

3.Peningkatan kualitas SDM

 

Progam I

 

Progam I

Progam I

Peningkatan

akses

Peningkatan

akses

Peningkatan

akses

masyarakat

terhadap

masyarakat

terhadap

masyarakat

terhadap

pendidikan

pendidikan

pendidikan

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-13

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

 

2016-2017

   

2018-2020

2021-2025

   

Kegiatan:

 

Kegiatan:

 

Kegiatan:

1.

Peningkatan

jumlah

Peningkatan mutu SDM sektor agroindustri dalam penguasaan teknologi

Peningkatan mutu SDM sektor agroindustri dalam penguasaan teknologi

dana

bantuan

operasional

siswa

(BOS)

dan

beasiswa

 

untuk masyarakat.

2.

Peningkatan

jumlah

 

tempat

pelatihan

keterampilan

bagi

masyarakat

4.Meningkatkan peluang besar

 

Progam I

 

Progam I

 

Progam I

Pengembangan

produk

Peningkatan

informasi

Pengembangan

produk

unggulan

 

sektor agroindustri

unggulan

Kegiatan:

 

Kegiatan:

 

Kegiatan:

Identifikasi

keuggulan

1.

Mendirikan

pusat

1. Peningkatan mutu produk sesuai dengan keinginan pasar 2. Pengembangan

sektor industri

 

informasi

produk

 

agroindustri di tingkat kabupaten

2.

Pembuatan

website

diversifikasi

produk

sebagai

sumber

agroindustri

informasi agroindustri

3.

Pameran

produk

agroindustri 4. Pendampingan oleh pemerintah dalam promosi produk agroindustri baik di dalam maupun di luar negeri

4

Sektor Pertambangan

1.Optimalisasi Pemanfaatan potensi sumber daya alam melalui peluang pasar yang tersedia sesuai dengan kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan

Progam I Peningkatan pemanfaatan sumber daya tambang dan galian berwawasan lingkungan

Progam I Peningkatan pemanfaatan sumber daya tambang dan galian berwawasan lingkungan

Progam I Peningkatan pemanfaatan sumber daya tambang dan galian berwawasan lingkungan

Kegiatan:

 

Kegiatan:

 

Kegiatan:

1. Pemetaan Potensi dan Masalah Sumber Daya Tambang Bersama Masyarakat Lokal

1. Pemetaan Potensi dan

Promosi Investasi Sumber Bidang Sumber Daya Tambang dan Galian

 

Masalah

Sumber

Daya

Tambang

Bersama

Masyarakat

2. Pembuatan Profil Sumber Daya Tambang dan Galian

Lokal

 

2. Penyusunan Pedoman

 

Pengelolaan

Sumber

3. Pemetaan Peluang Pasar Sumber Daya Tambang dan Galian

Daya

Tambang

dan

Galian

Berbasis

Cooperative

4. Penyusunan Pedoman Pengelolaan Sumber

Management Diantara Stakeholders

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-14

LAPORAN AKHIR PENYUSUNAN PETA JALAN (ROAD MAP) PENANAMAN MODAL

KABUPATEN SAROLANGUN

No

Sektor

2016-2017

 

2018-2020

2021-2025

   

Daya Tambang dan Galian Berbasis Cooperative Management Diantara Stakeholders 5. Pelatihan Capacity Building Dinas ESDM Mengenai Pengelolaan Sumber Daya Tambang dan Galian Berbasis Cooperative Management Diantara Stakeholders 6. Promosi Investasi Sumber Bidang Sumber Daya Tambang dan Galian

3.

Promosi

Investasi

 

Sumber Bidang Sumber Daya Tambang dan Galian

Sumber: Hasil Rencana Tim Penyususn, 2016

PENYUSUNAN PETA JALAN |VI-15