Anda di halaman 1dari 4

Nama : Aprilia Dwi Safitri

Stambuk : N 201 16 081

Upaya Pencegahan Masalah Merokok dan Narkoba


di Lingkungan Sekolah

Masalah merokok dan penyalahgunaan narkoba memang merupakan salah


satu hal yang sedang menjadi perhatian pihak sekolah. Karena hal-hal tersebut
membawa dampk negative pada siswa/i nya baik dari segi kesehatan,konsentrasi
belajar,dan pencemaran lingkungan serta masih banyak lagi dampak yang lainnya.
Sekolah sebagai suatu institusi pendidikan yang mestinya menghasilkan generasi
penerus bangsa yang berprestasi,adalah tempat untuk memberikan pendidikan
sekaligus membimbing siswa/i nya agar menjadi seseorang yang tahu mana yang baik
dan yang tidak. Nah,sekolah harus memberitahu bahwa merokok itu merupakan
sesuatu yang tidak baik. Bagaimana upaya pihak sekolah memberitahu hal tersebut
agar siswa/i nya tidak ada yang merokok atau memakai narkoba di lingkugan
sekolah?
Sebenarnya banyak cara yang bisa di lakukan ,baik dari pihak sekolah itu
sendiri atau orang tua murid. Cara-cara tersebut ada yang sudah dilakukan oleh
banyak sekolah namun masih ada juga yang belum memberikan perhatiannya
terhadap masalah ini.
Suatu langkah awalnya adalah para guru-guru juga tidak boleh merokok atau
memakai narkoba.
Mengapa? Karena guru akan menjadi contoh bagi murid-muridnya.Jika guru
merokok dan melarang siswanya tidak merokok rasanya tidak adil.Mengapa guru
yang melarang, tapi guru itu sendiri melanggarnya.
Setelah itu tindak lanjutnya adalah sekolah memberlakukan “dilarang merokok dan
memakai narkoba di lingkungan sekolah” telah dimasukkan dalam tata tertib sekolah
dengan sanksi seberat-beratnya agar murid-murid takut. Seharusnya hal tersebut
sudah bisa mencegah agar siswa/i disekolah. Mengapa? Karena biasanya siswa/i itu
akan mengikuti aturan-aturan yang berlaku disekolah karena takut akan sanksi yang
akan di berikan sekolah kepada mereka. Namun tetap saja hal itu masih sering
melanggar dengan sembunyi-sembunyi. Ya itulah remaja yang katanya senang
bereksperimen dengan suatu hal yang baru namun beberapa remaja tak tahu apakah
hal itu sudah sesuai dengan norma-norma yang berlaku atau belum.jika sudah begitu
kembali lagi kepada orang tua dan pihak sekolah yang harus memeberi pengertian
kepada para remaja ini. Hal lain yang dapat dilakukan dan harus dilakukan pihak
sekolah adalah memberi penyuluhan dengan mengundang pihak yang berwajib dan
berhubungan dengan hal-hal tersebut agar semuanya jadi tahu mulai dari guru,siswa
dan semua warga sekolah lainnya. Siapakah pihak berwajib yang dimaksud untuk
memberi penyuluhan? Pihak-pihak tersebut diantaranya adalah pihak
kepolisian,dokter,atau mahasiswa kedokteran
Mengapa pihak kepolisian,dokter atau mahasiswa kedokteran?
Karena polisi lah yang akan mengurus tindak-tindak kriminal diantaranya adalah
orang yang menyalahgunakan narkoba sehingga nantinya “orang-orang yang diberi
penyuluhan” tahu sanksi hukumnya bila ia melanggar sesuatu yang dilarang.
Kemudian dokter atau mahasiswa kedokteran yang paham dengan dampak-dampak
dari merokok dan narkoba memberitahu sejelas-jelasnya sampai semua mengerti
dampak dari merokok dan narkoba bagi kesehatan,orang disekitarnya,lingkungan dsb.
Contohnya saja akibat merokok adalah menurunnya fungsi otak akibat menghirup
asap rokok yang mengandung banyak zat berbahaya yang seharusnya tidak masuk
pada tubuh manusia seperti bahan yang dipakai pada cat,pembersih lantai,juga nikotin
yang menyebabkan ketagihan,juga merokok dapat menyebabkan kanker,dan
penyakit-penyakit lainnya.
JIka seluruh warga sekolah tahu hal tersebut, apa mereka akan tetap merokok
yang akan banyak merugikan diri mereka sendiri? Mungkin iya mereka tidak akan
merokok dan mungkin juga mereka akan tetap merokok dan memakai narkoba tanpa
peduli dampak yang akan mereka rasakan. Cara lain upaya mencegah masalah
merokok dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah adalah dengan
menegaskan para pedagang di sekitar sekolah untuk tidak menjual rokok atau bahkan
menjual narkoba yang jelas-jelas salah di mata hukum. Juga tidak memberi
kesempatan siswa untuk merokok secara sembunyi-sembunyi di lingkungan sekolah
yaitu tempat yang kurang terlihat.Nah tempat-tempat seperti itu harus diperhatikan
dan bisa dialih fungsikan menjadi taman sekolah sehingga siswa tidak berkesempatan
merokok.
Pihak sekolah juga dapat memasang poster-poster atau tulisan-tulisan yang
menjurus kepada dilarang merokok dan menyalahgunakan narkoba. Contohnya poster
bertuliskan “bakar rokok=bakar uang” Karena memang merokok yang tidak ada
manfaatnya itu hanya membuang-buang uang saja,apalagi mereka yang seorang
pelajar yang masih diberi uang oleh orang tuanya.. Pihak sekolah juga dapat
mengadakan ekstrakulikuler yang beragam yang sesuai dengan hoby dan minat para
siswa-siswi nya karena biasanya merokok adalah hal yang dilakukan oleh orang-
orang yang frustasi,jenuh dan tidak memiliki kegiatan positif,karena mereka bingung
maka mereka bisa menjurus pada hal yang negative. Segala upaya akan dilakukan
oleh semua pihak agar orang-orang yang ada didekatnya tidak merokok atau memakai
narkoba. Namun kembali lagi pada individu tersebut.Mereka akan sadar atau tidak
dengan perbuatan yang jelas-jelas merugikan diri mereka sendiri.Karena biasanya
seseorang akan lebih terpengaruh pada lingkungannya dan kebiasaan yang paling
kuat pada diri seseorang adalah kebiasaan dari lingkungan. Keluarga juga dapat
memberi landasan iman yang lebih kuat kepada anggota keluarganya yang lain agar
tidak terjerumus kepada ha-hal yang kurang baik. Untuk Narkoba sendiri apabila
warga sekolah telah menyalahgunakan narkoba sudah harus langsung ditangani pihak
yang berwajib.

http://merizalestari.blogspot.co.id/2010/08/upaya-pencegahan-masalah-merokok-
dan.html