Anda di halaman 1dari 15

1

A. Pengertian
1. Definisi kehamilan

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra

uterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.

Kehamilan adalah suatu proses yang terjadi bila ada pertemuan dan

persenyawaan antara sel telur (Ovum), terjadi migrasi (spermatozoa) haid

terakhir atau 267 hari..

Kehamilan adalah mata rantai yang berkesinambungan yang terdiri

manusia, ovulasi, pelepasan ovum, terjadi migrasi spermatozoa dan ovum.

Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zigot-zigot terjadi nidasi (Implantasi)

pada uterus. Pembentukan plasenta dan tumbang dengan aterem..

2. Pengertian Preeklampsia

Preeklampsia adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan

oedema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera

setelah persalinan..

Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi,

oedema dan proteinuria yang timbul karena.

Pre eklampsia adalah suatu sindrom klinik dalam kehamilan Urobie

(usia kehamilan > 20 minggu dan atau berat janin 500 gram) ditandai

dengan hipertensi, proteinuria dan oedema. Gejala ini dapat timbul sebelum

kehamilan urobie pada penyakit tropobiasit.


2

3. Pengertian Preeklampsia Ringan

Preeklampsia ringan adalah kejadian yang ditandai dengan kenaikan

tekanan darah, kenaikan berat badan dan proteinuria..

Preeklampsia ringan adalah tekanan darah siastolik dan diastolik

90-40 mmHg dengan 2 pengukuran bergerak 4 jam pada kehamilan > 20

minggu..

Preeklampsia ringan adalah tekanan darah tidak lebih dari 140/90

mmHg, proteinuria + 1 dan oedema minimal

B.Etiologi

Apa yang mnjadi penyebab pre eklampsia sampai sekarang belum

diketahui, ada pendapat yeng menerangkan penyebab yang sering terjadi yaitu

1. Sebab bertambahnya frekuensi pada primgraviditas, kehamilan ganda,

hidramnion dan molahidatidosa.

2. Bertambahnya frekuensi dengan makin tuanya kehamilan

3. Dapat terjadi perbaikan keadaan penderita dengan kematian janin dan

uterus.

4. Timbulnya hipertensi, edema proteinuria, kejang dan koma. Oleh karena itu

tidak ada karakteristik tertentu yang mengidentifikasikan wanita yang akan

mengalami pre eklampsia, akan tetapi ada beberapa faktor resiko yaitu

primigravida, grande multi, kehamilan ganda dan penyakit ginjal.


3

c. Klasifikasi

Preeklampsia riangan dibagi menjadi 2 golongan yaitu :

1. Preeklampsia ingan bila disertai dengan keadaan sebagai berikut :

a. Tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi

berbaring telentang, atau kenaikan sistdik 30 mmHg atau lebih cara

pengukuran sekurang-urangnnya pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak

periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam.

b. Edema umum, kaki, jari tangan, dan muka : atau kehamilan berat badan

1 kg lebih atau lebih perminggu.

c. Proteinuria kwantitatif 0,3 gram atau lebih perliter : kwalitatif 1 + atau

2 + pada urun kater atau midstream.

2. Preeklampsia berat, bila disertai keadaan sebagai berikut :

a. Tekanan darah 16/110 mmHg atau lebih

b. Proteinuria 5 gram atau lebih perliter

c. Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500cc per 24 jam

d. Adanya gangguian serbral, gangguan visus, dan rasa nyeri di

pigastrium.

e. Terdapat edema paru dan sisanosis


4

d. Frekuensi :

Adanya yang melaporkan angka kejadian sebanyak 6% seluruh kehamilan,

dan 12% pada kehamilan pimigravida. Menurut beberapa penulis dan

frekuensi dilaporkan sekitar 3-10%.

Lebih banyak dijumpai pada primigravida dari pada multigravida,

terutama primigravida usia muda.

Faktor-faktor predisposisi untuk terjadinya preeklamsia adalah

molahida tidosa, diabetes melitus, kehamilan ganda, hidrops fetalis, obetasi,

dan umur yang lebih dari 35 tahum.

e. Patofisiologi

Perubahan pada tekanan darah disebabkan spasmus pembuluh darah

yang disertai dengan retensi garam dan air, bila spesmus pembuluh darah

ditemukan diseluruh tubuh, maka tekanan darah yang meningkat merupakan

usaha untuk mengatasi tekanan periver agar kebutuhan oksigen dalam

jaringan dapat dicakup.

Kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan penimbunan cairan

yang berlebihan dalam ruang intresititial belum diketahui sebabnya. Perubahan

yang terjadi pada ginjal disebabkan oleh aliran darah keginjal menurun,

menyebabkan filtrasi glomerulus berkurang sehingga menyebabkan diuresis

turun dan pada kehamilan lanjut dapat terjadi diguria atau anuria.

suatu keadaan hiperdinamika dimana temuan khas hipertensi dan

proteinuria merupakan akibat hiperfusi ginjal untuk mengendalikan sejumlah


5

besar darah yang berfungs diginjal, timbul reaksi vasospasme ginjal sebagai

suatu mekanime protektif, sehingga akan mengakibatkan keluhan nyeri kepala

dan gangguan pengelihatan atau perubahan mental serta tingkat kesadaran yang

akan menjadi eklamspsia.

Patofisiologi pre eklapmsia setidaknya berkaitan pada perubahan

fisiologi pada kehamian. Hl yang dapat melatarbelakangi ibu hamil mengenai

preeklampsia ringan adalah :

1. Faktor fisik

Ibu :

a. Primigravida, mekanisme kejadiannya tidak diketahui, namun

kejadiannya preeklampsia ringan pada ibu primigravida mencapai 85%

(Cunningham, 2005 : 630).

b. Ancmalia rahim yang menyebabkan gangguan perfusi plasenta

sehingga perfusi plasenta menurunkan dan mengakibatkan aktivitas sel

endometrium kemudian menyebabkan aktivitas orang perfusi.

Bayi :

Dengan terjadinya janin besar dan gemelli dapat menyebabkan gangguan

dalam adaptasi fisiologi pada kehamilan normal. Hal ini dapat menyebabkan

vasospasme yang merupakan sebagian mekanisme dasar tanda gejala yang

menyertai pre eklampsia.

2. Faktor Kesehatan.

a. Riwayat pre eklampsia


6

Suatu penyakit yang diderita oleh keluarga yang di tandai dengan

adanya kenaikan tekanan darah, adanya oedema dan ditemukannya

proteinuria.

b. Wanita dengan obetasi

Wanita yang mengalami berlebihan berat badan)

Pengukuran dengan menggunakan rumus BROCCA :

BB Ideal = (TB – 100%) – 10% (TB – 100)

Batas ambang yang diperbolehkan adalah + 10%, bila > 10% sudah

kegemukan. Dan bila diatas 20% terjadi obetasi.

c. Wanita yang mengalami : kehamilan molahidatidosa

Kehamilan ganda adalah ibu dengan kehamilan bayi kembar.

Kehamilan ganda adalah bila proses fertilasi menghasilkan janin lebih

dari satu.

Diagnosa gemelli :

1) Palpasi : Uterus teraba lebih besar, teraba 3

bagian besar, teraba 2 dan 2 punggung, teraba bagian-bagian kecil

yang banyak.

2) Infeksi : Perut yang lebih membuncit dan lebih besar,

kadang-kadang terlihat kaki diberbagai tempat.

3) Auskultasi : Ada 2 punctum maximum bila dihitung saat

yang sama.

4) Pemeriksaan rontgen akan lebih memastikan.


7

Molahidatidosa adalah suatu kehamilan yang tidak berkembang

tidak secara wajar dimana tidak ditemukan janin yang hampir

seluruh villi corialis mengalami perubahan hidrofik..

Gejala molahidatidosa

Tidak adanya tanda-tanda janin tidak ada ballotemen, tidak ada DJJ

dan tidak tampak kerangka janin hidup pada foto rongten. Palpasi :

abdomen (TFU tidak teraba, teraba lunak, terdapat nyri tekanan,

tidak teraba adnya bagian-bagian janin dan Ballotemen).

Auskultasi : DJJ tidak terdengar hanya ada bising usus,.

3. Faktor Nutrisi

Sejumlah besar garam yang termasuk kedalam darah dapat

menyebabkan volume darah didalam pembuluh darah bertambah.

Akibatnya, jantung bekerja lebih kuat dan tekanan darahpun meningkat.

Jadi, aturlah menu makanan dengan kecukupan gizi seimbang dan protein

tinggi seperti daging, ikan, susu, telur, keju, dan kacang-kacangan .

Hindari makanan yang mengandung banyak garam (Natrium).

Natrium banyak terdapat pada garam, bumbu dapur, bahan pengembang

maupun pengawet makanan karena itu, perlu menghindari makanan

cemilan, seperti biskuit, kue-kue, makanan instan, banyak saus, makanan

kaleng, dan sebagainya.

4. Faktor Usia
8

Usia adalah lama waktu hidup atau ada (Sejak dilahirkan atau di

adakan).Dalam kurun waktu reproduksi sehat dikenal bahwa usia aman

untuk melahirkan dan persalinan adalah 20 – 30 tahun. Kehamilan resiko

tinggi dapat timbul pada kehamilan < usia 18 tahun dan > 35 tahun .

Akibat yang timbul pada ibu adalah :

i. Terdapat kadar protein tinggi dalam urin karena mengganggu pada

ginjal. Gejala preeklampsia ringan menunjukkan angka kadar protein

urine lebih tinggi dari 500 mg pre 24 jam. Yang parah dapat mencapai

angka kurang dari 400 ml per 24 jam.

ii. Oedema atau bengkak dapat mudah di kenali di daerah kaki dan seluruh

tubuh. Pembengkakan ini ter jadi akibat pembuluh darah kapiler bocor,

sehingga air yang merupakan bagian sel merembas keluar dan masuk

kedalam jaringan tubuh dan tertimbun dibagian tersebut.

iii. Nyeri uluh hati adaah sebagian manifestasi dari hati atau liver yang

mengalami nekrosis dam trombosis pada lobus di liver.

iv. Nyeri di kuadran kanan atas, karena terjadi spasme pembuluh darah

otak (anemia jaringna otak) kemuadian terjadi nekrosis jaringan otak

sehingga menyebabkan rasa nyeri kepala yang hebat dan menetap .

Akibat yang timbul pada janin berupa

Janin yang dikandung ibu hamil mengidap pre eklampsia ringan akan hidup

dalam rahim dengan nutrisi dan oksigen dibawah normal. Keadaan ini bisa

terjadi karena pembuluh darah yang menyalurkan darak ke plasenta

menyempit. Karena buruknya nutrisi, pertumbuhan janin akan terhambat


9

sehingga terjadi bayi dengan berat lahir rendah (BBLR), biasanya juga

bayi dilahirkan kurang bulan (Prematur), biru saat dilahirkan (Asfiksia) dan

sebagainya.

f. Diagnosis Pre Eklampsia

Diagnosa dini harus di utamakan bila di inginkan angka morbiditas dan

mortalitas rendah bagi ibu dan janin. Walaupun terjadinya preeklampsia tidak

dapat dicegah. Namum pre eklampsia berat dan eklampsia biasanya dapat

dihindari dengan mengenal secara dini penyakit itu dan dengan penanganan

secara sempurna.

Umumnya diagnosa pre eklamsia didasarkan atas adanya 3 gejala dari

tanda utama yaitu : hipertensi edema dan proteinuria. Adanya salah satu tanda

harus waspada, karena timbulnya keadaan maka prognosis bagi ibu maupun

janin menjadi lebih buruk oleh karena itu tiap kasus pre eklampsia harus segera

ditangani sebaik-baiknya.

Gejala Dan Tanda Gejala Dan Tanda Diagnosa

Yang Selalu Ada Yang Kadang Ada Kemungkinan

 Tekanan diastolik > Hipertensi kronik

90 mmHg pada ke

hamilan < 20 Minggu

 Tekanan diastolik 90- Hipertensi kronik

11 mmHg pada ke dengan


10

hamilan < 20 mingga preeklampsia

 Proteinuria < + + ringan

 Tekanan diastolik 90- Preeklampsia

11 mmHg (2 ringan

pengukuran berjarak

4 jam pada ke

hamilan < 20 mingga

 Proteinuria +

 Tekanan diastolik 90- - Hiperefleksia Preeklampsia

11 mmHg C 2 - Nyeri kepala (tidak

pengukuran berjarak hilang dengan

4 jam pada ke analgetik biasa)

hamilan < 20 mingga - Pengelihatan kabur

 Proteinuria sampai + - Oliguria C < 400 ml/

+ 24 jam

- Nyeri abdomen atas

- Edema paru

 Kejang  Koma Eklampsia

 Tekanan diastdik < -  Sama seperti

90 mmHg pada preeklampsia berat

kehamilan > 20 mgg

g. Pencegahan Komplikasi
11

Pemeriksaan ANC yang teratur standar pemeriksaan ANC 4 kali pada

masa kehamilan 2 kali trimester I, 1 kali trimester II, 1 kali trimester III dapat

menentukan tanda-tanda dini preeklamsia, dan harus dilakukan penanganan

semestinya, kita perlu waspada akan timbulnya pre eklampsia dengan adanya

faktor predisposisi, walaupun timbulnya preeklampsia tidak dapat di cegah

sepenuhnya namaun dapat dikurang dengan memberikan konseling manfaat

istirahat dan diet berguna dalam pencegahan diet tinggi protein dan rendah

lemak karbohidrat dan penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu

dianjurkan.

Mengenal secara dini preeklampsia dan segera merawat penderita tanpa

memberikan diuretika dan obat anti hipertensi, memang hal yang penting bagi

pemeriksaan antenatal yang baik .

1. Istirahat Total

Istirahat total dapat mengurangi kerja jantung ibu, suplai darah kerahim pun

lebih terjaga kecukupannya. Denagn kata lain, Aktifitas yang meningkat

menyebabkan tekanan darah meningkat lebih tinggi lagi.

2. Perbanyak Minum

Biasakan minum air putih lebih banyak dari biasanya, air akan mendorong

garam keluar tubuh. Dengan banyak minum, maka akan lebih sering ke

toilet sehingga lebihan garam bisa terbawa keluar minimal minum 2 liter

perhari.

3. Tertib Minum Obat


12

Jangan sekali-sekali melanggar aturan dokter. Setiap obat yang di konsumsi

harus ada persetujuan dan anjuran dari dokter. Biasanya dokter akan

memberikan obat anti hipertensi. Dan bila perlu diberikan obat penenang..

4. Pemantauan Tinggi Fundus Uteri

5. Pemeriksaan janin dalam rahim denyut jantung dan pemuatan air ketuban.

6. Usulan untuk melakukan USG

h. Penatalaksanaan pada preeklampsia

a. Di puskesmas

a. Banyak istirahat

b. Diet : cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam

c. Sedativa ringan : tablet phenobarbital 3x30 mg atau diazepam 3x2 m

per oral selama 7 hari

d. Roborantia

e. Kunjungan ulang setiap 1 minggu

f. Pemeriksaan laboratorium : Hemoglobin, hemotrokit, trombosit, urine

lengkap, asam urat darah, fungsi hati, fungsi ginjal.

b. Rawat Inap

a. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya

perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia

b. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali

berturut-turut (2 minggu)

c. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda preeklampsia berat.
13

1) Bila setelah 1 minggu perawatan diatas tidak tidak ada perbaikan

maka preeklampsia ringan dianggap sebagai preeklampsia berat.

2) Bila ada perawatan dirumah sakit sudah ada perbaikan penderita

tetap dirawat selama 2 hari lagi baru lalu dipulangkan. Perawatan

lalu disesuaikan dengan perawatan rawat.

3) Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum

1 minggu dan kehanilan masih pre etrm maka teta lalu disesuaikan

dengan perawatan rawat.

Perawatan obesitas pasien preeklampsia ringan :

1. Kehamilan pre aterm (kurang 37 minggu)

a. Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan

persalinan di tunggu sampai aterm.

b. Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama

perawatan maka kehamilannya dapat di akhiri pada umur kehamilan

37 minggu atau lebih.

2. Kehamilan aterm

Persalinan ditunggu sampai terjadi obset persalinan atau di

pertimbangankan untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal

persalinan.

3. Cara persalinan

Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Bila perlu memperpendek

kala II
14

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana


untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. EGC. Jakarta

Saifudin, Abdul Bari dkk 2002 Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Jakarta.

Wiknjosastro, Hanifa. dkk. 2005. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka


Sarwono prawirohardjo. Jakarta.

http://bangiwell.blogspot.com/2012/05/asuhan-kebidanan-pada-ibu-hamil-
dengan.html

ASUHAN KEBIDANAN

PADA IBU HAMIL PATOLOGIS


15

DI PUSKESMAS BAMBAN KEC.ANGKINANG KAB.HSS

Disusun oleh
NOOR IZZATIL HASANAH
NIM.712403S11761

AKADEMI KEBIDANAN BUNGA KALIMANTAN

BANJARMASIN

2013 / 2014