Anda di halaman 1dari 3

KASUS NORMA HUKUM DI INDONESIA

KORUPSI

Salah satu masalah terbesar di pemerintahan Indonesia adalah masalah korupsi. Dan
masalah korupsi ini pula tidak hanya mencakup bidang pemerintahan saja tetapi dalam berbagai
bidang pelayanan puplik seperti sekolah,rumah sakit,dan lain-lain.
Di Indonesia masalah korusi ini sangat memprihatinkan terutama di kalangan pejabat
Indonesia. Korupsi sangat merugikan masyarakat dan sangat menguntungkan bagi pihak yang
melakukan tindak korupsi. Orang-orang yang melakukan tindak korupsi umumnya melakukan
hal tersebut karena dorongan ingin memuaskan diri sendiri, jadi yang kaya semakin kaya dan
yang miskin semakin miskin. Sehingga malah yang dirugikan adalah masyarakat.
1.Bupati subang korupsi dana BPJS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Subang, Ojang Sohandi,
sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan di Subang. Ojang diduga berperan sebagai pemberi suap.KPK juga menetapkan dua
tersangka lainnya, yakni LM dan JAH. Mereka diduga berperan sebagai pemberi suap. JAH,
menurut KPK, berstatus sebagai pegawai negeri sipil.Persidangan kasus penyelewengan
anggaran BPJS Subang tetap berlangsung meski jaksa penuntut umum kasus tersebut sudah
ditahan KPK, pada Senin (11/4). Kasus korupsi BPJS Kabupaten Subang diduga merugikan
negara sebesar Rp4,7 miliar.

2.Kasus Akil Mukhtar

Kasus penangkapan Ketua Makamah Konstitusi (MK), Akil Mukhtar, dinilai sebagai sebuah
malapetaka besar bagi bangsa Indonesia. ''Karena menyangkut lembaga negara yang
menggawangi konstitusi di negeri ini.
''Saya katakan sebagai sebuah malapetaka besar bagi bangsa Indonesia, karena ini menyeret
Ketua MK terkait dengan kasus korupsi sengketa pilkada,'' kata Hajriyanto. Terlebih lagi,
institusi yang dipimpinnya memiliki kewenangan sangat besar dalam menguji undang-undang
dan pendapat DPR maupun dalam kewenangannya menilai bahwa presiden melanggar hukum.
Menyikapi penangkapan Akil yang kemudian oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK)
ditetapkan menjadi tersangka tindak pidana korupsi (tipikor), Hajriyanto, mendesak harus segara
ada langkah dratis untuk melakukan percepatan penyikapannya. Yakni dengan segera mengambil
keputusan penggantian Ketua MK, tanpa harus menunggu keluarnya vonis hakim sebagai
keputusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.
3. Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya, Masyito

Wali Kota nonaktif Palembang Romi Herton dan istrinya, Masyito, didakwa memberikan
keterangan palsu dalam sidang Akil pada 27 Maret 2014, terkait perkara tindak pidana korupsi
terkait sengketa Pilkada di MK dan tindak pencucian uang.
Orang dekat Akil yang bernama Muhtar Ependy berperan mengarahkan keterangan Romi
dan Masyito selaku saksi untuk mengaburkan fakta di persidangan. Muhtar menyuruh keduanya
untuk mengaku tidak mengenal Muhtar dan tak pernah menyerahkan sejumlah uang kepada Akil
melalui Muhtar.
Padahal, keterangan saksi lainnya di sidang Akil dan sejumlah alat bukti memperkuat fakta
persidangan bahwa Romi dan Masyito menyuap Akil melalui Muhtar.Romi dan Masyito juga
dipaksa mengaku tidak pernah memesan atribut pilkada di PT Promic Internasional milik
Muhtar. Padahal, keduanya memesan atribut Pilkada di PT Promic Internasional dengan bukti
tagihan kepada Romi serta barang bukti berupa produk yang dipesan Romi dan Masyito.

4.Sengketa Pilkada Lebak

Jatuhnya vonis terhadap Gubernur Banten Atut Chosiyah dan Adiknya, Tubagus Chaeri
Wardana alias Wawan tidak lantas membuat kasus sengketa Pilkada Lebak di MK ditutup. KPK
mengembangkan penyidikan terhadap kasus ini sehingga menyeret mantan kandidat Pilkada
Lebak 2013, yaitu Amir Hamzah dan Kasmin sebagai tersangka.
Amir dan Kasmin diduga bersama-sama Atut dan Wawan menyuap Akil untuk
memengaruhinya dalam memutus permohonan keberatan hasil Pilkada Lebak yang diajukan
pasangan tersebut. Dalam Pilkada Lebak, Amir-Kasmin kalah suara dengan pesaingnya,
pasangan Iti Oktavia Jayabaya-Ade Sumardi. Atas kekalahan itu, Amir mengajukan keberatan
hasil Pilkada Lebak ke MK. Adapun Susi Tur Andayani merupakan kuasa hukum Amir-Kasmin.

5. Sengketa Pilkada Tapanuli Tengah


KPK menetapkan Gubernur Tapanuli Tengah Bonaran Situmeang sebagai tersangka pada
19 Agustus 2011. Dalam amar putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Akil terbukti
menerima suap terkait dengan Pilkada Tapanuli Tengah sebesar Rp 1,8 miliar. Diduga, uang
yang berasal dari Bonaran itu disetorkan ke rekening perusahaan istrinya, CV Ratu Samagat,
dengan slip setoran ditulis "angkutan batu bara".
Pemberian uang diduga untuk mengamankan posisi Bonaran yang digugat di MK setelah
dinyatakan menang oleh KPUD Tapanuli Tengah. Pilkada Kabupaten Tapanuli Tengah
dimenangi oleh pasangan Raja Bonaran dan Sukran Jamilan Tanjung. Namun, keputusan KPUD
tersebut digugat oleh pasangan lawan.
Selanjutnya, pada 22 Juni 2011, permohonan keberatan hasil Pilkada Tapanuli Tengah
ditolak sehingga Bonaran dan Sukran tetap sah sebagai pasangan bupati dan wakil bupati
terpilih. Meski demikian, Akil sebenarnya tidak termasuk dalam susunan hakim panel. Panel
untuk sengketa pilkada saat itu adalah Achmad Sodiki (ketua), Harjono, dan Ahmad Fadlil
Sumadi.
PEMBUNUHAN

Pembunuhan menjadi salah satu masalah sosial di dalam masyarakat dan di seluruh
dunia. Pembunuhan merupakan salah satu masalah HAM yang sangat berat dan merupakan
tindakan yang sangat keji.
Pembunuhan dapat terjadi karena berbagai faktor seperti dilatar belakangi dendam,
masalah kejiwaan,terdesak dan keterbatasan.
Orang yang membunuh sepantasnya harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang
berlaku dalam masyarakat. Untuk itu masyarakat perlu duhimbau untuk tidak melakukan
pembunuhan

1. Siswi SMP Bernama Yuyun Diperkosa 14 Pria Sampai Mati

Yuyun yang merupakan siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding, Bengkulu diperkosa 14 pria
mabuk pada hari Sabtu, 2 April 2016. Enam pemerkosa Yuyun merupakan anak di bawah umur,
dua di antaranya siswa SMP.

Sebelum para pelaku memperkosa Yuyun, mereka terlebih dahulu menonton video porno dan
mengonsumsi minuman keras (miras) jenis tuak sebanyak 14 liter.Yuyun lantas diperkosa ke
kebun karet. Pelaku mencekik leher Yuyun dan menghantamkan sebatang kayu ke kepalanya
hingga pingsan. Saat itulah, para pelaku leluasa perkosa Yuyun. Selanjutnya, pelaku membuang
jenazah Yuyun.

2. Eno Parinah Diperkosa, Kelaminnya Ditusuk Cangkul Sampai ke Paru

Eno Parinah (19), karyawati PT Polyta Global Mandiri Tangerang Banten, diperkosa 3 pelaku
secara bergantian pada Kamis malam 12 Mei 2016. Setelah diperkosa, Eno Parinah dibunuh
secara sadis dengan menancapkan gagang cangkul ke kelamin korban.

3. Mahasiswa Gorok Dosen UMSU saat Hardiknas

Mahasiswa menggorok dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) tepat di


Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Senin 2 Mei 2016 sore.Pembunuhan dosen UMSU
dilakukan di kamar mandi kampus di Jalan Mukhtar Basri Medan. Korban pembunuhan sadis itu
yakni dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Penbdidikan (FKIP) UMSU. Korban sempat dilarikan
ke Rumah Sakit Imelda Medan, namun nyawanya tidak tertolong.

4. Mahasiswi UGM Tewas dibunuh di Toilet Kampus

Mahasiswi UGM, Feby Kurnia (19) dibunuh di toilet kampus. Mahasiswa UGM asal Batam itu
dicekik oleh petugas kebersihan kampus bernama R. Eko Agus Nugroho (26) pada Kamis 28
April 2016. Namun, Feby Kurnia tidak kunjung kembali.

Warga Dusun Jati, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta itu menghabisi nyawa korban karena
tergiur ponsel dan sepeda motor milik korban. Setelah, membunuh Feby Kurnia, Agus
memasukkan jenazah Feby Kurnia ke dalam toilet dan menguncinya.