Anda di halaman 1dari 15
Keterampilan Gadar 22 Maret 2017
Keterampilan Gadar 22 Maret 2017
Keterampilan Gadar 22 Maret 2017
Keterampilan Gadar 22 Maret 2017
Keterampilan Gadar 22 Maret 2017

Keterampilan Gadar

22

Maret

2017

Referensi 1. Panduan Belajar keperawatan Emergensi (EGC) 2. Perawatan Gawat Darurat (EGC) 3. Pengantar
Referensi 1. Panduan Belajar keperawatan Emergensi (EGC) 2. Perawatan Gawat Darurat (EGC) 3. Pengantar
Referensi 1. Panduan Belajar keperawatan Emergensi (EGC) 2. Perawatan Gawat Darurat (EGC) 3. Pengantar
Referensi 1. Panduan Belajar keperawatan Emergensi (EGC) 2. Perawatan Gawat Darurat (EGC) 3. Pengantar

Referensi

1.

Panduan Belajar keperawatan Emergensi (EGC)

2.

Perawatan Gawat Darurat (EGC)

3.

Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi (Yarsif Watampone)

4.

Buku Ajar Ilmu Bedah, Ed. 2 (EGC)

Pengertian Tindakan memfiksasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang bersifat
Pengertian Tindakan memfiksasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang bersifat
Pengertian Tindakan memfiksasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang bersifat
Pengertian Tindakan memfiksasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang bersifat

Pengertian

Tindakan memfiksasi/mengimobilisasi bagian tubuh yang mengalami cidera dengan menggunakan benda yang

bersifat kaku maupun fleksibel sebagai

fixator/imbobilisator

Tujuan 1. Mengurangi/menghilangkan nyeri 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut jaringan lunak 3. Mencegah
Tujuan 1. Mengurangi/menghilangkan nyeri 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut jaringan lunak 3. Mencegah
Tujuan 1. Mengurangi/menghilangkan nyeri 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut jaringan lunak 3. Mencegah
Tujuan 1. Mengurangi/menghilangkan nyeri 2. Mencegah kerusakan lebih lanjut jaringan lunak 3. Mencegah

Tujuan

1.

Mengurangi/menghilangkan nyeri

2.

Mencegah kerusakan lebih lanjut jaringan lunak

3.

Mencegah laserasi kulit

4.

Mencegah gangguan aliran darah

5.

Mengurangi/menghentikan perdarahan

Macam-Macam Bidai 1. Bidai Lunak misal : Selimut, Bantal, Pembalut, Gendongan 2. Bidai Keras misal

Macam-Macam Bidai

1. Bidai Lunak misal : Selimut, Bantal, Pembalut, Gendongan
2. Bidai Keras misal : Papan, Besi, Majalah
3. Bidai Traksi

Bidai Lunak misal : Selimut, Bantal, Pembalut, Gendongan 2. Bidai Keras misal : Papan, Besi, Majalah
Bidai Lunak misal : Selimut, Bantal, Pembalut, Gendongan 2. Bidai Keras misal : Papan, Besi, Majalah
Bidai Lunak misal : Selimut, Bantal, Pembalut, Gendongan 2. Bidai Keras misal : Papan, Besi, Majalah
Prinsip Bidai 1. Bidai pada anggota badan yang diduga/patah 2. Minimal melewati dua sendi 3.
Prinsip Bidai 1. Bidai pada anggota badan yang diduga/patah 2. Minimal melewati dua sendi 3.
Prinsip Bidai 1. Bidai pada anggota badan yang diduga/patah 2. Minimal melewati dua sendi 3.
Prinsip Bidai 1. Bidai pada anggota badan yang diduga/patah 2. Minimal melewati dua sendi 3.

Prinsip Bidai

1. Bidai pada anggota badan yang diduga/patah

2. Minimal melewati dua sendi

3. Periksa status vaskularisasi dan tutup luka

4. Trauma sendi

5. Beri bantalan lunak pada sendi

6. Jika deformitas lakukan traksi

7. Jika terdapat tahanan lakukan apa adanya

8. Trauma tulang belakang lakukan prinsip neutral in line position

lakukan apa adanya 8. Trauma tulang belakang lakukan prinsip neutral in line position bidai proksimal dan

bidai proksimal dan distal sendi

Fungsi Bidai Berdasarkan Sifat 1. Tindakan pertolongan pertama  Dilakukan di tempat cedera dan oleh
Fungsi Bidai Berdasarkan Sifat 1. Tindakan pertolongan pertama  Dilakukan di tempat cedera dan oleh
Fungsi Bidai Berdasarkan Sifat 1. Tindakan pertolongan pertama  Dilakukan di tempat cedera dan oleh
Fungsi Bidai Berdasarkan Sifat 1. Tindakan pertolongan pertama  Dilakukan di tempat cedera dan oleh

Fungsi Bidai Berdasarkan Sifat

1. Tindakan pertolongan pertama

Dilakukan di tempat cedera dan oleh siapapun

Bahan bersifat sederhana dan apa adanya

Menghindari rasa nyeri dan trauma

2. Tindakan pertolongan definitif

Dilakukan difasilitas kesehatan dan tenaga ahli

Untuk proses penyembuhan frakture/dislokasi

Menggunakan alat khusus (gips dll)

Syarat/Prosedur Pembidaian 1. Siapkan alat selengkapnya 2. Bidai meliputi 2 sendi yang patah 3. Ikatan
Syarat/Prosedur Pembidaian 1. Siapkan alat selengkapnya 2. Bidai meliputi 2 sendi yang patah 3. Ikatan
Syarat/Prosedur Pembidaian 1. Siapkan alat selengkapnya 2. Bidai meliputi 2 sendi yang patah 3. Ikatan
Syarat/Prosedur Pembidaian 1. Siapkan alat selengkapnya 2. Bidai meliputi 2 sendi yang patah 3. Ikatan

Syarat/Prosedur Pembidaian

1.

Siapkan alat selengkapnya

2.

Bidai meliputi 2 sendi yang patah

3.

Ikatan jgn terlalu keras dan kendor

4.

Bidai di balut dengan pembalut sebelum digunakan

5.

Ikatan harus cukup jumlahnya

6.

Kalau memungkinkan anggota gerak ditinggikan

setelah dibidai

7.

Sepatu, gelang, jam tangan, dsb perlu di lepas

Kontra Indikasi Pembidaian Dilakukan bila kondisi saluran napas, pernafasan dan sirkulasi sudah di stabilisasi Jika
Kontra Indikasi Pembidaian Dilakukan bila kondisi saluran napas, pernafasan dan sirkulasi sudah di stabilisasi Jika
Kontra Indikasi Pembidaian Dilakukan bila kondisi saluran napas, pernafasan dan sirkulasi sudah di stabilisasi Jika
Kontra Indikasi Pembidaian Dilakukan bila kondisi saluran napas, pernafasan dan sirkulasi sudah di stabilisasi Jika

Kontra Indikasi Pembidaian

Dilakukan bila kondisi saluran napas,

pernafasan dan sirkulasi sudah di stabilisasi

Jika terdapat gangguan sirkulasi dan atau

gangguan persyarafan yang berat pada distal

daerah fraktur , resiko lambat sampai ke RS

sebaiknya pembidaian tidak dilakukan

Komplikasi 1. Cedera pembuluh darah, saraf atau jaringan lain 2. Gangguan sirkulasi atau saraf 3.
Komplikasi 1. Cedera pembuluh darah, saraf atau jaringan lain 2. Gangguan sirkulasi atau saraf 3.
Komplikasi 1. Cedera pembuluh darah, saraf atau jaringan lain 2. Gangguan sirkulasi atau saraf 3.
Komplikasi 1. Cedera pembuluh darah, saraf atau jaringan lain 2. Gangguan sirkulasi atau saraf 3.

Komplikasi

1.

Cedera pembuluh darah, saraf atau

jaringan lain

2.

Gangguan sirkulasi atau saraf

3.

Keterlambatan transport penderita ke RS

Persiapan Pasien  Penanganan kegawatan (Basic Life Support)  Menenangkan penderita.  Pemeriksaan untuk mencari

Persiapan Pasien

Penanganan kegawatan (Basic Life Support)

Menenangkan penderita.

Pemeriksaan untuk mencari tanda fraktur atau dislokasi.

Menjelaskan secara singkat dan jelas kepada penderita tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan.

Meminimalkan gerakan daerah luka

Sebaiknya guntinglah bagian pakaian di sekitar area fraktur.

Jika ada luka terbuka maka tangani dulu luka dan perdarahan.

Pasang Collar Brace maupun sejenisnya yang dapat digunakan untuk menopang leher jika dicurigai terjadi trauma servikal

Periksalah sirkulasi distal dari lokasi fraktur

Periksa kecepatan pengisian kapiler.

Lepas semua perhiasan lokasi ektremitas yang edema

Pada fraktur terbuka, kecepatan penanganan merupakan hal

Pada fraktur terbuka, kecepatan penanganan merupakan hal Prinsip 3A ≠ Rujuk segera yang esensial. Jangan pernah

Prinsip 3A

Rujuk segera Rujuk segera

yang esensial. Jangan pernah menyentuh dan

membersihkannya.

Persiapan Alat dan Bahan 1. Bidai 2. Kasa gulung 3. Kasa 4. Kapas 5. Plaster
Persiapan Alat dan Bahan 1. Bidai 2. Kasa gulung 3. Kasa 4. Kapas 5. Plaster
Persiapan Alat dan Bahan 1. Bidai 2. Kasa gulung 3. Kasa 4. Kapas 5. Plaster
Persiapan Alat dan Bahan 1. Bidai 2. Kasa gulung 3. Kasa 4. Kapas 5. Plaster

Persiapan Alat dan Bahan

1. Bidai
2. Kasa gulung
3. Kasa

4. Kapas

5. Plaster

6. Elastic perban

Perdarahan  Jenis 1. Perdaraham Luar • Direct Pressure D • Elevation E • Pressure
Perdarahan  Jenis 1. Perdaraham Luar • Direct Pressure D • Elevation E • Pressure
Perdarahan  Jenis 1. Perdaraham Luar • Direct Pressure D • Elevation E • Pressure
Perdarahan  Jenis 1. Perdaraham Luar • Direct Pressure D • Elevation E • Pressure

Perdarahan

 Jenis 1. Perdaraham Luar • Direct Pressure D • Elevation E • Pressure Point
 Jenis
1. Perdaraham Luar
• Direct Pressure
D
• Elevation
E
• Pressure Point
P
• Pressure Bandage
P
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture, Spontan) • Rest R • Ice I • Compress
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture, Spontan) • Rest R • Ice I • Compress
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture, Spontan) • Rest R • Ice I • Compress
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture, Spontan) • Rest R • Ice I • Compress
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture, Spontan) • Rest R • Ice I • Compress
2. Perdarahan Dalam (Trauma tumpul, Frakture,
Spontan)
• Rest
R
Ice
I
• Compress
C
• Elevation
E

Sumber; Arteri, Vena, Kapiler

Count  Sumber 1. Arteri 2. Vena 3. Arteri
Count  Sumber 1. Arteri 2. Vena 3. Arteri
Count  Sumber 1. Arteri 2. Vena 3. Arteri
Count  Sumber 1. Arteri 2. Vena 3. Arteri

Count

Sumber

1. Arteri

2. Vena

3. Arteri