Anda di halaman 1dari 3

SOP Protap

Pencarian dan Pelacakan


Kasus Acute Flaccid Logo Puskesmas
Paralysis (AFP)
No. Dokumen :
No.Revisi :
TanggalTerbit :
Halaman
NamaPuskesmas Ttd Ka PKM NamaKa. Puskesmas
NIP
1. Pengertian 1. Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah kelumpuhan atau
paralisis secara fokal yang onsetnya akut tanpa penyebab
lain yang nyata seperti trauma. Yang ditandai dengan
flaccid dan mengenai anak kelompok < 15 tahun
termasuk didalamnya Sindrom Guillain-Barre. AFP
disebabkan oleh beberapa agen termasuk enterovirus,
echovirus, atau adenovirus.
2. Acute Flaccid Paralysis (AFP) adalah Semua anak yang
berusia kurang dari 15 tahun dengan kelumpuhan yang
sifatnya flaccid (layuh), terjadi secara akut (mendadak)
termasuk Sindroma Guillain Barre dan bukan desebabkan
oleh ruda paksa.

2. Tujuan Umum :
1. Mengidentifikasikan daerah risiko tinggi
Yang dimaksud dengan daerah resiko tinggi adalah
daerah dimana transmisi virus polio liar masih terjadi,
kemungkinan besar terjadi atau kemungkinan besar akan
terjadi.
2. Memantau kemajuan program eradikasi polio
Surveilans AFP akan memberikan informasi kepada para
pengambil keputusan untuk melihat keberhasilan
program ERAPO
3. Membuktikan Indonesia bebas polio
Untuk menyatakan bahwa Indonesia bebas polio ini,
harus dapat dibuktikan bahwa :
 Tidak ada lagi transmisi virus polio liar di Indonesia,
 Sistem surveilans terhadap polio mampu mendeteksi
memenuhi standar kinerja WHO
Khusus :
1. Menemukan semua kasus AFP yang ada di suatu
wilayah,
2. Melacak semua kasus AFP yang ditemukan di suatu
wilayah,
3. Mengumpulkan 2 (dua) specimen semua kasus AFP
selambat-lambatnya 14 hari setelah kelumpuhan, dan
dengan tenggang waktu pengumpulan spesimen I dan II
≥ 24 jam,
4. Mengidentifikasikan kemungkinan adanya virus polio
liar di suatu wilayah melalui pemeriksaan specimen tinja
(faeces) semua kasus AFP yang ditemukan dalam suatu
wilayah tersebut.

3. Kebijakan 1. Memantau penyebaran virus polio liar melalui


pengamatan penderita AFP pada anak usia < 15 tahun
2. Dalam satu tahun minimal menemukan 1 (satu) kasus
AFP diantara 100.000 anak usia < 15 tahun

4. Referensi

5. Prosedur

6. Langkah-langkah
7. Hal-hal yang perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait
9.Dokumen Terkait
10.Rekamedis Historis No :
Yang di Ubah :
Isi Perubahan :
Tgl Mulai Berlaku :