Anda di halaman 1dari 17

PANDUAN

HAK PASIEN DAN KELUARGA

Jl. Lintas Timur Sumatera, Ds. Agung Dalam RT 03 / 02,


Kec. Banjar Margo,
Telp / (Fax) : 0726-7570122; HP - 08121099061
Kabupaten Tulang Bawang, 34596
LAMPUNG
i
HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN

A. Definisi Hak
Hak adalah segala sesuatu yang harus didapatkan oleh setiap orang yang telah
ada sejak lahir bahkan sebelum lahir. Berdasarkan kamus Bahasa Indonesia,
hak merupakan sesuatu hal yang benar, milik, kepunyaan, kewenangan,
kekuasaan untuk berbuat sesuatu (karena telah ditentukan oleh undang-undang,
aturan, dsb), kekuasaan yang benar atas sesuatu atau untuk menuntut sesuatu,
derajat atau martabat.

B. Hak Pasien
Dalam pelayanan kesehatan, pasien memiliki hak-hak yang telah diatur dalam
Undang Undang RI No. 44 Tahun 2009 Pasal 32 tentang Rumah Sakit, yaitu :
1. Pasien berhak memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan
yang berlaku di Rumah Sakit.
2. Pasien berhak memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien.
3. Pasien berhak memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur dan tanpa
diskriminasi.
4. Pasien berhak memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan
standar profesi dan standar prosedur operasional.
5. Pasien berhak memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien
terhindar dari kerugian fisik dan materi.
6. Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang
didapatkan.
7. Pasien berhak memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan
keinginannya dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit.
8. Pasien berhak meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada
dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun
di luar Rumah Sakit.

1
9. Pasien berhak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita
termasuk data-data medisnya.
10. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara
tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan
komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang
dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
11. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang
akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.
12. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.
13. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
14. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam
perawatan di Rumah Sakit.
15. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas prilaku Rumah Sakit
terhadap dirinya.
16. Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai
dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
17. Pasien berhak menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit apabila Rumah
Sakit diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik
secara perdata maupun pidana.
18. Pasien berhak mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit yang tidak sesuai
dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 53 menyebutkan


beberapa hak pasien, yaitu hak atas informasi, hak atas second opinion, hak atas
kerahasiaan, hak atas persetujuan tindakan medis, hak atas masalah spiritual
dan hak atas ganti rugi.

2
Menurut UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pada pasal 4 – 8 disebutkan
setiap orang berhak atas kesehatan, akses atas sumber daya, pelayanan
kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkat, menentukan sendiri pelayanan
kesehatan yang diperlukan, lingkungan yang sehat, info dan edukasi kesehatan
yang seimbang dan bertanggung jawab, dan informasi tentang data kesehatan
dirinya. Hak-hak pasien dalam UU No.36 tahun 2009 itu diantaranya meliputi:

1. Hak menerima atau menolak sebagian atau seluruh pertolongan (kecuali tak
sadar, penyakit menular berat, gangguan jiwa berat).
2. Hak atas rahasia pribadi (kecuali perintah UU, pengadilan, ijin yang
bersangkutan, kepentingan yang bersangkutan, kepentingan masyarakat).
3. Hak tuntut ganti rugi akibat salah atau kelalaian (kecuali tindakan
penyelamatan nyawa atau cegah cacat).

Pada UU No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran khususnya pada pasal
52 juga diatur hak-hak pasien, yang meliputi :

1. Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis


sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat (3).
2. Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain.
3. Mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis.
4. Menolak tindakan medis.
5. Mendapatkan isi rekam medis.

3
Terkait rekam medis, Peraturan Menteri Kesehatan No. 269 pasal 12
menyebutkan :

1. Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan.


2. Isi rekam medis merupakan milik pasien.
3. Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk
ringkasan rekam medis.
4. Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat
diberikan, dicatat, atau dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau
atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu.

Hak pasien lainnya :


1. Pasien berhak mendapatkan pelayanan kerohanian.
2. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kebutuhan privasinya.
3. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap harta yang dimilikinya.
4. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kekerasan fisik.
5. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kerahasiaan informasi
yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
6. Pasien dan keluarga berhak mendapatkan edukasi tentang pelayanan.
7. Pasien berhak menolak atau tidak melanjutkan pengobatan.
8. Pasien berhak menolak atau memberhentikan resusitasi atau bantuan hidup
dasar.
9. Pasien dan keluarga berhak dilibatkan dalam pengambilan keputusan
tentang pelayanan.
10. Pasien dan keluarga berhak mendapatkan persetujuan tindakan (informed
consent)
11. Pasien berhak mendapatkan pelayanan tahap terminal di akhir
kehidupannya.

4
C. Definisi Kewajiban
Kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan, keharusan (sesuatu hal
yang harus dilaksanakan).

D. Kewajiban Pasien
Selain hak, pasien juga memiliki kewajiban yang telah diatur dalam UU No. 29
tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran terutama pasal 53 UU, yang meliputi :
1. Memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah
kesehatannya.
2. Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi.
3. Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan.
4. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Kewajiban Pasien lainnya :


1. Memberikan data pribadi Anda secara lengkap dan akurat, seperti nama
lengkap, tanggal lahir, alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi.
2. Memberikan data keluarga yang dapat dihubungi bila Anda dalam keadaan
darurat.
3. Bertanya bila Anda tidak mengerti diagnosa atau rencana pengobatan yang
akan Anda jalani. Anda dan keluarga Anda bertanggung jawab untuk
memberitahu pihak rumah sakit apabila Anda tidak mengerti prosedur yang
akan dijalankan.
4. Memberitahukan perubahan yang terjadi atas kondisi dan kesehatan Anda.
5. Berpartisipasi aktif dalam pengobatan Anda, termasuk pemberian keputusan
mengenai rencana perawatan kesehatan Anda termasuk pengambilan obat-
obatan dan pembuatan janji konsultasi dengan dokter pada kunjungan
berikutnya.
6. Menginformasikan pihak rumah sakit apabila Anda mengalami hambatan
dengan rencana pengobatan yang diberikan.

5
7. Bertanggung jawab atas semua konsekuensi yang ada apabila Anda menolak
pengobatan medis atau meninggalkan rumah sakit tanpa persetujuan dokter.
8. Memperlakukan petugas rumah sakit, pasien lainnya dan pengunjung
dengan sopan.
9. Datang sesuai dengan waktu yang dijanjikan. Jika Anda tidak bisa hadir
sesuai dengan perjanjian, silahkan memberitahu pihak rumah sakit
sebelumnya.
10. Menghormati privasi pasien lainnya.
11. Bertanggung jawab atas keamanan barang-barang berharga dan barang-
barang pribadi Anda selama berada di rumah sakit.
12. Tidak melakukan perbuatan yang melanggar tata krama dan etika yang
berlaku.
13. Menggunakan dan menjaga properti dan fasilitas rumah sakit dengan baik.

E. PENATALAKSANAN HAK PASIEN


A. Pasien berhak mendapatkan informasi mengenai tata tertib dan
peraturan RS PENAWAR MEDIKA
Pada tahap awal pasien melakukan pendaftaran, petugas pendaftaran
rawat jalan dan rawat inap harus memberikan penjelasan mengenai tata
tertib dan peraturan RS PENAWAR MEDIKA (formulir pendaftaran dan
persetujuan umum terlampir).

B. Pasien berhak mendapatkan informasi tentang hak dan


kewajiban pasien
Selain memberikan penjelasan mengenai tata tertib dan peraturan RS
PENAWAR MEDIKA pada tahap awal pasien melakukan pendaftaran,
petugas pendaftaran rawat jalan dan rawat inap juga harus memberikan
informasi mengenai hak dan kewajiban pasien.

6
C. Pasien berhak mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil, jujur
dan tanpa diskrimasi.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, semua petugas RS PENAWAR
MEDIKA harus menghormati pasien dan melayaninya dengan penuh
amanah tanpa melihat perbedaan baik ras, umur, jenis kelamin, agama,
kewarganegaraan, kedudukan sosial maupun ketidakmampuan fisik.

D. Pasien berhak mendapatkan layanan kesehatan yang bermutu sesuai


dengan standar profesi dan standar prosedur operasional.
Semua petugas medis yang memberikan pelayanan di RS PENAWAR
MEDIKA telah memenuhi standar profesi yang ditetapkan dan
memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan regulasi rumah sakit
yang telah ditetapkan yaitu kebijakan dan standar prosedur operasional.

E. Pasien berhak mendapatkan layanan yang efektif dan efisien


sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi.
RS PENAWAR MEDIKA menerapkan kendali mutu dan kendali biaya
dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, seperti:
1. Penggunaan SIMRS yang dapat memantau pemberian pelayanan
kesehatan setiap hari baik dari segi biaya maupun tindakan medis.
2. Memberikan pelayanan perjanjian rawat jalan dimana pasien dapat
membuat perjanjian konsultasi dengan dokter beberapa hari sebelumnya
dan pasien dapat diberikan informasi nomor urut dan perkiraan jam
kedatangannya sehingga pasien tidak menunggu lama di ruang tunggu.
Dengan adanya pelayanan perjanjian rawat jalan diharapkan semua pasien
dapat melakukan perjanjian dengan mudah dan dapat meningkatkan
kepuasan dokter dan pasien. Hal ini telah diatur dalam pedoman
perjanjian rawat jalan.

7
Dengan adanya pelayanan perjanjian rawat jalan ini diharapkan semua
pasien dapat melakukan perjanjian dengan mudah dan dapat
meningkatkan kepuasan dokter dan pasien.

F. Pasien berhak mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang


didapatkan.
Untuk meningkatkan kepuasan pasien, RS PENAWAR MEDIKA
memberikan beberapa fasilitas pengaduan atas kualitas pelayanan yang
didapatkan oleh pasien. Adapun fasilitas pengaduan yang diberikan
adalah :
1. Formulir Survei Kepuasan Pasien
2. Formulir Saran dan Masukan di setiap Kotak Saran
3. SMS Gateway ke nomor +6281377571010
Hal ini telah diatur dalam pedoman penanganan komplain.

G. Pasien berhak mendapatkan kebebasan untuk memilih dokter dan


kelas perawatan yang sesuai dengan keinginannya dan peraturan
yang berlaku di Rumah Sakit.
RS PENAWAR MEDIKA menyediakan leaflet jadwal praktik dokter
yang mudah terlihat oleh pasien dan pada saat pasien melakukan
pendaftaran, petugas pendaftaran selalu menanyakan nama dokter yang
diinginkan dan kelas perawatannya sehingga pasien bebas untuk
menentukan dokter yang akan merawatnya dan kelas perawatan yang
diinginkan.

8
H. Pasien berhak mendapatkan kebebasan untuk meminta second
opinion mengenai penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang
mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar
Rumah Sakit.
RS PENAWAR MEDIKA sangat mendukung hak pasien untuk meminta
second opinion kepada dokter lain dan hal ini telah diatur dalam panduan
permintaan second opinion.

I. Pasien berhak mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang


diderita termasuk data-data medisnya.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, RS PENAWAR
MEDIKA senantiasa berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan penyakit
yang diderita pasien, seperti :
1. Semua petugas non medis (petugas pendaftaran rawat jalan, dan
pendaftaran rawat inap) diwajibkan untuk melakukan sumpah yang
diselenggarakan oleh RS
2. Setiap pasien yang menjalankan perawatan kesehatannya di RS
PENAWAR MEDIKA wajib mengisi formulir pelepasan rahasia
kedokteran dimana pasien tersebut menunjuk 2 (dua) orang yang
dipercayainya untuk menerima informasi kesehatannya.
3. RS PENAWAR MEDIKA menerapkan aturan hak akses kepada berkas
rekam medis pasien. Hal ini telah diatur dalam pedoman pelayanan
instalasi rekam medis.

J. Pasien berhak mendapatkan informasi yang meliputi diagnosis dan


tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan,
resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap
tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.
1. Dokter penanggung jawab pasien akan memberikan edukasi kepada setiap
pasien baru dan dokter ruangan akan memberikan edukasi kepada pasien

9
setiap hari. Tenaga medis lainnya seperti apoteker, ahli gizi, fisioterapis
akan memberikan edukasi kepada setiap pasien sebelum memberikan
pelayanan. Setelah memberikan edukasi, dokter penanggung jawab
pasien, dokter ruangan, tenaga medis lainnya dan pasien yang
bersangkutan akan menandatangani formulir edukasi.
2. Pasien dapat menghubungi petugas rumah sakit (administrasi rawat inap
dan kasir setiap saat apabila membutuhkan informasi mengenai biaya
pengobatan.

K. Pasien berhak memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan


yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang
dideritanya.
Sebelum memberikan tindakan kepada pasien, petugas medis akan
memberikan informasi tindakan kepada pasien dan meminta persetujuan
dari pasien. Apabila pasien setuju dengan tindakan yang akan diberikan,
pasien akan menandatangai formulir persetujuan tindakan dan bila pasien
menolak tindakan maka pasien akan menandatangani formulir penolakan
tindakan (formulir persetujuan dan penolakan terlampir). Hal ini diatur
dalam Pedoman persetujuan tindakan kedokteran.

L. Pasien berhak didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.


Kebutuhan pasien dalam keadaan kritis tidak hanya
pemenuhan/pengobatan gejala fisik, namun juga pentingnya dukungan
terhadap kebutuhan psikologis, sosial dan spiritual yang dilakukan
dengan pendekatan interdisiplin. Untuk memenuhi kebutuhan ini, RS
PENAWAR MEDIKA telah mengatur tata cara pelayanan kepada pasien
tahap terminal atau kritis dalam Pedoman pasien terminal, salah satunya
adalah mengijinkan pasien untuk didampingi oleh keluarganya.

10
M. Pasien berhak menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang
dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya.
RS PENAWAR MEDIKA memberikan kebebasan kepada pasiennya
untuk menjalankan ibadah sesuai agama/kepercayaan yang dianutnya dan
RS PENAWAR MEDIKA memberikan pelayanan kerohanian jika pasien
menginginkannya.

N. Pasien berhak memperoleh keamanan dan keselamatan untuk pasien


selama dalam perawatan di Rumah Sakit.
RS PENAWAR MEDIKA senantiasa memberikan keamanan dan
keselamatan untuk pasien selama perawatan. Adapun upaya yang
dilakukan, antara lain :
1. Petugas medis, non medis dan keamanan RS PENAWAR MEDIKA harus
mengidentifikasi pasien/pengunjung/karyawan dengan benar saat masuk
rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.
2. Setiap pasien/pengunjung/karyawan yang berada di RS PENAWAR
MEDIKA harus menggunakan tanda pengenal berupa tanda identitas
pasien, kartu visitor/pengunjung atau kartu pengenal karyawan.
3. Setiap pelayanan medis yang diberikan kepada pasien harus sesuai
dengan regulasi RS yaitu kebijakan dan standar prosedur operasional.

O. Pasien berhak mengajukan usul, saran, perbaikan atas perilaku


Rumah Sakit terhadap dirinya.
Untuk meningkatkan kepuasan pasien, RS PENAWAR MEDIKA
memberikan beberapa fasilitas pengaduan atas kualitas pelayanan yang
didapatkan oleh pasien. Adapun fasilitas pengaduan yang diberikan
adalah :
1. Formulir Survei Kepuasan Pasien
2. Formulir Saran dan Masukan di setiap Kotak Saran

11
4. SMS Gateway ke nomor +6281377571010
Tata laksana penanganan masukan dan saran terdapat di dalam Panduan
penanganan komplain.

P. Pasien berhak menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak


sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien, yaitu menjalankan ibadah
sesuai agama dan kepercayaannya, RS PENAWAR MEDIKA
memberikan pelayanan kerohanian. Namun setiap pelayanan kerohanian
yang diberikan, RS PENAWAR MEDIKA harus meminta persetujuan
terlebih dahulu dengan pasien yang bersangkutan.

Q. Menerima secara terbuka terhadap pasien yang menggugat atau


menuntut rumah sakit apabila rumah sakit diduga memberikan
pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata
maupun pidana.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit, tidak terlepas
adanya komplain yang terjadi antara pasien dan rumah sakit. Dalam
setiap komplain yang diberikan oleh pasien terhadap RS PENAWAR
MEDIKA selalu ditanggapi dengan baik dan diselesaikan dengan cepat.
Namun bila pasien tetap ingin menggugat atau menuntut rumah sakit, RS
PENAWAR MEDIKA tidak melarang dan mempersilahkan pasien
tersebut untuk menggugat dan manajemen RS PENAWAR MEDIKA
akan menjelaskan bahwa hak pasien mengenai kerahasiaan data rekam
medis akan gugur dengan sendirinya apabila kasus ini sudah berada di
pengadilan.

12
R. Mempersilahkan pasien untuk mengeluhkan pelayanan rumah sakit
yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan
elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
RS PENAWAR MEDIKA mempersilahkan pasien untuk mengeluhkan
pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan
melalui media cetak dan elektronik apabila pasien belum merasakan puas
atas tindak lanjut manajemen RS PENAWAR MEDIKA terhadap
keluhannya.

S. Pasien berhak mendapatkan pelayanan kerohanian.


Untuk memudahkan pasien menjalankan ibadah sesuai dengan
agama/kepercayaan yang dianutnya, RS PENAWAR MEDIKA
menyediakan pelayanan kerohanian sesuai dengan permintan pasien. Hal
ini telah diatur dalam Panduan pelayanan kerohanian (formulir
permintaan pelayanan kerohanian terlampir).

T. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kebutuhan


privasi pasien.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan, RS PENAWAR MEDIKA
sangat menghormati kebutuhan privasi pasien, seperti :

Setiap pasien di RS PENAWAR MEDIKA berhak menolak kunjungan


tamu yang akan menjenguk. Petugas keamanan RS PENAWAR
MEDIKA akan mengkonfirmasi kepada pasien mengenai tamu yang
akan menjenguknya melalui perawat dan perawat yang akan
mengkonfirmasinya langsung kepada pasien.

13
U. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap harta yang
dimilikinya.
1. Semua pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit
harus mendapatkan perlindungan harta benda pribadi dengan benar saat
masuk rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.
2. Semua pasien/pengunjung/karyawan yang berada dalam rumah sakit
harus berusaha menjaga harta benda pribadi.
3. Perlindungan harta benda digunakan pada proses
pasien/pengunjung/karyawan masuk dalam rumah sakit atau selama
berada dalam lingkungan rumah sakit.
Tata laksana perlindungan harta benda pasien telah diatur dalam Pedoman
perlindungan harta benda.

V. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kekerasan fisik.


RS PENAWAR MEDIKA senantiasa memberikan perlindungan kepada
pasien terhadap kekerasan fisik. Adapun upaya yang dilakukan, antara
lain :
1. Petugas medis, non medis dan keamanan RS PENAWAR MEDIKA harus
mengidentifikasi pasien/pengunjung/karyawan dengan benar saat masuk
rumah sakit dan selama berada di rumah sakit.
2. Setiap pasien/pengunjung/karyawan yang berada di RS PENAWAR
MEDIKA harus menggunakan tanda pengenal berupa tanda identitas
pasien, kartu visitor/pengunjung.
Tata laksana perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik terdapat dalam
panduan perlindungan terhadap kekerasan fisik.

14
W. Pasien berhak mendapatkan perlindungan terhadap kerahasiaan
informasi yang berkaitan dengan kondisi kesehatannya.
RS PENAWAR MEDIKA menjaga kerahasiaan informasi yang berkaitan
dengan kondisi kesehatan pasien dan hanya membuka informasi kondisi
kesehatan pasien kepada orang yang telah dtunjuk oleh pasien. Apabila
ada pihak lain yang meminta informasi kondisi kesehatan pasien harus
meminta surat pernyataan pelepasan rahasia kedokteran dari pasien yang
bersangkutan.

X. Pasien berhak mendapatkan edukasi tentang pelayanan.


Setiap pelayanan yang diberikan di RS PENAWAR MEDIKA harus
diinformasikan kepada pasiennya dan setiap edukasi yang dilakukan
disertai dengan tanda tangan pemberi edukasi dan pasien yang menerima
edukasi pada formulir edukasi. Hal ini telah diatur dalam pedoman
pelayanan promosi kesehatan rumah sakit.

Y. Pasien berhak menolak atau tidak melanjutkan pengobatan.


RS PENAWAR MEDIKA bersikap terbuka apabila pasien menolak atau
tidak melanjutkan pengobatan setelah petugas medis memberikan
informasi medis mengenai dampak negatif yang akan berakibat pada
keselamatan pasien. Pasien yang menolak atau tidak melanjutkan
pengobatan harus mengisi formulir penghentian pengobatan yang akan
diberikan oleh perawat.

Z. Pasien berhak menolak atau memberhentikan resusitasi atau


bantuan hidup dasar.
RS PENAWAR MEDIKA bersikap terbuka apabila pasien menolak atau
memberhentikan resusitasi atau bantuan hidup dasar yang tata laksananya
terdapat didalam Pedoman jangan lakukan resusitasi (do not resuscitate).

15
16