Anda di halaman 1dari 15

TUGAS PENGANTAR KESEHATAN KERJA

MENILAI FAKTOR RESIKO PENYAKIT INTERNAL PADA DIRI SENDIRI

1. Umur
Saat ini umur saya 19 tahun. Diumur 19 tahun ini merupakan salah satu umur usia
remaja yang produktif sebagai seorang mahasiswi dan banyak melakukan kegiatan
ataupun aktifitas yang bermanfaat. Dibalik melakukan suatu kegiatan ataupun aktifitas
yang bermanfaat, mungkin terkadang seseorang yang berusia 19 tahun seperti saya ini
tidak terlalu memikirkan kesehatan pada diri sendiri karna terlalu sibuk dengan
banyak kegiatan tersebut hingga terkadang dapat menyebabkan kelelahan ataupun
drop. Jika badan ataupun tubuh sudah mengalami kelelahan maka bakteri atau virus
dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh dan dapat menyebabkan penyakit.
Kebiasaan yang tidak memperhatikan kesehatan sendiri seperti itu merupakan hal
yang tidak baik. Meskipun banyak kegiatan yang harus dijalani, seharusnya saya tetap
memperhatikan kesehatan tubuh saya agar tidak rentan terserang penyakit. Berikut
beberapa penyakit yang pada umumnya menyerang seseorang yang berumur 19 tahun
yaitu sebagai berikut :
A. Tifus
Demam tifoid, tifus atau typhoid adalah penyakit infeksi yang paling sering
dicemaskan bila saat seseorang menderita panas. Deteksi dan diagnosis tifus
relatif tidak mudah karena pada awalnya manifestasi klinis penyakit ini tidak khas
dan mirip berbagai penyakit lainnya. Apalagi pemeriksaan laboratorium yang
sering dipakai saat ini tidak sensitif atau sering mengalami bias untuk mengenali
tifus.
Penyebab tifus dikarenakan bakteri salmonella typhi tersebut masuk ke dalam
tubuh melalui makanan-makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi
bakteri salmonella typhi. Penyakit typus yang biasanya diawali dengan
demam disertai dengan gejala seperti demam pilek pada umumnya. Tetapi yang
membedakan tipes dengan dengan demam biasa adalah waktu demam itu terjadi,
yaitu demam tipes biasanya muncul pada sore dan malam hari yang disertai
dengan panas yang susah turun meskipun sudah diberi obat. Rasa nyeri kepala
yang hebat tetapi tidak disertai batuk. Serta rasa yang tidak nyaman pada perut
juga menjadi gejala awal penyakit tipes. Berikut beberapa gejala penyakit typus,
diantaranya :

 Demam yang semakin hari semakin bertambah, terutama disore dan malam
hari. Hal ini terjadi sekitar 7-10 hari, kemudian demamnya menjadi stabil pada
suhu tertentu.

 Pada gejala awal biasanya tubuh menjadi lemah disertai dengan sakit kepala
hebat

 Lidah berwarna putih susu dan bagian tepinya kelihatan memerah

 Bibir kering dan disertai dengan terjadinya infeksi tenggorokan

 Rasa tidak nyaman pada perut

 Diare

 Sakit kepala

 Nyeri otot

 Tidak nafsu makan

 Sembelit atau diare (kecenderuangannya, sembelit pada orang dewasadan


diare pada anak-anak )

 Bentuk ruam bintik-bintik merah muda kecil.

 Kebingungan, disorientasi seperti tempat dan lingkungan

Untuk itu perlu adanya pencegahan agar penyakit typus tidak kambuh lagi pada diri
saya, yang saat ini telah masuk pada usia 19 tahun.

Berikut tindakan pencegahan yang dapat dilakukan :

1. Pola hidup yang sehat, seperti makan teratur dan tidur yang cukup
2. Menjaga kebersihan makanan beserta alat makan dan minumnya
3. Menjaga kebersihan lingkungan
4. Mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga

2. Jenis Kelamin
Saya adalah seorang wanita remaja, maka peyakit yang rentan menyerang wanita
adalah sebagai berikut :
A. Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berawal dari sel payudara. Tumor
ganas adalah kumpulan sel kanker yang berkembang secara cepat ke jaringan di
sekitarnya atau menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh. Penyakit ini terjadi
hampir selalu pada wanita namun dapat terjadi pula pada pria.
Kanker pada payudara dapat menyebabkan beberapa gejala yang berbeda pada
setiap orang. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah
obesitas, usia melahirkan anak pertama, riwayat pemberian ASI, dan usia
menarche.
Ciri dan gejala kanker payudara adalah:
 Benjolan atau penebalan yang dirasakan berbeda dari sekitarnya pada area
payudara
 Cairan berupa darah yang keluar dari puting susu
 Perubahan ukuran, bentuk, atau tampilan dari payudara
 Perubahan pada kulit payudara, berbentuk seperti cekungan
 Puting susu tertarik ke dalam
 Mengelupasnya kulit yang lebih gelap di sekitar puting susu (areola) atau
kulit payudara
 Kulit sekitar payudara menjadi berpori‐pori seperti kulit jeruk
Berikut cara pencegahan untuk menghindari penyakit kanker payura :
1. Pencegahan primer
Pencegahan primer berupa pemeriksaan SADARI (peeriksaan payudara
sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecilfaktor resiko
terkena kanker payudara.
2. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan dengan melalukan deteksi dini, dengan
menggunakan metode-metode yang lebih canggih yaitu skrining melalui
mammografi.
Pencegahan lain yang dapat dilakukan pada kehidupan sehari-hari yaitu:
1. Menjaga pola makan
2. Tidak merokok
3. Mengurangi minuman beralkohol
4. Mengatur berat badan
5. Olahraga secara teratur
6. Menyusui jika memungkinkan
7. Menghindari radisi

B. Kanker Serviks
Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim alias
serviks yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel
abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor
pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker
serviks. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung silinder.
Fungsinya yaitu menghubungkan vagina dengan rahim. Kanker ini adalah salah
satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun,
tes pap smear yang rutin dapat membantu mengetahui adanya kanker serviks secara
dini. Kanker serviks sering kali masih bisa disembuhkan jika ditemui sejak awal.
Selain itu, ada beberapa metode untuk mengendalikan risiko kanker serviks, yang
membuat angka kasus kanker serviks menurun.
Gejala kanker serviks bisa ditandai dengan ciri-ciri berikut ini :

 Perdarahan yang tidak wajar dari vagina. Misalnya perdarahan padahal tidak
sedang haid, menstruasi yang lebih panjang, perdarahan setelah atau saat
berhubungan seks, setelah menopause, setelah buang air besar, atau setelah
pemeriksaan panggul.
 Siklus menstruasi jadi tidak teratur.
 Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).
 Nyeri saat berhubungan seks atau berhubungan seks.
 Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.
 Badan lemas dan mudah lelah.
 Berat badan menurun padahal tidak sedang diet.
 Kehilangan nafsu makan.
 Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai
darah.
 Salah satu kaki membengkak.
Berikut adalah perubahan gaya hidup yang dapat membantu mencegah kanker
serviks terjadi pada wanita:

 Berbicara dengan keluarga, teman-teman atau konselor dapat membantu.


Dapat juga menanyakan dokter mengenai komunitas penyintas (survivor) dan
pengidap kanker serviks.
 Tes pap smear adalah cara terbaik untuk menemukan perubahan sel serviks
atau HPV pada serviks. Penting untuk melakukan follow up dengan dokter
setelah hasil tes pap smear yang abnormal agar dapat mendapatkan perawatan
dengan tepat waktu.
 Jika berusia di bawah 26 tahun, dapat mendapatkan vaksin HPV yang dapat
melindungi dari 2 jenis HPV 16 dan HPV 18, jenis HPV yang dapat
menyebabkan kanker serviks.
 Hindari terinfeksi HPV dengan melakukan hubungan seks yang aman, dengan
menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan seksual.

Untuk mencegah kanker berkembang ke tahap stadium yang lebih serius,


perlu menjalani gaya hidup sehat. Misalnya dengan menjaga pola makan bernutrisi
seimbang, rajin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan saran dokter, istirahat
yang cukup, mengelola stres, berhenti merokok dan minum alkohol, serta
mengurangi paparan zat berbahaya misalnya dari polusi, pestisida, dan makanan
kemasan.

3. Penyakit Saat Ini


A. Gastritis (Maag)
Maag atau dalam istilah medis disebut dengan gastritis adalah penyakit yang
ditimbulkan oleh kelebihan asam yang diproduksi oleh lambung yang
menyebabkan iritasi di selaput lendir lambung, dalam kondisi normal asam
diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan yang kita
makan, selain dari kelebihan asam lambung sakit maag atau radang lambung
atau tukak lambung adalah gejala penyakit yang menyerang lambung
dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada lambung yang menyebabkan
sakit, mulas, dan perih pada perut selain akibat dari radang lambung
Maag bisa terjadi secara tiba-tiba (maag akut) dan bisa juga secara perlahan
(maag kronis).
Jenis penyakit maag yang dilihat berdasarkan tingkat keparahan, dibedakan
menjadi:
1. Maag ringan
Maag ringan masih tergolong tahap ringan dimana biasanya setiap orang
sudah berada di tahap ini, jika dilakukan pemeriksaan akan terlihat asam
lambung berlebih di bagian dinding.
2. Maag sedang
Maag pada tahap ini sudah menyebabkan nyeri, sakit dan mual yang
menyakitkan.
3. Maag kronis
Maag kronis adalah maag yang sudah parah intensitasnya di bandingkan
maag biasa.
4. Kanker lambung
Kanker lambung terjadi akibat mikroorganisme yang merugikan,
yaitu Helycobacter pylori

Penyakit maag sendiri dapat disebabkan karena penderita makan secara tidak
teratur, terdapat mikroorganisme yang merugikan, mengonsumsi obat-
obatan tertentu,atau sebab-sebab lainnya seperti mengonsumsi alkohol, pola tidur
yang tidak teratur dan stress. Maag juga bisa terjadi apabila si penderita telat
makan, kemudian sewaktu makan si penderita maag makan dengan porsi yang
terlalu banyak.
Cara pencegahan :
1. Tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi lambung
2. Makan teratur
3. Mengurangi makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak.
4. Hindari merokok dan alkohol.
5. Kurangi stres
6. Mengurangai makanan yang merangsang pengeluaran asam lambung seperti
makanan pedas, cuka, dan lada yang berlebihan.
4. Penyakit Keturunan
Saya memiliki riwayat penyakit keturunan darah tinggi dari Ayah saya. Maka saya
rentan terkena penyakit tersebut jika saya tidak bisa menjaga pola makan dan
kesehatan tubuh saya.
A. Hipertensi atau Darah Tinggi
Hipertensi adalah nama lain dari tekanan darah tinggi. Tekanan darah itu
sendiri adalah kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong melawan
dinding pembuluh darah (arteri). Kekuatan tekanan darah ini bisa berubah dari
waktu ke waktu, dipengaruhi oleh aktivitas apa yang sedang dilakukan jantung
(misalnya sedang berolahraga atau dalam keadaan normal/istirahat) dan daya
tahan pembuluh darahnya. Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan
darah lebih tinggi dari 140/90 milimeter merkuri (mmHG). Angka 140 mmHG
merujuk pada bacaan sistolik, ketika jantung memompa darah ke seluruh tubuh.
Sementara itu, angka 90 mmHG mengacu pada bacaan diastolik, ketika jantung
dalam keadaan rileks sembari mengisi ulang bilik-biliknya dengan darah.
Ciri-ciri dan gejala :
 Sakit kepala parah
 Pusing
 Penglihatan buram
 Mual
 Telinga berdenging
 Kebingungan
 Detak jantung tak teratur
 Kelelahan
 Nyeri dada
 Sulit bernapas
 Darah dalam urin
 Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

Pencegahan :
Di samping konsumsi obat-obatan, perubahan gaya hidup positif seperti diet
seimbang dan rendah garam, olahraga, tidak merokok dan tidak minum alkohol,
dan manajemen berat badan dapat banyak membantu menurunkan tekanan
darah agar tekanan darah normal selalu dan sekaligus menekan risiko Anda
terhadap komplikasi risiko penyakit lain akibat hipertensi, seperti penyakit
jantung, stroke, dan gagal ginjal. Itu artinya, mengelola tekanan darah adalah
komitmen seumur hidup. Pengobatan alami seperti bernapas dalam perut,
relaksasi otot, dan lain-lain dapat membantu menghilangkan stres yang mungkin
muncul sebagai efek samping dari hipertensi. Terlebih, stres emosional
memengaruhi tekanan darah Anda. Memang benar bahwa kombinasi resep obat
dan perubahan gaya hidup sehat dapat membantu Anda mencegah mengalami
peningkatan tekanan darah. Tapi Anda juga harus rutin memeriksakan tekanan
darah secara berkala dan mengikuti rencana perawatan dokter untuk dapat
mengawasi dan mengendalikan kondisi kesehatan Anda. Tetaplah jaga berat
badan agar ideal, yang dapat dicapai dengan pola makan sehat dan olahraga.
Memiliki berat badan sehat akan mengurangi peluang Anda terkena hipertensi.

5. Gaya Hidup
A. Pola tidur yang salah
Ada beberapa faktor yang menyebabkan saya memiliki pola tidur yang salah
dan tidak benar. Terkadang saya harus begadang hingga larut untuk
mengerjakan tugas-tugas sehingga memiliki waktu tidur yang tidak normal.
Seharusnya orang dewasa memiliki waktu tidur yang normal hingga 8jam
setiap harinya. Namun, saya terkadang memiliki waktu tidur kurang dari 6jam.
Faktor-faktor yang membuat saya tidur kurang dari enam jam sehari tersebut
antara lain :
1. Tugas Lembur
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas salah satu faktor penyebab saya
memiliki waktu tidur yang kurang yaitu ketika saya harus menyelesaikan tugas
hingga larut malam. Kerja melembur secara perlahan akan membuat saya
memforsir kerja otak dan tubuh saya melebihi limit tubuh manusia setiap
harinya. Akibatnya kurang tidur, membuat kerja jantung lebih berat dan tidak
mengistirahatkan tubuh saya dengan lebih baik.
2. Insomnia
Insomnia adalah keadaan dimana saya kesulitan tidur. Insomnia dapat
dipengaruhi oleh faktor suatu penyakit atau masalah psikologis. Namun
insomnia bukanlah suatu penyakit. Insomnia dapat dipengaruhi oleh faktor-
faktor seperti kelainan emosional, kelainan fisik, dan pemakaian obat-obatan.
Terkadang saya merasa insomnia karena merasa tubuh dan pikiran tidak merasa
capek atau lelah.
Pengaruh Langsung yang dapat dirasakan :
1. Muka Pucat dan lingkaran hitam di bawah mata
2. Pusing dan Susah Konsentrasi
3. Daya Tahan Menurun
4. Pola Makan tidak teratur
5. Mudah Mengantuk

Mengurangi Resiko Bahaya Begadang :


1. Perbanyak Minum Air Putih
2. Hindari Makanan Berminyak dan Cepat Saji
3. Konsumsi Vitamin dan Biji Nabati
4. Olahraga

B. Kurang olahraga
Bahaya dan efek samping kurang olahraga:
 Badan menjadi kurang fit
Badan yang fit dan juga segar bugar merupakan kunci dari segala
aktivitas yang dilakukan setiap hari. Ketika badan terasa kurang fit dan
juga kurang segar, maka tentu saja hal ini akan membuat setiap
aktivitas yang saya jalani setiap harinya akan menjadi sangat
membosankan dan juga tidak menarik. Hal ini pun akan berdampak,
terutama bagi saya yang sedang berada dalam masa produktif, karena
berdampak pada :
a. Menurunnya produktivitas kerja
b. Sulit mengerjakan segala sesuatu secara optimal
c. Menjadi tidak bersemangat dalam melakukan berbagai macam
aktivitas
 Daya tahan tubuh menurun
Metabolisme tubuh sangat berkaitan erat dengan daya tahan tubuh.
Daya tahan tubuh yang baik akan diperoleh ketika rajin dan juga rutin
melakukan olahraga. Sebaliknya, ketika jarang melakukan gerakan
olahraga, maka hal ini akan membuat daya tahan tubuhmenjadi
menurun, dan menyebabkan banyak gangguan kesehatan.
 Berat badan tidak terkontrol
Berat badan yang tidak terkontrol ini tidak hanya terpaku pada berat
badan yang overweight dan obesitas, namun juga termasuk didalamnya
berat badan yang terlalu kurus atau underweight. Ketika saya kurang
melakukan olahraga, maka hal ini akan menyebabkan berat badan saya
akan menjadi tidak terkontrol.
 Obesitas
Kurang olahraga, apalagi ketika ditambah dengan pola makan yang
tidak teratur dan pola hidu yang tida sehat akan menyebabkan siapapun
dapat mengalami obesitas, alias kelebihan berat badan.
 Tenaga dan juga kekuatan tubuh berkurang
Selain mampu membakar kalori dan meningkatkan daya tahan tubuh,
berolahraga juga sangat membantu dalam meningkatkan kekuatan dan
juga vitalitas tubuh. Ketika saya kurang melakukan olahraga saya akan
menjadi sangat lemah dalam melakukan sesuatu hal.
 Fungsi organ tubuh menurun
Dampak dan juga efek samping dari kurang olahraga lainnya adalah
fungsi dari organ tubuh ang menurun. Hal ini berkaitan degnan kondisi
tubuh, terutama yang memiliki berat badan yang tidak terkontrol.
Selain itu, organ-organ tubuh, seperti jantung misalnya, ketika tidak
dimanfaatkan kapasitasnya dengan melakukan olahraga, maka
kerjanya akan menurun.
 Nafsu makan menjadi memburuk, bahkan tidak terkontrol
Orang yang rutin melakukan olahraga, tentu saja memiliki pola makan
yang teratur, meskipun belum tentu sehat. Hal ini akan jauh lebih baik
apabila dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki pola makan
yang teratur, orang yang kurang berolahraga cenderung memiliki pola
makan yang kurang teratur, dan hal ini akan sangat mempengaruhi
kondisi fisik seseorang.

Anjuran untuk Melakukan Olahraga yaitu :

 Berjalan kaki kurang lebih 1 kilometer per harinya


 Menggerakkan tubuh saya selepas bangun tidur
 Lebih sering berjalan kaki atau menggunakan transportasi sepeda
 Jogging selama 30 menit setiap pagi
 Lakukan gerakan peregangan tubuh setiap hari untuk menghindari otot yang
lemas dan juga kaku

6. Faktor Resiko
A. Tifus
Penyebab penyakit tifus adalah bakteri salmonella typhi tersebut masuk ke
dalam tubuh melalui makanan-makanan atau minuman yang sudah
terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Penyakit typus yang biasanya diawali
dengan demam disertai dengan gejala seperti demam pilek pada umumnya.
Tetapi yang membedakan tipes dengan dengan demam biasa adalah waktu
demam itu terjadi, yaitu demam tipes biasanya muncul pada sore dan malam
hari yang disertai dengan panas yang susah turun meskipun sudah diberi obat.
Rasa nyeri kepala yang hebat tetapi tidak disertai batuk.

B. Kanker Payudara

 Usia tua merupakan faktor risiko utama untuk sebagian besar kanker. Dengan
bertambahnya usia, risiko Anda semakin tinggi.
 Riwayat keluarga. Ini artinya jika ada anggota keluarga Anda yang sedarah
(ibu, anak, atau saudara kandung perempuan) yang menderita kanker di
payudara.
 Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 atau gen lain yang diwariskan.
 Konsumsi alkohol.
 Jaringan payudara tampak tebal pada mammogram.
 Payudara terekspos lebih lama pada estrogen yang diproduksi tubuh sendiri
 Mengonsumsi hormon seperti estrogen dan progestin untuk gejala-gejala
menopause.
 Obesitas.
 Memiliki riwayat kanker payudara yang invasif, ductal carcinoma in situ
(DCIS), atau lobular carcinoma in situ (LCIS).

C. Kanker Serviks

 Infeksi human papilloma virus. Melakukan hubungan seksual dengan banyak


pasangan dapat meningkatkan risiko terkena HPV 16 dan 18. Begitu juga
dengan perilaku seksual berisiko seperti seks tanpa kondom atau berbagi
mainan seks (sex toys) yang sama. Selain itu, wanita yang tidak pernah
mendapatkan vaksin (imunisasi) HPV tentu lebih rentan terinfeksi HPV yang
bisa jadi penyebab kanker serviks.
 Merokok. Tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk
tubuh. Wanita yang merokok memiliki risiko hingga dua kali lebih besar
dibanding wanita non-perokok dalam terkena kanker serviks.
 Imunosupresi. Pengobatan atau kondisi yang mempengaruhi sistem imun,
seperti human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS,
bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV dan jadi penyebab kanker
serviks.
 Infeksi klamidia. Beberapa penelitian menunjukkan risiko yang lebih tinggi
dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan
pernah atau sedang memiliki infeksi salah satu penyakit menular seksual, yaitu
klamidia.
 Kurangnya konsumsi buah dan sayur. Wanita yang memiliki pola makan
kurang sehat, misalnya jarang makan buah dan sayur, mungkin memiliki risiko
lebih tinggi terhadap kanker serviks.
 Berat badan berlebih (obesitas). Wanita dengan kelebihan berat badan lebih
mudah memiliki adenocarcinoma pada serviks.
 Penggunaan kontrasepsi minum (pil KB) jangka panjang. Sejumlah penelitian
telah menunjukkan bahwa minum kontrasepsi oral (pil KB) dalam waktu yang
lama, yaitu lebih dari sekitar lima tahun, dapat meningkatkan risiko kanker
serviks. Kalau Anda sudah lama minum pil KB untuk mencegah kehamilan,
segera pertimbangkan untuk memilih kontrasepsi lain dan bicarakan dengan
dokter kandungan Anda. Penelitian terbaru menemukan bahwa wanita yang
menggunakan intrauterine device (IUD, perangkat yang dimasukkan ke dalam
rahim untuk mencegah kehamilan) memiliki risiko lebih rendah terhadap
kanker. Karena itu, alat kontrasepsi jenis IUD bisa jadi alternatif buat Anda
yang belum ingin hamil.
 Sudah beberapa kali hamil dan melahirkan. Wanita yang pernah mengalami
kehamilan hingga melahirkan (tidak keguguran) 3 kali atau lebih memiliki
risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks.
 Hamil atau melahirkan di usia sangat muda. Sangat muda berarti berusia di
bawah 17 tahun saat kehamilan hingga melahirkan pertama kalinya. Wanita
yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama (tidak keguguran)
dua kali lebih rentan terkena kanker serviks.
 Kemiskinan. Meskipun keadaan ekonomsi seseorang tidak serta-merta jadi
penyebab kanker serviks, kemiskinan sangat mungkin menghalangi akses
wanita terhadap layanan serta pendidikan kesehatan yang memadai, termasuk
tes pap smear.
 Diethylstilbestrol (DES). DES adalah obat hormonal yang diberikan pada
wanita untuk mencegah keguguran. Ibu yang menggunakan obat ini saat
kehamilan memiliki risiko lebih besar terhadap kanker serviks. Anak
perempuan yang dilahirkan juga memiliki risiko yang lebih besar. Obat ini
sudah tidak diresepkan lagi untuk ibu hamil sejak tahun 1980-an. Akan tetapi,
buat Anda yang pernah hamil atau dilahirkan sebelum 1980 masih berisiko
mengalami kanker.
 Faktor keturunan. Apabila dalam keluarga Anda, misalnya nenek, ibu, atau
sepupu wanita yang pernah kena kanker serviks, Anda pun jadi dua hingga kali
lebih rentan mengalami kanker serviks dibandingkan orang yang tidak punya
faktor keturunan kanker. Masalahnya, mutasi gen yang jadi penyebab kanker
serviks bisa diturunkan ke generasi selanjutnya.
 Usia. Perempuan di bawah usia lima belas tahun memiliki risiko paling rendah
terhadap kanker ini. Sedangkan risiko semakin meningkat pada wanita berusia
di atas 40 tahun.

D. Gastritis (Maag)
 Infeksi bakteri
Faktor risiko sakit maag pertama yaitu pada orang yang terinfeksi
Helicobacter pylori dapat mengalami maag umumnya maag kronis.
Setengah populasi dunia diperkirakan terinfeksi oleh bakteri ini, yang
diduga ditularkan dari orang ke orang. Namun sebagian besar dari
mereka yang terinfeksi tidak mengalami komplikasi infeksi H. Pylori.
Pada sebagian orang, H. Pylori dapat memecah lapisan pelindung
lambung bagian dalam yang menyebabkan perubahan pada lapisan
lambung. Alasan mengapa sebagian orang mengalami komplikasi
akibat infeksi H. Pylori seperti maag, bisul dan lain-lain sebenarnya
masih tidak jelas. Namun para ahli kesehatan meyakini bahwa
kerentanan seseorang terhadap H. Pylori bisa dipengaruhi dari genetik
(keturunan) atau bisa juga disebabkan karena gaya hidup, seperti
kebiasaan merokok dan stres tingkat tinggi.
 Sering menggunakan obat penghilang rasa sakit
Faktor risiko sakit maag kedua yaitu obat penghilang rasa sakit umum
seperti antalgin, aspirin, ibuprofen dan naproxen dapat menyebabkan
maag akut dan kronis. Dengan terus menerus menggunakan obat-
obatan ini maka dapat mengurangi substansi kunci yang membantu
menjaga lapisan lambung.
 Usia
Faktor Risiko Sakit Maag berikutnya yaitu usia karena orang dewasa
memiliki lapisan lambung cenderung menipis akibat seiringnya usia
dan karena orang dewasa lebih mungkin terjangkit infeksi H. Pylori
atau gangguan autoimun ketimbang anak-anak.
 Penggunaan alkohol
Alkohol akan mengiritasi dan mengikis lapisan lambung, yang
menjadikan lambung lebih rentan terhadap asam lambung, maka dari
itu alkohol juga termasuk salah satu faktor risiko sakit maag.
Penggunaan alkohol cenderung menyebabkan maag akut.
 Stres
Termasuk juga stres fisik yang diakibatkan operasi besar (pembedahan
besar), cedera, luka bakar atau infeksi berat dapat menyebabkan maag
akut yang bisa menjadi faktor risiko sakit maag dan menaikkan
risikonya lebih tinggi 2 kali lipat.
 Kondisi refluks empedu
Empedu zat yang membantu mencerna lemak dan membuang jenis
racun tertentu diproduksi di hati dan disimpan di dalam kantong
empedu. Kondisi refluks empedu adalah cairan empedu mengalir balik
ke atas yaitu dari usus 12 jari ke dalam lambung dan akhirnya menjadi
faktor risiko sakit maag. Hal ini dikarenakan cincin yang seperti otot
sfingter tidak bertugas dengan benar (bisa juga karena pembedahan)
yang sejatinya bertugas mencegah empedu mengalir balik ke atas.

E. Hipertensi
 Remaja yang mempunyai keluarga hipertensi Hipertensi memang
cenderung dipengaruhi oleh faktor keturunan. Oleh karena itu jika
orang tua atau kakek nenek memiliki hipertensi, maka risiko remaja
tersebut mengalami hipertensi akan lebih tinggi. Selain itu diketahui
bahwa ras Afrika-Amerika lebih sering terkena hipertensi pada usia
yang lebih muda dibandingkan dengan ras Kaukasoid.
 Remaja bertubuh gemuk atau obesitas bisa mengalami hipertensi
karena tubuhnya membutuhkan lebih banyak jaringan darah untuk
mengangkut oksigen dan nutrisi, sehingga volume darah meningkat,
maka tekanan pada dinding arteri pun ikut meningkat.
 Remaja dengan pola makan yang buruk. Sebagian besar remaja punya
pola makan sembarangan dan jarang sekali yang mau mengkonsumsi
makanan sehat dan seimbang. Remaja lebih memilih junk food atau
makanan yang mengandung kadar garam (natrium) tinggi. Padahal
kadar natrium yang tinggi membuat tubuh menarik air lebih banyak,
kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu kurangnya
asupan vitamin D juga mempengaruhi, karena kalium yang cukup bisa
membantu menyeimbangkan jumlah natrium di dalam sel.