Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Resonansi adalah peristiwa bergetarnya pada suatu benda yang terjadi karena pengaruh
benda lain.dan syarat terjadinya resonansi itu adalah memiliki frekuensi alamiah yang
sama dengan frekuensi getaran (Octa,2010).
Bila garputala di getarkan diatas tabung resonansi,maka getaran garputala ini akan
menggetarkan kolom udara di dalam tabung resonansi. Dengan mengatur panjang kolom
udara di dalam tabung resonansi, maka akan terdengar gaung garputala lebih keras, ini
berarti terjadi resonansi (Syah,2010).
Gelombang adalah bentuk dari getaran merambat pada suatu medium. Pada gelombang,
yang meranbat adalah gelombangnya, bukan mediumnya (Riyn,2010).

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa pengertian dari resonansi?
2) Apa penyebab terjadinya resonansi?
3) Apa rumus pada resonansi?
4) Apa manfaat dan kerugian dari resonansi?

1.3 Tujuan Penulisan


1) Untuk mengetahui pengertian dari resonansi
2) Untuk mengetahui penyebab terjadinya resonansi
3) Untuk mengetahui rumus – rumus pada resonansi
4) Untuk mengetahui manfaat dan kerugian dari resonansi

1.4 Manfaat Penulisan


1) Untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah fisika lanjutan
2) Untuk menambah wawasan pembaca
3) Melengkapi materi tentang gelombang
BAB II PEMBAHASAN
2.1Pengertian Resonansi
Resonansi sebuah benda akan terjadi jika benda tersebut memiliki frekuensi sama dengan
benda yang sedang bergetar. Gejala ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda
lain disebut resonansi. Dalam kehidupan sehari-hari, resonansi memegang peranan sangat
penting. Suara dawai gitar dan beruk (sejenis kera) terdengar keras karena adanya
peristiwa resonansi.

Gambar di atas dua buah garpu tala yang mempunyai frekuensi sama diletakkan pada
kotak yang diberi kotak udara. Jika garpu tala kemudian digetarkan dengan cara dipukul
dengan alat pemukul dan dibiarkan bergetar beberapa saat kemudian dipegang hingga
berhenti bergetar, ternyata garpu tala B yang didekatnya terlihat masih bergetar.
Hal tersebut bisa terjadi karena getaran yang dihasilkan oleh garpu tala A merambat di
udara dan menggetarkan garpu tala B. Peristiwa itu disebut resonansi. Tetapi sekitainya
frekuensi garpu tala B tidak sama dengan frekuensi garpu tala A, maka garpu tala B tidak
akan bergetar. Jadi, dapat disimpulkan resonansi adalah ikut bergetarnya suatu sumber
bunyi akibat sumber bunyi yang lain.

2.2 Penyebab Terjadinya Resonansi


 Ada sebuah sumber bunyi (benda yang bergetar)
 Terdapat sebuah medium perantara untuk merambat (bisa benda pada dan udara)
 Terdapat penerima atau benda yang lain
 Frekuensi sumber bunyi sama dengan frekuensi alamiah benda yang
mempunyai frekuensi yang sama.

2.3Rumus - Rumus pada Resonansi


A. Rumus Umum

Keterangan: L = panjang kolom udara pada tabung air (cm)


n = 1, 2, 3, ….
n = 1 jika terjadi resonansi pertama
n = 2 jika terjadi resonansi kedua

λ = panjang gelombang

B. Resonansi Pada Kolom Udara


Apabila pada kolom udara yang terletak di atas permukaan air digetarkan
sebuah garputala, molekul-molekul di dalam udara tersebut akan bergetar.
Perhatikan Gambar 3.5.

Gambar 3.5. Sebuah kolom udara di atas permukaan


air digetarkan oleh sebuah garputala

Syarat terjadinya reronansi, yaitu:


(a) pada permukaan air harus terbentuk simpul gelombang;
(b) pada ujung tabung bagian atas merupakan perut gelombang.

Peristiwa resonansi terjadi sesuai dengan getaran udara pada pipa organa
tertutup. Jadi, resonansi petama akan terjadi jika panjang kolom udara di atas
air ¼ λ, resonansi ke dua ¾ λ, resonansi ke tiga 5/4 λ, dan seterusnya.

Kolom udara pada percobaan penentuan resonansi di atas berfungsi sebagai


tabung resonator. Peristiwa resonansi ini dapat dipakai untuk mengukur
kecepatan perambatan bunyi di udara. Agar dapat terjadi resonansi, panjang
kolom udaranya adalah l = (2n-1)¼λ dengan n = 1, 2, 3, . . .

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditentukan bahwa resonansi


bertuturutan dapat Anda dengar apabila suatu resonansi dengan resonansi
berikutnya memiliki jarak Δl = ½ λ. Jika frekuensi garputala diketahui, cepat
rambat gelombang bunyi di udara dapat diperoleh melalui hubungan:

v= λf ....................................................(3.7)
C. Mengukur Resonansi Pada Kedalaman Laut

Alat yang digunakan untuk mengukur kedalam laut adalah fathometer dengan
memanfaatkan SONAR ( Sound Object Navigation Amplifaire Rescue ).
Dengan rumus :

D. Resonansi Pada Sonometer


Senar yang bergetar terdapat pada berbagai alat musik, misalnya piano, gitar
dan sebagainya. Sepotong senar yang diikat tidak akan menghasilkan bunyi
keras, kecuali jika senar dipasang di atas sebuah peti bunyi. Karena udara
dalam peti bunyi itu bergetar, bunyi senar juga diperkuat. Sifat-sifat senar
yang bergetar dapat diselidiki dengan sebuah sonometer.

Marsenne telah membuat hukum-hukum yang berlaku untuk senar yang


bergetar dengan rumus :

Hubungan tersebut di atas dapat pula dicari dengan rumus cepat rambat
getaran transversal untuk sepotong senar berdasarkan percobaan Melde, yaitu
untuk nada dasar dapat dituliskan :

Keterangan : f = frekuensi (Hz)


L= panjang dawai (m)
µ= massa persatuan panjang dawai (kg/m)
m= massa dawai (kg)
F = Gaya tengangan dawai (N)
2.4 Keuntungan dan Kerugian dari Resonansi
A. Keuntungan Resonansi

 Pada telinga kita terdapat kolom udara yang disebut kanal pendengaran yang
akan memperkuat bunyi yang kita dengar
 Adanya ruang resonansi pada gitar, biola, saron, kolintang, dan kentongan
dapat memperkeras bunyi alat-alat tersebut.
 Kantung udara pada katak pohon dan katak sawah dapat memperkeras bunyi
yang dihasilkan.
 Bunyi merdu yang kita dengar dari alat musik akustik seperti seruling, biola,
drum, dan gitar memanfaatkan resonansi . Gamelan yang merupakan alat musik
tradisional juga memanfaatkan peristiwa resonansi.

B. Kerugian Resonansi

 Suara tinggi seorang penyanyi dapat memecahkan gelas yang berbentuk piala
karena udara dalam gelas beresonansi
 Dentuman bom atau mesin pesawat supersonik dapat memecahkan kaca-kaca
bangunan.
 Bunyi yang terlalu kuat dapat memekakan telinga.
 Pengaruh kecepatan angin pada sebuah jembatan di selat Tacoma, Amerika
menghasilkan resonansi yang menyebabkan jembatan roboh.
 Getaran kuat yang ditimbulkan oleh ledakan bom dapat meruntuhkan atau
membuat retak dinding-dinding gedung-gedung.
 Getaran yang terus-terusan ditimbulkan oleh kereta api terhadap sebuah rumah
yang berada dekat rel kereta api akan membuat rumah tersebut cepat rusak.
 Jika getaran keras yang ditimbulkan oleh gempa bumi, maka akan dapat
menyebabkan bangungan seperti rumah atau gedung akan roboh.
 Mesin pesawat supersonik dapat memecahkan kaca jendela bangunan dan dapat
memecahkan telinga kita.
 Sekelompok tentara biasanya berbaris maju dengan langkah teratur
diperintahkan tidak berjalan dengan teratur ketika sedang melalui jembatan
gantung. Hal ini dilakukan untuk menghindari hentakan-hentakan kaki serentak
yang dapat menghasilkan frekuensi yang sama atau mendekati frekuensi alam
jembatan. Jika frekuensi-frekuensi hentakan-hentakan kaki serentak sama
dengan frekuensi alami jembatan, terjadi resonansi dan jembatan ikut berayun
(bergoyang) dengan hebat dan dapat runtuh.
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1) Resonansi sebuah benda akan terjadi jika benda tersebut memiliki frekuensi sama
dengan benda yang sedang bergetar. Gejala ikut bergetarnya suatu benda karena
getaran benda lain disebut resonansi.

2) Penyebab terjadinya resonansi yaitu ada sebuah sumber bunyi (benda yang bergetar),
terdapat sebuah medium perantara untuk merambat (bisa benda pada dan udara),
terdapat penerima atau benda yang lain, dan frekuensi sumber bunyi sama dengan
frekuensi alamiah benda yang mempunyai frekuensi yang sama.

3) Salah satu keuntungan dari resonansi yaitu Pada telinga kita terdapat kolom udara
yang disebut kanal pendengaran yang akan memperkuat bunyi yang kita dengar,
sedangkan salah satu kerugian dari resonansi adalah Bunyi yang terlalu kuat dapat
memekakan telinga.

3.2 Kritik dan Saran


Menurut saya, karya ilmiah ini masih banyak memiliki kekurangan karena
keterbatasan waktu saya dalam mencari berbagai referensi

DAFTAR PUSTAKA
Fisikazone, 2014. Resonansi,(http://fisikazone.com/resonansi/), diakses pada tanggal 1 Maret
2018.
Fisikon, 2018. Resonansi pada kolom
udara,(http://fisikon.com/kelas3/index.php?option=com_content&view=article&id=86&Itemi
d=137) diakses pada tanggal 1 Maret 2018.
(http://rhararemetwa.blogspot.co.id/2015/08/pengertian-resonansi.html)
(http://rizcy-dwi.blogspot.co.id/2012/01/resonansi.html)
(http://labdas.untad.ac.id/wp-content/uploads/2013/08/PERCOBAAN-1-revisi1.pdf)
(https://fendymaniz.wordpress.com/tag/keuntungan-dan-kerugian-resonansi/)

Malvin. Ardi, (https://bfl-definisi.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-manfaat-dan-kerugian-


resonansi.html)