Anda di halaman 1dari 5

PRAKTIKUM 2

EVALUASI UJI GRANUL PARASETAMOL

I. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini adalah mahasiswa mengetahui dan mampu melaksanakan uji
evaluasi granul paracetamol.
II. TEORI
Granul adalah gumpalan dari partikel-partikel yang kecil. Umumnya granul dibuat
dengan cara melembabkan serbuk atau campuran serbuk yang digiling dan melewatkan
adonan yang sudah lembab pada celah ayakan dengan ukuran lubang ayakan yang sesuai
dengan granul yang diinginkan. Pemeriksaan-pemeriksaan kualitas granul sangat
bermanfaat, karena sifatsifat granul tidak hanya mempengaruhi peristiwa pentabletan saja,
tetapi juga kualitas tabletnya sendiri. Parameter kualitas granul meliputi :
1. Distribusi ukuran partikel
Diameter rata-rata dari suatu populasi dapat diketahui dengan beberapa cara di
antaranya dengan metode pengayakan, metode mikroskopi, pengendapan, absorpsi, dan
lain-lain. Distribusi ukuran granul dipengaruhi oleh metode granulasi, banyaknya larutan
pengikat, waktu pemrosesan. Metode sederhananya untuk menghitung ukuran rata-rata
partikel dengan menggunakan ayakan standar yang telah diketahui ukurannya yaitu mesh
yang menandakan banyaknya lubang perinchi.
2. Waktu alir
Waktu alir adalah waktu yang dibutuhkan sejumlah granul untuk mengalir dalam
suatu alat. Sifat ini dapat dipakai untuk menilai efektifitas bahan pelicin, dimana adanya
bahan pelicin dapat memperbaiki sifat alir suatu granul. Mudah tidaknya aliran granul
dapat dipengaruhi oleh bentuk granul, bobot jenis, keadaan permukaan dan
kelembapannya. Kecepatan alir granul sangat penting karena berpengaruh pada
keseragaman pengisian ruang kompresi dan keseragaman bobot tablet.
3. Sudut diam
Sudut diam yaitu sudut yang terjadi antara timbunan partikel bentuk kerucut dengan
bidang horizontal. Besar kecilnya sudut diam dipengaruhi oleh bentuk, ukuran dan
kelembapan granul. Uji sudut diam menggambarkan sifat alir serbuk pada waktu
mengalami proses penabletan. Besar kecilnya sudut diam dipengaruhi oleh gaya tarik dan
gaya gesek antar partikel, jika gaya tarik dan gaya gesek kecil maka akan lebih cepat dan
lebih mudah mengalir. Semakin datar kerucut yang dihasilkan, maka sudut kemiringan
semakin kecil dan semakin baik sifat aliran serbuk. Bila sudut diam lebih kecil atau sama
dengan 30o biasanya menunjukkan bahwa bahan dapat mengalir bebas, bila sudutnya lebih
besar atau sama dengan 40o biasanya daya mengalirnya kurang baik.
4. Kompaktibilitas
Uji kompaktibilitas dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan zat untuk saling
berikatan menjadi massa yang kompak, digunakan mesin tablet single punch dengan
berbagai tekanan dari yang rendah ke yang tinggi. Dengan mengatur kedalaman punch atas
turun ke ruang die, kompaktibilitas yang digambarkan oleh kekerasan tablet yang
dihasilkan.

III. FORMULASI GRANUL PARASETAMOL


Fase Dalam:
Paracetamol 500 mg
Saccarum Lactis 80 mg
Amprotab 40 mg
Pasta Amylum q.s

Fase Luar:
Amprotab 5%
Mg Stearat 1%
Aerosil 0,5%
Talkum 0,5%
Pewarna merah q.s

IV. ALAT DAN BAHAN


a. Alat
- Timbangan dan anak timbangan
- Corong uji waktu alir
- Gelas ukur 100 mL
- Ayakan nomor mesh 18, 24, 30, 40, 60
- Spektrofotometri UV-Vis
b. Bahan
- Granul paracetamol

V. CARA KERJA
1) Pemeriksaan Organoleptis
Periksa sifat fisik granul, meliputi warna, aroma, dan rasa
2) Uji Sifat Alir
Timbang 100 ggranul dimasukkan ke dalam corong uji waktu alir. Penutup corong dibuka
sehingga granul keluar dan ditampung pada bidang datar. Waktu alir granul dicatat.Dilakukan
replikasi 3 kali
3) Sudut Diam
Sudut diam ditentukan dengan menggunakan alat sederhana yaitu corong untuk uji sifat
alir. Tuangkan sampel melalui corong kemudian ukur sudut yang terbentuk (). Jadi sudut diam
adalah sudut yang terbentuk oleh serbuk pada permukaan horizontal. Biasanya sudut diam yang
dibentuk oleh serbuk farmasetik berkisar antara 20 - 40, dan secara umum semakin rendah
sudut diam maka serbuk semakin baik sifat alirnya (free flowing).
4) Uji Kompresibilitas
Timbang 100 g granul masukkan ke dalam gelas ukur dan dicatat volumenya, kemudian
granul dimampatkan sebanyak 500 kali ketukan dengan alat uji, catat volume uji sebelum
dimampatkan (V0) dan volume setelah dimampatkan dengan pengetukan 500 kali (V). Lakukan
replikasi 3 kali
Perhitungan:
I = X 100%
Keterangan:
I = Indeks kompresibilitas (%)
V0 = Volume granul sebelum dimampatkan (mL)
V = Volume granul setelah dimampatkan (mL0

Penafsiran hasil: Jika %I


5-10% : aliran sangat baik
11-20% : aliran cukup baik
21-25% : aliran cukup
>26% : aliran buruk
5) Waktu melarut
Timbang granul paracetamol setara dengan 750 mg, kemudian masukkan ke dalam 200 mL
air. Catat waktu yang diperlukan sampai granul terlarut. Syarat waktu yang diperlukan granul
untuk melarut yaitu kurang dari 5 menit (Siregar, 2007)
6) Distribusi Ukuran Partikel
Timbang berat kosong satu seri ayakan bertingkat, lalu masukkan 100 gram granul yang
telah ditimbang ke dalam ayakan bertingkat dengan nomor mesh 18, 24, 30, 40, 60, dan
penampung (pan) (sesuaikan nomor mesh dengan ukuran granul yang dihasilkan). Goyangkan
secara mekanik pada frekuensi 30 Hz selama 25 menit. Timbang masing-masing bobot granul
yang tertinggal pada ayakan (Martin et al, 1993)
7) Penetapan keseragaman zat aktif
Timbang sebanyak 500 mg granul, larutkan dalam aquadest, ambil cuplikan, dan tetapkan
kadarnya dengan spektofotometri. Kecuali dinyatakan lain, granul yang diperiksa masing-masing
memberikan batas 93-107%