Anda di halaman 1dari 4

KONDUKTIVITAS PANAS BATUAN

Tabel 3.1.
Harga Konduktivitas Panas Batuan/Zat Padat, Zat Cair dan Gas
pada Suhu Kamar (kondisi di bawah dekat permukaan)
(by P.E. Gretener, the University of Calgary, Calgary, Alberta, 1982)

Konduktivitas Panas
No Batuan
(mcal/cm.sec.0C)
1 Dunite 10 – 13
2 Diabase 4.3 – 5.8
3 Granite 5.3 – 8
4 Quartzite 9 – 18
5 Dolomite 5 – 11.1
6 Limestone 5–7
7 Sandstone 5 – 12
8 Shale 1–7
9 Coal 0.2 – 2.5
10 Clay 2–4
11 Deep-Sea Sediments (Piston Cores) 1.9 – 2.5
12 Anhydrite 12
13 Halite 14
14 Sylvanite 15
15 Gypsum 3
16 Anhydrite 55%+Water45% (Dehydrated Gypsum) 4.5
17 Ice 5
18 Water 1 – 2
19 Oil 0.5
20 Gas 0.2

solid
pori-pori
BV water

Gambar 3.1.
Batuan yang berisi water, solid dan terdapat pori
(Nakayama, K., dan Lerche, I., 1987)

22
KONDUKTIVITAS PANAS BATUAN

Sedangkan harga konduktivitas panas zat cair (air) biasanya berkisar


antara  1 s/d 2 mcal cm-1 sec-1 O
C-1 (lihat tabel 3.1). Dari gambar 3.1,
diperoleh hubungan antara konduktivitas panas zat/material dan porositas
sebagai berikut:
Air : PV  BV
PV
  (Nakayama, K., 1987) (3.3)
BV

Solid : PV  BV  BV  PV  BV (1  )

PV
  (1  ) (Nakayama, K., 1987) (3.4.)
BV

dimana: PV = Pore Volume,


BV = Bulk Volume,
 = Porositas
Dengan menghubungkan persamaan (3.3) dan (3.4) terhadap
konduktivitas panas pada batuan tersebut (gambar 3.1), maka dapat ditentukan
besarnya konduktivitas panas batuan sebagai berikut:
K B  K f  K (s1   ) (Nakayama, K., 1987) (3.5)

dimana, KB = konduktivitas panas batuan


Kf = konduktivitas panas cair
Ks = konduktivitas panas padat

3.3. KONDUKTIVITAS PANAS FORMASI

Konduktivitas panas formasi (KF) adalah kemampuan suatu formasi


pada sumur untuk mengahantarkan panas. Harga konduktivitas panas formasi
(KF) ditentukan dengan cara perhitungan berdasarkan harga konduktivitas
panas batuan dan ketebalan dalam formasi tersebut. Cara penentuannya yaitu
dengan menjumlahkan masing-masing harga konduktivitas panas batuan yang
ada pada formasi tersebut. Rumus perhitungannya sebagai berikut:
1
 d d  1 
K F   B1  B 2  .....    (3.6)
 K B1 K B 2  dB1  dB2  ..... 
dimana, KF = konduktivitas panas formasi (10-3 cgs)

23
KONDUKTIVITAS PANAS BATUAN

dB1 = ketebalan jenis litologi-1 (m)


dB2 = ketebalan jenis litologi-2 (m)
dB1+dB2 = ketebalan formasi (m)
KB1 = konduktivitas panas jenis litologi-1 (10-3 cgs)
KB2 = konduktivitas panas jenis litologi-2 (10-3 cgs)

dan seterusnya disesuaikan dengan jenis litologinya.

3.4. KONDUKTIVITAS PANAS KELOMPOK FORMASI

Konduktivitas panas kelompok formasi (KKF) adalah kemampuan suatu


kelompok formasi pada sumur untuk mengahantarkan panas. Harga
konduktivitas panas kelompok formasi (KKF) ditentukan dengan cara
perhitungan berdasarkan harga konduktivitas panas formasi dan ketebalan
dalam kelompok formasi tersebut. Cara penentuannya yaitu dengan
menjumlahkan masing-masing harga konduktivitas panas formasi yang ada
pada kelompok formasi tersebut. Rumus perhitungannya sebagai berikut:
1
 d d  1 
K KF   F1  F2  .....    (3.7)
 K F1 K F2  dF1  dF2  ..... 
dimana, KKF = konduktivitas panas kelompok formasi (10-3 cgs)
dF1 = ketebalan formasi-1 (m)
dF2 = ketebalan formasi-2 (m)
dF1+dF2 = ketebalan kelompok formasi (m)
KF1 = konduktivitas panas formasi-1 (10-3 cgs)
KF2 = konduktivitas panas formasi-2 (10-3 cgs)

dan seterusnya disesuaikan dengan jenis formasinya. Konduktivitas panas


kelompok formasi ini biasanya diperlukan untuk kepentingan penentuan
temperatur sumur. Penentuan kelompok formasi ini disesuaikan dengan
kondisi dari formasi pada sumur tersebut.

24
KONDUKTIVITAS PANAS BATUAN

3.5. KONDUKTIVITAS PANAS SUMUR

Konduktivitas panas sumur (KSM) adalah konduktivitas panas yang


dihitung dari kedalaman akhir sumur sampai dengan permukaan. Harga
konduktivitas panas sumur (KSM) ditentukan dengan cara perhitungan
berdasarkan harga konduktivitas panas formasi dan ketebalan formasi
tersebut. Cara penentuannya yaitu dengan menjumlahkan masing-masing
harga konduktivitas panas formasi yang ada pada sumur tersebut. Sedangkan
untuk menghitung harga konduktivitas panas sumur dipakai rumus sebagai
berikut:
1
 d d d  1 
K SM   FA  FB  .....  FN    (3.8)
 K FA K FB K FN  DA 

dimana, KSM = konduktivitas panas yang dihitung dari dalam akhir


sumur s/d permukaan (10-3 cgs)
dFA,dFB,dFN = ketebalan formasi A, B s/d N (m atau cm)
DA = dalam akhir (total depth)

25