Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FISIOLOGI TUMBUHAN

“DIFUSI, OSMOSIS, DAN IMBIBISI”

disusun oleh :
KELOMPOK 2

Agus rianti : 140384205036

Rumi Ambarwati :140384205032

Ernis Erlina :140384205035

Ryanda Bima Jatra :140384205038

Siti Kamalia :140384205027

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

TANJUNGPINANG

2016
KATA PENGANTAR

Kami mengucapkan puji dan syukur kehadirat ALLAH Swt, karena atas
karunianya kami bisa menyelesaikan penyusunan makalah Fisiologi Tumbuhan
mengenai “Difusi, Osmosis, dan Imbibisi” tepat pada waktunya.

Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah
memberi ilmu kepada kami. Dan tak lupa pula kami ucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Demikianlah makalah ini disusun dengan semaksimal mungkin, namun masih


terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Oleh karena itu kami berharap kepada
pembaca agar memberikan saran dan kritiknya untuk penyempurnaan penyusunan
makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Tanjungpinang, 25 Maret 2016

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki


biologi, salah satunya yaitu fisiologi tumbuhan. Fisiologi tumbuhan adalah
cabang botani yang mempelajari bekerjanya sistem kehidupan di dalam
tubuh tumbuhan dan tanggapan terhadap pengaruh lingkungan sekitarnya sehingga
tumbuhan tersebut dapat hidup, seperti proses dalam pengambilan dan pengeluaran zat-
zat keseluruh bagian tubuh tumbuhan, proses ini disebut transportasi atau pertukaran zat
didalam tubuh tumbuhan. Pertukaran zat tersebut sangat penting bagi proses
metabolisme selnya. Transportasi tumbuhan adalah proses pengambilan dan pengeluaran
zat-zat ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Tumbuhan memperoleh bahan dari
lingkungan untuk hidup berupa O2, CO2, air dan unsur hara. Mekanisme proses
penyerapan dapat belangsung karena adanya proses Difusi, Osmosis, dan Imbibisi.
Transportasi zat ini dapat berlangsung baik secara aktif (memerlukan energy(ATP))
maupun secara pasif (tanpa memerlukan energy).

1.2 Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan Difusi, Osmosis, dan Imbibisi ?


b. Bagaimana proses berlangsungnya Difusi, Osmosis, dan Imbibisi ?
c. Faktor apa saja yang mempengaruhi Difusi, Osmosis, dan Imbibisi ?
d. Apa saja contoh Difusi, Osmosis, dan Imbibisi?

1.3 Tujuan

a. Mengetahui definisi dari Difusi, Osmosis, dan Imbibisi.


b. Menegetahui proses berlangsungnya Difusi, Osmosis, dan Imbibisi.
c. Mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya Difusi, Osmosis, dan Imbibisi.
d. Memberikan contoh Difusi, Osmosis, dan Imbibisi.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Difusi

2.1.1 Definisi Difusi


Istilah difusi berasal dari bahasa Latin Diffundere yang
artinya "menyebar". Dalam ilmu Biologi, difusi Merupakan pergerakan acak
molekul dari konsentrasi tinggi (Hipertonis) ke konsentrasi yang lebih rendah
(Hipotonis). Mekanisme transpor ini meliputi berbagai zat (padat, cair, gas). Difusi
bertujuan untuk mencapai keseimbangan konsentrasi antara zat dengan pelarutnya.
Selain itu, difusi juga berperan dalam peristiwa pertukaran materi dari suatu sel
dengan lingkungannya.

Gambar 1.1 Proses difusi pada suatu sel

Proses difusi terjadi akibat adanya pergerakan suatu partikel zat dari daerah yang
berkonsentrasi lebih tinggi menuju daerah yang berkonsentrasi lebih rendah melewati
suatu membran sel. Syarat agar partikel dapat melalui membran ketika berdifusi ialah
ukuran partikel tersebut sangat kecil dan partikel tersebut dapat larut di dalam air dan
di dalam lemak. Proses difusi dapat terjadi pada zat padat, zat cair ataupun zat gas.
Proses difusi tidak membutuhkan energi sehingga proses difusi juga disebut sistem
transpot pasif. pergerakan partikel pada proses difusi berasal dari gerakan acak
partikel-partikel zat yang berdifusi.

2
2.1.2 Mekanisme Difusi
a. Transpor Pasif
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui dua mekanisme, yaitu difusi
sederhana (simple difusion), dan difusi difasilitasi (fasiliated difusion). Difusi
sederhana melalui membrane berlangsung karena molekul -molekul yang berpindah
atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam lemak (lipid) sehingga dapat
menembus lipid bilayer pada membran secara langsung. Membran sel permeabel
terhadap molekul larut lemak seperti hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta
bahan-bahan organik yang larut dalam lemak, Selain itu, memmbran sel juga sangat
permeabel terhadap molekul anorganik seperti O,CO2, HO, dan H2O. Beberapa
molekul kecil khusus yang terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus
membran melalui saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein
transmembran, semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul
dengan diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara
itu, molekul – molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan beberapa
garam – garam mineral , tidak dapat menembus membrane secara langsung, tetapi
memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus
membrane.Proses masuknya molekul besar yang melibatkan transforter dinamakan
difusi difasilitasi

b. Transpor aktif
Pada sel-sel akar tumbuhan terdapat penumpukan mineral. Artinya, konsentrasi
mineral di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel, atau potensial air di luar sel
lebih tinggi dibandingkan dengan potensial air di dalam sel. Oleh karena itu, osmosis
dari luar sel ke dalam sel tetap berlangsung untuk mencegah plasmolisis. Akan tetapi,
keadaan ini menghambat pengambilan mineral dari luar ke dalam sel melalui difusi,
terutama karena membran sel memiliki permeabilitas yang sangat rendah. Untuk
mengatasi hal tersebut, diperlukan transpor aktif yang melibatkan energi dari ATP
agar ion-ion dapat masuk ke dalam sel. ATP adalah molekul pembawa energi di
dalam sel.

3
Gambar 1.2 Mekanisme Difusi

2.1.3 Faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi suatu zat.


Kecepatan difusi suatu partikel atau molekul suatu zat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya :

a. Ukuran Partikel. Semakin kecil ukuran partikel menyebabkan kecepatan partikel


semakin besar.
b. Ketebalan membrane. Semakin tipis membran sel menyebabkan kecepatan difusi
semakin besar.
c. Luas suatu area. Semakin besar luas area menyebabkan kecepatan difusi semakin
besar.
d. Jarak. Semakin dekat jarak antara dua konsentrasi menyebabkan kecepatan difusi
semakin besar.
e. Suhu. Ketika suhu semakin tinggi maka partikel akan mendapat energi yang
lebih besar untuk bergerak sehingga kecepatan difusinya semakin besar.

4
2.1.4 peristiwa difusi pada tumbuhan
Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan
hidup tumbuhan. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh
tumbuhan dari udara melalui proses difusi. Pengambilan air dan garam mineral
oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses difusi. Difusi zat
dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam
mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO2 di
udara masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih
tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar
tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat
adanya fotosintesis dalam sel.

2.2 Osmosis

2.2.1 Defenisi Osmosis


Osmosis adalah proses perpindahan pelarut dari larutan yang memiliki
konsentrasi rendah atau pelarut murni melalui membran semipermeabel menuju
larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai kesetimbangan laju
pelarut. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara
buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat
menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer.

Gambar 1.3 Skema osmosis

Difusi terjadi pada semua jenis zat, termasuk gas-gas, ion-ion dan air. Masuknya air dari
luar ke jaringan akar juga merupakan peristiwa difusi. Air bergerak dari daerah yang airnya

5
lebih banyak ke daerah yang airnya lebih sedikit. Kandungan air dalam tanah relatif tidak
terbatas (potensial air sebesar-besarnya = mendekati 0) daripada air jaringan akar. Adanya
perbedaan kadar air ini mendorong air berdifusi masuk ke dalam akar. Air yang masuk ke
dalam akar akan mengisi ruang-ruang antar sel atau masuk ke dalam sel. Air dapat masuk
ke dalam sel-sel akar setelah air menembus dinding dan membran sel. Air yang bergerak
menembus membran sel inilah yang disebut osmosis. Dengan kata lain, osmosis adalah
difusi air menembus membran sel. Osmosis pada tumbuhan terjadi secara alami
dengan adanya perbedaan konsentrasi air yang ada diluar dan didalam tumbuhan
yang menyebabkan air keluar dan masuk.
Peristiwa masuk dan keluarnya air dari tumbuhan diperngaruhi lingkungannya,
pada saat keadaan hipotonik maka air akan masuk kedalam tumbuhan, namun
apabila lingkungan sekitarnya hipertonik, maka air akan keluar dari tumbuhan yang
akan menyebabkan tumbuhan kekurangan air.
Pada saat keadaan lingkungan hipotonik, air akan masuk kedalam sel dan sel
akan mengembang dan turgid, dan apabila ini terus terjadi akan mengakibatkan
pecahnya sel itu sendiri akibat banyaknya air yang masuk kedalam sel, sedangkan
pada keadaan hipertonik, air akan keluar meninggalkan sel menuju lingkungan,
sehingga sel akan menciut serta mati.

Gambar 1.4 keaadaan sel hipotonik, isotonik, dan hipertonik

2.2.2 Faktor yang mempengaruhi kecepatan Osmosis :


1. Ukuran molekul yang meresap: Molekul yang lebih kecil daripada garis pusat
lubang membran akan meresap dengan lebih mudah.
2. Keterlarutan lipid: Molekul yang mempunyai keterlarutan yang tinggi meresap
lebih cepat daripada molekul yang kelarutan yang rendah seperti lipid.

6
3. Luas permukaan membran: Kadar resapan menjadi lebih cepat jika luas
permukaan membran yang disediakan untuk resapan adalah lebih besar.
4. Ketebalan membran: Kadar resapan sesuatu molekul berkadar songsang dengan
jarak yang harus dilaluinya. Berbanding dengan satu membran yang tebal, kadar
resapan melalui satu membran yang tipis adalah lebih cepat.
5. Suhu: Pergerakan molekul dipengaruhi oleh suhu. Kadar resapan akan menjadi
lebih cepat pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan suhu yang rendah.

2.2.3 Beberapa peristiwa osmosis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari:


1. Jika kita merendam wortel ke dalam larutan garam 10 % maka sel-selnya akan
kehilangan rigiditas (kekakuannya). Hal ini disebabkan potensial air dalam sel
wortel tersebut lebih tinggi dibanding dengan potensial air pada larutan garam
sehingga air dari dalam sel akan keluar ke dalam larutan tersebut. Jika diamati
dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan
sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya.
Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.
2. Penyerapan air dan mineral dalam tanah oleh akar tanaman.
Akar mempunyai fungsi penyerapan dan penyimpanan. Tumbuhan memperoleh
bahan-bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan melalui akarnya. Akar
menyerap air dari lingkungan sekitarnya secara osmosis. Akar juga menyerap
menyerap mineral dari lingkungan sekitarnya bersama dengan penyerapan air.
Air masuk kedalam akar melalui rambut-rambut akar. Rambut akar akan
meningkatkan luas permukaan akar dan dapat meningkatkan jumlah air yang di
serap atau di ambil oleh tumbuhan. Air yang ada ditanah masuk karena adanya
perbedaan konsentrasi air dan akan masuk melalui akar dan akan melewati
Epidermis – korteks – endodermis – perisikel – xylem.
Penyerapan air oleh akar terjadi melalui mekanisme perbedaan tekanan antara
sel-sel akar dan air tanah. Ketika tekanan bagian dalam sel-sel akar lebih rendah
dari tekanan di luar, tumbuhan memasukkan air dari luar. Jadi, sel-sel akar
mengambil air dari luar tidak setiap saat dan terus menerus, melainkan hanya
ketika sel-sel tersebut memerlukannya.

7
2.3 Imbibisi

2.3.1 Definisi Imbibisi


Imbibisi adalah absorbsi air oleh bahan-bahan koloid dan zat padat dalam (bagian)
tumbuhan. Masuknya air disertai membengkaknya bahan koloid dan peningkatan berat
tumbuhan. Imbibisi dapat menimbulkan kekuatan yang sangat besar. Masuknya air
sering disertai dengan membengkaknya bahan koloid dan peningkatan berat tumbuhan.
Misalnya, biji akan menjadi lebih besar jika diletakkan dalam air atau tanah yang
lembab, dan hal ini dikatakan sebagai proses imbibisi. Pada imbibisi tidak ada
keterlibatan membran, seperti pada osmosis. Imbibisi terjadi karena permukaan struktur
– struktur mikroskopis dalam sel tumbuhan seperti selulosa, butir pati, protein, dan
bahan lainnya menarik dan memegang molekul air dengan gaya tarik antar molekul.
Biji merupakan suatu alat perkembangbiakan tumbuhan, agar biji dapat
berkecambah menjadi tumbuhan baru maka biji tersebut memerlukan air dari
lingkungannya. Masuknya air ke dalam biji melalui proses imbibisi. Air memegang
peranan yang terpenting dalam proses perkecambahan biji karena merupakan salah satu
faktor untuk berlangsungnya proses perkecambahan. Proses imbibisi air oleh benih
sangat dipengaruhi oleh komposisi kimia benih, permeabilitas benih dan jumlah air yang
tersedia, baik air dalam bentuk cairan maupun uap air disekitar benih.
Pada dasarnya proses imbibisi yang terjadi di dalam biji tumbuhan meliputi dua
proses yang berjalan bersama-sama yaitu proses difusi dan osmosis. Dikatakan proses
difusi karena air bergerak dari larutan yang lebih rendah konsentrasinya di luar biji,
masuk ke dalam zat di dalam biji yang mempunyai konsentrasi lebih tinggi sedangkan
proses osmosis tidak lain terjadi karena kulit biji bersifat permeabel terhadap molekul-
molekul, sehingga air dapat masuk ke dalam biji melalui pori-pori yang ada di dalam
kulit biji. Pada Imbibisi tidak ada keterlibatan membran, seperti pada osmosis. Pada
proses imbibisi juga dipengaruhi oleh kadar atau konsentrasi larutan sama seperti pada
proses difusi dan osmosis. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan penyerapan
air oleh biji diantaranya adalah:

8
a. Konsentrasi air
Bertambah besar perbedaan tekanan difusi antara cairan luar dan dalam biji,
bertambah cepat penyerapan air oleh biji.
b. Tekanan hidrostatik
Masuknya air ke dalam biji menimbulkan tekanan hidrostatik karena
meningkatnya volume air pada membran biji. Tekanan hidrostatik menyebabkan
meningkatnya tekanan difusi air. Hal ini menyebabkan naiknya kecepatan difusi
ke luar dan menurunnya kecepatan penyerapan air oleh biji. Kecepatan
penyerapan air adalah berbanding terbalik dengan jumlah air yang diserap
terlebih dahulu oleh biji. Jadi kecepatan penyerapan pada permulaan tinggi dan
kemudian semakin lambat sejalan dengan naiknya tekanan hidrostatik sampai
tercapai keseimbangan.
c. Daya intermolekular
Daya ini merupakan tenaga listrik, apabila tenaga ini meningkat akan
menyebabkan menurunnya tekanan difusi air dan juga berarti turunnya kecepatan
penyerapan air.
d. Luas permukaan biji yang kontak dengan air
Kecepatan penyerapan air oleh biji berbanding lurus dengan luas permukaan.
Pada keadaan tertentu, bagian khusus pada biji dapat menyerap air lebih cepat.
e. Suhu
Apabila air dipanaskan maka energi dipakai. Sebagian energi ini dipakai untuk
meningkatkan difusi air. Oleh sebab itu, apabila suhu ditingkatkan maka
kecepatan penyerapan juga naik sampai batas tertentu, di mana tiap 100C suhu
dinaikkan kecepatan penyerapan kira – kira dua kali lipat pada waktu permulaan.
f. Spesies dan varietas
Berhubungan dengan faktor genetik yang menentukan susunan kulit biji.
g. Umur
Berhubungan dengan lama penyimpanan yaitu semakin lama disimpan maka
akan semakin sulit untuk menyerap air.
h. Tingkat kemasakan

9
Biji yang semakin masak maka kandungan airnya akan berkurang sehingga
kecepatan penyerapan airnya meningkat.
i. Komposisi kimia
Biji yang mengandung protein tinggi menyerap air lebih cepat sampai tingkat
tertentu daripada biji dengan kadar karbohidrat tinggi. Biji dengan kadar minyak
tinggi tetapi kadar proteinnya rendah, kecepatan serapnya sama dengan biji
berkadar karbohidrat tinggi.

Gambar 1.5 Proses perkecambahan


Pada setiap biji yang akan memulai fase perkecambahan pasti akan mengalami
fase dormansi. Dormansi merupakan suatu mekanisme untuk mempertahankan diri
terhadap suhu yang sangat rendah (membeku) pada musim dingin, atau kekeringan di
musim panas yang merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup tumbuhan
tersebut. Contoh paling mudah mengenai dormansi adalah adanya kulit biji yang keras
misalnya pada biji jagung yang dapat menghalangi penyerapan baik oksigen, air atau
garam. Pada beberapa spesies, air dan oksigen tidak dapat menembus biji tertentu karena
jalan masuk dihalangi oleh sumpal seperti gabus (sumpal strofiolar) pada lubang kecil
(lekah strofiolar) di kulit biji, bila biji digoncang-goncang kadang sumpal itu lepas
sehingga dapat berlangsung perkecambahan.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Mekanisme penyerapan pada tumbuhan di sebabkan oleh proses difusi,osmosis dan


imbibisi. Proses osmosis tidak jauh berbeda dengan difusi, Difusi merupakan
penyebaran molekul-molekul suatu zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah
sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi. Apabila dua larutan yang berbeda
konsentrasinya memiliki bahan terlarut yang sama pada pelarut sama pula, di letakkan
terpisah oleh berbagai macam selaput. Ternyata pada sekat yang permeable atau
semipermeable masih memungkinkan terjadinya difusi ( searah maupun dua arah ).
Makanya proses terjadinya difusi melalui sekat berpori inilah yang di sebut dengan
osmosis. Sedangkan imbibisi adalah peristiwa masuknya air ke dalam suatu zat melalui
pori-pori dan molekul-molekul air itu menetap di dalam zat tersebut.

3.2 Saran

Dalam membuat makalah masih kekurangan buku penunjang, sehingga penulis


mengharapkan pihak kampus segera memfasilitasi buku penunjang demi melengkapi isi
makalah ini.

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.informasi-pendidikan.com/2015/03/pengertian-difusi-dan-aplikasinya-
dalam.html. di akses tanggal 25 maret 2016

http://bemtadrisbiologi.blogspot.co.id/2010/06/fisiologi-hewan-difusi-
osmosisimbibisi.html#!/tcmbck. di akses tanggal 25 maret 2016

http://www.kamusq.com/2013/06/osmosis-adalah-pengertian-dan-definisi.html. di akses
tanggal 25 maret 2016

http://garda-pengetahuan.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-osmosis-dan-
contohnya.html di akses tanggal 25 maret 2016

12