Anda di halaman 1dari 54

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesehatan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi
setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan bagi masyarakat
diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (Promotif), pencegahan penyakit
(Preventif), penyembuhan (Kuratif), dan pemulihan kesehatan (Rehabilitatif), yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu,
dan berkesinambungan.
Untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal diperlukan suatu sistem manajemen puskesmas yang
tepat. Salah satu fungsi penting dari manajemen puskesmas adalah fungsi perencanaan yang merupakan langkah awal dari
proses manajemen disamping fungsi lainnya seperti pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dan lain-lain. Perencanaan
merupakan penentuan dari suatu tindakan yang akan dilaksanakan, tanpa perencanaan maka tidak ada sesuatu yang
diorganisir, digerakkan dan diawasi.

B. PENGERTIAN
Secara umum perencanaan dapat dikatakan sebagai suatu proses penyusunan yang sistematis mengenai kegiatan-
kegiatan yang perlu dilakukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Perencanaan sering pula diartikan sebagai cara bagaimana mencapai tujuan sebaik-baiknya dengan sumber daya yang ada
supaya lebih efisien dengan memperhatikan keadaan lingkungan ekonomi dan lain-lain.
Berdasarkan pengertian perencanaan kesehatan dapat diartikan sebagai usaha untuk merinci kegiatan-kegiatan upaya
kesehatan dalam mengatasi alokasi sumber daya se-efisien mungkin dalam rangka pencapaian status kesehatan masyarakat
yang dikehendaki dalam periode tertentu pada masa yang akan datang. Dengan demikian perencanaan tingkat puskesmas
dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun atau mempersiapkan kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh puskesmas pada tahun berikutnya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kepada masyarakat
dalam upaya mengatasi masalah-masalah kesehatan setempat.

C. TUJUAN
Suatu perencanaan pada pokoknya dapat digunakan untuk sebagai petunjuk dalam menggerakkan dan melaksanakan
upaya yang efektif dan efisien guna mencapai tujuan yang telah di tetapkan dan memudahkan dalam pengawasan, pengendalian
dan penilaian, karena dalam perencanaan memuat kegiatan, sasaran dan indikator-indikator yang harus dicapai. Perencanaan
juga memuat situasi dimasa depan yang ingin dicapai dengan hambatan, dorongan maupun potensi yang mempengaruhinya.
1. TUJUAN UMUM
Meningkatkan fungsi manajemen puskesmas dalam upaya meningkatkan kinerja puskesmas sebagai pusat pengembangan,
pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan diwilayah kerjanya.
2. TUJUAN KHUSUS
a. Tersusunnya rencana kegiatan puskesmas tahun 2017.
b. Tersusunnya hasil kegiatan tahun sebelumnya.
c. Diketahuinya sasaran dan target kegiatan yang harus dicapai tahun 2017
d. Diketahuinya hambatan, tantangan dan faktor pendorong pencapaian kegiatan.

D. RUANG LINGKUP
Sesuai dengan fungsi pokok puskesmas, Puskesmas Parang melakukan 3 fungsi pokok pelayanan yaitu :
1. Melaksanakan dan mengembangkan upaya kesehatan dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat.
2. Mengurangi penderita sakit.
3. Membina masyarakat di wilayah kerja untuk berperan serta aktif dan diharapkan mampu menolong diri sendiri dibidang
kesehatan.
Untuk mewujudkan ketiga fungsi tersebut Puskesmas Parang melakukan upaya kesehatan yang bersifat Promotif, Preventif,
Kuratif dan Rehabilitatif. Bertolak dari keempat pelayanan tersebut diatas maka usaha pokok Puskesmas Parang bertanggung
jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat, jika ditinjau dari sistem kesehatan
nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua yakni:
1. Upaya Kesehatan Wajib meliputi:
- Kesehatan Ibu dan Anak dan Keluarga Berencana.
- Perbaikan Gizi.
- Kesehatan Lingkungan.
- Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
- Promosi Kesehatan
- Upaya Pengobatan
2. Upaya Kesehatan Pengembangan meliputi:
- Upaya Kesehatan Jiwa
- Upaya Kesehatan Indera
- UGD dan Rawat Inap

E. VISI, MISI DAN STRATEGI


1. VISI
“Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Parang Yang Mandiri Untuk Hidup Sehat”

2. MISI
1. Mendorong terwujudnya masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri
2. Meningkatkan upaya pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan
3. Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan upaya kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau
4. Meningkatkan dan mendayagunakan sumberdaya kesehatan
5. Pemantapan manajemen kesehatan yang dinamis dan akuntabel
3. STRATEGI
a. STRATEGI JANGKA PANJANG
4. 1. Meningkatkan peranan posyandu sebagai UKBM yang ada didesa
2. Semua desa di wilayah kerja Puskesmas Parang menjadi desa siaga aktif
3. Meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan prima
4. Meningkatkan kwalitas dan kwatintas sumber daya manusia kesehatan serta sarana dan prasarana
5. Meningkatkan kwalitas pelayanan Ibu dan anak

b. STRATEGI JANGKA PENDEK


1. Menumbuhkan dan meningkatkan peran serta masyarakat di Posyandu
2. Menggalang kerja sama lintas sektor dan bekerja sama dengan PKK dalam mengembangkan desa Siaga
3. Menyusun standart prosedur ditiap layanan yang ada di Puskesmas
4. Mengusulkan penambahan tenaga Kesehatan dan pelatihan untuk meningkatkan kwalita sumber daya manusia kesehatan
5. Mengusulkan penambahan sarana dan prasana yang belum ada atau sudah tidak layak pakai
6. Mengalihkan pertolongan persalinan dari rumah ke fasilitas kesehatan dan meniadakan persalinan oleh dukun
BAB II
ANALISA SITUASI

Tujuan: untuk memperoleh data dan informasi tentang keadaan dan masalah operasional puskesmas yang perlu ditangani.

A. DATA UMUM
Puskesmas Parang merupakan Puskesmas Rawat Inap yang terletak di Kelurahan Parang, Kecamatan Parang, Kabupaten
Magetan. Letak Geografis di pegunungan dan letak strategis di perbatasan Propinsi dan kabupaten.
Wilayah Kerja Puskesmas Parang meliputi 13 desa/kelurahan. (Tabel 1)
Jaringan Puskesmas Parang meliputi 4 pustu dan 8 ponkesdes,dengan jumlah posyandu 55 posyandu, jumlah kader 275
kader.
Sarana dan prasarana yang tersedia dalam puskesmas Parang masih kurang dari standar yang ditetapkan. (tabel 2)

B. DATA KHUSUS
Data kinerja telah terangkum dalam Form Penilaian Standar Puskesmas sbb :

BAB III
TAHAP PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN (RUK)

Rencana Usulan Kegiatan merupakan suatu perencanaan yang disusun sebagai acuan kegiatan selama satu tahun ke
depan, yang berdasarkan pada Penilaian Tingkat Puskesmas. Dengan adanya RUK diharapkan kinerja Puskesmas menjadi lebih
terarah, efektif dan efisien, sehingga tujuan pembanguanan kesehatan dapat segera terwujud.
Penyusunan rencana Usulan Kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sbb :
a. Menyusun RUK bertujuan untuk mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai pada periode sebelumnya
b. Memperbaiki program yang masih bermasalah dan menyusun rencana kegiatan baru yang disesuaikan dengan kondisi
kesehatan di wilayah Puskesmas dan kemampuan Puskesmas
Penyusunan RUK terdiri dari langkah-langkah sbb :
1. Identifikasi masalah
Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Identifikasi masalah dilaksanakan dengan membuat daftar
masalah yang dikelompokkan menurut jenis program, cakupan, mutu dan ketersediaan sumber daya.
2. Menetapkan urutan prioritas masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan mengatasi masalah sekaligus, maka diperlukan adanya metode untuk menentukan
prioritas masalah.Dalam hal ini digunakan metode USG, yaitu Tingkat Urgensi (U) : masalah yang sangat mendesak untuk
segera ditanggulangi, mendapatkan nilai yang lebih tinggi.
Tingkat Keseriusan (S) : masalah yang perlu penanganan serius dan apabila tidak diatasi akan semakin memprihatinkan,
mendapat nilai yang lebih tinggi. Tingkat Perkembangan (G) : Masalah yang apabila tidak ditanggulangi akan semakin meluas,
mendapatkan nilai yang lebih tinggi.
3. Merumuskan masalah
4. Mencari akar penyebab masalah dengan Fish Bone Diagram
5. Menetapkan Cara Pemecahan Masalah
Berikut ini tahap penyusunan RUK masing masing program :
UPAYA KESEHATAN WAJIB
1. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN
a. Identifikasi masalah

IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI


1. Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Rumah Tangga sehat 1892 1324 70 30
Pengkajian Tatanan Tempat-tempat kerja (Tempat Kerja Klasifikasi IV) 22 10 46 54
2. Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada
Institusi Tempat-Tempat Umum 62 54 87 13
Institusi Tempat-Tempat Kerja 48 24 50 50
Penyuluhan NAPZA 283 137 50 50

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah

Kriteria U S G SKOR RANGK.


NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 Pengkajian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Rumah Tangga Sehat 5 5 5 125 I
Pengkajian Tatanan Tempat-tempat kerja (Tempat Kerja Klasifikasi IV) 4 2 3 24 V
2 Intervensi dan Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada :
Institusi Tempat-Tempat Umum 4 4 5 80 III
Institusi Tempat-Tempat Kerja 4 4 4 64 IV
Penyuluhan NAPZA 5 4 5 100 II

c. Merumuskan Masalah
1. Rendahnya Cakupan Rumah Tangga Sehat di Puskesmas Parang tahun 2016
2. Rendahnya jumlah penyuluhan napza di Puskesmas Parang tahun 2016
3. Rendahnya intervensi dan penyuluhan PHBS di institusi tempat-tempat umum tahun 2016
4. Rendahnya intervensi dan penyuluhan PHBS di institusi tempat-tempat kerja tahun 2016
5. Rendahnya pengkajian tatanan tempat-tempat kerja di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
e. Menetapkan cara pemecahan masalah

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih


Masalah
Cakupan  Masyarakat kurang memahami pentingnya  Meningkatkan penyuluhan kepada  Penyuluhan PHBS kepada masyarakat
Rumah PHBS, karena tingkat pendidikan yang masyarakat tentang pentingnya PHBS utamanya penyuluhan di luar gedung
Tangga ber masih rendah  Pertemuan lintas sektor untuk  Pertemuan litas sektoral untuk membahas
PHBS yang  Jumlah kader PHBS yang masih kurang meningkatkan PHBS PHBS (PHBS menjadi bahasan utama
masih  Belum ada tenaga penyuluh khusus (Bidan  Pertemuan dan pembinaan kader PHBS dalam pertemuan lintas sektoral)
rendah merangkap Promkes)  Peningkatan sarana dan prasarana  Pertemuan dan pembinaan kader PHBS
 Peran lintas sektor masih kurang penyuluhan PHBS  Pemberdayaan masyarakat dalam kegiatan
 Kurangnya penyuluhan PHBS di luar gedung  Mengajak masyarakat untuk mengadakan PHBS
 Kurangnya pembinaan dan pelatihan kader dana swadaya dalam kegiatan PHBS  Survey Keluarga Sehat
PHBS  Peningkatan pemberdayaan masyarakat
 Sarana dan prasarana penyuluhan masih  Survey Keluarga Sehat
kurang
 Belum ada dukungan dana dari pemerintah
desa
 Rendahnya dukungan dana swadaya dari
masyarakat
 Wilayah desa yang cukup luas dengan
medan yang sulit dijangkau
 Sosial ekonomi masyarakat yang masih
rendah

Rendahnya  Kurangnya media penyuluhan  Menambah media penyuluhan  Menambah media penyuluhan
jumlah  Belum ada tenaga khusus promkes 
penyuluhan  Kurangnya materi penyuluhan tentang napza
napza
Rendahnya  Kurangnya kerjasama lintas sektor  Meningkatkan kerjasama lintas sector  Meningkatkan kerjasama lintas sector
intervensi  Petugas masih merangkap program lain  Bekerja sama dengan penanggung jawab  Bekerja sama dengan penanggung jawab
dan  Wilayah kerja Puskesmas Parang cukup desa untuk melakukan intervensi desa untuk melakukan intervensi
penyuluhan luas sehingga sulit dijangkau petugas
PHBS di
institusi
tempat-
tempat
umum
Rendahnya  Kurangnya kerjasama lintas sektor  Meningkatkan kerjasama lintas sector  Meningkatkan kerjasama lintas sector
intervensi  Petugas merangkap program lain  Bekerja sama dengan penanggung jawab  Bekerja sama dengan penanggung jawab
dan  Wilayah kerja Puskesmas Parang cukup desa untuk melakukan intervensi desa untuk melakukan intervensi
penyuluhan luas sehingga sulit dijangkau petugas
PHBS di
institusi
tempat-
tempat kerja
Rendahnya  Kurangnya kerjasama lintas sektor  Meningkatkan kerjasama lintas sector  Meningkatkan kerjasama lintas sector
pengkajian  Petugas merangkap program lain  Bekerja sama dengan penanggung jawab  Bekerja sama dengan penanggung jawab
tatanan  Wilayah kerja Puskesmas Parang cukup desa untuk melakukan intervensi desa untuk melakukan intervensi
tempat- luas sehingga sulit dijangkau petugas
tempat kerja
2. PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
a. Identifikasi masalah

IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI


KESEHATAN LINGKUNGAN
1 Pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) 5699 3056 54 46
2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan 31 28 92 8
3 Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar 9379 6559 74 26
4 Jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan 8840 6587 75 25
5 Pembinaan sarana tempat-tempat umum 117 109 93 7
6 Tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan 112 109 98 2
7 Kunjungan ke Klinik sanitasi 783 402 51 49

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah

Kriteria U S G SKOR RANGK.


NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 Pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) 4 5 4 80 III
2 Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan 4 4 3 48 IV
3 Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar 5 5 5 125 I
4 Jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan 5 4 5 100 II
5 Pembinaan sarana tempat-tempat umum 3 4 3 36 V
6 Tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan 4 2 1 8 VI
7 Kunjungan ke Klinik sanitasi 2 2 1 4 VII

c. Merumuskan Masalah
1. Rendahnya Pembinaan Sanitasi Perumahan dan Sanitasi Dasar tahun 2016
2. Rendahnya jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Parang tahun 2016
3. Rendahnya pengawasan Sarana Air Bersih (SAB) di wilayah kerja Puskesmas Parang tahun 2016
4. Rendahnya tempat pengelolaan makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Parang
tahun 2016
5. Rendahnya pembinaan sarana tempat-tempat umum di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
6. Rendahnya jumlah tempat-tempat umum yang memenuhi syarat kesehatan di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
7. Rendahnya kunjungan ke klinik sanitasi di Puskesmas Parang tahun 2016

e. Menetapkan cara pemecahan masalah

Prioritas
Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih
Masalah
Rendahnya  Petugas Kesling masih merangkap  Memaksimalkan pertemuan  Menyusun POA secara jelas dan terperinci
pembinaan program lain kader/pembinaan kader  Meningkatkan peran serta petugas
sanitasi  Kurang maksimalnya pembinaan kader  Meningkatkan peran serta petugas penanggung jawab desa
perumahan  Kurangnya koordinasi lintas program dan penanggung jawab desa  Menggalang komitmen lintas sektor
dan sanitasi lintas sektor  Menggalang komitmen lintas sektor  Memaksimalkan pertemuan
dasar  Jadwal pelaksanaan belum jelas  Menyusun POA secara jelas dan terperinci kader/pembinaan kader
Rendahnya  Petugas masih merangkap program lain  Mengaktifkan peran serta kader dalam  Mengaktifkan peran serta kader dalam
jumlah  Jumlah rumah yang diperiksa sedikit, survey rumah sehat survey rumah sehat
rumah yang sehingga jumlah rumah yang memenuhi  Melakukan penyuluhan dan pembinaan  Melakukan penyuluhan dan pembinaan
memenuhi syarat kesehatan juga sedikit secara kontinyu secara kontinyu
syarat  Rendahnya kesadaran masyarakat  Mengusulkan bantuan genteng kaca
kesehatan tentang pentingnya rumah sehat kepada pemerintah
 Sosial ekonomi masyarakat yang
beragam
 Kurangnya motivasi petugas untuk
melakukan pengecekan secara berkala
Rendahnya  Petugas masih merangkap Program lain  Memaksimalkan petugas yang ada  Meningkatkan kerja sama lintas program
pengawasan  Kemapuan petugas untuk mengawai  Meningkatkan kerja sama lintas
Sarana Air sarana air bersih terbatas program/antar petugas yang ada di wilayah
Bersih  Kurangnya kerja sama lintas
(SAB) program/petugas yang ada di wilayah
kerja puskesmas Parang
Rendahnya  Kurangnya Pengetahuan dan kesadaran  Meningkatkan penyuluhan dan pembinaan  Meningkatkan peran serta penanggung
tempat pengelola TPM tentang sanitasinya dan secara rutin dan berkala. jawab wilayah.
pengelolaan Higiene perorangan  Meningkatkan peran serta penanggung
makanan  Kurangnya Penyuluhan Kelompok TPM jawab wilayah
(TPM) yang  Tidak adanya jadwal penyuluhan
memenuhi kelompok
syarat
kesehatan
Rendahnya  Petugas merangkap program lain  Memaksimalkan petugas yang ada  Meningkatkan kerja sama lintas Program
pembinaan  Kurangnya kerja sama lintas program  Meninggkatkan kerja sama lintas Program  Memaksimalkan petugas yang ada
sarana  Belum maksimalnya petugas  Melaksanakan jadwal yang telah ada
tempat- melaksanakan pembinaan
tempat  Terlalu banyaknya sarana TTU
umum
Rendahnya  Kesadaran Masyarakat yang kurang  Meningkatkan kesadaran masyarakat  Meningkatkan kesadaran masyarakat
jumlah  Faktor biaya dan kondisi ekonomi melalui penyuluhan  Meningkatkan kerjasama lintas terkait
tempat- masyarakat.  Meningkatkan kerjasama lintas terkait
tempat  Kurangnya kerja sama lintas terkait
umum yang
memenuhi
syarat
kesehatan
Rendahnya  Petugas merangkap program lain  Memaksimalkan petugas  Membuat jadwal buka klinik sanitasi
kunjungan  Tidak ada jadwal khusus kunjungan klinik  Membuat jadwal yang tetap buka klinik  Mengaktifkan jejaring tentang klinik
ke klinik sanitasi sanitasi sanitasi
sanitasi  Kurangnya rujukan dari jejaring  Meningkatkan rujukan
 Meningkatkan kerjasama lintas program
 Mengaktifkan jejaring klinik sanitasi
3. PROGRAM UPAYA PERBAIKAN GIZI
a. Identifikasi masalah

IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI


UPAYA PERBAIKAN GIZI.
1 BUMIL KEK. 48 45 94 6
2 BALITA BAWAH GARIS MERAH. 116 10 9 91
3 Kunjungan Pojok Gizi 3916 1718 44 56

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah

Kriteria U S G SKOR RANGK.


NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 BUMIL KEK. 5 5 5 125 I
2 BALITA BAWAH GARIS MERAH. 4 5 5 100 II
3 Kunjungan Pojok Gizi 5 4 4 80 III

c. Merumuskan Masalah
1. Masih tingginya penemuan bumil KEK tahun 2016
2. Masih adanya balita bawah garis merah di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
3. Masih rendahnya kunjungan ke pojok gizi Puskesmas Parang tahun 2016
d. Menetapkan cara pemecahan masalah
Prioritas
Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih
Masalah
Masih  Kurang efektifnya konseling  Penyuluhan KRR di sekolah  Penyuluhan KRR di sekolah
tingginya pra nikah SMP, SMA dan sederajat SMP, SMA dan sederajat
penemuan  Tingginya angka kehamilan  Penyuluhan kepada PUS  Kunjungan rumah bumil resti
bumil KEK usia dini  Kunjungan rumah ibu hamil  Mengefektifkan pelaksanaan
 Tingginya angka kehamilan resiko tinggi kelas ibu hamil
diluar nikah  Mengefektifkan pelaksanaan  Pemberian paket gizi ibu hamil
 Tingginya kehamilan 4T kelas ibu hamil
 Kurangnya pemenuhan gizi  Mengefektifkan pokja P4K  Mengefektifkan pokja P4K
ibu hamil  Meningkatkan kerjasama lintas  Penyuluhan kepada PUS
 Mitos yang kurang tepat sector  Meningkatkan kerjasama lintas
mengenai kehamilan  Intervensi gizi ibu hamil sektor
 Kurangnya penyuluhan
kepada ibu hamil
 Kurang efektifnya
pelaksanaan kelas ibu hamil
 Kurang efektifnya
pembentukan pokja P4K
 Kurangnya kerjasama lintas
sector
masih  Kurang tertibnya pencatatan  Menertibkan pencatatan dan  Menertibkan pencatatan dan
rendahnya dan pelaporan pelaporan pelaporan
penemuan  Kurangnya pemantauan  Mengefektifkan pemantauan  Mengefektifkan pemantauan
balita  Kurang efektifnya wilayah wilayah
dengan pembinaan di posyandu  Mengefektifkan pembinaan di  Mengefektifkan pembinaan di
BGM  Balita yang sudah lengkap posyandu posyandu
imunisasinya tidak datang ke  Mengadakan penyuluhan  Mengadakan penyuluhan
posyandu tentang pentingnya posyandu tentang pentingnya posyandu
 Kurangnya kerjasama lintas  Meningkatkan kerjasama lintas  Meningkatkan kerjasama lintas
sector sector sector
Masih  Kurang sosialisasi adanya  Meningkatkan sosialisasi  Sosialisasi adanya klinik gizi di
rendahnya klinik gizi adanya klinik gizi di puskesmas puskesmas
kunjungan  Kurangnya pencatatan dan  Meningkatkan sistem pelaporan  Meningkatkan kerjasama lintas
ke pojok pelaporan dan pencatatan program
gizi  Kurangnya kerjasama lintas  Meningkatkan kerjasama lintas
program program
4. PROGRAM UPAYA KESEHATAN IBU ANAK DAN KELUARGA BERENCANA
a. Identifikasi masalah

No IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI


KESEHATAN IBU DAN ANAK TERMASUK KELUARGA
BERENCANA
1 Jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan 541 2 0,3 99,7
2 Cakupan Pelayanan Kesehatan pra usila dan lanjut usia baru 11112 7056 64 36
3 Pembinaan posyandu lanjut usia sesuai standar 44 21 48 52
4 Cakupan peserta KB Baru 5365 650 12 88
5 Cakupan PPIA (ibu hamil diperiksa HIV) 427 243 57 43

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah

Kriteria U S G SKOR RANGK.


NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 Jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan 4 3 2 24 V
2 Cakupan Pelayanan Kesehatan pra usila dan lanjut usia baru 5 4 5 100 II
3 Pembinaan posyandu lanjut usia sesuai standar 5 4 4 80 III
4 Cakupan peserta KB Baru 4 3 4 48 VI
5 Cakupan PPIA (ibu hamil diperiksa HIV) 5 5 5 125 I

c. Merumuskan Masalah
1. Rendahnya cakupan PPIA (ibu hamil diperiksa HIV) di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
2. Rendahnya cakupan pelayanan kesehatan pra usila dan lanjut usia baru di Wilayah Puskesmas Parang
tahun 2016
3. Rendahnya pembinaan posyandu lanjut usia sesuai standar di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
4. Rendahnya jumlah kader yang dilatih tentang kesehatan di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
5. Rendahnya cakupan peserta KB baru di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
e. Menetapkan cara pemecahan masalah

Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Pemecahan Masalah Terpilih


Masalah
Rendahnya  Masih rendahnya  Mengadakan  Mengadakan penyuluhan
cakupan PPIA pengetahuan ibu hamil penyuluhan kepada ibu kepada ibu hamil dan
(ibu hamil periksa tentang virus HIV hamil dan keluarga keluarga
HIV)  Stigma berlebihan  Memaksimalkan  Meningkatkan peran bidan
terhadap HIV program ANC terpadu untuk merujuk ibu hamil agar
 Kurang maksimalnya  Memaksimalkan mengikuti ANC terpadu
program ANC terpadu pemantauan PWS  Memaksimalkan
 Kurangnya kesadaran  Meningkatkan pemantauan PWS
ibu hamil untuk kerjasama lintas sektor  Meningkatkan kerjasama
memeriksakan  Menambah media lintas sektor
kehamilannya penyuluhan  Menambah media
 Masih banyaknya ibu  Kerjasama dengan penyuluhan
hamil yang periksa ke petugas laborat  Sweeping ibu hamil yang
luar wilayah puskesmas lain tidak ANC
 Kurangnya pemantauan  Kerjasama dengan
PWS petugas laborat puskesmas
 Kurangnya kerjasama lain
lintas sektor
 Kurangnya media
penyuluhan
 Ibu hamil tidak mau
diperiksa HIV
 Petugas laborat cuti
melahirkan, sehingga
pemeriksaan
laboratorium terhambat
Rendahnya  Posyandu lansia kurang  Menambah jumlah  Menambah jumlah
cakupan  Kurang tertibnya sistem posyandu lansia posyandu lansia
pelayanan pencatatan dan  Menertibkan sistem  Menertibkan sistem
kesehatan pra pelaporan pencatatan dan pelaporan pencatatan dan pelaporan
usila dan lanjut
 Kurangnya kerjasama  Meningkatkan  Meningkatkan kerjasama
usia baru
lintas sektor kerjasama lintas sektor lintas sektor
 Rendahnya kesadaran  Mengadakan  Mengadakan penyuluhan
masyarakat untuk ikut penyuluhan tentang tentang pentingnya posyandu
dalam posyandu lansia pentingnya posyandu lansia
 Kegiatan di posyandu lansia
lansia yang monoton
sehingga kurang
menarik minat
masyarakat
 Jarak ke posyandu
lansia yang jauh

Rendahnya  Jumlah posyandu lansia  Menambah jumlah  Menambah jumlah


pembinaan terbatas posyandu lansia posyandu lansia
posyandu lanjut
usia sesuai
standar
Rendahnya jumlah  Kurangnya dana untuk  Mengusulkan dana  Mengusulkan dana agar
kader yang dilatih mengadakan pelatihan agar masuk POA BOK masuk POA BOK
tentang kesehatan  Kurangnya kerjasama  Meningkatkan  Meningkatkan kerjasama
lintas sektor kerjasama lintas sektor lintas sektor
 TP UKS belum  Memaksimalkan fungsi  Memaksimalkan fungsi TP
maksimal TP UKS UKS
Rendahnya  Kurangnya kesadaran  Penyuluhan tentang  Penyuluhan tentang KB
cakupan peserta PUS untuk ber KB KB  TOT KB untuk nakes
KB baru  Masih banyaknya mitos  TOT KB untuk nakes  Meningkatkan kerjasama
di masyarakat tentang  Meningkatkan lintas sektor
KB kerjasama lintas sektor  Meningkatkan
 Kurang efektifnya  Meningkatkan pemantauan PWS
konseling ber KB untuk pemantauan PWS  Meningkatkan kerjasama
PUS  Meningkatkan dengan faskes swasta
 Kurangnya pemantauan kerjasama dengan faskes
PWS swasta
 Kurangnya kerjasama
lintas sektor
 Kurangnya pelaporan
dari faskes swasta
5. PROGRAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR
a. Identifikasi masalah
IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI
UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT
MENULAR
1 Penemuan penderita diare yang diobati di Puskesmas dan Kader 1124 883 79 21
2 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita 101 86 85 15
3 Penemuan penderita kusta baru 4 2 48 52
4 Penemuan suspect penderita TB 445 160 36 64
5 Angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif 14 11 76 24
6 Kelompok sasaran (PMS dan HIV/AIDS) yang dijangkau 12 8 67 33
7 Imunisasi campak pada bayi 535 525 98 2
8 UCI desa 13 2 15 85
9 Imunisasi TT5 pada WUS 7902 2050 26 74
10 Imunisasi TT2 plus bumil 550 64 12 88
11 Grafik penyakit potensial wabah 5 1 20 80

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Kriteria U S G SKOR RANGK.
NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 Penemuan penderita diare yang diobati di Puskesmas dan Kader 3 3 3 27 VII
2 Cakupan penemuan penderita pneumonia balita 4 5 4 80 III
3 Penemuan penderita kusta baru 4 3 3 36 VI
4 Penemuan suspect penderita TB 5 5 5 125 I
5 Angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif 3 3 3 27 VIII
6 Kelompok sasaran (PMS dan HIV/AIDS) yang dijangkau 4 3 4 48 V
7 Imunisasi campak pada bayi 4 4 4 64 IV
8 UCI desa 4 5 5 100 II
9 Imunisasi TT5 pada WUS 3 2 3 18 IX
10 Imunisasi TT2 plus bumil 2 3 3 18 X
11 Grafik penyakit potensial wabah 3 2 2 12 XI

c. Merumuskan Masalah
1. Rendahnya Penemuan suspect penderita TB di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
2. Rendahnya capaian UCI desa di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
3. Rendahnya Cakupan penemuan penderita pneumonia di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
4. Rendahnya imunisasi campak pada bayi di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
5. Rendahnya kelompok sasaran (PMS dan HIV/AIDS) yang dijangkau di wilayah Puskesmas Parang tahun
2016
6. Rendahnya penemuan penderita kusta baru di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
7. Rendahnya penemuan penderita diare yang diobati di wilayah puskesmas Parang tahun 2016
8. Rendahnya angka keberhasilan pengobatan pasien baru BTA positif di wilayah Puskesmas Parang tahun
2016
9. Rendahnya imunisasi TT5 pada WUS di wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
10. Rendahnya imunisasi TT2 plus bumil di Wilayah Puskesmas Parang tahun 2016
11. Kurangnya grafik penyakit potensial wabah di Puskesmas Parang tahun 2016
d. Menetapkan cara pemecahan masalah

Prioritas Masalah Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih

 Masih kurangnya pengetahuan  Memberikan penyuluhan  Mengundang narasumber yang


Cakupan masyarakat tentang penyakit yang efektif dan tepat kompeten untuk meningkatkan
penemuan TBC sasaran pengetahuan petugas dan
tersangka  Masih rendahnya kesadaran  Mengundang narasumber masyarakat
penderita TBC masyarakat untuk yang kompeten untuk  Sosialisasi TBC kepada guru-
(Suspek) yang memeriksakan dahaknya meningkatkan pengetahuan guru di wilayah kerja Puskesmas
masih rendah  Masih terbatasnya tenaga yang petugas dan masyarakat Parang melalui pertemuan guru
ada di Puskesmas (tenaga  Mengoptimalkan tenaga UKS
Analis) kader kesehatan yang ada di  Mengaktifkan kembali
 Peran aktif lintas sektor yang masyarakat untuk membantu Paguyuban TB yang telah
masih kurang mengantarkan dahak ke terbentuk
 Metode penyuluhan yang belum Puskesmas  Melatih siswa Pondok Pesantren
efektif  Memberikan penyuluhan untuk melakukan fiksasi dahak
 Kondisi ekonomi masyarakat kepada masyarakat sebelum disetorkan ke
yang rata-rata menengah ke tersangka TB Paru untuk Puskesmas
bawah memeriksakan dahaknya ke
 Belum adanya bantuan dana puskesmas
untuk transport kader  Advokasi ke dinas terkait
 Cakupan rumah sehatyang untuk penambahan tenaga
masih rendah analis di Puskesmas
 Sosialisasi TBC kepada
Guru, Toma, Toga maupun
perangkat desa karena TBC
merupakan penyakit menular
yang dapat mengenai semua
lini masyarakat
 Melibatkan peran serta
keluarga pasien TBC
 Memberikan stimulan untuk
meningkatkan taraf hidup
penderita TBC karena
sebagian besar berasal dari
ekonomi menengah ke
bawah
 Menganggarkan dana untuk
transport kader dan
memberikan reward untuk
penemuan BTA +
 Meningkatkan peran serta
masyarakat dengan
melibatkan dewan
Penyantun Puskesmas,
donatur, untuk meningkatkan
kondisi rumah pasien TBC :
lantai tanah, ventilasi,
genting kaca
 Memberikan skill berupa
fiksasi dahak kepada kader
kesehatan yang ada di
Pondok Pesantren
 Mengaktifkan Paguyuban TB
Cakupan desa UCI  Beberapa bayi diimunisasi di  Pendataan sasaran bayi 0-  Pendataan sasaran bayi 0-1
berdasarkan luar wilayah kabupaten 1 tahun di posyandu tahun di setiap posyandu
individual raport di sehingga data imunisasi sulit  Penyuluhan akselerasi  Supervisi dan pembinaan
puskesmas parang dilaporkan dalam pencapaian UCI desa posyandu
yang masih kurang  Beberapa desa berbatasan  Sweeping  Penyuluhan akselerasi dalam
dengan wilayah ponorogo dan  Supervisi dan pembinaan pencapaian UCI desa
wonogiri posyandu  Sweeping
 Pencatatan hasil imunisasi pada  Pertemuaan evaluasi kinerja  Pertemuaan evaluasi kinerja
kohort bayi belum lengkap, imunisasi tiap 3 bulan sekali imunisasi tiap 3 bulan
utamanya bayi yang di
imunisasi ke BPS /BPM/RS dan
klinik swasta

Rendahnya  Kurang efektifnya sistem  Mengefektifkan sistem  Mengefektifkan sistem


Cakupan pencatatan dan pelaporan pencatatan dan pelaporan pencatatan dan pelaporan
penemuan
penderita  Kurangnya laporan dari faskes  Meminta laporan dari fakses  Meminta laporan dari faskes
pneumonia swasta swasta swasta
 Kurangnya jumlah sound timer  Pengadaan sound  Mengusulkan pembelian sound
 Kurangnya kesadaran ibu balita timer/mengefektifkan timer
untuk memeriksakan balitanya penggunaan jam tangan  Memberikan penyuluhan tentang
  Memberikan penyuluhan pentingnya pengobatan dini
tentang pentingnya
pengobatan dini
Rendahnya  Banyaknya bayi yang pindah ke  Sweeping bayi sasaran  Sweeping bayi sasaran imunisasi
imunisasi campak luar kota imunisasi  Meminta laporan ke faskes
pada bayi  Ada beberapa bayi yang  Meminta laporan ke faskes swasta
imunisasi di faskes lain, dan lain  Menertibkan sistem pencatatan
tidak dilaporkan  Menertibkan sistem dan pelaporan
 Kurang tertibnya sistem pencatatan dan pelaporan
pencatatan dan pelaporan
Rendahnya  Susahnya menjangkau Ponci  Meningkatkan kerjasama  Meningkatkan kerjasama lintas
kelompok sasaran  Kurangnya pemetaan terhadap lintas sektor sektor
(PMS dan kelompok sasaran  Pemetaan kelompok  Melakukan pemetaan terhadap
HIV/AIDS) yang  Kurang terbukanya kelompok sasaran kelompok sasaran
dijangkau sasaran terhadap nakes  Pendekatan kepada  Pendekatan kepada kelompok
 Kurangnya motivasi dari nakes kelompok sasaran sasaran
untuk melakukan penjangkauan
 Kurangnya kerjasama lintas
sektor
Rendahnya  Kurangnya kesadaran suspect  Mengadakan penyuluhan  Mengadakan penyuluhan kusta
penemuan untuk memeriksakan diri kusta  Mengefektifkan pemantauan
penderita kusta  Kurangnya pemantauan wilayah  Mengefektifkan pemantauan wilayah
baru  Kurangnya kesadaran warga wilayah  Membentuk kader kusta tingkat
tentang penyakit kusta  Membentuk kader kusta desa
 Tidak adanya kader kusta di tingkat desa
desa
Rendahnya  Kurangnya kesadaran warga  Mengadakan penyuluhan  Mengadakan penyuluhan diare
penemuan untuk memeriksakan diri apabila diare tingkat desa tingkat desa
penderita diare terkena diare  Mengefektifkan sistem  Mengefektifkan sistem
yang diobati  Kurang efektifnya sistem pencatatan dan pelaporan pencatatan dan pelaporan
pencatatan dan pelaporan  Meningkatkan kerjasama  Meningkatkan kerjasama dengan
 Kurangnya kerjasama dengan dengan faskes swasta faskes swasta
faskes swasta
 Persepsi yang salah tentang
diare (ngenteng-ngentengi)
Rendahnya angka  Kurangnya komitmen dari  Memberikan penyuluhan  Memberikan penyuluhan tentang
keberhasilan penderita untuk berobat sampai tentang penyakit TB dan penyakit TB dan pengobatannya
pengobatan pasien tuntas pengobatannya  Membangun komitmen dari para
baru BTA positif  Kurangnya pengetahuan  Membangun komitmen dari penderita TB
tentang pengobatan TB para penderita TB  Mengaktifkan PMO
 Mayoritas penderita merasa  Mengaktifkan PMO  Mengaktifkan paguyuban TB
sudah sembuh walaupun obat  Mengaktifkan paguyuban TB  Bekerja sama dengan
belum habis  Bekerja sama dengan penanggung jawab desa untuk
 Lemahnya pengawasan dari penanggung jawab desa pengambilan obat
orang terdekat untuk minum untuk pengambilan obat
obat secara rutin
 Penderita tidak terbuka kepada
lingkungan dan keluarga
 Rendahnya pengawasan dari
petugas terkait
 Sulitnya akses ke Puskesmas,
sehingga penderita malas
mengambil obat
 Ada beberapa penderita yang
berada pada usia produktif,
sehingga mereka lebih
mementingkan bekerja daripada
ke Puskesmas untuk mengambil
obat
Rendahnya  Rendahnya pencatatan dan  Meningkatkan pencatatan  Meningkatkan pencatatan dan
imunisasi TT5 pada pelaporan dan pelaporan pelaporan
WUS
Rendahnya  Rendahnya pencatatan dan  Meningkatkan pencatatan  Meningkatkan pencatatan dan
imunisasi TT2 plus pelaporan dan pelaporan pelaporan
bumil
6. PROGRAM UPAYA PENGOBATAN
a. Identifikasi masalah
IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI
PENGOBATAN
1 Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas 4161 1767 42 58
2 Gigi tetap yang ditambal permanen 87 76 87 13
3 Jumlah SD/MI dengan sikat gigi masal 25 23 91 9
4 Jumlah murid SD/MI yang perlu perawatan 640 618 97 3
5 Jumlah murid SD/MI yang mendapat perawatan 618 454 73 27
6 Jumlah pembinaan kesehatan gigi di posyandu 39 28 73 27

b. Menetapkan Urutan Prioritas Masalah


Kriteria U S G SKOR RANGK.
NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 Pelayanan Kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas 5 5 5 125 I
2 Gigi tetap yang ditambal permanen 2 5 2 20 VI
3 Jumlah SD/MI dengan sikat gigi masal 4 4 5 80 III
4 Jumlah murid SD/MI yang perlu perawatan 4 3 4 48 IV
5 Jumlah murid SD/MI yang mendapat perawatan 4 3 3 36 V
6 Jumlah pembinaan kesehatan gigi di posyandu 4 5 5 100 II

c. Merumuskan Masalah
1. Rendahnya pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Parang tahun 2016
e. Menetapkan cara pemecahan masalah

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih


Masalah
Rendahnya  Masih rendahnya kesadaran  Memberikan penyuluhan  Memberikan penyuluhan tentang
cakupan masyarakat untuk berobat gigi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan gigi dan
pelayanan gigi  Penggunaan obat tradisional untuk bahaya penggunaan obat- mulut pada masyarakat
dan mulut penyembuhan penyakit obatan tradisional tanpa  Integral dengan program KIA/
 Kurangnya kesadaran masyarakat pengawasan dari petugas posyandu
tentang pentingnya kesehatan gigi kesehatan  Penyuluhan kesehatan gigi dan
dan mulut  Meningkatkan sarana dan mulut pada kader
 Kurangnya Sarana Prasarana prasarana penyuluhan dan  Kerjasama lintas sektor
Penyuluhan promosi Puskesmas sebagai  Membuat media promosi tentang
 Masih adanya anggapan bahwa penyedia layanan kesehatan pelayanan kesehatan di
berobat gratis tidak berkualitas yang berkualitas puskesmas termasuk didalamnya
 Masyarakat belum tahu tentang  Melakukan promosi secara aktif kesehatan gigi
pelayanan gigi dan mulut di tentang pelayanan kesehatan  Mengaktifkan UKGMD
puskesmas gigi dan mulut di puskesmas
dan menepiskan anggapan
berobat gratis belum tentu tidak
berkualitas
 Memberikan penyuluhan
terhadap masyarakat mengenai
pentingnya kesehatan gigi dan
mulut
 Mengaktifkan UKGMD
7. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN
a. Identifikasi Masalah

IDENTIFIKASI MASALAH TARGET PENCAPAIAN % DEVIASI


1 BOR (Bed Occupancy Rate/Rata-rata penggunaan Tempat Tidur) 60 33.2 55 45
Upaya Kesehatan Telinga / Pencegahan Gangguan Pendengaran
2 Penemuan kasus penyakit telinga di Puskesmas 2505 1153 46 54
3 Rujukan penyakit telinga di Puskesmas 115 26 23 77
Upaya Kesehatan Olah Raga
4 Pemeriksaan kesegaran jasmani pada anak sekolah 3833 2376 62 38
Perawatan Kesehatan Masyarakat
5 Pembinaan pada keluarga rawan 2652 601 23 77
Upaya Kesehatan Jiwa
6 Kasus Gangguan Jiwa yang dirujuk 21 9 44 56

b. Menetapkan urutan Prioritas Masalah

Kriteria U S G SKOR RANGK.


NO Masalah Urgensi Seriousness Growth
1 BOR (Bed Occupancy Rate/Rata-rata penggunaan Tempat Tidur) 5 4 5 100 I
Upaya Kesehatan Telinga / Pencegahan Gangguan Pendengaran
2 Penemuan kasus penyakit telinga di Puskesmas 4 4 4 64 III
3 Rujukan penyakit telinga di Puskesmas 3 3 3 27 VI
Upaya Kesehatan Olah Raga
4 Pemeriksaan kesegaran jasmani pada anak sekolah 4 3 3 36 IV
Perawatan Kesehatan Masyarakat
5 Pembinaan pada keluarga rawan 3 4 3 36 V
Upaya Kesehatan Jiwa
6 Kasus Gangguan Jiwa yang dirujuk 5 4 4 80 II

c. Merumuskan masalah
1. Rendahnya rata-rata penggunaan tempat tidur (BOR) di Puskesmas Parang tahun 2016
2. Rendahnya kasus gangguan jiwa yang dirujuk di wilayah puskesmas Parang tahun 2016

d. Menetapkan Cara Pemecahan Masalah

Prioritas Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah Pemecahan Masalah Terpilih


Masalah
Rendahya BOR  Masih rendahnya kesadaran  Memberikan penyuluhan  Memberikan penyuluhan kepada
masyarakat untuk memanfaatkan kepada masyarakat tentang masyarakat tentang bahaya
pelayanan kesehatan di bahaya penggunaan obat- penggunaan obat-obatan
puskesmas obatan tradisional tanpa tradisional tanpa pengawasan
 Penggunaan obat tradisional untuk pengawasan dari petugas dari petugas kesehatan
penyembuhan penyakit kesehatan  Meningkatkan sarana dan
 Kurangnya promosi  Meningkatkan sarana dan prasarana penyuluhan dan
 Kurangnya Sarana Prasarana prasarana penyuluhan dan promosi Puskesmas sebagai
Penyuluhan promosi Puskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan
penyedia layanan kesehatan yang berkualitas
yang berkualitas  Melakukan promosi secara aktif
 Melakukan promosi secara aktif tentang pelayanan kesehatan
tentang pelayanan kesehatan rawat inap yang berkualitas
rawat inap yang berkualitas

Rendahnya  Keluarga kurang kooperatif  Memberikan motivasi dan  Memberikan motivasi dan
kasus  Kurangnya kerja sama lintas sektor pendekatan kekeluarga pendekatan kekeluarga
gangguan jiwa  Biaya dan akomodasi pendamping  Memberikan penyuluhan ke  Memberikan penyuluhan ke
yang dirujuk masyarakat masyarakat
 Meningkatkan koordinasi dan Meningkatkan koordinasi dan
kerja sama lintas sektor kerja sama lintas sektor
PENYUSUNAN RENCANA USULAN KEGIATAN
Tahun 2017

I. Rencana Usulan Kegiatan Upaya Kesehatan Wajib


A. PROMOSI KESEHATAN

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Indikator Sumber


Kegiatan Tujuan Sasaran Target
No Kesehatan Keberhasilan Dana
Dana Alat Tenaga
Promosi 1. Mengadakan Meningkatkan 26 orang 12× 2org×40.000×12 - Power point Petugas - Pengetahuan BOK
kesehatan penyegaran pengetahuan kader (2 kader = 12.480.000 - LCD promkes dan kader meningkat
kader kesehatan tiap desa) - ATK pemegang
kesehatan di Snack 360 kotak program
Puskesmas ×10.000 =
3.600.000
2. SMD Mengetahui 12 desa 1× Transport - Kuesioner Tenaga - Diketahuinya BOK
permasalahan petugas - ATK kesehatan di permasalahan
kesehatan di desa 2 org×10×50.000 desa dan kader kesehatan di
= 1.000.000 desa

Transport kader
4 org×12×40.000
= 1.920.000

3. MMD Merumuskan 12 desa 1× Transport - Power point - Kader - Dirumuskannya BOK


penyelesaian petugas - LCD - Penanggun cara pemecahan
permasalahan 2×10×50.000 - ATK g jawab masalah
kesehatan di desa = 1.000.000 desa kesehatan di desa

Snack
25×12×10.000 =
3.000.000

Transport kader
20×12×25.000 =
6.000.000
4. Penyuluhan Pengetahuan 13 desa 1× Transport - Power point - Pemegang - Pengetahuan BOK
keswa dan masyarakat tentang petugas - LCD program masyarakat
napza keswa dan napza 2×10×50.000 = - ATK tentang keswa
meningkat 1.000.000 dan napza
meningkat
Snack
30×13×10.000 =
3.900.000
B. KESEHATAN LINGKUNGAN

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Sumber


Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator Keberhasilan
No Kesehatan Dana
Dana Alat Tenaga
Kesehatan 1. Inspeksi TTU Mengetahui strata TTU 5 desa Transport Kuesioner Penanggung Diketahuinya strata BOK
lingkungan PHBS ttu petugas PHBS TTU jawab PHBS TTU
1×5×12×50.000 kesling
= 3.000.000 Puskesmas
2. Supervisi IRTP Mengetahui IRTP 7desa Transport Kuesioner Penanggung BOK
petugas jawab
1×7×50.000 kesling
= 350.000 puskesmas
3. Pemeriksaan kantin Mengetahui status Kantin sekolah 11 SD Transport Kuesioner Penanggung Diketahuinya strata BOK
sekolah kesehatan kantin petugas jawab kesehatan kantin
sekolah 1×11×50.000 kesling sekolah
= 550.000 Puskesmas
4. pemeriksaan sampel Mengetahui kualitas Masyarakat 1 desa Transport Jerigen Penanggung Diketahuinya kualitas air BOK
air ke desa air bersih di desa petugas Botol steril jawab bersih di desa
1×50.000 Etiket kesling
Puskesmas
5. pemicuan STBM di Meningkatnya Guru dan siswa 13 SD Uang harian - LCD Penanggung Kesadaran dan BOK
sekolah kesadaran siswa dan 2×13×50.000 = - Power jawab pengetahuan guru dan
guru untuk 1.300.000 point kesling siswa untuk
melaksanakan STBM - ATK Puskesmas melaksanakan STBM
Snack meningkat
30×13
SD×10.000 =
3.900.000
6. Pembinaan pasca Mengetahui tingkat Guru dan siswa 13 SD Uang harian Kuesioner Penanggung Diketahuinya tingkat BOK
pemberdayaan keberhasilan 1×13×50.000 = jawab keberhasilan pemicuan
pemicuan STBM 650.000 kesling STBM
puskesmas

7. Pembuatan peta Mengupdate peta Kader 2 desa Uang harian - LCD Penanggung Diupdatenya peta BOK
sanitasi dan buku sanitasi dan buku kesehatan 2×2×2×50.000 = - Power jawab sanitasi dan buku kader
kader kader 400.000 point kesling
Puskesmas
Snack
25×2×2×10.000
= 1.000.000
8. Pemicuan STBM Meningkatkan Masyarakat 10 desa Uang harian - LCD Penanggung Kesadaran warga untuk BOK
kesadaran warga 4 - Power jawab melaksanakan STBM
untuk melaksanakan org×10×50.000 point kesling meningkat
STBM = 2.000.000 Puskesmas

Snack
30×10×10.000 =
3.000.000
9. Pertemuan kader dan Terbentuknya Perangkat desa 2 desa Uang harian - LCD Penanggung Terbentuknya komitmen BOK
perangkat desa dalam komitmen untuk dan kader 2×2×2×50.000 = - Power jawab dari desa untuk
rangka komitmen melaksanakan STBM 400.000 point kesling melaksanakan STBM
building tentang - Banner Puskesmas
pencapaian STBM Snack - ATK
25×2×2×10.000
= 1.000.000

Makan siang
25×2×2×20.000
= 2.000.000
10. Kampanye CTPS di Meningkatnya Masyarakat 2 desa Uang harian - LCD Penanggung Kesadaran warga untuk BOK
masyarakat kesadaran warga 2×2×50.000 = - Power jawab melaksanakan CTPS
untuk ber CTPS 200.000 point kesling meningkat
- Sarana puskesmas
Snack cuci
28×2×10.000 = tangan
560.000 - Sabun
cuci
tangan
- ATK
11. Monitoring pasca Mengevaluasi Masyarakat 2 desa Uang harian Kuesioner Penanggung Diketahuinya BOK
pemicuan keberhasilan program 2×10×50.000 = jawab keberhasilan program
kampanye CTPS 1.000.000 kesling kampanye CTPS
puskesmas
12. Verifikasi STBM Mengetahui Masyarakat 2 desa Uang harian Kuesioner Penanggung Diketahuinya BOK
keberhasilan program 2×2×2×50.000 jawab keberhasilan program
STBM = 400.000 kesling STBM
puskesmas
13. Kampanye higiene Meningkatnya Siswa 5 SD Uang harian Leaflet Penanggung Kesadaran siswa untuk BOK
sanitasi di sekolah kesadaran siswa untuk 2×5×50.000 = jawab melaksanakan hygiene
melaksanakan hygiene 500.000 kesling sanitasi meningkat
sanitasi puskesmas
C. KIA, KB dan USILA

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Sumber


Kesehat Kegiatan Tujuan Sasaran Target Indikator Keberhasilan
No Dana
an
Dana Alat Tenaga
3 KIA 1. Pendataan Pemberian - Kuesion Tenaga BOK
keluarga honor er kesehatan di
sehat 7278×5.000 = - ATK desa
36.390.000

Honor petugas
rekapitulasi
7×100.000 =
700.000
2. Pelaksanaan Terbentuknya komitmen dari Keluarga ibu 8 desa Uang harian - LCD Pemegang Terbentuknya komitmen BOK
P4K keluarga dan perangkat desa hamil dan 2×8×3×50.000 - Power program Ibu di
untuk mendukung program perangkat desa = 2.400.000 point Puskesmas
P4K - ATK
Snack
30×8×3×10.00
0 = 7.200.000
3. Pemantauan Terpantaunya ibu hamil Ibu hamil resiko 10 desa 1×10×4×50.00 ATK Bidan desa Terpantaunya ibu hamil BOK
ibu hamil resiko tinggi di desa tinggi 0 = 2.000.000 resiko tinggi di desa
resiko tinggi
4. Pelaksanaan Pengetahuan ibu hamil Ibu hamil 10 desa Uang harian Lembar balik Bidan Pengetahuan ibu hamil BOK
kelas ibu tentang kehamilannya 2×10×4×50.00 penanggung meningkat
hamil di desa meningkat 0 = 4.000.000 jawab ibu did
esa
Snack
20×10×4×10.0
00 = 8.000.000
5. Kunjungan Diketahuinya alasan PUS PUS DO 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya PUS BOK
rumah PUS tidak ber KB 1×10×2×50.00 yang tidak ber KB
yang tidak ber 0 = 1.000.000
KB atau drop
out
6. Pemantauan Terpantaunya kesehatan ibu Ibu nifas 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantauanya BOK
kesehatan ibu nifas 1×12×10×50.0 kesehatan Ibu nifas
nifas 00 = 6.000.000
7. Pemeriksaan Memantau kesehatan Neonatus 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya BOK
neonatus neonatus resiko tinggi 1×10×4×50.00 kesehatan neonatus
0 = 2.000.000 resiko tinggi
8. Pemantauan Memantau kesehatan Neonatus 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya BOK
kesehatan neonatus resti di desa 1×10×2×50.00 kesehatan neonatus
neonatus 0 = 1.000.000 resiko tinggi
termasuk
neonatus resti
9. Pemantauan Memantau kesehatan bayi Bayi 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya BOK
bayi resti resiko tinggi 1×10×2×50.00 kesehatan bayi resiko
0 = 1.000.000 tinggi
10. Pemantauan Memantau kesehatan anak Balita 10 desa Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya BOK
kesehatan balita resti 1×10×3×50.00 kesehatan balita resti
anak balita 0 = 1.500.000
termasuk
balita resti
11. Pemantauan Memantau kesehatan balita Posyandu 43 Pos Uang harian Kuesioner Bidan desa Terpantaunya BOK
kesehatan (tumbang pemberian Vit A, 2×43×11×50.0 kesehatan balita di
balita dan imunisasi) 00 = posyandu
47.300.000
12. Pembinaan Meningkatnya peran aktif Posyandu 30 Pos Uang harian Kuesioner Kepala Meningkatnya peran BOK
Posyandu kader dalam pelaksanaan 1×30×50.000 = Puskesmas aktif kader
posyandu 1.500.000
13. Penyuluhan Meningkatnya pengetahuan Masyarakat 10 desa Uang harian - LCD Pemegang Pengetahuan warga BOK
kespro warga tentang kesehatan 2×10×50.000 = - Power program KB meningkat
termasuk KB reproduksi 1.000.000 point
di desa - ATK
Snack
30×13×10.000
= 3.900.000
14. Pembinaan 10 desa Uang harian Kuesioner Pemegang Peran serta lansia BOK
dan 2×10×12×50.0 program lansia meningkat
pelayanan 00 =
lansia di 12.000.000
posyandu
lansia
15. Pemantauan 10 desa Uang harian Kuesioner Pemegang Terpantaunya lansia BOK
lansia resiko 1×10×12×50.0 program lansia resiko tinggi
tinggi 00 = 6.000.000
16. Pembinaan 35 SD Uang harian - LCD Pembina UKS BOK
usia sekolah, 2×35×50.000 = - Power
UKS/dokter 3.500.000 point
kecil di
sekolah
17. Pembinaan Terbinanya kesehatan anak Siswa 35 SD Uang harian - LCD Pembina UKS BOK
usia sekolah usia sekolah 2×35×50.000 = - Power
3.500.000 point
18. Penjaringan Terpantaunya kesehatan Siswa 35 SD Uang harian Screening kit Pembina UKS Kesehatan siswa BOK
peserta didik siswa SD Kelas 1 3×35×50.000 = terpantau
(Kelas 1 SD) 5.250.000
19. Penjaringan Terpantaunya kesehatan Siswa 3 SMP Uang harian Sreening kit Pembina UKS Kesehatan siswa BOK
kesehatan siswa SMP kelas 7 3×3×50.000 = terpantau
peserta didik 450.000
(kelas 7 SMP)
20. Pemeriksaan Terpantaunya kesehatan Siswa 35 SD Uang harian Screening kit Pembina UKS Kesehatan siswa BOK
berkala siswa kelas 1 SD 3×35×50.000 = terpantau
peserta didik 5.250.000
(kelas 1 SD)
21. Pemeriksaan Terpantaunya kesehatan Siswa 3 SMP Uang harian Screening kit Pembina UKS Kesehatan siswa BOK
berkala siswa SMP kelas 7 3×3×50.000 = terpantau
peserta didik 450.000
(kelas 7 SMP)
22. Pemberian Siswa 1x Uang harian Pembina UKS BOK
obat cacing 2 x10 x50.000
pada anak = 1.000.000
sekolah
D. UPAYA PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Indikator


Kegiatan Tujuan Sasaran Target Sumber Dana
No Kesehatan Keberhasilan
Dana Alat Tenaga
Gizi 1. Pemberian Untuk meningkatkan status Bumil KEK 13 desa Pengadaan Petugas gizi Status gizi bumil KEK BOK
PMT bumil gizi bumil KEK bahan meningkat
KEK 2×13×3×30×12.
500 =
29.250.000
2. Distribusi Terdistribusikannya PMT Bumil KEK 10 desa Uang harian Petugas gizi BOK
PMT ibu untuk ibu hamil KEK 1x10x12x50.000
hamil KEK =6.00.000
di desa
3. Pemantau Memastikan bahwa PMT Bumil KEK 10 desa Uang harian Bidan desa Seluruh PMT dapat BOK
an PMT dapat terdistribusi dengan 1×10×2×50.000 terdistribusikan dengan
Ibu Hamil baik = 1.000.000 baik
4. Surveilans Terpantaunya balita dengan Balita BGM 10 desa Uang harian Bidan desa Seluruh balita BGM BOK
dan gizi buruk 1×10×50.000 = dapat terpantau
pelacakan 500.000
gizi buruk
5. Pengadaa Tersedianya PMT bagi balita Balita BGM 10 desa Uang harian Petugas gizi Tersedianya PMT bagi BOK
n bahan gizi buruk 1×10×3×30×10. balita gizi buruk
PMT balita 000 = 9.000.000
gizi buruk
6. Distribusi Terdistribusikannya PMT Balita BGM 10 desa Uang harian Petugas gizi Seluruh PMT dapat BOK
PMT balita untuk balita BGM 1×10×6×50.000 terdistribusikan dengan
gizi buruk = 3.000.000 baik
7. Pemantau Memastikan bahwa PMT Balita BGM 10 desa Uang harian Bidan desa Seluruh PMT dapat BOK
an PMT dapat terdistribusi dengan 1×10×50.000 = terdistibusikan dengan
balita gizi baik 500.000 baik
buruk
8. Distribusi Seluruh siswi SMP Siswi SMP 3 SMP Uang harian Petugas Kespro Seluruh siswi BOK
FE ke mendapatkan tablet Fe 2×3×50.000 = memperoleh tablet Fe
SMP sebagai upaya pencegahan 300.000
anemia
9. Penyuluha Pengetahuan masyarakat Masyarakat 10 desa Uang harian - LCD Petugas gizi Meningkatnya BOK
n tentang kadarzi meningkat 2×10×50.000 = - Powe pengetahuan
kelompok 1.000.000 r point masyarakat tentang
tentang - ATK kadarzi
kadarzi Snack
30×13×10.000 =
3.900.000
E. UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIR MENULAR

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Indikator Sumber


Kegiatan Tujuan Sasaran Target
No Kesehatan Keberhasilan Dana
Dana Alat Tenaga
P2M 1. Pendataan sasaran Terupdatenya Sasaran 10 desa Uang harian ATK Bidan desa Seluruh sasaran BOK
imunisasi dasar sasaran imunisasi imunisasi di 1×10×50.000 = imunisasi terdata
desa 500.000
2. Validasi data dasar hasil Didapatkan data Bidan desa 4× Snack - LCD Korim Data imunisasi BOK
cakupan imunisasi di imunisasi yang valid 20×4×10.000 = - Power semakin valid
Puskesmas 800.000 point
- ATK
Nasi kotak
20×4×20.000 =
1.600.000
3. Pelaksanaan sweeping Agar seluruh Sasaran 10 desa Uang harian Bidan desa Seluruh sasaran BOK
imunisasi di desa sasaran imunisasi imunisasi 1×10×12×50.000 = imunisasi telah
mendapatkan 6.000.000 mendapatkan
imunisasi lengkap imunisasi
4. Pelaksanaan DOFU Agar seluruh Sasaran 10 desa Uang harian Bidan desa Seluruh sasaran BOK
sasaran imunisasi imunisasi 1×10×2×50.000 = imunisasi telah
mendapatkan 1.000.000 mendapatkan
imunisasi lengkap imunisasi
5. Pendataan sasaran PIN MR Terupdatenya Sasaran 13 desa Uang harian ATK Bidan desa Seluruh sasaran BOK
di desa dan SMP/MTs sasaran imunisasi imunisasi MR 1×13×50.000 = imunisasi terdata
650.000
6. Validasi data hasil cakupan Didapatkan dara Bidan desa 1x Snack - LCD Bidan desa Data imunisasi BOK
imunisasi MR di puskesmas imunisasi yang valid 35×10.000 = - Power semakin valid
350.000 point
- ATK
Nasi kotak
35×20.000 =
700.000
7. Advokasi dan sosialisasi Pengetahuan Forkopimca 1x Snack - LCD Korim Pengetahuan BOK
imunisasi MR bagi lintas tentang imunisasi 30×10.000 = - Power forkopimca
sector MR meningkat 300.000 point tentang
- ATK imunisasis MR
Nasi kotak meningkat
30×20.000 =
6.00.000

Bantuan transport
26×50.000 =
1.300.000
8. Peningkatan kapasitas Pengetahuan Petugas 1x Snack - LCD Korim Pengetahuan BOK
petugas petugas tentang petugas tentang kesehatan 30 x10.000 = - Power petugas
imunisasi MR di Puskesmas imunisasi MR 300.000 point kesehatan
meningkat - ATK tentang
Nasi kotak imunisasi MR
30 x20.000 = meningkat
600.000
9. Peningkatan kapasitas kader Pengetahuan kader Kader 1x Snack LCD Korim Pengetahuan BOK
imunisasi tentang imunisasi imunisasi tentang 60 x10.000 = Power kader imunisasi
MR imunisasi MR 600.000 point tentang
meningkat ATK imunisasi MR
Transport meningkat
55 x40.000 =
2.200.000
10. KIE dalam rangka Masyarakat Masyarakat 1x Leaflet - Korim 100% sasaran BOK
pelaksanaan PIN di desa mendapatkan info 3000 x2.000 = imunisasi telah
mengenai PIN MR 6.000.000 terimunisasi

Banner
70 x120.000 =
8.400.000
11. Pelayanan imunisasi dalam Seluruh sasaran Sasaran 1x Uang harian Imunisasi Petugas 100% sasaran BOK
rangka pelaksanaan imunisasi dapat imunisasi 2 x54 x50.000 = kit kesehatan imunisasi
imunisasi MR di Posyandu memperoleh 5.400.000 mendapatkan
imunisasi di imunisasi MR
posyandu Uang harian
6 x35 x50.000 =
10.500.000

Uang harian
6 x35 x50.000 =
900.000
12. Sosialisasi dan penyuluhan Pengetahuan Masyarakat 1x Uang harian LCD Penanggung Masyarakat dan BOK
penyakit HIV di desa dan masyarakat dan Siswa 2 x13 x50.000 Power jawab siswa tahu
SMP/SMA siswa tentang HIV = 1.300.000 point program HIV tentang HIV
meningkat ATK
Snack
30 x16 x10.000 =
4.800.000
13. Kunjungan rumah penderita Penderita HIV 1x Uang harian Motor Penanggung BOK
HIV/AIDS ke desa 2 x10 x50.000 = jawab
1.000.000 program HIV
14. Penjaringan penderita baru Masyarakat 1x Uang harian Motor Analis BOK
HIV/AIDS 2 x10 x50.000 = laborat
1.000.000
15. Sosialisasi dan penyuluhan Masyarakat tahu Masyarakat 1x Uang harian LCD Penanggung Masyarakat tahu BOK
penyakit TB tentang penyakit TB 2 x10 x50.000 = Power jawab tentang TB dan
1.000.000 point program TB mau membantu
ATK petugas untuk
Snack menemukan
30 x13 x10.000 = suspect TB
3.900.000
16. Kunjungan rumah penderita Penderita TB 1x Uang harian Penanggung BOK
TB di desa 2 x10 x50.000 = jawab
1.000.000 program TB
17. Penjaringan penderita baru 1x Uang harian Penanggung BOK
TB 2 x10 x50.000 = jawab
1.000.000 program TB
18. Pengambilan dan 1x BBM Analis BOK
pengiriman 1 x4 x20.000 = laborat
specimen/pengiriman slide 80.000
TB
Uang harian
1 x4 x50.000 =
200.000
19. Penyuluhan penyakit DBD Masyarakat 1x Uang harian LCD Penanggung BOK
dan chikungunya 2 x10 x50.000 = Power jawab
1.000.000 point program
ATK DBD
Snack
30 x13 x10.000 =
3.900.000
20. Penemuan kasus secara Masyarakat 1x Uang harian Penanggung BOK
dini/PE ke desa 2 x10 x50.000 = jawab
500.000 program
DBD
21. Penyuluhan kelompok, 1x Uang harian Penanggung BOK
penyuluhan masal tentang 2 x10 x50.000 = jawab
program kesehatan (diare) 1.000.000 program
diare
Snack
30 x13 x10.000 =
3.900.000
22. Pendataan sasaran rumah 4x Uang harian Penanggung BOK
bebas jentik 2 x10 x4 x2 jawab desa
x50.000 =
8.000.000
23. Pembentukan kader 1x Uang harian Penanggung BOK
jumantik 2 x10 x50.000 = jawab
1.000.000 program
DBD
Snack
30 x13 x10.000 =
3.900.000
24. Sosialisasi PTM tingkat desa 1x Uang harian Penanggung BOK
2 x10 x50.000 = jawab
1.000.000 program
PTM
Snack
30 x13 x10.000 =
3.900.000
25. Pembentukan Posbindu 1x Uang harian BOK
2 x9x50.000 =
900.000

Snack
30 x9 x10.000 =
2.700.000
26. Pengukuran dan 1x Uang harian BOK
pemeriksaan factor resiko 2x1x50.000 =
PTM di posbindu 100.000
27. Pembelian BHP pelayanan 1x Stik glukose test BOK
promotif dan preventif 2x3x135.000 =
810.000

Stik koleterol test


2x2x175.000 =
700.000
28. Pelaksanaan BIAS Dt/Td di Siswa 1x Uang harian BOK
sekolah 2x35x50.000 =
3.500.000
F. UPAYA PENGOBATAN

Target Kebutuhan Sumber Daya


Upaya Volume Indikator Sumber
Kegiatan Tujuan dan
No Kesehatan Kegiatan Keberhasilan Dana
Sasaran
Dana Alat Tenaga
Upaya UKGM Meningkatkan 13 desa 1x Uang harian LCD Drg Angka kunjungan BOK
pengobatan pengetahuan 2x10x50.000 = klinik gilut
masyarakat tentang 1.000.000 meningkat
kesgilut
Snack
30x13x10.000 =
3.900.000
Penyuluhan keswa 13 desa 1x Uang harian LCD Program BOK
dan napza di 2x10x50.000 = jiwa
masyarakat 1.000.000

Snack
30x13x10.000 =
3.900.000
Deteksi dini Uang harian BOK
masalah keswa 2x10x50.000 =
dan napza di desa 1.000.000

Pendampingan Uang harian BOK


penderita 2x10x50.000 =
gangguan jiwa di 1.000.000
desa
Validasi data Uang harian BOK
kesehatan 2x10x50.000 =
tradisional 1.000.000

Pembinaan Uang harian BOK


kesehatan 2x10x50.000 =
tradisional 1.000.000

Monitoring/evaluas Uang harian BOK


i kesehatan 1x10x50.000 = 500.000
tradisional
2. Rencana Usulan Kegiatan Pengembangan

G. UPAYA PENGEMBANGAN

Upaya Kebutuhan Sumber Daya Indikator Sumber


Kegiatan Tujuan Sasaran Target
No Kesehatan Keberhasilan Dana
Dana Alat Tenaga
KESEHATAN Penyuluhan Meningkatkan Masyarakat 1x Uang harian LCD Petugas Meningkatnya BOK
INDERA kelompok engetahuan 2x10x50.000 = indera temuan kasus
1.000.000
masyarakat indera
tentang
Snack
kesehatan
30x13x10.000
indera
= 3.900.000
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN
TAHUN 2016

1. PROMOSI KESEHATAN
Sasaran target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal biaya
Upaya
Kegiatan kegiatan pelaksanaan pelaksanaa pelaksana
No Kesehatan
n
1 Promosi 1.mengadakan 13 desa 1 x 13 desa 1 kl / th 2 org x rp 30.000 x 13 desa Penanggung Maret Rp 3120000
kesehatan penyuluhan di 13 desa = Rp jawab desa
posyandu 3120000

4 x 13 desa Transport 1org x rp Rp


2.Mengadakan 13 desa 4kl / th 30.000 x 13 desa x 4 13 desa Penanggung Juni 1.820.000
kajian PHBS kl = Rp 1.560.000 jawab desa

Fc blangko 50 lbr x
13 desa x 4 kl = Rp
260.000

2. UPAYA KESEHATAN LINGKUNGAN

Upaya Sasaran target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal biaya


Kegiatan kegiatan pelaksanaan pelaksanaan pelaksana
No Kesehatan
1 Kesehatan Pengusulan Dinas 1 surat 1 Pembuatan surat Puskesmas Ka TU Februari -
lingkungan tenaga promkes Kesehatan

Pengadaan Puskesmas 1 ruang 1 Menyekat ruang Puskesmas Ka TU Maret 5000000


ruang khusus
klinik sanitas

Membuat jadwal Sanitarian 1 jadwal 1 Membuat jadwal Puskesmas Sanitarian Januari -


klinik sanitasi dg koordinasi

Pertemuan Staf 4xsetahun 4kl/th 50x4x10000 Puskesmas Ka TU Maret.Juni 2000000


Lintas Program Puskesmas Sept,Des

3. UPAYA PERBAIKAN GIZI


Upaya Sasaran target Volume Rincian pelaksanaan Lokasi Tenaga Jadwal biaya
Kegiatan kegiatan pelaksanaan pelaksana
No Kesehatan
3 Upaya Pertemuan lintas Pemegang 4x setahun 4x/th Pertemuan lintas Puskesmas Ka TU Mar,Jun -
perbaikan gizi program program dan program di pusk Sept,Des
penanggungjawa
b klinik

Supervisi Petugas Gizi 4x setahun 4x/th Pemeriksaan Puskesmas Ka Pusk Mar,Jun -


Pencatatan dan pancatatan tiap Sept,Des
Pelaporan tribulan
Kunjungan Klinik
Gizi

Membuat media Petugas Gizi 10 pamflet 10 macam 500x250=1250000 Puskesmas Petugas Gizi Januari 1250000
penyuluhan

Pengadaan
ruang khusus Puskesmas 1 ruang 1 ruang Menyekat Ruang Puskesmas Ka TU Mei 5000000
pojok gizi

4. UPAYA KIA KB
Upaya Sasaran target Volume Rincian pelaksanaan Lokasi Tenaga pelaksana Jadwal biaya
Kegiatan kegiatan pelaksanaan
No Kesehatan
1 Cakupan Penyuluhan di Bumil, 13 desa 12 x - 13 desa Dr,bidan,perawat Tiap bulan -
kunjungan posyandu Bufas, setahun Petugas lintas
anak balita PUS< Program
WUS

Tiap bulan
Membuat jadwal KIA dan 13 desa 12 x - 13 desa Bidan ,promkes -
penyuluhan Promkes setahun

Jadwal posyandu Bidan 13 desa 1x 2x13x12x20 13 desa Bidan September Rp.6.240.000


dan sweeping yang setahun 000=Rp.6 240 000
telah disepakati

Kunjungan ke PAUD Murid TK 13 desa


dan TK dan PAUD 2x 2x13x100 000=Rp.2 13 desa Bidan Februari Rp.2.600.000
setahun 600 000 Desember

Lomba balita di desa Balita 13 desa 1x 1x13x200.000=Rp 5 13 desa Bidan Agustus Rp.5.200.000
setahun 200 000

5. UPAYA PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


Upaya
Kegiatan Sasaran target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal Biaya
No Kesehatan

1 P2M Refreshing petugas Bidan 30 1x/th Persiapan Pusk Dokter April Mg 240000
tentang penyakit TBC perawat orang penyuluhan 2
dengan mengundang Puskemas
narasumber

Memberikan penyuluhan Kader 26 2/ th persiapan Pusk Dokter, Agustus 2280000


dan motivasi kepada kader penyuluhan perawat
masyarakat tersangka
TBC untuk memeriksakan
dahaknya

Penemuan dan Kader 2 org x 1x/th Persiapan Pusk Petugas P2 April 200000
tatalaksana kasus serta 13 penyuluhan Perawat
pengambilan specimen desa Ponkesdes
(dahak) dengan
pelacakan kontak intensif
ke rumah penderita
dengan BTA +

6. UPAYA PENGOBATAN
Upaya Volume Sumber
Kegiatan sasaran Target Rincian Lokasi Tenaga Jadwal
No Kesehatan Kegiatan Dana

1 Upaya Penyuluhan 55 posy 55 1x / tahun Penggandaan Posyandu Drg Jan - Des 1650000
pengobatan tentang posyandu materi @30.000 13 desa Perawat
kesehatan x55 = 1.650.000 gigi
gigi dan
mulut

Pelatihan Kader 55 55 kader 1x/th Penggandaan Puskesmas Drg, September 2980000


Kader posy materi 100.000 perawat
UKGMD’ ATK 300.000 gigi
Snack
55X6000=330000
Transport=
55x 25000=
2250000

7. UPAYA PENGEMBANGAN
Upaya
Kegiatan Sasaran Target Volume Rincian Lokasi Tenaga Jadwal Biaya
No Kesehatan

1 Rawat inap Promosi Masy masyarakat 1x/th Pembuatan Puskesmas Ka TU Mei 370000
pelayanan rawat pamflet
inap
Dg pembuatan
pamflet

Karyawan 47 karyawan 1x/th Persiapan Pusk Ka puskesmas Juni 2000000


Pelatihan pkm pelatihan
service excelent

55 posyandu
2 Kesehatan posyandu 48 sekolah 1x/th 13 desa Petugas Jan-Des 500000
Indera Penyuluhan Indera/perawat
kelompok Bidan

Upaya Lokasi Tenaga


Kegiatan Sasaran Target Volume Rincian Jadwal Biaya
No Kesehatan
3 Kepegawaian Laporan bulanan Dinkes kab. 12 12 x/th Puskesmas Ka TU Januari - 360000
kepegawaian Magetan Parang Desember

Supervisi ke Pustu, 4 Pustu, 8 1x/th 12 Desa. Ka TU Agustus 1530000


PuskesmasPembantu Ponkesdes Ponkesdes
dan Ponkesdes

4 Sekretariat BOK Konsultasi BOK ke Dinkes Kab.. 12x 12 x/th Puskesmas Bendahara Januari - 480000
Dinkes kabupaten Magetan Parang BOK Desembes

Obat
5 Pembinaan tentang JKD 13 Kader 30 1x/th Puskesmas Dokter Juli 500000
penggunaan obat yang Desa orang Parang
benarkepada
masyarakat.

Pengadaan Kader 30 1x/th Puskesmas Petugas Mei 600000


brosur/buletin JKD 13 desa orang, Parang Promkes
informasi obat dan Pasien Pasien 470
orang

Upaya Lokasi Tenaga


Kegiatan Sasaran Target Volume Rincian Jadwal Biaya
No Kesehatan
6 UKS Skrening siswa kelas 1 Murid kelas 1 46 1 x/th 13 Desa Tim Juli 4.140.000
SD SD Sekolah Skrening
Pembinaan siswa Sekolahan Tim UKS Agustus 4.680.000
tentang PHBS KRR, Murid SD SD, SMP,
Garam Yodium kelas V,VI, SMA
Murid SMP &
SMA kelas 1,
2, 3.
Pertemuan Guru UKS 36 orang 3x/th Puskesmas Dr Umum, September 3.850.000
Parang Dr Gigi,
30 org guru Tim UKS
SD/MI, 6
UKGM orang Guru 30 orang 2x/th Puskesmas Dr. Umum, September 3.850.000
SMS/SMK Parang Dr. Gigi,
Tim UKS
Masyarakat
Penyuluhan NAPZA 6 1x/th SMP dan Dr. Umum, Oktober 560.000
Sekolah SMA Kec. Tim UKS
SMP & Parang
Siswa 6 SMA
Sekolah SMP
Pemeriksaan Hb & & SMA 6 1x/th Sekolahan Petugas Oktober 360.000
Golongan Darah pada Sekolah SMP dan Analis
WUS SMA Kec.
Parang
6 Sekolah