Anda di halaman 1dari 3

Nama : Teresya Puteri

NPM : 260112170534
TUGAS PEMASTIAN MUTU

1. Dari artikel di atas, dikatakan bahwa pada sebagian masyarakat masih ada anggapan
bahwa obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat lebih cepat dalam
menyembuhkan penyakit. Anda sebagai calon apoteker tentunya harus sudah siap apabila
suatu saat ada yang bertanya, kenapa obat tradisional yang mengandung bahan kimia
obat dilarang beredar? Jelaskan bagaimana jawaban anda, kaitkan dengan Dimensi Mutu
2. Gambarkan bagan Perspektif Mutu dan jelaskan yang dimaksud dengan “Zerro deffect”
berkaitan dengan AQL dalam pembuatan obat.
3. Jelaskan! Seberapa pentingnya Pelatihan Karyawan di Industri Farmasi.

Jawab:

1. Obat tradisional yang mengandung BKO memang terkenal memiliki onset yang lebih
cepat daripada onset jamu pada umumnya. Hal ini yang menyebabkan penggunaan
BKO meningkat dikalangan masyarakat yang menginginkan timbulnya efek yang
cepat dari obat yang dikonsumsi tanpa memperdulikan efek yang akan ditimbulkan
dari BKO itu sendiri. Pada obat sintetis jelas memiliki dosis, aturan pakai, dan
interaksi obat. Namun hal ini tidak terdapat pada obat jamu yang mengandung bahan
kimia obat. Hal ini tentu bertentangan dengan dimensi mutu pada poin kesesuaian
dengan spesifikasi. Tidak adanya kejelasan dari dosis, aturan pemakaian, dan interaksi
obat yang menyebabkan obat tradisional yang mengandung BKO dilarang beredar.
Hal ini juga tidak sesuai dengan poin kualitas yang dipersepsikan. Masyarakat yang
mengonsumsi obat tradisional BKO tentu mengharapkan efek terapi yang cepat,
sementara apabila digunakan secara terus menerus maka akan menyebabkan
terjadinya akumulasi zat kimia di dalam tubuh dalam jumlah besar mengingat cara
pemakaian obat tradisional yang biasanya dikonsumsi secara terus menerus. Apabila
ditinjau dari segi estetika, obat tradisional mengandung bahan kimia obat tentu tidak
dilakukan standarisasi terlebih dahulu sehingga tidak sesuai dengan CPOTB yang
belaku karena biasanya obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat tersebut
diracik sendiri oleh masyarakat itu sendiri.
2. BAGAN PERSPEKTIF MUTU
3.
MUTU

PERSPEKTIF PRODUSEN/PROVIDER PERSPEKTIF KONSUMEN

MUTU KESESUAIAN
MUTU DESAIN:
 Spesifikasi
 Tujuan/penggunaan  DIMENSI MUTU
 Zero deffect  HARGA
 Right time
 Biaya Produksi

SESUAI DENGAN KEGUNAAN DAN


KEPUASAN KONSUMEN

SUATU STANDAR YANG


DISEPAKATI BERSAMA YANG
DAPATMEMENUHI KEBUTUHAN
DAN HARAPAN PRODUSEN DAN
KONSUMEN

menurut Philip Crosby zerro deffect merupakan ide yang melibatkan penempatan sistem pada
sebuah wilayah yang memastikan bahwa segala sesuatunya selalu dikerjakan dengan metode
yang tepat sejak pertama kali dan selamanya (hasil yang konstan).sedangkan yang dimaksud
dengan AQL (acceptable quality level) yaitu standar minimum dari kualitas
diperbolehkannya sampel secara terus menerus diproduksi secara massal. Metode ini
digunakan untuk menentukan tingkat minimum yang harus dipenuhi untuk pengiriman yang
diterima pelanggan. Kaitan antara zero deffect dan AQL dalam memproduksi suatu produk
seharusnya menghasilkan kualitas produk yang konstan selama produk tersebut diproduksi
dan harus memenuhi standar minimum dari kualitas yang diperbolehkan pada saat diproduksi
secara massal.
3. Kualifikasi karyawan disesuaikan dengan beban tugas, keterampilan, pengetahuan dan
kemampuan yang dibutuhkan terkait dengan posisi masing-masing karyawan dalam
struktur organisasi. Periode pelatihan yang berlangsung secara berkala setiap 6 bulan-
1 tahun sekali diharapkan dapat menguasai hal-hal dasar dalam CPOB yang meliputi:
 Materi/orientasi umum (untuk personil baru)
o pengenalan perusahaan (sejarah, organisasi, tata tertib, pengenalan
produk, uraian tugas, dan pengenalan pabrik.
o CPOB dasar (termasuk mikrobiologi dan higiene perorangan) kepada
semua personil
o Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3):
 Latihan P3K
 Penanganan bahan berbahaya
 Penaggulangan bahaya kebakaran
 Keselamatan kerja
o CPOB spesifik kepada personil berkaitan, (mereka yang menangani
pembuatan produk steril, menangani pembuatan produk toksis atau
berpotensi tinggi dan/atau bersifat sensitisasi
o Pemahaman semua Protap, metode analisis dan prosedur lain bagi
personil berkaitan
o Pengetahuan mengenai sifat bahan/produk, cara pengolahan dan
pengemasan

Dari hasil pelatihan maka akan diperoleh nilai yang menggambarkan pemahaman tiap
personil, sehingga dapat dilakukan langkah-langkah selanjutnya guna memperbaiki
kekurangpahaman dalam penerapan CPOB tersebut. Selanjutnya hasil pelatihan
termasuk evaluasinya dicatat dalam Catatan Pelatihan Karyawan dan diarsip oleh
bagian Quality assurance.