Anda di halaman 1dari 8

MINI CASE

DEPARTEMEN STORE, MOBIL HONDA, DAN BANK

Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Marketing Management

Dosen Pengampu : John Suprihato, M.I., Ph.D

Disusun oleh :

RAMA DWITANTO
17/417506/PEK/23069
Eksekutif B 34 A

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS


MAGISTER MANAJEMEN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017
CASE 1 – Akhir - Akhir Ini Makin Banyak Pusat Perbelanjaan Mengalami Kebangkrutan

Akhir-akhir ini makin banyak pusat perbelanjaan dan bisnis yang mengalami kebangkrutan. Bukan
hanya Seven Eleven saja, bahkan Departemen Store ikut-ikutan tutup gerai. Seperti yang terjadi pada
gerai Matahari di Pasaraya Blok M yang dipadati pengunjung pada Sabtu (16/9/2017) lalu.

Mereka berbondong-bondong memburu barang-barang diskon lantaran kabar PT Matahari


Department Store Tbk akan menutup dua gerai mereka di Pasaraya Blok M dan Pasaraya Manggarai,
akhir September ini. Fenomena kebangkrutan pusat perbelanjaan ini nampaknya sudah diprediksi
sebelumnya oleh sebagian kalangan. Tentu semua itu tak lepas dari gelombang e-commerse yang tak
terbendung lagi.

Para pelaku e-Commerce itu datang dari beragam latar belakang baik dari dalam dan luar negeri
dengan sokongan dana yang tak sedikit pula. Seiring waktu, e-commerce yang menjamur mulai
mengerucut menciptakan daftar papan atas layanan tersebut.

Seperti data yang dikumpulkan oleh iPrice, situs aggregator online shoping, memperlihatkan bahwa
Lazada dan Tokopedia terlibat persaingan sengit. Sementara Bukalapak, Shoope, Olx dan
Mataharimall ikut menjaga persaingan tetap ramai.

Data Statista.com memperlihatkan perputaran uang di industri eCommerce selalu meningkat dari
tahun ke tahun dan tidak terjadi penurunan.

Situs ini bahkan memprediksi di tahun 2020, perputaran uang di industri ini mencapai 4 triliun Dollar
Amerika atau sekitar Rp 50 ribu triliun.

Dari data tersebut Anda bisa melihat bahwa orang-orang mulai banyak yang berbelanja online
daripada offline. Uang yang di belanjakan di toko online semakin banyak setiap tahunnya.

Seakan membenarkan, Presiden Jokowi melalui keputusannya mengesahkan Peraturan Presiden


(Perpres) tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SPNBE) atau Roadmap
e-Commerce. Ini membuktikan pemerintah membuka kesempatan seluas luasnya kepada pelaku
bisnis eCommerce untuk mencapai ekonomi digital senilai USD 130 miliar pada 2020 mendatang.
(Sumber : http://finance.detik.com dan Kotler, Philip and K.L. Keller (2016), Marketing
Management,15th ed. Upper Saddle River., N.J: Pearson Education Inc)

Teori :
Seperti tertulis pada Chapter 06 yaitu “Analyzing Consumer Markets”, untuk dapat berkompetisi
secara efektif, membahas mengenai “Apa yang mempengaruhi Prilaku Konsumen?”.

Yang mempengaruh prilaku konsumen:

1. Faktor Budaya

Budaya Konsumen saat ini lebih konsumtif menggunakan media sosial sebagai alat mencari informasi,
berkomunikasi, dan membeli produk dibandingkan konsumen harus datang ke tempat perbelanjaan,
hal ini dikarenakan tuntutan mobilitas yang tinggi yang terjadi di kota kota besar. Belanja Online
merupakan salah satu faktor yang membuat sebuah departemen store mengalami kebangkrutan.

2. Faktor Sosial

Pesaingan Departemen Store membuat konsumen memberikan evaluasi yang cukup ketat dalam
mengambil keputusan untuk berbelanja. Kehidupan sosial orang perkotaan saat ini lebih
mengutamakan Brand suatu produk atau tempat yang pretise untuk memenuhi kebutuhannya seperti
belanja pakaian maupun makan di suatu tempat yang mewah.

3. Personal Faktor dan Psikologikal Faktor

Kebangkrutan Matahari Pasaraya dipicu karena tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen dari
segment usia remaja hingga usia dewasa

4. Faktor Ingatan

Matahari Departemen Store mengalami kebangkrutan karena kurangnya promosi yang baik dari segi
konsumen akan mengalami kurang berken dalam ingatannya.

Sistem yang digunakan perusahaan untuk mengumpulkan Informasi mengenai market yang mereka
miliki. Departemen Store pada kasus ini menggunakan toko online untuk mengembangkan
perusahaan mereka. Dengan hal tersebut mencoba untuk menjawab tantangan yang ada menjadi
sebuah peluang yang lebih besar lagi dengan kreativitas dalam mengelola promosi yang lebih baik.
Toko Online yang dimiliki oleh Departemen Store bukan hanya sekedar untuk menjawab permintaan
konsumen yang ada dengan lebih baik. Namun juga untuk menciptakan permintaan baru dari
konsumen karena dapat mempermudah konsumen dalam memenuhi kebutuhan.
CASE 2 - Penjualan Mobil Honda Turun 15 Persen di Semester I 2017

Suara.com - PT. Honda Prospect Motor, agen pemegang merek mobil Honda di Indonesia, hanya
menjual 93.262 unit di semester pertama 2017, turun sebesar 15 persen dari periode yang sama pada
2016 lalu, ketika Honda menjual sebanyak 109.662 unit mobil.

Pangsa pasar Honda di pasar mobil Indonesia juga menyusut menjadi 17,5 persen, dari sekitar 20,6
persen pada enam bulan pertama 2016.

Beberapa model andalan Honda di Tanah Air memang mengalami penurunan penjualan jika
dibandingkan dengan tahun lalu. Misalnya Honda BR-V, yang di semester pertama 2016 terjual
sebanyak 29.347 unit, kini laku kurang dari separuhnya, hanya sekitar 11.977 unit.

Sementara Mobilio, andalan Honda di segmen LMPV, nyaris stagnan di angka 23.085 unit, turun tipis
dari 23.705 unit di semester pertama 2016.

Tetapi di segmen City Car, penjualan Honda mengalami kenaikan. Honda Brio RS pada semester
pertama tahun ini terjual sebanyak 5.295 unit, naik dari hanya 3.605 unit tahun lalu.

Jagoan Honda di segmen LCGC, Brio Satya, juga naik dari 11.385 unit di semester pertama tahun lalu
menjadi 19.287 unit pada enam bulan pertama tahun ini.

"Honda melewati semester pertama tahun 2017 dengan cukup baik," kata Jonfis Fandy, Direktur
Pemasaran dan Layanan Purnajual PT HPM, "Kami optimis bahwa penjualan Honda akan terus
meningkat di paruh kedua tahun ini."

Di semester pertama tahun ini pangsa pasar tertinggi untuk produk Honda diraih All New Honda Civic
Turbo, dengan pasar sebesar 73 persen, setelah berhasil terjual sebanyak 1.018 unit.

Produk Honda lainnya yang menjadi market leader di kelasnya adalah Honda HR-V 1.5 liter dan Honda
Jazz. Honda HRV 1.5L memimpin kelas LSUV dengan pangsa pasar sebesar 36% dengan total penjualan
sebanyak 19.094 unit. Sementara Honda Jazz terjual sebanyak 7.806 unit dengan market share sebesar
47% di kelas Hatchback.
Masih dari segmen yang sama, Honda CR-V terjual sebanyak 1.468 unit di sepanjang tahun 2017
dengan market share sebesar 5%. Sementara New Honda Odyssey terjual sebanyak 148 unit
sepanjang tahun 2017 dengan market share sebesar 4% di kelas Upper MPV.

Produk terbaru Honda, yaitu Honda Civic Hatchback Turbo yang baru saja diluncurkan pada bulan Juni
lalu berhasil membukukan penjualan sebesar 317 unit dengan market share sebesar 2% di kelas
hatchback.

Dari segmen sedan, New Honda City membukukan penjualan sebesar 294 unit dengan market share
33% di kelas mini sedan. Sementara New Honda Accord terjual sebanyak 240 unit pada bulan Januari
hingga Juni 2017 dengan market share 11% di kelas medium sedan.

(Sumber : https://www.suara.com/otomotif/2017/07/19/161749/penjualan-mobil-honda-turun-15-
persen-di-semester-i-2017 dan Kotler, Philip and K.L. Keller (2016), Marketing Management,15th ed.
Upper Saddle River., N.J: Pearson Education Inc)

Teori :

Sales Unit Mobil Honda


317

1468 294
148

7806 11,977

BR-V
Mobilio
Brio Satya
19094
Brio RS
23085 Civic Turbo
HR-V
Jazz
CR-V
5296
Civic Hatchback
1018 City

19287 Odyssey

Seperti tertulis pada Chapter 8 yaitu “Identifying Market Segments and Targets”, untuk dapat
berkompetisi secara efektif, perusahaan perlu menentukan target pasar yang sesuai bagi produknya.
Pada kasus di atas, Honda menjual mobil dibagi dalam beberapa Segmentation :
Segmentasi Geografi:

secara geografi mobil Honda telah mampu menjual produknya dari pedesaan sampai perkotaan di
seluruh Indonesia.

Segmentasi Demografi:

secara demografi pangsa pasar mobil Honda cocok dipakai oleh anak muda yang menyukai model yang
sporty dibanding model mobil – mobil kompetitornya

Segmentasi Konsumen:

melihat karakter konsumen banyak faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen
walaupun penjualan mobil Honda turun 15% pada Semester I tahun 2017 tetapi tetap lebih unggul
dari competitor lain yang sekelasnya pada akhirnya konsumen memilih Mobil Honda.
CASE 3 - Menikmati Persaingan

KOMPAS.com - Ada banyak bank di Indonesia. Bank besar, sedang, dan kecil dari aspek aset dan laba
bersih memiliki kelebihan dan kekhasan sendiri. Lalu, di antara banyak bank itu, ada tiga bank yang
berkompetisi ketat, yakni Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Central Asia.

Sengaja atau tidak, BRI, Mandiri, dan Bank Central Asia (BCA) suka ”saling intip” atau ”saling lirik”
kekuatan pesaing. Yang dilirik umumnya program apa yang diluncurkan, kemajuannya di sektor apa
saja, strategi penjualan dan pemasaran, bagaimana membangun sumber daya manusia yang memiliki
tidak hanya kecerdasan tinggi, tetapi juga akhlak dan loyalitas.

Suatu ketika, BCA menunjukkan keunggulan lebih. Bank dengan Grup Djarum sebagai pemegang
saham terbesar ini pernah meraih net profit tertinggi, mengalahkan dua rivalnya, BRI dan Mandiri. BRI
dan Mandiri pun gerah. Maka, mereka mengerahkan segenap energi yang ada untuk duduk di urutan
pertama peraih profit. Bank Mandiri beberapa kali mendapatkannya, demikian pula BRI.

Kini, giliran BRI yang meraih net profit terbesar, yakni Rp 18,52 triliun. Net profit Mandiri tahun 2012
hampir Rp 16 triliun. Adapun net profit BCA tahun 2011 sebesar Rp 10,8 triliun. Tahun 2012, net profit
BCA belum dipublikasikan sampai pekan lalu, tetapi diperkirakan akan naik.

Net profit memang tak menjadi satu-satunya indikator kesehatan dan bagusnya operasional sebuah
bank. Banyak aspek lain yang bisa menjadi indikator, misalnya kesejahteraan pegawai, servis prima
untuk nasabah, bersihnya penyaluran kredit, efisiensi dan efektivitas sebuah program, dan
sebagainya.

Akan tetapi, hal yang diam-diam menjadi incaran setiap bank adalah net profit. Sebuah bank, meski
amat besar asetnya, atau amat harum namanya, tetapi kalau profitnya kecil, biasanya ”kurang
dipandang”. Inilah salah satu faktor mengapa ketiga bank itu mampu memberikan servis baik kepada
para pelanggan dan pegawainya. BRI, sekadar menyebut contoh, mampu memberikan gaji yang layak
kepada pegawainya sampai muncul istilah 27 kali gaji dalam setahun.

Tahun 2013, ketiga bank itu tentu akan saling bersaing amat keras di lapangan. Masing-masing akan
berkompetisi meraih kinerja terbaik. Saling intip halaman rival, atau saling beradu program terbaik,
pasti tidak terelakkan. Meski demikian, hal yang publik respek adalah ketiga bank tersebut bersaing
secara sehat, bersih, dan etis.
Di balik kompetisi ketiga bank tersebut, sebetulnya ada juga bank BNI yang juga perkasa dan selalu
menjadi bank terkemuka. Seandainya BNI juga bangkit, persaingan bank besar akan makin ketat.
Kompetisi bisnis akan menjadi makin indah, makin bagus dan atraktif. Persaingan merebut pangsa
pasar akan makin memerah. Harapan untuk lahirnya program lebih cemerlang diharapkan muncul dan
memberi ruang bergerak baru bagi para pengguna jasa bank.

Asa lainnya adalah kinerja cemerlang itu berujung pada lebih sejahteranya pegawai mereka.
Pelayanan nasabah pun kian mengilap. Alangkah indahnya kalau tersiar pegawai BRI, Mandiri, atau
BCA sangat sejahtera. Sebutlah misalnya gaji mereka paling tinggi di Asia Tenggara.

(SUMBER : http://ekonomi.kompas.com/read/2013/03/04/09031867/menikmati.persaingan dan


Kotler, Philip and K.L. Keller (2016), Marketing Management,15th ed. Upper Saddle River., N.J: Pearson
Education Inc)

Teori :
Seperti tertulis pada Chapter 11 yaitu “Competitive Dynamics”, untuk dapat berkompetisi secara
efektif,bahwa di balik kesuksesan dari ketiga bank yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan
Bank Central Asia, adalah perusahaan perbankan yang selalu melakukan dan menciptakan inovasi baru
seperti program apa yang diluncurkan, kemajuannya di sektor apa saja, strategi penjualan dan
pemasaran, dengan BRI yang meraih net profit terbesar, yakni Rp 18,52 triliun. Net profit Mandiri
tahun 2012 hampir Rp 16 triliun. Adapun net profit BCA tahun 2011 sebesar Rp 10,8 triliun. Tahun
2012, net profit BCA belum dipublikasikan sampai pekan lalu, tetapi diperkirakan akan naik.