Anda di halaman 1dari 8

Skenario Manajemen Dalam Keperawatan

Kepala Bagian Kepegawaian : Fadhil Rizqi R

Badan seleksi tenaga kepegawaian : Bella, Nova Rima

Perawat yang mengikuti seleksi : Linda, Ber, Viva

Kepala Ruang Irna JYP : Nadya F

Katim : Hasri

Perawat ruang : Vicky, Vina

Pasien : Alfiana

Keluarga : Syayekti

Pada suatu hari di sebuah rumah sakit “Pabocheorom” melakukan recruitmen karyawan
baru sebagai perawat untuk ruang irna JYP. Karena menurut hasil evaluasi perawat ruang irna
JYP yang memiliki kurang lebih 7 pasien setiap harinya terlalu membebani perawat ruangan
tersebut. Sehingga Kepala Bagian Kepegawaian memutuskan untuk melakukan rekruitmen
tenaga baru dengan kualifikasi sebagai berikut : Lulusan D4/S1 keperawatan dengan pengalaman
kerja minimal satu tahun, umur maksimal 29 tahun. Kemudian kepala bagian kepegawaian
meminta bantuan badan seleksi tenaga kerja untuk melakukan seleksi tenaga kerja.

Fadhil : “halo bu, dengan staf badan seleksi tenaga kepegawaian, iya saya dari kepala bagian
kepagawaian mohon bantuannya untuk melakukan seleksi tenaga perawat tambahan untuk ruang
inap JYP, sudah saya lakukan open recruitement njenengan tinggal nyeleksi saja.”

Bella : “oh iya baik pak, kira2 tanggal berapa ya pak?”

Fadhil : “tanggal 15 besok bagaimana bu ?”

Bella : “oh iya boleh pak kebetulan saya sedang tidak ada kegiatan untuk tanggal itu”

Fadhil : “oh iya bu kebetulan sekali. Terimakasih bu atas bantuannya”

Bella : “baik pak sama-sama”

Pada saat tanggal 15… ada 3 orang calon perawat yang mengikuti interview

Linda : “permisi, namaku linda kamu siapa?”

Ber : “aku berly”

Linda : “Haduhhh aku nerves banget…”


Ber : “gapapa aku juga sedikit nerves, tapi lihat mbak itu (menunjukkan viva)
(viva sholawatan)”

Setelah beberapa saat…

Bella : “atas nama berlyana silahkan masuk”

Berlyana : “eh aku duluan yaaa”

Linda : “oh iya semangat ya”

Linda mendekati viva

Linda : “permisi mbak… salam kenal aku linda”

Viva : “oh iyaa aku viva salam kenal juga”

Linda : “mbak ndak nerves a, aku degdegan banget haduh gimana ini. Ini baru pertama kali lho
aku ikut interview. Huh……………”

Viva : “oh mbak nya baru pertama kali ya, saya sudah ke tiga kalinya ini”

Linda : “wah mbak sudah berpengalaman berarti. Bagaimana mbak biasanya saya takut”

Viva : “sudah ndak papa ndak usah takut mbak, pertanyaan2 biasa kok. Sudah ndak usah
khawatir”. Santai saja (sambil tersenyum)

Didalam…..

Bella : “silahkan duduk”

Berlyana duduk

Bella : “silahkan memperkenalkan diri anda”

Ber : “nama saya berlyana bu. Saya umur 24 tahun. Saya baru lulus tahun kemarin. Saya belum
mempunyai pengalaman bekerja, karena waktu lulus saya langsung menikah dan Alhamdulillah
barusan melahirkan”

Bella : “wah selamat mbak ya. Alasannya mbak mau kerja disini kenapa mbak?”

Ber : “karena saya sudah tidak bekerja selama satu tahun bu, saya ingin membantu
perekonomian keluarga. Kebetulan kemarin saya mendapat informasi bahwa di rs pabochorom
sedang ada open recruitement, jadi saya ingin mencoba bu”

Bella : “oh begitu, hmm saya langsung saja ya. Kalau untuk masalah gaji anda ingin mendapat
gaji berapa ?”
Ber : “saya ingin mendapat gaji UMR bu sama seperti yang lain”

Nori : “oh begitu, tapi nanti misalkan anda lolos nanti ada training selama 3 bulan, dan nanti
mendapat gaji sesuai kebijakan rumah sakit”

Ber : “oh begitu bu, baik kalau begitu”

Nori : “jika nanti anda lolos maka akan kami hubungi via telepon terimakasih bu”

Ber keluar ruangan sementara Linda terkejut dan semakin takut

Linda: “bagaimana tadi?” (sambil gelisah dia bertanya)

Ber : “ndakpapa biasa saja”

Bella memanggil peserta selanjutnya

Bella: “viva nurjannah silahkan masuk”

Viva : “saya duluan ya..”

Linda : “iya mbak semangat ya”

Viva masuk dan duduk

Nori : ”baik silahkan perkenalkan diri”

viva memperkenalkan diri (bercerita sudah mempunyai anak kembar dan pindah kesini
mengikuti sang suami. MasyaAllah istri solehah)

Bella : “pengalaman kerja nya bagaimana ya?”

Viva menjelaskan (improvisasi)

Setelah mengajukan beberapa pertanyaan viva akhirnya selesai di interview. Beberapa saat
kemudian,

Bella : “atas nama Ika Linda silahkan masuk”

Linda : “Baik bu”

Viva : “semangat ya!”

Bella : “silahkan duduk, bisa kita mulai ya”

Linda : “oh iyaa bu”

Nori : “silahkan memperkenalkan diri”


Linda memperkenalkan diri dengan tergagap gagap. (improvisasi). Setelah selesai linda keluar
dengan keringat dingin dan termenung.

Akhirnya semua selesai bella segera menghubungi fadhil dan menginformasikan peserta yang
lolos dalam rekruitmen tenaga kerja.

Bella : “bapak ini sudah selesai interview nya. Sudah saya daptkan hasilnya dan kebetulan ada
satu yang cocok dan berkompeten untuk tempat kita. Nanti saya kirim berkas2nya kepada bapak
ya pak”

Fadhil : “wah iyaa baik buu terimakasih banyak bu atas bantuannya”

Bella : “baik sama sama pak”

....

Setelah satu minggu ternyata yang diterima atas nama Viva dan diberitahukan bisa langsung
mulai bekerja minggu depan hari senin.

Saat diruangan

Karu : “selamat pagi semuanya. Perkenalkan ini ada teman baru kita yang akan membantu kita
mulai hari ini dan seterusnya”

Viva : “selamat pagi perkenalkan saya viva. Mohon kerjasamanya”

Karu : “untuk hari ini perkenalkan ini katim dan perawat Vicky serta Vina”

Katim : “perkenalkan saya Hasri”

Vicky : “perkenalkan saya Vicky”

Vina : “perkenalkan saya Vina”

Karu : “Baik mari kita bagi tugas terlebih dahulu karena kita ada tambahan anggota, saya
serahkan ke katim langsung silahkan dipimpin”

Hasri : “baik sebelum kita mengawali tugas jaga kita pada pagi hari ini marilah kita berdoa
sesuai agama dan keyakinan masing-masing, berdoa mulai! Baik pada pagi hari ini kita memiliki
5 pasien dan dari hasil operan jaga dengan perawat shift malam tadi, ada 2 pasien meninggal tadi
malam karena TBC, tolong nanti untuk vina silahkan mengambil hasil radiologi dan lab pasien
kita, serta daftarkan pasien atas nama bobby ke bagian radiologi karena hari ini jadwalnya foto
rontgen. Kemudian Vicky, silahkan nanti melakukan nebulizer kepada mbak dara(3), mas aldi
(1) dan bapak soman (5) ya, baik tetap saling membantu apabila ada yang membutuhkan bantuan
ya”
Vicky & Vina : “Baik bu”

Hasri : “ Oh iya Viva tolong pasien Alfi(2) untuk diberikan terapi injeksi antibiotic ya”

Viva : “baik bu”

Setelah di ruangan

Viva : “Assalamualaikum permisi bu benar dengan adek alfi”

Sya : “oh iya benar”

Viva : “saya akan memasukkan obat ya bu ke adek alfi”

Sya : “oh iya silahkan mbak”

Viva : “adek alfi bagaimana kabarnya dek”

Alfi : “alhamdulillah sudah baikan mbak"

Viva : “apa ada yg sakit dek atau ada yg dikeluhkan”

Alfi : “masih sedikit pusing2 mbak”

Viva : “oh begituu, saya masukkan obat dulu ya dek”

Alfi : “iyaa mbak”

Setelah di injeksikan melalui vina tiba tiba....

sya : “loh loh mbak sebentar”

Viva : “kenapa bu”

Sya : “ini tulisannya kenapa kok aldi bukan alfi. Mbak anak saya namanya alfi bukan aldi. Mbak
salah masukkan obat ya. Bagaimana sih mbak saya laporkan lho ya kamu. Bisa2nya kamu itu
lalai. Mana saya laporkan kamu ke atasanmu”

Alfi : “sudah ma jangan...”

Sya : “jangan2! kalau kamu kenapa2 gimana”

Alfi menarik tangan mamanya namun mamanya tetap pergi menyeret viva

DiruanganVicky mendengar kegaduhan

Vicky : “loh loh ada apa ini”


Sya : “ini mbak mana atasanmu. Bisa2 nya dia salah masukkan obat ke anak saya. Saya bisa
ambil tindakan hukum dan laporkan ke polisi ya”

Vicky : “tenang dulu bu tenang dulu. Ibu jangan membuat kegaduhan nanti pasien lain terganggu
bu”

Sya : “saya bisa memviralkan ini ya”

Vina yang baru selesai dari radiologi kaget melihat keadaan tersebut, sehingga dia langsung
menelpon katim yang saat itu sedang melakukan rapat untuk persiapan akreditasi rumah sakit

Vina : “halo bu, mohon maaf bu saya menghubungi ibu saat ibu sedang rapat, karena saya
menghubungi ibu nadya tidak bisa, ini di ruangan ada masalah bu dengan keluarga pasien”

Hasri : “baik saya kesana sekarang”

Hasri menghampiri Nadya

Hasri : “Bu saya ijin ke ruangan dulu karena tadi saya ditelfon ada sedikit masalah”

Nadya : “masalah apa?”

Hasri : “saya juga kurang tau bu, nanti saya kabarkan ke ibu”

Nadya : “yasudah cepat kamu kesana, nanati segera kabari saya”

Sesampainya di ruangan hasri langsung menghampiri keluarga korban karena mengetahui


keluarga korban yang sedang memotret viva.

Hasri : “mohon maaf bu ibu tidak boleh memotret di rs bukankah di depan sudah jelas tulisan
tersebut. Ibu bisa kami tuntut balik kalau ibu melakukan tindakan tersebut”

Vicky : “betul ibu karena rs adalah tempat yg sangat menghargai privasi pasien”

Viva menangis

Tidak lama kemudian Nadya selaku karu tiba

Karu : “ada apa ini kok ramai2”

Vina : “ini ibu ada kel pasien yang marah2 karena perawat viva salah memasukkan obat ke
pasien alfi”

Karu : “ibu ibu tenang dulu ya. Ini bisa kita bicarakan baik2. Ibu ditahan ya bu emosinya. Ibu
bisa ikut saya keruangan”

Sya : “GAK BISAAA!!! saya ambil tindakan hukum saja. Benar2 keterlaluan”
Syayekti tetap marah dan menarik narik baju karu

Tidak lama kemudian semua perawat yg bertugas di hari tersebut dimintai keterangan oleh
kepala ruangan. Setelah ditelusuri obat tersebut adalah obat antibiotik yang kebetulan sama yang
akan diberi pada pasien yang bernama aldi.

Sang karu dan katim menjelaskan kepada sya

Karu : “ibuu setelah kami telusuri ternyata obat tersebut sama bu dengan obat yg akan diberikan
kepada pasien aldi. Tidak akan ada efek samping pada anak anda karena sebetulnya sama namun
hanya berbeda pada nama. Saya meminnta maaf atas kelalaian perawat kami yang tidak
disengaja”

Katim : “saya juga meminta maaf karena saya tidak memantau untuk lain hari saya akan lebih
berhati hati dan mohon maaf bu untuk kebaikan bersama mungkin ibu bisa menghapus foto2
yang ibu ambil tadi”

Sya : “yasudah kalau gitu, jangan diulangi lagi ya mbak. Atau saya benar benar akan mengambil
tindakan hukum”

Viva : “baik bu mohon maaf atas kesalahan saya. Saya tidak akan mengulangi nya lagi”

Sya : “YA!”

Semua keluar dengan damai dan tidak ada salah paham lagi. Kemudian karu memberi sedikit
pesan kepada semua orang yang bertugas pagi itu.

Karu : “ini sebagai pelajaran, sebagai bahan evaluasi agar kejadian seperti ini tidak terulamg
kembali. Untuk kedepannya agar kita lebih berhati hati lagi dalam menjalankan tugas”

Katim : “baik bu saya meminta maaf, saya akan lebih memantau teman2 saat melaksanakan
tugasnya”

Viva : “saya juga meminta maaf bu atas kelalaian saya”

Karu : “ya sudah kalau begitu kembali ke tugas masing2 seperti semula”

Perawat : baik bu

Saat senggang

Vicky : “sudah2 jangan menangis sudah selesai salah pahamnya”

Viva : “iyaaa:')”
Vina : “tidak apa2 yang penting lain kali lebih hati2 dan lebih teliti sebelum bertindak, jadikan
ini pelajaran. Jangan sedih berlarut larut pasiennya tidak akan meninggal kok hanya karena obat
yang kamu beri hehe”

Viva : “hehe iya makasih ya teman2 sudah mendukung saya sepenuhnya”

Akhirnya semua kembali seperti semula karena kesalahpahaman sudah selesai dengan damai....