Anda di halaman 1dari 21

BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

BAB 8

RING FAKTOR DAN HOMOMORFISMA

Tujuan Instruksional Umum :


Setelah mengikuti pokok bahasan ini mahasiswa dapat mengenal dan
mengaplikasikan sifat-sifat Ring Faktor dan Homomorfisma Ring

Tujuan Instruksional Khusus :


Setelah diberikan penjelasan mengenai Subring dan Ideal, mahasiswa minimal
80% dapat :
a. Menentukan apakan suatu Ring merupakan Ring Faktor
b. Menentukan apakan suatu Ring merupakan Homomorfisma Ring
c. Menjelaskan teorema dasar dari Isomorfisma

Deskripsi Singkat :
Sama halnya dengan Grup Faktor dan Homomorfisma Grup, di dalam Ring juga
dikenal dengan Ring Faktor dan Homomorfisma Ring. Dalam bab ini akan
dijelaskan mengenai Ring Faktor mempunyai sifat-sifat hampir sama dengan
Grup Faktor dan
Homomorfisma Ring yang mempunyai sifat-sifat hampir sama dengan
Homomorfisma Grup .

118
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

8.1. Ring Faktor

Pada bab 7, telah kita pelajari mengenai Ideal, yang mirip dengan
Subgrup Normal dalam dalam Grup. Suatu Ring Faktor terdiri dari
himpunan dari koset-koset Ring tersebut yang diantaranya adalah ideal-
ideal.

Definisi 8.1 :

Misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu Ideal dari R. R/S ={S +
a | a  R} adalah Ring dengan (S + a) + (S + b) = S + (a +b) dan (S +
a) . (S + b) = S + (a . b). Ring semacam ini disebut Ring Faktor atau Ring
Koisen.

Sekarang akan kita buktikan bahwa R/S = {S + a | a  R}


membentuk suatu Ring, yaitu dengan memperhatikan syarat-syarat dari
suatu struktur aljabar dengan dua operasi biner yaitu terhadap
penjumlahan (+) dan terhadap perkalian (.) yang membentuk suatu Ring
(R/K,+,.). Adapun syarat-syarat suatu struktur aljabar yang mempunyai
dua operasi biner membentuk suatu Ring adalah sebagai berikut :

1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a, b  R dan a + b  R
Maka :
Untuk setiap (S + a), (S + b)  R/S
berlaku (S + a) + (S + b) = S + (a +b)
yang berarti S + (a + b)  R/S
Sehingga S + (a + b)  R/S, tertutup terhadap penjumlahan di R/S

119
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a, b, c  R

maka (a + b) + c = a + (b + c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c)  R/S
[(S + a) + (S + b)] + (S + c) = (S + a) + [(S + b) + (S + c)]
[S + (a + b)] + (S + c) = (S + a) + [S + (b + c)]
S + [(a + b) + c] = S + [a + (b + c)]
S + [a + (b +c)] = S + [(a + b) + c]
(S + a) + [S + (b + c)] = [S + (a + b)] + (S + c)
(S + a) + [(S + b)+(S + c)] = [(S + a)+(S + b)] + (S + c)

3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a  R

maka a + e = e + a = a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a)  R/S

(S + 0) + (S + a) = S + (0 + a) = S + a
(S + a) + (S + 0) = S + (a + 0) = S + a
⇒ (S + 0) + (S + a) = (S + a) + (S + 0) = S + a

4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a  R

maka a + (-a) = (-a) + a = e = 0


Sehingga :
Untuk setiap (S + a)  R/S

(S + a) + (S + (-a)) = S + (a + (-a)) = S + 0 = S
(S + (-a)) + (S + a) = S + ((-a) + a) = S + 0 = S
⇒ (S + a) + (S + (-a)) = (S + (-a)) + (S + a) = S + 0 = S

120
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a,b  R

maka a + b = b + a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b)  R/S
(S + a)+(S + b) = (S + b) + (S + a)
S + (a + b) = S + (b + a)
S + (b + a) = S + (a + b)
(S + b) + (S + a) = (S + a)+(S + b)

6. Tertutup terhadap perkalian (.) di R/S


Misalkan a, b  R dan a . b  R Maka
:

Untuk setiap (S + a), (S + b)  R/S


berlaku (S + a) . (S + b) = S + (a . b)
yang berarti S + (a . b)  R/S
Sehingga S + (a . b)  R/S, tertutup terhadap perkalian di R/S

7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di R/S


Misalkan a, b, c  R

maka (a . b) . c = a . (b . c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c)  R/S
[(S + a) . (S + b)] . (S + c) = (S + a) . [(S + b) . (S + c)]
[S + (a . b)] . (S + c) = (S + a) . [S + (b . c)]
S + [(a . b) . c] = S + [a . (b . c)]
S + [a . (b . c)] = S + [(a . b) . c]
(S + a) . [S + (b . c)] = [S + (a . b)] . (S + c)
(S + a) . [(S + b) . (S + c)] = [(S + a) . (S + b)] . (S + c)

121
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap perkalian (.) di R/S


Misalkan a  R

maka a . e = e . a = a
Sehingga :
Untuk setiap (S + a)  R/S

(S + 1) . (S + a) = S + (1 . a) = S + a
(S + a) . (S + 1) = S + (a . 1) = S + a
⇒ (S + 1) . (S + a) = (S + a) . (S + 1) = S + a

9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di R/S


Misalkan a, b, c  R

maka a . (b + c) = (a . b) + (a . c) dan (a + b) . c = (a . c) + (b . c)
Sehingga :
Untuk setiap (S + a), (S + b), (S + c)  R/S
(S + a) . [(S + b) + (S + c)] = [(S+a).(S+b)] + [(S+a).(S+c)]
(S + a) . [S + (b + c)] = [S + (a . b)] + [S + (a . c)]
S + [a . (b + c)] = S + [(a . b) + (a . c)]
S + [(a . b) + (a . c)] = S + [a . (b + c)]
[S + (a . b)] + [S + (a . c)] = S + a) . [S + (b + c)]
[(S+a).(S+b)] + [(S+a).(S+c)] = (S + a) . [(S + b) + (S + c)]
dan
[(S + a) + (S + b)] . (S + c) = [(S+a).(S+c)] + [(S+b).(S+c)]
[S + (a + b)] . (S + c) = [S + (a . c)] + [S + (b . c)]
S + [(a +b) . c] = S + [(a . c) + (b . c)]
S + [(a . c) + (b . c)] = S + [(a +b) . c]
[S + (a . c)] + [S + (b . c)] = [S + (a + b)] . (S + c)
[(S+a).(S+c)] + [(S+b).(S+c)] = [(S + a) + (S + b)] . (S + c)

122
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Dengan kata lain, misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu
Ideal dari R, maka R/S disebut Ring Faktor jika :
1. (R/S,+) merupakan suatu Grup Komutatif
2. (R/S,.) merupakan suatu Semigrup/Monoid
3. (R/S,+,.) merupakan distributif perkalian terhadap penjumlahan

Contoh 8.1 :
Bila K = {0, 2, 4} adalah suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam Z 6.
Tunjukan Z6/K adalah merupakan Ring Faktor.
Penyelesaian :
Ada dua koset / Ideal dari Ring Z6, yaitu :
K = {0, 2, 4}

K + 1 = {1, 3, 5} Sehingga
Z6/K = {K, K + 1}

Tabel 8.1.
Daftar Cayley (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, +) dan (Z6/K = Z6/{0, 2, 4}, .)

+ K K+1 . K K+1

K K K +1 K K K

K+1 K+1 K K+1 K K+1

Tabel 8.1. menunjukan penjumlah dan perkalian unsur-unsur dari Z 6/K.


Selanjutnya dari tabel, kita akan membuktikan bahw Z 6/K dengan syarat-
syarat suatu Ring merupakan Ring Faktor dari Z 6/K. Adapun syarat-
syaratnya sebagai berikut :

123
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

1. Tertutup terhadap penjumlahan (+) di Z6/K


" K, K + 1  Z6/K

berlaku K + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1
Sehingga K + 1  Z6/K
2. Assosiatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1  Z6/K
[K + (K + 1)] + (K + 1) = K + [(K + 1) + (K + 1)]
[K + (0 + 1)] + (K + 1) = K + [K + (1 + 1)]
(K + 1) + (K + 1) = K + (K + 0)
K + (1 + 1) = K + (0 + 0)
K =K
Sehingga [K + (K + 1)] + (K + 1) = K + [(K + 1) + (K + 1)] = K
3. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap penjumlahan (+) di Z 6/K
" K + 1  Z6/K
(K + 0) + (K + 1) = K + (0 + 1) = K + 1
(K + 1) + (K + 0) = K + (1 + 0) = K + 1
Sehingga (K + 0) + (K + 1) = (K + 1) + (K + 0) = K + 1
4. Adanya unsur balikan atau invers terhadap penjumlahan (+) di Z 6/K
" K + 1  Z6/K
(K + 1) + (K + (-1)) = K + (1 + (-1)) = K + 0 = K
(K + (-1)) + (K + 1) = K + ((-1) + 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + (K + (-1)) = (K + (-1)) + (K + 1) = K + 0 = K
5. Komutatif terhadap penjumlahan (+) di Z6/K
" K, K + 1  Z6/K
K + (K + 1) = (K + 1) + K
K + (0 + 1) = K + (1 + 0)
K+1 =K+1
Sehingga K + (K + 1) = (K + 1) + K = K + 1

124
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

6. Tertutup terhadap perkalian (.) di Z 6/K


" K, K + 1  Z6/K

berlaku K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga K  Z6/K
7. Assosiatif terhadap perkalian (.) di Z 6/K
" K, K + 1  Z6/K
[K . (K + 1)] . (K + 1) = K . [(K + 1) . (K + 1)]
[K + (0 . 1)] . (K + 1) = K . [K + (1 . 1)]
(K + 0) . (K + 1) = K . (K + 1)
K + (0 . 1) = K + (0 . 1)
K =K
Sehingga [K . (K + 1)] . (K + 1) = K . [(K + 1) . (K + 1)] = K
8. Adanya unsur satuan atau identitas terhadap perkalian (.) di Z 6/K
" K  Z6/K
(K + 1) . K = K + (1 . 0) = K + 0 = K

K . (K + 1) = K + (0 . 1) = K + 0 = K
Sehingga (K + 1) + K = K + (K + 1) = K + 0 = K
9. Distributif perkalian (.) terhadap penjumlahan (+) di Z 6/K
" K, K + 1  Z6/K

a. (b + c) = (a . b) + (a . c)
K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)]
K . [K + (1 + 1)] = [K + (0 . 1)] + [K + (0 . 1)]
K + [0 . (1 + 1)] = K + [(0 . 1) + (0 . 1)]
K + (0 . 0) = K + (0 + 0)
K =K

Sehingga K . [(K + 1) + (K + 1)] = [K . (K + 1)] + [K . (K + 1)] = K


Jadi, Z6/K = {K, K + 1} adalah merupakan suatu Ring Faktor

125
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Sebenarnya dari tabel juga kita telah bisa mengetahui bahwa Z 6/K
adalah merupakan Ring Faktor, karena hasil dari penjumlahan dan

perkalian unsur-unsur Z6/K menghasilkan unsur-unsur itu sendiri. Jadi bila


K adalah suatu Ideal dan R adalah suatu Ring, maka kita dapat
menentukan Ring Faktor dari R/K dengan membuat tabel daftar Cayley
terhadap penjumlahan dan perkalian unsur-unsur dari R/K, yang disebut
tabel Ring Faktor dari R/K.

8.2. Homomorfisma Ring

Pada bab 4, telah kita pelajari mengenai Homomorfisma Grup yaitu


suatu pemetaan dari Grup G ke Grup G’ yang mengawetkan operasi yang
ada pada Grup tersebut.

Sama halnya dengan Grup, pada Ring juga ada pemetaan dari Ring
R ke Ring R’ yang mengawetkan kedua operasi yang ada dalam Ring
tersebut, yang disebut dengan Homomorfisma Ring.

Definisi 8.2 :
Suatu pemetaan f dari Ring (R,+,.) ke Ring (R’,Å,Ä) disebut suatu
Homomorfisma Ring bila " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) Å f(b)
2. f(a . b) = f(a) Ä f(b)

Dalam suatu Ring telah kita ketahui operasi biner yang ada pada
umumnya adalah operasi penjumlahan dan operasi perkalian, sehingga
biar tidak menimbulkan keraguan maka definisi tersebut dapat kita
tuliskan sebagi berikut :

126
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Definisi 8.3 :

Suatu pemetaan f dari Ring R ke Ring R’ disebut suatu Homomorfisma


Ring bila  a, b  R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b)

Ada beberapa definisi khusus mengenai Homomorfisma Ring adalah


sebagai berikut :

Definisi 8.4 :

a. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat injektif (1 – 1) disebut dengan


Monomorfisma Ring.

b. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat surjektif (pada) disebut


dengan Epimorfisma Ring.

c. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif, yaitu bersifat injektif


(1 – 1) dan surjektif (pada), disebut dengan Isomorfisma Ring.

Definisi 8.5 :

Suatu Homomorfisma dari suatu Ring ke dalam dirinya sendiri dinamakan


suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif dinamakan
Automorfisma.

Contoh 8.2 :

Tunjukan apakah f : Z R dengan f(a) = a adalah suatu Homomorfisma


Ring.

Penyelesaian :
Akan kita buktikan bahwa  a, b  R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)
2. f(a . b) = f(a) . f(b)

127
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Sehingga :
1. f(a + b) = f(a) + f(b), " a, b Î R
(a + b) = (a) + (b)
a+a =a+b
2. f(a . b) = f(a) . f(b), " a, b Î R
(a . b) = (a) . (b)
a.b =a.b
Dikarenakan untuk f(a + b) = f(a) + f(b) dan f(a . b) = f(a) . f(b) maka

f : Z R untuk f(a) = a adalah merupakan suatu Homomorfisma


Ring.

Contoh 8.3 :

Tunjukan apakah f : Z R dengan f(a) = 2a adalah suatu Homomorfisma


Ring.

Penyelesaian :
Akan kita buktikan bahwa " a, b Î R berlaku :
1. f(a + b) = f(a) + f(b)

2. f(a . b) = f(a) . f(b)


Sehingga :
1. f(a + b) = f(a) + f(b), " a, b Î R
2(a + b) = 2a + 2b
2(a + b) = 2(a + b)
a+b =a+b
2. f(a . x) = f(a) . f(b), " a, x Î R
2ab = 2a . 2b
2ab ¹ 4ab
Dikarenakan untuk f(a . b) ¹ f(a) . f(b) maka f : Z R untuk f(a) = 2a
bukan merupakan Homomorfisma Ring.

128
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Teorema 8.1 :

Misalkan R adalah suatu Ring dan R’ juga merupakan suatu Ring. Bila
pemetaan f : R R’ adalah suatu Homomorfisma Ring, maka :

1. f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan unsur


nol di R’
2. f(-a) = -f(a),  a  R
Bukti :

1. f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan unsur


nol di R’
Ambil sebarang nilai a  R

0 merupakan unsur nol di R, yang berarti a + 0 = 0+ a = a


Sehingga :
f(a) = f(a + 0) = f(a) + f(0)
dan

f(a) = f(0 + a) = f(0) + f(a)


Maka :
f(a) = f(a) + f(0) = f(0) + f(a)

Ini berarti bahwa f(0) merupakan unsur nol di R’. Karena unsur
nol di R’ adalah 0’ maka dengan sifat ketunggalan unsur nol
didapat f(0) = 0’.
2. f(-a) = -f(a),  a  R
Ambil sebarang nilai a  R
Karena ada a  R, maka ada -a  R
yang berarti a + (-a) = (-a) + a = 0
Sehingga :
f(0) = f(a + (-a)) = f(a) + f(-a)
dan
f(0) = f((-a) + a) = f(-a) + f(a)

129
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Maka :
f(0) = f(a) + f(-a) = f(-a) + f(a)
Dari pembuktian f(0) = 0’, didapat :
f(a) + f(-a) = f(-a) + f(a) = f(0) = 0’

Dengan sifat ketunggalan dari unsur balikan atau invers, maka f(-
a) = -f(a).

Definisi 8.6 :
Kernel (Inti) dari suatu Homomorfisma Ring f adalah {a  R | f(a) = 0’},
biasa ditulis K = {a  R | f(a) = 0}.

Pada sub pokok bahasan berikut akan dibicarakan mengenai


teorema yang cukup penting dalam Homomorfisma Ring, yaitu teorema
dasar Isomomorfisma.

8.3. Teorema Dasar Isomorfisma

Misalkan terdapat dua Ring R dan R’. Ring R dan R’ dikatakan


Isomorfik jika terdapat suatu Isomorfisma dari R ke R’ atau sebaliknya
terdapat suatu Isomorfisma dari R’ ke R. Terdapat tiga teorema dasar
mengenai Isomorfisma Ring yang akan dijelaskan dalam sub pokok
bahasan ini.

Teorema berikut disebut sebagai teorema pertama untuk


Isomorfisma Ring.

Teorema 8.2 : (Teorema pertama Isomorfisma)


Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring. Bila  adalah suatu Homomorfisma
dari R pada R’ dengan kernel K, maka R’  R/K.

130
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Bukti :
Misalkan  : R/K R, maka (K + a) = (a)
a. Akan ditunjukan bahwa  merupakan suatu pemetaan
Misalkan K + a = K + b, dimana K + a, K + b  R/K
Maka (K + a) = (a) dan (K + b) = (b)
Jika  adalah Homomorfisma maka (a – b) = (a) – (b)
K + a = K + b, berarti juga a – b  K
Sehingga :
(a – b ) = 0’
(a) – (b) = 0’
(a) = (b)
(K + a) = (K +b)

b. Akan ditunjukan bahwa  merupakan suatu Homomorfisma


[(K + a) + (K + b)]= (K + (a + b))
= (a + b)
= (a) + (b)
= (K + a) + (K + b)
dan
[(K + a) . (K + b)] = (K + (a . b))
= (a . b)
= (a) . (b)
= (K + a) . (K + b)
Jadi  merupakan suatu Homomorfisma
c. Akan ditunjukan bahwa  bersifat injektif (1 – 1)
Misalkan (a) = (b) K + a = K +b
(a) = (b)
(a) + (b) = 0’
(a + b) = 0’

131
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Itu berarti a – b Î K, sehingga K + a = K + b


Jadi t bersifat Injektif (1 – 1)
d. Akan ditunjukan bahwa t bersifat surjektif (pada)
Misalkan b Î R’, berarti b = m(a) untuk suatu a Î R
Diketahui a ÎR dan f : R R/K, berarti a dipetakan ke K + a ÎR/K Kita
pilih c = K + a ÎR/K, sehingga
t(c) = t(K + a) = m(a) = b Î R’
Jadi t bersifat surjektif (pada)
Terbukti terdapat Isomorfisma dari R/K ke R’
R’  R/K atau R/K  R’

Teorema berikut ini disebut sebagai teorema kedua dari


Isomorfisma Ring.

Teorema 8.3 : (Teorema kedua Isomorfisma)


Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan m adalah Homomorfisma dari R
pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S adalah
suatu Ideal dari R, maka S/K @ S’ untuk S = {a ÎR | m(a) Î S’}.
Bukti :

Untuk membuktikan teorema ini, maka terlebih dahulu perlu kita buktikan
bahwa S adalah merupakan Ideal dari R. Dari definisi Ideal diperoleh :

a. S ¹ f, maka terdapat 0 Î R, sehingga m(0) = 0’ dan 0’ Î S’


b. S merupakan himpunan bagian dari R, sehingga S Í R
c. Misalkan a, b Î S
Sehingga diperoleh a Î R, m(a) ÎS’ dan b Î R, m(b) Î S’
Jika a + b Î R, maka m(a + b) = m(a) + m(b) Î S’
d. Misalkan a Î S dan r ÎR ·
Untuk Ideal Kiri

132
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

Misalkan a  R dan r  R
(ra) = (r) . (a)
Sehingga (a)  S’ dan (r)  R’
Karena S’ merupakan Ideal R’, maka diperoleh (ra) = (r) . (a)
Jadi ra  S, sehingga S merupakan Ideal kiri di R

· Untuk Ideal Kanan


Misalkan a  R dan r  R
(ar) = (a) . (r)
Sehingga (a)  S’ dan (r)  R’
Karena S’ merupakan Ideal R’, maka diperoleh (ar) = (a) . (r)
Jadi ar  S, sehingga S merupakan Ideal kanan di R

Maka dapat disimpulkan bahwa S adalah Ideal di R


Berikutnya akan ditunjukan bahwa K  S Misalkan k 
K dan (k) = 0’  S’
Sehingga k  S, yang berarti  k  K, k  K k  S.
Dapat disimpulkan K  S
Jadi pemetaan  yang dibatasi pada S mendefinisikan suatu
Homomorfisma dari S ke S’ dengan kernel K. Sehingga berdasarkan
teorema pertama Isomorfisma, terbukti bahwa terdapat Isomorfisma dari
S/K ke S’.
S’  S/K atau S/K  S’

Teorema berikut ini disebut sebagai teorema ketiga dari


Isomorfisma Ring.

Teorema 8.4 : (Teorema ketiga Isomorfisma)


Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan  adalah Homomorfisma dari R
pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S adalah

133
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

suatu Ideal dari R, maka R/S  R’/S’ untuk S = {a R | (a)  S’}. Secara
ekuivalen, bila K suatu Ideal dari R dan K  S adalah suatu Ideal dari
R,maka R/S  (R/K) / (S/K).
Bukti :
Misalkan  : a (a) + S’ atau(a)R’/S’, mendefinisikan pemetaan
:R R’/S’
a. Akan ditunjukan bahwa  merupakan suatu Homomorfisma
Misalkan a, b  R
Sehingga diperoleh (a) = (a) + S’ dan (b) = (b) + S’
(a + b) = (a + b) + S’
= ((a) + (b)) + S’
= ((a) + S’) + ((b) + S’)
= (a) + (b)
dan
(a . b) = (a . b) + S’
= ((a) . (b)) + S’
= ((a) + S’) . ((b) + S’)
= (a) . (b)
Jadi  a, b R berlaku (a + b) = (a) + (b) dan (a.b) = (a) . (b),
yang berarti  merupakan suatu Homomorfisma
b. Akan ditunjukan bahwa  bersifat surjektif (pada)
Ambil x  R’/S’
Misalkan x = a’ + S’, a’  R’
Jika  pemetaan pada, berarti  a  R sehingga (a) = a
Maka diperoleh x = (a) + S’
Pilih a R sehingga (a) = (a) + S’ = x
Jadi  x R’/S’,  a  R sehingga (a) = x.
Dengan kata lain,  bersifat surjektif (pada)

134
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

c. Akan ditunjukan bahwa S = K


Ambil a  Ker()  R
Diperoleh (a) = S’, padahal (a) = (a) + S’
Jadi (a) + S’ = S’
Karena S’ Grup bagian aditif dari R’ diperoleh (a)  S’
Berdasarkan definisi Ideal, diperoleh a  S
Jadi  a  Ker() a  S
Dengan kata lain, Ker()  S
Ambil a  S, berarti a  R dan (a)  S’
Diperoleh (a) = (a) + S’ = S’, sebab (a)  S’
Sehingga a  K, yang berarti S  K
Dari dapat disimpulkan bahwa S =K
Diperoleh  : R R’/S’ Homomorfisma surjektif (pada) dengan kernel K = S.

Berdasarkan teorema kedua Isomorfisma, diperoleh R/S  R’/S’.


Padahal R’  R/K dan S’  S/K
Sehingga terbukti terdapat Isomorfisma dari R’/S’ ke R/S
R’/S’  R/S  (R/K)/(S/K)

8.4. Rangkuman

1. Misalkan R adalah suatu Ring dan S adalah suatu Ideal dari R. R/S ={S
+ a | a  R} adalah suatu Ring Faktor atau Ring Koisen dengan :

(S + a) + (S + b) = S + (a +b)
dan
(S + a) . (S + b) = S + (a . b)

135
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

2. Suatu pemetaan f dari Ring R ke Ring R’ disebut suatu Homomorfisma


Ring bila  a, b  R berlaku :
· f(a + b) = f(a) + f(b)
· f(a . b) = f(a) . f(b)

3. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat injektif (1 – 1) disebut


dengan Monomorfisma Ring. Suatu Homomorfisma Ring yang bersifat
surjektif (pada) disebut dengan Epimorfisma Ring. Suatu
Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif, yaitu bersifat injektif (1 – 1)
dan surjektif (pada), disebut dengan Isomorfisma Ring.

4. Suatu Homomorfisma dari suatu Ring ke dalam dirinya sendiri


dinamakan suatu Endomorfisma dan suatu Endomorfisma yang bijektif
dinamakan Automorfisma.

5. Misalkan R dan R’ merupakan suatu Ring. Bila pemetaan f : R R’


adalah suatu Homomorfisma Ring, maka :

· f(0) = 0’, dengan 0 merupakan unsur nol di R dan 0’ merupakan


unsur nol di R’
· f(-a) = -f(a),  a  R

6. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring. Bila  adalah suatu


Homomorfisma dari R pada R’ dengan kernel K,maka R’  R/K.

7. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan  adalah Homomorfisma dari


R pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S
adalah suatu Ideal dari R, maka S/K  S’ untuk S = {a R | (a)  S’}.

136
BAHAN AJAR STRUKTUR ALJABAR, BY FADLI

8. Misalkan R dan R’ adalah suatu Ring dan  adalah Homomorfisma dari


R pada R’ dengan kernel K. Bila S’ adalah suatu Ideal dari R’ dan S
adalah suatu Ideal dari R, maka R/S  R’/S’ untuk S = {a R | (a) 
S’}. Secara ekuivalen, bila K suatu Ideal dari R dan K  S adalah suatu
Ideal dari R,maka R/S  (R/K) / (S/K).

8.5. Soal-soal Latihan

1. Misalkan K adalah ideal-ideal yang dibangun oleh Z 4. Carilah ideal-ideal


yang dibangun tersebut dan tunjukan Z4/K adalah merupakan Ring
Faktor

2. Carilah K yang merupakan suatu Ideal yang dibangun oleh 2 dalam Z 8.


Tunjukan Z8/K adalah merupakan Ring Faktor.

3. Berikut ini diberikan pemetaan-pemetaan, yang mana dari pemetaan-


pemetaan tersebut merupakan Homomorfisma.
·
f : Z Z, dengan f(a) = 4a
· 3
f : Z Z, dengan f(a) = a
·
f : Z6 Z3, dengan f(a) = a + 1
· a
f : Z R, dengan f(a) = 2

4. Tunjukan apakah Z2 X Z3 merupakan Isomorfisma dengan Z6, sehingga


Z2 X Z3  Z6

5. Tunjukan bila R, R’ dan R’’ adalah merupakan suatu ring-ring dan bila g
: R R’ dan f : R’ R’’ adalah merupakan suatu homomorfisma-
homomorfisma, maka pemetaan komposisi f o g : R R’’ adalah juga
merupakan Homomorfisma.



137
https://fadlibae.files.wordpress.com/2010/06/ring-faktor.pdf