Anda di halaman 1dari 5

NAMA : EGA ARI LESMANA

NIM : 1601025065
JURUSAN : MANAJEMEN
MATKUL : MANAJEMEN OPERASIONAL 2

METODE SIMPLEX
Metode grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan linear program yang memilki
variabel keputusan yang cukup besar atau lebih dari dua, maka untuk menyelesaikannya
digunakan Metode Simplex.
Istilah metode simpleks :
1. Iterasi : tahapan perhitungan dimana nilai dalam perhitungan itu tergantung dari
nilai table sebelumnya.
2. Variabel non basis : variable yang nilainya diatur menjadi nol pada sembarang
iterasi.
3. Variabel basis : variabel yang nilainya bukan nol pada sembarang iterasi.
4. Solusi atau Nilai Kanan (NK) : nilai sumber daya pembatas yang masih tersedia.
5. Variabel Slack : variabel yang ditambahkan ke model matematika kendala untuk
mengkonversi pertidaksamaan ≤ menjadi =
6. Variabel surplus : variabel yang dikurangkan dari model matematika untuk
mengkonversikan pertidaksamaan ≥ menjadi persamaan =
7. Variabel buatan : variabel yang ditambahkan ke dalam model matematika kendala
dengan bentuk ≥ atau = untuk difungsikan sebagai variabel basis awal.
8. Kolom Pivot (Kolom Kerja) : kolom yang memuat variabel masuk.
9. Baris Pivot (Baris Kerja) : salah satu baris dari antara variabel baris yang memuat
variabel keluar.
10. Elemen Pivot (Elemen Kerja) : elemen yang terletak pada perpotongan kolom dan
baris pivot.
11. Variabel masuk : variabel yang terpilih untuk menjadi variabel basis pada iterasi
berikutnya.
12. Variabel keluar : variabel yang keluar dari variabel basis pada iterasi berikutnya
dan digantikan dengan variabel masuk.
Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian metode simpleks
1. Nilai kanan (NK / RHS) fungsi tujuan harus nol (0).
2. Nilai kanan (RHS) fungsi kendala harus positif. Apabila negatif, nilai
tersebut harus dikalikan –1.
3. Fungsi kendala dengan tanda “ ≤” harus diubah ke bentuk “ =” dengan
menambahkan variabel slack/surplus . Variabel slack/surplus disebut juga
variabel dasar.
4. Fungsi kendala dengan tanda “ ≥” diubah ke bentuk “ ≤” dengan cara
mengalikan dengan –1, lalu diubah ke bentuk persamaan dengan ditambahkan
variabel slack . Kemudian karena RHS-nya negatif, dikalikan lagi dengan –1
dan ditambah artificial var iabel (M).
5. Fungsi kendala dengan tanda “=” harus ditambah artificial variabel (M).

Pembuatan Tabel Simplex


Contoh soal:
Z = 3X 1 + 5X 2
Kendala:
1) 2X 1 ≤ 8
2) 3X 2 ≤ 15
3) 6X 1 + 5X 2 ≤ 30
Langkah-langkah:
1. Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala (lihat beberapa ketentuan yang harus
diperhatikan di atas!)

 Fungsi tujuan
Z = 3X 1 + 5X 2 => Z - 3X 1 - 5X 2 = 0
 Fungsi kendala
1) 2X 1 ≤ 8 => 2X 1 + X3 = 8
2) 3X 2 ≤ 15 => 3X 2 + X4 = 15
3) 6X 1 + 5X 2 ≤ 30 => 6X 1 + 5X 2 + X5 = 30
(X 3, X 4 dan X 5 adalah variabel slack) 2. Menyusun persamaan-persamaan ke
dalam tabel
REFRENSI
BAHAN KULIAH RISET OPERASIONALTEK INFORMATIKA UPN
YOGYAKARTA
BAMBANG YUWONO