Anda di halaman 1dari 7

NAMA : ISMIATI ULFAH

NIM : 15080694079
KELAS : S1AK15A

BOND YIELDS AND PRICES

Obligasi adalah surat tanda utang yang diterbitkan oleh emiten dimana terdapat
perjanjian dengan pemegang obligasi yaitu nilai pokok pinjaman (nilai nominal/nilai par)
dibayarkan pada saat jatuh tempo (maturity) dan bunga dibayarkan secara periodik (coupon).
Nilai kupon, tanggal jatuh tempo, dan nilai nominal obligasi merupakan bagian dari kontrak
obligasi (bond indenture). Berikut adalah karakteristik obligasi yaitu:
1) Nilai intrinsik (intrinsic features)
Nilai intrinsik obligasi dipengaruhi oleh tingkat kupon, waktu jatuh tempo, nilai
nominal, dan tipe kepemilikan obligasi. Kupon obligasi adalah pendapatan bunga yang
akan diterima investor selama memegang obligasi. Waktu jatuh tempo adalah tanggal
atau jumlah tahun sebelum obligasi jatuh tempo. Nilai nominal adalah nilai yang
menunjukkan utang pokok dari obligasi. Tipe kepemilikan adalah pencatatan mengenai
pemegang obligasi.
2) Tipe penerbitan (type of issues)
Emiten dapat menerbitkan obligasi yang berbeda pada waktu yang sama. Emiten
dapat menerbitkan obligasi dengan jaminan berupa aset riil (secured bond), obligasi yang
dijamin oleh janji penerbit untuk membayar kupon dan nominal obligasi pada saat jatuh
tempo (unsecured bond), obligasi yang dijamin dengan pendapatan atau aset dari
kegiatan lain (subordinate bond), serta obligasi yang diterbitkan untuk menyediakan
dana bagi pembayaran obligasi lain yang sudah hampir jatuh tempo (refunding issues).
3) Bond indentures
Indentures adalah dokumen yang berisi tentang hak-hak pemegang obligasi dan penerbit
obligasi. Dokumen ini memuat hal-hal seperti waktu jatuh tempo obligasi, waktu
pembayaran bunga, dan pembatasan pemberian deviden bagi para pemegang saham.
4) Call provision
Call provision adalah hak penerbit obligasi untuk melunasi obligasi sebelum waktu jatuh
tempo. Hal ini dilakukan oleh emiten apabila tingkat suku bunga pasar dibawah tingkat
kupon obligasi dengan tujuan untuk mengurangi biaya modal perusahaan.
Jenis-jenis obligasi yang diperdagangkan di pasar modal yaitu:
1) Obligasi dengan tingkat bunga tetap (fixed rate bond), yaitu obligasi yang menawarkan
bunga tetap selama jangka waktu obligasi.
2) Obligasi dengan tingkat bunga mengambang (floating rate bond), yaitu obligasi yang
menawarkan bunga sebesar persentase tertentu di atas suku bunga deposito.
3) Obligasi dengan tingat bunga nol (zero coupon bond), yaitu obligasi yang dijual dengan
diskon pada periode awal dan dilunasi sesuai nilai nominal pada akhir periode.
4) Obligasi konversi, yaitu obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham pada harga
yang telah ditetapkan.
5) Obligasi dengan jaminan (mortgage bond), yaitu obligasi yang diterbitkan dengan
jaminan aset riil perusahaan.
6) Obligasi tanpa jaminan (debentures/unsecured bond), yaitu obligasi yang diterbitkan
tanpa jaminan aset riil perusahaan.
7) Obligasi yang disertai warrant, yaitu obligasi yang memberikan hak kepada pemegang
obligasi untuk membeli saham perusahaan pada harga yang telah ditentukan.
8) Putable bond, yaitu obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk
menerima pelunasan sesuai nilai nominal sebelum jatuh tempo.
9) Junk bond, yaitu obligasi yang memberikan return (coupon) tinggi dengan risiko yang
tinggi.
A. BOND YIELDS
Terdapat dua istilah yang berkaitan dengan karakteristik pendapatan obligasi yaitu :
1) Bunga obligasi (bond interest rate), yaitu pendapatan yang dibayarkan oleh emiten
kepada pemegang obligasi sebagai kompensasi karena bersedia meminjamkan
dananya.
2) Yield obligasi, yaitu pendapatan yang akan diterima pemegang obligasi dengan
jumlah yang bersifat tidak tetap karena tergantung tingkat bunga yang disyaratkan
investor.
Berikut adalah beberapa ukuran yield obligasi yang dapat digunakan oleh pemegang
obligasi untuk menentukan nilai suatu obligasi yaitu :
1) Nominal yield yaitu tingkat bunga yang diberikan obligasi besarnya sama dengan
bunga kupon. Ukuran yield ini digunakan untuk mengukur tingkat bunga kupon.
2) Current yield yaitu rasio tingkat bunga obligasi (kupon) terhadap harga pasar
obligasi yang dilaporkan secara harian melalui media massa.
𝐶
Rumus : 𝐶𝑌 = 𝑃 𝑖
𝑚

Dimana, CY = Current yield obligasi, Ci = Pembayaran kupon pertahun untuk


obligasi i, Pm = Harga pasar obligasi.
Informasi current yield bukan merupakan return sesungguhnya karena tidak dapat
menunjukkan perbedaan antara harga obligasi pada saat beli dan pada saat jual.
Ukuran yield ini digunakan untuk mengukur tingkat pendapatan sekarang.
3) Yield to Maturity (YTM) yaitu tingkat bunga (internal rate of return-IRR) yang
diperoleh pemilik obligasi dengan memiliki obligasi sampai saat jatuh tempo. YTM
dihitung dengan metode trial and error berdasarkan rumus yaitu :
2𝑛
𝐶𝑖 ⁄2 𝑃𝑝
𝑃=∑ 𝑡 +
𝑡=1 (1
𝑌𝑇𝑀 𝑌𝑇𝑀 2𝑛
+ ) (1 + )
2 2
Dimana
P : Harga pasar obligasi saat ini (t=0)
n : Jumlah tahun sampai jatuh tempo obligasi
Ci : Pendapatan kupon setiap tahun
YTM : Yield to maturity
PP : Nilai nominal dari obligasi
Perhitungan YTM dapat dilakukan dengan pendekatan rumus sebagai berikut:
𝑃𝑃 − 𝑃
𝐶𝑖 +
𝑌𝑇𝑀 = 𝑛
𝑃𝑃 + 𝑃
2
Ukuran yield ini digunakan untuk mengukur tingkat expected return untuk obligasi
yang disimpan hingga jatuh tempo.
4) Yield to Call (YTC) yaitu tingkat return yang dapat diperoleh investor terhadap
obligasi yang dapat dibeli kembali sebelum jatuh tempo. YTC dihitung dengan
metode trial and error berdasarkan rumus yaitu :
2𝑐
𝐶𝑖 ⁄2 𝑃𝑐
𝑃=∑ +
𝑡=1 (
1 + 𝑌𝑇𝐶 𝑡 1 + 𝑌𝑇𝐶 2𝑐
) ( )
2 2
Perhitungan YTC dapat dilakukan dengan pendekatan rumus sebagai berikut:
𝑃𝑐 − 𝑃
𝐶𝑖 +
𝑌𝑇𝐶 = 𝑛
𝑃𝑐 + 𝑃
2
Ukuran yield ini digunakan untuk mengukur tingkat expected return untuk obligasi
yang dilunasi sebelum jatuh tempo.
5) Realized (horizon) yield yaitu tingkat return yang diharapkan investor apabila
obligasi dijual kembali oleh investor sebelum waktu jatuh temponya. RY dihitung
dengan metode trial and error berdasarkan rumus yaitu :
2ℎ
𝐶𝑖 ⁄2 𝑃𝑓
𝑃=∑ +
𝑡=1 (
1 + 𝑅𝑌 𝑡 1 + 𝑅𝑌 2ℎ
) ( )
2 2
Perhitungan RY dapat dilakukan dengan pendekatan rumus sebagai berikut:
𝑃𝑓 − 𝑃
𝐶𝑖 +
𝑅𝑌 = ℎ
𝑃𝑓 + 𝑃
2
Ukuran yield ini digunakan untuk mengukur tingkat expected return untuk obligasi
yang akan dijual sebelum jatuh tempo. Return ini dihitung dengan asumsi tingkat
reinvestasi dan harga jual obligasi.
B. BOND PRICES
Harga dari suatu obligasi dinyatakan dalam persentase nilai nominal obligasi.
Terdapat tiga kemungkinan harga pasar dari suatu obligasi , yaitu :
1) Nilai par (par value) yaitu apabila harga obligasi memiliki nilai yang sama dengan
nilai nominal.
2) Nilai premium (at premium) yaitu apabila harga obligasi lebih tinggi dari pada nilai
nominal.
3) Nilai dikon (at discount) yaitu apabila harga obligasi lebih kecil dari pada nilai
nominal.
Harga obligasi merupakan present value dari expected cash flow semua tingkat
suku bunga (kupon) dan nilai nominal (nilai pokok utang). Rumus yang digunakan
dalam perhitungan yaitu :
𝑥.𝑛
𝐶𝑖 ⁄𝑥 𝑃𝑝
𝑃𝑚 = ∑ +
𝑖 𝑡 𝑖 𝑥.𝑛
𝑡=1 (1 + ) (1 + )
𝑥 𝑥
Dimana
Pm : Harga pasar obligasi sekarang i : Tingkat imbal hasil yang dijanjikan
n : Waktu jatuh tempo Pp : Nilai nominal obligasi
Ci : Kupon tahunan untuk obligasi i x : Jumlah pembayaran kupon dalam satu tahun
Berdasarkan rumus di atas, harga obligasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga.
Harga obligasi akan berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Berikut adalah
faktor-faktor lain yang mempengaruhi tinggi rendahnya harga obligasi yaitu kondisi
makroekonomi Indonesia, kondisi industri dari perusahaan, tingkat kinerja
perusahaan, struktur instrumen, dan likuiditas pasar.
C. PERUBAHAN HARGA OBLIGASI
Secara umum, perubahan harga obligasi dapat disebabkan oleh perubahan tingkat
suku bunga di pasar modal. Berdasarkan teori, hubungan antara tingkat suku bunga
dengan harga obligasi saling berkebalikan. Jika tingkat suku bunga turun, maka harga
obligasi akan meningkat karena investor akan prefer berinvestasi pada obligasi.
Sebaliknya, jika tingkat suku bunga naik, maka harga obligasi akan menurun karena
investor akan prefer menanamkan dananya di bank. Karena obligasi memiliki
karakteristik pada pendapatan bunga, maka tingkat imbal hasil (yield) akan mengikuti
tren pergerakan suku bunga di pasar.
Berikut adalah penjelasan mengenai hubungan antara yield dengan harga obligasi
yaitu:
1) Apabila yield berada di bawah tingkat kupon, maka harga jual obligasi akan lebih
tinggi daripada nilai parnya disebut harga premi.
2) Apabila yield berada di atas tingkat kupon, maka harga jual obligasi akan lebih
rendah daripada dengan nilai parnya disebut harga diskon.
3) Apabila yield sama dengan tingkat kupon, maka harga jual obligasi akan sama
dengan nilai parnya.
4) Hubungan antara yield dan harga obligasi bukan berbentuk garis lurus, tetapi
membentuk sebuah kurva cekung. Jika yield turun, maka harga akan meningkat.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan harga
obligasi terjadi apabila terdapat perubahan pada tingkat kupon dan yield yang
disyaratkan oleh investor. Dengan informasi tersebut, investor dapat memilih obligasi
yang tingkat kupon dan maturitasnya sesuai dengan estimasi tingkat bunga yang akan
terjadi sebagai langkah untuk meminimalisir dampak perubahan harga obligasi yang
kemungkinan akan memberikan kerugian kepada investor.
D. PENILAIAN OBLIGASI
Penilaian obligasi
Pada umumnya, penilaian obligasi menggunakan perhitungan YTM, yaitu tingkat
return yang disyaratkan apabila obligasi dimiliki investor sampai waktu jatuh tempo.
Hubungan terhadap penilaian obligasi yaitu :
1) Nilai obligasi berbanding terbalik dengan tingkat pengembalian yang diinginkan
investor atau tingkat suku bunga.
2) Nilai obligasi dinilai lebih kecil dari nilai nominal apabila tingkat pengembalian
yang diinginkan investor lebih besar dari suku bunga obligasi, sedangkan nilai
obligasi dinilai lebih tinggi dari nilai nominal apabila tingkat pengembalian yang
diinginkan investor lebih besar dari suku bunga obligasi.
3) Semakin mendekati tanggal atau waktu jatuh tempo obligasi, maka nilai obligasi
akan semakin mendekati nilai nominalnya.
4) Obligasi dengan jangka waktu yang lebih panjang memiliki tingkat risiko suku
bunga yang lebih besar.
5) Sensitivitas nilai obligasi terhadap perubahan tingkat suku bunga bergantung pada
waktu jatuh tempo dan pola arus kas yang dihasilkan oleh obligasi.
Durasi
Durasi adalah rata-rata periode tertimbang arus kas yang diterima investor atas
investasi pada obligasi atau secara singkatnya jangka waktu kembali investasi
(payback period). Konsep durasi telah memperhitungkan waktu jatuh tempo dan
kupon, sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur volatilitas harga obligasi secara
lebih tepat akibat adanya perubahan pada tingkat suku bunga. Fungsi durasi adalah
untuk menunjukkan perkiraan tingkat perubahan harga obligasi akibat perubahan
𝑃𝑉(𝐶𝐹𝑡 )
tingkat suku bunga/yield. Adapun rumusnya yaitu: 𝐷 = ∑𝑛𝑡=1 ,
𝑃𝑡

Dimana t = periode dimana aliran kas diharapkan akan diterima, n = jumlah periode
hingga jatuh tempo, PV(CFt) = nilai sekarang dari aliran kas pada periode t yang
didiskontokan pada tingkat YTM, P = harga pasar obligasi.
Konsep durasi digunakan ketika investor mengetahui waktu, arah, dan besaran
perubahan tingkat bunga. Apabila tingkat bunga dinaikkan, maka investor harus
menurunkan durasi obligasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga diturunkan, maka
investor harus menaikkan durasi obligasi. Ada beberapa alasan pentingnya konsep
durasi yaitu:
1) Konsep durasi menginformasikan perbedaan umur efektif berbagai pilihan
obligasi.
2) Konsep durasi digunakan sebagai strategi pengelolaan investasi terutama strategi
imunisasi.
3) Konsep durasi digunakan untuk mengukur sensitivitas harga suatu obligasi
terhadap pergerakan tingkat suku bunga.
Untuk menghitung persentase perubahan harga obligasi karena adanya perubahan
tingkat suku bunga, dapat digunakan rumus sebagai berikut:
Durasi yang dimodifikasi = D* = D/(1+r)
Dimana,
D* : Durasi yang dimodifikasi D : Durasi Macavly
r : YTM obligasi
Rumus perhitungan persentase perubahan harga obligasi yaitu :
−𝐷 ∗
%Perubahan harga = 𝑥 % 𝑝𝑒𝑟𝑢𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑟
(1 + 𝑟)
Dimana,
∆P : Perubahan harga D* : Durasi yang dimodifikasi
P : Harga obligasi sebelumnya ∆r : Perubahan pada tingkat bunga pasar
Hubungan nilai durasi dengan tingkat suku bunga (kupon) dan waktu jatuh tempo
obligasi yaitu:
1) Apabila kupon bunga semakin tinggi, maka durasi semakin kecil.
2) Apabila yield semakin tinggi, maka durasi semakin kecil.
3) Apabila jatuh tempo semakin lama, maka durasi semakin kecil.