Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MANDIRI

PENGANTAR MANAJEMEN

NAMA : RICHI DEO RIZKY SITUMORANG


NPM : 160410068
Kode Kelas : 161-MN048-M10
Dosen : Mrs. YOPI MARDIANSYAH, S.Pd., M,Si.

PRODI TEKNIK INDUSTRI


UNIVERSITAS PUTERA BATAM
2016/2017
MANAJEMEN KEUANGAN

Definisi Manajemen Keuangan


Beberapa definisi tentang Manajemen Keuangan :

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh
sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif
mungkin untuk menghasilkan laba.

Manajemen keuangan dapat didefinisikan dari tugas dan tanggung jawab manajer keuangan.
Meskipun tugas dan tanggung jawabnya berlainan di setiap perusahaan, tugas pokok
manajemen keuangan antara lain meliputi : keputusan tentang investasi, pembiayaan kegiatan
usaha dan pembagian dividen suatu perusahaan (Weston dan Copeland, 1992: 2)

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,


pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi
atau perusahaan.

Menurut Umar, H (2000), Manajemen keuangan berfungsi dalam perencanaan organisasi


untuk memperoleh dana, menggunakan dana dan mengendalikan dana dalam rangka
memaksimalkan organisasi. Menurut Weston, J.F dan E.F Brigham (1993), fungsi utama manajer
keuangan adalah merencanakan, mencari dan memanfaatkan dana dengan berbagai cara untuk
memaksimumkan efisiensi (daya guna) dari operasi operasi perusahaan.

Kegiatan penting lain yang harus dilakukan manajer keuangan menyangkut empat (4) aspek
yaitu:

1. Pertama, yaitu dalam perencanaan dan peramalan, dimana manajer keuangan harus
bekerja sama dengan para manajer lain yang ikut bertanggung jawab atas perencanaan
umum perusahaan.
2. Kedua, manajer keuangan harus memusatkan perhatian pada berbagai keputusan investasi
dan pembiayaan, serta segala hal yang berkaitan dengannya.
3. Ketiga, manajer keuangan harus bekerja sama dengan para manajer lain di perusahaan
agar perusahaan dapat beroperasi seefisien mungkin
4. Keempat, menyangkut penggunaan pasar uang dan pasar modal, manajer keuangan
menghubungkan perusahaan dengan pasar keuangan, di mana dana dapat diperoleh dan
surat berharga perusahaan dapat diperdagangkan.

Dari ke empat aspek tersebut dapat disimpulkan bahwa tugas pokok manajer keuangan berkaitan
dengan keputusan investasi dan pembiayaannya.
Tujuan Manajemen Keuangan
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan (The Main Objective of Financial Management)
adalah memaksimumkan nilai perusahaan atau memaksimumkan kemakmuran pemegang saham,
bukan memaksimumkan profit. Arti memaksimumkan profit, berarti mengabaikan tanggung
jawab social, mengabaikan risiko, dan berorientasi jangka pendek. Sedangkan arti
memaksimumkan kemakmuran pemegang saham atau nilai perusahaan sebagai berikut:

1. Berarti memaksimumkan nilai sekarang (present value) semua keuntungan di masa


datang yang akan diterima oleh pemilik perusahaan.
2. Berarti lebih menekankan pada aliran hasil bukan sekedar laba bersih dalam pengertian
akuntansi.

Sumber Dana
Ada 3 jenis sumber pendanaan, sumber dana internal, sumber dana eksternal dan sumber dana
sendiri.

Sumber dana sendiri mencakup saham dan dividen yang ditahan, sumber dana internal berupa
laba dan depresiasi, dan sumber dana eksternal berupa bank dan lembaga keuangan.

Manajemen Modal Kerja


Manajer keuangan perlu membuat kalkulasi yang matang mengenai kebutuhan modal kerja.
Sebagian besar alokasi waktu kerja dari menejer keuangan adalah untuk mengelolah modal kerja.
Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya modal kerja :

1. Siklus operasi perusahaan.


2. Jenis produk yang dibuat.
3. Kebijakan persediaan.
4. Tingkat penjualan
5. Kebijakan penjualan
6. Efisiensi manajemen aktiva lancar (harta lancar)

Manajemen Kas
Terkait Manajemen kas, perusahaan memiliki tiga motif utama dalam menahan kas, yaitu : (1)
Motif Transaksi, (2) Motif Pencegahan, (3) Motif Spekulasi.
Beberapa cara yang dapat digunakan dalam manajemen kas antara lain :

1. Mengumpulkan piutang secepat mungkin.


2. Membayar hutang selambat mungkin.
3. Mengendalikan arus pengeluaran dan mengelola pemasukan.

Rasio Keuangan
Rasio keuangan banyak dijadikan acuan oleh internal perusahaan untuk menilai perkembangan
kerja perusahaan, maupun untuk eksternal, misalnya bank calon pemberi kredit maupun calon
investor. Ada beberapa pengklarifikasian rasio keuangan, antara lain :

A. Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban lancar yang jatuh tempo. Beberapa contoh sebagai berikut :

Rasio Lancar = Aktiva Lancar : Kewajiban Lancar


Rasio Cepat = (Aktiva Lancar-Persediaan) : Kewajiban Lancar

B. Rasio Efisiensi
Rasio ini digunakan untuk menilai efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktivanya
untuk menghasilkan penjualannya. Beberapa Rumus Rasio Efisiensi :

Rasio Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Persediaan


Rasio Perputaran total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva

C. Rasio Leverage
Rasio ini digunakan untuk mengukur besarnya perusahaan berdasarkan pembiayaan dari
utang. Beberapa Rumus Rasio Leverage :

Rasio Utang = Total Utang : Total Aset


Kewajiban Lancar terhadap Total Aktiva = Total Utang : Total Aktiva
Kewajiban Tidak Lancar dan Total Aktiva = Kewajiban Tidak Lancar : Total Aktiva
Rasio Modal Terhadap Kewajiban = Modal : Total Kewajiban

D. Rasio Profibilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Beberapa Rumus Rasio Profibilitas :

Margin Laba Kotor = Laba Kotor : Penjualan Bersih


Margin Laba Usaha (EBIT) = Laba Usaha : Penjualan Bersih
Margin Laba Bersih = Laba Bersih : Penjualan Bersih
Return on Invesment = EBIT (Laba Usaha) : Total Aktiva
Time Value of Money
Dalam konsep Time Value of Money, dikenal istilah present value (nilai sekarang) dan Future
Value (nilai dimasa yang akan datang). Secara umum rumus dari future value adalah :

Fn = P (1+i)ⁿ

P = Fn/(1+i)ⁿ

Keterangan :

Fn : Feture Value pada tahun ke n

P : Present Value

I : Tingkat suku bunga yang diberikan.

Misalnya, apabila kita memiliki uang Rp.5000, dengan suku bunga sebesar 1% per tahun, nilai
uang tersebut pada 5 tahun kedepan adalah sebagai berikut :

F(3) = Rp.5000 X (1+0,1)³ = Rp.6655.

Perakunan
Uraian mengenai laporan keuangan telah dibahas pada bagian sebelumnya. Terdapat beberapa
jenis laporan keuangan, antaralain neraca, laporan rugi laba, dan laporan aliran kas. Dalam
menyusun laporan keuangan, diperlukan beberapa tahapan mulai dari pencatatan transaksi,
penysunan jurnal (journal), penyusunan ledger atau post, sampai pembuatan kesimpulan dalam
bentuk laporan keuangan.
DAFTAR PUSTAKA

Wijayanto, Dian.2012. Pengantar Manajemen. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.


ISBN
https://hadiborneo.wordpress.com/2012/04/29/kuliah-manajemen-keuangan/

https://harisucahyowati.wordpress.com/2009/11/08/rangkuman-materi-manajemen-keuangan-i/