Anda di halaman 1dari 1

Pasal 47 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 menyebutkan bahwa: “Pengadilan

bertugas dan berwenang memeriksa, memutus dan menyelesaikan Sengketa Tata


Usaha Negara”. Dengan demikian, maka wewenang Peradilan Tata Usaha Negara dapat
dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:
1. Memeriksa,
2. Memutus, dan
3. Menyelesaikan Sengketa Tata Usaha Negara.

Ketiga kewenangan ini merupakan Kekuasaan Absolut (Kompetensi Absolut) dari


pengadilan di lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara.

GUGATAN
Tenggang Waktu Mengajukan Gugatan (Pasal 55)
Pada proses pengajuan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara yang penting harus
diperhatikan dengan seksama adalah masalah tenggang waktu pengajuan gugatan.
Gugatan dapat diajukan hanya dalam 90 hari terhitung sejak saat
diterimanya/diumumkannya keputusan badan/pejabat tata usaha negara.

Metode perhitungan tenggang waktu 90 hari untuk pengajuan gugatan adalah meliputi
sebagai berikut:
1. Untuk keputusan positif (berwujud, pasala 1 angka 3) maka, saat mulai
dihitungnya 90 hari adalah menurut bunyi rumusan pasal 55 beserta
penjelasannya, yaitu: (1) Sejak hari diterimanya Keputusan Tata Usaha Negara
(KTUN) yang digugat itu yang memuat nama Penggugat. (2) Sejak hari
pengumuman Keputusan Tata Usaha Negara tersebut dalam hal peraturan
dasarnya menentukan bahwa suatu keputusan itu harus diumumkan.
2. Keputusan fiktif (pasal 3), perhitungan tenggang waktu 90 hari tersebut harus
dilihat apakah dalam peraturan dasarnya ditentukan mengenai batasan tenggang
waktu keharusan badan/pejabat tata usaha negara mengadakan reaksi atas
suatu permohonan yang telah masuk. Sehingga, perhitungan tenggang waktu 90
hari tersebut adalah sebagai berikut: (1) Dalam hal yang hendak digugat itu
merupakan keputusan menurut ketentuan pasal 3 ayat 2, maka tenggang waktu
90 hari dihitung setelah lewat tenggang waktu yang ditentukan dalam peraturan
dasarnya, yang dihitung sejak tanggal diterimanya permohonan yang
bersangkutan. (2) Dalam hal yang hendak digugat itu merupakan keputusan
menurut ketentuan pasal 3 ayat 3, maka tenggang waktu 90 hari dihitung
setelah lewatnya batas waktu 4 bulan, yang dihitung sejak tanggal diterimanya
permohonan yang bersangkutan.